Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Identifikasi Daerah Kekeringan dengan Menggunakan Temperature Vegetation Index (TVDI) dan Landsat 8
Kekeringan kerap terjadi diberbagai daerah di Indonesia. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (2018), Kabupaten Sumedang merupakan salah satu daerah di Jawa Barat rawan terhadap kekeringan. Kekeringan terjadi akibat berkurangnya air secara drastis pada suatu tempat dalam kurun waktu tertentu. Salah satu cara untuk dapat mengelola resiko terjadinya kekeringan adalah dengan memperkirakan daerah-daerah yang rawan terhadap kekeringan. TVDI (Temperature-Vegetation Dryness Index) merupakan indeks kekeringan yang dihitung berdasarkan parameter empirik dari hubungan antara temperatur permukaan (TS) dan indeks vegetasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Indeks tersebut dikaitkan dengan kekeringan lahan yang diperoleh hanya berdasarkan input dari informasi satelit penginderaan jauh dengan menggunakan citra Landsat 8, dengan waktu pengamatan pada bulan Agustus-September 2018. Dari penelitian ini didapat dua persamaan TVDI di Kabupaten Sumedang berdasarkan cara pengambilan titik sample, persamaan pertama sample manual adalah TVDI = (LST – (6,881*NDVI +23,766))/((-16,4*NDVI) + 58,962), daerah dengan nilai TVDI 0,6 – 0,8 (agak kering) dan 0,8 – 1 (kering) memiliki luas secara beturut-turut yaitu 1921,477 Ha dan 152721,036 Ha, sedangkan persamaan kedua sample menggunakan toolsbox fishnet pada arcGIS adalah TVDI = (LST – (1,923*NDVI +29,456))/((-8,764*NDVI) + 0,576), dengan kondisi terluas 68881,947 Ha dengan nilai TVDI 0,8-1 (kering), sedangkan area terkecil 1031,886 Ha dengan nilai 0-0,2 (basah
Analisa Penetapan Harga Jual Rumah di Perumahan Tirtasani Royal Resort Malang
Perumahan Tirtasani Royal Resort merupakan salah satu perumahan yang terletak di Kota Malang. Developer perumahan melakukan pengembangan dengan pembukaan cluster baru bernama Royal River. Dalam pengembangan sebuah cluster perumahan, tentu ada biaya-biaya yang dikeluarkan. Biaya-biaya tersebut harus dikembalikan dengan harga jual. Faktor yang mempengaruhi besarnya harga jual ditentukan dengan besarnya biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga jual rumah di Perumahan Tirtasani Royal Resort cluster Royal River. Analisis penetapan harga jual dilakukan dengan metode Analisa Titik Impas melalui analisis biaya tetap dan biaya variabel dari rencana investasi, dengan margin keuntungan 10%, 20%, dan 30%. Dari hasil analisis untuk tipe rumah 40-84 dengan margin profit 10% didapatkan harga jual sebesar Rp 403.018.204, margin profit 20% didapatkan harga jual sebesar Rp 439.656.223, dan margin profit 30% didapatkan harga jual sebesar Rp 476.294.242. Sedangkan untuk tipe rumah 106-90 dengan margin profit 10% didapatkan harga jual sebesar Rp 731.205.216, margin profit 20% didapatkan harga jual sebesar Rp 797.678.418, dan margin profit 30% didapatkan harga jual Rp 864.151.619
Analisis Penilaian Kerusakan Jalan dan Perbaikan Perkerasan pada Jalan Raya Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik
Jalan Raya Roomo di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik merupakan salah satu jalan yang termasuk dalam kategori kelas fungsi jalan arteri nasional. Jalan sepanjang 1,9 km ini merupakan jalan penghubung antara Pelabuhan Gresik menuju jaringan jalan tol, sebagai pengganti Jalan Harun Thohir yang sudah dilakukan pemasangan portal akibat terjadinya kerusakan pada tahun 2018. Beberapa kerusakan yang terjadi pada Jalan Raya Roomo antara lain lubang, retak halus, alur, dan kerusakan lain. Selain itu sistem drainase yang buruk menyebabkan air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar ketika terjadi hujan. Kerusakan jalan tersebut dianalisa menggunakan 3 (tiga) metode, yaitu metode Bina Marga yang dilakukan per segmen 100 meter dengan hasil akhir berupa urutan prioritas, metode PCI (Pavement Condition Index) yang dilakukan per segmen 100 meter dengan hasil akhir berupa nilai PCI, dan metode Indrasurya dan Dirgolaksono (1990) yang dilakukan per segmen 250 meter dengan hasil akhir berupa nilai kondisi jalan. Ketiga metode tersebut dilakukan dengan cara survei visual langsung ke lapangan. Kemudian dilakukan perbandingan yang selanjutnya dapat diketahui penanganan kerusakannya. Selanjutnya dilakukan juga perbaikan perkerasan dengan dipilih tipikal perkerasan lentur, dengan menggunakan metode Bina Marga 2017 dan digunakan usia rencana 40 tahun. Dari hasil analisis diatas, didapatkan bahwa terjadi perbedaan hasil antara ketiga metode penilaian kerusakan jalan. Kemudian didapatkan jenis penanganan kerusakannya berupa pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, serta peningkatan jalan. Untuk peningkatan jalan, dilakukan dengan 2 cara. Yang pertama, penambahan tebal lapis tambah (overlay) dengan tebal lapis AC-BC 90 mm dan AC-WC 50 mm. Yang kedua, perbaikan perkerasan dengan didapatkan perkerasan lentur dengan tebal lapis agregat kelas A 150 mm, CTB 150 mm, AC Base 160 mm, AC-BC 60 mm, dan AC-WC 50 mm. Kemudian didapatkan total rencana anggaran biaya dengan penanganan overlay sebesar Rp. 914.990.000,- dan dengan perencanaan ulang perkerasan lentur sebesar Rp. 4.318.144.000,- Rp. 4.318.144.000,-
Analisis Sistem Tenaga, Rasio dan Tingkat Transmisi pada Mobil Bertenaga Listrik Tipe Perkotaan atau City Car
Mobil listrik sendiri memiliki tiga komponen utama yaitu motor listrik, transmisi, dan baterai. Transmisi merupakan salah satu komponen yang berfungsi untuk mengatur daya input dari motor dan output pada poros roda penggerak. Maka dibutuhkan transmisi dengan rentang rasio yang dapat menyesuaikan daya output dengan input pada kendaraan listrik dapat sesuai sehingga motor dapat bekerja pada efisiensi tinggi sehingga dapat menghemat daya energi dari baterai. Maka diterapkan sistem transmisi Continously Variable Transsmission (CVT) pada kendaraan listrik tipe perkotaan pada mobil listrik ezzy ITS II. Pada penelitian ini terdapat dua tahap yaitu tahap perhitungan dan tahap analisa. Pada tahap perhitungan dilakukan perhitungan terhadap gaya- gaya hambat yang berkerja pada kendaraan, RHP, pemilihan motor listrik dan baterai, perhitungan rasio, perhitungan nilai torsi dan rpm berdasarkan rasio. Pada tahap kedua yaitu tahap analisa, dilakukan analisa hubungan antara kecepatan pada driving cycle WHCV, rasio transmisi, dan daearh kerja efisiensi motor listrik. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan motor listrik dengan daya 35 KW dengan motor yang digunakan adalah motor YASA P400 Series, baterai yang digunakan empat baterai Li-Ion kapasitas 64V 20Ah, rasio transmisi CVT yang digunakan berada pada rentang rasio 0,336-3,928 berdasarkan kecepatan pada driving cycle WHCV. Didapatkan pada kondisi jalan perkotaan motor listrik bekerja pada efisiensi 88%-92%, pada kondisi jalan pedesaan 88%-92%, dan pada kondisi jalan TOL 90%-92%
Rancang Bangun Prototype Aplikasi Permainan Edukasi Bergenre Permainan Peran
Dewasa ini, teknologi bukanlah merupakan hal yang baru untuk diterapkan pada dunia pendidikan. Namun, kurangnya daya tarik membuat lemahnya pengaplikasian teknologi berbasis edukasi ini. Salah satu halnya ialah kurangnya unsur pengalaman pengguna yang kurang begitu dirasakan saat menggunakan teknologi tersebut. Untuk itu, dibutuhkan suatu unsur yang dapat membuat daya tarik terhadap pengaplikasiannya. Selain menjadi sarana hiburan, game juga dapat diterapkan dalam pengaplikasian kegiatan belajar-mengajar. Game edukasi yang dirancang mengambil unsur gamifikasi dengan genre permainan peran pada kegiatan belajar. Konsep gamifikasi dapat diaplikasikan untuk meningkatkan daya tarik penggunanya terhadap konten aplikasi karena game dikenal memiliki sifat yang menyenangkan. Dengan menerapkan gamifikasi dalam edukasi ini diharapkan dapat memotivasi pelajar untuk turut aktif dan meningkatkan performa belajarnya. Pengembangan ini menggunakan metodologi perancangan perangkat lunak khususnya pengembangan game yaitu dengan model pengembangan Game Development Life Cycle (Inisiasi, Pra-Produksi, Produksi, Pengujian, Beta, dan Perilisan). Pengembangan dilakukan menggunakan GameMaker game engine. Dalam pengembangan purwarupa aplikasi game ini diharapkan mampu memberikan nilai kegunaan dan daya tarik aplikasi untuk pengembangan utuh selanjutnya
Setting Differential Relay Transformer (87T) dengan Pertimbangan Vector Group pada PLTU Tenayan 2x110 MW
PT. Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Unit Bisnis Jasa Operasi dan Pemeliharaan (UBJOM) PLTU Tenayan memiliki peralatan proteksi yang berfungsi sebagai penunjang kegiatan pembangkitan listrik. Salah satu proteksi utama yang digunakan pada PLTU Tenayan adalah differential relay transformer (87T). Differential relay ini berfungsi melindungi main transformator dari gangguan dan bekerja dengan cepat dan selektif dalam memutus gangguan. Pada sistem kelistrikan PLTU Tenayan, main transformator maupun transformator UAT memiliki konfigurasi vector group, sehingga menyebabkan arus yang mengalir pada kedua sisi transformator akan berbeda, dan arus yang dirasakan oleh CT pada kedua sisi transformator akan berbeda pula, sehingga relay beroperasi tanpa adanya gangguan. Pada tanggal 9 Desember 2018, terjadi trip pada generator unit 1 PLTU Tenayan, sehingga menyebabkan blackout. Kejadian ini diduga akibat sambaran petir di sisi transmisi 150 kV. Pada Tugas Akhir ini akan dilakukan analisis setting differential relay transformer (87T) dengan pertimbangan vector group pada PLTU Tenayan 2x110 MW. Metode penelitian pada Tugas Akhir ini menggunakan software ETAP 12.6.0. Hasil analisis dari simulasi tersebut akan digunakan sebagai referensi untuk menentukan setting differential relay transformer yang tepat, sehingga sistem proteksi differential relay (87T) dapat bekerja dengan cepat dan selektif dalam mengatasi gangguan
Pengembangan Software untuk Evaluasi Kecukupan Operasional Sistem Tenaga Listrik dengan Pembangkit Listrik Tenaga Terbarukan
Mengevaluasi kecukupan operasional sistem tenaga listrik merupakan salah satu bentuk dari perencanaan sistem tenaga listrik yang baik guna memenuhi kebutuhan kosumen yang terus meningkat. Pada penelitian ini dirancang perangkat lunak untuk mengevaluasi kecukupan operasional sistem tenaga listrik. Perangkat lunak ini menggunakan DDCOPF untuk menghitung optimasi pembangkitan dengan beban yang dinamis agar biaya total pembangkitan seminimal mungkin dengan tetap memperhatikan batasan seperti daya terbangkitkan, ramp rate, kapasitas pembangkit, dan kapasitas saluran yang dikhususkan untuk operasi pada mikrogrid dengan pembangkit energi terbarukan. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan optimum adalah quadratic programming. Perangkat lunak pada penelitian ini dirancang menggunakan MATLAB R2013a, dan dengan bantuan Graphical User Interface Development Environment (GUIDE). Berdasarkan hasil simulasi parameter perhitungan dengan perangkat lunak menghasilkan nilai yang lebih akurat dan didapatkan nilai yang optimal untuk fungsi objektif, dan perhitungan dengan menggunakan perangkat lunak dapat membantu pengguna dalam evaluasi kecukupan sistem tenaga listrik dengan menggunakan pembangkit energi terbarukan
Kajian Penggunaan Tower Tank Krembangan pada Sistem Distribusi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya
PDAM Surya Sembada Kota Surabaya mempunyai nilai tekanan sambungan pelanggan yang terlayani dengan tekanan lebih dari 7 m pada tahun 2018 hanya sebesar 19,84%. Sebagai upaya peningkatan kualitas air pelanggan, maka dilakukan kajian untuk mengaktifkan kembali bangunan tower tank Krembangan berkapasitas 1.500 m3 setinggi 35 m. Kajian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis kondisi eksisting jaringan pipa distribusi jika menggunakan pompa Krembangan dalam menyuplai air, menganalisis kemampuan tower tank Krembangan dalam menyuplai air pada tahun 2030, dan menentukan sistem pengaliran yang sesuai dalam segi tekanan yang dihasilkan dan penggunaan energi listrik pompa. Analisis jaringan distribusi menggunakan pemodelan dengan program WaterCAD V8i series5. Pemodelan jaringan distribusi dilakukan dengan beberapa parameter, yaitu debit, kecepatan, tekanan, dan biaya pengoperasian pompa. Hasil komputasi program WaterCAD untuk kondisi eksisting jaringan pipa distribusi menggunakan 4 pompa Krembangan pada tahun 2019 menghasilkan total 367 titik junction yang mempunyai nilai dibawah 10 m. Nilai tekanan kurang disebabkan karena pompa eksisting tidak dapat mengatasi fluktuasi pemakaian air pada daerah pelayanan. Dalam analisis kemampuan tower tank Krembangan dalam menyuplai air pada tahun 2030, terbagi menjadi 3 trial. Hasil trial 1 dengan menggunakan tower tank menghasilkan total terdapat 63 titik junction yang mempunyai nilai dibawah 10 m. Nilai tekanan yang masih kecil pada junction disebabkan oleh nilai headloss yang masih tinggi. Pada trial 2 dengan memasang booster pump pada jaringan yang mempunyai nilai tekanan kecil dapat menghasilkan nilai tekanan rata-rata 17 m pada jam puncak. Dan pada trial 3 dengan pembatasan area pelayanan tower tank menghasilkan nilai tekanan rata-rata 23 m pada jam puncak. Dari segi efisiensi energi pompa dan nilai tekanan yang paling memenuhi, trial 3 menggunakan tower tank dengan pembatasan area pelayanan merupakan alternatif terbaik dalam kajian penggunaan tower tank Krembangan
Penentuan Tipologi Permukiman di Kawasan Pinggiran Jakarta (Studi Kasus: Kota Tangerang Selatan)
Seiring dengan bertambahnya penduduk dan berkembangnya suatu wilayah, kebutuhan akan permukiman juga akan meningkat. Namun, harga lahan yang tinggi di pusat kota besar membuat jumlah lahan permukiman di pusat kota menjadi tebatas. Akibatnya, penduduk yang bekerja di kota besar akan mencari lokasi tempat tinggal di pinggiran kota, tidak terkecuali Kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Ciputat Timur sebagai wilayah Kota Tangerang Selatan yang berbatasan langsung dengan Provinsi DKI Jakarta. Terbaginya tipologi permukiman ke dalam beberapa kelompok dapat dijadikan pertimbangan untuk mengambangkan sarana dan prasarana yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan penduduk di suatu kawasan. Unit analisis dari penelitian ini adalah 28 klaster permukiman yang terletak di Kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Ciputat Timur. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah content analysis untuk menentukan faktor-faktor yang menjadi dasar penentuan tipologi permukiman, dan hierarchial cluster analysis untuk merumuskan tipologi permukiman di kawasan pinggiran Jakarta, di Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat enam faktor yang menjadi dasar pembentukan tipologi permukiman di kawasan pinggiran kota di Kota Tangerang Selatan, yakni ketersediaan infrastruktur transportasi, jenis kawasan, pendapatan, tingkat pendidikan, jarak dengan pusat kegiatan, dan pola bangunan. Kemudian berdasarkan enam faktor tersebut, terbentuklah empat tipe permukiman yang memiliki karakteristik fisik dan sosial yang berbeda-beda
Desain Modifikasi Struktur Tower Caspian Apartemen Grand Sungkono Lagoon Menggunakan Sistem Balok Prategang dan Sistem Ganda
Gedung Tower Caspian terdiri atas 50 lantai dan 3 basement yang pada kondisi sebenarnya dibangun menggunakan metode beton bertulang konvensional pada keseluruhan lantainya. Pada tugas akhir ini struktur Tower Caspian akan dimodifikasi ulang menjadi 20 lantai dengan 1 basement yang dirancang dengan menggunakan beton bertulang pada keseluruhan lantai dan direncananakan menggunakan atap datar dengan dak beton yang akan difungsikan sebagai roof garden dan aktivitas semi outdoor yang tumpu menggunakan balok prategang pada lantai 19 yang akan di desain menjadi ballroom tanpa ada struktur kolom di tengah ruangan sehingga ballroom menjadi lebih luas dan nyaman. Karena jika menggunakan balok beton bertulang yang akan menghasilkan dimensi yang lebih besar. Perencanaan Tower Caspian ini menggunakan sistem ganda. Sistem ganda adalah salah satu sistem struktur yang beban gravitasinya dipikul bersama oleh rangka utama sedangkan beban lateralnya dipikul bersama oleh rangka utama dan dinding struktur. Rangka utama dan dinding struktur didesain sebagai Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Dinding Geser. Dari hasil Analisa yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa balok prategang pada atap arah memanjang dan melintang memiliki dimensi sebesar 500 x 1100 mm dan gaya prategang sebesae 3000 kN. Kehilangan gaya prategang yang di alami oleh balok sebesar 18.7% dan tebal dinding geser sebesar 40 cm. Pondasi menggunakan tiang pancang diameter 60 cm dengan kedalaman 40 meter