Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Sistem Karakterisasi dan Perencanaan Pengendali PID sebagai Kontrol Kecepatan Motor Brushless DC untuk Kursi Roda Tricycle
Kursi roda merupakan salah satu alat bantu yang paling sering digunakan penyandang disabilitas untuk meningkatkan mobilitas pribadi mereka. Seiring berkembangnya teknologi, inovasi kursi roda mulai bermunculan. Seperti kursi roda yang dikombinasikan dengan tricycle. Karena ditujukan untuk penggunaan jarak menengah hingga jarak jauh, inovasi ini memerlukan kecepatan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, motor brushless DC (BLDC) hadir sebagai pengganti motor DC konvensional yang selama ini telah banyak diimplementasikan karena memiliki karakteristik torsi yang lebih baik, respons dinamis tinggi, efisiensi tinggi, umur operasi yang panjang, rentang kecepatan tinggi, serta biaya perawatan rendah. Kendati demikian, motor brushless DC memiliki kekurangan pada mekanisme pengendaliannya yang cukup sulit dan rumit karena tidak memiliki brush (sikat) yang menunjang proses komutasi. Oleh karena itu, pada penelitian ini dirancang sebuah instrumen yang dapat digunakan untuk karakterisasi motor brushless DC sekaligus perancangan dan implementasi pengendali PID sebagai kontrol kecepatan kursi roda tricycle untuk memenuhi kebutuhan tingkat keamanan yang tinggi pada teknologi asistif tersebut. Dari penelitian yang dilaksanakan, instrumen yang dirancang berhasil digunakan untuk melakukan pengambilan data. Selain itu, instrumen melakukan karakterisasi terhadap motor listrik brushless DC dari kursi roda tricycle yang diteliti dengan baik. Lebih lanjut, pengendali PID yang dirancang berdasarkan data yang diperoleh saat karakterisasi dapat dijalankan oleh instrumen. Dari percobaan didapatkan parameter K_p, K_i, dan K_d yang terbaik adalah 0,2, 0,00012, dan 0,0035 dibandingkan parameter yang lain dengan RMSE dari hasil step response sebesar 294,09. Setelah diimplementasikan, pengendali PID yang dirancang mampu mengendalikan kecepatan motor. Meskipun memiliki performa yang kurang baik, nilai aktual yang dibaca oleh sensor ditunjukkan perlahan-lahan mendekati nilai referensi yang diberikan
Pengujian dan Analisa Performa Daya dan Torsi Electric Scooter 2 kW dengan Menggunakan Chassis Dynamometer
Kendaraan listrik merupakan kendaraan yang menggunakan motor listrik sebagai tenaga penggeraknya. Salah satu contoh kendaraan listrik adalah electric scooter atau E-sooter. Pada penelitian ini dilakaukan pengujian dan analisa performa daya dan torsi pada electric scooter 2 kW. Pengujian dilakukan dengan menggunakan chassis dynamometer superflow SF-250A. Electric scooter yang digunakan adalah electric scooter SH, DJ dan QS. Pada mode normal dan sport electric scooter SH didapatkan power maksimal berturut-turut sebesar 3,1 kW dan 5 kW dengan torsi maksimal sebesar 147,67 Nm dan 263,47 Nm. Untuk electric scooter DJ, power maksimal yang didapatkan pada mode eco, normal dan sport berturut-turut sebesar 3,7 kW, 3,5 kW dan 4,2 kW dengan torsi maksimal sebesar 178,04 Nm, 161,77 Nm dan 189,57 Nm. Terakhir pada electric scooter QS, power maksimal yang didapatkan pada mode eco, normal dan sport berturut-turut sebesar 4 kW, 4 kW dan 4,1 kW dengan torsi maksimal sebesar 181,25 Nm, 184,34 Nm dab 196,53 Nm
Implementasi Algoritme Binary Space Partition untuk Pembuatan Peta Prosedural pada Aplikasi Permainan Roguelike Guns Blazing
Roguelike adalah sebuah genre game yang merupakan turunan dari genre role-playing games atau yang biasa disebut RPG. Roguelike biasanya memiliki sistem level yang diolah secara prosedural dan sistem permanent death yang berarti pemain harus mengulang dari titik awal yang telah ditentukan sebelumnya secara fresh. Maka dari itu, pemain bisa dibilang dipaksa untuk mempelajari sistem dari game ini melalui kegagalan dan berkembang menjadi pemain yang lebih baik dari sebelumnya. Sistem pembangkit peta dari sebuah permainan ada bermacam-macam, tergantung dengan kebutuhannya. Salah satu metode yang digunakan dalam pembangkitan peta ini adalah Binary Space Partition. Metode ini bekerja untuk membelah sebuah ruangan menjadi ruangan-ruangan yang lebih kecil lagi, dimana pembelahan yang dilakukan ini adalah secara acak. Maka dari itu ruangan tersebut akan memiliki tempat yang terdistribusi dan tidak tumpang tindih antar ruangan. Game yang ingin dibangun ini bernama Guns Blazing, yaitu game roguelike yang pembangkit petanya menggunakan metode Binary Space Partition ini. Namun, sebelum bisa dimainkan, game harus memilih ruangan yang akan diisi kedalam tempat yang sudah disediakan oleh algoritme dan melakukan beberapa perubahan kepada interior ruangan agar koneksi antar ruangan dapat terhubung dengan baik. Uji coba yang dilakukan pada pembangkit peta didalam game Guns Blazing ini bisa dibilang cepat. Dalam satu kali pembuatan, waktu yang diperlukan hanya sekitar 31 milidetik saja. Waktu ini sangat penting agar pemain tidak lama menunggu loading dari game. Dalam uji coba lainnya, didapati bahwa setiap kali pemain memainkan game, peta yang ada selalu berubah yang sangat penting untuk keperluan replayability dari game ini
Rekonfigurasi Dinamis Jaring Distribusi Radial 20 kV Teluk Betung untuk Meningkatkan Profil Tegangan dengan Mempertimbangkan Gangguan Saluran dan Injeksi Renewable Energy
Sistem distribusi tenaga listrik semakin berkembang yang ditandai dengan meningkatnya permintaan energi listrik. Terlebih lagi, keberadaan pembangkit listrik dengan sumber terbarukan semakin berkembang dan meluas. Pada kenyataannya, nilai beban dan pembangkitan sumber energi terbarukan selalu berubah. Semakin meningkatnya permintaan energi listrik serta nilai beban yang selalu berubah menyebabkan permasalahan seperti kerugian daya dan penurunan tegangan. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan melakukan rekonfigurasi dinamis yang memperhatikan energi terbarukan dan dinamika perubahan beban. Rekonfigurasi dinamis dilakukan pada jaringan distribusi radial 20 kV ULP Teluk Betung kota Bandar Lampung dengan metode Binary Particle Swarm Optimization (BPSO) untuk mengurangi kerugian daya dan meningkatkan nilai tegangan pada jaringan distribusi. Metode Newton-Raphson digunakan sebagai metode aliran daya pada studi rekonfigurasi dinamis ini. Berdasarkan hasil simulasi dan analisis pada sistem distribusi yang terjadi gangguan pemutusan saluran dan terpasang sistem PV, setelah dilakukan rekonfigurasi dinamis pada sistem distribusi didapatkan bahwa dalam waktu 24 jam terjadi pengurangan kerugian daya aktif adalah sebesar 47,001% dan pengurangan kerugian daya reaktif adalah sebesar 46,866%. Nilai tegangan rata-rata pada sistem distribusi dalam 24 jam adalah sebesar 0, 98947 p.u dan dengan nilai tegangan minimum adalah sebesar 0,95444 p.u. Dari hasil simulasi dan analisis, rekonfigurasi dinamis dengan metode BPSO mampu meningkatkan nilai tegangan dan menurunkan kerugian daya pada sistem distribusi yang terjadi gangguan saluran dan terpasang sistem PV
Faktor yang Memengaruhi Konsumsi Energi Listrik Rumah Tangga pada Masa Pandemi COVID-19 (Studi Kasus: Rusunawa di Jakarta Timur)
Pandemi COVID-19 mengubah perilaku masyarakat akibat adanya penerapan kebijakan pembatasan sosial dari pemerintah berdampak terhadap peningkatan demand konsumsi energi listrik sektor rumah tangga. Tanpa adanya pengurangan yang signifikan dalam permintaan listrik dan peningkatan efisiensi energi menyebabkan sulitnya menurunkan emisi karbon dioksida (CO2) dan mengurangi risiko perubahan iklim global. Program Jakarta Green Building dengan target penghematan energi listrik sebesar 3.785 GWh pada tahun 2030 menjadi salah satu pertimbangan bagaimana rumah susun pemerintah sebagai salah satu bentuk bangunan vertikal berkontribusi dalam pemenuhan demand energi. Di satu sisi, adanya pandemi juga memberikan dampak perekonomian yang berpotensi mempengaruhi ability to pay konsumsi listrik rumah tangga sehingga belum diketahui apakah terdapat pengaruh yang berbeda dalam perilaku konsumsi energi listrik selama pandemi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumsi energi listrik rumah tangga rusunawa di Jakarta Timur. Dalam mencapai tujuan tersebut, penulis melakukan 2 tahap analisis. Tahap pertama menentukan tipologi cluster dari 15 rusunawa yang terdapat di Jakarta Timur dan menentukan sampel rusunawa yang diambil untuk dilakukan penyebaran kuesioner penghuni. Tahap kedua peneliti menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi energi listrik rumah tangga dengan metode regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa dari 15 rusunawa yang tersebar di Jakarta Timur, hanya terdapat 2 jenis tipologi rusunawa yaitu rusunawa 6 lantai berbentuk blok beton dengan jumlah 10 rusunawa dan 16 lantai berbentuk tower semi-apartemen dengan jumah 5 rusunawa. Meskipun terdapat perbedaan jenis rusunawa, namun kedua kelompok rusunawa tersebut masing-masing memilik faktor signifikan konsumsi energi listrik rumah tangga yang sama, yaitu jumlah penghuni dan jumlah kepemilikan alat listrik
Pola Spasial Tingkat Aksesibilitas Suroboyo Bus dengan Metode PTAL (Public Transport Accessibility Levels) di Kota Surabaya
Pemerintah Kota Surabaya meresmikan layanan moda transportasi massal berbasis bus dengan nama “Suroboyo Bus” pada tanggal 7 April 2018. Pada tahun 2022 terdapat 4 rute yang melayani masyarakat Kota Surabaya. Rute Suroboyo Bus tersebut diantaranya yaitu Terminal Purabaya - Rajawali (PP), Gunung Anyar – Kenjeran Park (PP), Terminal Intermoda Joyoboyo – Jono Soewojo (PP), dan Terminal Purabaya – Tembaan (PP). Namun, pemanfaatan Suroboyo Bus sebagai moda transportasi utama belum optimal dilihat dari rata-rata angka keterisian (load factor) kurang dari 50% pada Tahun 2021 - 2022. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor penting seperti kondisi aksesibilitas dan pola spasial terkait keterjangkauan jarak tempuh dengan berjalan kaki yang masih cukup terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spasial tingkat aksesibilitas Suroboyo Bus di Kota Surabaya. Metode analisis yang digunakan adalah metode PTAL (Public Transport Accessibility Levels) untuk mengukur tingkat aksesibilitas Suroboyo Bus berdasarkan indeks Accessibility Levels di Kota Surabaya. Setelah mengetahui nilai indeks aksesibilitas tersebut, dilanjutkan dengan menganalisis pola spasial dengan metode interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW), selanjutnya dikaitkan dengan sistem kegiatan melalui metode overlay peta penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93,34% dari luas Kota Surabaya tidak terjangkau (worst accessibility) layanan Suroboyo Bus berdasarkan jarak tempuh berjalan kaki secara ideal sejauh 400 meter dari halte dan 85,46% tidak terjangkau berdasarkan jarak tempuh maksimal dengan berjalan kaki 800 meter dari halte. Selain itu, 6 – 15% area lainnya mempunyai tingkat aksesibilitas dengan kategori sangat kurang terjangkau dan kurang terjangkau. Jika dikaitkan dengan sistem kegiatan, penggunaan lahan untuk fasilitas umum, perdagangan dan jasa, perkantoran serta perumahan memiliki kategori aksesibilitas yang tidak terjangkau mencapai 60 – 95% dari luas total setiap penggunaan lahan tersebut. Oleh karena itu, peningkatan aksesibilitas Suroboyo Bus sangat diperlukan melalui integrasi sistem jaringan angkutan umum dengan sistem kegiatan untuk meningkatkan pola mobilitas berbasis transit di Kota Surabaya
Perencanaan Park and Ride Stasiun Lintas Rel Terpadu (LRT) Cikunir 1
Transportasi adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan penduduk suatu kota. Tranportasi adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia karena menjadi sarana dalam memperlancar kehidupan sehari hari dan juga sebagai roda perekonomian suatu wilayah. Permasalahan transportasi di Jabodetabek salah satunya adalah kemacetan yang selalu terjadi di pagi hari. Hal ini dikarenakan pada pagi hari kendaraan bergerak bersamaan untuk memulai aktivitas sehari hari. Salah satu penyebab kemacetan tersebut adalah kecenderungan warga untuk lebih memilih kendaraan pribadi dibanding dengan transportasi umum. Melihat permasalahan dan penyebabnya, dengan adanya moda transportasi baru yaitu Lintas Rel Terpadu (LRT) yang dapat meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan transportasi umum, maka salah satu gagasan yang dapat dilakukan adalah memaksimalkan fasilitas penunjang didalam stasiun yang saat ini masih belum tersedia seperti ketersediaan area parkir (Park and ride). Dalam perencanaan ini dibutuhkan beberapa data yaitu data traffic counting dan survey wawancara dengan calon pengguna Park and ride yaitu pengguna kendaraan pribadi. Data data tersebut digunakan untuk menganalisis berapa banyak demand yang didapat menggunakan metode regresi linear, dan analisis logit model split sederhana berbasis selisih cost. Hasil dari perencanaan Park and ride ini didapatkan demand untuk sepeda motor sebanyak 5752 kendaraan, dan untuk mobil sebanyak 903 kendaraan. Dari demand tersebut dibangun gedung Park and ride diatas lahan seluas ±6313 m2 yang dapat menampung parkir sepeda motor sebanyak 6770 Kendaraan dan mobil sebanyak 936 kendaraan
Implementasi Klasterisasi K-Means pada Master-Slave Genetic Algorithm untuk Menurunkan Waktu Komputasi: Studi Kasus Optimasi Mesin CNC Batik Tulis
Mayoritas penelitian mengenai otomasi proses pembatikan menggunakan mesin Computer Numerical Control (CNC) terfokus pada aspek kualitas. Tantangan selanjutnya adalah menentukan bagaimana cara menurunkan waktu permesinan. Penelitian sebelumnya telah berhasil menurunkan waktu permesinan dengan mengoptimalkan urutan pembatikan menggunakan Master-Slave Genetic Algorithm sehingga dapat meminimalkan total jarak tempuh pembatikan. Namun, penelitian tersebut masih memiliki kekurangan yaitu proses komputasi yang lama, yang dikarenakan banyaknya instances atau jumlah segmen batik yang harus dioptimasi. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan waktu komputasi dengan teknik klasterisasi K-means, sehingga jumlah segmen yang dioptimasi pada setiap klaster menjadi lebih sederhana dan proses komputasi menjadi lebih efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik klasterisasi dapat menurunkan waktu komputasi secara signifikan dengan hasil yang lebih baik
Sistem Kontrol dan Monitoring Pemupukan NPK Tanaman dengan Mikrokontroler ESP32
Maksimalnya hasil produksi dari agrikultur utamanya bergantung pada nutrisi makronutrien, berupa Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Pemberian pupuk NPK yang berlebihan atau kurang menyebabkan produksi menjadi berkurang yang berdampak hasil produk agrikultur dengan kualitas yang relatif rendah. Dampak-dampak ini bisa diantisipasi dengan pemberian pupuk yang cukup dalam jumlah yang sesuai dan tepat sasaran pada tanaman yang dimaksud. Untuk itu dalam penelitian ini telah dikembangkan sebuah sistem yang dapat melakukan pemupukan secara otomatis pada tanaman. Sistem ini terdiri dari mikrokontroler ESP32, sensor NPK JXCT, dan aktuator berupa pompa peristaltik. Mikrokontroler digunakan untuk mengontrol, membaca dan mengirimkan data kadar NPK menuju Blynk. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan sensor untuk membaca kadar pupuk dalam tanah dan pompa peristaltik untuk memberikan pupuk NPK cair pada tanah. Metode kontrol PID digunakan agar dapat memberikan kadar pupuk seakurat mungkin. Monitoring dilakukan melalui smartphone menggunakan aplikasi Blynk. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sistem kontrol ini mampu menjaga kadar pupuk sesuai setpoint dalam rentang eror pupuk N ±2 mg/kg; pupuk P ±2 mg/kg; dan pupuk K ±3 mg/kg. Sistem monitoring dapat memberikan informasi kadar pupuk NPK yang ditampilkan pada aplikasi Blynk dan memberi notifikasi kepada pengguna apabila kadar pupuk kurang atau melebihi setpoint
Penentuan Lokasi Potensial Pengembangan Lahan Kawasan Permukiman Menggunakan Metode Pembobotan dan Scoring Parameter (Studi Kasus: Kabupaten Bogor, Jawa Barat)
Kawasan permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan, yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. Pembangunan permukiman yang tidak didasari pada pemahaman penataan ruang akan menjadikan pembangunan tidak sesuai dengan peruntukan lahan. Hal tersebut bila dibiarkan dapat berdampak negatif, misalnya transformasi spasial terkait lahan pertanian yang dijadikan permukiman secara berlebihan berdampak penurunan produksi dan produktivitas hasil pertanian. Dengan memanfaatkan sistem informasi geografis akan dilakukan penentuan lokasi potensial pengembangan kawasan permukiman yang dapat dilakukan melalui analisis peta-peta tematik. Dengan analisis ini, dapat diketahui peruntukan lahan yang sesuai untuk dijadikan permukiman. Adapun lokasi yang dipilih pada penelitian tugas akhir ini adalah Kabupaten Bogor. Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Bogor yang meningkat akan berdampak pada kebutuhan lahan permukiman yang tinggi sehingga penelitian terkait lahan yang potensial dijadikan permukiman perlu dilakukan. Penentuan lokasi potensial pengembangan kawasan permukiman dilakukan dengan melakukan penilaian dari beberapa parameter yang telah ditentukan. Kemudian, pemberian skor terhadap tiap kelas pada masing-masing parameter tersebut atau yang dikenal dengan metode scoring. Hasil akhir menunjukan kecamatan yang memiliki kawasan sangat berpotensi untuk dijadikan daerah pengembangan kawasan permukiman paling luas berada di Kecamatan Cibinong dengan luas 1402,087 ha atau 0,5 %, kemudian Kecamatan Cileungsi dengan luas 1318,740 ha atau 0,5 %, dan Kecamatan Jonggol dengan luas 821,850 ha atau 0,3 %