Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Analisis Biaya dan Waktu Pelaksanaan Metode Alternatif Hollow Core Slab pada Gedung Apartemen Surabaya
Pemilihan metode pelaksanaan sangat berperan besar terhadap anggaran biaya dan waktu pelaksanaan proyek konstruksi. Beton pracetak merupakan salah satu metode pelaksanaan yang mulai menggantikan metode konvensional. Penerapan beton pracetak dianggap akan menghasilkan waktu pelaksanaan dengan durasi lebih cepat juga dapat mengurangi biaya pemakaian bekisting. Pada penelitian ini digunakan salah satu jenis beton pracetak yaitu hollow core slab sebagai metode alternatif dari pelat konvensional. Perhitungan biaya dan waktu pelaksanaan dihitung berdasarkan literatur yang digunakan maupun peraturan yang berlaku untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan kondisi lapangan. Adapun untuk perhitungan waktu hingga penyusuanan jadwal proyek digunakan alat bantu Microsoft Project. Berdasarkan hasil analisis perhitungan diketahui waktu pelaksanaan proyek Apartemen Grand Stand Surabaya lantai 21-30 dengan metode alternatif hollow core slab mencapai 245 hari kerja dengan biaya total proyek sebesar Rp. 12,388,437,000.00. Sedangkan data perhitungan berdasarkan dokumen dari kontraktor untuk metode konvensional dengan lantai yang sama mencapai 247 hari kerja dengan biaya total proyek sebesar Rp. 14,108,921,393.67
Penentuan Titik dan Rute Evakuasi dalam Mengurangi Risiko Bencana Banjir (Studi Kasus: Kecamatan Mimika Baru, Kabupaten Mimika)
Kerugian akibat bencana banjir dapat berupa materi, rusaknya infrastruktur, hilangnya kesempatan beraktifitas dan bahkan korban jiwa. Kondisi serupa terjadi pada Kelurahan Koperapoka, Kecamatan Mimika Baru, Kabupaten Mimika dimana kejadian bencana banjir sulit dihindari karena sebagian besar rumah warga memiliki bangunan dengan satu lantai sehingga sulit untuk bisa melakukan penyelamatan serta memiliki risiko kerugian yang cukup tinggi. Selain itu, rentan terhadap kerusakan akibat aktivitas banjir yang disebabkan oleh curah hujan tinggi, topografi relatif datar, kondisi perubahan penggunaan lahan, kapasitas sungai tidak dapat menampung dan mengalirkan air serta kepadatan penduduk yang tinggi. Kejadian tersebut terjadi karena kurang tanggapnya masyarakat dalam menghadapi bencana yang datang. Sehingga dengan tidak adanya titik dan rute evakuasi bencana banjir banyak masyarakat yang tidak tahu harus mengungsi kemana dan akhirnya risiko yang diambil yaitu menetap dirumah yang tergenang banjir. Oleh karena itu analisis penetapan titik dan jalur evakuasi adalah cara yang efektif, aman dan sangat penting dalam rangka mitigasi bencana, sehingga dapat meminimalisir risiko yang terjadi. Adapun metode yang digunakan dalam menentukan titik dan rute evakuasi banjir adalah analisis variabel berpengaruh menggunakan content analysis, skoring dan pembobotan untuk penilaian titik lokasi evakuasi serta analisis rute evakuasi menggunakan network analysis dan penilaian aksesibilitas. Berdasarkan hasil yang diperoleh semua variabel berpengaruh dalam penelitian dengan 6 variabel memiliki nilai bobot paling tinggi sebesar 0,107 (11%), 1 variabel sebesar 0,096 (10%), 2 variabel sebesar 0,091 (9%) dan 1 variabel paling kecil dengan bobot 0,080 (8%). Ada 22 titik lokasi fasilitas yang dapat digunakan sebagai tempat evakuasi yang terdiri dari 8 tempat evakuasi sementara dan 14 lokasi evakuasi akhir. Kemudian ada 22 rute evakuasi optimal yang terdiri dari 13 rute evakuasi menuju tempat evakuasi sementara dan 9 rute evakuasi menuju tempat evakuasi akhir yang terbagi dalam 6 zona rawan bencana dengan 18 titik bangkitan pusat permukiman
Pra Desain Pabrik Garam Farmasi dari Air Laut dengan Metode Multiple Effect Evaporator
Garam banyak digunakan oleh beberapa industri, salah satunya pada industri farmasi yang dibutuhkan untuk bahan-bahan medis dan obat-obatan. Garam farmasi memiliki kualitas yang paling tinggi diantara garam yang lainnya yaitu memiliki kadar NaCl >99,5%. Garam farmasi tersebut dapat diperoleh dari air laut yang tersedia banyak di Indonesia. Proses yang digunakan dalam pembuatan garam farmasi yaitu dengan menggunakan multiple effect evaporator. Proses pembuatan garam farmasi dari air laut dibagi menjadi 3 unit proses, yaitu unit pemurnian, unit pengkristalan dan pengeringan, dan unit pengendalian produk. Dari hasil proses didapatkan garam farmasi dengan kemurnian 99,6%. Hasil terssebut sesuai dengan standart menurut Farmakope Indonesia (FI) Edisi IV bahwa kemurnian garam farmasi adalah 99,5%. Pabrik garam farmasi berkapasitas produksi sebesar 9000 ton/tahun. Lokasi pendirian pabrik pengolahan garam farmasi direncanakan di Desa Tamansareh, Kabupaten Sampang, Madura. Dengan kapasitas tersebut dan desai umur pabrik selama 10 tahun, didapatkan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 14,79% yang dimana nilainya lebih besar dari bunga pinjaman bank sebesar 8%. Kemudian didapatkan Pay Out Time (POT) sebesar 5,71 tahun dan Break Even Point (BEP) sebesar 20,91%
Analisis Risiko Berdasarkan Proses ISO 31000:2018 dengan Metode Healthcare Failure Mode and Effect Analysis (HFMEA) pada Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit X
Terdapat peraturan mengenai pengelolaan risiko rumah sakit di Indonesia yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.66 Tahun 2016 yang mengharuskan rumah sakit memiliki pengelolaan risiko untuk menjamin keselamatan pasien, pegawai, dan lingkungan rumah sakit termasuk Instalasi Gawat Darurat (IGD). IGD adalah suatu bagian penting di Rumah Sakit X karena perannya sebagai pintu masuk pasien darurat sering dijadikan kunci pelayanan dari rumah sakit. Hal tersebut menjadikan IGD Rumah Sakit X membutuhkan pengelolaan risiko komprehensif yang belum dimiliki saat ini untuk mengurangi terjadinya risiko di masa mendatang dan terus meningkatkan mutu pelayanannya. Pada penelitian ini akan dilakukan pengelolaan risiko hingga pembuatan dashboard profil risiko, dimulai dari pengidentifikasian risiko berdasarkan aktivitas proses bisnis IGD dan menggunakan model Software Hardware Environment Liveware (SHELL), evaluasi risiko dengan metode Healthcare Failure Mode and Effect Analysis (HFMEA) untuk penilaian, pemetaan, penentuan prioritas, dan rekomendasi tindakan mitigasi risiko. Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan 66 risiko yang berasal dari 7 proses dan 28 sub proses. Berdasarkan 66 risiko, akan dilakukan penilaian dengan Healthcare Failure Mode and Analysis dan didapatkan 11 risiko prioritas yang perlu ditangani terlebih dahulu. Terdapat 23 rencana mitigasi yang terdiri dari 15 tipe mitigasi control, 7 tipe mitigasi menghindari, dan 1 tipe mitigasi menerima. Pada penelitian ini, terdapat perancangan dashboard profil risiko dengan Power BI untuk memudahkan pemantauan risiko oleh manajemen rumah sakit di masa yang akan datang
Analisis Penjadwalan Kegiatan Pengerukan pada Proyek Pembangunan Pelabuhan Bias Munjul
Kerusakan CSD Galileo menyebabkan pihak kontraktor menghentikan kerja sama dengan Sub-contractor A dan digantikan dengan Sub-contractor B menggunakan CSD Julong untuk melakukan pengerukan alur pelayaran dan kolam fast boat Pelabuhan Bias Munjul. Pengerukan dengan CSD Julong dilakukan dari Sta. 625 sampai Sta. 0 dan area fast boat. Dikarenakan terjadi penggantian kapal keruk diperlukan penjadwalan untuk kegiatan pengerukan CSD Julong agar sesuai dengan perencanaan awal dan meminimalisir keterlambatan yang memengaruhi keseluruhan proyek pembangunan Pelabuhan Bias Munjul. Metode Critical Path Method (CPM) cukup sering digunakan berbagai proyek, metode tersebut akan dibandingkan dengan metode Critical Chain Project Management (CCPM) yang pengembangan dari metode Critical Path Method. Namun metode CCPM menghilangkan safety times dari keseluruhan durasi pekerjaan dan dikendalikan dengan buffer management. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan terhadap network planning, durasi dan biaya total pekerjaan. Perhitungan waktu buffer menggunakan metode root square mean error method (RSEM). Dalam melakukan analisis penjadwalan dilakukan perhitungan secara manual dan menggunakan software Microsoft Project. Diperoleh penjadwalan dengan metode Critical Path Method (CPM) dapat diselesaikan selama 239 hari. Sedangkan metode Critical Chain Project Management (CCPM) dapat diselesaikan selama 231 hari, dengan penambahan waktu buffer selama 12 hari. Metode CCPM menghasilkan perencanaan penjadwalan dengan durasi lebih cepat 8 hari dibandingkan metode CPM
Analisis Pengaruh Getaran di Kamar Mesin LCU pada Ruang Akomodasi Dengan Material Pelat Sandwich terhadap Kenyamanan ABK
Material sandwich adalah material inovatif baru yang dikembangkan dapat menjadi alternatif pengganti baja, karena memiliki kekuatan dan kekakuan yang memenuhi kriteria rules. Penelitian ini melakukan analisis getaran pada geladak penumpang kapal LCU yang mengaplikasikan material sandwich. Kapal ini memiliki lima geladak penumpang yaitu geladak A, geladak B, geladak C, geladak D, dan geladak E dengan sumber getaran dari kamar mesin sebagai sumber eksiter terbesar. Analisis simulasi numerik menggunakan metode elemen hingga dilakukan untuk mengetahui frekuensi natural dan respon getaran yang terjadi pada setiap geladak penumpang LCU. Hasil analisis menunjukkan bahwa aplikasi material sandwich pada geladak penumpang LCU memiliki nilai velocity maksimum sebesar 2.096 mm/s pada deck A, 5.89 mm/s pada deck B, 2.67 mm/s pada deck C, 5.42 mm/s pada deck D dan 3.10 mm/s pada deck E, dimana nilai tersebut masih masuk kriteria kenyamanan ABK ISO 6954 (2000
WebGIS Bangunan Infrastruktur Berpotensi Terdampak Kejadian Gempa Menggunakan Web Framework GeoDjango
Gempa bumi menjadi salah satu bencana alam yang paling berdampak pada kerusakan infrastruktur dan bangunan di Indonesia. Dalam upaya penyelenggaraan penanggulangan bencana, pengkajian secara cepat dan tepat untuk menentukan tingkat kerusakan dan kebutuhan upaya penanggulangannya merupakan kegiatan yang penting dilakukan pada saat tahap tanggap darurat. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Satuan Tugas Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana melakukan kajian secara cepat untuk mengidentifikasi bangunan infrastruktur yang berpotensi terdampak suatu kejadian gempa yang disusun menjadi sebuah infografis. Sebuah sistem informasi bangunan infrastruktur berpotensi terdampak oleh kejadian gempa berbasis web perlu dibuat sehingga dapat mempermudah pengolahan dan penyampaian informasi mengenai bangunan infrastruktur yang berpotensi terdampak. Dalam perancangan WebGIS ini, GeoDjango digunakan sebagai web application framework. GeoDjango merupakan web framework yang dirancang untuk penyusunan aplikasi geospasial menjadi sesederhana mungkin. Sebuah prototype WebGIS telah berhasil dibuat dan dipublikasikan dengan nama INFRAGempa, WebGIS ini terdiri dari 4 halaman menu utama yang terdiri dari halaman menu ‘Beranda’; halaman menu ‘Kluster Gempa’; halaman menu ‘Data Gempa’; dan halaman menu ‘Dashboard Peta’ serta dilengkapi dengan fitur-fitur yang dapat digunakan ketika mengakses situs web. Selain itu dilakukan pengelompokan data kejadian gempa berdasarkan kekuatan dan estimasi dampak terhadap bangunan infrastruktur dengan algoritma K-Means dan didapatkan 3 kluster dengan frekuensi data tiap kluster masing-masing 1225, 497, dan 87. Nilai persentase kelayakan WebGIS INFRAGempa didapatkan dengan uji usabilitas sebesar 89% dengan predikat sangat baik
Faktor Kerentanan COVID-19 pada Permukiman Kumuh di Keluraan Ciptomulyo, Kota Malang
Kota Malang memiliki daerah dengan indikasi kumuh, salah satunya Kelurahan Ciptomulyo dengan luasan kumuh 59,85 ha sekaligus merupakan permukiman kumuh terbesar di Kota Malang. Kelurahan Ciptomulyo memiliki penduduk 12.767 jiwa dan kepadatan penduduk tinggi yaitu 15.382 jiwa/km2. Kondisi tersebut diperparah dengan muncul-nya COVID-19 di Indonesia, di mana transmisinya berkaitan dengan faktor lingkungan dan perilaku masyarakat. Permu-kiman kumuh di Kelurahan Ciptomulyo tidak menunjukkan perbaikan berarti dari tahun 2016 hingga 2018 yaitu 62,60 ha pada tahun 2016 dan 59,80 ha permukiman kumuh pada 2018, hal tersebut dapat memicu transmisi COVID-19 di Kelurahan Ciptomulyo. Hal ini dibuktikan dengan adanya penambahan kasus COVID-19 hingga mencapai kasus 417 positif dan 26 meninggal dunia. Karena itu diperlukan pengkajian lanjut terkait bagaimana faktor kerentanan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Ciptomulyo terhadap transmisi COVID-19. Metode yang digunakan memiliki dua tahapan. Tahapan pertama menentukan faktor yang berpengaruh terhadap keren-tanan COVID-19 pada permukiman kumuh di Kelurahan Ciptomulyo dengan analisis Likert. Tahap kedua adalah menga-nalisis tingkat pengaruh faktor kerentanan COVID-19 pada permukiman kumuh di Kelurahan Ciptomulyo dengan meng-gunakan analisis AHP. Stakeholder yang digunakan memiliki pengaruh terhadap transmisi COVID-19 di Ciptomulyo. Hasil analisis likert dan AHP diperoleh luaran faktor yang berpe-ngaruh serta tingkatannya terhadap transmisi COVID-19 di Kelurahan Ciptomulyo. Faktor yang memiliki pengaruh tinggi adalah kepadatan penduduk, kebiasaan menerapkan kebijakan isolasi dan pembatasan sosial, budaya menggunakan alat pro-tektif diri. Faktor yang memiliki pengaruh sedang adalah rerata jumlah keluarga dalam satu KK, angka penderita ISPA, kepa-datan bangunan, dan fasilitas kesehatan. Faktor yang memiliki pengaruh rendah adalah ketersediaan dan kualitas air, keter-sediaan dan kondisi sanitasi, ruang terbuka, dan kemiskinan
Ekstraksi Informasi pada Dokumen Teks Menggunakan Metode Named-Entity Recognition untuk Sistem Autofill Formulir Lowongan SIM Magang MyITS StudentConnect
Sistem Informasi Manajemen (SIM) Magang MyITS StudentConnect adalah suatu platform yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan penyebaran informasi magang dalam lingkungan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dalam perkembangannya, diperlukan suatu sistem yang efektif dan efisien untuk pengisian informasi lowongan yang akan diunggah oleh pihak Pengembangan Kewirausahaan dan Karir (PK2) dalam lingkungan ITS. Oleh karena itu, suatu sistem autofill (sistem pengisian otomatis) dirasa perlu untuk dapat meningkatkan efisiensi dalam pengisian lowongan magang. Sistem ini bekerja dengan cara memindai dokumen lowongan magang yang diunggah dan mengisikan informasi yang didapat dari dokumen lowongan tersebut dalam format lowongan yang sesuai dengan modul SIM Magang myITS Student Connect.Untuk melakukan ekstraksi informasi dari dokumen yang diunggah, dilakukan pemindaian data teks menggunakan teknik Optical Character Recognition (OCR). Lalu, untuk klasifikasi, digunakan metode Named-Entity Recognition (NER), yang merupakan salah satu metode Natural Language Processing yang dapat mengklasifikasikan informasi berdasarkan entitasnya. Hasil ekstraksi informasi tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kolom-kolom form yang tersedia sesuai dengan format modul Magang myITS StudentConnect. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi SIM Magang dalam melakukan pendistribusian informasi terkait magang yang tersedia untuk kalangan mahasiswa-mahasiswa ITS. Dilakukan pengamatan performa terhadap ketepatan analisa NER dengan menggunakan data latih berupa poster lowongan magang sebanyak 24 buah. Setelah itu, didapatkan hasil berupa optimizer Adam dengan epochs sebanyak 1000 yang dapat bekerja dengan performa paling baik dengan nilai precision 0.53023, recall 0.56755, dan f1-score 0.54565
Studi Teknologi Pengolahan Biowaste Perkotaan dan Potensi Timbulan Gas Rumah Kaca
Komposisi timbulan sampah perkotaan di Indonesia didominasi oleh biowaste. Dalam sektor persampahan, biowaste merupakan salah satu penyumbang terbesar emisi GRK. Namun, pengolahan biowaste di Indonesia masih belum optimal. Teknologi biokonversi berpotensi baik dalam pengolahan biowaste karena secara umum lebih sederhana dan tidak membutuhkan banyak pengolahan awal. Studi pustaka ini membahas teknologi pengolahan biowaste dengan biokonversi dan potensi timbulan GRK. Teknologi yang dibahas adalah landfill, komposter, dan anaerobic digester. Kajian pustaka dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi dari studi terdahulu mengenai mekanisme proses, aspek teknis, dan potensi timbulan GRK setiap teknologi. Hasil kajian digunakan sebagai dasar dari penyelesaian studi kasus berupa penentuan teknologi pengolahan biowaste yang optimal berdasarkan aspek teknis dan potensi timbulan GRK di Kota Surabaya. Potensi timbulan GRK dihitung dengan persamaan dari IPCC 2006 yang diadopsi dari Emission Quantification Tool (EQT) IGES. Penentuan teknologi pengolahan optimal pada studi kasus dilakukan dengan Analytic Hierarchy Process (AHP). Kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini adalah urutan teknologi terpilih yaitu two stage AD, single stage AD, controlled landfill, sanitary landfill, in-vessel composting, BSFL composting, windrow composting, aerated static pile composting, dan vermicomposting