Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Kriteria Pengembagan Kampus Ramah Disabilitas di Universitas Airlangga
wujudkan kota inklusi yang dicetuskan oleh PBB dalam Covention on the Right of Person with Disabilities (Konvensi tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas) tahun 2006 yakni menyelenggarakan fasilitas pendidikan tinggi ramah disabilitas yang tertera dalam .Permenristekdikti No 44 tahun 2015. Mengingat bahwa belum ada kriteria kampus sesuai dengan kebutuhan mahasiswa disabilitas (tunanetra) di Surabaya maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kriteria kampus inklusi yang baik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk merumuskan kriteria kampus ramah disabilitas (tunanetra) yakni Universitas Airlangga yang saat ini memiliki jumlah populasi mahasiswa tunanetra yang paling banyak di Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menggabungkan kondisi eksisting, pendapat ahli, kebijakan pemerintah, teori atau best practice. Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa disabilitas tunanetra, membutuhkan kampus yang dapat memenuhi prinsip kegunaan, kemudahan, kenyamanan, dan kemandirian serta kelembagaan. Pengembangan kriteria kampus ramah disabilitas juga mencakup baik aspek fisik maupun non-fisik
Konsep Penyediaan Infrastruktur Penampungan Darurat di Wilayah Potensi Terdampak Gempa
Surabaya memiliki potensi gempa bumi dengan kekuatan 6,0-6,9 SR yang dapat disebabkan oleh Sesar Waru dan Sesar Surabaya. Infrastruktur penampungan merupakan tempat pelayanan dan pemenuhan kebutuhan sementara bagi para pengungsi. Tingkat kesiapan infrastruktur penampungan di Kota Surabaya masih rendah yakni 0-34%. Untuk meningkatkan kesiapan tersebut, maka diperlukan konsep penyediaan infrastruktur penampungan darurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik dan induktif serta merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisa Content Analysis dan triangulasi. Pengumpulan data menggunakan studi literatur, peraturan yang berlaku, dan juga wawancara dengan stakeholder terkait yang memahami tentang infrastruktur penampungan darurat gempa. Sasaran 1 menghasilkan kriteria penyediaan dalam penampungan darurat. Sasaran 2 merumuskan konsep yang dapat digunakan sebagai acuan penyediaan penampungan darurat.. Penelitian ini menghasilkan 19 kriteria dari keamanan penampungan darurat, kelayakan penampungan, dan pemulihan sosio psikologi pengungsi. Konsep yang dirumuskan terbagi pada fase mitigasi dan fase tanggap darurat. Pada fase mitigasi berfokus kepada penyelarasan peraturan, pemetaan dan penentuan alternatif lokasi, penyiapan pemenuhan kebutuhan dasar, dan juga sosialisasi kepada masyarakat dalam menghadapi gempa. Sedangkan, pada fase tanggap darurat berisi tentang operasi darurat seperti, perbaikan darurat, pemenuhan kebutuhan, dan penanganan korban dalam penampungan
Studi Kemampuan Instalasi Pengolahan Air untuk Meminimalisasi Trihalometana (Studi Kasus IPA Siwalanpanji Kabupaten Sidoarjo)
Dalam pengolahan air minum, desinfektan yang paling umum digunakan adalah senyawa klor. Natural Organic Matter (NOM) yang ada pada air baku bereaksi dengan senyawa klor melalui klorinasi dapat menghasilkan produk sampingan seperti trihalometana (THM) yang memberikan dampak buruk kepada kesehatan. Penelitian ini memprediksi konsentrasi total trihalometana (TTHM) dengan 7 rumus empiris dan membandingkan kemampuan kedua jenis instalasi di lokasi yaitu konvensional dan ultrafiltrasi. Sampel diambil dan dianalisis untuk 6 jenis parameter yakni pH, suhu, dosis klor, COD, UV254, dan waktu kontak. Konsentrasi TTHM diprediksi dengan 7 rumus empiris dan dipilih rumus yang paling sesuai oleh metode ranking. Kemudian, kemampuan kedua instalasi dihitung dengan rumus removal. Hasil penelitian menunjukan bahwa rumus yang memiliki hubungan dan kesesuaian terbesar terhadap kondisi penelitian ini adalah rumus 7. Rumus 7 ini memiliki nilai kesesuaian 0,8644. Kemudian, hasil perhitungan kemampuan jenis instalasi menunjukan dari sebagian besar data bahwa pengolahan konvensional (rata-rata 23,8428%) memiliki kemampuan yang lebih baik dari pengolahan ultrafiltrasi (rata-rata 16,6630%) dalam meminimalisasi konsentrasi TTHM
Perencanaan Timbunan dan Perbaikan Tanah Dasar pada Proyek Jalan Tol Balikpapan - Samarinda STA 9+550 s/d STA 9+850
Demi mewujudkan perkembangan ekonomi, Pemerintah Indonesia membangun jalan tol Balikpapan – Samarinda sepanjang 97,99 km. Tanah dasar pada lokasi proyek jalan tol Balikpapan – Samarinda tersebut cenderung merupakan tanah keras. Namun, pada lokasi tertentu terdapat tanah lunak dengan kedalaman yang cukup dalam mencapai 22,5 m s/d 24 m yaitu pada STA 9+550 s/d STA 9+850. Pada STA 9+550 s/d STA 9+850 ini akan dilakukan pekerjaan penimbunan jalan dengan ketinggian timbunan 5 – 8 m. Dalam tugas akhir ini direncanakan dua alternatif material timbunan, yaitu material tanah dan material EPS geofoam. Untuk timbunan tanah dilakukan perbaikan tanah dengan metode preloading yang dikombinasikan dengan PVD. Pada timbunan tanah juga diperlukan perkuatan agar timbunan tidak mengalami kelongsoran. Terdapat dua alternatif perkuatan yang digunakan pada tugas akhir ini, yaitu geotextile dan micropile. Dari hasil analisis dapat diketahui kebutuhan setiap material sehingga dapat dihitung total biaya untuk setiap alternatif. Kemudian dapat dipilih alternatif yang paling ekonomis yaitu alternatif timbunan tanah yang dikombinasikan dengan PVD dengan digunakan perkuatan tanah geotextile
Pengembangan Wisata Bahari Mangrove di Kota Surabaya Berdasarkan Tingkat Keberlanjutan
Pariwisata bahari mangrove merupakan merupakan salah satu sektor pariwisata yang patut dikembangkan secara berkelanjutan. Namun, keadaan wisata bahari mangrove bertolak belakang dengan potensi bahari yang sesungguhnya dimiliki oleh Kota Surabaya. Hal tersebut disebabkan oleh penurunan kualitas lingkungan, terjadi endapan sedimentasi pesisir dan beberapa sarana dan prasarana wisata kurang terawat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pengembangan pariwisata bahari mangrove keberlanjutan di Kota Surabaya. Dalam penelitian ini terdapat 3 tahapan diawali dengan menganalisis penentuan variabel berpengaruh dengan menggunakan metode analisis content. Berdasarkan hasil analisis content selanjutnya, dengan menggunakan input variabel berpengaruh tersebut dilakukan dengan penilaian tingkat keberlanjutan dengan menggunakan metode skoring. Kemudian pada tahap terakhir perumusan pengembangan kawasan wisata berdasarkan tingkat berlanjutan wisata dengan menggunakan analisis Deskriptif Komparatif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan pariwisata bahari mangrove berkelanjutan sedang (Mangrove Gunung Anyar) berfokus pada jenis atraksi wisata, event kebudayaan, moda transportasi, area parkir, rumah makan, toko cinderamata, kamar mandi, jaringan air bersih, prioritas pengembangan produk dan layanan jasa berbasis lingkungan, pengelolaan lingkungan air dan berkelanjuta tinggi (Mangrove Wonorejo) berfokus pada jenis atraksi wisata, event kebudayaan, moda transportasi, area parkir, rumah makan, toko cinderamata, jaringan air bersih dan pengelolaan lingkungan air
Perencanaan Tipikal Unit Pengolahan Lumpur Tinja Skala Kecil Kota Surabaya
Beberapa fasilitas MCK di Surabaya diketahui menghasilkan effluent yang tidak memenuhi baku mutu. Hal ini disebabkan oleh terakumulasinya lumpur dalam fasilitas tersebut. Akumulasi lumpur yang berlebih merupakan akibat dari tidak dilakukannya pengurasan lumpur secara berkala yang dikarenakan oleh kendala jarak serta keterbatasan alat angkut. Pengolahan lumpur tinja pada umumnya menggunakan dewatering. Semakin tebal media pasir yang digunakan maka semakin tinggi efesiensi penurunan beban polutan pada filtrat. Namun hal tersebut akan mengakibatkan volume pasir yang dibutuhkan semakin besar dan mengurangi efektifitas filter. Penambahan media filter geotextile merupakan alternatif yang direkomendasikan untuk mengurangi volume pasir yang dibutuhkan serta mempermudah pencian media filter. Berdasarkan hasil diperoleh bahwa penambahan geotextile non woven 6cm pada media filter, mampu meningkatkan kemampuan media filtrasi berupa kenaikan penyisihan pada TSS hingga 99,99%, TN 98%, ammonia 99,99%, BOD5 99,99%, TVS 99,99% dan Total Coliform 99,99%. Dimensi unit dewatering yang direncanakan adalah menggunakan bak pengering berukuran P=4,3m, L= 2,3m tinggi 1,06m dan bak penampung filtrat P= 2,3m dan L=1,3m
Desain Modifikasi Gedung At-Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya dengan Menggunakan Balok Beton Pratekan pada Lantai Atap
Gedung At-Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya yang ditinjau penulis merupakan gedung multifungsi yang terdiri dari 13 lantai dengan tinggi bangunan 48 meter. Dimana pada lantai 12 terdapat ruang pertemuan tanpa adanya struktur kolom di tengah ruangan dengan bentang balok sepanjang 12 meter. Sebagai solusi dari struktur ruang pertemuan tersebut maka diperlukan perencanaan balok beton pratekan. Perkembangan sistem beton pratekan yang semakin pesat dalam perencanaan gedung membutuhkan pertimbangan tertentu, untuk itu digunakan sistem post tension (pasca tarik) untuk kemudahan konstruksi pada gedung. Selain balok pratekan perencanaan juga memperhitungkan kondisi kegempaan yang ada. Berdasarkan identifikasi data tanah hasil uji Standart Penetration Test (SPT) dan Peta Hazard 2010, diketahui bahwa Kota Surabaya merupakan wilayah dengan jenis tanah sedang serta memiliki nilai respon spektra percepatan 0,2 detik sebesar 0,6g dan nilai Sds sebesar 0,528 sehingga masuk kondisi desain seismik D (KDS D). Dengan kondisi tanah yang masuk KDS D, maka struktur bangunan direncanakan dengan metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Desain struktur pada bangunan ini meliputi perhitungan struktur atas dan struktur bawah. Dimana struktur atas terdiri dari perhtungan kolom, balok, pelat lantai, tangga. Sedangkan struktur bawah terdiri dari perhitungan poer, dan fondasi. Untuk material dalam perencanaan struktur menggunakan mutu bahan: fc’ = 30 Mpa, fy = 400 Mpa. Perhitungan yang dilakukan dalam tugas akhir ini mengacu pada peraturan yang ditetapkan pada SNI 2847-2013 tentang persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung, SNI 1726-2012 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa, dan SNI 1727-2013 untuk beban minimum untuk perencanaan bangunan gedung dan struktur lain. Dari perhitungan dan analisa yang telah dilakukan, gaya pratekan yang didapat sebesar 2000 kN dengan kehilangan gaya pratekan sebesar 23,50%. Dan selanjutnya akan dituangkan dalam bentuk laporan perhitungan struktur dengan disertai gembar teknik yang dapat dijadikan acuan dalam pembangunan
Potensi Metode Co-Composting pada Bioremediasi Tanah Tercemar Pelumas Bekas Menggunakan Sampah Organik Biodegradable
Perawatan mesin khususnya di bengkel menghasilkan pelumas bekas rentan mencemari perairan dan tanah. Metode co-composting dapat diaplikasikan sebagai teknik bioremediasi tanah tercemar pelumas bekas karena cukup murah dan ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menentukan kemampuan metode co-composting dalam menyisihkan Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) pada tanah tercemar pelumas bekas dengan penambahan sampah organik biodegradable serta menentukan jenis sampah organik biodegradable yang menghasilkan efisiensi penyisihan TPH terbaik pada bioremediasi tanah tercemar pelumas bekas dengan metode co-composting. Proses co-composting berlangsung selama 30 hari dengan penambahan bioaktivator EM4 kecuali reaktor T100 (kontrol) dalam skala laboratorium. Penelitian ini menggunakan reaktor plastik tebal berdimensi 44 cm x 30 cm x 11 cm. Pelumas bekas didapat dari Bengkel Dasyi Surabaya. Tanah tercemar dibuat artifisial konsentrasi 10% (b/b). Variasi penelitian meliputi rasio komposisi campuran tanah tercemar dengan sampah organik (T/S) sebanyak 1 kg berat basah (100/0, 50/50; dan 75/25) dan jenis (sampah daun ranting, rumen sapi, dan campuran keduanya). Hasil analisis menggunakan gravimetri menunjukkan kadar TPH dalam tanah tercemar pelumas bekas mencapai 6,05%. Co-composting berjalan dengan baik ditandai dengan optimalnya faktor-faktor pendukung yaitu suhu, pH, kadar air diukur setiap 3 hari sekali dan C-Organik, N-Nitrat, N-Nitrit, TKN dalam rasio C/N dianalisis setiap 10 hari sekali. Hasil penelitian penyisihan kadar TPH terbaik ditemukan pada reaktor DR/RS50 (T/S: 50/50 dengan jenis sampah campuran sampah daun ranting dan rumen sapi lokal). TPH yang tersisihkan yaitu dari 4,79% sampai 3,06% dengan efisiensi penyisihan sebesar 36,16%. Berdasarkan hasil uji statistik Anova Two-way diketahui tidak ada pengaruh signifikan variasi jenis sampah organik, variasi komposisi tanah dan sampah serta interaksi kedua variasi terhadap tingkat penyisihan TPH (P>0,05)
Pra Desain Pabrik Garam Industri dari Garam Rakyat
Jumlah kebutuhan garam industri di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan. Namun, peningkatan tersebut tidak diimbangi dengan jumlah produksi garam industri di Indonesia yang masih cukup rendah. Oleh karena itu, demi memenuhi kebutuhan garam industri di Indonesia, pemerintah meningkatkan jumlah impor garam industri. Hal tersebut berdampak pula pada peningkatan anggaran impor pemerintah. Berdasarkan perhitungan proyeksi data impor, ekspor, konsumsi, dan produksi garam industri di Indonesia diperoleh jumlah kebutuhan garam industri di Indonesia pada tahun 2024 adalah sebesar 806.817 Ton. Untuk membantu pemerintah dalam memenuhi 14,84% kebutuhan garam industri di Indonesia demi mengurangi impor garam industri, pada penelitian ini dilakukan Perancangan Pabrik Garam Industri dari Garam Rakyat dengan kapasitas produksi 119.960 Ton/tahun. Bahan baku yang digunakan oleh pabrik ini berupa garam rakyat yang dari Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur karena Kabupaten Sumenep memproduksi garam rakyat sekitar 235.888 Ton/tahun. Produksi garam rakyat tersebut merupakan sebuah potensi yang baik bagi industri yang acuannya berasal dari garam rakyat. Direncanakan Pabrik Garam Industri ini akan didirikan di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dengan pertimbangan ketersediaan bahan baku. Pada proses pembuatan garam industri dari garam rakyat ini terdiri dari empat tahapan proses, yaitu Pre-Treatment, Washing and Filtration, Drying and Product Packing, serta Brine Preparation. Dari perhitungan analisa ekonomi didapatkan IRR sebesar 26,21%, POT selama 4,3 tahun dan BEP sebesar 40%. Dengan investasi berasal dari modal sendiri 60% dan pinjaman sebesar 40% dengan total investasi US$ 11.599.755. Secara keseluruhan dari segi teknis dan ekonomis, Pabrik Garam Industri dari Garam Rakyat ini layak untuk didirikan
Pengembangan Produk Olahan Komoditas Jeruk Siam di Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi Berdasarkan Konsep PEL
Kabupaten Banyuwangi merupakan wilayah yang memiliki potensi komoditas jeruk siam. Salah satu kecamatan yang terkenal dengan komoditas jeruk siam di Kabupaten Banyuwangi adalah Kecamatan Bangorejo. Adanya potensi komoditas jeruk siam belum dimanfaatkan dengan optimal dan sulit ditemukan pengolahan. Dari masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk pengembangan ekonomi lokal berbasis komoditas unggulan, sehingga menghasilkan suatu produk olahan komoditas jeruk siam di Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi. Untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan empat tahapan analisis yaitu pertama, menentukan kriteria dalam penentuan produk turunan komoditas jeruk siam dengan menggunakan metode analisis delphi. Kedua, menentukan produk olahan komoditas jeruk siam dengan menggunakan metode perbandingan eksponensial. Ketiga, menentukan faktor pengembangan produk olahan komoditas jeruk siam berdasarkan konsep pengembangan ekonomi lokal dengan menggunakan metode Content Analysis. Kemudian yang terakhir adalah merumuskan pengembangan produk olahan komoditas jeruk siam di Kecamatan Bangorejo melalui pendekatan pengembangan ekonomi lokal menggunakan metode analisis triangulasi. Pengembangan produk olahan komoditas jeruk siam berdasarkan konsep PEL adalah melakukan pelatihan, pembinaan hingga pengawasan dan kemitraan bersama swasta-masyarakat, menciptakan kelompok dari kumpulan pelaku UMKM sebagai bentuk media forum, meningkatkan peran swasta melalui CSR dengan berbagai bentuk bantuan, dan menggunakan teknologi yang ramah/mudah digunakan