Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Analisa Kecelakaan Lalu Lintas di Ruas Jalan Tol Cipularang, Purwakarta
Semakin bertambahnya jumlah pemakai kendaraan bermotor di Indonesia meningkatkan juga angka kecelakaan di Indonesia. Salah satu jalan tol yang marak dengan kecelakaan lalu lintas adalah Jalan Tol Cipularang di Purwakarta. Selama dekade ini angka kecelakaan di Jalan Tol Cipularang selalu berada di tingkat yang tinggi, oleh karena itu diperlukan analisa di jalan tol tersebut untuk mengurangi angka kecelakaannya.Analisis kecelakaan Jalan Tol Cipularang pada studi ini dianalisis dengan menghitung besarnya angka kecelakaan, menghitung accident rate, menggambarkan peta Collision Diagram dan Blackspot menggunakan data kecelakaan di ruas Jalan Tol Cipularang, Purwakarta dari tahun 2015 – 2019, dan menghitung besaran nilai ekonomi akibat kecelakaan tersebut. Hasil analisis menunjukan bahwa accident rate di ruas jalan tol Cipularang berdasarkan klasifikasi kecelakaan fatal sebesar 3,672/100 JPKP, klasifikasi kecelakaan berat sebesar 8,379/100 JPKP, dan klasifikasi kecelakaan ringan sebesar 10,890/100 JPKP. Uji hipotesis dengan One Way-ANNOVA dari program IBM SPSS 25, membuktikan bahwa bulan dan hari terjadinya kecelakaan memberikan hasil yang sama identik, tidak berpengaruh terhadap kejadian kecelakaan, sedangkan jam terjadi kecelakaan, jenis kelamin pelaku, dan kondisi cuaca saat terjadinya kecelakaan memberikan hasil berbeda nyata atau berpengaruh terhadap kejadian kecelakaan. Melalui analisis blackspot ditemukan bahwa di ruas jalan tol Cipularang, Purwakarta terdapat 13 titik Black Spot dan ruas jalan yang memiliki angka kecelakaan tertinggi di ruas jalan tol Cipularang, Purwakarta adalah ruas Jatiluhur-Batas Wilayah Kepolisian Purwakarta dengan STA 24-STA 25 sebagai ruas jalan yang memilki nilai Cusum tertinggi. Melalui metode The Gross Output (Human Capital) diperoleh besaran biaya kecelakaan selama tahun 2015-209 untuk seluruh klasifikasi kecelakaan sebesar Rp. 37.392.457.988
Kajian Penambahan EDTA Pada Fitoremediasi Logam Berat Timbal
Pencemaran Pb yang terjadi di dalam tanah dapat disebabkan oleh proses alam dan kegiatan antropogenik. Sumber utama polusi Pb adalah cerobong asap dari pabrik yang menggunakan bahan baku Pb, limbah dari industri penyimpanan baterai, peleburan dan ekstraksi logam dari bijih Pb, kegiatan pelapisan logam, pupuk dan pestisida, serta penggunaan Pb pada bahan aditif bensin. Pb dapat dihilangkan dengan proses fitoremediasi. Fitoremediasi merupakan proses remedasi lingkungan tercemar menggunakan tumbuhan. Penggunaan agen pengkelat seperti EDTA dalam proses fitoremediasi logam berat Pb dapat membantu proses fitoektraksi dan meningkatkan kelarutan Pb di tanah agar dapat dengan mudah diserap oleh tumbuhan. EDTA merupakan agen pengkelat yang terbukti efektif untuk Pb karena memiliki afinitas yang kuat dengan Pb
Perbaikan Metode dan Stasiun Kerja Menggunakan Teknik Pengukuran Kerja dan Ergonomi Partisipatif di PT Terminal Teluk Lamong
PT Terminal Teluk Lamong merupakan perusahaan logistik yang berfokus di bidang bongkar-muat peti kemas dan bongkar curah kering (dry bulk). Pada kegiatan bongkar curah kering, kinerja grab ship unloader (GSU) menentukan efisiensi bongkar. Saat ini performa curah kering PT Teluk Lamong memiliki rata-rata flow rate sebesar 675,71 ton/jam dari kapasitas maksimal 2500 ton/jam. Untuk meningkatkan kinerja GSU, ditentukan variabel yang mempengaruhi yaitu operator dan stasiun kerja. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran kerja berupa stopwatch time study untuk operator GSU. Selain itu dilakukan penerapan ergonomi partisipatif berupa pelibatan operator dalam identifikasi permasalahan serta pemecahannya melalui metode wawancara dan diskusi. Selain itu juga dilakukan perbaikan kondisi stasiun kerja yang berfokus pada kondisi lingkungan. Pada perbaikan stasiun kerja juga digunakan hasil kuesioner menggunakan Nordic Body Map untuk mengukur potensi cedera operator GSU. Hasil dari penelitian yang dilakukan merupakan perubahan metode serta perbaikan stasiun kerja GSU. Rekomendasi metode kerja GSU yang dihasilkan adalah perubahan pola pergerakan pengambilan material dari dalam palka. Sedangkan untuk rekomendasi stasiun kerja disusun untuk memastikan bahwa kondisi tubuh operator saat bekerja tidak terbebani
Pengembangan Model Evaluasi Total Cost of Ownership untuk Mengestimasi Umur Ekonomis pada Sebuah Subsistem Produksi yang Terdiri dari Beberapa Komponen (Studi Kasus di Industri Semen)
Dalam ekonomi global, khususnya untuk item dengan nilai yang besar, pertimbangan biaya tidak berhenti hanya pada akuisisi melainkan sepanjang siklus hidup. Total Cost of Ownerhip (TCO) merupakan penjumlahan dari seluruh biaya dalam produk selama siklus hidup. Penggunaan istilah TCO dibandingkan life cycle cost (LCC) dipilih karena penelitian terfokus pada kepemilikan aset fisik. TCO dapat digunakan sebagai alat untuk membantu dalam pembuatan keputusan penggantian aset melalui penentuan umur ekonomis yang dihitung melalui equivalent uniform annualized cost (EUAC) TCO dengan mempertimbangkan discount rate dan tingkat inflasi per tahun. TCO melalui EUAC diproyeksikan ke dalam jangka waktu tertentu hingga mendapatkan nilai minimum untuk menentukan umur ekonomis. Umur ekonomis pada penelitian ini dipertimbangkan dalam ruang lingkup sistem untuk menemukan jangka waktu pengoperasian sistem yang dapat meminimalkan biaya dan menemukan komponen kritis yang berdampak pada EUAC dan umur ekonomis sistem tersebut. Pada penelitian ini, model TCO akan dikembangkan pada subsistem produksi yaitu Raw Mill dan Packer dengan mengakomodasi faktor ketidakpastian yang berkaitan dengan operasional, pemeliharaan, dan faktor produksi yang digunakan untuk mengestimasi umur ekonomis. Tujuan penelitian ini antara lain adalah melakukan evaluasi atau analisis terkait struktur TCO dan komponen penyusun dari TCO, mengembangkan teknik solusi dan rekayasa matematis yang diperlukan untuk mendapatkan profil TCO yang dapat digunakan untuk mengevaluasi TCO, dan menentukan estimasi umur ekonomis sistem, EUAC, profil biaya komponen, dan komponen kritis pada sistem Raw Mill dan Packer. Pengembangan model TCO dilakukan dengan metode simulasi monte carlo. Hasil estimasi umur ekonomis untuk sistem Raw Mill adalah 15 tahun dan Packer adalah 28 tahun. Nilai umur ekonomis dan EUAC pada sistem Raw Mill dipengaruhi secara signifikan oleh Roller Mill dari aspek kerusakan dan Raw Mill Fan dari aspek operasional, sedangkan untuk Packer dipengaruhi oleh Packing Machine secara keseluruhan
Perhitungan Waktu dan Anggaran Biaya Pelaksanaan pada Pembangunan Apartemen Capital Square Surabaya
Proyek Capital Square merupakan proyek pembangunan apartemen yang terletak di Jalan HR. Muhammad No. 3,5,7. Proyek tersebut dibangun oleh kontraktor PT Nusa Raya Cipta (NRC) terdiri 8 lantai untuk podium dan 25 lantai untuk apartemen dengan luas lahan 20.785 m2.. Perhitungan biaya dan waktu pada proyek ini dilakukan dengan menghitung volume, produktivitas, durasi dan menyusun jadwal pada masing-masing item pekerjaan. Untuk biaya pelaksanaan menggunakan brosur dan standard harga di Kota Surabaya. Berdasarkan hasil pehitungan yang telah dilakukan diperoleh hasil biaya pekerjaan senilai Rp35.218.518.623,- dengan waktu pelaksanaan 351 hari kalender. Perhitungan di atas merupakan perhitungan biaya khusus untuk struktur utama bangunan lantai 9 sampai 20
Rekomendasi Solusi untuk Mengatasi Kelongsoran pada Lereng Jalan Akses PLTA Musi (KM 5 dan KM 8) dengan Pendekatan Cracked Soil
PLTA Musi Bengkulu merupakan pembangkit listrik tenaga air terbesar di Sumatera. Namun, lereng tepi jalan akses menuju lokasi tersebut mengalami kelongsoran ketika hujan yang sangat lebat melanda Kota Bengkulu pada tahun 2017, sedangkan jalan ini berperan penting untuk menunjang aspek transportasi dan ekonomi masyarakat Bengkulu. Dari permasalahan tersebut, maka diperlukan perencanaan perkuatan lereng untuk mencegah terjadinya kelongsoran di masa yang akan datang. Dalam Tugas Akhir ini, beberapa alternatif perkuatan lereng yang ditawarkan, antara lain seperti subdrain dan soil reinforcement (geotextile), bored pile, serta ground anchor. Perencanaan ini akan dilakukan pada dua lokasi, yaitu KM 5 dan KM 8, yang dapat dianggap sebagai acuan dalam penyelesaian kelongsoran di lokasi lainnya. Perencanaan untuk perbaikan lereng jalan yang longsor dilakukan berdasarkan pendekatan cracked soil, dimana tanah diasumsikan bersifat behaving like sand. Dari beberapa alternatif perkuatan yang ada, maka rekomendasi solusi untuk mengatasi kelongsoran pada lokasi KM 5 adalah pemasangan subdrain dan geotextile praktis sebayak 21 lapis dengan panjang masing-masing 2 meter. Hasil perencanaan ini membutuhkan biaya Rp 1.380.592.037. Sedangkan untuk lereng KM 8 digunakan ground anchor sebanyak 2 buah dengan kapasitas sebesar 256,67 kN. Biaya yang diperlukan adalah Rp 39.577.185
Simulasi dan Uji Kemampuan Sistem Perpipaan Pemadam Kebakaran di Perumahan Salonsa, Sorowako, Sulawesi Selatan dalam Menghadapi Fenomena Water Hammer Menggunakan Software AFT Impulse 7 dan CAESAR II
Sistem perpipaan pemadam kebakaran di perumahan Salonsa merupakan fasilitas yang vital, sistem ini tidak boleh rusak/gagal karena sistem harus bisa digunakan pada tiap waktu. Sistem perppaan harus mampu bertahan dari fenomena water hammer yang menyebabkan fluktuasi tekanan. Akan dilakukan simulasi menggunakan software AFT Impulse dengan skenario valve hydrant ditutup dengan cepat, dan pompa yang mati mendadak, simulasi dilakukan untuk mengetahui efek dari fenomena water hammer pada sistem perpipaan. Simulasi kedua menggunakan software CAESAR II untuk mengetahui pembebanan yang terjadi di sepanjang sistem perpipaan pada kondisi tekanan normal dan ekstrim. Simulasi bertujuan untuk mengetahui apakah sistem perpipaan yang sudah ada dapat bertahan saat terjadi fenomena water hammer, simulasi juga bertujuan memberikan saran dan masukan untuk meningkatkan keamanan operasiona dari sistem perpipaan pemadam kebakaran yang sudah ada
Evaluasi Perancangan Jembatan Longspan Cililitan Proyek LRT Jabodebek Menggunakan Balanced Cantilever Precast Post-Tensioned Box Girder
Dalam perencanaan proyek Longspan Cililitan Proyek LRT Jabodebek mengacu pada Perpres No 65 Tahun 2016, Kementrian Perhubungan selaku owner membawahi supervising consultant dan Project Government Auditor menunjuk PT Adhi Karya (Persero), Tbk. selaku design and built contractor dan PT. Kereta Api Indonesia sebagai operator. Kontraktor harus mememiliki beberapa konsultan yang tertera dalam kontrak sebagai syarat wajib dalam perencanaan proyek tersebut. Yang pertama adalah konsultan untuk membuat Detail Engineering Design (DED). Yang merencanakan detail dimensi dari proyek jembatan bentang panjang. Tetapi penyiapan dokumen Detail Engineering Design oleh konsultan perencana atau kontraktor belumlah cukup untuk meyakinkan dan menjamin kehandalan produk engineering dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Oleh karena itu diperlukannya pemeriksaan pembuktian oleh pihak ketiga seperti konsultan Independent Proof Checker (IPC) sebagai dasar pertimbangan dan memberikan masukan atau saran sebelum akhirnya desain yang digunakan dinyatakan layak untuk dilanjutkan ke tahap konstruksi. Dalam tugas akhir ini, penulis akan merencanakan ulang Jembatan Longspan LRT Cililitan dengan menggunakan precast posttensioned box girder sepanjang 198 meter yang terdiri dari 3 bentang, masing masing 54 m, 90 m dan 54 m. Struktur jembatan yang direncanakan untuk double track. Dengan menggunakan metode balanced cantilever. Perencanaan harus memperhatikan stabilitas struktur dalam tiap tahap pengerjaannya. Dalam perencanaannya dilakukan perhitungan sebagai Independent Proof Checker (IPC) yang diharapkan dapat menjadi pembanding dari perhitungan Detail Engineering Design (DED) yang sudah ada
Aplikasi Pengajuan Izin Lokasi Usaha Perikanan Budidaya Berbasis Webgis (Studi Kasus : Kabupaten Sumenep)
Salah satu aktivitas perekonomian yang banyak dilakukan di kawasan pesisir Indonesia diantaranya adalah kegiatan perikanan budidaya. Kabupaten Sumenep merupakan penghasil perikanan budidaya terbanyak di Jawa Timur dengan jumlah produksi mencapai 89.579 ton. Akan tetapi, masyarakat secara umum masih banyak yang belum memahami adanya prosedur pengajuan izin lokasi sehingga terjadi pemanfaatan lahan usaha perikanan budidaya yang dilakukan pada area yang tidak sesuai dengan perencanaan tata ruang wilayah. Selain itu terjadi sengketa antar elemen masyarakat dikarenakan adanya lahan usaha yang ilegal. Peran serta pemerintah tentunya sangat diharapkan dengan menyediakan tahapan perizinan lokasi yang efektif dalam rangkaian pengajuan izin berusaha, agar tidak terjadi lagi konflik kepentingan antar elemen masyarakat. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk memfasilitasi pengusaha perikanan budidaya di Kabupaten Sumenep dalam melakukan pengajuan izin lokasi usaha dengan merancang aplikasi pengajuan izin lokasi usaha perikanan budidaya berbasis webGIS. Data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain data vektor RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kabupaten Sumenep 2013-2033, data vektor lokasi usaha perikanan budidaya dan tambak garam Kabupaten Sumenep serta peta online google maps, mapbox, dan open street maps. Proses perancangan dan pembangunan basis data melalui platform XAMPP dengan MySQL digunakan sebagai sistem manajemen basis data. Konfigurasi elemen-elemen pada web dibuat dengan bahasa pemrograman HTML dan Javascript, kemudian menggunakan framework bootstrap sebagai library CSS. Konfigurasi input data melalui form pengajuan dibuat dengan bahasa pemrograman PHP dan library JavaScript Leaflet. Aplikasi ini juga memuat peta interaktif yang menyediakan informasi mengenai pola ruang RTRW, lahan tambak perikanan budidaya, dan tambak garam yang dibuat melalui platform ArcGIS Online sekaligus digunakan sebagai rujukan pengguna sebelum melakukan proses pengajuan
Analisis Kemampuan Pendeteksian Pengujian Eddy Current terhadap Retak Memanjang Logam Las pada Sambungan Tee Joint Material Aluminium 5083 Dilapisi Non-Conductive Coating dengan Variasi Panjang dan Kedalaman Cacat
Material seringkali mengalami kerusakan atau retak yang diakibatkan oleh proses pengelasan, salah satunya berada di bawah lapisan pelindung material. Retak tersebut dapat diperiksa dengan metode Eddy Current Testing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitivitas dari Eddy Current Testing (ECT) dengan menggunakan variasi dimensi retak pada sambungan las tee joint material aluminium 5083. Penelitian ini menggunakan lima buah test piece material aluminium 5083 dengan masing-masing material berkuran 200 mm x 50 mm x 10 mm. Tiap material tersebut disambungkan dengan cara dilas. Retak buatan dibuat dengan menggunakan Electrical Discharge Machining (EDM) dengan variasi panjang dan kedalaman retak dengan 4 retak tiap test piece. Variasi panjang retak yang digunakan yaitu: 5.0 mm, 7.0 mm, 9.0 mm, dan 15.0 mm. Untuk variasi kedalaman retak yang digunakan yaitu: 0.5 mm, 1.0 mm, 1.5 mm, 2.0 mm dan 2.5 mm. Dengan menggunakan pengaturan parameter pengujian sebagai berikut. Probe connector: BNC; Frequency mode: Single; Frequency: 30 kHz; Angle: 352o; H gain: 59.8 dB; V gain: 68.9 dB; didapatkan hasil tinggi rata-rata indikasi sinyal retak pada pendeteksian kedalaman retak sebagai berikut. Untuk kedalaman retak 0.5 mm tinggi indikasi sinyal retaknya 4.5 mm; kedalaman 1.0 mm adalah 11.75 mm; kedalaman 1.5 mm adalah 19.75 mm; kedalaman 2.0 mm adalah 26.5 mm dan kedalaman 2.5 mm adalah 31.25 mm. Tingkat ketelitian yang didapat untuk pendeteksian kedalaman retak ialah 93.57%. Untuk pendeteksian panjang retak didapatkan hasil rata-rata panjang terukur retak buatan sebagai berikut: panjang retak aktual 5 mm memiliki nilai panjang retak terukur 6.32 mm; panjang retak aktual 7 mm memiliki nilai panjang retak terukur 7.18 mm; panjang retak aktual 9 mm memiliki nilai panjang retak terukur 8.8 mm dan panjang retak aktual 15 mm memiliki nilai panjang retak terukur 14.48 mm. Tingkat ketelitian yang didapat untuk pendeteksian panjang retak ialah 91.31%