Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Sistem Inspeksi Panas Kabel Menggunakan Kamera Termal dan Neural Network untuk Pencegahan Potensi Kebakaran

    Get PDF
    Listrik adalah sumber daya yang diperlukan dan sering ditemukan pada penggunaan barang elektronik. Penggunaan listrik di Indonesia pun tergolong meningkat dan menyebabkan adanya kejadian kebakaran. Perlu adanya pencegahan potensi kebakaran akibat adanya masalah kelistrikan baik pada komponen kelistrikan terutama ke kabel yang menghubungkan komponen. Pada penelitian ini telah dikembangkan sebuah sistem pendeteksian panas kabel dengan menggunakan kamera termal. Sistem ini menggunakan Raspberry Pi 4 sebagai unit prosesor dan kamera termal MLX90640 sebagai sensor. Data nilai suhu yang telah didapatkan oleh kamera termal berukuran 32x24 digunakan sebagai dataset bagi Convolutional Neural Network. Neural Network akan membedakan klasifikasi pembacaan tiap data yang diamati menjadi tiga yaitu suhu kabel yang aman, panas kabel yang berbahaya, dan pembacaan yang tidak sesuai sebagai gangguan. Model pelatihan pada data memiliki nilai akurasi yaitu sebesar 97%. Sistem ini dilengkapi Internet of Things untuk memutus kabel secara otomatis apabila mendeteksi panas yang berbahaya lewat protokol MQTT pada modul ESP8266

    Arahan Pengembangan Kawasan Sempadan Sungai di Kawasan Industri Terpadu Batang dengan Konsep Water Sensitive Urban Design

    Get PDF
    PT Kawasan Industri Terpadu Batang sedang berfokus mengembangkan kawasan pada kluster 1 seluas 3.100 Ha dengan fase pekerjaan pertamanya berada pada lokasi dengan luas 450 Ha. Pengembangan kawasan ini memiliki tiga prinsip dasar yaitu Smart Society (Ekosistem Masyarakat Cerdas), Smart Environment & Infrastructure (Lingkungan dan Infrastruktur Cerdas) serta Smart Economy (Ekonomi Cerdas). Dalam tahap pengembangannya, pada kawasan industri ini ditemukan dua masalah yaitu banjir yang berdampak kepada proses pekerjaan kawasan dan aktivitas masyarakat dan penanganan terhadap air yang perlu dikembangkan untuk mengatasi permasalahan di masa yang akan datang. Water Sensitive Urban Design (WSUD) adalah pendekatan pengelolaan air di kota-kota besar dan kecil yang menangani masalah kuantitas dan kualitas air (Wellington City Council, 2005). Dalam merumuskan arahan pengembangan kawasan sempadan sungai di Kawasan Industri terpadu Batang berdasarkan konsep WSUD dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu mengidentifikasi komponen WSUD, melakukan penilaian kinerja komponen yang tersedia melalui content analysis (CA) berdasarkan hasil wawancara dengan pihak PT Kawasan Industri Terpadu Batang dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), merumuskan arahan pengembangan kawasan sempadan sungai di Kawasan Industri terpadu Batang berdasarkan konsep WSUD menggunakan analisis Triangulasi. Dari hasil analisis ditemukan beberapa arahan yang berfokus dalam pengembangan kawasan sempadan sungai di kawasan industri dengan mengadaptasikan atau menerapkan komponen yang kemudian dijabarkan dalam beberapa variabel WSUD. Beberapa arahan yang dihasilkan dibagi kedalam dua jenis yaitu arahan utama dan arahan tambahan. Dari semua arahan dihasilkan rekomendasi kedepannya untuk pihak PT Kawasan Industri Terpadu Batang dan Balai Besar Wilayah Sungai dalam mengelola kawasan khususnya kawasan sempadan sungai Pelabuhan di dalam Kawasan Industri terpadu Batang

    Pemanfaatan Neraca Penatagunaan Tanah untuk Penentuan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Berbasis Bidang Tanah (Studi Kasus: Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati)

    Get PDF
    Berdasarkan terbitnya Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Kecamatan skala 1:5000 tahun 2019, maka perlu disusun neraca penatagunaan tanah untuk mengatasi permasalahan pemanfaatan ruang. Salah satu permasalahan yang terjadi yaitu adanya konflik kepentingan antara persediaan lahan dengan kebutuhan pembangunan sehingga menyebabkan alokasi ruang tidak sesuai dengan peruntukannya, seperti pembangunan kawasan pemukiman Lorong Indah yang berada di tengah lahan persawahan Desa Margorejo yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pati Nomor 2 Tahun 2021 tentang RTRW yang menetapkan kawasan ini sebagai Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B). Penyusunan neraca penatagunaan tanah dapat menjadi solusi untuk mengendalikan alih fungsi lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bidang tanah untuk pemanfaatan LP2B berdasarkan informasi neraca penatagunaan tanah. Tahapan metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tahapan inventarisasi data, tahapan penyusunan neraca penatagunaan tanah, dan tahapan analisis LP2B. Penyusunan neraca penatagunaan tanah bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penggunaan tanah terhadap KP2B serta ketersediaan tanah untuk pemanfaatan LP2B. Tahapan analisis LP2B bertujuan untuk mengidentifikasi potensi LP2B menggunakan metode pembobotan dan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian penggunaan tanah terhadap arahan KP2B mencapai presentase 96,25% dari luas bidang tanah yang termasuk area rencana KP2B. Hasil analisis ketersediaan tanah menunjukkan bahwa kelas ketersediaan tanah didominasi oleh tanah yang tidak tersedia untuk pemanfaatan LP2B dengan luas 718,37 ha dari 8.410 bidang tanah akibat banyaknya bidang tanah yang tidak termasuk peruntukan KP2B. Hasil rekomendasi LP2B di lokasi penelitian didominasi oleh kelas tidak direkomendasikan dengan luas sebesar 743,28 ha (53,73%) dari 9.173 bidang tanah. dan diikuti dengan kelas sangat direkomendasikan, direkomendasikan, dan direkomendasikan bersyarat dengan masing-masing memiliki luas 624,90 ha (45,17%) dari 2.150 bidang tanah, 15,25 ha (1,10%) dari 80 bidang tanah, dan 0 ha (0%) dari 0 bidang tanah

    Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sentra Wisata Kuliner Bratang Binangun, Surabaya

    Get PDF
    Sentra Wisata Kuliner (SWK) Bratang Binangun merupakan salah satu dari 25 SWK di Surabaya yang masih belum memiliki IPAL. Dalam kegiatan sehari-hari, air limbah yang dihasilkan dari SWK Bratang Binangun berasal dari kegiatan memasak, proses pencucian, serta dari toilet. Air limbah yang dihasilkan tersebut, apabila tidak diolah dengan baik dapat mencemari lingkungan di sekitar SWK Bratang Binangun. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan IPAL & SPAL meliputi biaya investasi yang diperlukan beserta prosedur operasional yang tepat guna memastikan pengolahan limbah berjalan dengan baik. Perencanaan pembangunan IPAL mempertimbangkan aspek teknis di SWK Bratang Binangun. Diperlukan pengumpulan data primer ataupun data sekunder guna menunjang perencanaan pembangunan IPAL. Data primer dapat diperoleh secara langsung dengan melakukan observasi maupun analisis terhadap kondisi lapangan serta pengambilan sampel air limbah. Data sekunder yang digunakan dihimpun dari berbagai sumber. Air limbah SWK di Kota Surabaya memiliki kandungan minyak dan lemak serta beban organik yang tinggi. Dirancang unit Pre-Treatment berupa Unit Grease Trap guna menampung air limbah non kakus untuk menyisihkan kandungan minyak dan lemak. 1 Unit Bak Pengumpul untuk mengatur debit pengolahan air limbah. 1 Unit Anaerobic Baffled Reactor (ABR) dilengkapi tanki pengendapan dan 4 kompartemen dirancang untuk mengendapkan partikel padatan tersuspensi dan mengolah beban organik air limbah. Unit Biological Aerated Filter dengan 2 kompartemen dioptimalisasikan untuk mendegradasi Ammonia dalam air limbah. Kemudian lapisan biomassa yang terbawa dalam aliran air diendapkan pada Unit Bak Pengendap. Unit pengolahan terakhir yakni Unit UV Disinfection untuk menonaktifkan mikroorganisme patogen yang terkandung dalam air limbah. Guna mendukung pengolahan air limbah yang maksimal, maka dilakukan perancangan Sistem Penyaluran Air Limbah (SPAL) sepanjang 148,7 m guna menyalurkan seluruh air limbah yang dihasilkan. Total estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan IPAL sebesar Rp 182.290.000 dan pembangunan SPAL sebesar Rp 78.741.000. Total estimasi biaya operasional IPAL yang dibutuhkan sebesar Rp 12.453.000 setiap tahunnya

    Analisis Percepatan Menggunakan Metode Crashing pada Proyek Pekerjaan Struktur Pembangunan Rumah dan Klinik Bali

    Get PDF
    Proyek konstruksi memiliki tiga batasan (triple constraint) yang terdiri dari anggaran, jadwal, dan mutu. Ketiga hal tersebut menjadi parameter penting yang sering dijadikan sebagai sasaran proyek bagi penyelenggara proyek. Namun, pelaksanaan proyek tidak selamanya sesuai dengan rencana, terdapat berbagai macam faktor yang membuat proyek menjadi bermasalah. Permasalahan pada proyek dapat mengakibatkan proyek mengalami keterlambatan (delay). Pelaksanaan Proyek Pekerjaan Struktur Pembangunan Rumah dan Klinik Bali direncanakan dapat diselesaikan dalam 51 minggu. Namun dikarenakan terdapat kendala saat proses pemancangan dan pengaruh cuaca, pada minggu 39 proyek mengalami keterlambatan sebesar 8,02%. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis percepatan menggunakan metode crashing. Analisis dilakukan pada minggu 40 dengan sisa durasi penyelesaian proyek sebesar 12 minggu (84 hari), untuk pekerjaan yang belum diselesaikan. Alternatif percepatan dilakukan dengan menggunakan penambahan jam kerja dan penambahan jumlah pekerja berdasarkan kondisi di lapangan. Setelah dilakukan percepatan, selanjutnya dilakukan analisis lama waktu yang berhasil dipercepat dan kebutuhan biaya percepatan untuk masing-masing alternatif. Hasil percepatan dari kedua alternatif tersebut dibandingkan dan dicari alternatif percepatan yang paling optimal. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, untuk alternatif percepatan dengan penambahan jam kerja didapatkan durasi optimum pada iterasi 15 dengan durasi 84 hari dan biaya total Rp. 2.262.590.362. Sedangkan untuk alternatif percepatan dengan penambahan jumlah pekerja didapatkan durasi optimum terjadi pada iterasi 22 dengan durasi 69 hari dan biaya total Rp. 2.159.768.425. Kedua alternatif bisa memenuhi sisa durasi penyelesaian proyek sebesar 84 hari. Namun alternatif percepatan dengan penambahan jumlah pekerja lebih optimal untuk dilakukan, dikarenakan menghasilkan biaya dan durasi yang lebih kecil daripada alternatif percepatan dengan penambahan jam kerja

    Pra Desain Pabrik Garam Industri menggunakan Teknologi Membran Reverse Osmosis

    Get PDF
    Garam merupakan salah satu komoditas strategis nasional yang secara fungsi maupun manfaat tidak kalah penting apabila dibandingkan dengan kebutuhan pokok lainnya. Akan tetapi, hingga saat ini Indonesia masih sangat bergantung pada impor untuk pemenuhan kebutuhan garam industri karena produksi garam lokal yang masih belum memenuhi standar. Maka dari itu, didirikanlah pabrik garam industri ini di daerah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan kapasitas sebesar 400.000 ton per tahun untuk mengurangi 23,19% angka impor terhadap kebutuhan nasional. Bahan baku utama yang digunakan pada pabrik ini yaitu air laut dengan proses terpilih berupa teknologi membrane reverse osmosis dengan kristalisasi yang prosesnya dibagi menjadi tiga bagian yaitu unit pemurnian bahan baku, unit kristalisasi dan pengeringan, serta unit sizing and finishing. Produk yang dihasilkan pada pabrik ini yaitu garam industri sebagai produk utama dengan kemurnian NaCl 99,8% berukuran 30 mesh dan desalinated water sebagai produk sampingnya. Usia pabrik ini diperkirakan selama 15 tahun operasi dengan proses konstruksi yang dilakukan selama 5 tahun. Pendirian pabrik ini membutuhkan investasi awal sebesar Rp 1.975.482.014.717,7 dengan pay out time selama 9,15 tahun, NPV sebesar Rp 1.293.659.980.492,9, dan IRR sebesar 23,18%

    Sistem Pengaturan Kecepatan Motor Dengan Metode Fuzzy Logic pada Mobile Robot untuk Menarik Troli Makanan

    Get PDF
    Pendistribusian makanan dan obat-obatan pasien rawat inap RSUD Dr. R Koesma Tuban dilakukan dengan menggunakan troli makanan dan didorong secara manual oleh perawat dari ruang gizi menuju kamar pasien. Serta untuk meminimalisir kontak antara tenaga medis dengan pasien covid diperlukan alat yang dapat dioperasikan oleh tenaga medis dari jarak jauh. Pada project akhir dibuat suatu mobile robot untuk menarik troli makanan dan dapat dikontrol dari jarak jauh dengan penambahan kamera untuk komunikasi antara tenaga medis dan pasien. Komponen utama yang digunakan sebagai kontrol utama adalah remote control yang telah dihubungkan melalui modul Wifi ESP 8226 pada mikrokontroler Arduino Mega 2560, sumber tegangan dari supply Accu 24v, Driver motor IBT-2 sebagai pengatur gerak electric linier actuator dan Motor DC 24v, Sensor ultrasonic digunakan sebagai pendeteksi jarak. Dari hasil penelitian, MQTT dapat digunakan sebagai protokol komunikasi antara joystick dengan mobile robot. Pengaturan kecepatan motor DC dapat dilakukan dengan mengatur nilai adc pada joystick menggunakan metode Fuzzy dengan % eror yang dihasilkan sebesar 0.12%. Kemampuan derajat belokan roda hanya berkisar antara 60-120. Beban maksimum yang dapat ditarik mobile robot sebesar 63 kg (troli 28kg & beban tambahan 35kg) dengan kecepatan min 15.9 RPM

    Pengembangan Rekomendasi Rute Berdasarkan Personalisasi Point-of-Interest dengan Menerapkan Metode Analytical Hierarchy Process

    Get PDF
    Pandemi covid-19 memberi dampak pada sektor pariwisata. Hal ini dikarenakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat guna mengurangi penyebaran Virus Corona. Namun hal tersebut menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan pada tempat wisata, termasuk kebun binatang yang menyebabkan kurangnya biaya untuk melakukan perawatan hewan. Maka dari itu perlu dilakukan inovasi agar dapat lebih menarik wisatawan. Inovasi yang dilakukan adalah dengan membangun aplikasi mobile rekomendasi rute yang berbabis Android. Hasil akhir dari aplikasi ini adalah berupa rekomendasi rute berdasarkan Point of Interest (POI) setiap pengunjung. Pada aplikasi yang Bernama Gembira Loka Zoo ini, pengunjung akan diminta untuk mengisi kuisioner. Jawaban kuisioner tersebut akan dihitung dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan menghasilkan nilai-nilai untuk setiap rute. Nantinya akan dipilih sebuah rute dengan nilai tertinggi yang dijadikan rute rekomendasi. Kemudian rute tersebut akan ditampilkan dalam bentuk peta dengan gambar rute dan poin-poin objek yang akan dilewati pengunjung

    Penentuan Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Pengembangan Budidaya Komoditas Jeruk Keprok di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu

    Get PDF
    Salah satu sentra pengembangan komoditas jeruk keprok di Jawa Timur adalah Kota Batu yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Holtikultura pada tahun 2009 melalui Program Keproknisasi Nasional. Berdasarkan Renstra Dinas Pertanian Kota Batu tahun 2017 – 2022, Desa Punten telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan komoditas hortikultura di Kecamatan Bumiaji. Desa Punten merupakan desa yang telah melahirkan salah satu komoditas hortikultura berupa varietas jeruk unggulan nasional yaitu Jeruk Keprok Batu 55. Jeruk Keprok Batu 55 memiliki harga jual 75 % lebih tinggi dibandingkan harga jual apel, dengan proyek keuntungan 82 % lebih tinggi dibandingkan proyeksi keuntungan apel. Dari segi produktivitas jeruk keprok mengalami peningkatan sebesar 7 % pada tahun 2019, sementara produktivitas apel yang mengalami penurunan sebesar 7,34 % pada tahun yang sama. Karena Desa Punten berpotensi untuk menjadi sentra pengembangan jeruk keprok, sehingga diperlukan penelitian mengenai penentuan faktor – faktor yang berpengaruh dalam pengembangan budidaya komoditas jeruk keprok di Desa Punten sebagai input dalam penyusunan arahan pengembangan sentra komoditas jeruk keprok di Desa Punten. Penelitian ini menggunakan metode Content Analysis untuk menentukan faktor – faktor yang berpengaruh dalam pengembangan budidaya komoditas jeruk keprok di Desa Punten. Selanjutnya untuk mengetahui kesesuaian faktor-faktor pengembangan tersebut dengan kondisi fakta (potensi masalah) di lapangan digunakan teknik Analisa Deskriptif. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan budidaya jeruk keprok batu 55 adalah komoditi primer, kualitas bibit, lahan pertanian, gapoktan, koperasi, program pertanian, kualitas petani, tenaga kerja produksi, tingkat kebutuhan konsumen, dan irigasi

    Studi Pengaruh Ukuran Bracket Pondasi Mesin terhadap Tegangan dengan Menggunakan Finite Element Method

    Get PDF
    Bracket berfungsi sebagai kekuatan tambahan atau penopang dua elemen konstruksi untuk meminimalisir terjadinya crack atau deformasi. Salah satu penggunaan bracket terletak pada kontruksi pondasi mesin kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa ukuran bracket yang optimal dalam sebuah konstruksi pondasi mesin. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan dengan variasi ukuran kaki-kaki bracket untuk melihat pengaruh ukuran bracket terhadap tegangan yang terjadi pada bracket. Ukuran kaki bracket yang digunakan adalah ukuran existing dari data kapal, ukuran dari hasil perhitungan menurut standar Biro Klasifikasi Indonesia, 468 mm, 398 mm, 328 mm, dan 257 mm. Penelitian ini menggunakan Finite Element Software untuk mempermudah proses perhitungan. Selain ukuran bracket, dilakukan juga perhitungan dengan mempertimbangkan sudut kemiringan dari pondasi mesin akibat gerak rolling kapal yaitu sebesar 00, 50, 100, 150, 200, dan 300. Untuk mengetahui bahwa tegangan pada setiap bracket diijinkan atau tidak, maka tegangan dibandingkan dengan tegangan ijin yang sudah ditentukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah semua variasi ukuran bracket masih memenuhi tegangan ijin bahan pada setiap kemiringan yang diuji. Akan tetapi, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai umur dari konstruksi bracket untuk setiap variasi akibat perubahan tegangan normal yang terjadi karena gerak rolling kapal

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇