Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Studi Eksperimental Pengaruh Penambahan Bodi Pengganggu Berupa Airfoil NACA 0012, NACA 0018, NACA 0024 di Belakang Silinder Sirkular Utama
Mekanika fluida merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang dekat dengan manusia. Karena adanya perhitungan yang sering dilakukan guna mengetahui karakteristik aliran. Salah satunya adalah karakteristik aliran fluida melewati sebuah silinder sirkular yang merupakan salah satu jenis dari bluff body. Bluff body dapat menghasilkan wake yang besar, dimana wake tersebut mampu membentuk gaya drag yang besar juga. Maka dari itu perlu adanya pengurangan gaya drag yang terjadi dengan cara penambahan bodi pengganggu. Penelitian ini membahas tentang pengaruh penambahan bodi pengganggu pada sebuah silinder sirkular yang tersusun tandem. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan sub-sonic wind tunnel berpenampang octagonal. Benda uji yang digunakan berupa silinder sirkular dengan diameter D = 36 mm dengan menggunakan dosi pengganggu NACA 0012, NACA 0018, dan NACA 0024 berdiameter c = 36 mm di sisi belakang silinder upstream. Pengukuran pada penelitian ini menggunakan pitot static tube, wall-pressure tap dan inclined manometer. Pengujian ini dilakukan dengan variasi jarak antara silinder utama dengan rasio S/D = 0,2 hingga 1,4 dengan menggunakan bilangan Reynolds (Re = 2,01x104) untuk mendapatkan coefficient pressure (Cp), Coefficient Drag Pressure (CDP) yang lebih optimal dengan menggunakan jarak rasio yang berbeda pada jarak (S/D) serta dapat menghitung Coefficient Lift Pressure (CLP). Hasil yang diperoleh dari penambahan bodi pengganggu airfoil NACA 0024 pada jarak (S/D) 0,2 dapat mereduksi koefisien drag pressure (CDP) paling efektif sebesar 16%. Sedangkan reduksi koefisien drag pressure (CDP) terendah terjadi pada silinder dengan penambahan bodi pengganggu berupa airfoil NACA 0012 pada jarak (S/D) 1,4 sebesar 9%. Pada penambahan bodi pengganggu berupa airfoil NACA 0012, NACA 0018, dan NACA 0024 pada seluruh variasi jarak didapat reduksi sebesar 44%, 48% dan 54%. Reduksi gaya drag paling efektif pada variasi penambahan bodi pengganggu dengan airfoil NACA 0024
Analisis Sensitivitas Penerimaan Investasi Proyek Apartemen Grand Shamaya Tower Rishley di Surabaya
Kondisi pandemi berdampak terhadap penurunan permintaan apartemen di Indonesia. Apartemen pada secondary market mengalami penurunan harga transaksi 10%-20% selama masa pandemi. Pada pasar primer apartemen banyak diberikan kemudahan dalam pembayaran seperti diskon Down Payment, angsuran diperpanjang, free interior, dan lainnya untuk menarik konsumen. Harga apartemen mengalami penurunan dengan cara promosi diskon harga jual 5%-10%. Data penjualan apartemen di Indonesia turun 50% pada kuartal I-2022. Sedangkan tingkat hunian atau okupansi apartemen servis mengalami penuruan dari 61% menjadi 58,2%. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya risiko jumlah apartemen yang akan bertambah membuat occupancy rate mungkin bertambah menurun dan berdampak pada penerimaan Apartemen Grand Shamaya. Oleh karena itu, dibutuhkan analisis kelayakan finansial dan analisis sensitivitas terhadap penerimaan investasi pada proyek Apartemen Grand Shamaya. Analisis kelayakan finansial dari Apartemen Grand Shamaya ini dilakukan dengan menggunakan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Langkah-langkah dalam melakukan analisis adalah mengestimasi biaya investasi, pendapatan, dan pengeluaran untuk membuat aliran kas selama masa investasi proyek, kemudian dilakukan analisis kelayakan finansial dan analisis sensitivitas. Hasil dari analisis kelayakan finansial proyek Apartemen Grand Shamaya Tower Rishley dengan nilai MARR 7,12% didapatkan nilai NPV sebesar Rp 27.285.185.406, IRR 8,85%, dan payback period 6 tahun. Analisis sensitivitas dilakukan pada variabel biaya investasi, harga jual unit, tingkat penjualan unit, dan biaya operasional. Dari analisis sensitivitas yang dilakukan didapatkan variabel yang paling sensitif yaitu kenaikan biaya investasi dengan batas kenaikan sebesar 2,34%
Perancangan Perpanjangan Runway Bandara I Gusti Ngurah Rai
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai adalah salah satu bandara tersibuk di Indonesia yang terletak di Provinsi Bali. Bali menjadi salah satu destinasi wisata bagi para wisatawan dalam negeri dan luar negeri, sehingga jumlah kedatangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai dapat menimbulkan peningkatan jumlah kedatangan. Peningkatan dari traffic atau jumlah kedatangan di Bandara Ngurah Rai ini menyebabkan adanya kebutuhan baru pesawat dengan dimensi yang lebih besar atau disebut (Wide Body Aircraft). Perencanaan perpanjangan runway Bandara I Gusti Ngurah Rai ini sejalan dengan program PBB yaitu Sustainable Development Goals pada point ke-9 yaitu Industry, Innovation, and Inftastructure dengan membangun infrastruktur pada bandara terutama runway untuk mendukung peningkatan pergerakan pesawat dan penumpang bandara yang ada di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dalam perancangan perpanjangan runway ini berdasarkan pada pesawat yang akan dilayani Bandara Ngurah Rai adalah A380-800 (Wide Body Aircraft) dengan kapasitas full-load. Pada perencanaan runway Bandara Ngurah Rai juga mempertimbangkan fasilitas udara (air side). Perpanjangan runway Bandara Ngurah berada pada sisi barat runway eksisting yang berbatasan dengan laut. Ekspansi mencakup perencanaan ketebalan perkerasan untuk disepanjang perpanjangan runway. Daya dukung tanah dan kapasitas lalu lintas udara dipertimbangkan dalam merancang perkerasan dan fasilitas pendukung runway. Akibat pandemi Covid-19, terdapat penurunan pergerakan pesawat dan penumpang pada tahun 2019 hingga tahun 2021. Oleh karena itu, data dari tahun 2015 hingga 2018 digunakan untuk keperluan peramalan, dengan rencana 20 tahun hingga tahun 2043. Pada tahun berikut, Bandara I Gusti Ngurah Rai akan melayani 370,322 pergerakan pesawat dan 64,950,506 penumpang. Dengan adanya pergerakan pesawat A380-800 maka direncanakan dimensi runway adalah 3400 x 45 m dengan taxiway selebar 30 meter. Melalui perhitungan dengan metode matematis didapatkan kapasitas runway sebanyak 54 pergerakan/jam. Perencanan perkerasan untuk runway dan taxiway menggunakan perkerasan lentur dengan ketebalan 1,128 mm
Pra-Desain Pabrik Amonia Menggunakan Bahan Baku Batubara Melalui Proses Gasifikasi
Amonia menjadi salah satu bahan kimia yang cukup penting dalam industri kimia, karena kandungan nitrogen yang tinggi, amonia banyak digunakan sebagai bahan dasar pupuk, selain itu amonia juga digunakan pada berbagai industri seperti pada refrigeration system, dan berbagai industri kimia yang lainnya. Permintaan dunia diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 3,2% setiap tahunnya. Untuk memproduksi amonia sumber nitrogen biasanya diperoleh dari udara, sedangkan hidrogen diperoleh dari gas alam. Permasalahannya adalah menipisnya cadangan gas alam di dunia, mengingat gas alam merupakan sumber daya tidak terbarukan. Sumber hidrogen lain yang dapat digunakan adalah batubara. Sementara itu produksi batubara terus meningkat di Indonesia. Amonia dari batubara melalui beberapa tahapan proses yaitu Coal Pre-treatment Unit, Gasification Unit, Water Gas Shift Unit, COS Hydrolysis Unit, Acid Gas Removal Unit, Ammonia Synthesis Unit, Purification Unit. Rencana pendirian pabrik ini akan dilakukan selama dua tahun dengan umur pabrik selama 20 tahun. Untuk memproduksi amonia sebanyak 290.000 ton/tahun, diperlukan operating expenditures (OPEX) sebesar 40.940.232, total penjualan sebesar $277.757.568. Sumber dana investasi berasal dari modal sendiri sebesar 40% dan modal pinjaman sebesar 60%. Berdasarkan analisa ekonomi, Internal Rate of Return (IRR) pabrik ini sebesar 25,43% dengan bunga sebesar 8% per tahun. Sedangkan untuk Net Present Value (NPV) yang bernilai positif
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Proses Loadout Relokasi Container Crane Menggunakan Skidding System
Pada suatu proyek terdapat berbagai jenis kegiatan yang dilakukan berdasarkan apa yang sudah ditetapkan. Untuk mencapai kesuksesan dan ketercapaian tujuan diperlukan kerjasama antar pihak yang baik. Dikarenakan terdapat banyak pihak yang berpartisipasi dalam suatu proyek maka tidak luput dengan ancaman risiko kecelakaan kerja. Proses loadout adalah menarik deck/platform/module ke atas barge untuk dipindahkan ke tempat yang akan dituju. Container crane (CC-05) merupakan struktur yang akan dimuat ke transportation barge dengan metode skidding. Tentu nya pada proses loadout tersebut diperlukan analisis risiko untuk mencegah atau mengurangi dampak yang ditimbulkan selama proses pelaksanaan proyek. Tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk mengidentifikasi risiko dominan yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja pada proses loadout relokasi container crane (CC-05), mencari penyebab dari risiko dominan, serta dapat menganalisa pengendalian risiko dominan yang tepat pada proses loadout. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mmengidentifikasi bahaya dan risiko yang dominan pada proses loadout. Untuk mengetahui risiko dominan yang dihasilkan dilakukan perhitungan RPN. Melalui perhitungan RPN didapatkan 3 risiko dominan tertinggi yaitu tangan pekerja terjepit mesin winch dengan RPN 216, pekerja terkena luka bakar akibat tersengat listrik dengan RPN 200, tangan pekerja terkena luka bakar atau mata terpapar sinar las dan mengalami kerusakan dengan RPN 192. Hasil dari perhitunan RPN kemudian dianalisis menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk mencari penyebab dari risiko kecelekaan kerja tersebut, dari hasil pengkonstruksian FTA teridentifikasi 18 basic event. Kemudian setelah telah didaptkan risiko dominan dan penyebabnya, dilakukan rekomendasi untuk mencegah terjadinya risiko kecelakaan kerja tersebut
Simulasi CFD Aplikasi Dinding Komposit Berbahan Serat Kapas untuk Prototipe Eco Reefer Container 1/2 Ton
Sistem teknologi refrigerasi pada container biasanya bertujuan untuk mendinginkan suatu muatan agar suhu tetap terjaga dalam berbagai kondisi. Berbagai inovasi untuk wadah berpendingin terutama pada variasi dinding insulasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Eco Reefer Container dengan dinding insulasi komposit berbahan polyurethane dan serat kapas, serta menganalisis distribusi temperature pendinginan udara Eco Reefer Container dengan beberapa variasi insulasi komposit menggunakan Software Ansys. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode numerik dengan simulasi FEM (Finite Element Method) untuk mengetahui sebaran temperature pada dinding dan simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics) untuk mengetahui sebaran suhu container baik dengan muatan maupun tanpa beban muatan. Simulasi FEM menghitung nilai distribusi suhu pada dinding prototipe Eco Reefer Container ½ ton. Simulasi dilakukan dalam 5 variasi dengan bahan dan komposisi yang berbeda. Simulasi CFD menghitung distribusi suhu di dalam ruang muat prototipe Eco Reefer Container ½ ton. Ruang muat pada Eco Reefer Container ½ ton divariasikan menjadi dua kondisi yaitu tanpa beban dan dengan beban dengan dua material insulasi. Nilai suhu rata-rata terendah berhasil dicapai pada Polyurethane 75% : 25% Serat Kapas. Sedangkan perbandingan data antara hasil simulasi dan hasil eksperimen memiliki nilai suhu yang sedikit berbeda karena metode eksperimen diambil pada kondisi yang berbeda. Pada validasi simulasi dengan eksperimental, dengan dinding insulasi polyurethane 50% : 50% serat kapas hasil yang diperoleh cukup berbeda karena sistem refigerasi pada eksperimen yang perlu peremajaan
Otomatisasi Sistem Keranjang Belanja pada Supermarket (Marketplace) Guna Meningkatkan Aspek Efisiensi Alur Perbelanjaan Menggunakan Sensor UHF RFID
Pengembangan suatu daerah ke arah smart city dalam aspek perekonomian cenderung memunculkan tuntutan baru dari konsumen terhadap ekspektasi kepuasan misal dalam ranah marketplace. Supermarket dan toko retail misalnya, diperlukan ada penyeimbangan antara alur perbelanjaan dan kebutuhan konsumen yang semakin meningkat dengan teknologi yang digunakan. Dengan itu penelitian ini mengangkat sebuah bentuk teknologi terapan Self-checkout service berbentuk keranjang belanja pintar yang dapat melakukan kalkulasi otomatis terkait seluruh detail belanja, guna meningkatkan efektifitas aspek waktu alur perbelanjaan. Metode yang digunakan pada penelitian akan mencakup test prototype perangkat keras dan perangkat lunak pendukung yang akan memberikan output akhir perbedaan efisiensi dari aspek-aspek Self-service technology (SST) sebelum dan sesudah diterapkannya alat ini. Hasil pengujian menunjukan bahwa alat mampu untuk menghasilkan kenaikan efisensi aspek waktu alur belanja sebesar 70,1%, berdasar pada hasil uji coba dengan ketetapan tiga skenario perbelanjaan yang sudah ditentukan, didapatkan total rata-rata nilai uji coba alur belanja konvensional sebesar 129,86 detik, dan alur belanja menggunakan sistem keranjang belanja yang telah dibuat sebesar 22,84 detik. Dimana hal ini sesuai dengan tujuan diciptakan nya alat
Pra Desain Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Terintegrasi dengan Regasifikasi LNG
Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) terintegrasi dengan Regasifikasi LNG (Liquid Natural Gas) adalah Pembangkit listrik yang memanfaatkan LNG sebagai bahan bakar. PLTGU terintegrasi dengan regasifikasi LNG direncanakan untuk beroperasi dengan kapasitas Regasifikasi sebesar 30 BBTUD dan beroperasi 330 hari per tahun. Pembangkit ini diharapkan menghasilkan listrik sebesar 96,2 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Bali sesuai dengan Rancangan Umum Pembangkit Tenaga Listrik (RUPTL PLN 2018-2027). Pembangkit ini direncanakan akan dibangun di Pesanggaran, Kota Denpasar, Provinsi Bali. Hal ini didukung dengan ketersediaan lokasi bahan baku, sumber energi dan utilitas, sumber tenaga kerja, aksebilitas dan faslitas transportasi, serta iklim dan topografi. PLTGU terintegrasi dengan Regasifikasi LNG ini direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2025 dengan masa konstruksi selama 2 tahun. Adapun proses produksi listrik ini terbagi menjadi empat tahapan utama yaitu proses Unloading LNG, LNG regasification, Boil of Gas handling process, dan produksi listrik. Modal yang digunakan diasumsikan berasal dari modal sendiri sebesar 15% dan modal dari pinjaman bank sebesar 85%. Pembangkit ini memerlukan Capital expenditure (CAPEX) sebesar 30.150.318,73. Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, didapatkan nilai Internal rate of return (IRR) sebesar 19,01%, dengan bunga pinjaman 10% per tahun. Pay out Time (POT) yang dibutuhkan adalah 10 tahun 2 bulan dengan Break Even Point (BEP) sebesar 28,3%, serta nilai Net Present Value (NPV) sebesar $162.427.704. Dari data analisa kelayakan di atas disimpulkan bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak untuk didirikan
Analisa Pengaruh Selulosa Asetat terhadap Coefficient of Friction, Hardness, Thermal Stability dan Wear Rate pada Komposit Serbuk Kayu, Sekam Padi dan Tempurung Kelapa untuk Kampas Rem
Peneltian terkait inovasi kampas rem non-asbestos telah banyak dilakukan. Selulosa asetat sebagai serat buatan memiliki ketahanan yang tinggi terhadap panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan selulosa asetat terhadap nilai hardness, koefisien gesek, laju keausan dan stabilitas termal pada komposit kampas rem serbuk kayu, sekam padi dan serabut kelapa. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat durometer untuk pengujian hardness, PASCO untuk pengujian koefisien gesek, tribometer untuk pengujian keausan dan infrared thermometer untuk pengujian stabilitas termal. Presentase massa selulosa asetat yang ditambahkan adalah 5% pada spesimen A, 10% pada spesimen B, dan 20% pada spesimen C. Massa bahan penyusun komposit kampas rem adalah 4 gram serbuk kayu, 4 gram sekam padi, 4 gram tempurung kelapa. Pada pengujian didapatkan nilai hardness tertinggi terdapat pada spesimen C dengan 20% selulosa asetat, yaitu 68.5 HS. Pada pengujian koefisien gesek, nilai koefisien gesek statis dan kinetis terbesar terdapat pada spesimen C dengan 20% selulosa asetat, yaitu 0.6635 dan 0.5564. Pada pengujian laju keausan, nilai wear rate dan wear coefficient terendah terdapat pada spesimen A dengan 5% selulosa asetat, yaitu 0.001026 mm3/Nm dan 0.001314. Untuk pengujian stabilitas termal, peningkatan temperatur terendah terdapat pada spesimen C dengan 20% selulosa asetat, yaitu 3.4 oC selama 57 menit pengujian keausan berlangsung. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan selulosa asetat akan meningkatkan nilai hardness, nilai koefisien gesek, nilai wear rate dan stabilitas termal dari komposit kampas rem non-asbestos sekam padi, serbuk kayu dan serbuk tempurung kelapa
Perancangan Geometrik Simpang Susun Jalan Tol Yogyakarta - Bawen
Pemerintah kini sedang gencar membangun berbagai infrastruktur untuk mewujudkan pemerataan pembangunan antar daerah, salah satunya jalan tol. Jalan tol dan jalan raya umumnya dihubungkan dengan simpang susun. Salah satu pembangunan jalan tol dengan simpang susun yang sedang berlangsung adalah proyek Jalan Tol Yogyakarta–Bawen. Dalam perancangan ini, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen yang belum memiliki rancangan simpang susun yang mendetail, akan dirancang simpang susunnya agar sustainable dan tidak menyebabkan kemacetan. Perancangan geometrik ini meliputi pemilihan lokasi simpang susun, pemilihan tipe simpang susun yang mengacu pada Perencanaan Persimpangan Jalan Tak Sebidang Direktorat Jenderal Bina Marga 2005, perancangan geometrik simpang susun yang mengacu pada Pedoman Geometrik Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga 2021 dan Geometri Jalan Bebas Hambatan untuk Jalan Tol Direktorat Jenderal Bina Marga 2009, serta Perancangan Rambu dan Marka yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2014 dan Nomor 34 Tahun 2014. Dari analisis yang dilakukan, dihasilkan empat simpang susun bertipe terompet dan satu simpang susun bertipe segitiga langsung dengan total 20 ramp pada lima simpang susun. Setiap simpang susun memiliki tipe tikungan Spiral-Circle-Spiral dan Spiral-Spiral dengan jari-jari terbesar sepanjang 233,5 m dan lengkung peralihan terbesar sepanjang 59,5 m