Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Perancangan Audiometer Tutur Kata Berbasis Android dengan Penerapan Voice Recognition dalam Pelaksanaan Tes Pendengaran Pekerja
Sering terjadinya peningkatan kasus kecelakaan kerja, memberitahukan pentingnya penerapan K3 (Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan kerja) pada perusahaan yang bertujuan menekan angka terjadinya kecelakaan di dalam bekerja. Salah satu penerapan K3 yakni diberlakukannya tes kesehatan. Tes kesehatan dilakukan untuk menghitung faktor resiko demi keselamatan dan efektifitas dalam pekerjaan yang digunakan sebagai pengukur untuk mendapatkan pekerja yang berkualitas dan sehat. Salah satu tes kesehatan yang dilakukan adalah tes pendengaran. Tes pendengaran merupakan prosedur yang dilakukan untuk memeriksa kemampuan mendengar seseorang. Salah satu tes pendengaran adalah Tes audiometri nada tutur. Tes pendengaran audiometri nada tutur menggunakan kata-kata terpilih yang telah dibakukan dan dikaliberasi, untuk mengukur beberapa aspek kemampuan pendengaran pekerja yang dilakukan secara konvensional.Namun dalam pengadaan tes secara konvensional menggunakan hardware audiometer masih kurang efesien untuk dilakukan selama proses tahap penerimaan calon peserta, hal ini dikarenakan perhitungan hasil tes keseluruhan masih dibuat secara manual oleh penyedia tes, sehingga diperlukan pengawas dari perusahaan untuk menghindari manipulasi data yang bisa diubah oleh penyedia dan peserta tes. Keterbatasan alat yang dimiliki oleh penyedia tes juga membuat pelaksaanaan tes menjadi kurang efisien dalam waktu dikarenakan harga audiomer yang terjangkau mahal. Melalui rancangan sistem audiometer nada tutur berbasis android yang menerapkan voice recognition diharapkan dapat membantu dalam pelaksaan tes pendengaran untuk pekerja. Selain itu, diharapkan dapat meminimalisir biaya yang dilakukan perusahaan untuk membeli alat audiometer atau menggunakan jasa ketiga dari pihak yang memiliki audiometer. Sistem audiometer nada tutur ini diberi nama dengan AudioTest Pro
Deteksi Objek Menggunakan Metode YOLO dan Implementasinya pada Robot Bawah Air
Penelitian ini membahas penggunaan berbagai arsitektur model deep learning dalam mendeteksi objek bawah air seperti gerbang, tiang, bola, dan baskom untuk meningkatkan performa robot dalam eksplorasi bawah air dalam konteks kompetisi SAUVC (Singapore AUV Challenge). Metode yang digunakan adalah YOLO (You Only Look Once) dan menggunakan berbagai jenis YOLOv5, seperti YOLOv5s, YOLOv5m, YOLOv5l, dan YOLOv5x. Hasil pengujian menunjukkan bahwa YOLOv5x memiliki rata-rata jarak deteksi terjauh sebesar 6,12 meter dan mAP@[0.5:0.95] paling tinggi yaitu 0,881, namun ukurannya yang besar memerlukan daya komputasi yang tinggi. Di sisi lain, YOLOv5s memiliki ukuran model yang lebih kecil yaitu 14,5 MB, namun tetap memberikan performa yang baik dengan mAP@[0.5:0.95] sebesar 0,872. Berdasarkan temuan ini, YOLOv5s lebih sesuai untuk digunakan dalam mendeteksi objek bawah air pada kompetisi SAUVC karena selain ukurannya yang lebih kecil, YOLOv5s juga memberikan performa yang memadai. Penggunaan model ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja robot dalam eksplorasi bawah air dan membantu dalam menyelesaikan misi yang ditugaskan dalam waktu yang ditentukan
Pra Desain Pabrik Pembuatan Biodiesel dari Minyak Kelapa Sawit (CPO) Kapasitas 200.000 Kiloliter/Tahun
Pabrik pembuatan biodiesel dilakukan melalui proses esterifikasi dan transestrifikasi. Pabrik biodiesel ini direncanakan untuk berjalan dengan kapasitas 200.000 kiloliter/tahun sepanjang 330 hari per tahun. Pabrik ini diharapkan akan menghasilkan biodiesel untuk memenuhi kebutuhan ekspor dan dalam negri. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pabrik biodiesel adalah minyak sawit mentah dan metanol. Pabrik ini direncanakan akan dibangun di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, untuk memberikan kemudahan terhadap transportasi bahan baku dan produk akhir karena pasar untuk kedua produk sudah tersedia secara lokal. Esterifikasi dan transesterifikasi akan dilakukan pada suhu 60°C dan pada tekanan 1 atm menggunakan reaktor alir tangki berpengaduk dengan tingkat konversi reaksi 93% dan 98%. Dari studi evaluasi ekonomi pabrik ini, disimpulkan bahwa didapatkan penaksiran modal (CAPEX) sebesar Rp. 775.781.414.146,87; biaya operasional (OPEX) sebesar Rp. 2.198.585.382.496. Berdasarkan analisa ekonomi, dapat disimpulkan bahwa pabrik biodiesel dengan kapasitas 200.000 kiloliter/tahun adalah beresiko rendah dan layak secara ekonomis. Berdasarkan kondisi operasi sifat-sifat bahan baku dan produk, pabrik Biodiesel dari Minyak Kelapa Sawit ini tergolong pabrik beresiko rendah. Berdasarkan analisa ekonomi terhadap pabrik ini menunjukkan nilai kekayaan yang dihasilkan (NPV) sebesar Rp 1.154.960.289.580, laju pengembalian modal (IRR) didapatkan sebesar 29% dengan bunga pinjaman 7,95% per tahun. Waktu pengembalian modal (POT) selama 3,74 tahun. Titik impas (BEP) sebesar 23%. Dari data analisa kelayakan di atas disimpulkan bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak untuk didirikan
Analisa Energi Bangkitan dan Efisiensi dari Penggunaan Regenerative Brake pada Multipurpose Electric Vehicle ITS (MEvITS)
Sebuah sistem pengereman merupakan salah satu sistem yang sangat penting pada kendaraan bermotor. Dikarenakan sistem pengereman berfungsi dalam proses perlambatan dalam kendaraan. Salah satu ide terbaru dalam sistem pengereman adalah regenerative brake. Sistem pengereman regenerative brake merupakan sistem pengereman yang memanfaatkan energi yang terbuang dari putaran roda saat proses pengereman, kemudian akan diubah menjadi energi yang dapat disimpan dalam baterai. Pada penelitian ini akan diteliti mengenai porsi pengereman antara sistem rem mekanis dan sistem pengereman regenerative brake, analisa potensi energi bangkitan regenerative brake pada MEvITS dalam satu siklus driving cycle WLTC Class 1, dan akan dicari efisiensi dari penggunaan sistem regenerative brake pada MEvITS. Penelitian akan dilakukan dengan metode simulasi menggunakan software Matlab-Simulink, dengan input Driving Cycle WLTC Class 1. Hasil penelitian menunjukan bahwa porsi regenerative brake bervariasi, dan paling besar pada gigi transmisi 1 yaitu sebesar 0,11g, dan akan semakin kecil pada transmisi diatasnya. Kemudian hasil simulasi potensi energi bangkitan terbesar terdapat pada gigi transmisi 3 kendaraan yaitu sebesar 0,16 kWh, dan akan semakin kecil pada gigi transmisi diatasnya. Dan efisiensi terbesar didapat juga pada gigi transmisi 3 yaitu sebesar 46,12% dibandingkan dengan energi pengereman total kendaraan
Pra Desain Pabrik Pupuk Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida Berbasis Advance Process for Cost and Energy Saving 21 (ACES 21)
Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki iklim tropis dimana curah hujan tinggi namun sinar matahari selalu ada sepanjang tahun. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistika (BPS) tahun 2021 88,43% masyarakat Indonesia bekerja pada sektor pertanian. Salah satu hal yang berperan besar dalam hal pertanian adalah pupuk. Pupuk urea merupakan salah satu jenis pupuk berbentuk granule atau prill yang memiliki warna putih untuk pupuk non subsidi dan merah muda untuk pupuk subsidi. Kandungan nitrogen pada pupuk urea memiliki kadar tertinggi dibanding pupuk kimia lain yaitu sebesar 46%. Berdasarkan data kebutuhan pupuk urea di Indonesia, kebutuhan urea dalam negeri berada dalam angka yang cukup tinggi yaitu sekitar 5,8 juta ton per tahun. Di lain sisi, terdapat Peraturan Menteri Pertanian No. 10 Tahun 2022 terkait perubahan pupuk subsidi menjadi urea dan NPK. Dengan adanya kebijakan tersebut diprediksi kebutuhan pupuk urea akan meningkat. Pabrik Pupuk Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida berbasis Advance Process for Cost and Energy Saving 21 direncanakan didirikan di daerah Kawasan Industri Dumai, Kota Dumai, Riau Pabrik ini direncanakan beroperasi secara continues 24 jam selama 330 hari/ tahun dengan kapasitas produksi adalah 570.000 ton/ tahun. Berdasarkan analisis ekonomi, laju pengembalian modal (IRR) pabrik ini sebesar 15,41% pada tingkat suku bunga bank sebesar 8%, dengan laju inflasi sebesar 5,42% per tahun. Sedangkan untuk waktu pengembalian modal (POT) adalah 4,86 tahun dan titik impas (BEP) sebesar 20%. Umur pabrik selama 10 tahun dan masa konstruksi adalah 2 tahun. Untuk memproduksi pupuk urea sebanyak 570.000 ton/tahun, diperlukan biaya total produksi (TPC) sebesar Rp.5.518.770.958.180,00 dengan biaya investasi total (TCI) sebesar Rp. 2.103.196.497.943,00
Analisis Beban Kerja pada PT. PLN ULP Bojonegoro Menggunakan Metode Full Time Equivalent (FTE) untuk Optimalisasi Jumlah Tenaga Kerja
Produktivitas sumber daya manusia merupakan aspek penting dalam keberlangsungan proses bisnis perusahaan. Alokasi beban kerja yang tepat mempengaruhi produktivitas sumber daya manusia perusahaan. Pengukuran beban kerja dapat menjadi solusi awal untuk mengidentifikasi beban kerja aktual sumber daya manusia perusahaan. ULP mengalami perubahan proses bisnis yang cukup signifikan akibat pengaruh perkembangan teknologi. PLN merubah strategi terhadap ULP dengan meminimasi formasi jabatan untuk pegawai tetap serta mengalihkan pekerjaan pegawai level pelaksana menggunakan tenaga outsource. Perubahan ini menimbulkan pertanyaan terkait relevansi proses bisnis ULP eksisting dengan kondisi aktual serta efektivitas alokasi tenaga kerja. Seluruh pekerja pada ULP Bojoengeoro diindikasikan memiliki beban kerja overload menimbang permintaan akan listrik pada wilayah kerja ULP Bojonegoro terus meningkat secara signifikan tanpa diiringi dengan penambahan pekerja. Penelitian workload analysis menggunakan metode full time equivalent (FTE) dilakukan pada ULP Bojonegoro untuk melakukan standarisasi uraian pekerjaan tiap jabatan serta mengetahui kondisi beban kerja aktual dari masing-masing jabatan. Pengukuran beban kerja menghasilkan kategori indeks beban kerja untuk total 13 jabatan dimana seluruh jabatan dikategorikan memiliki beban kerja normal setelah improvement kecuali jabatan staff teknik yang memiliki kategori overload. ULP Bojonegoro direkomendasikan untuk melakukan penambahan satu orang pekerja pada jabatan staff teknik, pengurangan 4 orang pekerja pada jabatan pelaksana korektif, pengurangan 2 orang pekerja untuk pelaksana sampling APP, dan pengurangan 3 orang pekerja untuk pelaksana pasang baru & tambah daya
Perbandingan Kombinasi Pemotongan Pembesian dengan Metode Manual Bar Bending Schedule dan Tekla Structures
Limbah pembesian dapat terjadi dikarenakan beberapa faktor seperti keahlian pekerja yang kurang memadai, kesalahan pemotongan besi yang terjadi dikarenakan panduan pola yang tidak sesuai, informasi mengenai teknologi terbaru yang belum dioptimalkan, dan perkiraan dari perhitungan yang kurang cocok dengan keadaan nyata. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui perbandingan sisa waste yang sudah dioptimasi dari perhitungan volume pembesian menggunakan perhitungan manual dan perhitungan dengan menerapkan Tekla Structures. Penelitian Tugas Akhir ini akan dilakukan optimalisasi dari kombinasi pemotongan pembesian dengan membandingkan antara metode manual yakni perhitungan yang dilakukan secara manual menggunakan bantuan Microsoft Excel dan metode menggunakan software Tekla Structures, dengan melakukan pemodelan 3D terlebih dahulu kemudian akan didapat hasil dari pembesian sesuai dengan Bar Bending Schedule secara otomatis. Pada tahap akhir akan dilakukan optimasi waste menggunakan software Cutting Optimization Pro. Berdasarkan perhitungan analisis yang sudah dilakukan, didapat hasil perhitungan pemotongan pembesian Bar Bending Schedule dengan metode manual yakni seberat 184.059.714,34 kg, sedangkan perhitungan dengan software Tekla Structures adalah seberat 177.513.240 kg. Didapatkan nilai waste dari hasil optimasi untuk perhitungan manual adalah sebesar 6.826.941 kg, dan untuk perhitungan Tekla Structures adalah sebesar 6.672.333 kg, dengan rerata waste level 0,95% untuk perhitungan metode manual, dan 0,91% untuk perhitungan dengan Tekla, perbandingan hasil waste level perhitungan manual dibanding Tekla adalah sebesar 1,63% untuk D22, 0,1% untuk D19, 7,71% untuk D16, 6,3% untuk D13, dan 1,18% untuk D10
Evaluasi Perencanaan Pelabuhan: Studi Kasus Pelabuhan Paciran
Tahun 2019, Pelabuhan Paciran menambah layanan barang yang mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan berupaya untuk mengoptimalkan kinerja pelabuhan tersebut dengan merencanakan pengembangan pelabuhan dengan mempertimbangkan arus muatan dan kinerja eksisting. Tujuan dari Ini ini adalah untuk mengetahui kinerja eksisting Pelabuhan Paciran, menentukan wilayah hinterland dan mengetahui potensi muatan dari masing-masing wilayah tersebut, serta mengetahui evaluasi perencanaan pelabuhan agar dapat melayani seluruh potensi permintaan. Analisis potensi muatan dilakukan terhadap 23 kecamatan wilayah hinterland di Kabupaten Lamongan, Gresik, Tuban, Bojonegoro dan Ngawi, dengan menggunakan metode regresi dan time series forecasting. Proyeksi potensi muatan terbesar dalam periode tinjauan 20 tahun adalah 1.108.523 ton, sehingga dibutuhkan luas dermaga (277 m x 26 m), luas lapangan penumpukan (LP) 29.286 m2, luas gudang 1.472 m2 dan alat excavator 3 (tiga) unit atau Harbour Mobile Crane (HMC) 1 (satu) unit. Bila dibandingkan dengan kondisi eksisting, fasilitas dermaga, LP, dan gudang yang tersedia memiliki ukuran dan kapasitas yang lebih besar dari kebutuhan, sehingga belum diperlukan penambahan. Kemudian, dibutuhkan penambahan alat bongkar muat dengan alternatif penambahan alat excavator dan HMC. Alternatif penambahan excavator 2 (dua) unit pada tahun 2025 dan 2038 dengan investasi Rp 934.983.000, layak dilakukan dengan nilai Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR) terbesar serta bernilai positif yaitu NPV Rp 1.488.889.800 dan IRR 14,84%
Kontrol Kemudi Mobil dengan Pengaruh Variasi Kecepatan Longitudinal pada Kelengkungan Jalan yang Berbeda-Beda Menggunakan Model Predictive Control
Salah satu hal yang menjadi fokusan pada tugas akhir ini, yaitu perubahan dinamika mobil akibat kecepatan longitudinalnya yang berubah-ubah, di mana tantangannya yaitu dapat mengendalikan steering dari kendaraan sehingga agar tetap pada trek yang diinginkan. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini akan dikontrol lintasan, dengan mengontrol steering dari kendaraan dengan metode kontrol multi-stage MPC (Model Predictive Control). Hasil tugas akhir menunjukkan bahwa kontroler multi-stage MPC, dapat mengikuti referensi yang diinginkan. Kontroler multi-stage MPC, dapat menyelesaikan mengikuti referensi yang diingikan dengan error yang masih dapat ditoleransi hingga 10^(-2)
Rancang Bangun Sistem Pendeteksi Keaslian Uang Kertas Rupiah Menggunakan Sinar UV dengan Metode Machine Learning
Sistem pendeteksi keaslian uang kertas rupiah merupakan metode yang dibutuhkan karena uang merupakan materi penting sehingga sering terjadi tindak kriminalitas. Metode yang sering digunakan adalah image processing untuk scaling dan color conversion, segmentasi untuk mendapatkan pola tertentu, atau dengan memperhatikan ciri fisik uang kertas rupiah, seperti tekstur dan pola terawang. Namun, metode-metode tersebut dapat dikatakan kurang efektif apabila terjadi peningkatan pemalsuan uang kertas rupiah dalam bentuk fisik. Sehingga penulis merancang sistem counting yang menggunakan sinar ultraviolet untuk menampilkan hidden pattern sebagai fitur khusus mendeteksi keaslian uang dengan metode machine learning dan menambahkan sistem counting buatan sendiri dengan fitur rotation invariant untuk melakukan pendeteksian lebih dari satu lembar uang kertas rupiah. Perpaduan image processing dan machine learning pada penelitian ini mampu memberikan hasil pengujian prototipe dengan metode k-NN dan CNN memberikan persentase keberhasilan prediksi sebesar lebih dari 90% dibandingkan dengan SVM, Random Forest, dan Naive Bayes yang kurang dari 85%. Mekanik prototipe ini mampu melakukan pendeteksian kurang dari 4 detik dengan 10 lembar uang kertas yang dideteksi. Dengan meningkatkan metode detection yang lebih expert, seperti deep learning dengan model yang fleksibel jika ingin digunakan dalam pendeteksi mata uang selain rupiah