Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Analisis Risiko Biaya terhadap Kelanjutan Pembangunan Kapal yang Lama Dihentikan
Proses pembangunan kapal merupakan kegiatan yang kompleks dan penuh risiko yang dapat menyebabkan kegagalan. Seringkali, terdapat kasus di mana pembangunan kapal mengalami hambatan dan tidak dapat dilanjutkan dalam waktu yang lama. Ketika kapal yang telah lama terbengkalai ingin dilanjutkan pembangunannya, berbagai risiko muncul yang berpotensi mempengaruhi biaya pelanjutan proses pembangunan tersebut. Sebelum memutuskan untuk melanjutkan pembangunan, pemilik kapal harus mempertimbangkan dengan cermat risiko biaya yang terkait dengan kelanjutan proyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang terkait dengan kelanjutan pembangunan kapal yang terhenti, dengan fokus pada kapal tugboat 2 x 1800 HP yang mengalami pemberhentian selama 1,5 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data dari pembangunan kapal yang terhenti serta penilaian risiko dengan menggunakan hasil kuesioner yang didapatkan dari beberapa stakeholder dalam proses pembangunan kapal. Hasil penelitian menunjukkan adanya risiko teknis yang terkait dengan 13 tahapan produksi lanjutan dari kapal tersebut. Selanjutnya, penelitian ini juga mengevaluasi skenario kelanjutan pembangunan kapal dengan pihak pemilik yang sama, yang akan menyewa fasilitas galangan menggunakan skema permodalan 80% pinjaman bank dan 20% modal pemilik. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan indikator kelayakan investasi, yaitu Internal Rate of Return (IRR) sebesar 17,56%, Net Present Value (NPV) sebesar Rp. 48.402.116.624, dan Payback Period (PBP) selama 12 tahun. Skenario tersebut menunjukkan risiko biaya yang paling rendah dibandingkan dengan skenario lainnya. Namun, terdapat risiko dengan kategori sedang dan tinggi yang perlu dikelola dengan langkah mitigasi yang tepat guna mengurangi kemungkinan terjadinya risiko dan konsekuensinya
Analisis Kriteria Sustainable First and Last Mile pada Koridor MRT DKI Jakarta dengan Model IPGA
DKI Jakarta sebagai pusat kegiatan mempengaruhi tingginya pergerakan dari dan menuju Jakarta. Pengembangkan berbagai transportasi publik seperti MRT, BRT, LRT, KRL, dan mikrotrans ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pergerakan. Akan tetapi penggunaan transportasi publik khususnya MRT cenderung fluktuatif dibandingkan transportasi pribadi yang terus meningkat. Alasan masyarakat enggan berpindah menggunakan MRT karena jarak yang kurang aksesibel. Transjakarta dan KRL dianggap memiliki aksesibilitas yang lebih baik karena telah saling terintegrasi dan dilayani oleh feeder. Integrasi moda MRT dengan feeder dirasa belom optimal dan merata sehingga MRT belum menjadi moda andalan di DKI Jakarta. Mil pertama dan terakhir dari perjalanan transit menjadi komponen penting bagi keputusan individu memilih moda transportasi. Hal ini menyangkut perjalanan dengan berbagai moda transportasi umum, berjalan kaki, dan bersepeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis kriteria first and last mile (feeder, pedestrian way, bicycle path) pada koridor MRT DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan model analisis IPGA (Importance Performance Gap Analysis) untuk mengetahui tingkat kepuasan dan kepentingan pengguna terhadap variabel sustainable first and last mile. Hasil studi menunjukan bahwa terdapat 14 variabel terkait transportasi umum, 2 variabel terkait berjalan kaki, dan 4 variabel terkait bersepeda yang menjadi prioritas untuk ditingkatkan pada perjalanan first mile. Sementara itu, pada perjalanan last mile diperoleh 13 variabel terkait transportasi umum dan 1 variabel terkait berjalan kaki yang menjadi prioritas. Variabel utama pada perjalanan first mile yang perlu ditingkatkan adalah sistem pembayaran terintegrasi, ketersediaan jalur pejalan kaki, dan ketersediaan parkir sepeda. Selanjutnya, variabel biaya perjalanan dan keamanan jalur pejalan kaki merupakan prioritas yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan perjalanan last mile MRT di DKI Jakarta
Studi Perencanaan Penambahan Kapasitas Pembangkit di Pulau Sumbawa Menggunakan Metode Mixed Integer Linear Programming Tahun 2022-2030
Pertambahan penduduk, pertumbuhan ekonomi yang positif, dan growth rate rasio elektrifikasi PLN merupakan penyebab utama meningkatnya kebutuhan listrik. Di Pulau Sumbawa, penduduk bertambah sebesar 1,596% di tahun 2022. Begitu pula tren pertumbuhan ekonomi yang relatif positif pasca pandemi serta target elektrifikasi 100% yang terus dikejar oleh PLN UIW NTB. Konsekuensinya, beban puncak di Sistem Sumbawa-Bima diproyeksi mengalami laju pertumbuhan sebesar 9,37% tiap tahunnya hingga akhir waktu studi menjadi 256 MW. Pada initial year penelitian, terkalkulasi total kapasitas terpasang dari pembangkit eksisting sebesar 167,36 MW dengan daya mampu netto hanya 148,11 MW. Adanya gap antara kenaikan beban puncak dan kapasitas pembangkit eksisting di tahun 2022 harus dipenuhi dengan studi Generation Expansion Planning (GEP). GEP digagas dengan objektif untuk memperoleh skenario integrasi unit pembangkit kandidat paling optimal ke dalam grid, ditinjau dari faktor ekonomi dan keandalan. Pemodelan matematika dari kondisi real Sistem Sumbawa-Bima berhasil dilakukan mengacu pada bentuk umum metode Mixed Integer Linear Programming (MILP). Simulasi MATLAB menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh feasible dan konvergen. Fungsi objektif skenario MILP-1 memberi nilai total fixed cost sebesar 7.122.431,38-, dari skenario perencanaan milik PLN. Reserve Margin (RM) ≥ 40% di tiap tahunnya juga berhasil diperoleh, dengan penambahan yang relatif lebih balanced dibandingkan skenario PLN. Hal ini menunjukkan bahwa studi GEP di Sistem Sumbawa-Bima berhasil dimodelkan secara linear menggunakan metode MILP dengan pemodelan sistem telah memenuhi seluruh constraint linear yang ditetapkan
Faktor Prioritas Pengembangan Minawisata Di Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik
Hampir di setiap sudut daerah Indonesia terdapat kawasan pesisir yang terkenal sebagai ekosistem perairan dengan sumberdaya yang melimpah, potensi budidaya perikanan, keanekaragaman hayati, dan daya tarik wisata bahari. Seperti kepingan logam yang saling bersatu, sektor perikanan dan pariwisata merupakan dua hal yang saling melengkapi satu sama lain. Terdapat dua pola pemanfaatan ruang dan sumberdaya dalam minawisata, yaitu gabungan pemanfaatan ruang dan irisan pemanfaatan ruang serta sumberdaya perikanan dan pariwisata yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor prioritas pengembangan minawisata di Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan adalah metode analisis delphi untuk mengetahui variabel-variabel yang berpengaruh dalam pengembangan minawisata, setelah itu menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) guna mengetahui faktor-faktor prioritas pengembangan minawisata di Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa faktor prioritas pengembangan minawisata di Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik ada 4 faktor prioritas sebagai berikut, 1. Aksesibilitas; 2. Sumber daya manusia; 3. Daya dukung lingkungan; 4. Kelembagaan
Analisis Keselamatan Operasional Penerbangan dan Kebisingan Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II
Bandara Udara Sultan Syarif Kasim II adalah Bandar Udara terletak pada Kota Pekanbaru Riau yang melayani 268 penerbangan berjadwal setiap minggunya pada tahun 2023, Letak Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II berada pada jarak 5,8 km dari pusat Kota Pekanbaru. Pada tahun 2030 Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II direncakan akan menambah panjang landasan pacu menjadi 3200 meter. Hal tersebut dilakukan karena adanya ramalan prediksi lonjakan penumpang yang pergi atau menuju Kota Pekanbaru menurut penelitian terdahulu. Letaknya yang dekat dengan pemukiman penduduk mengakibatkan Bandar Udara SSK II sulit untuk melakukan pengembangan sisi udara di tambah lagi dengan adanya usulan dari Menteri Keuangan agar lokasi Bandara SSK II dipindah karena keberadaanya dapat membahayakan pemukiman penduduk sekitar. Analisis Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan dan Analisis Kebisingan pada perencanaan ini akan meninjau layout eksisting dan layout rencana bandara pada tahun 2030. Dalam perhitungan perencanaan ini menggunakan Metode Analisis Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan KM 44 tahun 2005. Untuk Metode Analisis Kebisingan dilakukan dengan menggunakan pola pergerakan pesawat terbang yang didapat dari aplikasi Flightradar24, Data yang digunakan dalam Analisis Kebisingan berasal dari EuroControl badan pengawas penerbangan yang mengatur tekait dengan kebisingan yang di hasilkan oleh Pesawat terbang, Data tersebut lalu di proses dengan menggunakan interpolasi permukaan dari titk menggunakan teknik inverse distance weighted pada aplikasi ArcGIS. Dari hasil penelitian Layout 2030 didapat bahwa Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Bandara SSK II mengakibatkan wilayah penduduk yang berada dibawah Kawasan Kemungkinan Bahaya Kecelakaan bertambah seluas 1,205 m2. Kebisingan yang ditimbulkan oleh Bandara SSK II dibawah Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan terjadi kenaikan yang diakibatkan oleh perpanjang landasan pacu pada tahun 2030
Analisis Kecelakaan Lalu Lintas di Ruas Jalan Raya Pepen-Ahmad Yani, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur
Selama tahun 2022 terjadi kelonggaran mobilitas masyarakat akibat Covid-19 yang mulai melandai hal ini ditandai dengan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupatan Malang. Sebanyak 5 kecamatan terdata sebagai penyumbang kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia, salah satu diantaranya ialah Kecamatan Kepanjen. Dengan tingginya angka kecelakaan ini membuat perlunya dilakukan audit di ruas jalan utama yang termasuk ruas jalan nasional yakni ruas Jalan Raya Pepen sampai dengan ruas Jalan Raya Ahmad Yani. Analisis dilakukan dengan tujuan mengetahui besar angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi menggunakan metode Accident Rate, mencari titik lokasi rawan kecelakaan (Black spot) dengan metode Cummulative Sumarry (Cusum), menghitung biaya korban akibat kecelakaan yang terjadi dengan metode The Gross Output (Human Capital). Dengan penelitian ini, diharapkan ditemukan alternatif solusi yang tepat guna untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas di masa mendatang. Dari hasil analisis diperoleh angka kecelakaan tertinggi dengan tipe kecelakaan berat berada pada ruas Jalan Raya Panglima Sudirman pada tahun 2020 dengan angka kecelakaan sebesar 4,17 kecelakaan/100JPKP dan untuk tipe kecelakaan sedang berada pada ruas Jalan Raya Ngadilangkung pada tahun 2022 dengan angka kecelakaan sebesar 40,12 kecelakaan/100JPKP. Titik lokasi rawan kecelakaan (Black Spot) berdasarkan terletak pada STA 102+700 s.d. 103+700, STA 104+800 s.d. 105+000 dan STA 106+000 s.d. 107+000. Total biaya korban kecelakaan pada tahun 2020 sebesar Rp 726.251.841, untuk tahun 2021 sebesar Rp 20.514.038, dan tahun 2022 sebesar Rp 91.082.330
Pra Desain Pabrik Pupuk NPK dari Amonia, Asam Fosfat, dan Kalium Klorida dengan Metode Mixed Acid Route
Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk yang terdiri dari beberapa unsur yaitu nitrogen, fosfor dan kalium. Proses produksi pupuk NPK dilakukan dengan metode mixed acid route. Pada pra desain pabrik ini dilakukan perancangan pabrik pupuk NPK dengan kapasitas 510.000 ton/tahun yang akan didirikan di Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur pada tahun 2028 dengan pertimbangan akses bahan baku dan distribusi produk. Proses pembuatan pupuk NPK terdiri dari persiapan bahan baku, netralisasi, granulasi, pengeringan, pemisahan, pendinginan, dan pelapisan produk. Pabrik ini dirancang beroperasi secara kontinu selama 300 hari/tahun dengan basis waktu kerja 24 jam/hari. Dari analisis perhitungan ekonomi untuk mendirikan pabrik pupuk NPK ini membutuhkan modal tetap (Fixed Capital) sebesar Rp1.334.914.138.191,45 dan modal kerja (Working Capital) sebesar Rp235.573.083.210,26. Waktu pengembalian modal (Pay Out Time) yaitu selama 3,4 tahun dengan titik impas (Break Even Point) sebesar 42,7%, laju pengembalian modal (Internal Rate of Return) sebesar 34,95%, dan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp1.294.142.666.358,61. Berdasarkan segi teknis dan ekonomi, secara keseluruhan pabrik pupuk NPK ini layak untuk didirikan
Pemulihan Kondensat Sebagai Feedwater Boiler Untuk Meningkatkan Efisiensi Boiler pada Pabrik Pakan Ikan dengan Menggunakan Metode Flash Steam
Manajemen energi sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan penggunaan energi sehingga cost atau biaya yang digunakan dapat diatur dengan baik. Di Industri steam banyak digunakan sebagai sumber energi utama, namun di dalam sistemnya sering kali terjadi kerugian panas. Salah satu alasan kerugian tersebut terjadi adalah pemulihan kondensat yang buruk. Pada penelitian ini dilakukan peninjauan terkait kondisi kondesat yang ada di industri sehingga dapat dipulihkan dan digunakan kembali dengan metode flash steam tank. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan solusi terkait permasalahan yang terjadi di industri. Permasalahan yang terjadi adalah efisiensi boiler yang sangat rendah dan kondensat yang dibuang langsung ke lingkungan. Kondensat ini masih memiliki nilai energi yang cukup untuk dimanfaatkan.Kondensat dengan suhu 120°C dan tekanan 2 bar akan ditampung menjadi satu di tangki kondensat sebelum dipulihkan 100%. Selanjutnya steam yang tersisa dari kondensat akan dialirkan dari tangki kondensat menuju ke tangki flash steam. Di dalam tangki flash steam akan terjadi pelepasan kalor laten. Selanjutnya, steam yang telah tercampur dengan air akan di distribusikan menuju tangki feedwater boiler. Berdasarkan perhitungan neraca massa dan neraca energi, penggunaan sistem flash steam dapat mengurangi kebutuhan air dan batubara sebagai bahan bakar serta dapat meningkatkan efisiensi boiler sebesar 55,63%. Selain itu, didapatkan penghematan biaya penggunaan air dan batubara sebagai bahan bakar sebesar Rp 25.255.488.419 per tahun dan pengembalian modal awal (payback period) selama 1 bulan melalui perhitungan analisa ekonomi
Pra Desain Pabrik Minyak Nilam dari Daun Nilam dengan Metode Ekstraksi CO2 Superkritis
Minyak atsiri atau essential oil merupakan senyawa ekstrak yang diambil dari bagian tanaman melalui proses penyulingan atau ekstraksi yang dimana digunakan untuk praktik kesehatan alami, aromaterapi dan lain sebagainya. Salah satu contoh minyak atrisi ialah minyak nilam. Indonesia merupakan pemasok minyak nilam terbesar dunia dengan kontribusi 90%. Kandungan Patchouli Alcohol (PA) yang terkandung dalam minyak nilam menjadi primadona di pasaran eropa. Peningkatan konsumsi atau kebutuhan minyak nilam perlu diimbangi dengan ketersediaan bahan baku dalam negeri, yaitu daun nilam. Oleh karena itu, peluang untuk memasuki pasar minyak atsiri di dunia terbuka lebar. Pabrik minyak nilam ini direncanakan mulai dibangun pada tahun 2023 di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara dan direncanakan beroperasi pada tahun 2025. Modal diperoleh dengan perbandingan 40% modal sendiri dan 60% modal pinjaman. Dari analisa perhitungan ekonomi untuk mendirikan pabrik didapat hasil-hasil sebagai berikut: total modal investasi sebesar Rp406.309.087.416/tahun, dan hasil penjualan pertahun sebesar Rp289.089.213.429/tahun. Dengan estimasi umur pabrik selama 20 tahun, didapatkan internal rate of return (IRR) sebesar 16,07 %, payout time (POT) selama 7 tahun 10 bulan, break event point (BEP) sebesar 38,9%. Berdasarkan analisa ekonomi, dapat disimpulkan bahwa pabrik minyak nilam kapasitas 213 ton/tahun layak secara ekonomi. Adapun penanganan dampak lingkungan pabrik dilakukan dengan cara penataan, pemeliharaan, pengawasan dan pengendalian terhadap limbah yang dihasilkan
Rancang Bangun Aplikasi Simulasi Lalu Lintas pada Realitas X
Lalu lintas adalah prasarana yang diperuntukkan bagi gerak pindah kendaraan, orang, dan/atau barang yang berupa jalan sebagai fasilitas pendukungnya. Lalu lintas juga merupakan salah satu tempat terjadinya kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data dari tahun 2007–2016, KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) menyatakan bahwa ada 64 kasus kecelakaan yang terjadi di Indonesia. Menurut KNKT faktor utama penyebab kecelakaan adalah faktor manusia seperti pelanggaran lalu lintas, kurangnya pengetahuan lalu lintas, dan ketidakpatuhan lalu lintas. Sehingga diperlukan fasilitas yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat agar angka kecelakaan lalu lintas dapat dikurangi. Teknologi Realitas X pada Meta Quest 2 yang maju dalam beberapa tahun terakhir dapat dimanfaatkan untuk eksplorasi pengelolaan aplikasi simulasi lalu lintas sebagai alat sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengetahuan dan kedisiplinan terhadap lalu lintas. Aplikasi simulasi lalu lintas memiliki level dengan berbagai adegan menarik yang dapat dilakukan NPC seperti menerobos lampu merah, melebihi batas kecepatan, menyalip kendaraan di depan, berhenti mendadak, dan lain sebagainya. Pemain dapat menentukan keputusan terbaik terhadap gerakan kendaraan yang dikontrol untuk mencapai tujuan dengan selamat, cepat, dan aman (tidak membahayakan kendaraan yang lainnya). Dikemas dengan suasana yang asik dan menyenangkan, aplikasi berupa simulasi ini diharapkan dapat membuat masyarakat lebih tertarik untuk mengenal lebih baik peraturan di jalan raya, menjadi disiplin dalam berkendara, dan mengantisipasi terjadinya kecelakaan di jalan raya