Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Sistem Segmentasi Jalan dan Objek untuk Kendaraan Otonom Menggunakan Kamera RGB-D
Kendaraan roda empat yang memiliki kemampuan untuk melakukan perjalanan antar titik tanpa adanya operator manusia yang dimana menggunakan kombinasi antar sensor, kamera, radar, dan kecerdasan buatan (AI). Penggunaan kamera RGBDNIR (Red Green Blue Depth Near Infrared) dengan alat yaitu kamera Intel RealSense D435i yang dapat digunakan baik didalam ataupun diluar ruangan dimana sensor modul depth dan NIR dapat digunakan ketika keadaan kurang pencahayaan atau lingkungan redup. Dilakukannya penelitian ini dikarenakan untuk mencari solusi dari tingginya tingkat kecelakaan di jalan serta mencari solusi atas kelemahannya kamera RGB dalam penangkapan citra untuk yang dipadukan dengan penggunaan machine learning untuk pengambilan keputusan dalam menentukan kelas objek yang terdeteksi dan diproses untuk menghasilkan solusi dalam melakukan segmentasi di lingkungan terbuka (luar ruangan). Untuk perangkat lunak pemprograman yang akan digunakan yaitu Python serta pustaka yang akan digunakan antara lain PyTorch, OpenCV, dan TensorFlow dengan alat komputasi berupa laptop yang memiliki GPU Nvidia RTX 3060 atau sejenisnya. Hasil dari penelitian ini berupa gambar segmentasi dan pengenalan kelas objek yang terdeteksi dengan tingkat keakuratan dengan beberapa model mulai dari 39.60% hingga 63.71% yang dapat digunakan untuk penentuan kelas yang terbaca. Dengan tingkat literasi beragam sampai nilai terkecil 2E-10 dan memiliki waktu pemprosesan untuk setiap citra dari 0.22 detik sampai 0.01 detik
Strategi Pengembangan Potensi Wisata Koridor Jembatan Surabaya Berdasarkan Preferensi Pengunjung
Koridor Jembatan Surabaya merupakan salah satu wisata bahari yang terletak di Kota Surabaya yang memiliki banyak daya tarik yang dapat menarik pengunjung untuk datang berwisata, seperti menikmati angin laut, jogging, berfoto serta air mancur menari yang dipertunjukan pada waktu-waktu tertentu. Namun masih terdapat permasalahan terkait penurunan jumlah pengunjung dari tahun 2017-2019 dan belum lengkapnya fasilitas wisata. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan startegi pengembangan potensi wisata yang ada pada koridor jembatan Surabaya berdasarkan preferensi pengunjung. Untuk mencapai tujuan penelitian ini dilakukan dengan 3 tahap, tahap pertama yaitu mengindentifikasi karakteristik potensi wisata koridor jembatan Surabaya dengan data diperoleh menggunakan metode observasi lapangan dan wawancara dan di analisa menggunakan deskriptif kualitatif. Tahap kedua yaitu menganalisa tingkat kepentingan dan kinerja potensi wisata koridor jembatan Surabaya berdasarkan persepsi pengunjung dengan data diperoleh menggunakan kuesioner dan di analisa menggunakan IPA. Tahap ketiga yaitu merumuskan startegi pengembangan potensi wisata koridor jembatan Surabaya berdasarkan preferensi pengunjung dengan data diperoleh menggunakan sasaran 1 dan sasaran 2 dan menggunakan analisa deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian didapatkan 6 strategi prioritas utama pengembangan menurut pengunjung
Analisis Percepatan Waktu dan Biaya pada Pembangunan Proyek Apartemen Kyo Society Surabaya dengan Metode Time Cost Trade Off
Pelaksanaan proyek konstruksi berkaitan erat dengan waktu dan biaya dikarenakan suatu proyek konstruksi dibatasi oleh waktu dan biaya yang telah disepakati pada kontrak. Apartemen Kyo Society merupakan hunian modern berkonsep Jepang pertama di Surabaya. Apartemen ini dipilih untuk studi kasus dikarenakan mengalami keterlambatan progress pekerjaan dari awal rencana selama 29 hari karena adanya perbaikan pekerjaan borepile oleh subkontraktor. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengendalian proyek yang efisien untuk mendapatkan waktu dan biaya proyek yang optimal tanpa mengurangi mutu proyek sehingga seluruh pihak tidak mengalami kerugian. Penelitian ini bertujuan mengatasi keterlambatan tersebut dengan melakukan analisis percepatan menggunakan salah satu metode percepatan yaitu Time Cost Trade Off (TCTO). Metode ini merupakan metode analisis pekerjaan konstruksi dengan berubahnya durasi penyelesaian proyek sehingga biaya yang dikeluarkan juga berubah. Metode ini dilakukan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan konstruksi dengan biaya tambahan yang rendah. Alternatif yang digunakan dalam analisis ini yaitu penambahan tenaga kerja, shift kerja, dan alat kerja yang nantinya akan dibandingkan untuk mengetahui alternatif yang paling efisien yang dapat diterapkan pada pembangunan proyek ini. Setelah dilakukan analisis percepatan dengan durasi awal yaitu 98 hari, dengan penambahan tenaga kerja, dapat mempercepat 29 hari menjadi 69 hari dengan biaya total Rp 18.938.510.639.16 yaitu lebih murah Rp 234.874.722.22 dari biaya normal. Penambahan shift kerja dapat mempercepat selama 32 hari menjadi 66 hari dengan biaya total Rp 18.988.980.044.93 lebih murah Rp 184.405.316.46 dari biaya normal. Sedangkan percepatan dengan penambahan alat kerja tidak disarankan dikarenakan perkerjaan yang overlapping sehingga menambah durasi pekerjaan selama 14 hari menjadi 114 hari dengan biaya total setelah percepatan adalah adalah Rp 19.370.277.665.87 yaitu lebih mahal Rp 196.892.304.48 dari biaya normal. Dikarenakan penambahan tenaga kerja sudah dapat mengatasi keterlambatan selama 29 hari dan memiliki biaya total paling murah maka alternatif percepatan paling efisien yang dapat digunakan adalah penambahan tenaga kerja
Perencanaan Sistem Pemanenan Air Hujan sebagai Alternatif Air Bersih di Rusunawa Sumur Welut dan Keputih Surabaya
Kota Surabaya merupakan kota metropolitan yang jumlah penduduknya diproyeksikan meningkat setiap tahunnya. Seiring berjalannya waktu terjadinya kelangkaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan terjadi jika penggunaan air bersih tidak dikelola dengan baik. Pemanenan air hujan merupakan cara yang digunakan untuk menangkap dan mengelola air hujan untuk dimanfaatkan kembali dan untuk melakukan pemanenan air hujan dibutuhkan sistem yang baik agar pemanenan air hujan dapat dilakukan secara maksimal. Data yang digunakan pada perencanaan kali ini yaitu data primer berupa observasi lapangan dan data sekunder berupa denah rusunawa, penggunaan air, jumlah penghuni, data curah hujan harian 10 tahun terakhir, dan jumlah kamar. Hasil dari perencanaan sistem pemanenan air hujan ini yaitu pada sistem pemanenan air hujan Rusunawa Keputih dapat menghemat efisiensi biaya penggunaan air selama musim hujan dengan rata-rata penghematan pada Blok A sebesar Rp 214.616,38, Blok B sebesar Rp. 347.309,11, Blok C sebesar Rp. 296.090,93, dan Blok D sebesar Rp. 205.196,38. Sedangkan Rusunawa Sumur Welut dapat menghemat biaya penggunaan air bersih selama musim hujan tiap blok dengan rata-rata estimasi penghematan biaya pada Blok A sebesar Rp 437.015,28, Blok B sebesar Rp. 316.217,28, Blok C sebesar Rp. 301.337,28, Blok D sebesar Rp. 387.467,28 dan Blok E sebesar Rp. 296.909,94. Total biaya yang dikeluarkan dalam perencanaan sistem pemanenan air hujan pada Rusunawa Keputih sebesar Rp 30.000.000,00 sedangkan untuk Rusunawa Sumur Welut menghabiskan total biaya sebesar Rp 39.000.000,00
Penilaian Tingkat Kepentingan dan Kinerja Jalur Pejalan pada Kawasan Perdagangan dan Jasa di Surabaya Pusat berdasarkan Preferensi Pengguna
Dalam mewujudkan visi terwujudnya kota perdagangan dan jasa internasional berkarakter lokal yang cerdas, manusiawi dan berbasis ekologi, dan misi meningkatkan kualitas penataan ruang dan infrastruktur kota yang dapat meningkatkan aksesbilitas publik berwawasan lingkungan dan nyaman, Pemerintah Kota Surabaya mengadakan pembangunan serta melakukan perbaikan jalur pejalan kaki terutama pada ruas-ruas jalan utama. Tahun 2010, Pemerintah Kota Surabaya membangun 16 proyek jalur pedestrian dan 14 proyek jalur pedestrian pada Tahun 2011. Salah satu wilayah di Surabaya yang menjadi perhatian dalam pembangunan jalur pejalan kaki yaitu wilayah Surabaya Pusat tepatnya pada Kecamatan Genteng yang direncanakan sebagai pusat kota serta pusat pembangunan ekonomi. Pembangunan jalur pejalan kaki pada kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Genteng dan Kecamatan Tegalsari tersebut belum diiringi dengan evaluasi kinerja secara optimal dan berkala. Preferensi pengguna juga sangat penting dalam perencanaan jalur pejalan kaki yang sesuai dengan keinginan. Karena itulah, perlu dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui tingkat kinerja serta tingkat harapan pengguna terhadap jalur pedestrian pada kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Genteng dan Kecamatan Tegalsari. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan penilaian tingkat kepentingan dan kinerja jalur pedestrian pada kawasan perdagangan dan jasa di Surabaya Pusat berdasarkan preferensi pengguna sebagai salah satu cara untuk menciptakan ruang jalan yang aman, nyaman dan dinamis untuk mendukung Kota Surabaya dalam mewujudkan visi dan misi dalam membangun serta mengembangkan jalur pejalan kaki melalui 2 tahap analisis. Tahap pertama yaitu menentukan variabel yang berpengaruh terhadap penilaian kepentingan dan kinerja jalur pedestrian pada Kawasan Perdagangan dan Jasa Surabaya Pusat menggunakan metode analisis delphi. Tahap kedua yaitu menilai tingkat kepentingan dan kinerja terhadap jalur pedestrian Kawasan Perdagangan dan Jasa di Surabaya Pusat berdasarkan Preferensi Pengguna dengan metode Importance Performance Analysis (IPA). Hasil dari penelitian ini adalah faktor-faktor dengan nilai tingkat kepentingan dan kinerja jalur pedestrian tertinggi di Surabaya Pusat, khususnya Jalan Embong Malang dan Jalan Tunjungan
Perencanaan Lay-Out Gedung Parkir Berdasarkan Analisis Kebutuhan Ruang Parkir di Stasiun Surabaya Pasar Turi
Stasiun Surabaya Pasar Turi merupakan stasiun besar kelas A yang dengan tingkat pertumbuhan penumpang semakin pesat setiap tahunnya. Sejalan dengan tingkat pertumbuhan penumpang, tentunya jumlah penggunaan kendaraan pribadi atau pun yang memasuki wilayah stasiun meningkat pesat. Penggunaan kendaraan pribadi meningkat pesat juga disebabkan karena kurangnya fasilitas transportasi umum dan cakupan rute yang masih belum melewati Stasiun Surabaya Pasar Turi, sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan dengan transportasi umum. Bersumber pada kondisi yang ada, perlu dilakukan analisis fasilitas parkir guna mengetahui gambaran kapasitas parkir serta kebutuhan parkir yang ada. Untuk memperoleh alternatif tersebut, analisis yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang sudah diberikan pada pedoman perencanaan parkir. Pedoman yang akan digunakan adalah “Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas Angkutan Kota 1998” , serta beberapa referensi lain yang berkaitan dengan analisa parkir. Dari hasil analisis didapatkan jumlah pengguna fasilitas gedung parkir pada tahun rencana (2032) yaitu 546 motor dan 447 mobil. Dari jumlah pengguna fasilitas pada tahun rencana tersebut direncanakan gedung parkir yang dapat menampung 594 motor dan 548 mobil
Produksi Tepung Rendah Kalsium Oksalat dari Umbi Porang (Amorphophallus muelleri Blume) dengan Kombinasi Proses Fisik dan Kimia
Saat ini tepung porang (Amorphophallus muelleri Blume) telah menjadi primadona pasar global, karena sumber potensial glukomanan yang diaplikasikan di industri pangan, farmasi dan Kesehatan. Namun kualitas tepung sangat dipengaruhi oleh beragam umbi, penanganan pasca panen dan cara memproses. Disamping itu, umbi porang tidak dapat dikonsumsi secara langsung karena kandungan oksalat. Sehingga untuk mencapai standar kualitasnya, produk tepung lokal tersebut harus diturunkan kadar kalsium oksalat dan ditingkatkan kadar glukomanan. Maka tujuan penelitian ini yaitu memproduksi tepung porang rendah kalsium oksalat dari umbi yang tidak segar, dengan menggunakan kombinasi proses fisik dan kimia. Untuk mendapatkan kualitas tersebut, dilakukan variasi ketebalan irisan, yaitu 2, 4, 6, dan 8 mm, metode perendaman, yaitu Without Soaking (WS) dengan tanpa perendaman, Chemical Soaking (CS) dengan larutan natrium bisulfit 1500 ppm dan Physical Soaking (PS) dengan air, serta metode pengeringan, yaitu Oven Drying (OD) dan Sun Drying (SD). Produk tepung porang terbaik yang dihasilkan yaitu pada ketebalan irisan 2 mm, kombinasi perendaman dan pengeringan dengan larutan natrium bisulfit dan oven atau disebut Chemical Soaking - Oven Drying (CSOD). Pada kombinasi tersebut, peningkatan kadar glukomanan yaitu dari 31,78% menjadi 60%, dan kadar kalsium oksalat dapat diturunkan sebesar 43,38%, dari 155,3 mg/100g menjadi 68,6 mg/100g. Kadar tersebut diuji dengan SNI 7939:2020. Sedangkan kadar air dan kadar abu pada produk tersebut yaitu masing-masing sebesar 6,95% dan 9,4%, yang diuji dengan SNI 01-2891-1992
Desain Eco Floating Resort untuk Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau
Kepulauan Anambas yang terletak pada Provinsi Kepulauan Riau memiliki potensi dan daya tarik pariwisata tropis yang indah dengan kepulauan eksotisnya. Kepulauan Anambas dinobatkan sebagai pulau tropis terbaik di Asia pada tahun 2012 oleh CNN Internasional. Pembangunan eco floating resort sebagai sarana penunjang pariwisata pada Kepulauan Anambas diharapkan dapat meningkatkan wisatawan domestik dan mancanegara di Kepulauan Anambas. Eco floating resort mengambil konsep ramah lingkungan dengan pemasok listrik utama menggunakan panel surya. Payload luasan adalah 1.723,28 m2 untuk 48 orang pengunjung dengan 16 orang crew . Setelah dilakukan analisis teknis diperoleh ukuran utama LoA: 48 m; B: 18 m; D: 4 m; dan T: 1.8 m. Kondisi geografis lokasi Eco floating structure dengan tinggi gelombang 0 – 1.25 m, kedalaman 13 m, kecepatan angin 5 knot dan dekat dengan Pantai Padang Melang. Analisis teknis berupa perhitungan berat, perhitungan stablilitas, perhitungan trim, dan perhitungan freeboard. Kemudian dilanjutkan dengan mendesain lines plan, general arrangement, dan safety plan serta desain model 3D. Pada Tugas Akhir ini juga dilakukan analisis ekonomis dengan total biaya pembangunan senilai Rp37.943.604.270,89. dengan biaya operasional sebesar Rp7.647.678.982,05/tahun. Dilakukan perhitungan dan didapatkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp45.205.683.946,57, Internal Rate of Return (IRR) senilai 20%, dan Payback Period selama 7 Tahun 0 Bulan 14 Hari
Analisis Kondisi dan Perbaikan Perkerasan pada Ruas Jalan Gresik – Paciran KM SBY 28 sampai dengan KM SBY 38 dengan Menggunakan Metode PCI dan SDI
Ruas jalan Gresik – Paciran merupakan akses utama menuju pertambangan, pusat industri dan pelabuhan di Kabupaten Lamongan, Kota Gresik dan Kota Surabaya sehingga dilewati oleh berbagai macam jenis kendaraan termasuk truk dengan muatan. Pada ruas jalan ini terdapat berbagai macam kerusakan di beberapa titik pada ruas jalan tersebut. Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan sehingga diperlukan perbaikan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu lintas dan untuk mencegah kerusakan lebih berat. Metodologi yang digunakan dalam analisis kondisi dan perbaikan perkerasan ruas jalan ini adalah pengumpulan data primer dan sekunder, studi literatur dan analisis data meliputi pengolahan data, penetapan nilai kondisi jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dan Surface Distress Index (SDI), penentuan metode penanganan, perencanaan perbaikan. Dari analisis hasil survei volume kendaraan yang melewati ruas jalan Gresik – Paciran didapatkan volume kendaraan sebesar 60.527 kendaraan/hari. Berdasarkan analisis hasil survei didapatkan tipe kerusakan perkerasan jalan pada ruas jalan Gresik – Paciran antara lain Depression, Alligator Cracking, Shoving, Block Cracking, Edge Cracking, Patching and Utility Cut Patching, Rutting, dan Weathering/Ravelling. Dari hasil penilaian kondisi perkerasan jalan, diperoleh bahwa dengan menggunakan metode SDI nilai kondisi perkerasan jalan pada beberapa segmen dalam kondisi “Baik” dan kondisi “Sedang” sedangkan dengan menggunakan metode PCI nilai kondisi perkerasan jalan pada beberapa segmen dalam kondisi “Excellent”, “Very Good”, “Good”, “Fair”, “Poor”, dan “Very Poor”. Dari tipe dan tingkat kerusakan didapatkan metode penanganan dengan patching dan rekonstruksi
Studi Numerik Aliran Melintas Airfoil Simetris dan Silinder Sirkular yang Tersusun Tandem
Selama beberapa dekade terakhir, studi tentang aliran incompressible yang melewati benda tegar berbentuk silinder sirkular, yang termasuk dalam kategori aliran eksternal, telah difokuskan oleh para peneliti. Adverse Pressure Gradient (APG), yang merupakan karakteristik dari silinder sirkular, telah menjadi fokus utama penelitian ini, di mana terjadinya transisi lapis batas laminar menjadi turbulen pada aliran fluida dapat dipercepat oleh gradien tekanan ini. Aliran fluida di sekitar benda padat yang mengalir melalui fluida, yang dikenal sebagai aliran eksternal viscous, menjadi objek penting dalam studi mekanika fluida karena terbentuknya gaya hambat yang signifikan akibat separasi aliran yang terjadi lebih awal pada fluida yang melintasi silinder. Semakin cepat terjadinya separasi aliran, semakin besar pula wake yang terbentuk sehingga drag force semakin meningkat. Untuk mengurangi drag force, upaya dilakukan untuk memanipulasi medan aliran secara pasif. Metode pengendalian aliran pasif yang diterapkan dalam penelitian ini adalah dengan menempatkan benda pengganggu pada bagian upstream dari bluff body. Simulasi numerik dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode aliran pasif, di mana satu buah bodi pengganggu berbentuk airfoil dengan variasi NACA0012, 0018, dan 0024, serta variasi angle of attack α= 5˚, 0˚, dan -5˚ ditempatkan di depan satu buah silinder sirkular. Jarak antara trailing edge airfoil dan diameter cylinder circular disusun dengan perbandingan jarak longitudinal (S/D) = 1. Penelitian secara numerik menggunakan solver dua dimensi (2D) unsteady flow dengan turbulence viscous model k-ω Shear Stress Transport. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya reduksi gaya hambat yang terjadi dengan penambahan bodi penggangu airfoil NACA0024. Pada α = 0˚ reduksi gaya hambar yang terjadi sebesar sebesar 30,17%, sedangkan pada α = -5˚ reduksi gaya hambat yang terjadi sebesar 31,77%