Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Koreksi Kemiringan Citra Menggunakan Planar Homography Untuk Pengenalan Pelat Nomor Kendaraan

    Get PDF
    Pengenalan pelat nomor kendaraan atau dikenal dengan istilah License Plate Recognition (LPR) merupakan sebuah bidang permasalahan yang berfokus pada pendeteksian dan pengenalan pelat nomor kendaraan. Dalam proses pengenalan pelat nomor akan terdapat banyak faktor eksternal yang dapat mempengaruhi proses kerja sistem, salah satunya adalah posisi dan orientasi kendaraan relatif dengan posisi kamera ketika proses pengambilan gambar. Kemiringan ini akan menimbulkan masalah seperti karakter yang bersentuhan ataupun karakter pada pelat nomor menjadi rusak. Akibatnya, ini akan memiliki efek semakin sulitnya untuk melakukan segmentasi dan pengenalan karakter pada pelat nomor. Untuk mengatasi masalah tersebut, Tugas Akhir ini membuat sistem koreksi kemiringan pelat nomor menggunakan planar homography yang kemudian akan di implementasikan pada sistem pengenalan pelat nomor kendaraan otomatis. Koreksi kemiringan dilakukan dengan mendeteksi tepi pelat nomor menggunakan algoritma Canny Edge Detection, kemudian mencari titik sudut pelat nomor, dan melakukan koreksi kemiringan dengan menggunakan planar homography. Setelah citra pelat nomor diperbaiki kemiringannya maka proses segmentasi dan prediksi dapat dijalankan dengan baik dan tepat. Pengujian dilakukan dalam tiga skenario yaitu pengujian deteksi sudut manual, pengujian algoritma edge detection, dan pengujian pada data video. Hasil segmentasi optimal pada video yang optimal di dapatkan dengan menggunakan algoritma Canny edge detection yang memiliki nilai rata-rata akurasi 75.88%, presisi 87.26%, dan recall 76.24% dan hasil prediksi pada video optimal dengan nilai rata-rata akurasi 77.45%, presisi 82.50%, dan recall 77.72%

    Studi Eksperimen Kinerja Turbin Angin Savonius Yang Terintegrasi dengan Gedung dengan Rasio G/D = 1,4558

    Get PDF
    Tujuan eksperimen ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan model dinding bangunan di dekat advancing blade terhadap performa turbin Savonius. Studi eksperimen dilakukan dengan menggunakan turbin angin Savonius 2 blade dengan diameter sudu turbin (D) = 165,2 mm, tinggi turbin (H) dan panjang karakteristik (L) = 303,4 mm, diameter endplate (D_0) = 321 mm, diameter poros (b) = 19 mm. Kemudian digunakan model dinding bangunan dengan jarak antara pusat poros turbin dengan beberapa parameter tetap yaitu rasio jarak pusat poros turbin ke model dinding bangunan terhadap diameter sudu turbin (G/D) = 1,4558, rasio tinggi turbin terhadap panjang karakteristik (H/L) = 1, rasio jarak pusat poros turbin ke muka model bangunan terhadap diameter sudu turbin (S/D) = 4,91, rasio jarak end plate bagian atas ke atap model bangunan terhadap diameter sudu turbin (T/D) = 1,16 dan rasio jarak end plate bagian bawah ke plat dasar penyangga turbin Savonius terhadap diameter turbin Savonius (K/D) = 1,31. Selanjutnya, digunakan variasi kecepatan sebesar 4; 5; 6; 7; 8 dan 9 m/s. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu dengan peletakan model dinding bangunan di dekat advancing blade turbin Savonius menggunakan rasio G/D = 1,4558, efektif dalam meningkatkan Coefficient of Power (C_p) dan Coefficient of Moment (C_m) pada kecepatan 4 m/s dan 6 m/s. Kenaikan nilai C_p dan C_m maksimum terjadi pada kecepatan 4 m/s dengan kenaikan nilai C_p dan C_m secara berturut-turut yaitu 46,56% dan 34,1%. Sedangkan pada pengukuran Coefficient of Static Torque (C_TS) menunjukkan bahwa adanya dinding bangunan dapat meningkatkan kemampuan self starting turbin Savonius pada seluruh variasi kecepatan

    Studi Kawasan Permukiman Kumuh Pedesaan (Dutaku) Berbasis GIS di Desa Polewali dan Desa Taccorong Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba

    Get PDF
    Permukiman kumuh sering dipandang sebagai kawasan yang identik dengan apatis, padat penduduk, tidak memadai, miskin, bobrok, berbahaya, tidak aman, kotor, tidak layak, tidak sehat, dan stigma negatif lainnya. Konsep penanganan dan penataan kawasan kumuh di pedesaan. Desa Polewali dan Desa Taccorong merepresentasikan keidentikan kumuh pedesaan. Kajian ini merupakan studi kawasan permukiman untuk menentukan level kumuh perdesaan berbasis sistem informasi geografis (GIS). Lokasi penelitian di Desa Polewali dan Desa Taccorong Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan Oktober 2020. Pengumpulan data dengan metode observasi lapangan, survey dan telaah pustaka. Untuk mengetahui tingkat kekumuhan dilakukan analisis pembobotan menurut variabel dan indikator terukur sebagaimana rumus penilaian dari Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Kementrian PUPR. Tingkat kekumuhan permukiman kawasan kumuh berdasarkan hasil pembobotan dengan pendekatan GIS bahwa di Desa Polewali dan Desa Taccorong merupakan kumuh ringan. Nilai rata-rata pembobotan kekumuhannya adalah 2,24 dan 2,32. Penilaian pembobotan dari aspek fisik bangunan, kondisi sarana dan prasarana, kondisi kependudukan, lokasi dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Konsep penanganan terhadap tingkat kekumuhan kawasan permukiman di Desa Polewali dan Desa Taccorong yaitu 1. Membangun vertical housing/rumah susun, 2. Peningkatan kualitas jalan dengan menggunakan permeable paving dan beton, 3. Pembuatan drainase lingkungan disepanjang jalan agar tidak terjadi genangan disepanjang jalan, 4. Peningkatan pelayanan air bersih lebih ditingkatkan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan air, 5. Penyediaan tempat sampah disetiap rumah harus diterapkan dengan baik, 6. Melakukan penataan ulang, dan 7. Melakukan penanaman pohon di sepanjang jalan

    Konsep Ruang pada Kawasan Heritage Pecinan Kota Bandung (Studi Kasus: Kawasan Heritage Pecinan Kota Bandung)

    Get PDF
    Kawasan Heritage Pecinan Kota Bandung merupakan salah satu kawasan heritage yang dapat ditemukan di Kota Bandung, kawasan ini memiliki proses sejarah panjang dari awal pembentukan hingga kawasan yang dapat dijumpai pada hari ini. Pada proses simbol – simbol kawasan heritage yang masih dapat ditemukan seperti unsur fisik berupa kelenteng, beberapa bangunan masyarakat, hingga unsur nirfisik berupa kebudayaan dan kepercayaan masyarkat lokal. Pada tahun 2017, kawasan ini dijadikan destinasi wisata baru di Kota Bandung, RDTR Kota Bandung 2015–2035 juga menyebutkan bahwa zonasi pecinan akan dikembangkan menjadi pusat ekonomi kreatif, pengembangan zonasi akan direalisasikan melalui RTBL yang hingga saat ini belum juga terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pemaknaan ruang pada kawasan heritage pecinan berdasarkan perbandingan dengan kawasan pecinan di Kota Semarang juga kepercayaan tradisional pecinan yang biasa disebut kepercayaan Feng Shui. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dan etnografi yang dikumpulkan dengan melakukan catatan harian, wawancara terstruktur dengan narasumber, juga pengamatan langsung secara intensif pada kawasan penelitian. Narasumber dipilih berdasarkan faktor demografi, psikografi, dan geografi yang dapat merepresentasikan konsep ruang dengan landasan yang diberikan. Dari penelitian ini didapatkan konsep ruang yang dapat dijadikan acuan bagi para pengembang baik pihak swasta maupun pemerintahan dalam mengembangkan kawasan heritage pecinan berdasarkan dengan konsep ruang yang terbentuk oleh masyarakat itu sendiri. Ruang yang memiliki pemaknaan secara khusus bagi masyarakat pecinan mulai dari konsep kebertahanan, hingga konsep berkegiatan ekonomi diharap mampu membuat kawasan ini dikembangkan dengan pedoman yang optimal dan terstruktur

    Ekstraksi Tapak Bangunan dari Orthophoto Menggunakan Model Mask R-CNN (Studi Kasus: Kelurahan Darmo, Kota Surabaya)

    Get PDF
    Peta dasar skala besar sangat dibutuhkan oleh kota besar/metropolitan seperti Kota Surabaya untuk perencanaan kota dan menunjang pembangunan kota cerdas. Salah satu informasi utama yang paling dibutuhkan dari peta skala besar adalah fitur bangunan. Ekstraksi tapak bangunan sendiri adalah pekerjaan yang sangat menantang karena banyak alasan, termasuk sifat heterogen dari geometri dan spektral bangunan, kompleksitas bangunan yang sulit diprediksi, dan data sensor yang kurang baik (yaitu bayangan, kontras yang buruk, dan perspektif citra yang buruk). Intepretasi yang dilakukan oleh operator secara visual masih merupakan pendekatan yang umum digunakan untuk ekstraksi informasi dari orthophoto. Akurasi intepretasi yang dihasilkan tergantung pada keterampilan dan pengalaman dari operator. Sehingga, dapat terjadi inkonsistensi pada data yang dihasilkan oleh operator yang berbeda. Beberapa tahun terakhir ini, ekstraksi otomatis tapak bangunan dari citra satelit resolusi tinggi maupun orthophoto menjadi isu penelitian penting dan menantang yang mendapat perhatian lebih besar. Banyak penelitian terbaru telah mengeksplorasi metode deteksi objek berbasis deep learning untuk meningkatkan kualitas ekstraksi bangunan. Dalam penelitian ini, penulis menerapkan metode deteksi objek berbasis Mask Region-based Convolutional Neural Network (Mask R-CNN) untuk ekstraksi tapak bangunan memanfaatkan orthophoto di daerah urban, yaitu Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya. Model Mask R-CNN secara kuantitatif sudah cukup baik dalam mendeteksi objek namun kualitas geometri delineasi batas bangunan masih perlu diperbaiki. Beberapa strategi dirancang dan digabungkan dengan model deteksi objek berbasis Mask R-CNN, termasuk segmentasi orthophoto, post-processing menggunakan alat otomatis yang terdiri dari regularisasi poligon untuk membuat bangunan lebih teratur, remove overlap untuk menghilangkan tumpang tindih antar bangunan, fill gap untuk mengisi celah antar bangunan dan integrasi hasil ekstraksi untuk keseluruhan area studi. Metode otomatis yang penulis terapkan menghasilkan kinerja yang baik dengan presisi 91,43%; kelengkapan (recall) 82,97%; dan skor-F1 86,99%

    Penentuan Faktor-Faktor Prioritas Pengembangan Kawasan Agropolitan Komoditas Unggulan Tanaman Pangan Padi di Kecamatan Balung Kabupaten Jember

    Get PDF
    Arah kebijakan konsep pengembangan agropolitan di Kecamatan Balung Kabupaten Jember ditetapkan sejak tahun 2015, dan tertuang dalam RTRW Kabupaten Jember tahun 2015-2035. Namun, sampai saat ini penerapannya di lapangan belum ada. Produksi tanaman padi merupakan komoditas unggulan terbesar diantara komoditas tanamana pangan lainnya dan penyumbang utama sektor pertanian dalam pemasukan PDRB Kabupaten Jember tiap tahunnya. Hasil produksi komoditas tanaman padi (pada sub sistem agropolitan hulu) mengalami angka penurunan produksi dari tahun 2016 (41.452 Kuintal) hingga 2018 (35.872 Kuintal), sehingga kontribusi nilai komoditas tanaman pangan padi terhadap PDRB Kabupaten Jember juga mengalami penurunan. Kecamatan Balung merupakan kawasan penghasil tanaman pangan padi di Kabupaten Jember. Jumlah petani di Kecamatan Balung juga mengalami penurunan dikarenakan pekerjaan sebagai petani dianggap tidak mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, diperlukan arahan pengembangan kawasan agropolitan komoditas unggulan tanaman pangan padi di Kecamatan Balung. Penelitian ini menggunakan teknik Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan software expert choice untuk menentukan faktor-faktor prioritas yang berpengaruh dalam pengembangan kawasan agropolitan. Selanjutnya untuk mengetahui kesesuaian faktor-faktor prioritas tersebut dengan kondisi fakta (potensi masalah) di lapangan digunakan teknik Analisa Deskriptif. Terdapat 17 (tujuh belas) faktor yang berpengaruh dari 4 (empat) aspek pengembangan kawasan. Aspek lahan memiliki faktor prioritas lahan pertanian; aspek sarana dan prasarana memiliki faktor prioritas penyediaan air baku; aspek tenaga kerja memiliki faktor prioritas tenaga kerja produksi; dan aspek sistem kelembagaan memiliki faktor prioritas organisasi petani

    Tinjauan Pengaruh Penambahan Jenis Filler terhadap Sifat Mekanik dan Biodegrdasi pada Bioplastik Pati Singkong

    Get PDF
    Plastik konvensional merupakan peralatan yang telah banyak digunakan, namun memiliki permasalahan yang kompleks di lingkungan. Oleh karena itu dirancanglah sebuah inovasi pada bahan plastik yang lebih ramah lingkungan, yakni bioplastik. Bioplastik merupakan sebuah plastik biodegradasi ramah lingkungan yang terbuat dari bahan alam seperti pati. Pada proses pembuatannya, bioplastik ditambahkan sebuah filler untuk meningkatkan sifat-sifat yang ada pada bioplastik. Sehingga, kualitas plastik biodegradasi ini diharapkan dapat menyamai kualitas plastik konvensional sebelumnya, namun tidak merusak lingkungan. Adapun tujuan pada penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana efek penambahan jenis-jenis filler¬ terhadap sifat mekanik dan kemampuan biodegradasi bioplastik pati singkong. Filler yang digunakan pada tinjauan ini adalah Carboxymethyl Cellulose (CMC), Kenaf, Cellulose Nanofibers (CNF), Mikrokristalin Selulosa (MCC), Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), Kalsium Karbonat (CaCO3), Silika, Seng Oksida (ZnO), Kitosan, dan Clay. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan komparasi beberapa telaah jurnal dengan metode literature review. Berdasarkan studi literatur yang dilakukan, penambahan filler akan berpengaruh secara signifikan. Penambahan filler akan meningkatkan kekuatan tarik dan modulus young, namun akan menurunkan elongasi bioplastik. Selain itu, penambahan filler pada bioplastik juga akan menurunkan kemampuan biodegradasi pada bioplastik

    Alternatif Perencanaan Perbaikan Kelongsoran Lereng pada TPA Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud

    Get PDF
    TPA Melonguane merupakan satu-satunya TPA yang beroperasi di Kabupaten Kepulauan Talaud, tepatnya terletak di Pulau Karakelang. Lokasi dari TPA tersebut di daerah perbukitan dengan kontur bervariasi antara +70,00 hingga +86,00 yang dikelilingi lahan terbuka. Pada awal tahun 2019, TPA Melonguane mengalami kerusakan karena adanya bencana alam berupa tanah longsor. Kelongsoran terjadi di jalan tanah yang difungsikan sebagai jalan menuju IPL. Lalu, pada bulan Agustus 2019 terjadi longsor susulan di lereng dekat bangunan workshop IPLT. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi penyebab kelongsoran dan alternatif perbaikannya agar kelongsoran tidak terjadi lagi. Pada perencanaan ini, analisa stabilitas lereng existing dilakukan dengan 2 pendekatan, yaitu lereng dengan tinggi terbatas (finite slope) dan lereng menerus (infinite slope). Sulawesi merupakan daerah rawan gempa karena merupakan lokasi pertemuan tiga lempeng tektonik. Maka dari itu, dari 2 pendekatan tersebut, analisa stabilitas lereng dilakukan dengan 2 kondisi, yaitu tanpa gempa dan dengan gempa. Dalam Tugas Akhir ini, ada beberapa alternatif perbaikan lereng yang ditawarkan antara lain ialah perkuatan dengan turap, geotextile+subdrain, dan gabion+geotextile

    Studi Numerik Karakteristik Aliran Tiga Dimensi Pada Body Pesawat Tanpa Awak Jenis Cessna 182 Menggunakan Airfoil August 160 dan Penambahan Trapezoidal Winglet Variasi h/S = 0,15; 0,20; 0,25 dengan Cant Angle 90˚

    Get PDF
    Kinerja pesawat sangat dipengaruhi oleh bentuk geometri dari pesawat tersebut dan juga penambahan geometri lain pada salah satu bagiannya. Winglet merupakan salah satu komponen yang ditambahkan pada pesawat yang berfungsi untuk mengurangi timbulnya wingtip vortex. Pada penelitian ini diharapkan bisa meningkatkan  performa aerodinamika dari pesawat jika dibandingkan dengan pesawat tanpa penambahan trapezoidal winglet yang dipasang pada sayap pesawat yang memiliki jenis airfoil August 160. Peningkatan performa yang diharapkan yaitu berupa peningkatan nilai koefisien lift, penurunan nilai koefisien drag yang nantinya akan meningkatkan lift-to-drag ratio dari pesawat tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan simulasi numerik tiga dimensi dengan menggunakan perangkat lunak CFD Ansys Fluent 18.1.  Geometri model pesawat pada simulasi ini memiliki spesifikasi yang diidentifikasi yaitu panjang root chord dan tip chord = 189 mm; 136 mm, panjang span = 518 mm, aspecr ratio (AR) = 2,8, variasi h/S = 0,15; 0,20; 0,25, cant angle () = 90˚, dan angle of attack (α) = 0˚. Aliran fluida berupa freestream dengan kecepatan v = 12 m/s dalam kondisi steady dengan Re = 1,54 × 105. Turbulence model pada simulasi ini menggunakan pemodelan k-ω Shear Stress Transport dengan kriteria konvergensi sebesar 10-5. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa dengan penambahan trapezoidal winglet dapat meningkatan koefisien lift (CL). Dan juga meningkatkan nilai koefisien drag (CD) penambahan trapezoidal winglet. Sehingga dengan peningkatan nilai koefisien lift dan koefisien drag maka menyebabkan nilai lift-to-drag ratio (CL/CD) juga mengalami penurunan. Selain itu fenomena tip vortex pada pesawat dengan penambahan trapezoidal winglet juga mengalami penurunan konsentrasi jika dibandingkan dengan pesawat tanpa penambahan trapezoidal winglet

    Pola Perubahan Penggunaan Lahan di Desa Tradisional Penglipuran Bali Berdasarkan Kondisi Faktual dan Persepsi Ruang Ketiga

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pola perubahan penggunaan lahan di Desa Penglipuran berdasarkan kondisi faktual dan persepsi ruang ketiga (masyarakat). Tujuan tersebut dilakukan melalui tiga tahap. Pertama, eksplorasi perubahan penggunaan lahan secara faktual yang dilakukan dengan analisis deskriptif. Kedua, ekplorasi perubahan penggunaan lahan berdasarkan persepsi ruang ketiga yang dilakukan melalui content analysis (CA). Ketiga, rumusan pola perubahan penggunaan lahan berdasarkan kondisi faktual dan ruang ketiga yang dilakukan dengan analisis kuadran. Adapun hasil dari peneltian ini adalah tiga pola perubahan penggunaan lahan di Desa Penglipuran. Kuadran I, zona yang tidak mengalami perubahan baik secara faktual dan persepsi ruang ketiga (Pura Penataran, hutan bambu, karang memadu). Kuadran II, zona yang mengalami perubahan secara faktual namun secara persepsi dikehendaki (warung kopi, guest house, parkiran). Kuadran III, zona yang mengalami perubahan secara faktual dan secara persepsi tidak dikehendaki (Catus Patha dan permukiman)

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇