Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Pemanfaatan Sludge IPAL Industri Susu Sebagai Media Pembibitan Tanaman Bayam, Kangkung, dan Sawi Hijau

    Get PDF
    PT.XYZ merupakan salah satu perusahaan di bidang produksi susu dengan bermula dari GKSI di Pandaan. Industri susu PT.XYZ telah dilengkapi dengan fasilitas IPAL dengan pengolahan biologis. Namun, pengolahan tersebut memunculkan permasalahan baru yaitu timbulnya sludge karena adanya aktivitas mikroorganisme dalam menguraikan polutan organik pada air limbah. Hingga saat ini, PT.XYZ telah memanfaatkan sludge sebagai media tanam, namun dengan dosis yang bebas dan tidak ditentukan. Padahal, sludge susu memiliki kandungan yang kaya nitrogen, fosfor, kalium, dan nutrisi lainnya sebagai soil additive apabila dosis yang diberikan tepat dan sesuai kebutuhan tanaman. Variabel pada penelitian adalah variasi rasio penambahan sludge yang didapatkan dari hasil RFT dengan persentase berat basah 0%; 20%; 40; 60%; 80%; dan 100% sludge dan tanaman uji berupa tanaman bayam hijau, kangkung darat, dan sawi hijau. Penelitian pendahuluan dimulai dengan pembibitan tanaman uji selama 10 hari dan kegiatan RFT selama 14 hari serta pengujian karakteristik sludge menggunakan analisis ayakan dan kadar air untuk mengetahui tekstur media tanam. Sementara penelitian utama dilakukan dengan memindahkan tanaman ke reaktor dan mengamati pertumbuhannya selama 30 hari. Tanaman akan diukur tinggi, jumlah daun, dan pH setiap dua hari sekali. Berdasarkan penelitian didapatkan variasi rasio penambahan sludge yang paling berpengaruh terhadap tinggi dan jumlah daun tanaman bayam hijau, kangkung darat, dan sawi hijau berturut-turut sludge 60%; 100%; dan 80% dengan rata-rata pH antara 7,5 hingga 8,2. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi karakteristik unsur hara makro berupa N, P, K, dan C-Organik pada sludge yang relatif tinggi yaitu berturut-turut 14,95 mg/L; 83,56 mg/L; 15,32 mg/L; dan 56,24% dengan kadar air sebesar 88% sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai media tanam. Hal tersebut ditunjang dengan sifat fisik sludge yaitu liat berdebu dengan terdiri atas 4,16% pasir; 43,08% debu; dan 42,26% lempung yang mana memiliki porositas rendah sehingga media tanam menyediakan unsur hara dalam jumlah melimpah untuk diserap oleh tanaman

    Identifikasi Faktor-Faktor yang Berpengaruh pada Pengembangan Kawasan Wisata Kota Lama Surabaya

    Get PDF
    Kota Surabaya merupakan kota yang cukup tua yang bahkan sudah ada sebelum zaman kolonial. Tidak mengherankan bahwa di Surabaya banyak bangunan peninggalan zaman kolonial. Peninggalan tersebut masih belum diimbangi dengan pengelolaan yang baik. Berdasarkan pengamatan masih adanya bangunan bersejarah yang tidak terawat atau bahkan sampai rusak. Selain itu masih sering terlihat bahwa bangunan tersebut kosong dan belum termanfaatkan dengan baik. Adanya keterbatasan dalam aksesibilitas ke wisata Kota Lama Surabaya seperti kurangnya fasilitas pendukung transportasi wisata. Keterbatasan sarana akomodasi yang menunjang pengembangan kawasan wisata. Selain itu terdapat keterbatasan fasilitas pelayanan wisata. Belum adanya peran kelembagaan yang maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh pengembangan kawasan wisata Kota Lama Surabaya sebagai kawasan wisata sejarah. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan content analysis. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa akan menjadi jawaban dari tujuan penelitian ini yaitu mengetahu faktor-faktor yang berpengaruh pengembangan kawasan wisata Kota Lama Surabaya sebagai kawasan wisata sejarah

    Eksplorasi Faktor Pengembangan Koridor Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang

    Get PDF
    Abstrak—Perkembangan suatu kota dapat dipicu salah satunya melalui perkembangan sektor perdagangan dan jasa. Pertumbuhan perdagangan dan jasa disuatu kawasan ditentukan dari aksesibilitas dan kelengkapan sarana prasarana penunjang. Jalan Soekarno Hatta Kota Malang merupakan jalan kolektor primer yang memiliki peran vital bagi pertumbuhan perdagangan jasa di pusat Kota Malang, serta fungsinya sebagai jalur alternatif menuju Kota Batu. Akan tetapi, fungsi jalan sebagai pusat pertumbuhan kawasan tidak dapat dioptimalkan karena kondisi yang tidak tertata dan berbagai permasalahan seperti banjir, kurangnya ketersediaan pedestrian yang memadai, dan kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan koridor Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya tarik dan citra kawasan. Metode kuantitatif melalui penyebaran kuisioner digunakan untuk menggali karakteristik responden yang melalui Jalan Soekarno Hatta serta faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan koridor Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang. Data kemudian dianalisis menggunakan Exploratory Factor Analysis (EFA) dengan bantuan SPSS 20. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan masyarakat melewati Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang adalah berbelanja, dan hanya melintas. Sementara kesan responden terhadap Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang adalah macet, padat, dan ruwet. Dalam pengembangannya, terdapat 2 faktor yang harus diperhatikan yaitu faktor fisik sarana prasarana, dan faktor fisik bangunan. Faktor fisik sarana prasarana mempengaruhi pengembangan kawasan sebesar 51,36%, dan faktor fisik bangunan mempengaruhi pengembangan kawasan sebesar 12,11%. Adapun faktor fisik sarpras yang harus diperhatikan adalah kualitas jalur pedestrian, ketersediaan ruang terbuka, pemanfaatan lahan permukiman, ketersediaan fasilitas umum, ketersediaan area perjas, ketersediaan jaringan listrik, kondisi aksesibilitas jaringan jalan, kualitas drainase. Sementara faktor fisik bangunan tediri dari bentuk bangunan, dan desain bangunan

    Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta - Bawen Paket 1 (Seksi 1) Menggunakan Metode Bowtie

    Get PDF
    Risiko adalah suatu kemungkinan terjadinya suatu peristiawa yang memengaruhi suatu tujuan awal. Proyek Jalan Tol Yogyakarta – Bawen Paket 1 (Seksi 1) merupakan proyek yang berpotensi memiliki kecelakaan kerja tinggi yang disebabkan beberapa faktor seperti alat kerja, metode kerja, serta dari pekerja itu sendiri. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi risiko terkait kecelakaan kerja dengan menyebarkan kuisioner pendahuluan dan kuisioner utama. Pada tahap kuisioner utama dilakukan penilaian risiko pada risiko yang relevan menggunakan perhitungan severity index dan likelihood index. Berdasarkan hasil penilaian risiko ditemukan tiga risiko yang ekstrim yaitu segmen balok girder terguling, sling crane terlepas/terputus saat pengangkatan girder, dan girder runtuh. Setelah itu, dilakukan analisis risiko menggunakan metode bowtie sehingga diperoleh penyebab operator tidak terampil, pekerja kelelahan, perubahan cuaca mendadak, kondisi alat berat sudah tua, kelebihan beban, minim rambu keselamatan, manuver tidak memenuhi syarat, dan pemasangan girder tidak sempurna. Dampak dari risiko-risiko tersebut dapat berupa pekerja yang mengalami cedera dimana ada dapat dilakukan kontrol recovery berupa pemakaian APD dan kerusakan alat berat dimana dapat dilakukan faktor ekskalasi berupa penggalakan penggunaan APD dan pengecekan kelayakan alat berat

    Analisis Komputasional Aplikasi Penggunaan Phase Change Material (PCM) pada Insulasi Dinding Eco-Reefer Container 20 Feet

    Get PDF
    Sebesar 1,3 miliar ton makanan menghilang setiap tahun, termasuk kerugian dalam transportasi. Pengangkutan produk yang peka terhadap suhu membutuhkan pasokan energi yang hampir konstan untuk mendinginkan, membekukan, atau mengkondisikan barang untuk mencegah kerugian produk selama pengangkutan. Faktor lingkungan yang bervariasi selama perjalanan kargo, seperti kondisi lingkungan, terjadinya benturan, dan sebagainya dapat menyebabkan kegagalan unit pendingin reefer container. Saat mengalami kegagalan, suhu udara yang disuplai oleh kipas sirkulasi mungkin lebih rendah dari nilai yang ditetapkan. Pada kasus tersebut, suhu kargo dapat mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan penambahan bahan Phase Change Material (PCM) sebagai bahan insulasi pada reefer container. PCM dapat menjaga dan mempertahankan suhu agar tidak terjadi kenaikan suhu yang signifikan. Pada hasil simulasi dengan Finite Element Method (FEM), reefer container konvensional memiliki suhu dinding rata-rata -1.03 °C. Dengan bantuan PCM, suhu dinding mengalami penurunan dengan rata-rata -16.48 °C. Pada simulasi dengan Computational Fluid Dynamics (CFD), reefer container kosong dalam keadaan kosong tanpa muatan mencapai suhu terendah sebesar -29.89 °C dengan rata-rata suhu sebesar -29.8 °C. Sedangkan, dengan bantuan PCM suhu terendah dapat mencapai -29.92 °C dan rata-rata suhu sebesar -29.84 °C. Dalam keadaan ruang muat yang berisi muatan, reefer container konvensional mencapai suhu terendah sebesar -29.19 °C dengan rata-rata suhu -28.73 °C. Dengan bantuan PCM, suhu reefer container pada keadaan berisi muatan dapat mencapai suhu terendah sebesar -29.43 °C dengan rata-rata suhu sebesar -29.21 °C

    Perhitungan Waktu dan Anggaran Biaya Pelaksanaan Pada Proyek Gedung Perpustakaan Digital UINSA, Jalan Ahmad Yani no.117, Jemur Wonosari, Kota Surabaya

    Get PDF
    Proyek Pembangunan digital UINSA Surabaya terletak di jalan Ahmad Yani no.117, Jemur Wonosari, kota Surabaya merupakan salah satu pengembangan fasilitas Universitas Islma Sunan Ampel dengan bekerjasama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia. Perpustakaan Digital UINSA memiliki luasan total 43.290 m2. Proyek pembangunan Gedung ini dikerjakan oleh Papan Inti Management yang dimana bangunan ii memiliki 1 lantai basement, 2 lantai untuk lobby dan administrasi, 3 lantai untuk arsip, 2 lantai untuk kegiatan perkuliahan, 2 lantai untuk auditorium,1 lantai atap, dan 1 lantai top atap. Dalam melakukan perhitungan rencana anggaran pelaksanaan ini dilakukan beberapa tahap antara lain yaitu perhitungan volume, penentuan metode pekerjaan, perhitungan durasi pekerjaan, perhitungan biaya pekerjaan dan perhitungan durasi pekerjaan. Setelah data terakumulasi maka perlu diadakan cek antara lain cek volume dengan Bill of Quantity proyek, cek durasi pekerjaan menggunakan network planning, penjadwalan proyek menggunakan kurva S. Hasil total nilai pekerjaan harus dicek dengan Rencana Anggaran Biaya asli proyek dan nilai harga Bangunan Gedung tidak sederhana negara Surabaya per m². Berdasarkan Hasil Analisa didapatkan durasi pekerjaan 365 hari dengan anggaran biaya sebesar Rp 23.908.196.427

    Studi Numerik Air Cooling dengan Perforated Straight Fins Heat Sink pada Central Processing Unit (CPU)

    Get PDF
    Di era digitalisasi ini dibutuhkan prosesor (CPU) yang cepat untuk memenuhi kebutuhan komputasi, namun prosesor yang cepat dapat menghasilkan temperatur yang tinggi. Dengan teknik pendinginan air cooling, heatsink dapat membantu dalam mendinginkan prosesor dengan bantuan blower/kipas. Dilakukan studi numerik untuk meninjau terkait distribusi temperatur pada heatsink dengan perforated fin, pengaruh jumlah lubang, dan pengaruh kecepatan inlet terhadap temperatur CPU. Dalam penelitian ini digunakan regular fin dan perforated fin dengan 6, 10, dan 14 lubang dengan variasi kecepatan udara pada inlet sebesar 1, 1.5, 2, 2.5, dan 3 m/s. Hasil simulasi menunjukkan bahwa distribusi temperatur di model perforated fin lebih tinggi dibandingkan dengan model regular fin. Kecepatan udara inlet juga berperan dalam penurunan temperatur CPU, dimana semakin tinggi kecepatan udara inlet, maka semakin menurun pula temperatur CPU. Lubang dan kecepatan inlet juga mempengaruhi koefisien konveksi, dimana berdasarkan hasil simulasi, pada kecepatan 3 m/s, koefisien konveksi tertinggi terjadi pada perforated fin dengan 14 lubang, sedangkan koefisien konveksi terendah terjadi pada regular fin

    Analisis Dampak Strategi Bisnis Hasil Formulasi dengan Metode Quantitative Strategic Planning Matrix pada Kinerja Keuangan PT X (Studi Kasus: BUMD Migas)

    Get PDF
    PT X merupakan BUMD di bidang yang sedang mengalami masalah penurunan laba pada beberapa tahun terakhir akibat ketidakmampuannya menghadapi tantangan industri serta ketergantungannya pada anak usaha dan proyek pemerintah. Untuk mengatasinya, perusahaan membutuhkan strategi bisnis dalam peningkatan competitive advantage. Penelitian ini bertujuan merancang strategi PT X sesuai kondisi internal dan eksternal serta menganalisis dampak rancangan strategi terhadap kinerja keuangan perusahaan. Perancangan strategi disesuaikan dengan David’s strategy formulation analytical framework yang mencakup tahap input stage, matching stage, dan decision stage. Sebelum merancang strategi, dilakukan identifikasi kondisi internal dan eksternal terlebih dahulu dengan analisis PESTEL, Porter’s Five Forces, dan 7S McKinsey. Dari identifikasi tersebut dihasilkan 6 kekuatan, 5 kelemahan, 6 peluang, dan 7 ancaman. Tahap input stage dilakukan dengan metode IFE Matrix yang menghasilkan total skor 2,76975 dan EFE Matrix dengan total skor 2,9645. Kemudian pada matching stage digunakan IE Matrix dengan hasil alternatif strategi market penetration dan product development serta TOWS Matrix yang menghasilkan 9 alternatif strategi. Penentuan strategi pada tahap decision stage dilakukan dengan metode Quantitative Strategic Planning Matrix dan menghasilkan strategi menjalin kerjasama dengan mitra potensial untuk pengembangan bidang usaha lain. Selanjutnya dilakukan proyeksi keuangan dengan moving average untuk mengetahui kondisi sebelum dan setelah dilaksanakannya strategi. Hasil proyeksi tersebut menjadi dasar untuk mengetahui dampak dari dilaksanakannya strategi melalui analisis rasio keuangan. Dengan analisis rasio tersebut, dihasilkan dampak yang relatif positif pada kinerja keuangan perusahaan yang mengindikasikan strategi ini layak untuk dilaksanakan PT X

    Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Pengembangan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan Melalui Pengembangan Ekonomi Lokal di Kabupaten Madiun

    Get PDF
    Indonesia, sebagai negara agraris, perlu mengadopsi paradigma yang tepat dalam mengembangkan kawasan pertanian. Pertanian merupakan sektor strategis yang menjadi unggulan di beberapa wilayah, seperti di Kabupaten Madiun. Meskipun kawasan pertanian merupakan salah satu sektor unggulan di wilayah ini, sayangnya, belum memberikan kesejahteraan yang optimal bagi para pelaku usaha. Selain itu, ancaman kehilangan minat generasi muda untuk terjun ke kawasan pertanian semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh kualitas komoditas pertanian tanaman di Kabupaten Madiun yang belum bisa bersaing di pasar global, rendahnya nilai jual, serta kurangnya diversifikasi komoditas pertanian, terutama tanaman pangan. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah ini, diperlukan konsep pengembangan ekonomi lokal yang di Kabupaten Madiun, sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja sektor tersebut dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan kerangka teori Heksagonal PEL. Metode content analysis untuk merumuskan faktor-faktor kunci yang berperan dalam pengembangan kawasan pertanian komoditas tanaman pangan di Kabupaten Madiun. Terdapat 23 faktor-faktor berpengaruh pengembangan kawasan pertanian tanaman pangan melalui pengembangan ekonomi di Kabupaten Madiun. Beberapa diantaranya adalah faktor Investor Luar, Pelaku Usaha Lokal, Sumber Daya Manusia, Pemberdayaan Masyarakat, Kebijakan Daerah, dan Promosi Daerah

    Arahan Pengembangan Alun-Alun Reksogati Ibu Kota Caruban dengan Konsep Placemaking

    Get PDF
    Alun-alun Ibu Kota Caruban Reksogati, yang terletak di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, merupakan ruang terbuka publik baru di wilayah tersebut. Alun-alun ini dipindahkan dari pusat kota Madiun ke Kecamatan Mejayan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2010. Alun-alun Reksogati memiliki lokasi strategis yang memudahkan akses antarkota dan antarkabupaten. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Madiun tahun 2009-2029 menetapkan bahwa Alun-alun Reksogati terletak di Sub Satuan Wilayah Pengembangan (SSWP 1) dan diarahkan sebagai kawasan perkotaan dengan fungsi utama sebagai pusat pelayanan fasilitas umum, perdagangan dan jasa, serta pusat pemerintahan. Namun, meskipun memiliki potensi strategis, Alun-alun Reksogati masih menghadapi beberapa persoalan, seperti fasilitas yang tidak berfungsi optimal. Fenomena ruang publik di negara berkembang seringkali ditandai dengan ketidakteraturan dan sifat informal. Oleh karena itu, diperlukan pemulihan dan pengembangan ulang Alun-alun Reksogati dengan pendekatan konsep placemaking untuk mengembalikan fungsi dan menciptakan ruang terbuka publik yang nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep pengembangan kawasan Alun-alun Reksogati Caruban dengan menggunakan konsep placemaking. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, penelitian ini akan memfokuskan pada dua sasaran. Sasaran 1, merumuskan faktor-faktor penentu yang terkait dengan konsep pengembangan kawasan Alun-alun Reksogati Ibu Kota Caruban dengan pendekatan placemaking. Selanjutnya pada asaran 2, merumuskan arahan pengembangan kawasan Alun-alun Reksogati Ibu Kota Caruban dengan memanfaatkan konsep placemaking. Dalam tahap ini, akan dibuat rekomendasi dan panduan mengenai bagaimana pengembangan kawasan Alun-alun Reksogati dapat dilakukan secara detail dan sesuai dengan konsep placemaking. Dari hasil analisis diketahui bahwa terdapat sebelas faktor yang berpengaruh pada pengembangan Alun-alun Reksogati dengan konsep placemaking, seperti Feeling Attachment, Partisipasi, Aktivitas Sosial, Aktivitas Ekonomi, Fungsi dan Makna, Komponen Ruang Luar, Aktivitas Kultural, Keamanan, Estetika, Respon Masyarakat, dan Kenyamanan. Sebelas faktr tersebut dikaji dengan best practice, dan tinjauan kebijakan, didapatkan 16 arahan pengembangan Alun-alun Reksogati yang dapat diimplementasikan dengan konsep placemaking

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇