Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    eReview: Market Place untuk Proses Telaah Ilmiah

    Get PDF
    Saat ini pengelolaan jurnal secara daring sudah menjadi suatu keharusan. Di sisi lain, kebutuhan akan proses telaah yang cepat, efektif, dan berkualitas merupakan suatu tuntutan yang tetap dalam suatu pengelolaan jurnal. Permasalahan yan sering muncul adalah sulitnya pengelola jurnal, dalam hal ini editor, mencari reviewer (penelaah) yang kompeten dan dapat bekerja sesuai dengan waktu yang diperlukan. Terlebih lagi belum adanya stimulus yang memadai bagi telaah yang dapat merangsang mereka untuk bekerja dengan baik dan dalam waktu yang ditentukan. Untuk itu dibutuhkan suatu media yang dapat mempertemukan dua pihak ini beserta dengan kebutuhannya agar terbentuk lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan suatu kajian terkait dengan pembentukan sistem eReview yang dapat mendukung market place bagi proses interaksi antara editor dan penelaah. Kajian ini melibatkan proses sejumlah stakeholders, yaitu editor, penelaah, dan Pusat Publikasi Ilmiah, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PPI-ITS) sebagai pemilik dan pengelola market place. Sampai dengan saat ini, studi kajian ini telah menghasilkan beberapa luaran, yaitu model bisnis proses, draf dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak, dan prototype sistem informasi eReview. Langkah selajutnya adalah pengujian sistem dan peluncuran sistem

    Analisis Geometri Pemodelan 3D Bangunan Gedung Teknik Geomatika ITS Menggunakan Kamera 360º

    Get PDF
    Pemodelan tiga dimensi saat ini telah digunakan dalam visualisasi untuk mengetahui kondisi lingkungan yang nyata terutama dalam bentuk pengenalan bangunan arsitektural. Pembentukan model tiga dimensi bisa menggunakan Kamera 360º. Metode yang digunakan pada pembentukan model tiga dimensi dengan foto 360º adalah metode fotogrametri terestrial, dimana metode ini dapat digunakan pada bangunan arsitektural yang memerlukan koordinat lokal dalam pembentukannya. Kondisi Coplanarity digunakan dalam proses pembentukan model tiga dimensi, dimana satu foto digunakan sebagai acuan dalam proses overlapping antar foto sehingga membentuk model tiga dimensi. Kamera yang digunakan pada penelitian ini adalah Kamera 360º Ricoh Theta SC2, dimana ukuran gambar yang dihasilkan sebesar 5376 × 2688 dengan sensor CMOS. Model yang dihasilkan dari foto 360º berupa data TIN yang tersusun dari jaring-jaring segitiga sehingga data ini saling terhubung dan membentuk model tiga dimensi dengan metode Polyhedral. Dari penelitian ini didapatkan model tiga dimensi 10 ruangan pada Gedung Baru Departemen Teknik Geomatika ITS. Terdapat dua nilai RMSE yang diujikan berupa RMSE keliling model dan RMSE tinggi model, dimana nilai RMSE keliling model didapatkan nilai berkisar pada 0,013 – 0,181 meter dan untuk nilai RMSE tinggi model didapatkan nilai berkisar pada 0,004 – 0,113 meter. Uji akurasi ketinggian model dilakukan menggunakan data validasi berupa data pengukuran langsung dilapangan dengan menggunakan alat Total Station Reflectorless Hi Target ZTS-320R yang telah dilakukan kalibrasi, hal ini dikarenakan data ketinggian di dalam ruangan tidak disajikan pada data As-Built. Melalui uji akurasi dihasilkan model dari foto 360º memiliki ketelitian LOD 4

    Virtual Reality 3D Museum De Javasche Bank Menggunakan HTC Vive

    No full text
    Virtual reality merupakan teknologi komputer yang dapat mensimulasikan lingkungan tiruan sebuah tempat. Teknologi ini memberikan pengalaman audio visual, serta menyajikan pengalaman interaktif yang membuat pengguna seolah berada langsung di dalam lingkungan tersebut. Pengalaman interaktif yang diberikan virtual reality membuat teknologi ini dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, misalnya pariwisata. Dengan virtual reality pengguna dapat melihat-lihat sebuah tempat wisata tanpa harus datang langsung ke tempat tersebut. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk promosi sebuah wisata dengan cara yang lebih baru, modern, dan immersive untuk menarik minat masyarakat. Salah satu tempat wisata yang ada di kota Surabaya adalah museum De Javasche Bank. Museum tersebut menyajikan benda-benda koleksi yang berkaitan dengan perbankan Indonesia ketika masa Hindia Belanda. Dengan menggunakan teknologi virtual reality, lingkungan museum tersebut dapat disimulasikan dalam ruang 3D, sehingga memberikan pengalaman baru bagi pengguna yang ingin melihat-lihat museum De Javasche Bank. Salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk menyajikan virtual reality museum De Javasche Bank adalah perangkat VR headset HTC Vive. HTC Vive merupakan produk kolaborasi HTC dan pengembang Valve. HTC Vive tergolong dalam virtual reality yang menerapkan room-scaling di mana gerakan yang dilakukan di lingkungan fisik akan terbaca di lingkungan virtual. Sehingga jika pengguna berjalan di dunia nyata maka pengguna juga akan berjalan di lingkungan virtual yang disimulasikan. Dalam virtual reality 3D museum De Javasche Bank, selain berjalan, pengguna juga dapat melakukan teleportasi, memegang benda-benda, serta mendapatkan informasi terkait benda-benda tersebut

    Penurunan Waktu Pra-Operasi Antar Tindakan Pembedahan Menggunakan Analisa Changeover Time

    Get PDF
    Changeover time adalah waktu jeda antar tindakan pembedahan yang dihitung ketika lampu operasi dimatikan pada tindakan pembedahan sebelumnya sampai dengan kembali dihidupkan sebagai tanda tindakan pembedahan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengIndentifikasi dan menganalisa faktor yang menyebabkan tingginya waktu jeda antar tindakan pembedahan dalam ruang operasi atau dikenal dengan changeover time proses pra-operasi dengan menggunakan analisa changeover time. Indentifikasi dan analisa dilakukan dengan memperhatikan waktu internal dalam dan luar kamar operasi serta delay itself. Waktu internal adalah waktu kegiatan yang dihitung selama lampu operasi dalam keadaan mati. Delay itself adalah keterlambatan yang mengakibatkan panjangnya changeover time pra-operasi dikarenakan dari kegiatan itu sendiri. Value Stream Mapping (VSM) digunakan sebagai tools untuk menggambarkan kondisi rill akivitas changeover time pra-operasi serta Indentifikasi waste. Berdasarkan data survei langsung selama penelitian pada bulan Juni 2021, changeover time terpendek untuk tindakan pembedahan yang singkat adalah 86 menit dan 146 menit untuk tindakan pembedahan terpanjang. Analisa VSM ditemukan lead time pasien sebesar 98,5 menit dengan non-value added sebesar 66,5 menit dan value added 32 menit. Selain itu turut ditemukan 2 jenis waste, waiting dan transportation. Analisa delay itself dilakukan pada kegiatan persiapan bedah dan pemasangan infus. Pada persiapan bedah 5 akar penyebab ditemukan yaitu kekurangan tenaga kerja, petugas kurang berpengalaman, slow learner, tidak memiliki runag khusus menata alat bedah dan alat bedah disimpan berdasarkan jenis alat. Pada pemasangan infus 2 akar penyebab ditemukan yaitu petugas kurang berpengalaman dan ruang operasi tidak memiliki alat vein finder. Dua usulan prioritas dipilih yaitu memindahkan kegiatan keluar dari ruang operasi dan melakukan pekerjaan secara bersamaan. Hasil perkiran perbaikan yang diterima adalah terjadi penurunan sebesar 37 menit (43%) untuk tindakan pembedahan yang singkat dan 79 menit (54%) untuk tindakan pembedahan yang panjang

    Studi Eksperimen Kinerja Turbin Angin Savonius yang Terintegrasi dengan Gedung pada Jarak G/D = 1,82 dari Dinding

    Get PDF
    Energi memiliki peranan penting pada kehidupan manusia. Ketersediaan energi konvensional yang semakin berkurang akan menjadi tantangan. Dengan mengintegrasikan turbin angin Savonius pada gedung tinggi dapat menjadi solusi dalam pemanfaatan energi baru terbarukan sebagai penghasil energi listrik. Pada penelitian ini digunakan turbin angin Savonius dua sudu dengan diameter sudu (D) 165,2 mm, tinggi turbin (H) 303,4 mm, diameter poros (b) 19 mm, dan diameter endplate (Do) 321 mm. Turbin diletakkan di samping model bangunan pada sisi advancing-nya dengan rasio jarak pusat turbin ke dinding terhadap diameter sudu turbin (G/D) sebesar 1,82. Variasi kecepatan angin yang digunakan adalah 4 hingga 9 m/s. Hasil penelitian yang diperoleh adalah kecepatan angin 8 m/s merupakan kecepatan optimum untuk meningkatkan peforma turbin angin Savonius, dibuktikan oleh peningkatan nilai Coefficient of Power (CoPmax) sebesar 14,7% dan peningkatan Coefficient of Moment (CoMmax) sebesar 15,9%. Pemasangan dinding disebelah di sudu advancing juga dapat meningkatkan kemampuan self-starting turbin angin Savonius pada seluruh variasi kecepatan angin, dengan peningkatan tertinggi yaitu pada kecepatan 9 m/s sebesar 79,9%

    Kajian Dampak Pencemar Logam pada Udara Ambien terhadap Kejadian Penyakit ISPA Pneumonia dan Non-Pneumonia di Sekitar Waru, Sidoarjo, Jawa Timur

    Get PDF
    Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) khusunya pneumonia merupakan salah satu penyakit yang dianggap serius di Indonesia. Pada tahun 2019 wilayah Sidoarjo mengalami peningkatan kasus pneumonia sebesar 128,35%. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa terdapat 15 unsur logam pada partikel halus (PM 2.5) dan kasar (PM 2.5-10) yaitu Na, Mg, Al, Si, S, K, Ca, Ti, Cr, Mn, Fe, Cu, Zn, Pb, dan Cl di Kawasan Industri Waru, Sidoarjo. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji korelasi antara unsur logam pada udara ambien dengan kejadian penyakit ISPA. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan uji korelasi, uji multikolinearitas, dan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil uji korelasi, ada 4 logam yang berkorelasi dengan penyakit pneumonia, yaitu: Al, Si, Ca, Ti, dan Fe dan tidak ada logam yang berkorelasi terhadap ISPA non-pneumonia. Setelah dilakukan analisis regresi linear berganda ditemukan bahwa kandungan Si pada udara sebesar 1 mikrogram/m3 akan menurunkan risiko terjadinya kasus Pneumonia sebesar 0.2%. Sementara itu arah dan kecepatan angin tidak berpengaruh secara signifikan dalam terjadinya penyakit ISPA

    Perumusan Kriteria Prioritas Livability Desa Nglanggeran Sebagai Desa Wisata

    No full text
    Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Tahun 2018, Indonesia memiliki jumlah desa wisata sebanyak 1.734 dari total 83.931 desa. Desa wisata merupakan tren pengembangan alternatif desa pada satu dasawarsa terakhir karena memiliki daya pikat yang baik. Salah satu desa wisata yang saat ini berkembang pesat yaitu Desa Nglanggeran Kabupaten Gunung Kidul. Desa Nglanggeran memiliki objek wisata berupa Gunung Api Purba Nglanggeran yang merupakan salah sati situs Geopark Gunung Sewu dan ditetapkan UNESCO sebagai Global Geopark. Desa Nglanggeran dulunya merupakan kantong kemiskinan di Kabupaten Gunung Kidul. Berubahnya identitas desa menjadi desa wisata membuat desa banyak dikunjungi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal tersebut memberikan dampak positif yaitu meningkatkan ekonomi masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD) juga membuka peluang kerja di bidang pariwisata. Namun di sisi lain juga menimbulkan dampak negatif terutama pada lingkungan dan sosial masyarakat. Permasalahan yang muncul akibat intervensi dari kegiatan pariwisata di Desa Nglanggeran membuktikan bahwa terjadi penurunan kelayakhunian desa. Oleh karena itu, penelitian ini ingin merumuskan kriteria prioritas penilaian livability Desa Nglanggeran sebagai desa wisata. Penelitian ini menggunakan analisis Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode primer berupa wawancara dengan stakeholder dan metode sekunder berupa survei instansi dan studi literatur. Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa terdapat 7 kriteria dan 24 sub kriteria penilaian livability prioritas Desa Nglanggeran dengan bobot kriteria tertinggi yaitu keberadaan utilitas dan bobot sub kriteria tertinggi yaitu kelayakhunian lingkungan

    Identifikasi Karakteristik Kegiatan Ekowisata Mangrove Wonorejo di Masa Pandemi COVID-19

    Get PDF
    Sejak awal Maret 2020 Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) menyebar dan membuat pandemi di Kota Surabaya membuat dibuatnya pembatasan pergerakan ruang masyarakat. Masyarakat tertekan karena bahaya COVID-19 dan dibatasinya ruang gerak karenanya, untuk mengatasinya masyarakat tetap perlu adanya pariwisata salah satunya pariwisata bertipe alam di tengah hiruk pikuk kota sebesar Kota Surabaya, Ekowisata Mangrove Wonorejo menjadi salah satu pariwisata yang memfasilitasi masyarakat tentu dengan kontrolling jumlah wisatawan dan penerapan protokol kesehatan (protokol CHSE) yang ketat di setiap kegiatan ekowisata. Tetapi apakah kegiatan Ekowisata Mangrove Wonorejo sudah sesuai dengan protokol CHSE, maka perlu mengidentifikasi karakteristik kegiatan Ekowisata Mangrove Wonorejo di masa pandemi COVID-19. Untuk menjalankan tujuan tersebut penelitian ini dilakukan 2 tahap analisis yaitu menentukan faktor daya tarik wisata yang berpengaruh dalam Mangrove Wonorejo di masa pandemi dengan metode analisis delphi. Tahap kedua yaitu mengidentifikasi karakteristik faktor daya tarik wisata yang berpengaruh dalam Ekowisata Mangrove Wonorejo di masa pandemi dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 9 indikator yang berpengaruh yaitu daya tarik wisata, sarana, prasarana, aksesibilitas, kelembagaan, partisipasi masyarakat, promosi, edukasi dan lingkungan dengan 23 variabel yang menerapkan protokol CHSE didalamnya akhirnya membuat 86 karakteristik kegiatan Ekowisata Mangrove Wonorejo di masa pandemi COVID-19

    Prediksi Potensi Deviasi Pola Ruang Permukiman Berbasis Cellular Automata (Studi Kasus: Kawasan Ekonomi Khusus Mekarputih, Kabupaten Kotabaru)

    Get PDF
    Kawasan mekaputih sebagai Kawasan Ekonomi Khusus memiliki rencana tata ruang yaitu RDTR kawasan mekaputih 2020-2040 yang berfokus pada industri. Dalam hal pelaksanaan, rencana tata ruang secara umum masih banyak terjadi penyimpangan di lapangan sehingga tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun. Didukung dengan RDTR kawasan mekaputih serta peluang besar dari minat investor dalam berinvestasi, akan menyebabkan urbanisasi yang menambah kebutuhan tempat tinggal khususnya untuk kebutuhan industri di kawasan mekarputih. Untuk mengantisipasi dampak negatif yang tidak terkontrol, maka kawasan mekaputih memerlukan sebuah prediksi perkembangan penggunaan lahan permukiman guna memberikan gambaran perkembangan penggunaan lahan permukiman, serta mengetahui potensi deviasi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model spasial prediksi potensi deviasi pola ruang permukiman Kawasan Ekonomi Khusus mekaputih, Kabupaten Kotabaru hingga tahun 2040 dengan menggunakan metode analisis cellular automata yang digunakan untuk melakukan prediksi perkembangan permukiman hingga tahun 2040, analisis delphi dan AHP (Analytical Hierarchy Process) dalam menentukan faktor yang mempengaruhi perkembangan permukiman di kawasan mekaputih beserta bobotnya. Hasil penelitian ini adalah model perkembangan permukiman di kawasan mekaputih tahun 2020-2040 dengan akurasi sebesar 95,52 % dan melihat potensi deviasi yang terjadi di masa mendatang. Perkembangan permukiman di kawasan mekaputih disebabkan oleh faktor fasilitas pendidikan, perdagangan dan jasa, jalan utama, jalan lingkungan, kawasan pabrik/industri, permukiman eksisting, serta peruntukkan ruang permukiman. Potensi deviasi yang terjadi apabila hasil prediksi dibandingkan dengan rencana pola ruang kawasan mekaputih yaitu permukiman yang mengkonversi penggunaan lahan lain seperti fasilitas umum, hutan, industri, pertanian, sempadan pantai, transportasi, dan RTH seluas 337,99 Ha, rencana pola ruang permukiman yang tidak berkembang menjadi permukiman seluas 229,018 Ha, perkembangan permukiman yang sesuai dengan RDTR seluas 487,87 Ha. Kebutuhan permukiman berdasarkan prediksi hingga tahun 2040 seluas 828,09 Ha, sedangkan di rencana pola ruang kawasan mekaputih hanya merencanakan permukiman seluas 580,36 Ha, sehingga berpotensi terjadi perubahan penggunan lahan yang tidak terkontrol

    Arahan Optimasi Pemanfaatan Lahan Melalui Pendekatan Telapak Ekologis di Kabupaten Sidoarjo

    Get PDF
    Tingginya laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Sidoarjo yakni sebesar 1,62% berpotensi meningkatkan kebutuhan penduduk terkait luas lahan permukiman. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menciptakan alih fungsi lahan yang tidak terkendali dan akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu, mulai nampaknya pengurangan beberapa luas penggunaan lahan pangan seperti lahan perikanan yang menurun sebesar 53 Ha yang mengakibatkan penurunan produktivitas bandeng sebesar 3.490.500 Kg pada tahun 2009-2013 dan lahan pertanian sebesar ±300 Ha pada tahun 2016-2018. Keadaan tersebut tidak sesuai dengan slogan Kabupaten Sidoarjo yang menyatakan bahwa Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah yang subur sebagai lumbung pangan. Hal dapat menjadi masalah mengingat semakin besar jumlah penduduk, maka semakin besar pula kebutuhan pangan yang dibutuhkan. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan pendekatan telapak ekologis dengan melakukan perhitungan terkait biokapasitas (demand), telapak ekolgis (supply), dan keseimbangan defisit ekologis. Terdapat beberapa variabel penelitian ini, yakni populasi, lahan pertanian, lahan peternakan, lahan perikanan, dan lahan terbangun. Dari pendekatan dan varibel tersebut nantinya dapat diketahui luas eksisting lahan tahun 2018, kebutuhan telapak ekologis tahun 2019, rencana pola ruang tahun 2029, serta kebutuhan lahan tahun 2029. Kemudian hasil perhitungan tersebut digunakan untuk menghasilkan arahan optimasi yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi keseimbangan defisit ekologis Kabupaten Sidoarjo saat ini mengalami surplus sebesar 0,035016 gha/jiwa. Kondisi surplus ini masih dapat dipertahankan hingga tahun 2029 meskipun nantinya terjadi pengurangan penggunaan lahan pertanian, peternakan, dan perikanan yang digantikan dengan lahan terbangun seperti permukiman dan industri jika diarahkan dengan pemanfaatan lahan sebagai berikut: lahan pertanian menjadi seluas 15.234 Ha, lahan peternakan menjadi seluas 12.163 Ha, lahan perikanan menjadi seluas 9.882 Ha, lahan permukiman perdesaan menjadi seluas 5.795 Ha, lahan permukiman perkotaan menjadi seluas 19.235 Ha, dan lahan industri menjadi seluas 6.619 Ha

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇