Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Desain 3-in-1 Workboat (Derdger-Fire Fighter-Crane Boat) Wilayah Operasional Pelabuhan Pulau Baai, Provinsi Bengkulu

    Get PDF
    Pelabuhan Pulau Baai ialah salah satu pelabuhan yang ada di Indonesia, terletak di Provinsi Bengkulu dengan luas 120.000 ha. Alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai berpotensi mengalami pendangkalan setiap tahunnya dikarenakan pelabuhan ini menghadap langsung pada Samudra Hindia dan dipengaruhi oleh angin muson barat dan angin muson timur yang membawa sedimen berupa pasir. Selain itu, sebagai pelabuhan pengumpan yang menjadi bagian wilayah vital di Provinsi Bengkulu berbagai tindakan antisipasi terhadap kecelakaan menjadi hal yang penting, seperti apabila terjadi kebakaran kapal maupun terjadinya tumpahan minyak. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis teknis desain kapal yang cocok untuk Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. Oleh sebab itu akan didesain workboat yang dilengkapi dengan alat keruk dengan jenis cutter suction dredger, fire fighter external system, dan crane boat yang nantinya akan mengangkut oil boom ke atas kapal. Payload pada kapal ini ialah peralatan sistem keruk cutter suction dredger dengan kemampuan keruk 1088 m3/jam, peralatan fire fighter dengan notasi FIFI 1, crane SWL 3.6 ton dan oil boom seberat 1.4 ton dengan panjang 450 m. Hasil perhitungan analisis teknis dari 3-in-1 workboat menghasilkan ukuran utama panjang (LoA) = 17.3 m; lebar (B) = 6.4 m; tinggi (H) = 1.8 m; sarat (T) = 0.9 m dan kecepatan (Vs) = 8 knot. Setelah itu dilakukan desain Gambar Rencana Garis, Gambar Rencana Umum, dan Model 3D dengan biaya pembangunan kapal sebesar Rp. 3.054.761.397, dan biaya operasional Rp. 433.183.439/tahun

    Risk Assessment pada Jaringan Pipa Bawah Laut di PT. XYZ (Studi Kasus: 32” MGL-NGLB CILAMAYA)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi risiko penyebab kebocoran pada offshore pipeline 32” MGL-NGLB Cilamaya milik PT. XYZ pada segmen pipa yang terletak di dasar laut NGLB-Cilamaya-03. Berdasarkan data lapangan, daerah ini merupakan daerah yang tinggi akan risiko kebocoran. Adapun penelitian ini menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Berdasarkan analisis menggunakan fish bone didapatkan 29 risiko penyebab kebocoran Pipa Bawah Laut 32” MGL-NGLB Cilamaya milik PT. XYZ. Hasil dari fault tree analysist didapatkan bahwa probability untuk main event kebocoran pipa bawah laut karena factor external forces sebesar 0,176, dan untuk kebocoran pipa bawah laut karena faktor rupture sebesar 0,078. Probability of top event yaitu kebocoran pipa bawah laut sebesar 0,254. Dari hasil pemetaan risk ranking setiap risiko ke dalam matriks risiko, didapatkan 3 risiko yang masuk ke dalam kategori high risk, yaitu dragged anchor dengan risk ranking 16, Kegagalan external corrosion dengan risk ranking 16, dan peralatan maintenance yang buruk dengan risk ranking 16. Berdasarkan analisis risk reducing potensi bahaya dominan yang telah dilakukan. Peneliti menemukan bahwa mitigasi yang dilakukan dapat mengurangi tingkat risiko tinggi yang terjadi, dimana tingkat risiko dari ketiga risiko domininan turun menjadi 4 (low risk)

    Analisis Potensi Kargo pada Bandara Kertajati

    Get PDF
    Bandara Kertajati merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta. Luas lahan dari Bandara Kertajati ini mencapai 1800 hektare dan memiliki ukuran landasan pacu 3000 x 60 meter. Ketika beroperasi terjadi penurunan tren penumpang ini utamanya diakibatkan oleh aksesibilitas menuju ke Bandara Kertajati cukup sulit karena infrastruktur pendukung seperti Tol Cisumdawu belum sepenuhnya beroprasi. Untuk tetap bisa menutupi biaya operasional yang cukup besar Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki sebuah rencana sebagai solusi dari permasalahan tersebut yaitu untuk mengalihkan Bandara Kertajati menjadi bandara yang difokuskan untuk kargo. Oleh karena itu, diperlukan analisis untuk mengetahui potensi kargo berdasarkan komoditas-komoditas unggulan di Jawa Barat, rencana beban kargo peralihan dari Bandara Soekarno-Hatta dan Husein Sastranegara, estimasi travel time dan travel cost aksesibilitas darat menuju Bandara Kertajati serta jenis pesawat yang optimum untuk pengangkutan kargo. Aksi tersebut mendukung program Sustainable Development Goals poin ke-9 dari PBB yaitu Indusry, Innovation, and Infrastructure, karena sebagai pengembangan untuk industri kargo di Bandara Kertajati. Dari hasil analisis penelitian ini diperoleh catchment area dari Bandara Kertajati pada Provinsi Jawa Barat sebanyak 19 kabupaten/kota (70%) dan Jawa Tengah 3 kabupaten/kota (9%). Potensi Wilayah yang memiliki komoditas hasil tanam dan unggas unggulan masing-masing untuk dipasarkan keluar daerah antara lain, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang. Dengan analisis peramalan diketahui demand volume kargo internasional dan domestik pada tahun 2028 dari Bandara Soekarno-Hatta, dengan perlaihan 13% diperoleh volume kargo internasional sebesar 62.150.550 kg dan kargo domestik sebesar 56.470.315 kg. Lalu, demand volume kargo internasional dan domestik peralihan dari Bandara Husein Sastranegara pada tahun 2023 pada kargo Internasional adalah sebesar 4.104.794 kg dan kargo domestik sebesar 30.332.299 kg. Dengan perhitungan kapasitas angkut pesawat didapatkan pesawat yang ideal untuk mengangkut kargo yaitu Boeing 777-300ER , karena dari kapasitas kargo yang besar dan jarak tempuh optimum pesawat tersebut

    Evaluasi Kinerja Sistem Bioreaktor Membran pada Instalasi Pengolahan Lindi (Studi Kasus: TPA Supit Urang, Kota Malang)

    Get PDF
    Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang merupakan tempat pemrosesan akhir sampah yang terletak di Kota Malang dengan menggunakan metode sanitary landfill sejak tahun 2021. Instalasi Pengolahan Lindi (IPL) TPA Supit Urang menggunakan teknologi bioreaktor membran dengan konfigurasi sidestream dan aliran cross-flow. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja sistem bioreaktor membran dengan melakukan pengambilan sampel air lindi TPA Supit Urang dan menganalisis parameter lingkungan yang terkandung pada air lindi. Parameter utama yang digunakan adalah analisis Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), amonium (NH4-N), dan Total Suspended Solid (TSS). Parameter tambahan yang digunakan adalah pH, Dissolved Oxygen (DO), SVI, MLSS, dan MLVSS. Analisis kedua parameter tersebut dilakukan selama dua bulan. Penelitian di laboratorium juga bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya timbulan foaming pada bioreaktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja bioreaktor membran menurunkan parameter adalah COD sebesar 97%, BOD sebesar 99%, NH4-N sebesar 100%, dan TSS sebesar 97%. Sehingga, sistem ini mampu untuk menghasilkan efluen yang memenuhi baku mutu. Kemudian, hasil penelitian juga menemukan penyebab dan pencegahan permasalahan timbulan foaming yang terjadi pada bioreaktor membran. Timbulan busa dapat disebabkan oleh beberapa faktor operasional yang terlalu tinggi antara lain HRT, SRT, dan DO. Penyebab lain diperkirakan nilai rasio F/M yang terlalu rendah. Pencegahan timbulan busa selain penggunaan antifoam atau defoamer, perlu dilakukan perubahan nilai parameter operasional antara lain menurunkan SRT menjadi 20-50 hari dan mengatur nilai DO menjadi >2 mg/L untuk tangki denitrifikasi dan 2-4 mg/L untuk tangki nitrifikasi

    Analisis Perencanaan Investasi Pembangunan Perumahan di Jalan Raya Anggaswangi Kabupaten Sidoarjo

    Get PDF
    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Sidoarjo mengalami peningkatan tiap tahunnya. Semakin meningkat pertumbuhan penduduk maka kebutuhan akan tempat tinggal juga meningkat. Salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal adalah dengan membangun sebuah perumahan. Dalam pembangunan sebuah perumahan perlu memperhatikan peraturan-peraturan pemerintah agar sebuah perumahan dinyatakan layak dan tidak memberikan dampak negatif pada lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan investasi pembangunan perumahan di Jalan Raya Anggaswangi Kabupaten Sidoarjo yang sesuai dengan peraturan pemerintah. Analisis yang dilakukan terdiri dari dua tahap, yaitu membuat perencanaan pembangunan perumahan dan menganalisis kelayakan finansial dari pembangunan perumahan sesuai hasil perencanaan. Pendapatan yang diperhitungkan yaitu pendapatan dari penjualan unit rumah. Modal investasi yang digunakan diasumsikan menggunakan modal sendiri dan pinjaman bank. Perencanaan pembangunan perumahan mendapatkan hasil proyek perumahan dibangun diatas lahan seluas 5,02 ha dengan persentase pembagian lahan 60% peruntukan bangunan dan 40% untuk ruangan terbuka. Dari hasil perencanaan didapat unit rumah tipe 36/72 sebanyak 240 unit dan rumah tipe 45/90 sebanyak 131 unit. Dari hasil analisis kelayakan finansial pada proyek dengan MARR 8% dan masa investasi 5 tahun, diperoleh NPV sebesar Rp15.072.873.045, PP pada tahun ke-5 masa investasi, dan IRR sebesar 13,41% lebih besar dari MARR. Berdasarkan ketiga parameter tersebut, rencana pembangunan perumahan ini layak untuk dilakukan

    Desain Jaringan Sensor dan Aktuator Nirkabel untuk Pengaturan Pencahayaan dan Udara Ruangan di Ruang Belajar

    Get PDF
    Penggunaan listrik di Indonesia kian meningkat di tiap tahunnya bisa menjadi tantangan untuk kampus cerdas sebagai gabungan dari teknologi pintar dengan infrastruktur fisik, yaitu memberi upaya untuk penghematan penggunaan energi listrik di kampus. Salah satu aplikasi yang sudah marak digunakan pada zaman serba digital ini adalah lampu pintar yang masih jarang diaplikasikan pada kampus di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain jaringan sensor dan aktuator nirkabel yang memiliki potensi penghematan energi. Penelitian akan dilakukan dengan metode pengujian prototipe. Pada penelitian ini, telah dirancang prototipe dengan sebuah mikrokontroler, tiga sensor, dan aktuator untuk mengatur pencahayaan dan pengaturan udara ruang. Sensor yang digunakan pada prototipe adalah sensor cahaya yang dibertugas untuk mendeteksi intensitas cahaya, sensor infra merah pasif yang bertugas untuk mendeteksi pergerakan manusia, serta sensor temperatur dan kelembapan akan mendeteksi temperatur dan kelembapan ruangan. Ketiga sensor tersebut memberi data ke mikrokontroler yaitu NodeMCU ESP8266, kemudian mikrokontroler memberi perintah pada aktuator. Prototipe dari penelitian ini tersambung dengan pencahayaan dan pengaturan udara dalam ruangan. Dari jaringan sensor dan aktuator nirkabel tersebut, didapat sistem pencahayaan dan pengaturan udara otomatis. Didapat juga penghemetan penggunaan lampu sebesar 33%, sementara penghematan penggunaan air conditioner sebesar 13%

    Dashboard Pemantauan Integrasi Pembangkit Energi Terbarukan di Kampus ITS

    Get PDF
    Listrik merupakan komponen penting dalam kehidupan dikarenakan hampir semua kegiatan membutuhkan energi listrik. Kebutuhan akan listrik konvensional yang semakin meningkat dapat mengakibatkan krisis listrik yang terjadi kapan saja. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dibutuhkan energi alternatif yang dapat membantu mendapatkan suplai energi listrik. Pada kampus ITS sudah terpasang 4 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang digunakan untuk membantu penyediaan listrik di kampus. Keempat PLTS ini memiliki sistem monitoring yang berfungsi untuk membaca variabel yang dihasilkan dari keempat PLTS yang telah terpasang. Namun, keempat sistem monitoring terbatas pada penyediaan data sehingga menghambat pengguna dalam melakukan pembacaan data pada PLTS tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk merancang sebuah sistem monitoring baru berupa dashboard yang dapat melakukan pembacaan terhadap variabel dari keempat PLTS berbasis Internet of Things (IoT). Dalam penelitian ini akan dirancang sebuah dashboard yang akan melakukan pembacaan variabel dari keempat PLTS di kampus ITS. Dashboard ini juga akan memiliki fungsi berupa pencatatan (logging) dan juga mampu untuk menampilkan Analisa data dari hasil logging. Sistem ini juga bersifat open-source yang artinya dapat memberikan ruang untuk dikembangkan di kemudian hari

    Perencanaan Alternatif Sistem Pengoperasian Pompa Banjir dan Pompa Lumpur di Saluran Kalidami dan Saluran Kalibokor Kota Surabaya

    Get PDF
    Saluran Kalidami dan Saluran Kalibokor merupakan saluran pematusan primer di Surabaya Timur. Fungsi awal saluran untuk mengalirkan limpasan air hujan. Akan tetapi, saat musim kemarau, saluran juga menampung debit air limbah permukiman. Akibatnya terjadi penambahan beban saluran yang berpotensi menimbulkan banjir/genangan. Untuk mengendalikan banjir tersebut perlu dilakukan perencanaan alternatif sistem pengoperasian pompa baik pompa banjir maupun pompa lumpur di Rumah Pompa Kalibokor, Rumah Pompa Kalidami Screw, dan Rumah Pompa Bozem Kalidami. Perencanaan alternatif diawali dengan perhitungan debit banjir rencana yang mencakup debit limpasan air hujan, debit air limbah permukiman, dan debit pintu air. Selanjutnya ditawarkan alternatif operasional pompa pada saat musim penghujan dan kemarau hingga dihitung biaya operasionalnya meliputi biaya listrik (PLN atau genset) serta biaya pemeliharaan dan perawatan pompa. Berdasarkan alternatif yang ditawarkan, jumlah pompa yang digunakan sama dengan jumlah pompa eksisting. Saat musim penghujan, semua pompa akan dioperasikan secara maksimal, sedangkan saat kemarau dinyalakan 2 pompa lumpur 0,25 m3/detik dan 1 pompa banjir 3 m3/detik untuk menurunkan elevasi muka air saluran. Saat musim hujan di Rumah Pompa Kalibokor dioperasikan 3 pompa banjir berkapasitas 3 m3/detik dan 2 pompa lumpur berkapasitas 0,25 m3/detik. Sedangkan saat kemarau, pompa dioperasikan selama 5,7 jam perhari. Biaya operasional yang dikeluarkan sebesar Rp 1.057.075.502/tahun. Lalu, di Rumah Pompa Kalidami Screw, pengoperasian pompa memanfaatkan polder sebagai kontrol elevasi. Lima screw pump 1,3 m3/detik, 1 pompa banjir 3 m3/detik , dan 2 pompa lumpur 0,25 m3/detik dioperasikan saat musim hujan. Pompa dioperasikan selama 9,53 jam perhari saat kemarau. Total biaya operasionalnya yaitu Rp 1.478.955.547/tahun. Kemudian sistem pengoperasian pompa di Rumah Pompa Bozem Kalidami memanfaatkan Bozem Kalidami sebagai tempat penampungan air sementara. Jumlah pompa sebanyak 7 pompa banjir 3 m3/detik dan 2 pompa lumpur 0,25 m3/detik akan dioperasikan semuanya saat musim hujan, sedangkan saat kemarau dinyalakan selama 5,4 jam perhari. Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 1.615.109.563/tahun

    Simulasi Cycle Tempo 5.0 Dampak Variasi Rasio Co-Firing Batubara dan Biomassa Jenis Tongkol Jagung terhadap Performa PLTU 400 MW

    Get PDF
    Co-firing adalah proses pembakaran dengan dua jenis bahan bakar yang berbeda untuk mengurangi emisi gas buang. Penelitian ini menggunakan software Cycle Tempo 5.0 dengan objek penelitian PLTU 400 MW dengan batubara HHV 4200 kcal/kg dan pembebanan 100%, 75%, 50%, 30%. Biomassa yang digunakan adalah tongkol jagung karena tidak adanya sulfur, dengan rasio campuran batubara dan biomassa 0%, 1%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis terhadap Daya Pemakaian Sendiri (DPS), Net Plant Heat Rate, Efisiensi Boiler, dan ekonomi pembangkit. Hasil menunjukkan peningkatan DPS seiring dengan peningkatan rasio co-firing. Pada pembebanan 100%, DPS meningkat dari 12.774,972 kW menjadi 12.861,25 kW saat co-firing 10%. Terjadi penurunan efisiensi termal dan peningkatan Net Plant Heat Rate (NPHR). Efisiensi dan NPHR pada pembebanan 100% batubara adalah 36,21% dan 2609,77 kcal/kWh, sedangkan pada co-firing 90% batubara dan 10% biomassa, nilai tersebut menjadi 36,158% dan 2612,96 kcal/kWh. Meskipun efisiensi menurun dan Net Plant Heat Rate meningkat, penggunaan co-firing dengan biomassa tongkol jagung dapat menghemat biaya bahan bakar karena harga biomassa lebih rendah daripada batubara. Penggunaan rasio 90% batubara dan 10% biomassa dapat menghemat biaya sekitar Rp9.856.253.665 per bulan. Studi ini juga memberikan gambaran tentang performa dan dampak ekonomi pembangkit tersebut

    Pra Desain Pabrik Minyak Kayu Putih Dari Daun Kayu Putih

    Get PDF
    Kebutuhan minyak kayu putih di Indonesia sangatlah besar, hal ini dapat dilihat dari data konsumsi minyak kayu putih di Indonesia. Kebutuhan tersebut sebagian besar dipenuhi dengan impor dari negara lain. Indonesia merupakan negara yang potensi kekayaan alam yang banyak seharusnya dapat memproduksi minyak kayu putih sendiri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang sangat besar. Melihat permintaan minyak kayu putih yang sangat besar dan belum dapat dicukupi dari produksi dalam negeri, dibuat rancangan pra desain pabrik minyak kayu putih dengan kapasitas produksi sebesari 60 ton/tahun. Melalui metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan meninjau ketersediaan bahan baku, pemasaran, sumber energi listrik dan air, sumber tenaga kerja, aksesabilitas dan fasilitas transportasi, hukum dan peraturan, iklim dan topografi, lokasi untuk mendirikan pabrik terpilih yaitu berada di Indramayu, Jawa Baray. Raw material yang digunakan pada produksi minyak kayu putih yaitu daun kayu putih. Produksi minyak kayu putih meliputi beb erapa proses diantaranya, proses steam distillation, condensation, decantation, dan, vacuum distillation. Steam dihasilkan dari boiler dengan bahan bakar briket yang didapat dari hasil pengolahan limbah daun kayu putih pada proses steam distillation. Analisa ekonomi dilakukan dengan asumsi modal awal yaitu 60% modal sendiri dan 40% modal pinjaman, masa konstruksi 2 tahun, laju inflasi 3% per tahun, bunga bank 8% per tahun. Dari analisa ekonomi yang telah dilakukan hasil dari Total Capital Investment (TCI) sebesar $922.191, Working Capital Investment (WCI) Rp. 1.877.495.732 ; Fixed Capital Investment (FCI) Rp. 12.450.709.153,00; Total Production Cost (TPC) Rp. 61.249.357.68; Internal Rate of Return (IRR) 16,17% ; Pay Out Time (POT) 6,23 tahun; dan Break Even Point (BEP) 29,15

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇