Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Deteksi Senjata Genggam Menggunakan Faster R-CNN Inception V2
Senjata genggam kelas pisau sering digunakan dalam kegiatan kriminal di Indonesia. Sering kali objek pisau yang terekam sulit terlihat dengan mata telanjang. Proses deteksi senjata genggam kelas pisau bisa dibantu dengan pengolahan citra menggunakan Deep Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan konsep Deep Learning dan Tensorflow Object Detection untuk melatih model Faster R-CNN Inception V2 untuk bisa mendeteksi senjata genggamgambar kelas pisau dalam citra digital. Dalam penelitian ini, model yang terlatih bisa menandai benda yang diduga sebagai senjata genggam kelas pisau dalam gambar dengan kotak penanda. Model yang dibuat dari penelitian ini dilatih dengan kumpulan dataset berisi gambar senjata genggam kelas pisau, dataset didapat dan terdiri dari rekaman bela diri pisau dan kumpulan pisau dengan bentuk dan warna yang beragam. Penelitian ini meneliti akurasi model Faster R-CNN Inception V2 yang dilatih dalam mendeteksi senjata genggam kelas pisau. Hasil akhir dari proses pengembangan model Faster R-CNN Inception V2 ini adalah model yang berhasil mendeteksi senjata genggam kelas pisau dengan akurasi sebanyak 87%, hasil akurasi didapatkan dari pengujian terhadap 475 gambar digital yang dilakukan di Google Colab
Perancangan Sistem Monitoring Flowrate, Kandungan Gas Metana, dan Tekanan Guna Mendapatkan Informasi Kondisi pada Bioreaktor Anaerob
Telah dilakukan perancangan sistem monitoring flowrate, kandungan gas metana, dan tekanan guna mendapatkan informasi kondisi pada bioreaktor anaerob. Perancangan sistem monitoring ini dilakukan menggunakan bioreaktor yang ada dihutan Pakal Benowo, Surabaya. Biogas yang di hasilkan berasal dari kotoran sapi dari peternakan yang ada disana. Pada proses pembentukan biogas ini bioreaktor sangat rentan terhadap perubahan suhu lingkungan, jumlah substrat yang tidak stabil, dan juga pH. Variabel tersebut perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi kecepatan, dan kualitas biogas yang dihasilkan. Temperatur lingkungan menjadi salah satu faktor utama bagi aktivitas mikroba karena akan berdampak pada tekanan yang dihasilkan. jumlah substrat yang ada dalam bioreaktor akan menentukan volume sehingga flowrate dari bisa menjadi optimal. Pengaruh dari pH dalam bioreaktor dapat mempengaruhi konsentrasi CH4 yang dihasilkan dan akan sangat berpengaruh dalam menentukan kualitas biogas. Beberapa parameter tersebut perlu dilakukan monitoring supaya informasi aktual pada plant dapat terekam, dan kualitas dari biogas yang dihasilkan bisa lebih optimal. Monitoring yang dilakukan nantinya berupa kandungan gas metana, tekanan, dan juga flowrate. Sensor yang digunakan pada bioreaktor ini harus tahan terhadap korosif karena sifat dari biogas ini. Nantinya data dari pembacaan sensor akan ditampilkan pada GUI, dan kondisi dari bioreaktor yaitu stabil, upperload, dan underload beserta output tegangan dari setiap sensor yang digunakan
Analisa Penilaian Kerusakan dan Perbaikan Jalan dengan Metode Bina Marga Pada Jalan Mayjend Sungkono Kabupaten Gresik
Jalan merupakan prasarana yang memiliki peranan penting sebagai penghubung suatu daerah dan juga sebagai penggerak perekonomian masyarakat. jalan mempunyai peranan penting dalam terciptanya pemerataan pembangunan di Indonesia. Di daerah industri seperti kabupaten Gresik, jalan dibutuhkan untuk mempercepat arus distribusi barang industri. Dengan semakin pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gresik, juga mempengaruhi laju pertumbuhan lalu lintas di Gresik dengan meningkatnya volume kendaraan. Salah satu jalan yang mengalami peningkatan volume adalah Jalan Mayjend Sungkono di Kecamatan Kebomas. Apabila jalan sebagai prasarana penghubung mengalami kerusakan maka akan menghambat laju kendaraan yang melintasi jalan tersebut, karena itu perlu dilakukan pemeliharaan jalan agar dapat melayani dengan optimal kendaraan yang melintas. Pada Studi ini membahas terkait Analisis kerusakan jalan dan kondisi saluran drainase meenggunakan metode dari Bina Marga. Untuk penilaian kondisi jalan menggunakan metode Bina Marga 1990 dan metode Surface Distress Index (SDI), sedangkan untuk penilaian kondisi saluran drainase tepi jalan hanya menggunakan metode Bina Marga 1990. Berdasarkan hasil analisis data, kondisi perkerasan dan kondisi saluran drainase pada Jalan Mayjend Sungkono Gresik STA 3+000 sampai STA 5+000 masuk dalam program pemeliharaan rutin dan pemeliharaan berkala, dengan angka urutan prioritas terkecil didaptakan sebesar 4 dalam analisis kondisi perkerasan. Dan angka terbesar untuk kondisi saluran drainase sebesar 15. Untuk faktor jenis kendaraan yang paling berpengaruh dalam kerusakan jalan adalah kendraan tipe 7c yaitu truk trailer. Untuk perbaikan kerusakan ada 4 jenis perbaikan yaitu P1 (Penebaran Pasir), P2 (Laburan Aspal Setempat), P3 (Melapis Retakan), P5 (Penambalan). perbaikan tidak hanya dilakukan pada badan jalan tetapi juga sistem drainase tepi jalan dengan merencanakan saluran drainase baru pada beberapa segmen jalan. Dengan total biaya perbaikan jalan dan perencanaan saluran drainase baru sebesar Rp221.228.765 menggunakan HSPK kabupaten Gresik tahun 2021
Perencanaan Geometrik Jalan Rel Kereta Cepat Surabaya-Banyuwangi
Perkembangan kereta api didunia sudah sangat pesat dapat dilihat dengan berkembangnya kereta cepat yang dapat mencapai kecepatan lebih dari dua ratus km/jam. Namun perkembangan kereta cepat di Indonesia untuk saat ini hanya perencanaan kereta cepat Jakarta-Bandung. Untuk rute Surabaya-Banyuwangi belum memiliki rencana pengembangan kereta cepat, hal ini dikarenakan perencanaan kereta cepat memiliki kecepatan yang tinggi, yang dalam hal ini mempengaruhi radius dari lengkung horizontal dan lengkung vertikal jalur kereta. Selain itu pengalokasian ruang untuk pengoperasian kereta cepat yang berbeda harus disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Peraturan terkait kereta cepat di Indonesia untuk saat ini belum ada, sehingga pembangunan kereta cepat harus menggunakan peraturan dari negara luar. Oleh karena itu diperlukan studi untuk merencanakan kereta cepat Surabaya-Banyuwangi. Dalam penelitian ini dilakukan pemilihan peraturan untuk perencanaan kereta cepat di Indonesia, pemilihan trase, dan perencanaan geometrik. Metode yang digunakan adalah perbandingan peraturan kereta cepat dari negara China (Code for Design of High-speed Railway, TB10621-2009), Swedia (Spårgeometrihandboken: Track geometry handbook, BVF 586.41, BVH 586.40), dan Jerman (Netzinfrastruktur Technik entwerfen; Linienführung (Net Infrastructure Technical Draft; Alignment, 900.0110). Perencanaan geometrik yang dilakukan adalah perhitungan alinyemen horizontal dan alinyemen vertical,sesuai dengan spesifikasi kereta cepat CRH1A/B/E. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pemilihan peraturan dari China (Code for Design of High-speed Railway, TB10621-2009). Trase kereta cepat Surabaya-Banyuwangi mebentang sepanjang 269,703 km dan melalui 3 stasiun.. Hasil tersebut diharapkan dapat menjadi masukan dalam pengembangan kereta cepat di provinsi Jawa Timur
Studi Eksperimen Efek Penempatan Dinding di Samping Sudu Returning Terhadap Kinerja Turbin Angin Savonius Pada Jarak G/D=1,0018
Seiring meningkatnya kebutuhan listrik dan terbatasnya ketersediaan energi tidak terbarukan, maka pentingnya beralih ke energi baru terbarukan (EBT). Salah satu potensi energi baru terbarukan yang ada di Indonesia adalah energi angin. Pemasangan turbin angin Savonius pada gedung di perkotaan diharapkan mampu memanfaatkan aliran angin yang bebas hambatan dan meningkatkan peran energi baru terbarukan. Penelitian ini dilakukan dengan menempatkan sudu returning turbin angin Savonius di samping model dinding bangunan dengan rasio jarak antara pusat turbin dan dinding terhadap diameter sudu turbin (G/D) sebesar 1,0018 dan variasi kecepatan angin yang digunakan sebesar 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10 m/s. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa penempatan model dinding di samping returning blade turbin angin Savonius pada jarak G/D = 1,0018 tidak efektif dalam meningkatkan nilai Coefficient of Power dan Coefficient of Moment pada semua kecepatan. Selain itu, penempatan model dinding di samping returning blade turbin angin Savonius pada jarak G/D = 1,0018 efektif dalam meningkatkan kemampuan self-starting turbin pada kecepatan 5 dan 6 m/s yang ditunjukkan oleh peningkatan Koefisien Torsi Statis minimum (CTsmin)
Otomatisasi Lampu Selasar Departemen Instrumentasi Menggunakan Light Intensity Detector Bh1750 Berbasis Expert System
Sistem rangkaian lampu di Departemen Teknik Instrumentasi yaitu menggunakan timer pada lampu di lorong lantai satu, dua, dan tiga dan masih manual untuk lampu di selasar. Teknologi yang sudah diterapkan tadi kurang efektif saat mendung yang menurunkan intensitas cahaya, juga ketika terjadinya pergeseran waktu terbit dan terbenamnya matahari. Untuk mengoptimalkannya diperlukan otomatisasi lampu yang dipengaruhi intensitas cahaya dan monitoring energi listrik agar dapat diketahui berapa besar penghematannya. Otomatisasi dan monitoring lampu dilakukan dengan penambahan lux sensor BH1750 dan module PZEM004t untuk monitoring energi listrik yang sudah termasuk sensor arus, tegangan, daya, energi (KWh), dan frekuensi listrik AC. Sensor-sensor ditanamkan dalam ESP32 dan Wemos sebagai controller yang memutus aliran listrik SSR dan dihubungan dengan webserver berbasis protokol MQTT yang diakses melalui Raspberry Pi. Komponen utama hardware terdiri dari perancangan sensor BH1750 dengan Wemos dan modul PZEM 004t dengan ESP32 sampai menghubungkan Raspberry Pi dengan monitor dan software adalah membuat program pengiriman data (subscribe) ke broker MQTT dan mendesain GUI di Node Red, selanjutnya karakterisasi sistem dilakukan untuk mengetahui performansi sistem otomatisasi dan monitoring lampu. Hasil dari Tugas Akhir ini merupakan penerapan yang akan dijadikan sebagai upaya penghematan energi listrik lampu di Departemen Teknik Instrumentasi
Karakteristik Permukiman Kumuh di Kampung Nelayan Kejawan Lor berbasis Eco-Settlements
Surabaya dikenal dengan kota yang berwawasan lingkungan masih terdapat kurang lebih 145,89 Ha yang termasuk pada kawasan permukiman kumuh yang persebarannya hampir di seluruh kelurahan. Kampung Nelayan Kejawan Lor termasuk diantaranya dimana pertumbuhan serta perkembangan Kampung Nelayan Kejawan Lor di Kelurahan Kenjeran masih belum didukung dengan pemenuhan prasarana dasar permukiman yang baik sehingga makin mengarahkan pada lingkungan yang identik dengan kekumuhan. Pendekatan Eco-Settlements dipilih karena menggunakan indikator sosial, ekonomi serta ekologi yang tentunya membantu dalam penanganan permukiman kumuh disertai pula peran institusi yang kapabel. Oleh karena itu penentuan karakteristik permukiman kumuh di Kampung Nelayan Kejawan Lor dilakukan menggunakan pendekatan Eco-Settlements dan menjadi tujuan dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap masyarakat di area penelitian. Metode analisa yang digunakan adalan analisa deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa dilihat dari indikator ekonomi masyarakat masih dibawah UMK Kota Surabaya, indikator sosial terlihat jumlah pendatang yang bertambah tiap tahunnya disertai dengan pendidikan rata-rata adalah SMP, indikator ekologi terlihat bahwa sampah yang ada berpengaruh terhadap kondisi drainase serta kepadatan bangunan yang tergolong tinggi, dan indikator kelembagaan terlihat sudah adanya peran institusi namun diperlukan konsistensi dalam implementasinya dan adanya kebijakan yang berlaku
Arahan Pengembangan Daya Tarik Wisata Desa di Desa Wisata Betisrejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen
Desa Betisrejo merupakan sebuah desa wisata bercorak agro yang terletak di Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen. Pengembangan Desa Wisata Betisrejo dilakukan melalui Program PEL pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kondisi Desa Wisata Betisrejo saat ini tidak beroperasi karena kurangnya pengelolaan sejak tahun 2014. Adanya potensi yang beraneka ragam dari tiga desa di Desa Wisata Betisrejo, dapat dikembangkan suatu model integrasi pariwisata. Tujuan penelitian ini adalan merumuskan arahan pengembangan daya tarik wisata di Desa Wisata Betisrejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen agar semakin berkembang sehingga lebih menarik antusiasme wisatawan untuk berkunjung. Penelitian ini menggunakan analisis Delphi untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh sebagai daya tarik wisata desa, analisis deskriptif untuk mengidentifikasi karakteristik pariwisata desa, dan analisis Triangulasi untuk merumuskan arahan pengembangan daya tarik wisata desa. Hasil dari penelitian ini didapatkan faktor yang mempengaruhi daya tarik wisata desa, yaitu daya tarik alam/bio hayati, daya tarik buatan, daya tarik budaya desa, daya tarik sikap dan tata kehidupan masyarakat, jaringan jalan, akomodasi, rumah makan, lahan parkir, sumber daya manusia, dan kelembagaan pengelola desa wisata. Berdasarkan identifikasi karakteristik eksisting pariwisata desa didapatkan potensi dan permasalahan pada masing-masing variabel. Penelitian ini menghasilkan arahan pengembangan daya tarik wisata desa untuk Desa Wisata Betisrejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen berupa peningkatan kapasitas lembaga pengelola desa wisata dengan memperjelas struktur organisasi dan edukasi terhadap masyarakat, pemeliharaan secara rutin terhadap potensi yang sudah unggul, serta penyediaan fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung wisata desa
Pengaruh Pencucian dan Air Scouring terhadap Kinerja Immersed Membrane Microfiltration
Kualitas air baku untuk pengolahan air minum di PDAM kota Surabaya semakin menurun sehingga unit pengolahannya semakin berat bebannya. Teknologi membran banyak digunakan untuk meningkatkan kualitas air olahan dan mengurangi penggunaan bahan kimia yang sehingga dapat mengurangi biaya pengolahan. Membran mikrofiltrasi dapat digunakan untuk mengolah air pada unit sedimentasi IPAM Ngagel III untuk menghasilkan kualitas hasil yang lebih baik. Seiring berjalannya proses filtrasi akan terjadi deposisi material di atas permukaan membran mikrofiltrasi. Deposisi material tersebut dapat menyebabkan fouling. Fouling dapat mengakibatkan menurunnya produktivitas membran oleh sebab itu perlu dilakukan pengendalian fouling berupa pencucian dan air scouring. Pencucian dilakukan dengan variasi metode pencucian dan lama pencucian. Pencucian dilakukan secara manual dengan metode gently scrubbing dan backwash selama 10 menit dan 20 menit. Pencucian secara backwash dilakukan dengan menggunakan bahan pencuci NaOCl 5%. Air scouring dilakukan dengan variasi tekanan udara yaitu 0,3 bar dan 0,6 bar. Jenis membran yang digunakan adalah ceramic membrane microfiltration flatsheet yang diletakan pada bak sedimentasi IPAM Ngagel III dan dioperasikan secara submerged. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pencucian dan air scouring terhadap fluks yang dihasilkan dan penurunan nilai kekeruhan, Total Suspended Solid, micro plastic, E-Coli, dan zat organik. Hasil dari penelitian ini didapatkan pencucian yang paling efektif yaitu pencucian secara manual dengan metode gently scubbing, dengan hasil flux recovery sebesar 100% dan dapat meningkatkan koefisien rejeksi parameter kekeruhan dan zat organik. Air Scouring dapat memperpanjang waktu operasi, meningkatkan jumlah air produksi, dan meningkatkan kemampuan rejeksi membran. Pada penelitian ini air scouring yang lebih efektif yaitu air scouring dengan variasi tekanan udara 0,6 bar. Total air produksi dapat ditingkatkan sebesar sebesar 38,2 % dan dapat meningkatkan koefisien rejeksi pada parameter kekeruhan,TSS, zat organik, dan mikroplastik
Perencanaan Gedung Park And Ride di Stasiun Jurang Mangu, Kecamatan Ciputat, Kota Tanggerang Selatan, Banten
Kota Tanggerang Selatan adalah kota yang merupakan bagian dari megapolitan Jabodetabek dan memiliki jumlah penduduk mencapai 1,75 juta dan mengalami peningkatan jumlah menjai 1,8 juta penduduk di tahun 2020. Seiring dengan berkembangnya perekonomian warga setempat, jumlah pemilik dan pengguna kendaraan pribadi di Kota Tanggerang Selatan pun meningkat pesat, yang menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas. Kemacetan juga bertambah karena banyaknya jumlah kendaraan yang masuk ke Tangerang Selatan. Masyarakat Kota Tangerang Selatan lebih memilih kendaraan pribadi daripada kendaraan angkutan umum yang disediakan oleh pemerintah. Hal ini terjadi karena sarana dan prasana angkutan umum yang kurang memadai. Untuk itu dibutuhkan sebuah solusi untuk mengurangi kemacetan dengan cara memaksimalkan manfaat dari transportasi umum seperti kereta Commuter Line. Salah satu solusi yang dapat ditawarkan adalah pembangunan gedung Park and Ride sebagai fasilitas penunjang transportasi pada Stasiun Jurang Mangu, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Dalam perencanaan gedung park and ride diperlukan data pendukung untuk mempermudah pengerjaan Studi ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer berupa data volume penumpang dan survei kuisioner penumpang. Data ini diperoleh dengan cara melakukan survei langsung di lokasi perencanaan yang dimulai pada pukul 06.00 WIB dimana merupakan waktu tersibuk para pengguna commuter line untuk bekerja menuju Jakarta. Adapun data sekunder yang digunakan berupa data yang didapat dari instansi-instansi terkait serta berdasarkan studi literatur. Data-data tersebut kemudian diolah untuk merencanakan layout gedung Park and Ride. Dari hasil pengolahan data tersebut menggunakan bantuan program aplikasi Microsoft Excel didapatkan jumlah demand calon pengguna fasilitas park and ride untuk sepeda motor sebesar 646 kendaraan, sedangkan untuk mobil pribadi sebesar 236 kendaraan dengan umur rencana hingga tahun 2026 (5 tahun rencana). Dari jumlah demand tersebut direncanakan gedung park and ride yang dapat menampung 756 sepeda motor dan 276 mobil dengan jumlah lantai parkir 12 lantai