Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Uprating Instalasi Pengolahan Air Minum Konstruksi Baja
Seiring bertambahnya tahun, jumlah penduduk terus meningkat. Hasil proyeksi menunjukkan jumlah penduduk Indonesia akan meningkat dari 270,2 juta jiwa pada tahun 2020 menjadi 318,9 juta jiwa pada tahun 2045. Sedangkan, total kapasitas Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) di Indonesia sebesar 100.000 liter/detik atau setara melayani sekitar 100 juta penduduk. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kebutuhan air minum jauh melampaui kapasitas IPAM. Untuk itu perlu dilakukan peningkatan kapasitas produksi air minum salah satunya dengan uprating IPAM, yang dapat menambah volume atau debit produksi hingga dua kali volume atau debit awal. Mekanisme dan volume pekerjaan uprating IPAM dapat disesuaikan kembali sesuai masalah layanan air minum masing-masing. Kajian ini membahas mekanisme uprating pada unit koagulasi-flokulasi, sedimentasi, dan filtrasi pada IPAM berdasarkan kombinasi kriteria desain uprating pada SNI 6774:2008 dengan kriteria desain lain yang memenuhi ketentuan. Kajian dilanjutkan dengan simulasi perencanaan uprating unit pengolahan air minum pada instalasi pengolahan air paket 50 L/detik IPAM Siwalanpanji Sidoarjo. Didapatkan hasil bahwa dengan uprating pada tiap unit pengolahan air, debit IPAM yang semula 36 L/detik dapat ditingkatkan hingga dua kali lipat yakni menjadi 72 L/detik dengan mekanisme dan kriteria desain uprating yang memenuhi. Mekanisme uprating yang dilakukan pada simulasi ini antara lain mempersingkat waktu detensi (td) dan menambah 1 unit koagulasi-flokulasi dan sedimentasi. Sedangkan, debit pada unit filtrasi ditingkatkan dengan mengganti ukuran masing-masing media filter (antrasit dan pasir silika)
Perencanaan Gedung Park and Ride di Stasiun Maguwo Yogyakarta untuk Mendukung Beroperasinya KRL Solo - Yogyakarta
KRL Commuter Line Solo – Yogyakarta adalah jaringan kereta komuter di Indonesia yang menghubungkan dua wilayah penting yakni Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kota Surakarta. Namun dalam pemilihan sistem transportasi, masyarakat di DI Yogyakarta lebih memilih kendaraan pribadi atau single occupancy vehicle (SOV) dibandingkan fasilitas transportasi umum yang sudah tersedia. Hal tersebut menjadi penyebab kemacetan yang terjadi di pusat kota Yogyakarta. Untuk memaksimalkan tingkat pelayanan KRL, gedung Park and Ride sebagai fasilitas pendukung di Stasiun Maguwo Yogyakarta dapat menarik pengguna SOV untuk menggunakan KRL yang merupakan high occupancy vehicle (HOV). Dalam perencanaan gedung Park and Ride ini diperlukan beberapa data pendukung. Data didapatkan dengan melakukan survei kuesioner penumpang di lokasi perencanaan, wawancara, instansi-instansi terkait, studi literatur, dan dari internet. Dari hasil pengolahan data tersebut didapatkan jumlah demand calon pengguna fasilitas Park and Ride untuk sepeda motor sebesar 388 kendaraan sedangkan untuk mobil pribadi sebesar 140 kendaraan dengan umur rencana hingga tahun 2031 (10 tahun). Dari jumlah demand tersebut direncanakan gedung Park and Ride yang dapat menampung 396 sepeda motor dan 160 mobil dengan jumlah lantai parkir total 6 lantai
Evaluasi Proteksi Sistem Kelistrikan Pembangkit Jenis Gas Turbine Generator 3x18 MW Pada PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri)
Indonesia yaitu PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang mengalami permasalahan sistem kelistrikan pada salah satu pabriknya. Permasalahan tersebut disebabkan oleh adanya hubung singkat pada salah satu bus di pabrik Pusri 4 dan disinyalir adanya miskoordinasi antar rele pengaman. Miskoordinasi rele pengaman menyebabkan circuit breaker pada generator open karena adanya arus hubung singkat kiriman. Saat circuit breaker generator open, maka terjadi ayunan daya pada pembebanan. Disinyalir generator hanya diatur default dan tidak dipersiapkan untuk mengatasi gangguan tersebut. Dari permasalahan tersebut menyebabkan adanya gangguan secara kompleks hingga menyebabkan blackout pada pabrik lama Pusri. Karena generator hanya diatur default, maka ketika ada kasus blackout, generator akan off secara tiba-tiba. Generator yang sering off secara tiba-tiba karena adanya gangguan dapat menyebabkan berkurangnya kapabilitas generator dalam membangkitkan daya serta berdampak pada lifetime dari generator tersebut. Blackout ini menyebabkan kerugian yang sangat besar untuk PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang, oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap sistem proteksi internal generator. Tugas akhir ini berfokus pada beberapa rele internal generator sebagai sistem proteksinya. Rele tersebut antara lain adalah rele sinkronisasi, rele hilang eksitasi, rele arus lebih urutan negatif, rele arus lebih dengan kendali tegangan, rele frekuensi, dan rele diferensial. Studi evaluasi ini dilakukan dengan menggunakan software ETAP 12.6 agar mendapatkan hasil simulasi yang sesuai dengan kejadian di lapangan. Hasil dari Tugas Akhir ini dapat menjadi rekomendasi untuk PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang serta berbagai instansi guna melindungi generator ketika terjadi gangguan serupa
Modifikasi Desain Struktur Gedung Apartemen Skyhouse+ Alam Sutera (Tower Acacia) Serpong dengan Metode Beton Pracetak Menurut SNI 2847:2019
Gedung Apartemen Skyhouse+ Alam Sutera (Tower Acacia) di Tangerang Selatan merupakan sebuah gedung yang dibangun dengan metode beton cor di tempat atau cor in situ. Gedung Apartemen Skyhouse+ Alam Sutera (Tower Acacia) terdiri dari 39 lantai tower dan 1 lantai basement. Dalam tugas akhir ini, akan dilakukan modifikasi perencanaan Gedung Apartemen Skyhouse+ Alam Sutera (Tower Acacia) dengan menggunakan metode beton pracetak. Diharapkan dengan menggunakan metode beton pracetak, untuk menghasilkan waktu pengerjaan yang lebih cepat dan efisien, serta memastikan kualitas struktur sesuai perencanaan awal. Perencanaan pada tugas akhir ini memiliki acuan dasar SNI 1947:2019 untuk perhitungan beton struktural, PCI Handbook 7th Edition sebagai acuan dasar perencanaan elemen beton pracetak, SNI 1726:2019 untuk perhitungan gempa, SNI 1727:2019 untuk pembebanan struktur, dan. Analisa struktur dari perencanaan akan menggunakan aplikasi bantu ETABS 18 dan spColumn. Sedangkan hasil perhitungan akan disajikan dalam gambar teknik. Elemen beton pracetak yang direncanakan adalah struktur pelat, balok, dan kolom. Serta sambungan dari Peikko Group Modix Rebar Coupler untuk sambungan balok, dan sambungan NMB Splice Sleeve untuk sambungan antar kolom
Perbandingan Biaya Pelaksanaan Perkerasan Kaku Metode Cast in Situ dan Metode Precast-Prestressed Concrete Pavement pada Proyek Jalan Frontage Waru-Buduran
Infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi serta memiliki peran yang signifikan dalam pengembangan suatu wilayah. Adanya infrastruktur yang memadai, aktivitas ekonomi menjadi semakin tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Provinsi Jawa Timur memiliki 5.495 perusahaan industri berdasarkan pada survei industri besar dan sedang tahun 2019. Banyaknya perusahaan industri mendorong perkembangan infrastruktur pada suatu daerah. Salah satunya yaitu Kabupaten Sidoarjo yang merupakan Kabupaten dengan jumlah industri terbanyak di Jawa Timur. Seiring berjalannya waktu, Sidoarjo sering mengalami kemacetan akibat meningkatnya volume kendaraan yang tidak diiringi dengan perluasan area jalan yang salah satunya terletak di Jalan Raya Aloha. Dengan adanya Proyek Pembangunan Jalan Frontage Waru-Buduran diharapkan mampu mengurangi kemacetan di daerah tersebut. Struktur jalan yang digunakan dalam proyek tersebut yaitu menggunakan perkerasan kaku metode cast in situ. Dalam tugas akhir ini, metode yang diajukan untuk pekerjaan perkerasan kaku yaitu metode precast-prestressed concrete pavement (PPCP) dimana memiliki kelebihan dalam efisiensi material dan durasi pengerjaan yang lebih cepat dari metode cast in situ. Perbandingan biaya pelaksanaan pada proyek ini dimulai dengan menyusun item pekerjaan, menghitung volume, menentukan metode pelaksanaan, menghitung produktivitas dan durasi, menghitung biaya pelaksanaan, menganalisis perbandingan biaya pelaksanaan, dan membuat network planning dan bar chart. Hasil analisis biaya dan waktu menunjukkan bahwa pada pekerjaan perkerasan kaku metode cast in situ membutuhkan waktu pelaksanaan selama 132,95 hari dengan biaya pelaksanaan sebesar Rp27.954.230.935 dan metode precast-prestressed concrete pavement membutuhkan waktu pelaksanaan selama 111,68 hari dengan biaya pelaksanaan sebesar Rp27.539.255.038. Selisih waktu sebesar 21,27 hari dan selisih biaya sebesar Rp414.975.898
Kajian Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat di Indonesia
Air limbah domestik ialah air limbah yang berasal dari usaha atau kegiatan pemukiman, rumah makan, perkantoran, perniagaan, apartemen, dan asrama. Idealnya air limbah tersebut harus diolah sebelum dibuang ke badan air agar memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam Peraturan Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016. Namun, kenyataannya seringkali air limbah domestik tidak diolah terlebih dahulu karena belum diketahui teknologi pengolahan yang sesuai dengan karakteristik air limbah domestik yang dihasilkan sehingga badan air menjadi tercemar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikumpulkan data kualitas air limbah domestik di berbagai kab/kota di Indonesia kemudian membaginya menjadi 3 (tiga) kategori kualitas yaitu air limbah domestik dengan kadar pencemar rendah, sedang, dan tinggi. Dari setiap kategori kadar pencemar air limbah domestik dapat di rekomendasikan jenis-jenis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dengan mempertimbangkan kemampuan terknologi untuk meremoval bahan pencemar di dalamnya. Selain itu, turut mempertimbangkan kebutuhan lahan, biaya investasi serta biaya operasionalnya. Dari data kualitas air limbah domestik di 59 kab/kota di Indonesia, air limbah domestik dengan kadar pencemar rendah direkomendasikan menggunakan alternatif 1 dan 3. Apabila memiliki lahan yang cukup luas, dapat menggunakan alternatif 2 untuk mendapatkan effluent total coliform yang lebih baik. Untuk air limbah domestik dengan kadar pencemar sedang direkomendasikan diolah dengan alternatif 1 jika lahan yang tersedia terbatas. Apabila lahan yang tersedia cukup luas dapat menggunakan alternatif 5 untuk mendapatkan effluent total coliform yang lebih baik. Untuk air limbah domestik dengan kadar pencemar tinggi direkomendasikan dengan alternatif 1 jika lahan yang tersedia terbatas. Apabila lahan yang tersedia cukup luas dapat menggunakan alternatif 4 untuk mendapatkan effluent total coliform yang lebih baik
Penentuan Kinerja Pelayanan Infrastruktur di Kawasan Industri dalam Rangka Mendukung Kota Batam sebagai Kawasan Free Trade Zone
Kota Batam merupakan suatu wilayah yang memiliki potensi ekonomi dan geografis yang strategis, maka pemerintah RI mengembangkan daerah Batam sebagai kawasan Free Trade Zone sesuai dengan PP No. 46 Tahun 2000 dalam rangka meningkatkan investasi. Namun berdasarkan Rencana Strategis BP Batam 2020-2024, menyebutkan bahwa permasalahan yang menyebabkan rendahnya investasi kawasan yaitu rendahnya ketersediaan dan kualitas infrastruktur. Maka dalam pembangunan infrastruktur di Kota Batam diharapkan tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, namun juga perlu memperhatikan layanan infrastruktur agar dapat menjadi peneguh kota ramah investasi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kinerja pelayanan infrastruktur yang dibangun di Kota Batam apakah kepentingannya mencapai kinerja yang diharapkan dalam rangka mendukung sebagai Kawasan Free Trade Zone dengan tetap mempertahankan kondisi lingkungan di tinjau dari preferensi investor. Penelitian ini menggunakan analisis pertama Theorytical Descriptive dengan input hasil wawancara instansi maupun stakeholder dan observasi wilayah penelitian. Dilanjutkan analisis kedua yaitu Importance-Performance Analysis (IPA) menggunakan input hasil kuisioner dengan skala Likert. Dari hasil analisis diketahui dalam menentukan infastruktur yang performanya tidak sesuai harapan yang termasuk dalam kuadran I yaitu lampu jalan (PJU), kualitas layanan listrik perkotaan, kualitas permukaan jalan, kualitas air bersih kawasan, kualitas jaringan listrik kawasan, dan kualitas jaringan telekomunikasi kawasan. Pelayanan infrastruktur tersebut yang menjadi prioritas penanganan peningkatan layanan infratsruktur di kawasan industri dalam rangka mendukung Kota Batam sebagai kawasan Free Trade Zone dan dapat digunakan sebagai masukan bagi kemajuan industri di masa yang akan datang
Studi Eksperimen Pengaruh Penambahan Bodi Pengganggu terhadap Karakteristik Aliran Melintasi Dua Silinder Sirkular yang Tersusun secara Tandem
Aliran fluida merupakan salah satu fenomena yang sering dijumpai. Aliran fluida ketika melewati suatu bodi berbentuk silinder akan terjadi transisi lapis batas aliran dari laminar menjadi turbulen disebabkan perubahan kecepatan, yang dapat menimbulkan separasi aliran. Separasi yang terjadi akan menyebabkan terbentuknya daerah wake, yang dapat menimbulkan gaya drag. Salah satu upaya guna mengurangi gaya drag yaitu dengan penambahan bodi pengganggu. Penambahan bodi pengganggu diharapkan dapat mempercepat transisi aliran agar menunda titik separasi. oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai pengaruh bodi pengganggu terhadap karakteristik aliran melewati silinder sirkular tersusun tandem. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan model saluran berpenampang oktagonal. Benda uji yang digunakan berupa silinder sirkular dengan diameter D = 25 mm dengan penambahan bodi pengganggu berdiameter d = 5 mm di sisi depan silinder upstream. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan pitot static tube, wall-pressure tap dan inclined manometer. Pengujian dilakukan dengan variasi jarak antara kedua silinder utama dengan rasio L/D = 1,5 hingga 4,0 dengan ReDh sebesar 1,33 × 105 untuk mendapatkan distribusi pressure drop (∆P), koefisien tekanan (Cp), dan koefisien pressure drag (CDp). Hasil yang diperoleh bahwa penurunan nilai pressure drop efektif terjadi pada konfigurasi silinder tandem dengan bodi pengganggu pada semua konfigurasi jarak antar silinder (L/D). Penambahan bodi pengganggu 30° efektif mempengaruhi distribusi nilai koefisien tekanan. Nilai koefisien pressure drag (CDp) silinder upstream pada seluruh konfigurasi mengalami penurunan sebesar 47 – 73%
Rancang Bangun Sistem Pengukuran Luas Permukaan Kulit Menggunakan Konveyor dan Sensor Optik Berbasis Arduino
Kulit merupakan salah satu bagian dari hewan yang dimanfaatkan menjadi berbagai produk olahan kerajinan. Harga dari satu lembar kulit ditentukan oleh kualitas, motif, serta ukuran luas permukaan. Satuan luas yang digunakan adalah satuan feet persegi. Dengan bahan dasar yang diperoleh dari alam maka bentuk yang diperoleh dari masing-masing lembar kulit berbeda dan tidak beraturan (irregular). Oleh karena itu UKM penyamakan kulit mengalami kesulitan dalam menentukan luas dari satu lembar kulit. Perancangan sistem ini diperlukan agar mempermudah para pelaku UKM penyamakan kulit untuk mendapatkan hasil pengukuran dari satu lembar kulit. Selain itu sistem yang direncanakan bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi waktu kerja. Komponen yang diukur adalah luas bidang dua dimensi dan waktu ukur. Pengolahan komponen pengukuran dilakukan menggunakan papan kendali terpadu Arduino Uno. Untuk mencapai tujuan sistem diperlukan kelengkapan mekanik berupa konveyor dan sensor optik untuk mendeteksi keberadaan lembar kulit. Selain itu untuk menampilkan hasil pengukuran digunakan LCD Oled 0,96 inc. Dari hasil pengujian diperoleh hasil kesalahan dalam pengukuran luas sebesar 2.47 %. Sedangkan untuk nilai efisiensi waktu kerja yang dapat ditingkatkan adalah sebesar 56.23%. Dan dari responden dari pelaku UMKM menyatakan sebesar 95% alat dapat digunakan sedangkan 5% sisanya dikarenakan ketidak biasaan operator menggunakan alat
Kontrol Pelacakan Jalur untuk Kendaraan Listrik Otonom 4WS4WD Menggunakan Loop Umpan Balik Alami
Kendaraan listrik otonom 4WS4WD (4 Wheel steering 4 Wheel Drives) memiliki motor kemudi dan motor penggerak untuk setiap roda dengan total delapan motor. Dalam kasus pelacakan jalur, hampir semuanya didesain sesuai model matematikanya dengan persamaan sistem xdot=f(x,u); y=h(x,u), persamaan tersebut terlihat kompleks secara matematis. Namun pada uraian ini, akan disajikan representasi blok diagram dari model dan menggunakan natural feedback loop-nya sendiri yang didapat dari representasi ini untuk memperoleh dua hasil baru yaitu pelacakan jalur yang lebih sederhana secara matematis sehingga mudah diaplikasikan dan juga dapat menentukan nilai batas percepatan minimal pada roda agar tidak terpeleset. Solusi ini digambarkan pada simulasi