Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Analisis Persebaran Tumpahan Minyak di Perairan Pantura Jawa Menggunakan Satelit Sentinel-1A Metode Adaptive Threshols

    No full text
    Sebagai salah satu dengan arus transportasi pelayaran dan pengeboran sumur minyak dan gas yang ramai, Perairan Pantura Jawa sangat rentan terhadap peristiwa pencemaran laut akibat dari peristiwa tumpahan minyak. Karena itu diperlukan sebuah metode yang dapat mendeteksi persebaran tumpahan minyak dengan cepat guna meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan. Penginderaan jauh aktif sangat berguna dalam deteksi cepat ini karena memiliki kemampuan untuk melakukan akuisisi data secara independen dari kondisi cuaca dan kemampuan akuisisi pada siang maupun malam hari. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis deteksi dan monitoring persebaran tumpahan minyak menggunakan citra satelit Sentinel-1A dengan menerapkan tools oil spill detection pada software SNAP yang mengidentifikasi area hitam menggunakan nilai ambang batas threshold. Diperlukan data tambahan berupa arah dan kecepatan angin yang didapatkan dari metode Wind Field Estimation untuk membedakan area tumpahan minyak. Luas tumpahan minyak di perairan Pantura Jawa pada Bulan Juli, Agustus dan September 2019 sebesar 18,79 km², 15,08 km², dan 19,6804 km², sementara pada Bulan Januari 2020 sebesar 8,62 km²

    Analisis CFD Hambatan Kapal Katamaran dengan Stepped Hull Melintang

    Get PDF
    Perkembangan dalam ilmu dan teknologi telah memajukan metode dan pengetahuan dari desain lambung kapal. Kapal cepat memerlukan bentuk lambung yang baik untuk beroperasi secara efisien dan salah satu cara untuk mencapai efisiensi yang baik adalah dengan menggunakan step pada lambung kapal. Step pada lambung adalah diskontinuitas tajam yang berlokasi pada permukaan alas dari lambung. Pada kondisi sekarang, desain dari kapal dengan stepped hull hanya dilakukan pada kapal planing monohull, namun pengembangan desain untuk kapal katamaran dengan stepped hull sudah mulai dilakukan oleh para desainer kapal. Diketahui bahwa analisa hambatan pada lambung katamaran dengan transverse stepped hull masih sangat terbatas di dalam literatur. Penelitian ini bertujuan untuk memahami efek penggunaan step pada lambung katamaran terhadap hambatan kapal. Analisis hambatan pada penelitian ini menggunakan simulasi dengan Computational Fluid Dynamics (CFD). Dalam simulasi tersebut, dianalisa pengaruh step pada hambatan kapal pada konfigurasi monohull dan katamaran menggunakan lambung tipe round bilge. Model katamaran diuji dengan separation ratio (S/L) 0,3. Variasi kecepatan pada setiap model dilakukan pada Froude Number 0,2, 0,3, 0,4, 0,5, 0,6, dan 0,7. Validasi dilakukan dengan menggunakan hasil uji tarik yang telah dilakukan untuk model tanpa stepped hull. Dari hasil simulasi diperoleh nilai hambatan, permukaan basah, tekanan pada model, dan wave pattern yang dihasilkan. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa hasil simulasi CFD mendapatkan hasil dengan keselarasan yang baik dengan hasil eksperimen dengan margin perbedaan sesuai dengan kriteria yaitu di bawah 5%. Hasil perbandingan antara model dengan dan tanpa stepped hull mendapatkan hasil pada model monohull dengan stepped hull terjadi pengurangan nilai CT dan RT/Δ pada Fr 0,2 – 0,3 dan penambahan nilai tersebut pada Fr 0,4 – 0,7. Pada model katamaran dengan stepped hull terjadi pengurangan nilai CT pada Fr 0,2, dan penambahan nilai CT pada Fr 0,3 – 0,7 dan RT/Δ pada Fr 0,2 – 0,7

    Analisis dan Pemberdayaan Potensi Wisata Mangrove Wonorejo

    Get PDF
    Ekowisata Mangrove Wonorejo memiliki banyak potensi wisata yang bermanfaat bagi kelestarian alam dan ekonomi masyarakat sekitar. Menganalisis dan memberdayakan potensi objek wisata merupakan bagian yang penting dalam meningkatkan potensi Ekowisata Mangrove Wonorejo. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai beach recreational index pada objek wisata yang telah ditentukan dan mengetahui cara meningkatkan nilai beach recreational index. Penghitungan beach recreational index ditentukan oleh tiga parameter yaitu, beach index, knowledge index dan monetary index. Dari tiga parameter ini akan disusun kuisioner yang terdiri dari 18 pertanyaan yang dibagi dalam 4 indikator yaitu, sarana prasarana, kebersihan, promosi dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari pembagian kuisioner dan wawancara langsung di objek wisata, Ekowisata Mangrove Wonorejo mendapatkan nilai beach index 0,685 (medium), knowledge index 0,539 (medium) dan monetary index 0,844 (medium). Nilai yang didapatkan dari penghitungan menunjukan walaupun memiliki hasil sama-sama medium, knowledge index dengan paramete promosi mendapatkan nilai yang paling kecil dalam kuisioner. Nilai knowledge index di sini harus menjadi fokus utama dan juga bahan evaluasi bagi pihak pengelola untuk meningkatkan lagi nilai knowledge index dengan cara mengembangkan dan menggencarkan lagi promosi melewati media sosial serta aktif mengadakan acara-acara di sekitar objek wisata untuk menarik perhatian para calon pengunjung

    Pemberdayaan Potensi Wisata Pantai Kenjeran Surabaya

    Get PDF
    Surabaya merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki potensi pada daerah pesisir pantai, karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Selat Madura. Salah satu potensinya yaitu dengan adanya pantai wisata seperti Pantai Kenjeran. Pada saat ini, terdapat dua Pantai Kenjeran di Kota Surabaya, yaitu: Pantai Kenjeran Lama dan Pantai Kenjeran Baru. Dalam perkembangannya, Pantai Kenjeran Baru lebih unngul karena selain lahannya yang lebih luas daripada Pantai Kenjeran Lama, wahana pada Pantai Kenjeran Baru juga lebih modern. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi yang dimiliki Pantai Kenjeran Lama Surabaya sebagai pantai wisata. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan mengetahui cara untuk meningkatkan nilai beach recreational index Pantai Kenjeran Lama berdasarkan pada 3 indeks, yaitu: beach index, knowledge index, dan monetary index. Pada penelitian ini, Pantai Kenjeran Lama selanjutnya disebut sebagai Pantai Kenjeran Surabaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode kuisioner online. Kuisioner terdiri dari 20 buah pernyataan yang terbagi ke dalam 4 parameter, yaitu: parameter kondisi alam, fasilitas umum, partisipasi masyarakat, dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai beach index sebesar 0,762 (medium), knowledge index 0,728 (medium), dan monetary index 0,963 (high)

    Prioritas Variabel Pengembangan Industri Pengolahan Perikanan Tangkap Skala Rumah Tangga di Kabupaten Tapanuli Tengah

    Get PDF
    Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan salah satu kabupaten dengan produksi ikan tangkap terbesar di Sumatera Utara dengan jumlah 38.348 ton tahun 2018 yang berpotensi diolah dalam industri pengolahan ikan. Industri pengolahan ikan dominan merupakan pengeringan ikan dan pengasinan ikan di Desa Hajoran, Hajoran Indah, dan Muara Nibung yang termasuk dalam skala usaha industri rumah tangga. Ketiga desa mempunyai potensi berupa keuntungan mendapatkan bahan baku, keuntungan aglomerasi dan permintaan pasar tinggi namun terdapat masalah yaitu aktivitas kapal pukat trawl, sulitnya permodalan, kurangnya diversifikasi produk, alat pengolahan tradisional dan masalah sarana prasarana industri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas variabel yang berpengaruh dalam industri pengolahan perikanan tangkap skala rumah tangga di Kabupaten Tapanuli Tengah. Dalam mencapai tujuan tersebut, dilakukan beberapa tahapan analisis yaitu identifikasi variabel yang berpengaruh, dilanjutkan penentuan variabel prioritas. Penentuan variabel berpengaruh dilakukan dengan metode analisa delphi dilanjutkan dengan penentuan priortias variabel dengan menggunakan metode analisa AHP. Responden dalam analisa AHP yaitu Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah,Dinas Kelautan dan Perikanan Tapanuli Tengah, Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Tapanuli Tengah, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tapanuli Tengah, Kantor Kecamatan Pandan, Pengolah Ikan, Kelompok Pengolah Ikan. Berdasarkan analisa AHP, urutan prioritas variabel yang berpengaruh dalam pengembangan industri pengolahan ikan skala rumah tangga di Kabupaten Tapanuli Tengah adalah modal, kualitas tenaga kerja, kontinuitas bahan baku, permintaan pasar, strategi pemasaran, kuantitas bahan baku, wilayah pemasaran, teknologi industri, kelembagaan masyarakat, sarana produksi, cold storage, listrik, air bersih, dan jalan

    Perencanaan Ulang Saluran Drainase pada Perumahan Sutorejo, Surabaya Timur

    Get PDF
    Pembangunan pemukiman terbilang cukup tinggi pada daerah Surabaya, khususnya Surabaya Timur. Sutorejo salah satunya juga menjadi salah satu sasaran pembangunan perumahan dengan luas ±84,08 ha. Sutorejo yang terletak di dekat pantai memiliki kontur yang cukup rendah dan datar. Apabila memasuki musim penghujan dan terjadi intensitas hujan tinggi maka dapat menyebabkan banjir pada sistem drainasenya. Hal ini dikarenakan saluran eksistingnya banyak yang berubah dan tidak direncanakan dengan pembangunan saat ini, sehingga limpasan air yang terjadi mengakibatkan munculnya genangan banjir. Hal ini perlu diatasi dengan cara membuat fasilitas drainase penunjang seperti pembuatan kolam tampung, pompa, dan pintu, atau bias juga penambahan dan perubahan dimensi saluran. Metode yang akan digunakan untuk mengatasi genangan banjir pada perumahan Sutorejo yaitu dengan menggunakan analisis hidrologi dan hidrolika menggunakan program bantu Storm Water Management Model. Lalu dicek pada program bantu SWMM apakah saluran mengalami banjir atau tidak. Setelah dilakukan analisis dilanjutkan ke perencanaan ulang saluran dan penambahan fasilitas drainase yang dibutuhkan untuk menunjang agar saluran yang ada tidak mengalami banjir. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkannya limpasan air hujan yang dapat mengalir dari hulu sampai hilir tanpa menyebabkan munculnya genangan banjir. Kemudian didapatkan debit limpasan dari air hujan maksimum sebesar 12,01 m3/dtk ketika satu jam setelah hujan dimulai. Kolam Tampung yang berada di hilir dengan luas 1600 m2 dengan kedalaman 3 m. Pompa sebanyak 2 unit dengan model 650HW-7 dan flow 3600 m3/h atau 1 m3/dtk. Pintu air 1 yang terletak pada bagian hilir setelah kolam tampung dekat outfall 1 dengan lebar 0,8 m, tinggi 1 m, tebal 0,01 m, dan diameter stang 5 cm. Pintu air 2 yang terletak sebelum kolam tampung dengan lebar 0,8 m, tinggi 0,65 m, tebal 0,01 m, dan diameter stang 5 cm

    Perencanaan Konstruksi Penahan Tanah dan Pondasi yang Efisien pada Apartemen X dengan Memperhatikan Penjadwalan Mobilisasi Material

    Get PDF
    Apartemen X merupakan salah satu hunian vertikal tingkat tinggi dengan ketinggian mencapai 53 lantai yang dibangun di pusat kota Surabaya yang padat lalu lintas. Oleh karenanya, mengingat lokasi apartemen yang berada di lahan terbatas, diperlukan kebutuhan lahan parkir bagi para pengunjung dan pemilik dengan perencanaan 3 lantai basement, dengan elevasi -12.50 meter di bawah tanah. Dalam perencanaannya, lantai basement membutuhkan konstruksi penahan tanah. Apartemen X dibangun diatas tanah lempung lunak mencapai kedalaman 18 m, dan memiliki kondisi muka air tanah yang cukup tinggi, yaitu pada kedalaman -1 m s/d 2 m. Pada perencanaan eksisting, menggunakan pondasi bored pile yang dipergunakan untuk podium, dan pondasi raft on pile untuk hunian towernya, sedangkan perencanaan eksisting konstruksi penahan tanah, menggunakan jenis secant pile dengan diameter 1,2 m dengan memiliki kedalaman 25 m dan 27 m. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi terhadap perencanaan pondasi bored pile dan evaluasi konstruksi penahan tanah secant pile dan dengan soldier pile. Konstruksi penahan yang terpilih adalah yang biayanya lebih efisien. Setelah itu dilakukan penjadwalan mobilisasi material untuk alternatf terpilih. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi pondasi menggunakan bored pile dengan diameter 1200 mm, serta didapatkan konstruksi penahan tanah yang memiliki biaya lebih efisien menggunakan secant pile dengan diameter 1200 mm. Dari hasil penjadwalan diperoleh durasi pengangkutan material beton adalah 38 hari, dan durasi pengangkutan tanah pekerjaan penggalian tanah penahan tanah adalah 62 hari

    Perencanaan Pondasi Tiang Lekatan pada Gedung Tingkat 3 s/d 5 di Atas Tanah Lunak yang Tebal dengan Ketentuan Penurunan Merata dalam Jangka Panjang

    Get PDF
    Di Banjarmasin, bangunan-bangunan berlantai dua yang menggunakan pondasi friction pile masih berdiri tetap tetapi banyak bangunan berlantai tiga s/d lima mengalami differential settlement jika menggunakan pondasi end bearing pile pada bangunan tingkat tiga s/d lima, biaya pondasi tiang akan lebih mahal dibandingkan biaya konstruksi karena pondasi tiang mencapai tanah keras. Pada studi ini, dilakukan perencanaan pondasi friction pile yang dapat menjamin penurunan merata pada bangunan tingkat tiga s/d lima dengan kondisi tanah lunak yang tebal menggunakan metode P-Z curve. Perencanaan pondasi tersebut akan dibandingkan dengan metode konvensional, yaitu pondasi end bearing pile. Dari hasil perencanaan didapatkan suatu kesimpulan bahwa perencanaan pondasi friction pile lebih efektif dibandingkan dengan perencanaan pondasi end bearing pile dimana pondasi friction pile sudah memperhitungkan penurunan merata (tidak terjadi differential settlement) sehingga juga kuat untuk menahan gedung tingkat tiga s/d lima. Pondasi end bearing pile kuat juga untuk menahan gedung tersebut tetapi dalam segi biaya, perencanaan pondasi friction pile lebih hemat daripada perencanaan end bearing pile. Untuk jumlah dan kedalaman tiang dari hasil perencanaan pondasi friction pile pada gedung tingkat tiga s/d lima berturut-turut adalah 14m;116 buah, 18m;149 buah, dan 24m;198 buah sedangkan untuk pondasi end bearing pile pada gedung tiga s/d lima berturut-turut adalah 40 m;116 buah, 40m;149 buah, dan 40m;198 buah

    Perancangan Geometrik Simpang Susun Jalan Raya Jemursari - Ahmad Yani, Surabaya

    Get PDF
    Tingginya jumlah kendaraan setiap tahun yang tidak sebanding dengan pembangunan insfrastruktur jalan menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan di Kota Surabaya. Berdasarkan data Regional Traffic Management Center (RTMC) Polda Jatim, ada beberapa jalan yang menjadi langganan macet terutama di jam-jam kerja, salah satunya di sekitar persimpangan Bundaran Dolog atau Taman Pelangi. Penyebab lainnya karena adanya penyempitan jalur akibat persimpangan sebidang antara perlintasan kereta api di sisi timur Jalan Ahmad Yani dengan Jalan Jemursari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan flyover yang menghubungkan Jalan Raya Jemursari dengan Jalan Ahmad Yani. Dalam tugas akhir ini penulis mencoba merencanakan simpang susun yang menghubungkan Jalan Raya Jemursari dengan Jalan Gayung Kebonsari sebagai poros simpang susun. Perencanaan ini meliputi desain geometrik simpang susun beserta perencanaan ramp. Dalam prosesnya, metodologi yang digunakan yaitu menganalisis pemilihan alternatif tipe simpang susun dengan metode Analytic Hierarchy Proses kemudian merencakan desain geometrik simpang susun dan ramp menggunakan Peraturan Bina Marga 1997 serta Peraturan Bina Marga No.007/BM/2009. Perencanaan marka dan rambu lalu lintas berdasarkan Peraturan Menteri No. 13 Tahun 2014 dan No. 34 Tahun 2014. Dari hasil analisis yang dilakukan, dihasilkan tipe semi direct sebagai tipe simpang susun. Hasil perencanaan geometrik yang dilakukan dihasilkan 6 tipe tikungan yaitu tikungan tipe full circle dengan jari-jari terbesar 80 meter dan panjang lengkung peralihan terbesar 120,35 meter. Sedangkan untuk perencanaan ramp dihasilkan 5 ramp dengan jari-jari terbesar 90 meter dengan panjang lengkung peralihan terbesar103,81 meter. Rambu lalu lintas direncanakan terdapat 14 buah dan 4 macam marka

    Analisis Perbandingan Karakteristik Traksi dan Tenaga Toyota Rush, Mitsubishi Xpander, dan Daihatsu Terios

    Get PDF
    Melihat tingginya tingkat produksi dan penjualan mobil di Indonesia, seharusnya pihak produsen mengimbanginya dengan upaya memberikan informasi detail mengenai mobil kepada konsumen, agar konsumen juga tercerdaskan, seperti yang sudah dilakukan di beberapa negara maju. Realitas yang terjadi di pasaran Indonesia, informasi yang diberikan oleh pihak produsen mengenai detail spesifikasi mobil, bahkan untuk tingkat SUV yang merupakan mobil kelas premium pun masih sangatlah terbatas. Hal tersebut yang mendasari penulis untuk melakukan analisa perbandingan karakteristik traksi dan karakteristik tenaga dari tiga jenis mobil SUV. Dalam penelitian ini, penulis melakukan tiga tahap analisa. Tahap pertama, penulis akan melakukan analisa perhitungan gaya hambat dan gaya dorong kendaraan sehingga akan didapatkan karakteristik traksi ketiga kendaraan. Kemudian pada tahap kedua, penulis akan melakukan analisa perhitungan kecepatan kendaraan dan daya aktual kendaraan, sehingga didapatkan karakteristik tenaga kendaraan. Tahap terakhir, penulis akan melakukan evaluasi grafik karakteristik traksi dan tenaga ketiga kendaraan, kemudian membandinkannya. Dari penelitian ini diperoleh grafik karakteristik traksi dan tenaga ketiga kendaraan. Setelah dilakukan analisa didapatkan Toyota Rush mampu menanjak dengan gradeability 40% dan menempuh kecepatan maksimum sebesar 130,98 km/jam, Mitsubishi Xpander mampu menanjak dengan gradeability 40% dan menempuh kecepatan maksimum sebesar 166,28 km/jam, Daihatsu Terios mampu menanjak dengan gradeability 50% dan menempuh kecepatan maksimum sebesar 141,58 km/jam. Dilihat dari grafik yang diperoleh perlu adanya peningkatan gaya dorong terutama pada tiga tingkat transmisi awal. Diperlukanya peningkatan gaya dorong tersebut agar memungkinkan kendaraan untuk melalui jalan tanjak dengan gradeability yang lebih besar dan mengurangi losses yang terjadi

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇