Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Desain Mobile Offshore Base untuk Keperluan Militer di Perairan Maluku Utara

    Get PDF
    Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki perkiraan luat total perairan 3.25 juta km2 dengan potensial maritim yang tinggi. Karena potensial maritim yang tinggi serta luas perairan Indonesia yang besar membuat tidak hanya WNI, bahkan WNA pun tertarik untuk memperoleh kekayaan laut yang ada di perairan Indonesia khususnya ikan. Maka dari itu, tujuan dari pembuatan MOB ini adalah untuk mencegah pelanggaran hukum terkhususnya di daerah Maluku Utara dekat perbatasan ZEE, di mana MOB akan dibantu dengan 2 Kapal patroli. Penentuan misi MOB serta kebutuhan perbekalan untuk Kapal patroli, di mana penentuan misi MOB berdasarkan dari misi Lantamal VIII yaitu untuk mendukung logistik Kapal Patroli TNI AL. Dari misi operasional yang telah ditentukan, maka diperoleh kebutuhan Kapal patroli tersebut sehingga mendapatkan total payload sebesar 861.61 ton. Kemudian pembuatan lambung dari MOB berdasarkan dari bangunan lepas pantai yang mengapung atau floating offshore structure, di mana bangunan ini sesuai untuk MOB yang tugasnya diam di tempat pada kedalaman yang laut yang tinggi. Setelah menentukan payload, didapatkan ukuran MOB dengan perhitungan geosim yaitu L : 68 m, B : 30 m, H : 15m, T : 8m, dengan tipe lambung semi-submersible, displacement sebesar 2984 ton, dan jumlah kru 46 orang. Desain MOB meliputi rencana umum, rencana keselamatan dan rencana garis. Sistem tambat yang digunakan pada MOB ini adalah multi point mooring system dengan perhitungan catenary mooring. Setelah dilakukan desain, perhitungan dan analisis teknis, didapatkan perhitungan biaya pembangunan biaya MOB sebesar Rp.34,720,116,756.03

    Model Evaluasi Fasilitas Pengelolaan Limbah di Pelabuhan: Studi Kasus Pelabuhan Tanjung Priok

    Get PDF
    Pemanfaatan port reception facilities (PRF) di Pelabuhan Tanjung Priok dapat dikatakan belum optimal. Diketahui dari data 5 (lima) tahun ke belakang, jumlah kapal yang menggunakan fasilitas tersebut semakin menurun. Kapal yang membuang limbahnya di Pelabuhan Tanjung Priok kurang dari 0,27% pada tahun 2020. Hal tersebut terjadi karena mahalnya tarif yang dikenakan sehingga operator kapal memilih mengelola limbahnya sendiri. Dari permasalahan tersebut, dilakukan penelitian untuk mengetahui kondisi eksisting port reception facilities (PRF) di Pelabuhan Tanjung Priok, mengetahui potensi port reception facilities (PRF) di Pelabuhan Tanjung Priok, serta mengevaluasi port reception facilities (PRF) di Pelabuhan Tanjung Priok agar dapat meningkatkan jumlah penggunanya. Dalam penelitian ini, diberikan alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah pengguna port reception facilities (PRF) dengan beberapa skenario yaitu skenario pemberian subsidi dan skenario pemberian dana refund. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pada saat kondisi eksisting tarif layanan PRF sebesar Rp 250.000 per ton mampu memproduksi jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah minyak dan air sebanyak 52 unit dan jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah sampah sebanyak 7.486 unit pada tahun 2023. Kemudian, skenario pemberian subsidi dapat menurunkan tarif layanan PRF sebesar Rp 175.000 per ton sehingga didapatkan besaran subsidi sebesar Rp 75.000 per ton. Skenario pemberian subsidi dapat meningkatkan jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah minyak dan air sebanyak 75 unit dan jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah sampah sebanyak 10.695 unit pada tahun 2023. Sedangkan, skenario pemberian dana refund dapat meningkatkan jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah minyak dan air sebanyak 59 unit dan jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah sampah sebanyak 8.777 unit pada tahun 2023. Sehingga dapat dinyatakan bahwa skenario pemberian subsidi memberikan peningkatan jumlah kapal pengguna PRF lebih besar

    Analisis Pengaruh Variasi Logam Pengisi dan Arus Pada Hasil Pengelasan Baja Corten A dengan Metode GTAW Terhadap Struktur Mikro, Ketahanan Korosi, dan Sifat Mekanik

    Get PDF
    Pengaplikasian baja corten A pada cerobong pembuangan emisi pada kapal Barge Mounted Power Plant (BMPP) membutuhkan sifat-sifat tertentu. Pengaplikasian cerobong pembuangan emisi ini bekerja pada temperatur maksimal 374℃. Material baja corten A memiliki sifat ketahanan panas yang baik karena memiliki unsur Cu. Proses pengelasan dan pemilihan elektroda sangat berpengaruh pada hasil las yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh variasi elektroda dan arus terhadap hasil pengelasan baja corten A terhadap struktur mikro, ketahanan korosi, dan sifat mekanik. Adapun variasi logam pengisi yang digunakan adalah ER70S – G dan ER80S – G. Pengelasan yang digunakan adalah metode Gas Tungsten Arc Welding (GTAW). Skema eksperimen didasari dengan Welding Procedur Spesification (WPS) yang telah ada. Setelah eksperimen pengelasan, dilanjutkan dengan pengujian metalografi, pengujian korosi pada temperatur 374℃ dengan gas CO2, pengujian tarik, dan pengujian kekerasan. Pada hasil penelitian variasi logam pengisi dan arus dalam pengelasan terdapat peningkatan persentase fasa pearlite pada daerah Weld Metal dan HAZ. Peningkatan tertinggi terdapat pada pengelasan menggunakan logam pengisi ER80S-G dan arus 140A pada daerah Weld Metal 40,28% dan Heat Affected Zone (HAZ) 30,01%. Nilai persetase fasa pearlite dalam pengalasan terdapat pada spesimen dengan logam pengisi ER70S-G dan arus 112A Weld Metal sebesar 33,65% dan Heat Affected Zone (HAZ) 27,93%.  Hasil penelitian korosi temperatur tinggi menunjukan bahwa laju korosi menglami penurunan. Laju korosi terendah terdapat pada spesimen dengan pengalasan menggunakan logam pengisi ER80S-G dan arus 140A. Pada hasil pengujian kekuatan tarik terdapat peningkatan Ultimate Tensile Strength (UTS) dalam penggunaan logam pengisi ER80S-G dan peningkatan arus mulai dari 112A, 125A, sampai 140A. Untuk pengujian kekerasan pada daerah Weld Metal dan Heat Affected Zone (HAZ), mengalami peningkatan dalam penggunaan logam pengisi ER80S-G dan arus pengelasan. Untuk hasil tertinggi niilai UTS dan nilai kekerasan terdapat pada spesimen D-3 yaitu pengelasan menggunakan logam pengisi ER80S-G dan arus 140A

    Monitoring Suhu Chiller Berbasis Internet of Things Menggunakan Thermal Camera

    Get PDF
    Cold chain dideskripsikan sebagai alat dan proses yang melakukan suatu cara untuk memastikan produk terjaga suhunya hingga sampai ke konsumen. Produk ini bersifat mudah busuk, rentan perubahan suhu, dan memiliki jangka waktu yang pendek. Cold chain logistic merupakan gabungan dari empat sistem yang bekerja sama yaitu precooling, gudang pendingin, transportasi dengan pendinginan, dan pemasaran. Kelemahan sistem pemantauan yang digunakan sekarang ialah menggunakan sensor yang tidak merepresentasikan suhu satu ruangan. Pada penelitian ini melibatkan kamera termal untuk mendeteksi suhu dari produk-produk yang diletakkan dalam satu ruangan chiller. Sistem ini menggunakan computer vision untuk menampilkan gambar termal yang ditangkap oleh kamera termal, object detection dengan model YOLOv5 untuk mendeteksi objek yang akan dipantau, dan Internet of Things untuk pengiriman datanya. Alat ini dibuat menggunakan modul kamera termal MLX90640 yang terhubung dengan mikrokontroler ESP32 dan dikirim ke komputer untuk dapat mendeteksi objek dan pemantauan suhu dengan sistem peringatan dini. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kamera termal dapat mengukur suhu ruangan chiller dengan persamaan polinomial orde dua setelah dilakukan proses kalibrasi. Tahap pelatihan model YOLOv5 menghasilkan nilai mean average precision (mAP) terbaik sebesar 0.7, object loss terkecil sebesar 0.013, dan box loss terkecil sebesar 0.016 dengan precision sebesar 0.976 dan recall sebesar 0.965. Sistem peringatan dini berupa alarm yang aktif ketika suhu objek atau ruangan melebihi batas yang telah diatur. Data-data suhu dikirimkan via Internet of Things (IoT) ke server Thingspeak untuk ditampilkan pada komputer

    Web Service untuk Ekstraksi Informasi KTP Menggunakan Google Cloud Vision

    Get PDF
    Penelitian ini mengembangkan sistem ekstraksi data otomatis dari citra Kartu Tanda Penduduk (KTP) minggu-nakan Optical Character Recognition (OCR) dari Google Cloud Vision API, yang diimplementasikan dalam bentuk web service. Metode yang digunakan melibatkan pengumpulan citra KTP, desain sistem ekstraksi data, perancangan dan pembuatan web service, dan pengujian akhir. Web service menggunakan arsitek-tur RESTful dan dikembangkan dengan Python, FastAPI, RabbitMQ, dan Celery. Hasil OCR diproses melalui workflow post-processing yang mengaplikasikan regular expressions dan fuzzy matching untuk menghilangkan informasi tidak relevan dan mengoreksi kesalahan urutan pada hasil OCR. Implemen-tasi web service difasilitasi oleh Docker, yang memungkinkan deployment yang fleksibel. Hasil penelitian menunjukkan kondi-si dan kemiringan citra KTP mempengaruhi hasil OCR. Na-mun, dengan alur kerja post-processing yang tepat, sistem mam-pu menangani berbagai kondisi citra KTP. Web service ini diha-rapkan dapat memudahkan ekstraksi data KTP secara otomatis untuk berbagai kebutuhan

    Studi Eksperimental Karakteristik Aliran Melintasi Silinder Sirkular Tunggal dengan Penambahan Airfoil NACA0012; NACA0018; NACA0024 di Belakang Silinder Sirkular Utama pada Jarak Longitudinal (S/D) 1.6

    Get PDF
    pengetahuan yang fenomenanya kerap berkaitan dengan kehidupan manusia. Salah satunya fenomena aliran fluida melintasi suatu bluff body. Dalam aplikasi engineering fenomena ini memegang peranan penting seperti pada konstruksi pipa bawah laut, jembatan, dan tube pada heat exchanger. Bluff body dapat menghasilkan wake yang besar, salah satunya adalah silinder. Silinder memilki profil geometri yang bersifat strong adverse pressure yang menghasilkan wake yang besar sehingga berdampak pada dihasilkannya gaya hambat (drag) yang besar pada silinder. Oleh karena itu perlu untuk dilakukan pengurangan gaya hambat pada silinder dengan penambahan bodi pengganggu atau biasa disebut dengan metode passive flow control. Eksperimental ini dilakukan pada sub-sonic wind tunnel berdimensi (H = 200 mm; W = 200 mm; L = 2000 mm), silinder sirkular utama berdiameter (D = 36 mm) dengan penambahan airfoil dengan chord length (c = 36 mm). Variasi simetris airfoil (NACA0012, NACA0018, NACA0024) dengan variasi jarak longitudinal (S/D) 1.6 pada bilangan Reynolds 2.01 x . Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan penambahan airfoil di belakang silinder sirkular tunggal mampu mereduksi gaya drag yang bekerja pada silinder sirkular utama. Reduksi gaya drag ini diindikasikan oleh penurunan koefisien drag pressure ( ) pada silinder sirkular utama. Pada eksperimen ini, didapatkan reduksi koefisien drag pressure ( ) paling optimal terjadi pada konfigurasi dengan airfoil NACA002

    Penilaian Kualitas Situs Benteng Vastenburg sebagai Ruang Publik di Kota Surakarta Berdasarkan Persepsi Pengguna

    Get PDF
    Situs Benteng Vastenburg di Kota Surakarta merupakan salah satu ruang publik dengan benteng peninggalan kolonial yang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat. Walaupun begitu, ruang publik ini dilingkupi masalah seperti ketidakpastian pengelolaan dan pengembangan yang berimplikasi terhadap kualitasnya. Padahal situs ini penting dan tidak terpisahkan dari perkembangan kota. Selain itu, ada dorongan untuk memanfaatkan potensinya sebagai ruang publik dan destinasi wisata kota oleh masyarakat. Sehingga perlu adanya rencana untuk menaungi pemanfaatannya di masa yang akan datang. Salah satu kajian yang dapat dilaksanakan sebagai masukan dalam rencana tersebut adalah dengan penilaian terhadap kualitas situs ini sebagai ruang publik. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas situs Benteng Vastenburg sebagai ruang publik di Kota Surakarta berdasarkan persepsi pengguna. Penelitian ini terbagi menjadi tiga sasaran. Sasaran pertama adalah memahami karakteristiknya dengan metode analisis deskriptif. Selanjutnya, perumusan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas situs Benteng Vastenburg sebagai ruang publik dengan metode Delphi dan Analytical Hierarchy Process sebagai analisisnya. Setelah itu, penilaian terhadap kualitas situs Benteng Vastenburg sebagai ruang publik berdasarkan persepsi pengguna dilakukan dengan kuesioner skala likert dan dijelaskan melalui analisis deskriptif. Melalui penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil kualitas situs Benteng Vastenburg sebagai ruang publik memiliki nilai 72,351 atau dalam kategori baik oleh pengguna. Walaupun begitu terdapat beberapa masukan yang disampaikan pengguna terkait kualitasnya sebagai ruang publik

    Optimasi Waktu dan Biaya Proyek Pembangunan Bendungan Bagong Paket 1 dengan Metode Time Cost Trade Off

    Get PDF
    Proyek Pembangunan Bendungan Bagong Paket 1 merupakan salah satu proyek yang mengalami keterlambatan penyelesain proyek karena faktor cuaca hujan deras terus menerus. Padahal, pembangunan Bendungan Bagong pada proyek ini bertujuan untuk mereduksi banjir Kota Trenggalek secara signifikan. Selain itu, Bendungan Bagong ini masuk dalam daftar Proyek Stategis Nasional (PSN) untuk menambah jumlah tampungan air dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan air. Oleh karena itu, perlu dilakukan percepatan jadwal pelaksanaan atau optimasi waktu pelaksana-an proyek agar biaya yang dikeluarkan tidak terus meningkat seiring dengan keterlambatan jadwal. Penelitian akan dilaku-kan untuk mengetahui durasi dan biaya percepatan yang opti-mum pada proyek Pembangunan Bendungan Bagong Paket 1 dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off. Dalam mela-kukan sebuah percepatan terhadap durasi penyelesaian proyek, perlu dilakukan penekanan waktu aktivitas, diusahakan agar biaya yang ditimbulkan seminimal mungkin. Penekanan dilaku-kan pada aktivitas yang berada dalam lintasan kritis dan mempunyai cost slope terendah. Langkah-langkah yang diper-lukan dalam melakukan percepatan ini adalah identifikasi aktivitas sisa pekerjaan, penyusunan network diagram serta lin-tasan kritis, menentukan crash duration dan crash cost, meng-hitung cost slope, dan melakukan tahap iterasi. Penelitian ini menghasilkan durasi percepatan paling optimum dengan durasi akhir 678 hari dan biaya Rp835.252.140.947,00. Hasil ini dida-pat pada iterasi ke delapan, dimana pada iterasi ke sembilan, biaya total proyek hasil itersi menunjukkan adanya kenaikan biaya hingga pada iterasi ke sepuluh, sehingga diambil hasil optimum pada iterasi ke delapan

    Kajian Risiko Lingkungan pada Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Limbah B3 Industri Kimia di PT XYZ dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)

    Get PDF
    Adanya peningkatan aktivitas industri berisiko untuk meningkatkan kerusakan lingkungan, baik dari eksploitasi bahan baku, aktivitas produksi maupun dari buangan limbah akibat proses produksi. Oleh karena itu peningkatan aktivitas industri harus dibarengi dengan peningkatan upaya pengelolaan lingkungannya. Penelitian ini mengkaji risiko lingkungan yang dapat diakibatkan dari suatu sistem pengelolaan B3 dan limbah B3 di PT XYZ. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri kimia. Saat ini, PT XYZ sedang berfokus pada pengembangan efisiensi pengelolaan limbahnya, terutama limbah B3. Oleh karena itu, untuk meningkatkan sistem pengelolaan limbah industri di PT XYZ sebagai upaya dan komitmen perusahaan dalam melaksanakan pengelolaan lingkungan, diperlukan adanya kajian risiko dengan pendekatan Failure Mode and Effect Analysis untuk mengidentifikasi risiko serta akibat yang dapat ditimbulkan dari sistem pengelolaan B3 dan limbah B3 tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Fishbone Analysis dan FMEA, dimulai dengan mengidentifikasi risiko melalui identifikasi kegagalan, penyebab, dan efek potensial dari sistem pengelolaan B3 dan limbah B3 dengan menggunakan diagram fishbone. Dilanjutkan dengan perhitungan Risk Priority Number (RPN) berdasarkan tingkat severity, occurrence, dan detection menggunakan metode FMEA. Selanjutnya dilakukan penyusunan skenario pengendalian risiko berdasarkan hasil identifikasi dan perhitungan RPN. Metode FMEA dipilih karena metode ini dapat menganalisis hampir setiap risiko yang didapat dan dapat mempertimbangkan risiko dalam jumlah besar. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berdasarkan observasi, wawancara, dan data sekunder dari perusahaan menunjukkan potensi kegagalan terbesar berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN) pada pengelolaan B3 terjadi pada item Oli, yaitu berupa tumpahan atau ceceran Oli dengan nilai RPN sebesar 75. Sedangkan, pada pengelolaan limbah B3, potensi kegagalan terbesar yaitu keluarnya gas atau limbah cair B3 (Ammonium Hidroksida) dengan nilai RPN sebesar 50. Adapun mitigasi risiko yang diusulkan berupa engineering control, perbaikan manajemen, dan peningkatan deteksi kegagalan

    Optimasi Proses Penyerapan SO3 pada Kinerja Kolom Absorber Menggunakan Proses Double Contact Double Absorption (DCDA)

    Get PDF
    Asam sulfat merupakan senyawa kimia yang keberadaannya banyak dipakai dan dibutuhkan serta perannya penting dalam proses produksi pada bidang industri. Asam sulfat digunakan sebagai agen dehidrasi, katalis, reaktan aktif dalam proses kimia, pelarut, dan penyerap. Dalam industri, asam sulfat diproduksi dan dipasok dalam tingkat kemurnian yang tepat untuk baterai penyimpanan, rayon, tawas, pewarna, dan industri farmasi. Proses SO3 absorption merupakan salah satu tahap untuk memproduksi asam sulfat dan merupakan tahap paling krusial dalam pembuatan asam sulfat. Karena dalam prosesnya timggi-rendahnya konsentrasi asam sulfat yang dihasilkan dipengaruhi oleh kondisi operasi dalam absorption tower. Namun umumnya absorption tower dalam proses SO3 absorption tidak menyerap SO3 yang masuk secara efisien, sehingga masih ada rasio SO3 yang tidak terserap dan dikeluarkan ke sistem. Untuk menginvestigasi masalah diatas, optimasi yang ditentukan adalah dengan cara mengetahui pengaruh suhu dan tekanan terhadap proses SO3 absorption di dalam absorption tower dan merancang kolom absorber dengan menggunakan II kolom absorber bertipe Double Contact Double Absorption (DCDA). Simulasi dilakukan dengan menggunakan Aspen HYSYS berdasarkan data desain dari kondisi eksisting dan optimasi didasarkan pada retrofit kolom absorber II pada pabrik asam sulfat yang telah dirancang. Berdasarkan hasil kalkulasi perancangan kolom absorber, digunakan tipe absorber sieve tray tipe cross flow karena tipe tersebut memenuhi syarat sebagai kolom absorber dan kolom stripper karena berada di daerah operasi stabil. Hasil optimasi yang diperoleh yakni retrofit pabrik asam sulfat menggunakan DCDA menaikkan nilai efisiensi produksi dari 94,98% menjadi 99.82%

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇