Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Identifikasi Faktor Prioritas dan Karakteristik Wisata Pantai Boom Marina Banyuwangi di Masa Pandemi Covid-19
Wisata Pantai Boom Marina adalah salah satu ODTW pantai di Kabupaten Banyuwangi yang dulunya merupakan bekas Pelabuhan. Wisata Pantai Boom Marina berlokasi di Kelurahan Kampungmandar, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Selama masa pandemi Covid-19, Wisata Pantai Boom Marina mengalami penurunan kunjungan hingga 62% meskipun telah terdapat upaya pembenahan. Saat ini Wisata Pantai Boom Marina menjadi fokus pengembangan pemerintah pusat sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata. Wisata Pantai Boom Marina direncanakan akan dijadikan destinasi wisata internasional oleh pemerintah pusat. Hal tersebut dikarenakan Wisata Pantai Boom Marina memiliki potensi daya tarik wisata dan memiliki letak yang strategis yaitu di pusat kota. Dengan adanya penurunan kunjungan wisatawan dan dijadikannya Wisata Pantai Boom Marina sebagai fokus pengembangan untuk dijadikan destinasi internasional, maka Wisata Pantai Boom Marina memerlukan suatu pengembangan wisata lebih lanjut. Namun sebelum melakukan pengembangan pada Wisata Pantai Boom Marina, perlu mengidentifikasi faktor yang menjadi prioritas pengembangan dan mengidentifikasi karakteristik komponen wisata eksisting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor prioritas pengembangan dan karakteristik Wisata Pantai Boom Marina di masa pandemi. Penelitian ini terbagi menjadi 2 tahapan, yaitu menentukan faktor pengembangan prioritas Wisata Pantai Boom Marina menggunakan analisis AHP. Kemudian mengidentifikasi karakteristik wisata di Wisata Pantai Boom Marina melalui skala likert dengan menggunakan analisis skoring. Hasil akhir dari penelitian ini adalah hirarki faktor prioritas pengembangan dan karakteristik Wisata Pantai Boom Marina. Hirarki faktor prioritas pengembangan Wisata Pantai Boom Marina yang didapatkan pada penelitian ini yaitu amenitas, atraksi, pelayanan tambahan dan aksesibilitas. Sementara untuk komponen wisata di Wisata Pantai Boom Marina memiliki karakteristik sangat baik hingga cukup baik menurut wisatawan
Perencanaan Pondasi Abutment Jembatan dan Perkuatan Timbunan Tanah Untuk Oprit Jembatan Di Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Seksi 1 Paket 1.1 STA 0+550 s/d STA 1+150
Solusi untuk mengurangi penggunaan energi fosil, yaitu dengan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan, salah satunya adalah Gasifikasi Biomassa. Dari proses Gasifikasi akan menghasilkan synthetic gas, dan akan digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil pada mesin diesel dual–fuel. Penelitian ini menggunakan dua analisa, yaitu analisa energi dan analisa eksergi, untuk mengetahui unjuk kerja dari gasifier. Penelitian ini bersifat simulasi dan eksperimen. Untuk metode simulasi menggunakan software Aspen Plus V10, sedangkan pada eksperimen reaktor yang digunakan untuk proses gasifikasi adalah reaktor tipe downdraft. Terdapat 3 variasi T inlet zona oksidasi yaitu 30°C, 50°C, dan 75°C, sedangkan untuk 5 variasi ER yaitu 0,2; 0,25; 0,3; 0,35; 0,4; sehingga menghasilkan nilai AFR aktual tertentu. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai LHV tertinggi untuk hasil simulasi, yaitu pada ER 0,2 dengan T inlet 30°C sebesar 5052,65 kJ/kg, dan tertinggi untuk hasil eksperimen sebesar 3736,67 kJ/kg. Hasil cold gas efficiency tertinggi untuk hasil simulasi pada ER 0,35 dengan T inlet 30°C yaitu sebesar 36,47%, dan hasil eksperimen yaitu pada ER 0,35 dengan T inlet 30°C didapatkan 53,84%. Sedangkan nilai efisiensi eksergi tertinggi untuk hasil simulasi yaitu pada ER 0,2 dan T inlet 30°C, didapatkan nilai 34,06%, dan untuk hasil eksperimen yaitu 25,45% pada ER 0,2 dengan T inlet 30°C
Analisis Kebutuhan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jl. Transyogi Cibubur, Jatisampurna
Fasilitas pejalan kaki merupakan prasarana yang penting bagi pedestrian. Salah satu fasilitas pejalan kaki adalah fasilitas penyeberangan. Fasilitas penyeberangan terdiri dari penyeberangan sebidang dan tidak sebidang. Salah satu bentuk dari penyeberangan tak sebidang adalah JPO. Jalan Transyogi Cibubur memiliki panjang 10 km dan melintasi empat wilayah sekaligus sehingga karakteristik jalan tidak pernah sepi dan cenderung memiliki volume kendaraan yang tinggi. Adanya kekhawatiran masyarakat ketika akan menyeberang dan rencana pembangunan JPO di beberapa titik di wilayah Kota Bekasi, salah satunya di Jalan Transyogi Cibubur, Jatisampurna. Dari permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian Analisis Kebutuhan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Transyogi Cibubur, Jatisampurna. Hasil yang didapatkan volume kend/jam maksimum pada titik I (11.889 kend/jam), titik II (13.519 kend/jam), dan titik III (12.160 kend/jam), volume penyeberang/jam titik I (77 penyeberang/jam), titik II (564 penyeberang/jam), dan titik III (37 penyeberang/jam), tahun 2022 sudah membutuhkan JPO, titik yang direkomendasikan adalah titik II dan I, perencanaan bentuk tipikal desain JPO menggunakan tangga tipe lurus dan U, tanjakan 200 mm, injakan 225 mm, lebar tangga 2 m, tinggi sandaran tangga 1,35 m, tinggi ruang bebas jembatan 5,8 m, dan tinggi jembatan 9,5 m
Optimasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Pemerahan Sapi menggunakan Moving Bed Biofilm Reactor
Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Pemerahan Sapi dengan sistem lumpur aktif seringkali mengalami masalah, salah satunya adalah masalah sludge bulking. Permasalahan sludge bulking menyebabkan pengendapan lumpur sangat buruk dan lumpur aktif melimpah menuju outlet bak sedimentasi menuju unit selanjutnya. Hal ini mengakibatkan kualitas pengolahan lumpur aktif tidak berjalan optimal dan hasil pengolahan masih sering keruh dan berbau. Salah satu solusi untuk mengurangi kondisi sludge bulking adalah penggunaan Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Pertumbuhan mikroorganisme akan menerapkan sistem terlekat pada media MBBR, sehingga produksi lumpur dapat berkurang, kualitas pengendapan lumpur lebih baik, dan mengurangi kondisi sludge bulking. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan MBBR dalam meningkatkan penyisihan COD dan mengurangi sludge bulking, menganalisa waktu aerasi optimum dan menganalisa media filling ratio optimum. Contoh uji air limbah diambil dari Bak Kontrol CIP IPAL Milking PT X. Sumber mikroorganisme berasal dari bio-starter EM4. Penelitian dilakukan pada reaktor dengan sistem continous flow. Reaktor teridiri dari reaktor MBBR yang terbuat dari bak plastik berdiameter 24 cm dengan tinggi air efektif 22,5 cm dan bak sedimentasi dari bak plastik dengan tinggi air efektif 13,5 cm. Variasi waktu aerasi adalah 4 jam; 8,5 jam; dan 17 jam. Variasi volume pengisian media atau media filling ratio adalah 25%, 40%, dan 50% dari volume reaktor. Media MBBR menggunakan Media Kaldness K1. Parameter yang dianalisis adalah COD, Amonia, TSS, dan Kekeruhan sebelum air limbah diolah dan sesudah air limbah diolah secara time series. Berdasarkan hasil penelitian, waktu aerasi optimum adalah pada 8,5 jam. Media filling ratio optimum adalah 40% untuk parameter COD dan TSS, 50% untuk SVI dan Kekeruhan, serta 25% untuk Ammonia
Aplikasi Geotagging Pelaporan Bencana Menggunakan Google Maps API Berbasis Android
Kejadian bencana alam di Indonesia yang telah menimbulkan banyak kerugian dibutuhkan aksi tanggap darurat bencana. Dengan aplikasi yang mampu melaporkan pelaporan bencana secara akurat dan cepat akan mempermudah dalam pelaksanaan tanggap darurat bencana. Dalam penelitian ini dibuat aplikasi pelaporan bencana berbasis android dengan menggunakan Google Maps API. Dari hasil pembuatan aplikasi pelaporan bencana didapatkan fitur yaitu, fitur pelaporan bencana, fitur geolocation, fitur basemap, dan fitur register dan login. Dilakukan juga analisis analisis kegunaan aplikasi yang hasil analisis system usability scale aplikasi mendapatkan hasil nilai sebesar 74,89 jika dibandingkan dengan klasifikasi SUS, aplikasi mendapatkan nilai Acceptable pada kategori Acceptibility Range, mendapatkan nilai C pada kategori Grade Scale, dan mendapatkan nilai Good pada kategori Adjective Ratings. Aplikasi pelaporan bencana yang dibuat mampu melakukan penentuan lokasi secara otomatis, setelah dilakukan analisis uji ketelitian geometri akurasi horizontal dengan membandingkan data yang didapatkan oleh aplikasi dengan data yang dianggap benar yaitu JKHN SBY5 didapatkan hasil RMSE sebesar 29,53 dan nilai CE90 sebesar 44,81. Dari hasil nilai CE90 yang didapatkan jika dibandingkan dengan tabel ketentuan ketelitian geometri peta RBI berdasarkan kelasnya, pada kelas 1 skala yang memenuhi adalah 1:250.000, pada kelas 2 skala yang memenuhi adalah 1:100.000, dan pada kelas 3 skala yang memenuhi adalah 1:50.000
Peningkatan Kualitas Pelayanan Aplikasi Mcdonald’s Menggunakan Metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Quality Function Deployment (QFD)
Perkembangan teknologi saat ini yang semakin maju dan bertumbuh sangat cepat membuat masyarakat selalu ingin mendapat hal secara instan namun tujuan dapat tercapai dengan baik. Hal ini lah yang akhirnya membuat banyak bermunculan jasa layanan pesan antar makanan secara online atau yang kita sebut dengan Online Food Delivery (OFD). Salah satunya adalah aplikasi Mcdonald’s. Aplikasi Mcdonald’s membantu pengguna dalam memesan makanan dari mana dan kapan saja dengan banyak promo yang menarik. Namun, ternyata banyak keluhan yang muncul terhadap penggunaan aplikasi Mcdonald’s. Maka dari itu, perlu untuk dilakukan peningkatan kualitas layanan pada penggunaan aplikasi Mcdonald’s dengan menggunakan atribut Usability pada ISO/IEC 9126 dan Nielsen Model. Didapatkan sebanyak 32 atribut pernyataan berdasarkan Usability. Dalam mengukur tingkat kualitas pelayanan aplikasi terhadap pengguna dapat menggunakan metode E-Servqual. Kemudian mengidentifikasi atribut yang prioritas untuk ditingkatkan dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan didapatkan 7 atribut yang perlu untuk ditingkatkan. Setelah itu, atribut-atribut yang prioritas untuk ditingkatkan akan diproses lebih lanjut dengan metode Quality Function Deployment (QFD). Berdasarkan 7 atribut prioritas tersebut, yang kemudian selanjutnya merancang peningkatan kualitas pelayanan aplikasi kedalam 5 prioritas respon teknis yaitu “Pengembangan sistem aplikasi Mcdonald’s”, “Penambahan notifikasi peringatan/ status pesanan”, “Penambahan panduan informasi pada aplikasi Mcdonald’s”, “Pengembangan design interface pada aplikasi Mcdonald’s”, dan “Penambahan fitur search pada tampilan awal aplikasi”. Sehingga berdasarkan hasil tersebut didapatkan rancangan perbaikan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan aplikasi Mcdonald’s
Analisis Persebaran Pedagang Kaki Lima (PKL) Berdasarkan Peraturan Bupati Banyuwangi Nomor 30 Tahun 2013 Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Berbasis Web (Studi Kasus: Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi)
Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan pelaku ekonomi di sektor informal yang diyakini dapat menyediakan lapangan kerja baru untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi dimana keberadaannya juga dibutuhkan oleh golongan masyarakat menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak tersedia di sektor formal. Akan tetapi, keberadaan PKL di sisi lain dianggap mengganggu kepentingan publik karena lokasi berdagangnya yang masih memanfaatkan fasilitas umum. Meskipun demikian, Bupati Kabupaten Banyuwangi telah membuat kebijakan mengenai pembinaan PKL yang diatur dalam Peraturan Bupati Banyuwangi Nomor 30 Tahun 2013. Oleh karena itu, dibangunlah suatu Sistem Informasi Geografis berbasis Web (WebGIS) yang dapat digunakan sebagai media promosi PKL, sistem inventarisasi data PKL, serta media untuk memonitoring kegiatan PKL terutama bagi PKL yang masih melanggar aturan. Pembangunan WebGIS menggunakan teknologi LeafletJS. Setelah itu juga akan dilakukan analisis pola persebaran PKL dengan menggunakan metode Average Nearest Neighbor (ANN) serta analisis kesesuaian lokasi PKL dengan metode analisis spasial untuk mengetahui jumlah PKL yang berjualan di kawasan terlarang sesuai dengan yang ada di peraturan. Hasil dari penelitian ini yaitu WebGIS dengan tampilan 5 halaman, antara lain: halaman utama, halaman peta, halaman database, halaman login/register, dan halaman admin dilengkapi dengan fitur-fitur yang mendukung. Dari hasil perhitungan uji kebergunaan WebGIS, didapatkan persentase skor kelayakan sebesar 81,2% yang berarti kategori sangat layak. Adapun hasil pengolahan metode ANN, didapatkan pola persebaran PKL di Kecamatan Banyuwangi adalah mengelompok (clustered). Dari total 172 PKL yang ada di Kecamatan Banyuwangi, didapatkan sekitar 56 atau 33% PKL yang melanggar atau masih berjualan di kawasan terlarang
Rancang Bangun Aplikasi Dashboard Penjualan, Logistik dan Tenaga Kerja di Pt. XYZ
Business intelligence merupakan alat bantu yang dapat digunakan untuk memvisualisasi performansi di perusahaan. Adanya visualisasi tersebut akan memudahkan perusahaan dalam proses pengambilan keputusan yang stategis bagi kemajuan perusahaan. Pada tugas akhir ini dirancang dashboard pada PT. XYZ yang merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang perkayuan. Produk yang dihasilkan dari perusahaan ini adalah jenis kayu blockboard, barecore, dan plywood. Hasil yang diperoleh pada tugas akhir ini adalah dashboard PT. XYZ yang meliputi dashboard karyawan, dashboard logistic, dan dashboard penjualan. Dashboard penjualan dilengkapi dengan metode peramalan menggunakan metode peramalan Weighted Moving Average dan Autoregresif. Peramalan dengan metode autoregresif memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan weighted moving average , dimana ditunjukkan dengan niali MAPE yang diperoleh sebesar 27.91% untuk hasil produk blockboard dan 27.02% untuk hasil produk barecore
Perencanaan Kebutuhan Pedestrian pada Ruas Jalan Panca Usaha Mataram
Jalur pejalan kaki atau trotoar menurut Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 45 ayat (1) menyebutkan bahwa “pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain”. Pada ruas Jl. Panca Usaha, Cakranegara, daerah tersebut merupakan pusat perkotaan sekaligus banyak terdapat pertokoan, jalan menuju perhotelan dan akses menuju mataram mall. Bersumber pada kondisi eksisting, Saat ini pada ruas jalan tersebut masih belum memiliki trotoar sebagai penunjang kebutuhan pejalan kaki atau pedestrian. Hal tersebut mengakibatkan pejalan kaki harus berjalan pada jalur yang tidak semestinya. Untuk menciptakan rasa nyaman dan aman bagi pejalan kaki pada daerah tersebut maka harus dipenuhinya pelayanan pedestrian. Untuk memperoleh data-data primer yang diperlukan maka harus dilakukan survey terhadap data volume pejalan kaki, volume penyeberangan jalan, volume lalu lintas, fasilitas pelengkap pejalan kaki dan lebar efektif dari perencanaan trotoar sedangkan data- data sekunder dapat dilihat dari peta land use yang ada dan peta lokasi. Dari hasil analisa dan perhitungan yang telah dilakukan, perhitungan volume maksimum dengan menggunakan analisa regresi liniear model greenshield pada setiap titik pengamatan pada weekdays dan weekend. Volume maksimum yang paling besar ada pada STA 1+350 yaitu 47 ped/mnt/m. Volume rata – rata per menit pada interval puncak V= 5 org/mnt/m. Sedangkan untuk tingkat pelayanan trotoar yang di dapat dengan menggunakan metode HCM, terdapat 2 tipe Level of service yaitu A dan B, pada perencanaan trotoar didapatkan lebar efektif terbesar pada STA 1+100 terdapat pada ruas kanan 3 m, memiliki Vp atau volume per menit sebesar 20 ped/menit/meter, dengan kualitas Level of service B. Dan Pada perencanaan fasilitas penyeberangan didapatkan 1 variasi tipe jenis fasilitas penyeberangan pada segmen yang telah direncanakan, variasi tersebut merupakan pelican
Studi Eksperimental Peletakan Sudu Returning Dekat Bangunan pada Jarak G/D 1,6970 terhadap Kinerja Turbin Angin Savonius
Sebagai negara kepulauan Indonesia tergolong masih sangat bergantung dengan bahan bakar fosil sebagai sumber utama penghasil tenaga listrik yang dibuktikan dengan kecenderungan peningkatan konsumsi tenaga listrik yakni sebesar 282.031,11 GWH pada tahun 2018 dan 289.340,82 GWH pada tahun 2019. Ketersediannya yang terbatas dan tidak dapat diperbarui serta dampak negatif terhadap lingkungan menjadikan penggunaan energi baru terbarukan menjadi opsi yang harus ditempuh. Salah satu energi terbarukan tersebut adalah energi angin. Upaya pemanfaatan energi angin sebagai sumber tenaga listrik umumnya dilakukan dengan menggunakan turbin angin yang salah satunya adalah turbin angin Savonius yang dapat diintegrasikan dengan bangunan. Akan tetapi pemasangan turbin angin Savonius ini perlu mempertimbangkan beberapa hal guna mendapatkan performa paling optimal dari turbin angin ini. Guna mengetahui performa paling optimal dari turbin angin Savonius maka diperlukannya penelitian terhadap turbin angin Savonius yang diintegrasikan dengan bangunan dengan memposisikan returning blade turbin Savonius berada di dekat dinding gedung. Studi ekperimental dilakukan dengan menggunakan turbin angin Savonius berdiameter (D) = 165,2 mm dengan memvariasikan kecepatan angin sebesar 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10 m/s pada jarak celah antara model dinding dengan turbin sebesar (G/D) 1,6970. Pengukuran dilakukan dengan menghitung torsi dinamis, torsi statis, nilai coefficient of power (CP), dan nilai coefficient of moment (CM). Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah turbin angin Savonius dengan menggunakan dinding dapat meningkatkan performa turbin angin Savonius pada seluruh kecepatan uji dengan nilai peningkatan coefficient of power tertinggi pada kecepatan 6 m/s sebesar 0,0278 pada rentang TSR 0,0476-0,0826. Peningkatan coefficient of moment paling optimum pada kecepatan angin 7 m/s dengan nilai sebesar 0,1302. Penggunaan model dinding juga meningkattkan kemampuan self starting pada semua kecepatan uji di mana nilai coeffcient of static torque mininum mendekati nilai 0