Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Analisa Perhitungan Waktu dan Biaya pada Proyek Pembangunan Gedung DPRD Balai Pemuda Surabaya dengan Metode Earned Value Management

    Get PDF
    Earned Value Management merupakan salah satu teknik manajemen proyek yang digunakan untuk mengukur dan menilai kemajuan dari keberlangsungan suatu proyek berdasarkan parameter krusial yaitu waktu dan biaya. Salah satu permasalahan dalam melakukan evaluasi terkait variabel waktu dan biaya adalah adanya perbandingan antara nilai- nilai yang telah ditentukan oleh proyek dengan perkiraan performansi hingga proyek berakhir. Kasus pada proyek akhir kali ini mengangkat topik terkait analisa waktu dan biaya pada pembangungan proyek Gedung DPRD Balai Pemuda Kota Surabaya. Gedung DPRD Balai Pemuda Surabaya merupakan salah satu bentuk rekonstruksi dari masjid pada area kompleks Balai Pemuda yang kemudian akan berfungsi sebagai kantor baru dari anggota DPRD Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perhitungan waktu dan biaya menggunakan metode Earned Value Management. Hasil analisa menunjukkan bahwa pada minggu ke-31, parameter waktu proyek memiliki nilai SV sebesar – Rp7.693.792.147 dan SPI sebesar 0,4390 yang menunjukkan bahwa proyek mengalami keterlambatan dan akan diproyeksikan terlambat sebesar 10 minggu. Sedangkan parameter biaya proyek memiliki nilai CV sebesar – Rp23.739.067 dan CPI sebesar 0,9961 yang menunjukkan bahwa proyek mengalami pembengkakan biaya dan akan diproyeksikan defisit sebesar Rp23.739.067

    Desain Struktur Dinding Palka Kapal Ikan Dengan Lapisan Insulasi Berbahan Sabut Kelapa

    Get PDF
    Penelitian ini berfokus pada penggunaan campuran bahan alami sebagai insulasi pada dinding palka ikan. Tujuan penelitian ini adalah mendesain komposisi dinding palka ikan dengan lapisan insulasi berbahan campuran polyurethane dan sabut kelapa dan menganalisa distribusi suhu pada dinding palka serta menganalisa suhu pendinginan di dalam ruang palka ikan. Metode yang digunakan adalah metode numerik berupa simulasi FEM (Finite Element Method) untuk melihat distribusi suhu pada dinding dan simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics) untuk melihat distribusi fluida dan ikan di ruang palka. Simulasi FEM dilakukan sebanyak 4 variasi yaitu polyurethane 100%, polyurethane 90% dan sabut kelapa 10%, polyurethane 80% dan sabut kelapa 20%, dan polyurethane 70% dan sabut kelapa 30%. Simulasi CFD dilakukan sebanyak 3 variasi yaitu ruang palka kosong, ruang palka berisi chilled water, dan ruang palka berisi chilled water dan ikan. Metode analisis data dilakukan dengan membandingkan data antara hasil simulasi dengan hasil perhitungan. Hasil simulasi FEM menunjukkan bahwa dinding palka dengan insulasi dari campuran polyurethane 90% dan sabut kelapa 10% dipilih sebagai desain dinding terbaik dengan suhu minimum yang didapatkan paling rendah yaitu bernilai -8,5265e-14°C. Hasil simulasi CDF menunjukkan terjadinya kenaikan suhu pada chilled water yang bermula bernilai 1,259°C kemudian menjadi 3,5°C ketika ditambahkan ikan dan suhu ikan menjadi 2,2°C. Perbandingan antara hasil simulasi dengan hasil perhitungan memiliki perbedaan. Data hasil simulasi memiliki nilai yang lebih rendah dari hasil perhitungan sehingga dapat dikatakan bahwa metode simulasi terbilang lebih akurat jika dibandingkan dengan metode perhitungan manual

    Perencanaan Ulang Sistem Drainase Kawasan Perum Puri Cikarang Hijau, Cikarang Utara

    Get PDF
    Banjir merupakan bencana alam yang sering dialami oleh berbagai daerah di Indonesia. Sebagai daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi, sistem drainase yang baik merupakan hal yang harus dipenuhi untuk menunjang kehidupan masyarakat Indonesia. Sangat disayangkan beberapa kawasan pemukiman di Indonesia dibangun tanpa perencanaan sistem drainase yang baik sehingga terus menimbulkan banjir di musim hujan, salah satunya adalah Perumahan Puri Cikarang Hijau, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat. Perencanaan ulang sistem drainase di Perum Puri Cikarang Hijau perlu dilakukan. Hal ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu analisis hidrologi dan analisis hidrolika. Analisis hidrologi dimulai dari analisis tinggi curah hujan dan debit banjir rencana. Intensitas hujan dihitung menggunakan persamaan Mononobe dan debit banjir rencana dihitung dengan menggunakan metode Rasional. Berdasarkan analisis hidrologi, dilakukan perancangan ulang terhadap saluran drainase yang ada. Perancangan ulang ini akan disesuaikan untuk mampu mengalirkan debit banjir rencana. Berdasarkan hasil analisis hidrologi, didapatkan curah hujan rencana periode 5 tahun sebesar 154,5 mm. Kapasitas saluran eksisting tidak mampu mengalirkan banjir rencana sehingga direncanakan dimensi penampang baru, dengan dimensi terbesar saluran primer dengan lebar 2,5 m dan kedalaman 1,6 m, dan dengan dimensi terbesar saluran sekunder dengan lebar 1,5 m dan kedalaman 1 m. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa sistem drainase kawasan Perum Puri Cikarang Hijau hanya membutuhkan perencanaan ulang dimensi dan air dapat mengalir ke saluran outlet secara gravitasi

    Penentuan Arahan Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Publik di Kawasan Perkotaan Lumajang

    Get PDF
    Ruang Terbuka Hijau merupakan faktor penting dalam terbentuknya suatu kota yang ideal. Pedoman mengenai ketetapan penyediaan RTH telah diatur dalam peraturan perundangan yang mewajibkan setiap daerah memiliki 30% RTH dari luas wilayah dengan proporsi 20% RTH publik dan 10% RTH privat. Penyediaan Ruang Terbuka Hijau di Kota Lumajang masih tergolong minim. Berdasarkan RDTR BWP Lumajang Tahun 2018-2038 disebutkan bahwa RTH publik eksisting sebesar 7,2669 hektar yang seharusnya 705,39 hektar dari luas wilayah. Minimnya luas RTH publik yang tersedia ini diakibatkan oleh keterbatasan lahan yang dapat digunakan untuk penyediaan RTH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan arahan penyediaan Ruang Terbuka Hijau Publik di kawasan perkotaan Lumajang. Dalam merumuskan arahan penyediaan RTH publik, dilakukan melalui beberapa tahap analisis yaitu pada sasaran 1 mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam penyediaan RTH publik pada kawasan perkotaan Lumajang menggunakan metode analisis delphi. Selanjutnya pada sasaran 2, faktor-faktor yang didapatkan dari hasil analisis delphi digunakan sebagai faktor penentu dalam merumuskan arahan penyediaan RTH publik dikawasan Perkotaan Lumajang dengan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis diketahui bahwa faktor yang berpengaruh dalam penyediaan RTH publik dikawasan Perkotaan Lumajang yaitu keterbatasan lahan, alih fungsi lahan, RTH dalam rencana tata ruang, implementasi rencana kerja, anggaran penyediaan RTH, partisipasi masyarakat, pertumbuhan penduduk, dan harga lahan. Penelitian ini menghasilkan 15 arahan penyediaan RTH publik dikawasan Perkotaan Lumajang

    Analisis Perencanaan Kereta Bandara Internasional Ngurah Rai Berbasis Autonomous Rail Rapid Transit (ART)

    Get PDF
    Bali merupakan wilayah provinsi di Indonesia yang terkenal akan pariwisatanya. Tingginya minat pariwisata di provinsi Bali, mengharuskan pulau ini memiliki aksesibilitas transportasi yang baik seperti moda transportasi udara. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memberikan bangkitan perekonomian terhadap kawasan di daerah Bali karena bandara menjadi salah satu akses menuju pulau Bali. Setiap tahunnya, bandara Ngurah rai selalu mengalami peningkatan jumlah penumpang. Meningkatnya jumlah penumpang berakibat pada meningkatnya volume kendaraan di rute Bandara sehingga terjadi kemacetan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis perencanaan transportasi massal yang dapat melayani penumpang dengan baik secara travel time maupun travel cost. Dalam menganalisis perencanaan kereta bandara berbasis Autonomous Rail Rapid Transit (ART) ini, digunakan beberapa langkah. Dimulai dari melihat land use yang ada di provinsi Bali, lalu dilanjutkan dengan penyesuaian ruas rute jalan dengan spesifikasi ART. Selanjutnya ialah menghitung travel time untuk moda mobil penumpang dengan bantuan Google Maps dan Grafik derajat kejenuhan untuk moda ART. Kemudian mencari nilai travel cost dimana didapatkan travel cost untuk moda mobil penumpang mengacu pada jasa GrabCar sedangkan untuk moda ART mengacu pada tarif Bus Listrik Transjakarta. Kemudian dilakukan perbandingan untuk travel time dan travel cost pada kedua moda transportasi sebelum dan sesudah ART dioperasikan sehingga mendapatkan gambaran nilai efektifitas dan efisiensi. Selanjutnya adalah menghitung variasi jumlah penumpang pesawat di bandara Ngurah Rai untuk mendapatkan nilai biaya investasi moda ART. Biaya pembangungan ART mengacu pada proposal pembangungan trackless tram di Australia. Dari hasil studi, diperoleh nilai perbandingan travel time dan travel cost untuk kedua moda transportasi. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa dengan dioperasikannya ART maka dapat mengurangi kemacetan lalu lintas berupa pengurangan jumlah kendaraan bermotor hingga ±63% – 65% dan mempercepat travel time. Selain itu, beroperasinya moda ART dapat mengurangi emisi karbondioksida hingga 43%. Namun, perlu dilakukan perhitungan biaya investasi pembangungan ART yang lebih terperinci untuk mendapatkan nilai biaya yang akurat

    Studi Kelayakan Perpanjangan Ruas JLLB Surabaya yang akan Menghubungkan Akses Tol Driyorejo dengan Jalan Nasional Trosobo

    Get PDF
    Kabupaten Gresik merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur dengan potensi besar untuk dapat meningkatkan ekonomi daerah terutama dari sektor industri. Pada Daerah Driyorejo dan Lakarsantri telah dibangun banyak area pabrik serta lahan perumahan baru yang menyebabkan peningkatan volume kendaraan. Kemacetan pada jam puncak sering terjadi di ruas jalan yang menghubungkan Akses Tol Driyorejo dengan Kecamatan Lakarsantri di perbatasan Surabaya – Gresik akibat menumpuknya kendaraan dari Tol Mojokerto-Surabaya dengan kendaraan yang melintas dari Driyorejo menuju Lakarsantri. Kemacetan ini diharapkan dapat terurai apabila jalan kolektor primer eksisting dapat terhubung dengan jalan arteri primer yaitu Jalan Nasional Trosobo, Kabupaten Sidoarjo yang terletak di sebelah Selatan. Sebelumnya, Pemkot Surabaya telah merancang Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) yang berakhir di Jalan Raya Lakarsantri. Maka dari itu, makalah ini akan menganalisis kelayakan perpanjangan ruas JLLB Surabaya dari perbatasan Surabaya – Gresik, menghubungkan Akses Tol Driyorejo dengan jalan arteri primer antarkota, Jalan Nasional Trosobo di Kabupaten Sidoarjo, dengan harapan dapat mengurai kemacetan jam puncak yang terjadi. Pada makalah ini dihitung derajat kejenuhan (DJ) yang menentukan besar Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan nilai waktu without dan with project sampai tahun 2045. Dilakukan trip assignment untuk memperkirakan perpindahan kendaraan yang terjadi dari jalur eksisting ke rencana serta dapat diperoleh perbedaan kondisi lalu lintas without project dari jalan eksisting sebelum pembangunan jalan dengan kondisi lalu lintas with project yang menghasilkan penghematan BOK dan nilai waktu. Sehingga dapat diketahui kelayakan perpanjangan ruas JLLB dari perbatasan Surabaya – Gresik menuju Jalan Trosobo, Sidoarjo ditinjau dari aspek ekonomi. Dari hasil analisis didapatkan penurunan DJ jalan eksisting pada tahun 2025, penghematan BOK sebesar Rp 141.948.801.208 dan pengehematan nilai waktu sebesar Rp 83.726.609.782. Biaya investasi total sebesar Rp 866.224.093.630. Sehingga hasil nilai BCR = 6,969 > 1, nilai NPV = Rp 6.532.209.193.607 > 0, dan nilai EIRR = 35,9122% > 4,55%

    Pengembangan Obat Regeneratif Berbasis Nano Kitosan Oligosakarida untuk Bone Substitute dan Terapinya untuk Efisiensi Pengobatan

    Get PDF
    Patah tulang merupakan diskontinuitas atau kerusakan struktur jaringan tulang, tulang rawan atau epifisis dan merupakan masalah kesehatan baik di Indonesia maupun dunia. Tulang adalah jaringan komposit yang terdiri dari matriks organik, mineral anorganik, sel, dan air. Untuk mengatasi masalah penyembuhan yang terjadi padah patah tulang digunakan material bone substitute sebagai salah satu metode untuk mengoptimalkan proses penyembuhan pada tulang. Proses In-Vitro digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh bidegradibilitas dan bioresorbable. Proses In-Vitro dilakukan dengan mencelupkan bone substitute pada larutan saline. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui performa biodegradasi dan bioresorbable material bone cement dengan variasi komposisi serta memprediksi optimasi treatment melalui pengamatan in-vivo. Dalam penelitian ini digunakan menggunakan variasi sampel bone cement, yakni: Cs3Hap37, Cs4Hap36, dan Cs5Hap35. Variasi bone filler menggunakan variasi sampel, yakni: Cs2Hap20, Cs2Hap30, dan Cs2Hap40. Dari immersion test didapatkan jika bone substitute mempunyai sifat biodegradasi dan bioresorbable dengan mampu terdegradasi pada larutan saline. Hasil penimbangan berat specimen semua sampel menunjukkan tren peningkatan setiap minggunya. Dari pengujian FTIR ditemukan peak baru setelah 3 minggu perendaman. Berdasarkan uji UV-Vis terlihat adanya peak setelah perendaman pada minggu pertama

    Pengaruh Preheat terhadap Kekuatan Tarik, Kekerasan Dan NDT pada Pengelasan SMAW Posisi 3G Menggunakan Material Api 2W Grade 50 Untuk Pembuatan Topside Platform

    Get PDF
    Penelitian ini menguji bagaimana suhu preheat (40°C, 65°C, dan 90°C) berpengaruh terhadap kekuatan tarik dan kekerasan pada baja karbon yang dilas menggunakan metode SMAW dengan material API 2W Grade 50, ketebalan 20mm, serta Filler metal LB-52U dan LB-52. Pengujian melibatkan metode tidak merusak (NDT) dengan Magnetic Particle dan metode merusak seperti pengujian kekerasan dan kekuatan tarik sesuai standar AWS D1.1-2020.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan suhu preheat meningkatkan ultimate tensile strength. Sebagai contoh, terjadi peningkatan kekuatan tarik dari 494 MPa (pada suhu 40°C) menjadi 653,72 MPa (pada suhu 90°C). Pengaruh suhu preheat juga memengaruhi kekuatan luluh dengan peningkatan yang lebih stabil.Dalam pengujian, juga ditemukan bahwa lambatnya laju pendinginan setelah pengelasan selama 48 jam menghasilkan sambungan yang lebih kuat dan tahan lama pada Base Metal, HAZ, dan Weld Metal.Sebagai rekomendasi dalam proyek pembuatan modul Topside platform, disarankan untuk menggunakan suhu preheat optimal 90°C untuk mencapai kekuatan maksimal dalam pengelasan SMAW Posisi 3G dengan Material API 2W Grade 50

    Desain dan Evaluasi Antarmuka dan Pengalaman Pengguna Aplikasi WiksaSwap untuk Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum

    Get PDF
    Kondisi kelistrikan di Indonesia yang telah mengalami surplus pada tahun 2020 menyebabkan kerugian yang cukup besar. Oleh karena itu, adanya inovasi dibutuhkan agar cadangan listrik yang ada dapat lebih dimanfaatkan, salah satu inovasinya dengan memprioritaskan program percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Kendaraan listrik ini menggunakan baterai sebagai sumber energinya. Hal tersebut juga didukung oleh Menteri BUMN yang telah membentuk Indonesia Battery Corporation (IBC) pada tahun 2021 lalu. Salah satu aplikasi yang telah mengakomodir sistem yang berguna untuk Sistem Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum di Indonesia adalah aplikasi WiksaSwap. Aplikasi WiksaSwap terdiri dari dua versi, yaitu versi mobile dan display. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan pendekatan User- centered Design agar dapat memahami kebutuhan pengguna dari hasil wawancara dan evaluasi desain terhadap antarmuka pengguna. Dua evaluasi desain telah dilakukan untuk mengidentifikasi masalah pada antarmuka pengguna, yaitu uji ketergunaan (usability testing) pada aplikasi WiksaSwap dan evaluasi heuristic untuk memeriksa kesesuaian desain antarmuka dengan prinsip heuristik. Penilaian SUS (System Usability Scale) juga dilakukan untuk mengukur ketergunaan desain antarmuka pengguna aplikasi WiksaSwap. Nilai SUS untuk aplikasi WiksaSwap versi mobile mencapai 88,6, sedangkan untuk versi display sebesar 91,8. Setelah melalui dua iterasi evaluasi desain untuk uji ketergunaan dan evaluasi heuristik, aplikasi WiksaSwap baik untuk versi mobile ataupun display berhasil diimplementasikan dengan menggunakan Flutter

    Studi Eksperimental Karakteristik Aliran Melalui Silinder Sirkular Dengan Bodi Pengganggu Airfoil NACA 0012, NACA 0018, NACA 0024 Tersusun Tandem

    Get PDF
    Penelitian dilakukan dengan eksperimen dengan menggunakan open circuit wind tunnel. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini adalah sebuah silinder sirkular berdiameter D = 36 mm dengan bilangan Reynolds = 2 × 104 berdasarkan luas penampang octagonal wind tunnel yang divariasikan menggunakan bodi pengganggu symmetrical airfoil NACA 0012, NACA 0018, NACA 0024 dengan angle of attack 5° dan disusun tandem dengan jarak s/d = 0,2; 0,6; 1,0; 1,4. Penelitian ini menggunakan pitot static tube untuk mendapatkan nilai perbedaan tekanan (∆) dan velocity profile dari silinder sirkular. Dimana nilai tersebut akan dikalkulasi agar mendapatkan nilai coefficient of pressure (CP) dan coefficient drag pressure (CD), coefficient lift pressure (CLP). Hasil dari penelitian ini adalah nilai distribusi CP pada silinder dengan bodi pengganggu memiliki karakteristik trend grafik yang tidak simetris karena angle of attack = 5°. Pada grafik distribusi CP menunjukan adanya penundaan titik separasi pada semua variasi jarak (S/D) dan airfoil NACA. Penggunaan airfoil simetris sebagai bodi pengganggu menunjukan hasil yang efektif mereduksi gaya drag pada variasi jarak (S/D) = 0,2 menggunakan airfoil NACA 0024 dengan reduksi sebesar 25,6%. Perubahan nilai CLP= (-0,14) – 0,44; dan NACA 0024 memiliki nilai CLP = (-0,1) – 0,02; NACA 0018 memiliki nilai CLP = (-0,14) – 0,44; dan NACA 0024 memiliki nilai CLP = (-0,22)– 0,5. grafik velocity profile didapatkan hasil defisit momentum paling tinggi berada pada variasi jarak (S/D) = 1,4 dan defisit momentum paling rendah berada pada variasi jarak (S/D) = 0,2. Airfoil NACA 0024 menunjukan hasil yang paling efektif dalam mengurangi defisit momentum pada semua variasi jarak (S/D)

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇