Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Araahan Pengembangan Kawasan Ekowisata Mangrove Gunung Anyar Surabaya
Ekowisata Mangrove Gunung Anyar merupakan salah satu Ekowisata yang terdapat di Kota Surabaya yang memiliki luas kawasan wisata seluas kurang lebih 10 Ha dan terletak di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya. Pada Kawasan Ekowisata Mangrove Gunung Anyar ini memilik beberapa daya tarik wisata antara lain, terdapat jogging track sepanjang 80m, Spot selfie, Gazebo, Wisata Perahu. Oleh karena itu dalam penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan kawasan Ekowisata Mangrove Gunung Anyar Surabaya, dengan 3 (tiga) sasaran yaitu, (1) Menentukan Faktor Pengembangan Kawasan Ekwosata Mangrove Gunung Anyar Surabaya dengan menggunakan metode analisis Delphi dan memiliki 5 responden kunci, (2) Mengidentifikasi Karakteristik Tiap Faktor Pengembangan Pariwisata Berdasarkan Potensi Masalah di Kawasan Ekowisata Mangrove Gununug Anyar Surabaya dengan menggunakan metode analisis deskriptif yang menghasilkan deskripsi potensi dan masalah pada tiap faktor pengembangannya, dan (3) Merumuskan Arahan Pengembangan Kawasan Ekowisata Mangrove Gunung Anyar Surabaya dengan menggunakan metode analisis Triangulasi dari hasil analisis sasaran 1 (satu) dan sasaran 2 (dua) serta studi literature maupun kebijakan yang relevan dengan penelitian ini. Dalam tahap analisis pertama dengan menggunakan metode analisis Delphi. Dimana pada tahap analisis ini menggunakan 18 variabel yang telah dirumuskan oleh peneliti dan menghasilkan 17 variabel yang kosensus. kemudian dilanjutkan pada tahap analisis kedua yaitu Mengidentifikasi Karakteristik Faktor Pengembangan Berdasarkan Potensi dan Masalah di Kawasan Ekowisata Mangeove Gunung Anyar Surabaya. Pada analisis tahap 2 (dua) ini menghasilkan narasi potensi dan masalah pada tiap faktornya berdasarkan hasil observasi lapangan dari peneliti. Kemudian dari hasil analisis sasaran pertama dan kedua, dilanjutkan dengan analisis triangulasi. Pada analisis triangulasi ini menggunakan data dari hasil dari analysis sasaran pertama dan sasaran kedua serta best practice dan kebijakan yang relevan dengan penelitian. Sehingga diperoleh 20 arahan Pengembangan Kawasan Ekowisata Mangrove Gunung Anyar Surabaya. Arahan tersebut seperti, memperluas pembenihan mangrove, dan penyediaan infrastruktur Smart Green House untuk keperluan edukasi bagi wisatawan
Rancang Bangun Modul Job Marketplace di Aplikasi MyITS Connect Berdasarkan Onion Architecture dengan Paradigma Domain Driven Design
Program Merdeka Belajar yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membuat kemampuan lulusan perguruan tinggi semakin beragam. Banyaknya lulusan perguruan tinggi dengan kemampuan yang bervariasi tentunya menguntungkan dunia usaha dunia industri ketika mencari calon tenaga kerja baru. Namun, jika proses seleksi calon tenaga kerja dilakukan dengan proses manual dan konvensional, tentu proses pencariannya akan memakan banyak waktu. Institut Teknologi Sepuluh Nopember menyediakan sarana careers.its.ac.id dan bursa tenaga kerja untuk memudahkan dunia usaha dunia industri mencari calon tenaga kerja. Sayangnya fasilitas yang disediakan oleh careers.its.ac.id hanya berupa media informasi terkait lowongan yang tersedia. Selain itu, setiap kali pencari pekerjaan ingin mendaftar, mereka harus mengisi formulir dan mengunggah berkas di laman yang berbeda-beda sesuai dengan informasi lowongan. Untuk memudahkan pertemuan dunia usaha dunia industri dengan para pencari pekerjaan, maka myITS Connect Modul Job Marketplace dibuat sebagai tempat untuk mengadakan seleksi awal calon tenaga kerja. Melalui myITS Connect Modul Job Marketplace dunia usaha dunia industri dapat membuat lowongan yang mana nantinya lowongan tersebut dapat dilamar oleh pencari pekerjaan melalui myITS Connect Modul Job Marketplace pula. Selain itu, dunia usaha dunia industri juga dapat melihat profil sekilas dari pencari pekerjaan sehingga dapat menambah bahan pertimbangan demi mendapatkan tenaga kerja yang sesuai. Pembangunan myITS Connect Modul Job Marketplace dilakukan dengan menerapkan paradigma Domain Driven Design dan Onion Architecture dan berfokus pada platform web. Paradigma dan arsitektur tersebut dipilih karena keduanya mendukung kualitas maintainability utamanya modularity suatu aplikasi. Dengan kualitas maintainability yang tinggi, proses perbaikan dan perawatan dari perangkat lunak dapat dilakukan dengan lebih mudah. Untuk mengevaluasi nilai maintainability
Perencanaan Gerbang Tol Probolinggo - Banyuwangi
Transportasi secara umum adalah perpindahan manusia ataupun benda dari satu tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Jalan tol adalah suatu jalan yang dikhususkan untuk kendaraan bersumbu dua atau lebih (mobil, truk trailer, bis, dll.) dan bertujuan untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh dari satu tempat ke tempat lain. Namun seringkali jalan tol yang bertujuan untuk mempersingkat jarak dan waktu mengalami hambatan. Hambatan terjadi karena antrian yang panjang di gerbang tol, oleh karena itu diperlukan perencanaan gerbang tol agar dapat menjawab permasalahan diatas. Metode yang digunakan dalam perencanaan gerbang tol Probolinggo - Banyuwangi adalah First In First Out (FIFO) dan untuk struktur dasar antrian menggunakan Single Channel – Single Phase sebagai struktur dasar dalam proses antrian yang menggunakan 3 sistem yaitu Gerbang Tol Otomatis, On Board Unit (OBU), Single Lane Free Flow dengan menggunakan aplikasi FLO, dan sesuai dengan yang direncanakan pemerintah yaitu Multi Lane Free Flow. Pengambilan data primer dilakukan dengan cara melakukan survey pelayanan waktu gerbang tol yang akan dilaksanakan di gerbang tol Cengkareng. Metode survey yang digunakan adalah menghitung durasi waktu pelayanan menggunakan stopwatch. Setelah dilakukan pengolahan data menggunakan metode First In First Out (FIFO), didapatkan hasil untuk perencanaan gerbang tol Probolinggo – Banyuwangi pada gerbang Kraksaan arah masuk dan keluar terdapat 2 Gardu Tol Otomatis khusus, 2 Gardu Tol Otomatis, 1 gardu SLFF, dan 1 gardu OBU. Pada gerbang tol Paiton arah masuk dan keluar terdapat 1 Gardu Tol Otomatis khusus, 2 Gardu Tol Otomatis, 1 gardu SLFF, dan 1 gardu OBU. Pada gerbang tol Besuki arah masuk dan keluar terdapat 1 Gardu Tol Otomatis khusus, 2 Gardu Tol Otomatis, 1 gardu SLFF, dan 1 gardu OBU. Sedangkan untuk perencanaan Multi Lane Free Flow didapatkan hasil antrian 0 kendaraan dan delay 1-2 detik pada gerbang Kraksaan, antrian 0 kendaraan dan delay 1-2 detik pada gerbang Paiton, antrian 0 kendaraan dan delay 1-2 detik pada gerbang Besuki
Perencanaan Dermaga Produk Curah Cair Kapal 10.000 DWT di Pelabuhan Kilang Minyak Tuban, Jawa Timur
Indonesia mengalami peningkatan kebutuhan akan minyak sejak 1 dekade terakhir dikarenakan tingginya tingkat konsumsi masyarakat. Pemerintah mencanangkan untuk menumbuhkan industri Kilang Minyak sebagai upaya pencapaian ketahanan energi di Indonesia. Salah satunya akan dibangun Kilang Minyak di kabupaten Tuban, Jawa Timur yang diharapkan dapat meningkatkan penyediaan minyak mentah serta bahan bakar dalam negeri sehingga tidak bergantung pada impor. Kilang Minyak di kabupaten Tuban membutuhkan fasilitas yang memadai di area pelabuhan untuk menunjang produktifitasnya. Maka dari itu, perlu direncanakan dermaga produk untuk kegiatan loading dan pendistribusian hasil produksi minyak dengan kapasitas kapal sebesar 10.000 DWT. Pembangunan dermaga tersebut memerlukan perencanaan detail struktur seperti loading platform, breasting dolphin, mooring dolphin, catwalk, trestle, serta aksesoris dermaga berupa fender dan bollard. Lalu, melakukan evaluasi terhadap layout perairan serta daratan di area pelabuhan Kilang Minyak Tuban terhadap masterplan yang telah ada. Dan yang terakhir merencanakan metode pelaksanaan serta estimasi anggaran biaya dari pembangunan dermaga tersebut. Hasil dari perencanaan struktur dermaga produk curah cair ini diperoleh dimensi loading platform 15 x 20 m2, breasting dolphin 5 x 5 m2, mooring dolphin 3,8 x 3,8 m2, catwalk 1,2 x 5,75 m2 – 1,2 x 34,6 m2 – 1,2 x 29 m2, dan trestle 6 x 194 m2. Rencana anggaran biaya yang diperlukan dalam pembangunan dermaga ini sebesar Rp 80.471.264.000.- pembangunan dermaga ini sebesar Rp 80.471.264.000.
Analisis Kelayakan Dari Segi Ekonomi dan Finansial Teman Bus dengan Program Buy the Service Rute Terminal Purabaya-Kenjeran
berpengaruh ke pertumbuhan ekonomi daerah karena mengakomodir kegiatan penduduk yang menggerakkan perkonomian di Surabaya khususnya transportasi umum. Kementrian Perhubungan akan memberikan bantuan operasional angkutan perkotaan dengan program Buy The Service (BTS) dengan nama TEMAN Bus di Surabaya pada tahun 2021. Dengan keunggulan, rencana rute, dan konektivitasnya dengan angkutan umum lain diharapkan bisa mengakomodir dan meningkatkan minat dari masyarakat Kota Surabaya untuk menggunakan transportasi umum daripada kendaraan pribadi. Sebelum itu perlu dilakukan analisis dari segi ekonomi dan finansial untuk mengetahui kelayakan dari angkutan umum TEMAN Bus ini, Untuk segi ekonomi, digunakan parameter BCR dan NPV untuk acuan kelayakan. Sementara untuk segi finansial digunakan parameter BCR, NPV, IRR, dan Payback Period. Selain melakukan analisis kelayakan, juga perlu dianalisis untuk calon penumpang (demand) dari TEMAN Bus di masa yang akan datang dengan data yang didapatkan melalui formulir survei penumpang. Dari analisi kelayakan ekonomi, didapatkan BCR didapatkan sebesar 3,35>1 dengan nilai NPV sebesar Rp2.364.901.287.965>0. Sementara untuk segi finansial, didapatkan BCR didapatkan sebesar 1,092>1, NPV sebesar Rp92.353.413.952>0, IRR sebesar 6,61%>4,37%, payback period pada tahun ke-26 bulan ke-7 < masa konsesi 29 tahun. Sehingga dari segi ekonomi dan finansial dapat dikatakan layak
Penerapan Teknologi Membran untuk Mengolah Limbah Cair Industri Tahu (Studi Kasus: UKM Sari Bumi, Kabupaten Sumedang)
Limbah cair industri tahu hingga saat ini masih sering dibuang ke badan air tanpa melalui proses pengolahan sebelumnya. Limbah cair ini mengandung zat organik (BOD, COD, TSS) yang sangat tinggi. Hal ini dapat mencemari badan air dan merusak biota perairan. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) industri tahu pada umumnya menggunakan sistem pengolahan konvensional antara lain secara biologis yaitu aerobik, anaerobik, kombinasi aerob dan anaerob, gabungan fisik kimiawi dan fitoremediasi. Kekurangan sistem konvensional adalah membutuhkan lahan yang sangat luas. Saat ini penggunaan teknologi membran sedang populer dalam pengolahan air limbah baik domestik maupun industri. Teknologi membran memiliki keunggulan seperti rendah konsumsi energi, tidak membutuhkan tambahan bahan kimia dalam pengoperasiannya sehingga tidak menghasilkan limbah lainnya, pengoperasian dan perawatan cukup mudah, dan tidak membutuhkan lahan yang luas. Hasil kajian pada Industri Tahu Sari Bumi di Kabupaten Sumedang menunjukkan bahwa untuk mengolah limbah cair tahu menggunakan teknologi membran harus didahului dengan pra-pengolahan. Pada studi kasus ini digunakan opsi pra-pengolahan menggunakan biofiltrasi anaerobik dengan efisiensi mencapai 70%. Teknologi membran yang diterapkan sendiri menggunakan MBR dengan konfigurasi membran terendam menggunakan jenis ultrafiltrasi. Rangkaian pengolahan ini dapat memiliki efisiensi sampai 90%
Kajian Penerapan Membran Mikrofiltrasi Terendam pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Siwalanpanji PDAM Sidoarjo
Air baku IPA Siwalanpanji PDAM Sidoarjo memiliki kandungan zat organik dan E. coli yang tinggi. Karena keterbatasan kinerja sistem pengolahan konvensional pada IPA Siwalanpanji, maka diterapkan pre-klorinasi untuk membunuh bakteri. Membran mikrofiltrasi (MF) terendam dapat menyisihkan bakteri, sehingga dapat menghemat biaya zat kimia untuk pre-klorinasi. Membran MF terendam juga memiliki kelebihan dibandikan filter pasir cepat. Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi kinerja dari filter pasir cepat IPA Siwalanpanji dan mengkaji peningkatan filter pasir cepat menjadi unit membran mikrofiltrasi terendam. Evaluasi menunjukkan bahwa kualitas air pada efluen filter pasir cepat pada paremeter warna dan zat organik melebihi baku mutu air minum Permenkes No. 492 Tahun 2010. Sedangkan, kecepatan backwash dan nilai UFRV tidak memenuhi kriteria desain. Desain membran mikrofiltrasi terendam untuk menggantikan filter pasir cepat, yaitu membran berbentuk flat sheet dengan bahan ceramic. Membran memiliki ukuran pori 0,1 µm dan laju fluks 100 m3/m2.hari. Kapasitas produksi sebesar 50 L/detik, maka jumlah membran yang dibutuhkan sebesar 288 plate yang disusun menjadi sebuah modul. Pompa yang digunakan untuk mengoperasikan membran MF terendam adalah pompa model FSDA dengan kapasitas 3 m3/menit dan head 5 m. Modul dan pompa direncanakan masing-masing 2 buah dengan operasi secara bergantian yaitu proses filtrasi dan pencucian membran
Pra Desain Pabrik Pembuatan Garam Industri Soda Kaustik dari Garam Rakyat
Garam merupakan salah satu bahan kimia yang dimanfaatkan untuk memenuhi konsumsi manusia dan industri dalam sehari-hari. Berdasarkan pemanfaatannya, garam dibagi menjadi 2 kelompok yaitu garam konsumsi memiliki kadar NaCl minimal 94% dan garam industri memiliki kadar NaCl diatas 96%. Adapun penyusun terbesar garam adalah Natrium Klorida (NaCl) dengan zat-zat pengotor terdiri dari CaSO4, MgSO4, MgCl2 dan lain-lain. Garam industri merupakan garam yang digunakan sebagai bahan baku utama maupun tambahan untuk kebutuhan industri baik di sektor petrokimia, farmasi, dan sebagainya dimana besarnya kebutuhan garam industri di Indonesia belum diimbangi dengan produksi garam industri nasional, sehingga Indonesia setiap tahun harus mengimpor garam industri yang berdampak pada peningkatan anggaran impor pemerintah. Berdasarkan perhitungan proyeksi data impor, ekspor, konsumsi dan produksi diperoleh jumlah kebutuhan garam industri di Indonesia pada tahun 2024 sebesar 1,2 milyar ton. Dalam upaya mengurangi ketergantungan impor garam industri, pra desain pabrik garam industry khususnya untuk industry soda kaustik direncanakan mulai beroperasi tahun 2024 dengan kapasitas produksi sebesar 150.000 ton/tahun untuk memenuhi 12,23% kebutuhan garam industri di Indonesia. Lokasi pendirian pabrik direncanakan di Desa Randal Kumalas, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Pemilihan lokasi ini berdasarkan tingginya ketersediaan bahan baku berupa garam rakyat di Kabupaten Sampang. Proses yang dipilih dalam pembuatan garam industri soda kaustik dari garam rakyat adalah pencucian dengan brine (washing) yang terdiri dari empat tahapan proses, yaitu Pre-Treatment bahan baku, Washing and Filtration, Drying and Packing Product, serta Brine Preparation. Dari perhitungan analisa ekonomi didapatkan IRR sebesar 13,64%, POT selama 2,9 tahun dan BEP sebesar 51%
Review Pengaruh Temperatur Tahan Pada Reduksi Langsung Bijih Besi
Pada tahun 2018 konsumsi baja nasional mengalami peningkatan sebesar 11% atau mencapai 15,1 juta ton dimana konsumsi baja nasional masih didominasi penggunaan raw material besi scrap. Dengan ketersediaan bijih besi yang melimpah, Indonesia dapat mengolah bijih besi menjadi besi spons yang memiliki nilai lebih. Bahan baku yang umum digunakan untuk pembuatan sponge iron antara lain adalah bijih besi, reducing agent (batubara, kokas, arang, gas, dll), dan flux agent (batu kapur). Reduksi langsung bijih besi merupakan metode peningkatan kadar Fe pada besi dengan mereduksi bijih besi yang sudah dijadikan pelet dibawah titik lebur besi yang bertujuan mengikat oksigen menggunakan karbon yang didapatkan dari batubara. Review ini bertujuan untuk mengetahui temperatur optimal pada reduksi bijih besi. Didapatkan temperatur dengan hasil paling optimal pada 1000°C - 1200°C. Pada beberapa kasus yang sudah dilakukan, didapatkan hasil yang berbeda walaupun menggunakan temperatur proses yang sama. Hal ini disebabkan karena karakteristik bahan yang digunakan seperti bijih besi, reduktan, dan batu kapur memiliki karakteristik yang berbeda serta waktu proses yang digunakan juga memiliki pengaruh pada hasil reduksi
Studi Eksperimen Peningkatan Kinerja Turbin Angin Savonius dengan Penempatan Silinder Sirkular di Depan Returning Blade Turbin pada Jarak S/D = 2,2
Turbin angin Savonius dapat bergerak pada kecepatan angin rendah sehingga cocok dengan kondisi iklim di Indonesia, namun memiliki efisiensi terendah dibanding turbin jenis lainnya sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi dari turbin ini Eksperimen ini menggunakan turbin angin Savonius bersudu dua dengan diameter sudu turbin (D) sebesar 167 mm, tinggi (H) sebesar 298 mm, diameter poros (b) sebesar 19 mm, dan diameter end plate () sebesar 320 mm. Penelitian ini menggunakan silinder pengganggu dengan diameter (d) sebesar 63 mm yang diletakkan di depan returning blade untuk mengurangi gaya drag pada returning blade. Angin berasal dari axial fan yang melewati honeycomb agar aliran udara menjadi uniform. Voltage regulator digunakan untuk mengatur kecepatan axial fan. Rasio diameter pengganggu terhadap diameter sudut turbin (d/D) adalah 0,5 dengan rasio jarak dari titik pusat turbin sampai titik pusat silinder penggangu terhadap diameter sudu turbin (S/D) sebesar 2,2 dengan variasi kecepatan angin sebesar 3,8 m/s; 4,4 m/s; 5 m/s, 6 m/s, 7 m/s, 8 m/s, 9 m/s. Kecepatan angin diukur menggunakan anemometer, torsi dinamis diukur menggunakan brake dynamometer, Coefficient of Static Torque diukur menggunakan torque meter dan putaran turbin diukur menggunakan tachometer. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah penempatan silinder pengganggu di depan returning blade turbin pada posisi S/D = 2,2 efektif meningkatkan Coefficient of Power, Coefficient of Moment, dan kemampuan self starting turbin angin Savonius. pada kecepatan angin 3,8 m/s hingga 9 m/s