Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Desain Floating Restauant dengan Underwater Sightseeing untuk Menunjang Pariwisata di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara

    No full text
    Wakatobi merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Tenggara dan ditetapkan sebagai salah satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Unggulan berdasarkan Perpres No. 3 Tahun 2016. Wakatobi memiliki beberapa tempat wisata yang dapat dikunjungi serta terkenal dengan keindahan bawah laut. Terletak di Taman Nasional Wakatobi, terdapat 750 dari total 850 karang atol di seluruh dunia. Selain itu, Wakatobi memiliki beberapa kuliner yang menjadi ciri khas. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis menawarkan desain floating restaurant yang dapat menunjang pariwisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Wakatobi. Floating restaurant didesain untuk menikmati makanan khas Wakatobi sambil menikmati keindahan bawah laut Wakatobi. Payload luasan yang didesain sebesar 1506.4 m2 untuk 60 orang pengunjung dan 28 orang crew. Setelah melakukan analisis teknis didapatkan ukuran utama floating restaurant yaitu LOA : 40 m; B : 16 m; H : 5.4 m; dan T : 3.2 m. Kemudian dilanjutkan dengan mendesain Lines Plan, General Arrangement, Safety Plan, model 3D serta Zinc Anode Arrangement. Material underwater sightseeing yang digunakan adalah acrylic dengan berat total sebesar 16.49 ton. Floating restaurant dibangun dengan biaya pembangunan sebesar Rp 26,317,396,469.47 dan biaya operasional Rp16,227,814,712. Hasil perhitungan kelayakan investasi didapatkan untuk nilai Net Present Value (NPV) Rp 49,168,782,351.92, nilai Internal rate return (IRR) 36%, dan payback period selama 4 Tahun 1 Bulan 0 Hari

    Perancangan dan Implementasi Sistem Pemilahan Box Menggunakan Metode Scheduling Sort

    Full text link
    Proses pemilahan box adalah salah satu tahap dalam sebuah industri yang membutuhkan ketelitian yang tinggi dikarenakan jika ada produk lain yang terpilah ke tempat yang salah akan mempengaruhi proses produksi. Proses pemilahan box yang masih menggunakan tenaga manusia dapat menurun tingkat kecepatan dan ketelitiannya seiring dengan lamanya waktu bekerja. Untuk itu, pelaksanaan proses pemilahan box harus dilakukan secara sistematik. Konsep pemilahan otomatis muncul karena kesulitan yang dihadapi di industri. Dalam mesin pemilah otomatis yang dibuat ini berdasarkan kode dari box yang berupa barcode 2D atau QR Code, sehingga dibutuhkan barcode reader yang membantu membedakan jenis kode dari box. Dengan banyaknya box yang masuk ke tempat pemilahan dengan selisih kedatangan tercepatnya yaitu 2 detik antar box maka dibutuhkan suatu keputusan secara langsung agar proses pemilahan untuk setiap box nya tidak mengganggu pemilahan dari box yang lain. Oleh karena itu, metode pemilahan yang tepat untuk digunakan yaitu Scheduling Sort yang dasarnya ada pada delay yang terjadi pada proses pemilahan otomatis yang ditentukan dari kecepatan box dengan jarak yang sudah di teaching. Photosensor memiliki peranan penting dalam proses pemilahan box otomatis menggunakan metode scheduling sort diantaranya yaitu sebagai trigger untuk barcode reader, melacak box dan sebagai trigger untuk stopper dan pusher sebagai pemilah box di masing – masing konveyor pada jalur pilahnya. Dengan adanya sistem pemilahan otomatis ini dapat membantu meningkatkan efisiensi pemilahan box karena mesin dapat bekerja secara terus menerus dengan memanfaatkan metode scheduling sort yang berfokus pada parameter delay timer dan juga jarak yang harus ditempuh oleh box untuk sampai ke jalur pilahnya. Secara keseluruhan, rata – rata tingkat keberhasilan dari proses pemilahan box ini mencapai 99,6%

    Evaluasi Keberlanjutan Urban Farming di Kampung Ngemplak Sutan, Kota Surakarta

    Full text link
    Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki potensi sumber daya alam serta penduduk yang tersebar di berbagai pulau. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, sejalan dengan kebutuhan konsumsi yang turut meningkat. Urban farming menjadi salah satu upaya pemanfaatan lahan perkotaan yang terbatas melalui konversi lahan pekarangan menjadi lahan pertanian produktif, salah satunya berlokasi di urban farming di Kampung Sayur Organik, Kampung Ngemplak Sutan, Kota Surakarta. Namun dalam pelaksanaan terdapat permasalahan, seperti urban farming yang menjadi pekerjaan sampingan sehingga kurang diperhatikan, hingga masyarakat yang mulai tidak aktif dalam berkegiatan. Pengembangan urban farming juga merupakan sistem yang kompleks dan melibatkan banyak komponen serta unsur terintegrasi. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keberlanjutan urban farming di Kampung Ngemplak Sutan, Kota Surakarta. Untuk mencapai tujuan, dilakukan pengumpulan data primer melalui observasi, kuesioner, dan wawancara, serta data sekunder melalui instansi dan literatur terkait. Kemudian dilakukan analisis Multidimensional Scaling and Rapid Appraisal for Sustainability (MDS/RAPS) untuk mengevaluasi keberlanjutan berdasarkan kondisi eksisting pelaksanaan urban farming di Kampung Ngemplak Sutan, Kota Surakarta. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa aspek sosial budaya memiliki nilai keberlanjutan tertinggi (75,44) dan termasuk kategori sangat berkelanjutan, sedangkan aspek ekonomi memiliki nilai keberlanjutan paling rendah (56,71) dan termasuk kategori cukup berkelanjutan

    Pembuatan Website HaloBun untuk Solusi Ibu Hamil Sebagai Penyedia Informasi Digital dengan Metode Design Thinking

    Full text link
    Pemanfaatan teknologi saat ini sangat memengaruhi setiap aspek kehidupan. Dalam dunia kesehatan, teknologi biasa digunakan sebagai sarana penyedia informasi yang dibutuhkan masyarakat, tak terkecuali ibu hamil. Ibu hamil mendapatkan informasi kesehatan selama masa kehamilan dengan meman-faatkan salah satu teknologi sistem berbasis web. Indonesia memiliki tingkat kelahiran yang relatif tinggi, menyebabkan banyaknya ibu hamil yang membutuhkan informasi kehamilan secara cepat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, situs web HaloBun menjadi salah satu situs web yang dapat mem-bantu para ibu hamil dalam mendapatkan informasi kehamilan secara praktis. Situs web tersebut juga memberikan kemudahan berupa artikel seputar kehamilan, video seputar masa keha-milan, kolom pertanyaan seputar kehamilan, hingga profil dokter kandungan. Maka diharapkan dengan adanya inovasi situs web HaloBun pasien ibu hamil dengan pengalaman dan pengetahuan yang sedikit dapat membantu selama masa kehamilan berlangsung

    Desain dan Evaluasi Antarmuka Pengguna Aplikasi myITS Finance Modul Bendahara

    Full text link
    Seiring berjalannya waktu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember mengalami perubahan dalam berbagai aspek sebagai bentuk adaptasi dari kemajuan ilmu dan teknologi. Salah satu aspek tersebut adalah aspek keuangan. Dalam aspek keuangan, terdapat sistem informasi yang dapat memonitor dan mengendalikan proses pengelolaan keuangan. Akan tetapi, cakupan proses kerja pengelolaan keuangan yang semakin meluas dan keterlibatan aktor yang cukup kompleks membuat SIM Keuangan ITS memiliki banyak fitur dan role, yang dalam penggunaannya membuat sistem menjadi rancu dan membingungkan. Hal ini dikarenakan fitur dan role tersebut tidak dikelompokkan secara spesifik sesuai dengan fungsionalitasnya. Padahal, keberadaan sistem informasi keuangan sangat diperlukan untuk menciptakan keteraturan dalam manajemen dan pengendalian arus keuangan, yang secara masif akan mendorong tercapainya pengelolaan keuangan yang testruktur dan terkontrol.Dalam rangka mengakomodir kebutuhan sistem keuangan IT, sekaligus meningkatkan efesiensi dan efektifitas dari sistem keuangan yang sudah ada, penulis akan mengembangkan antarmuka pengguna MyITS Finance, khususnya Modul Bendahara. Pengembangan sistem ini akan berpusat kepada pengguna dan kebutuhan pengguna dalam penggunaan sistem. Untuk menampung kebutuhan calon pengguna tersebut, penulis menggunakan metode User Centered Design yang mengedepankan kebutuhan serta pengalaman dari calon pengguna dalam menggunakan aplikasi sehingga bisa meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam aplikasi MyITS Finance Modul Bendahara

    Identifikasi Tutupan Lahan Perkebunan dan Potensi Panen Tebu Menggunakan Citra Satelit dengan Metode Linear Spectral Unmixing di Kabupaten Ngawi

    Full text link
    Tebu (Saccharum spp) merupakan tanaman dengan kandungan sukrosa tinggi dan merupakan sumber pemenuhan kebutuhan gula terbesar di Indonesia. Kabupaten Ngawi merupakan salah satu produsen tebu terbesar di Jawa Timur dengan total lahan perkebunan sebesar 4,500 ha pada Tahun 2022. Berdasarkan data Proyeksi Neraca Gula Nasional 2017-2021 diketahui bahwa Indonesia mengalami tren peningkatan defisit gula. Oleh karena itu, pemantauan sebaran tutupan lahan perkebunan dan potensi hasil panen tebu dibutuhkan sebagai informasi dasar untuk meningkatkan potensi produk-tivitas tebu. Salah satu metode digunakan untuk mengiden-tifikasi sebaran tutupan lahan perkebunan tebu adalah linear spectral unmixing. Metode ini memanfaatkan spektral murni (endmember) tebu yang diakuisisi menggunakan spektrometer. Data hasil panen tebu dari tahun 2018 hingga tahun 2022 yang dirilis oleh BPS Kabupaten Ngawi digunakan dalam pembuatan prediksi Potensi Hasil Panen Tebu menggunakan metode regresi linier. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berupa peta fraksi tanaman tebu dan luasan lahan perkebunan tebu di Kabupaten Ngawi serta prediksi potensi hasil panen tebu. Dari hasil pengolahan diketahui bahwa pada tahun 2022 Kabupaten Ngawi memiliki lahan perkebunan tebu seluas 4136,560 hektar. Uji akurasi dilakukan di Desa Rejuno dengan 68 titik sampel dan diketahui overall accuracy sebesar 88,24% serta kappa accuracy sebesar 76,31%. Potensi hasil panen tebu dengan variabel tahun menghasilkan nilai korelasi pearson sebesar 0,802 sementara pada variabel luasan lahan dihasilkan nilai korelasi pearson sebesar 0,387

    Analisis Harmonisa dan Rnancang Filter Single Tuned pada Transfomator Distribusi 1250 kVA di PT. Industri Kereta Api (Persero)

    No full text
    Hamonisa merupakan efek dari penggunaan bebean non linier yang tidak dapat di pisahkan dalam sistem tenaga listrik. Pada dunia industri banyak variasi beban penghasil harmonisa diantaranya penggunaan motor listrik, penggunaan power supply, penggunaan peralatan litrrik yang mengandung komponen semikonduktor, dan penggunaan computer. Salah satu dampak yang yang ditimbulkan adalah bertambahnya nilai rugi-rugi pada suatu sistem kelistrikan. PT. Industri Kereta Api (Persero) merupakan asset vital nasional yang bergerak di bidang industri kereta api. Selama ini, pada PT. Industri Kereta Api (Persero). belum pernah dilakukan pengukuran maupun analisis tentang harmonisa. Setelah dilakukan pengkuran pada transformator 1250 kVA di PT. industri Kereta Api (Persero) dan dilakukan analisis data didapat nilai %THD melebihi standart harmonisa yang ada pada SPLN. 004-1:2012. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisa lebih lanjut tentang pengaruh harmonisa terhadap rugi- rugi pada transformator dan penggunaan filter harmonisa. Hasil yang didapat dari analisis tersebut adalah nilai %THD dan nilai rugi rugi pada traformator sebelum dan setelah pemasangan filter harmoniusa

    Kajian Pengelolaan Limbah B3 Bengkel Otomotif di Kawasan Kampus ITS

    Full text link
    Bengkel kendaraan bermotor merupakan salah satu sektor usaha yang menghasilkan limbah B3. Limbah tersebut umumnya berasal dari kegiatan reparasi ataupun sisa produk penunjang kendaraan bermotor. Limbah B3 apabila tidak dikelola dengan baik dan benar maka dapat berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Pemerintah sudah mengatur pengelolaan limbah B3 bagi setiap sektor usaha yang menghasilkannya melalui PP 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penelitian dilakukan di tiga lokasi yaitu Lembaga Bengkel Mahasiswa Mesin ITS (LBMM ITS), Pusat Otomotif dan Forensik STP ITS, dan Bengkel D3 Mesin ITS. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan laju timbulan limbah B3, menganalisis skema pengelolaan limbah B3, dan mengkaji kesesuaian pengelolaan limbah B3 yang dihasilkan oleh Bengkel otomotif di kawasan kampus ITS. Penelitian diawali dengan observasi serta pengumpulan data yang dibutuhkan pada lokasi yang diteliti. Observasi dilakukan terhadap kegiatan reparasi kendaraan di lokasi penelitian, sumber limbah B3, dan pengelolaan limbah B3. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan sampling selama 8 hari terhadap laju timbulan serta menentukan jenis limbah B3 yang dihasilkan. Jenis limbah B3 yang dihasilkan di ketiga lokasi bengkel antara lain limbah oli bekas, kain majun, kemasan bekas B3, serta komponen elektronik seperti baterai dan kabel. Rata-rata laju timbulan limbah B3 per harinya di LBMM ITS sebesar 2,08 kg/hari, sedangkan Bengkel DTMI menghasilkan limbah B3 0,94 kg/hari dan STP ITS sebesar 0,89 kg/hari. Ketiga bengkel masih belum melakukan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga disusun rekomendasi yang dapat digunakan oleh bengkel yang diteliti

    Modifikasi Struktur Apartemen Kingland Avenue Tower Fritz Menggunakan Eccentrically Braced Frames (EBF)

    No full text
    Menurut lapangan usahanya, terdapat empat lapangan usaha utama yang menopang perkonomian Kota Tangerang Selatan pada tahun 2020, dan yang terbesar adalah konstruksi. lapangan usaha Real Estate memberikan kontribusi terbesar sebagai penopang utama perekenomian dengan nilai 18,52 persen. Dengan alasan tersebut maka dibangunnya Apartemen Kingland Avenue Tower Fritz. Pada studi ini struktur Apartemen Kingland Avenue Tower Fritz yang awalnya menggunakan struktur beton bertulang dimodifikasi menjadi struktur baja beton komposit dalam sistem Eccentrically Braced Frames (EBF), agar gedung memberikan respon yang lebih baik terhadap gempa. Peraturan- peraturan yang menjadi acuan dalam perencanaan modifikasi adalah SNI 1729:2020, SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, SNI 2847:2019, PPPURG 1987, dan SNI 03-1729-2002. Dari hasil analisa dan hasil perhitungan, didapatkan hasil perencanaan tebal pelat lantai dek baja gelombang adalah 11 mm. Dimensi balok anak menggunakan WF 450 x 200 x 9 x 14, WF 400 x 200 x 7 x 11, WF 350 x 175 x 7 x 11. Dimensi balok induk memanjang WF 500 x 300 x 11 x 18, balok induk melintang WF 500 x 200 x 11 x 19. Dimensi balok diluar link serta link memanjang WF 500 x 300 x 11 x 18 dan melintang WF 500 x 200 x 11 x 19. Bresing menggunakan WF 350 x 350 x 14 x 22. Kolom menggunakan CFT 800 x 800 x 80, CFT 700 x 700 x 28, CFT 600 x 600 x 28, CFT 550 x 550 x 28, dan CFT 500 x 500 x 25. Dimensi kolom beton 1400 mm x 1400 mm, dengan dinding basement ketebalan 25 cm, pelat lantai basement ketebalan 25 cm, dan dimensi sloof 450 mm x 600 mm. Pondasi menggunakan spun pile D60 dengan kedalaman pancang hingga 32,225 m

    Pra Desain Pabrik Urea dengan Proses ACES-21 untuk Ketahanan Pangan di Indonesia Timur

    Full text link
    Pertumbuhan penduduk akan mengakibatkan kebutuhan terhadap pangan meningkat dan juga saat ini pemerintah sedang mengupayakan program swasembada pangan. Peningkatan kebutuhan akan pangan berarti peningkatan akan kebutuhan pupuk yang harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi pada pabrik pupuk. Para petani di Provinsi Papua Barat masih kesulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi. Salah satu solusi atas permasalahan tersebut adalah dengan pembangunan pabrik pupuk di Provinsi Papua Barat, pabrik direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2026, dengan mengacu pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Lokasi pabrik yang direncanakan adalah di Kawasan Industri Teluk Bintuni dengan kapasitas 1.150.000 Ton/Tahun. Bahan baku utama dalam proses pembuatan pupuk urea adalah ammonia cair yang memiliki komposisi sebesar 99,8% NH3 dan 0.2% H2O serta gas CO2 sebesar 99%. Hal ini tentunya sudah mempertimbangkan kebutuhan bahan baku gas alam yang sudah tersedia dikawasan tersebut dan aksesibilitas untuk menjangkau Kawasan Industri Teluk Bintuni. Proses produksi pupuk urea dari ammonia dan CO2 pada pabrik yang akan didirikan menggunakan proses ACES 21, karena merupakan teknologi yang paling mutakhir dengan efisiensi yang cukup baik. Adapun untuk proses yang tersedia terdiri dari 5 seksi utama yaitu Persiapan Bahan Baku, Seksi Sintesa, Seksi Purifikasi, Seksi Konsentrasi, dan Seksi Prilling, serta 3 seksi penunjang yaitu Seksi Recovery, Seksi Condensate Treatment, dan Unit Distribusi Urea. Pabrik direncanakan akan dibangun diatas lahan seluas 15 ha yang nantinya akan terintegrasi dengan Ammonia Plant dan mulai berproduksi pada tahum 2026 dengan umur pabrik 15 tahun. Setelah dilakukan studi kelayakan, CAPEX yang diperkirakan sebesar RP 9.338.838.173.381 atau USD 592.942.106 dan OPEX sebesar 8.639.328.826.333 atau USD 548.528.814 dengan hasil perhitungan Analisa ekonomi untuk Internal Rate of Return sebesar 20,24%, Net Present Value sebesar Rp 11.446.531.189.895 atau USD 726.763.885, Pay Out Time selama 4,2 tahun, dan Break Even Point (BEP) sebesar 22,01%. Sehingga, dapat dikatakan bahwa pabrik urea layak didirikan

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇