Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Deteksi Citra dan Posisi Barcode Menggunakan Metode Oriented Fast and Rotated Brief (ORB) dan Maximally Stable Extremal Regions (MSER)
Warehouse yang digunakan untuk tempat menyimpan barang yang di kirim dari produsen ke konsumen. Dari kondisi yang ada di lapangan, antara barang yang ada di warehouse dan catatan inventaris sering terdapat kesalahan. Kesalahan yang kerap terjadi adalah salah penempatan barang yang disebabkan oleh kelalaian yang dilakukan oleh operator disana. Hal ini kerap menyebabkan kekeliruan antara inventaris dalam warehouse dan catatan inventaris yang dimiliki. Dalam pengecekan inventaris yang ada pada warehouse masih menggunakan operator dalam mengecek tiap palet yang ada pada rak setinggi kurang lebih 10 meter. Hal ini membutuhkan waktu rata rata 8 menit untuk melakukan pengecekan dalam satu rak yang terdiri dari 12 barcode. Sistem ini dirancang untuk membantu penyelesaian masalah tersebut dengan membuat drone yang dapat melakukan pengecekan secara otomatis dan memindai barcode menggunakan image processing beserta metode ORB dan MSER untuk mengetahui posisi barang tersebut. Dari hasil yang didapat sistem ini berhasil membaca rata rata 12 barcode dalam 4 menit. Dari yang semula dalam pengecekan manual 12 barcode membutuhkan waktu 8 menit, menghasilkan selisih 4 menit dalam pengecekan 12 barcode
Analisis Rute Layanan Bandara Komodo Akibat Perubahan Kebijakan Pengoperasian Bandara Internasional
Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo merupakan situs warisan dunia oleh UNESCO, sehingga membuat kunjungan wisatawan mancanegara meningkat terus menerus dari tahun ketahun. Pada tahun 2019, sebanyak 144.068 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Demi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Taman Nasional Komodo, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengusulkan untuk membuka penerbangan langsung (direct flight) dari luar negeri ke Labuan Bajo. Bandar Udara Komodo merupakan akses wisatawan ke Labuan Bajo. Namun disisi lain, hasil evaluasi pemerintah menunjukkan bahwa sebagian besar bandara internasional di Indonesia tidak sepenuhnya beroperasi sesuai kriteria bandara internasional. Untuk efisiensi operasional, maka diusulkan untuk hanya delapan bandara yang akan menjadi bandara hub dan super hub internasional. Dengan adanya dua kebijakan yang tidak sejalan, maka perlu dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui kebijakan manakah yang paling sesuai untuk diterapkan pada Bandara Komodo, Labuan Bajo. Data-data yang digunakan adalah daftar bandar udara internasional yang selama ini melakukan penerbangan secara langsung ke Bandara Komodo, pola rute penerbangan, jarak tempuh, dan waktu tempuh untuk penerbangan langsung dan penerbangan transit di salah satu bandara hub internasional. Selanjutnya dari data-data yang diperoleh akan dianalisis dan dibandingkan jarak tempuh, waktu tempuh, tarif penerbangan, dan nilai konektivitas dari rute penerbangan langsung dengan rute penerbangan transit. Hasil dari analisis menunjukkan rute penerbangan langsung yang menuju ke Bandar Udara Komodo Labuan Bajo memiliki rata-rata jarak tempuh sebesar 1993 km, waktu tempuh sebesar 2,45 jam, tarif penerbangan sebesar Rp. 2.519.202, dan nilai konektivitas sebesar 17.19. Sedangkan untuk rute penerbangan transit yang menuju ke Bandar Udara Komodo Labuan Bajo memiliki rata-rata jarak tempuh sebesar 3105 km, waktu tempuh sebesar 13,6 jam, tarif penerbangan sebesar Rp. 4.066.290, dan nilai konektivitas sebesar -421,85
Pra Desain Pabrik Konnyaku dari Umbi Porang (Amorphophallus oncophyllus) dengan Metode Kombinasi Enzim α-Amilase dan Ekstraksi Etanol
Glukomanan merupakan salah satu kandungan dalam umbi porang yang baik untuk diet dan kesehatan, antara lain dapat mengurangi kolesterol darah, memperlambat pengosongan perut, mempercepat rasa kenyang sehingga cocok untuk makanan diet dan bagi penderita diabetes. Tepung glukomanan memiliki banyak sekali manfaat, namun hingga tahun 2021, produksi tepung glukomanan dan produk sehat siap konsumsi seperti konnyaku hanya ada 3 pabrik saja di Indonesia. Pada tahun 2012, Indonesia belum bisa memenuhi seluruh permintaan ekspor porang yang mencapai 200 ton/tahun sehingga Indonesia perlu meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri. Pra Desain Pabrik Konnyaku dari Umbi Porang (Amorphophallus oncophyllus) direncanakan mulai beroperasi tahun 2025 dengan kapasitas produksi sebesar 10.000 ton/tahun. Lokasi pendirian pabrik direncanakan di Desa Banjaranyar Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dalam pemenuhan kapasitas tahunan, pabrik akan beroperasi kontinyu 24 jam per hari selama 330 hari. Dengan bahan baku sebesar 1.239,90 kg/jam dapat dihasilkan produk konnyaku sebesar 1.262,65 kg/jam. Proses produksi konnyaku dari tepung glukomanan umbi porang dapat diuraikan menjadi 3 tahapan proses. Proses pertama adalah pembuatan tepung porang dari umbi porang. Tahap kedua yaitu proses pemurnian glukomanan. Tahap ketiga adalah tahap pembuatan konnyaku. Pra Desain Pabrik Konnyaku dari Umbi Porang ini dirancang sebagai perusahaan yang berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staff. Untuk dapat mendirikan pabrik dengan kapasitas produksi sebesar 10.000 ton/tahun, maka diperlukan total modal investasi sebesar Rp 440.909.029.759,84 dan total biaya produksi sebesar Rp 341.370.098.851,44 dengan estimasi hasil penjualan sebesar Rp 649.320.228.564,79 per tahun. Sehingga didapatkan harga pokok penjualan (HPP) sebesar Rp 30.389.283,13 per ton produk. Estimasi umur pabrik ini adalah 10 tahun dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 38,33%, Pay Out Time (POT) 4 tahun 10 bulan, dan Break Even Point (BEP) sebesar 23,42%
Pra-Desain Pabrik Minyak Goreng Dedak Padi dengan Metode Physical Refining
Minyak dedak padi merupakan salah satu minyak yang bukan berbahan dasar kelapa sawit yang berpotensi sebagai pengganti minyak kelapa sawit. Di Indonesia, minyak yang tidak dibuat dari kelapa sawit masih langka karena masih diimpor dari negara lain. Minyak dedak padi dihargai lebih tinggi daripada minyak paling umum seperti minyak kelapa sawit dan kelapa tetapi masih dengan harga yang wajar. Minyak harus memiliki kandungan asam lemak bebas yang rendah untuk dianggap sebagai minyak goreng. Minyak dedak padi berpotensi untuk menjadi pengganti minyak kelapa sawit karena dedak padi adalah sebuah produk sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Pada tahun 2020, 9.944.538 ton dedak padi diproduksi di Jawa Timur dan menunjukkan bahwa Indonesia sangat berpotensi untuk menghasilkan minyak dedak padi Proses produksi terdiri dari 3 proses utama yaitu pre-treatment, ekstraksi dan pemurnian. Pabrik tersebut akan dibangun di Lamongan, Jawa Timur karena kabupaten tersebut menghasilkan dedak padi yang paling banyak dan juga faktor-faktor lainnya. Pembangunan pabrik diperkirakan dimulai pada tahun 2026. Pabrik tersebut memiliki kapasitas 11.000 ton/tahun dengan 24 jam operasi per hari dan 330 hari per tahun. Produk minyak dari pabrik ini mengandung 0,05% asam lemak bebas. Dari analisa ekonomi, dengan harga jual minyak dedak padi 2000 US/ton, sekam 50 US/ ton, Internal Rate of Return (IRR) untuk pabrik adalah 25,23% dengan tingkat bunga 7,95% dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar Rp. 22.848.823,8/ton. Selain itu, Pay Out Time (POT) dihitung pada 4 tahun 6 bulan dengan Break Even Point (BEP) 33%. Oleh karena itu, pabrik ini dianggap menguntungkan
Pengaruh Teknik Modulasi terhadap Penerimaan Daya pada Sistem Transfer Daya Nirkabel Frekuensi Radio berbasis Software-Defined Radio
Wireless Power Transfer (WPT) merupakan teknik pengisian daya tanpa kabel sebagai hubungan fisik. Terdapat penelitian yang sedang berlangsung pada Proyek Kolaborasi Pusat ITS berjudul “Wahana Nirawak: Aspek Keamanan Data, Pengisian Enerji, dan Desain Antena 26 GHz” mengenai sistem WPT berupa pesawat nirawak (drone) yang mengisi daya node-node yang sulit dijangkau pada JSN. Gelombang RF ditransmisikan kemudian disearahkan menjadi gelombang DC pada sisi penerima, sehingga dinamakan RF WPT. Diduga PAPR sinyal memengaruhi efisiensi penerimaan daya pada sistem WPT, terutama pada transmisi sinyal multitone. Sehingga penelitian ini mengamati tentang pengaruh teknik modulasi yang digunakan terhadap kinerja penerimaan daya pada sistem WPT, dengan sinyal pemodulasi tone tunggal dan jamak. Dengan memodelkan pemancar menggunakan SDR HackRF One dan penerima menggunakan rectenna, teknik modulasi divariasikan melalui pemrograman pada software GNU Radio. Modulasi yang dikaji meliputi: AM, FM, 2-tone, 4-tone, dan tanpa modulasi, dengan frekuensi pembawa 2.45 GHz. Metode penelitian adalah eksperimen, memisahkan pemancar dan penerima pada jarak tertentu dengan komunikasi line-of-sight, kemudian diambil data berupa Daya Terima RF, Output Tegangan DC, dan Efisiensi Konversi Daya RF-to-DC. Apabila dievaluasi dari segi efisiensi konversi daya, teknik modulasi 4-tone merupakan yang paling efisien dengan η_(RF-DC) mencapai 80.34% pada jarak 40 cm. Pada 60 hingga 120 cm, nilai efisiensi dari kelima teknik modulasi mengalami penurunan yang signifikan menjadi 1~10%. Semakin tinggi PAPR maka efisiensi konversi juga naik, dengan membandingkan PAPR dari modulasi AM 1-tone, 2-tone, dan 4-tone
Rancang Bangun Aplikasi Kebutuhan Alat Pelindung Diri di Rumah Sakit Studi Kasus di Kota Surabaya
Pandemi covid-19 yang mewabah di seluruh dunia termasuk Indonesia menyebabkan terjadinya banyak orang yang terjangkit oleh virus corona. Rumah sakit sebagai tempat perawatan membutuhkan banyak alat pelindung diri dari virus corona. Adanya kebutuhan alat pelindung diri dalam jumlah banyak dan mendesak menjadi masalah terutama di Kota Surabaya. Untuk membantu mensuplai kelangkaan APD dibutuhkan uluran dari masyarakat luas. Namun, cepatnya penjangkitan virus dan kurangnya publikasi informasi kebutuhan alat pelindung diri dapat menghambat kegiatan penyumbangan oleh masyarakat umum. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dikembangkan aplikasi Kebutuhan APD Surabaya yang mewadahi informasi kebutuhan APD di rumah sakit di Kota Surabaya. Aplikasi yang dikembangkan menggunakan kerangka kerja Laravel. Melalui aplikasi ini, diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk menemukan informasi rumah sakit yang membutuhkan suplai APD dan dapat melakukan penyumbangan alat pelindung diri
Analisa Highest and Best Use pada Lahan Terbangun Gedung Flamingo Surabaya
Gedung Flamingo Surabaya yang terletak di Jalan Raya Genteng Kali No. 51-53 Kecamatan Genteng, dengan luas tanah sebesar 2.200 m² dan luas bangunan 1.500 m², semula merupakan gedung serbaguna yang memiliki fungsi sebagai gedung untuk acara seperti pernikahan, ulang tahun, sampai acara rekrutmen pekerjaan sebuah perusahaan. Sejak tahun 2020 gedung tersebut tidak berfungsi lagi, yang berarti gedung tidak lagi sebagai properti komersial. Nilai lahan untuk properti non komersial tidak setinggi nilai lahan untuk properti komersial. Dengan lokasi yang sangat strategis, sangat disayangkan apabila nilai lahan untuk gedung tersebut tidak bisa tinggi. Oleh karena itu diperlukan analisa kemungkinan alternatif penggunaan dari lahan Gedung Flamingo untuk mengetahui penggunaan yang menghasilkan nilai lahan tertinggi dengan metode Highest and Best Use (HBU). Metode HBU ini meliputi aspek legal, aspek fisik, aspek finansial, dan produktivitas maksimum. Aspek legal menganalisis zoning. Aspek fisik menganalisis ukuran, bentuk dan kegunaan, aksesibilitas, utilitas, serta perencanaan bangunan. Aspek finansial menganalisis kelayakan finansial. Analisa produktivitas maksimum untuk mengetahui alternatif properti yang menghasilkan nilai lahan tertinggi dan terbaik. Dari hasil analisa menggunakan metode HBU didapatkan nilai eksisting properti sebesar Rp. 113.496.377.508. Sedangkan hasil analisa untuk alternatif penggunaan lain didapatkan bahwa alternatif hotel merupakan alternatif penggunaan yang memiliki nilai lahan tertinggi dan terbaik dengan nilai lahan sebesar Rp. 278.579.997.176
Studi Eksperimental Pengaruh Penempatan Dinding Dekat Sudu Returning pada Jarak G/D = 1,335 terhadap Kinerja Turbin Angin Savonius
Bertambahnya penduduk Indonesia tiap tahun mengakibatkan konsumsi energi yang semakin tinggi. Dengan sumber energi yang masih didominasi oleh energi fosil dimana terus mengalami penurunan produksi, maka diperlukan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Turbin angin Savonius merupakan pilihan terbaik untuk memanfaatkan potensi energi angin menjadi energi listrik dengan menginstalasikannya didekat bangunan tinggi guna mendapatkan aliran bebas hambatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan turbin angin Savonius dua sudu berdiameter (D) sebesar 165,2 mm. Adapun parameter penelitian yang digunakan adalah G/D = 1,335; H/L = 1; S/D = 4,91; T/D = 1,16; K/D = 1,31 dan kecepatan angin divariasikan sebesar 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan 10 m/s. Eksperimen dilakukan dengan meletakkan model dinding bangunan didekat returning blade turbin angin Savonius. Hasil didapatkan bahwa performa optimum turbin tercapai pada kecepatan angin 9 m/s dengan nilai Coefficient of Power (CP) maksimum sebesar 0,0361 pada = 0,459 dan nilai Coefficient of Moment (CM) maksimum sebesar 0,0788 pada = 0,459. Selain itu, penempatan model dinding juga mampu meningkatkan kemampuan self-starting turbin angin Savonius pada seluruh variasi kecepatan angin
Studi Numerik Defleksi dan Distribusi Tegangan pada Spar dengan Struktur I-beam yang Terbuat dari Material Komposit - Aplikasi pada Sudu Turbin Angin Avatar
Dalam pembuatan sudu turbin angin harus diperhatikan material yang digunakan. Sudu turbin angin harus memiliki kekuatan spesifik yang tinggi (strength to weight ratio) dengan berat yang ringan. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dipelajari kinerja spar dari sudu turbin angin yang terbuat dari material komposit carbon reinforced polymer dan glass fiber reinforced polymer. Struktur spar pada sudu turbin angin memiliki geometri cantilever I beam. Dimensi spar disesuaikan dengan dimensi pada turbin angin riset AVATAR (Advanced iv Aerodynamic Tools of large Rotors) dan referensi INNWIND.EU dengan lebar pada flange dan web dibuat menjadi konstan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan numerik finite element analysis menggunakan aplikasi ABAQUS CAE 2017. Sebelumnya akan dilakukan validasi model simulasi dengan membandingkan hasil defleksi studi terdahulu dengan penelitian ini. Hasil dari validasi menghasilkan perbedaan defleksi sebesar 0.1%. Hal ini menandakan pemodelan yang digunakan sudah sesuai. Selanjutnya, dipelajari kinerja defleksi dan tegangan pada spar yang terbuat dari 3 material berbeda yaitu S-glass 913/epoxy, TC35/epoxy, dan M55/epoxy dengan distribusi serat merata dan unidirectional. Hasil penelitian menunjukkan nilai defleksi dipengaruhi oleh modulus elastisitas E1 yang dapat menahan deformasi elastis. Selain itu, didapatkan daerah yang memiliki tegangan paling tinggi pada spar caps terletak di bagian root yang menjadi penopang gaya pembebanan. Sedangkan pada shear web, tegangan maksimum terletak pada bagian atas dan bawah yang mengalami kontak langsung dengan spar caps. Ketiga daerah ini harus diperhatikan lebih lanjut dikarenakan daerah dengan tegangan maksimum memiliki kemungkinan terjadinya failure pada sudu turbin angin
Evaluasi Tata Kelola Keamanan Informasi Berdasarkan Standar ISO/IEC 27001:2013 dengan Menggunakan Model SSE-CMM (System Security Engineering Capability Maturity Model) pada Perusahaan Daerah Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya
PDAM Surya Sembada Kota Surabaya salah satu BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Surabaya. Dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan tentunya memerlukan Teknologi Informasi dan Sistem Informasi yang cukup memadai guna mendukung pelayanan prima kepada pelanggan, lebih-lebih di era digitalisasi saat ini. Untuk mengukur sejauh mana kemampuan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya dalam hal tata kelola keamanan informasi maka perlu dilakukannya sebuah evaluasi tata kelola keamanan informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kematangan (Maturity Level) keamanan informasi, serta memberikan rekomendasi pada PDAM Surya Sembada Kota Surabaya berdasarkan evaluasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode skala Systems Security Engineering Capability Maturity Model (SSE-CMM). Perhitungan Maturity Level menggunakan 4 klausul yang telah ditentukan berdasarkan pada ISO/IEC 27001:2013 dan menggunakan skala Systems Security Engineering Capability Maturity Model (SSE-CMM). Hasil rata-rata nilai Maturity Level dari keseluruhan klausul sebesar 3,5 dan berada dalam level tiga yang mana merupakan kategori Well Defined artinya kinerja pada level ini dilakukan sesuai dengan persetujuan, sesuai dengan standar yang telah ada, dan proses telah didokumentasikan, direncanakan dan dikelola dengan menggunakan standar yang ditetapkan organisasi. Selain itu, penulis menemukan beberapa gap antara kondisi sebenarnya dengan standar ISO/IEC 27001:2013 dan telah diberikan rekomendasi. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki gap yang ada sesuai dengan standar ISO/IEC 27001:2013. Sehingga kedepannya dapat digunakan sebagai dasar mengambil penilaian dan kebijakan manajemen PDAM Surya Sembada Kota Surabaya dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) sesuai standar ISO/IEC 27001: 2013