Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Pra-Desain Pabrik Gliserol Monostearat dengan Metode Esterifikasi

    Get PDF
    Gliserol Monostearat (GMS) merupakan jenis surfaktan yang banyak digunakan sebagai agen pengemulsi pada industri makanan terutama di sektor kue (bakery) yang bertujuan untuk menjaga kestabilan suatu emulsi. GMS juga digunakan pada industri makanan sebagai thickener, emulsifying agent, pada industri farmasi dan kosmetik digunakan sebagai solvent, dan juga banyak digunakan dalam industri polimer yaitu plastik, karet, dan juga bahan pembuat ban. Namun, banyaknya kebutuhan GMS di Indonesia tidak didukung dengan adanya supply untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Menurut data dari BPS Indonesia, diketahui data impor untuk GMS di Indonesia dari tahun 2016 sampai 2020 mengalami peningkatan sebesar 23,8% per tahun. Saat ini, industri yang memproduksi surfaktan di Indonesia masih memakai bahan baku yang berasal dari minyak bumi dan tidak terbarukan. Surfaktan ini tidak ramah lingkungan dan dapat menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan. Sehingga, dibutuhkan substitusi bahan baku surfaktan yang ramah lingkungan serta biodegradable, mengingat pemanfaatan surfaktan yang sangat luas dalam berbagai industri di Indonesia. Pabrik direncanakan beroperasi secara kontinyu 24 jam selama 330 hari per tahun dengan kapasitas produksi 6.081 ton/tahun dengan kebutuhan bahan baku utama berupa asam stearat sebanyak 5.742,2 ton/tahun dan gliserol sebanyak 1.896,1 ton/tahun. Untuk penentuan lokasi pabrik digunakan metode analytical hierarchy process (AHP) didapatkan hasil overall untuk Tangerang, Gresik, dan Medan adalah 5,341; 7,144; dan 7,515. Dapat disimpulkan pabrik direncanakan akan didirikan pada tahun 2024 di daerah Kawasan Industri Medan, Medan, Sumatera Utara. Proses pembuatan GMS dibagi menjadi 4 tahapan proses utama di antaranya tahap pre-treatment, tahap esterifikasi, tahap pemurnian, dan tahap solidifikasi. Sumber dana investasi berasal dari modal sendiri sebesar 40% biaya investasi dan pinjaman sebesar 60% biaya investasi dengan bunga sebesar 8% per tahun. Berdasarkan perhitungan ekonomi, diperoleh NPV sebesar Rp931.514.220.331; IRR sebesar 21,436%; laju inflasi sebesar 1,87% per tahun, POT sebesar 4,14 tahun, dan period of construction selama 24 bulan

    Analisis Crack pada Transverse Corrugated Bulkhead Kapal Tanker Menggunakan Metode Elemen Hingga

    Get PDF
    Salah satu bagian dari konstruksi kapal adalah sekat. Sekat digunakan untuk membatasi/ melokalisir bahaya kebakaran atau kebocoran, membagi bagian-bagian kapal, dan memperkuat konstruksi kapal. Kelelahan dapat dialami oleh bagian sekat yang terkena beban. Dilakukan analisis perhitungan tegangan buckling pada sekat bergelombang yang diakibatkan oleh adanya retak permulaan. Tujuan dilakukan penelitian adalah mengetahui tegangan kritis setiap variasi panjang retak mula-mula. Data kapal penelitian ini didapatkan penelitian sebelumnya. Variasi panjang retak yang digunakan yaitu panjang 50 mm, 75 mm, 100 mm, 150 mm, 175 mm, dan 200 mm. setelah dilakukan simulasi pada setiap variasi, dilakukan analisis dan perhitungan untuk mendapatkan tegangan kritis setiap variasi. Tegangan kritis terbesar terjadi pada variasi model sekat bergelombang dengan panjang retak 50 mm yaitu sebesar 207.6 MPa. Sementara tegangan kritis terkecil terjadi pada variasi model panjang retak 200 mm yaitu sebesar 207.39 MPa

    Analisis Risiko Keruntuhan Jacket Wellhead Tripod Platform Pasca Subsidence

    Get PDF
    Selain terjadi di kota-kota besar, subsidence juga bisa terjadi di sekitar daerah eksploitasi minyak dan gas bumi baik onshore maupun offshore. Indikasi penurunan tanah dapat dilihat dari terjadinya penurunan anjungan lower deck yang semakin tenggelam secara fisik. Terjadinya subsidence dapat menyebabkan kegagalan struktur. Apabila terjadi kegagalan, struktur dapat mengalami berbagai kemungkinan konsekuensi yang bisa menimbulkan bahaya hingga kerugian. Mengingat konsekuensi dan kerugian yang mungkin terjadi, maka perlu dilakukan analisis risiko pada struktur dengan variasi kedalaman subsidence hingga struktur mengalami keruntuhan. Analisis keruntuhan dilakukan dengan meningkatkan beban lingkungan kondisi badai secara bertahap hingga struktur mengalami keruntuhan karena terbentuknya member plastis. Member plastis akan digunakan dalam analisis keandalan, dimana peluang kegagalan member dihitung dengan simulasi Monte Carlo dengan menggunakan Random Number Generator (RNG). Kemudian, keandalan sistem dihitung menggunakan Reliability Block Diagram (RBD) yang selanjutnya digunakan dalam analisis risiko. Kedalaman maksimum subsidence yang diizinkan agar struktur masih layak beroperasi sesuai API RP 2A WSD 21st edition adalah sebesar 5.2 meter dengan Reserve Strength Ratio (RSR) terkecil yakni 1.85. Analisis keandalan dilakukan untuk kondisi non subsidence hinga kondisi subsidence 5.2 meter dengan keandalan sistem terkecil sebesar 0.436 dan Probability of Failure (PoF) sebesar 0.564. Berdasarkan matriks risiko, diperoleh hasil bahwa struktur untuk kondisi non-subsidence dan subsidence konsekuensi safety berada di area kuning yang berarti medium risk merupakan daerah as low as reasonably practicable (ALARP), sedangkan untuk konsekuensi environment dan business berada di area merah yang berarti high risk

    Modifikasi Perencanaan Struktur Apartemen Alessandro Vittorio dengan Metode Beton Pracetak

    Get PDF
    Gedung Apartemen Alessandro Vittorio merupakan gedung yang berlokasi di Surabaya dan memiliki 28 lantai. Dalam pembangunannya, Gedung Apartemen Alessandro Vittorio masih menggunakan metode konvensional berupa metode cor in situ pada struktur balok, kolom, dan pelatnya. Atas dasar ini penulis merencanakan ulang gedung Apartemen Alessandro Vittorio, dengan menggunakan metode beton pracetak dengan maksud untuk menghasilkan sebuah rancangan baru yang dapat lebih cepat dan efisien dilaksanakan tanpa mengurangi mutu dari rancangan aslinya. Dalam perencanaan ulang gedung Apartemen Alessandro Vittorio, penulis mengubah denah dari Tower A dimana akan dipisah dengan tower yang lain. Namun, sistem gedung yang digunakan tetap sama, yaitu sistem struktur ganda dengan rangka pemikul khusus momen disertai dengan dinding geser beton bertulang. Hasil dari modifikasi Gedung Apartemen Alessandro Vittorio dengan metode pracetak ini meliputi ukuran balok induk 30/45, 35/60, dan 45/70, ukuran balok anak 25/40 dan 30/45, serta ukuran kolom 110/90, 90/70, 80/60, dan 50/50. Modifikasi gedung ini juga menggunakan shear wall serta sambungan antar elemen pracetak menggunakan sambungan basah dan konsol pendek

    Analisis Kebutuhan, Lay-out, dan Peralatan Container Yard Terminal Berlian, Surabaya

    Get PDF
    Terminal Berlian merupakan terminal peti kemas domestik tersibuk di Kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Meningkatnya arus peti kemas dari tahun ke tahun membutuhkan peranan suatu Pelabuhan Peti kemas dengan kinerja yang lebih baik sehingga mampu menjamin kelancaran transportasi peti kemas. Analisis kebutuhan, layout, dan peralatan di container yard akan berdampak pada upaya peningkatan kapasitas saat ini dan masa mendatang. Dengan menganalisis arus peti kemas, fasilitas kinerja alat luasan lapangan penumpukan dan sistem penanganan peti kemas di layout lapangan penumpukan di Terminal Berlian. Maka dapat dipergunakan untuk menghitung luasan lapangan penumpukan yang dibutuhkan, sistem penanganan peti kemas di layout container yard dan kebutuhan peralatan di container yard saat ini dan 10 tahun kemudian. Studi ini menghasilkan jumlah arus peti kemas rencana yang masuk ke lapangan penumpukan Terminal Berlian adalah 493.368 TEU’s dan 10 tahun berikutnya 615.923 TEU’s, kebutuhan container yard di Terminal Berlian di tahun 2022 sebesar 48.727,65 m2 dan 10 tahun berikutnya sebesar 60.831,85 m2. Dari hasil simulasi layout didapatkan waktu maksimum penanganan peti kemas untuk proses muat sebesar 858 menit atau 14,3 jam dengan arus total 414 peti kemas dan waktu minimum sebesar 454,8 menit atau 7,58 jam dengan total 219 peti kemas. Sedangkan, untuk proses bongkar didapatkan waktu maksimum untuk penanganan peti kemas sebesar 390,7 menit atau 6,51 jam dan arus bongkar total 177 peti kemas dan waktu minimum dengan total waktu 161,95 menit atau 2,7 jam dengan arus total bongkar sebesar 78 peti kemas. Serta kinerja utilization alat yang digunakan di Terminal Berlian untuk Harbour Mobile Crane sebesar 48,9%, Rubber Tyred Gantry sebesar 69,8% dan Head Truck sebesar 82,5%

    Evaluasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di PT XYZ

    Get PDF
    PT XYZ adalah salah satu perusahaan agri-food terbesar dan terkemuka di Indonesia. Bisnis utama yang dimiliki oleh PT XYZ adalah pakan ternak. Proses produksi yang dilakukan oleh PT XYZ menghasilkan beberapa bahan sisa atau limbah yang tidak dapat digunakan kembali, salah satunya adalah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) padat dan cair. Apabila limbah B3 yang dihasilkan dari proses produksi dan kegiatan lainnya di PT XYZ tidak diolah dan ditangani dengan baik dan benar maka akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. PT XYZ telah melakukan identifikasi limbah B3 sesuai dokumen lingkungan yang dimiliki (DELH tahun 2017), tetapi karena terdapat penambahan unit produksi maka diperlukan identifikasi kembali terkait jenis limbah yang dihasilkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi timbulan dan karakteristik limbah B3 yang terdapat di PT XYZ. Evaluasi pengelolaan limbah B3 dilakukan dengan cara membandingkan kondisi terkini dan kondisi ideal sesuai peraturan yang berlaku. Hasil evaluasi akan menjadi acuan untuk memberikan saran rekomendasi pengelolaan limbah B3. Data primer didapat dari pengamatan saat survey dan pengisian kuisioner atau wawancara yang diberikan kepada pekerja terkait limbah B3. Data tersebut digunakan untuk mengidentifikasi timbulan dan karakteristik limbah B3 di sumber, fasilitas pengelolaan limbah B3 di perusahaan, dan dokumentasi pengelolaan limbah B3. Sedangkan untuk data sekunder didapat dari literatur, laporan perusahaan dan peraturan terkait yang berlaku. Hasil wawancara identifikasi dari pengamatan saat ini akan dibandingan dengan laporan perusahaan yaitu DELH tahun 2017

    Pra–Desain Pabrik Bioetanol dari Ampas Tebu (Bagasse) dengan Teknologi Simultaneous Saccharification & Co-Fermentation untuk Kapasitas 30.000 KL/tahun

    Get PDF
    Salah satu komoditas perkebunan utama di Indonesia adalah tebu yang digunakan untuk produksi gula. Dari setiap pengolahan akan menghasilkan limbah yang salah satunya adalah ampas tebu yang menyusun sebesar 35% dari bagian tebu. Dari hasil riset yang dilakukan, limbah ampas tebu di Indonesia masih kurang optimal pemanfaatannya disamping banyaknya potensi untuk pemanfaatan. Ampas tebu tersusun atas lignoselulosa yang berpotensi untuk diolah lebih lanjut menjadi bioetanol. Pabrik bioetanol dari ampas tebu ini terdiri atas tiga proses utama: pre-treatment, fermentasi, serta purifikasi. Dari proses tersebut dibutuhkan 112.840 ton/tahun untuk dapat menghasilkan bioetanol fuelgrade sebesar 30.000 kL/tahun yang diproyeksikan dapat memenuhi 27% kebutuhan etanol di Indonesia pada tahun 2027. Dengan kebutuhan tersebut, lokasi yang optimal dalam pembangunan pabrik ini adalah daerah Jawa Timur, lebih tepatnya pada Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Pabrik ini dirancang dengan basis pembangunan pada tahun 2025 serta beroperasi pada tahun 2027 dengan satu tahun operasi adalah 330 hari. Dari hasil analisa ekonomi yang dilakukan pada pendirian pabrik ini diketahui nilai CAPEX (Capital Expenditure) sebesar Rp383.260.056.805, nilai OPEX (Operational Expenditure) sebesar Rp261.993.319.888, IRR (Internal Rate of Return) sebesar 24,11%/tahun , serta POT (Pay Out Time) pada tahun ke 5 pabrik beroperasi

    Pra Desain Pabrik Surfaktan Sodium Lignosulfonat (SLS) dengan Bahan Baku Lignin

    Get PDF
    Pada tahun 2027, diharapkan akan beroperasi Pabrik Surfaktan Sodium Lignosulfonat berkapasitas 2500 ton/tahun di Kabupaten Kampar, Riau, dengan bahan baku Lignin. Lokasi ini dipilih berdasarkan pertimbangan politics/legal, supporting infrastructure, economical, dan environmental. Proses produksi dimulai dengan pre-treatment, di mana lignin diolah melalui evaporator dan tangki presipitasi untuk mendapatkan lignin pekat. Tahap selanjutnya adalah sulfonasi, di mana lignin bereaksi dengan larutan natrium bisulfit sebagai agen pensulfonasi dan NaOH sebagai katalis. Hasilnya adalah surfaktan sodium lignosulfonat (SLS) dengan konversi lignin sebesar 89.96% mol. Proses pemurnian dilakukan dengan metanol untuk menghilangkan sisa natrium bisulfit. Sodium lignosulfonat kemudian diolah melalui evaporator dan spray dryer untuk mengurangi kadar air sebelum disimpan di tangki penampungan. Pabrik ini bertujuan untuk menghasilkan surfaktan sodium lignosulfonat berkualitas tinggi untuk memenuhi permintaan pasar Asia Pasifik sebagai water reducer dalam pembuatan beton. Penggunaan water reducer diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2027, dan pabrik ini diharapkan dapat berperan penting dalam memenuhi kebutuhan tersebut

    Kajian Instalasi Pengolahan Air Demineralisasi dari Nalco Water An Ecolab Company

    Get PDF
    Air merupakan hal utama untuk memenuhi kebu-tuhan sehari-hari, baik domestik maupun industri. Industri akan selalu membutuhkan kualitas air dengan standar yang tinggi untuk kebutuhan prosesnya, biasanya air digunakan adalah air demineralisasi. Air demineralisasi atau bisa disebut sebagai air murni merupakan air tanpa mineral yang diproses dengan cara mengurangi atau menghilangkan ion-ion mineral yang terkandung dalam air. Demineralisasi air dapat dilaku-kan dengan beberapa teknologi, antara lain pertukaran ion (ion exchange) dan membran reverse osmosis (RO). Teknologi ion exchange maupun RO memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk menghilangkan kontaminan berupa partikel ion yang ada dalam air, namun kedua teknologi tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kajian dilakukan dengan mengetahui efisiensi removal kualitas air dengan parameter pH, kesadahan, alkalinitas, silika (SiO2), Fe (besi) dan konduktivitas pada setiap unit instalasi. Selain itu, akan dilakukan analisis operasional dan maintenance, biaya penggunaan bahan kimia, serta beban pencemar lingkungan yang dihasilkan dari instalasi pengolahan air dengan teknologi ion exchange dan teknologi membran. Hasil yang didapatkan berdasarkan efisiensi removal dari kedua instalasi adalah nilai konduktivitas masih di atas 10 µs/cm, namun instalasi dengan teknologi membran lebih baik dalam merevomal parameter. Instalasi dengan teknologi membran membutuhkan waktu lebih lama untuk satu kali cleaning in place (CIP) dibandingkan teknologi ion exchange yang membutuhkan waktu lebih singkat untuk satu kali regenerasi resin. Sedangkan, instalasi dengan teknologi ion exchange membutuhkan lebih banyak bahan kimia dan air untuk maintenance, sehingga biaya yang dikeluarkan akan lebih mahal. Berdasarkan dari beban pence-mar yang dihasilkan, teknologi dengan ion exchange mengha-silkan lebih banyak beban pencemar dibandingkan dengan teknologi membran

    Deteksi Ucapan untuk Sistem Pengawasan Asesmen (iProctor) Menggunakan Metode Deep Learning

    Get PDF
    Asesmen adalah kegiatan mengumpulkan informasi ketercapaian kompetensi siswa. Asesmen merupakan bagian integral dari proses pembelajaran, tak terkecuali dalam pembelajaran berbasis Out Door Learning (ODL) dan Massive Open Online Course (MOOC). Sebuah studi menyatakan bahwa persentase siswa yang melakukan kecurangan dalam pelaksanaan kegiatan akademik terus meningkat, dan lebih mudah bagi mereka untuk berlaku curang pada asesmen yang dilakukan secara daring. Hal ini menjadi tantangan untuk perkembangan iProctor, yaitu platform untuk melakukan asesmen seara daring. Untuk mengurangi risiko kecurangan, sistem pelaksanaan dan pengawasan ujian yang valid menjadi suatu hal yang penting. Pada penelitian ini diuji sistem pengawasan otomatis bedasarkan audio. Data audio didapatkan dari mikrofon yang terletak pada ruang dilakukannya asesmen. Sistem pengawasan asesmen dilakukan secara otomatis dengan metode deteksi ucapan menggunakan metode deep learning dengan model CNN. Data audio di ekstraksi fitur menggunakan log-mel spectrogram. Hasil esktraksi fitur menjadi input model CNN MobileNetV3. Hasil prediksi dari MobileNetV3 dilakukan proses smoothing dengan metode Majority Vote. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model deteksi ucapan memberikan hasil terbaik dengan model CNN MobileNetV3-Large pada dataset librispeech dengan speech f1 score 0.8652, non-speech f1 score 0.7332, dan hasil weighted average 0.8242. Ekstraksi fitur menggunakan metode log-mel spectrogram menggunakan parameter fft size 512, mel bins 40, hope size 8, lower frequency 300, upper frequency 8000. Hasil dari log-mel spectrogram dibagi menjadi banyak frame 25ms dan step 12.5ms atau overlap 50

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇