Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Perencanaan Gedung Parkir Sisi Selatan Asrama ITS dengan Pedestrian dan Lajur Sepeda

    Get PDF
    Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya selanjutnya disingkat ITS memiliki suatu inisiatif bernama eco campus. Eco campus merupakan suatu inisiatif ITS dalam melakukan pembangunan berkelanjutan di dalam lingkungan kampus dengan memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan yang dikembangkan di ITS, salah satu contoh program eco campus adalah pengefektifan transportasi yang salah satu contohnya adalah pengurangan emisi kendaraan. Namun, pengurangan emisi kendaraan ini belum sepenuhnya terwujud karena di dalam lingkungan ITS masih dilalui kendaraan bermotor, hal ini menyebabkan banyaknya polusi di dalam area kampus. Hal ini dapat diatasi dengan membangun gedung parkir di dekat pintu masuk ITS. Pintu masuk yang akan diulas terdapat pada pintu masuk sisi selatan asrama ITS. Dalam merencanakan gedung parkir digunakan metode traffic counting pada pintu masuk ITS dan traffic counting pada perumahan dosen ITS yang kemudian data tersebut digunakan untuk menentukan jumlah kebutuhan parkir pada sisi selatan asrama ITS. Untuk merencanakan pedestrian dan jalur sepeda digunakan metode survei sampling yang akan digabungkan dengan data traffic counting sebelumnya untuk mendapatkan rasio pejalan kaki dan pengguna sepeda, kemudian dari kedua data tersebut dapat direncanakan pedestrian sesuai standar “Pedoman Teknis Pejalan Kaki” dan lajur sepeda dengan standar “Perancangan Fasilitas Pesepeda” yang dikeluarkan oleh kementerian PUPR. Dari analisis dan perhitungan yang dilakukan didapatkan jumlah kebutuhan parkir untuk mobil sebanyak 358 SRP dan sepeda motor sebanyak 2582 SRP. Sedangkan untuk lebar pedestrian didapatkan dimensi sebesar 5,2 meter untuk Ruas A-B, 4,0 meter untuk ruas B-C, dan 3,2 meter untuk ruas B-D, dan jumlah lajur sepeda didapatkan sebanyak 4 lajur untuk ruas A-B, 3 lajur untuk ruas B-C, dan 3 lajur untuk ruas B-D

    Perencanaan Kebutuhan Fasilitas Rest Area untuk Kombinasi Moda Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi

    Get PDF
    Pulau Bali merupakan destinasi pariwisata terpopuler se Asia sekaligus terpopuler keempat dunia tahun 2022 yang terbukti dengan menyabet gelar TripAdvisor Traveler/s Choice Best of the Best 2022. Menyadari potensi tersebut, secara tidak langsung meningkatkan perkembangan pariwisata di Bali, sehingga menuntut pula perkembangan perkembangan untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan. Maka, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merencanakan pembangunan jalan tol di Pulau Bali yaitu Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi untuk jalur alternatif dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Metropolitan Sarbagita sebagai bentuk dukungan pengembangan pariwisata. Diketahui pembangunan jalan tol ini tidak seperti pembangunan jalan tol pada umumnya dimana akan dilengkapi jalur khusus untuk sepeda motor dan sepeda. Meninjau pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 28 Tahun 2021, pada jalan tol antarkota harus dilengkapi rest area. Maka dari itu pada studi ini, direncanakan kebutuhan fasilitas rest area untuk kombinasi moda pada Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi untuk menjawab kebutuhan yang ada. Analisis yang dilakukan berupa perhitungan kebutuhan ruang parkir masing-masing kendaraan, fasilitas lainnya yang harus tersedia dalam perencanaan layout rest area, dan penentuan titik lokasi rest area. Dalam perhitungan kebutuhan ruang parkir meninjau dari perkiraan masing-masing jumlah kendaraan dengan metode forecasting, trip assignment, dan regresi linear dari meninjau beberapa rest area yang telah ada. Untuk menentukan kebutuhan dan luasan fasilitas lainnya menyesuaikan dengan regulasi terkait dan kecenderungan pengguna fasilitas rest area. Sedangkan untuk titik lokasi rest area meninjau regulasi terkait dan disesuaikan dengan kondisi eksisting. Berdasarkan analisis dan perhitungan, menghasilkan perencanaan kebutuhan ruang parkir sebesar 226 SRP mobil, 40 SRP truk, 600 SRP sepeda motor, dan 100 SRP sepeda yang dilengkapi fasilitas lainnya meliputi toilet umum, tempat ibadah, area komersial, fasilitas inap, klinik kesehatan ruang terbuka hijau, SPBU, area pengembangan, dan lain-lainnya. Rest area yang direncanakan berlokasi di STA +68.00. Dengan mempertimbangkan syarat geometri, rambu dan marka didalamnya, diperoleh layout rest area Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi

    Analisis Kecelakaan Lalu Lintas pada Ruas Jalan Slamet Riyadi-Supriadi Kabupaten Jember

    Get PDF
    Kabupaten Jember terletak di antara tiga kabupaten. Salah satu ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Jember dengan Kabupaten Bondowoso adalah Jalan Slamet Riyadi-Supriadi yang merupakan jalan provinsi sepanjang 3,4 kilometer. Volume lalu lintas di Kabupaten Jember meningkat setiap tahunnya (2018 hingga 2020) yang berdampak pada meningkatnya angka pertumbuhan lalu lintas dan menimbulkan berbagai masalah, salah satunya adalah kecelakaan. Di Kabupaten Jember sendiri, ruas Jalan Slamet Riyadi menjadi lokasi dengan angka kecelakaan tertinggi pada tahun 2022. Maka dilakukan analisis kecelakaan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Slamet Riyadi-Supriadi, mengetahui tingkat kecelakaan, mengetahui titik blackspot menggunakan Metode Cumulative Summary, Metode AEK dan Collision Diagram, mengetahui biaya kerugian akibat kecelakaan menggunakan metode The Gross Output (Human Capital), serta dapat mengetahui tindakan mitigasi yang diharapkan dapat menekan jumlah kecelakaan pada ruas jalan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecelakaan pada ruas jalan ini sebagian besar disebabkan oleh faktor pengendara. Untuk tingkat kecelakaan tertinggi terjadi di Jl. Slamet Riyadi. Daerah black spot pada ruas jalan ini terletak pada Km. 29+000 s.d. Km. 30+000. Selain itu, besaran biaya kecelakaan lalu lintas tertinggi terjadi pada tahun 2022 dengan total sebesar Rp 7.181.464.052,42

    Rancang Bangun Cerobong Pembakaran Bahan Bakar Plastik pada Pabrik Tahu Menggunakan Adsorben

    Get PDF
    Proses produksi tahu di Desa Tropodo menggunakan plastik sebagai bahan baku pembakaran pada proses oemasakan tahu. Penggunaan plastik ini memberikan dampak buruk bagi masayarakat dan lingkungan karena proses pembakaran plastik yang tidak sempurna dapat menghasilkan senyawa-senyawa berbahaya seperti CO, CO2, dan lain-lain. Senyawa-senyawa tersebut apabila terhirup oleh manusia akan menggangu kesehatan dan menyebabkan masalah pernapasan, dapat menyebabkan iritasi pada mata, dan meracuni tubuh secara tidak langsung karena asap yang dihasilkan dapat tersebar dan tidak terlihat sehingga dapat terbawa masuk kedalam tubuh. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan modifikasi dengan rancang bangun cerobong pembakaran pada pabrik tahu menggunakan adsorben. Penambahan adsorben pada cerobong asap berfungsi untuk menyerap zat-zat berbahaya yang terdapat dalam asap pembakaran. Pada rancang bangun ini akan digunakan karbon aktif sebagai adsorben. Karbon aktif adalah bahan yang memiliki struktur pori yang kompleks dan sangat heterogen. Karbon aktif memiliki beberapa keunggulan dibandingkan adsorben lainnya yaitu memiliki kemampuan adsorpsi yang tinggi karena luas permukaan yang tinggi, mempunyai struktur mikropori, dan reaktivitas yang sangat tinggi. Dilakukan pula penambahan exhaust fan diujung cerobong asap tungku pembakaran yang berfungsi menghisap udara yang mengandung zat terkontaminasi dan membantu mengalirkannya agar melewati tray beradsorben. Dilakukan perhitungan jumlah adsorben yang dibutuhkan untuk mengadsorpsi senyawa-senyawa yang keluar selama proses pembakaran pada pemasakan tahu yaitu CO, CO2, C2H4, CH4, C2H2, dan HCl sebesar 35,69 kg yang diletakkan pada tiga tray dengan luas 800 cm2

    Analisis Integritas Padeye pada Proses Upending Struktur Jacket

    Get PDF
    Proses penegakan (upending) struktur jacket dari anjungan lepas pantai (Offshore Platform) di lokasinya di tengah laut menjadi salah satu proses yang menentukan keberhasilan fase instalasi anjungan lepas pantai. Makalah ini memaparkan analisis tegangan pada komponen padeye yang digunakan pada struktur jacket saat diinstalasi dengan metode lifting pada saat proses penegakannya. Proses upending dilakukan agar jacket berdiri tegak secara vertikal sebelum dipancangkan di tempatnya di dasar laut. Dalam penelitian ini, terlebih dulu dilakukan analisis global untuk mendapatkan gaya-gaya yang terjadi saat proses pengangkatan (lifting) jacket. Selanjutnya dilakukan analisis tegangan lokal pada padeye dengan bantuan software berbasis Metode Elemen Hingga. Hasilnya menunjuk-kan bahwa tegangan maksimum pada struktur padeye saat proses upending struktur jacket adalah 172,85 MPa yang mana masih di bawah batas tegangan izin materialnya

    Rancang Bangun Sistem Menurunkan Temperatur Air Secar Otomatis Dan Memonitor Kekeruhan Serta pH Air Akuarium Berbasis IoT

    No full text
    Salah satu hal penting yang harus diperhatikan pada budidaya perikanan yaitu pengelolaan kualitas air mengapa itu penting karena dengan kita menjaga kualitas air ada beberapa manfaat yang bisa kita peroleh yaitu meningkatkan produksi dan menunjang keberhasilan budidaya tersebut. Pertumbuhan dan perkembangan ikan yang baik dapat dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dalam. Salah satu faktor luar yang penting dalam manajemen budidaya adalah pengelolaan kualitas air. Air sebagai media utama tempat hidup bagi ikan, maka harus diperhatikan dengan baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.Salah satu faktor kualitas  air yang akan dibahas merupakan faktor temperatur kekeruhan dan ph. Mengapa pengendalian kualitas temperatur air sangat penting karena air  akan  mengatur  pengendalian temperatur tubuh  organisme dan  pada umumnya   ikan   sensitif   terhadap   perubahan temperatur  air. Berbagai aktivitas penting biota air seperti pernapasan, konsumsi pakan, pertumbuhan dan reproduksi akan dipengaruhi oleh temperatur perairan. Hasil Evaluasi alat yang terhubung dengan ESP32 yang dapat menurunkan temperatur dan juga memonitor pH serta kekeruhan air dapat bekerja dengan baik, temperatur air yang mula-mula berada pada temperatur 28 oC dapat turun hingga ke 26 oC dan seluruh data sistem bisa dimonitor melalui thingsboard

    Simplifikasi Analisa Bahaya Arc Flash Menggunakan Metode Kurva Batasan Energi pada PT. Pertamina RU VII Syarif Kasim

    Get PDF
    Pada sistem kelistrikan sering terjadi fenomena busur api (arc flash), sehingga memerlukan analisa untuk menjamin keselamatan pekerja. Analisa busur api dilakukan untuk menentukan kategori Personal Protective Equipment (PPE) terhadap bahaya busur api guna menjamin keselamatan pekerja dari paparan insiden energi yang terpancarkan. Metode analisa busur api secara umum menggunakan standard IEEE 1584-2002 untuk melakukan analisis bahaya busur api, dimana metode tersebut memerlukan banyak parameter yang diperlukan untuk menentukan kategori PPE setiap bus. Jika kelistrikan tersebut terdapat banyak bus, maka akan memakan banyak waktu untuk menentukan kategori PPE. Dengan menggunakan metode kurva batasan energi (energy boundary curve), untuk menentukan kategori PPE secara singkat dan lebih sederhana sesuai dengan ketentuan National Fire Protection Association (NFPA) 70E-2015 hanya memerlukan kurva karakteristik pengaman bus. Dimana kurva karakteristik pengaman bus akan dipotong dengan kurva batas energi, sehingga pada perpotongan kedua kurva tersebut dapat ditentukan kategori PPE yang diperlukan. Studi aktual mengenai simplifikasi analisa busur api dilakukan pada PT. Pertamina RU VII Syarif Kasim. Pada hasil akhirnya, analisa busur api menggunakan metode kurva batas energi pada tiap bus dapat menentukan proses penentuan kategori PPE yang lebih singkat dan sederhana daripada menggunakan metode standard IEEE 1584-2002. Namun, menimbulkan perbedaan jarak batas aman (flash protection boundary), dikarenakan metode kurva batasan energi tidak memperhitungkan nilai insiden energi serta fault clearing time

    Kriteria Lokasi Apartemen di Kota Surabaya Berdasarkan Preferensi Generasi Milenial

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kriteria lokasi apartemen di Kota Surabaya berdasarkan preferensi generasi milenial. Penelitian ini menggunakan dua teknik analisis, yang pertama menggunakan analisis delphi untuk mengidentifikasi dan memvalidasi variabel penelitian, Selanjutnya dilakukan menggunakan Teknik analisis pembobotan (skala likert) yang bertujuan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu fenomena. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa, generasi milenial di Kota Surabaya memberikan nilai sangat berpengaruh dalam penentuan lokasi apartemen, yaitu; ketersediaan jaringan jalan, keamanan, jaringan telekomunikasi atau internet, jaringan air bersih, parkir yang luas, fasilitas Kesehatan, bebas polusi, harga apartemen, maintenance building, olahraga, service charge, estetika apartemen. Sedangkan kriteria dekat pusat perbelanjaan dan ruang terbuka hijau mendapatkan berpengaruh dalam penentuan lokasi apartemen. Selain itu, kriteria kolam renang hanya mendapatkan nilai cukup berpengaruh dalam penentuan lokasi apartemen

    Pemodelan dan Visualisasi Genangan Banjir Menggunakan Data DTM LiDAR (Studi Kasus: Kota Batu, Jawa Timur)

    Get PDF
    Pemanfaatan DTM LiDAR telah banyak digunakan terkait berbagai penerapan dalam simulasi genangan banjir dari luapan air sungai. Simulasi genangan banjir ini perlu dilakukan sebagai langkah alternatif dalam sistem pengendalian banjir dan persiapan mitigasi bencana banjir untuk mengetahui perkiraan area yang kemungkinan dapat terkena dampak banjir. Banjir yang disimulasikan merupakan salah satu bentuk aliran unsteady flow yang dapat disimulasikan dengan program HEC-RAS, serta melakukan visualisasi daerah genangan banjir serta area terdampak banjir menggunakan pendekan sistem informasi geografis (SIG). SIG juga digunakan untuk mempersiapkan beberapa data spasial yang digunakan untuk pemodelan banjir, seperti data geometri sungai, deliniasi daerah aliran sungai tutupan lahan serta jenis tanah selain itu untuk keperluan analisis spasial lainnya. Data hidrologis didapat dari pengolahan curah hujan harian pada stasiun hujan. Analisis hidfrograf dilakukan dengan menggunakan model SCS CN pada perangkat lunak HEC-HMS untuk memperkirakan debit aliran dan debit puncak yang terjadi disepanjang sungai. Luas DAS, curve number, nilai Impervious, Initial Abstraction, dan time lag merupakan parameter yang berpengaruh terhadap analisis hidrograf. Dari hasil analisa hidrograf tersebut menghasilkan debit puncak dari model adalah 119,992 m2/s. Sedangkan dari analisa hidraulika menggunakan HEC-RAS menghasilkan luasan genangan 364.288 m2 yang menggenangi tiga desa yaitu Desa Bulukerto, Bumiaji dan Sidomulyo. Untuk kedalaman dari area tergenang berkisar antara 0,0009-15,189 m dengan rata-rata kedalaman tersebut adalah 4,534 m

    Kajian Pengolahan Air Asam Tambang Industri Pertambangan Batu Bara dengan Constructed Wetland

    Get PDF
    Air asam tambang adalah limpasan air yang terbentuk dari proses oksidasi mineral sulfida yang terekspos dengan udara di atmosfer dan bercampur dengan air. Air asam tambang dapat berasal dari proses penambangan terbuka, pengelolaan batuan buangan, penimbunan batuan dan pengelolaan limbah tailing. Pencemaran air asam tambang di badan air penerima terjadi karena pengolahan air asam tambang yang kurang tepat. Permasalahan pencemaran air asam tambang dapat menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat. Contoh kasus pencemaran air asam tambang di badan air yaitu pencemaran air asam tambang dari industri pertambangan batu bara yang terjadi di Sungai Palakan, Kalimantan Timur yang telah berlangsung lebih dari dua dekade. Pengolahan eksisiting yang diterapkan yaitu pengendapan TSS pada settling pond industri tambang batu bara. Pengolahan lanjutan yang direkomendasikan setelah melalui unit settling pond yaitu constructed wetland. Constructed wetland memanfaatkan simbiosis yang berlangsung secara alami antara tumbuhan air dengan mikroorganisme pada media di sekitar sistem perakaran (rhizosfer). Tujuan dari kajian ini adalah menganalisis penerapan metode constructed wetland untuk mengolah air asam tambang sehingga kualitasnya memenuhi baku mutu saat dilepas ke badan air penerima. Debit air asam tambang yang diolah yaitu 0,84 m3/detik yang diolah pada CW berukuran 8,04 ha. Tumbuhan yang dipilih adalah eceng gondok dengan tipe tumbuhan single plant dan tipe kolam sub-surface flow arah aliran horizontal. Kebutuhan tumbuhan eceng gondok yaitu sejumlah 322.160 tumbuhan yang ditanam pada 4 kompartemen berbeda. Kualitas efluen air asam tambang setelah diolah dengan constructed wetland memenuhi baku mutu dan aman untuk dilepas ke badan air penerima

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇