Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Pemantauan Land Surface Temperature (LST) dan Kaitannya dengan Tutupan Lahan (Studi Kasus: Kota Surabaya Tahun 2014-2022)

    Get PDF
    Peningkatan penduduk terjadi akibat banyaknya penduduk dari luar kota/desa berpindah menuju pusat kota atau bisa dikenal dengan fenomena urbanisasi. Fenomena ini juga terjadi pada Kota Surabaya. Peningkatan penduduk terjadi di Kota Surabaya, tercatat dalam BPS 2020, sejumlah 25723 penduduk luar kota menetap di Kota Surabaya. Selain membawa pengaruh peningkatan penduduk, proses urbanisasi juga berdampak pada alih fungsi lahan perkotaan dari lahan tidak terbangun menjadi lahan terbangun. Perubahan tutupan lahan memiliki peran penting terhadap naiknya nilai suhu permukaan, hal ini diakibatkan oleh lahan terbangun memberikan pantulan panas yang lebih tinggi dibandingkan vegetasi. Oleh karena itu pemantauan tentang suhu permukaan dan kaitannya dengan tutupan lahan penting dilakukan untuk perencanaan penggunaan lahan dalam upaya mengurangi permasalahan lingkungan maupun iklim. Dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh menggunakan citra Landsat-8 dan pengolahan menggunakan Google Earth Engine (GEE) dapat dilakukan analisis spasial fenomena tersebut. Nilai LST berada pada rentang 27,357-31,909 °C dan cenderung mengalami peningkatan. Tutupan lahan Kota Surabaya didominasi oleh lahan terbangun dengan kecenderungan mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Kelas lahan terbangun, vegetasi dan badan air memiliki korelasi kuat terhadap Land Surface Temperature (LST) dengan nilai koefisien korelasi masing-masing 0,91; -0,81; dan -0,61. Korelasi cukup terjadi pada objek lahan terbuka dengan nilai korelasi 0,08. Hal ini membuktikan bahwa LST akan lebih tinggi pada objek lahan terbuka dan LST akan lebih rendah pada objek vegetasi

    Penerapan Algoritma Support Vector Machine dalam Analisis Perubahan Tutupan Lahan Akibat Letusan Gunung Semeru Tahun 2021 (Studi Kasus : Kecamatan Pronojiwo)

    Get PDF
    Pada 4 Desember 2021 terjadi letusan Semeru yang membawa perubahan lingkungan termasuk perubahan tutupan lahan di daerah letusan, salah satunya di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Informasi mengenai perubahan tutupan lahan diperlukan untuk para pengambil kebijakan atau pemangku kepentingan terkait untuk pengelolaan sumber daya lahan berkelanjutan. Pemantauan perubahan tutupan lahan dapat dilakukan menggunakan teknologi penginderaan jauh dengan data multi-temporal Sentinel-2 Level 2A dan menggunakan berbagai cara, salah satunya dengan metode supervised machine learning dengan algoritma Support Vector Machine (SVM). Klasifikasi tutupan lahan yang diterapkan pada penelitian ini terdiri dari lima enam tutupan lahan, yaitu sungai, lahan terbuka, area terbangun, sawah, hutan lahan kering, dan perkebunan. Berdasarkan hasil uji akurasi dengan menggunakan Confussion matrix diperoleh nilai overall accuracy sebesar 88,11%. Algoritma Support Vector Machine (SVM) cukup baik digunakan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan akibat letusan Gunung Semeru tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penambahan luas pada kelas sungai, lahan terbuka, dan hutan lahan kering yaitu sebesar 2,293 〖KM〗^2, 6,381 〖KM〗^2, 6,499 〖KM〗^2. Sedangkan untuk area terbangun mengalami penurunan luas sebesar 12,863 〖KM〗^2, 2,495〖 KM〗^2 dan 0,445 〖KM〗^2

    Pra-Desain Pabrik Amonia dari Gas Alam

    Get PDF
    Sebagai salah satu bahan baku utama dari industri pupuk, konsumsi amonia dunia sejak tahun 2010 hingga tahun 2020 terus mengalami peningkatan, yaitu sekitar 1,81% tiap tahunnya. Adapun konsumsi amonia dalam negeri juga mengalami peningkatan. Selain konsumsi amonia dalam negeri yang terus meningkat, pemerintah juga sedang menawarkan proyek pembangunan pabrik pupuk dan petrokimia di Papua Barat. Pabrik ini direncanakan beroperasi pada tahun 2025 dengan kapasitas produksi 2500 ton amonia/hari dan berlokasi di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, seperti program yang telah didukung oleh Pemerintah Indonesia. Adapun proses produksi amonia terbagi menjadi empat tahapan utama, yaitu Feed Gas Pre-Treatment, Syngas Generation, Syngas Purification, dan Ammonia Synthesis. Bahan baku yang diperlukan dari proses produksi amonia ini, antara lain gas alam, steam, dan udara. Untuk memenuhi kapasitas produksi tahunannya, diperlukan nilai OPEX (operating expenditures) sebesar 513.097.665,87dannilaiCAPEX(capitalexpenditures)sebesar 513.097.665,87 dan nilai CAPEX (capital expenditures) sebesar 740.000.997,05. Selain itu, didapatkan nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 19,04% dengan bunga deposito bank sebesar 2%. Waktu pengembalian modal atau Pay Out Time (POT) yang dibutuhkan dalam pendirian pabrik ini adalah selama 8 tahun 7 bulan dan nilai BEP sebesar 33,44%, serta nilai NPV sebesar $ 817.824.352,8

    Pra Desain Pabrik Tepung Glukomanan dari Chips Porang (Amorphophallus oncophyllus) dengan Metode Kombinasi Purifikasi Mekanis dan Kimiawi Bertingkat dengan Menggunakan Ethanol

    Get PDF
    Pabrik tepung glukomanan dilakukan melalui proses purifikasi secara mekanis dan kimiawi. Pabrik tepung glukomanan direncanakan untuk berjalan dengan kapasitas 3.000 ton/tahun sepanjang 330 hari per tahun. Bahan baku yang digunakan adalah chips porang. Pabrik ini direncanakan akan dibangun di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Purifikasi mekanis dan kimiawi dilakukan pada suhu 30°C dan pada tekanan 1 atm menggunakan tangki berpengaduk. Dari studi evaluasi ekonomi pabrik ini, didapatkan penaksiran modal (CAPEX) sebesar Rp313.263.377.108; biaya operasional (OPEX) sebesar Rp359.811.485 per ton produk. Berdasarkan analisa ekonomi, dapat disimpulkan bahwa pabrik tepung glukomanan dengan kapasitas 3.000 ton/tahun adalah beresiko rendah dan layak secara ekonomis. Berdasarkan analisa ekonomi terhadap pabrik ini menunjukkan laju pengembalian modal (IRR) didapatkan sebesar 18,8% dengan bunga pinjaman 8% per tahun. Waktu pengembalian modal (POT) selama 3 Tahun. NPV yang didapatkan juga bernilai positif yaitu Rp164.415.903.554. Dari data analisa kelayakan di atas disimpulkan bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak untuk didirikan

    Desain Kapal Transportasi Wisata Antar Pulau dengan Bahan Bakar Hibrida di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau

    Get PDF
    Kepulauan Anambas merupakan salah satu kepulauan eksotis yang sempat mendapat pengakuan dari CNN pada tahun 2012 sebagai pulau tropis terindah se-Asia. Namun, permasalahan yang ada adalah transportasi menuju pulau-pulau produktif masih menggunakan perahu motor sederhana sekali jalan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan transportasi yang mempermudah pendatang untuk berwisata tak lupa juga memperhatikan kelestarian lingkungan di Kepulauan Anambas, seperti mengurangi pemakaian mesin yang menghasilkan emisi dan beralih pada teknologi alternatif ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi penggunaan kapal konvensional yang menggunakan bahan bakar fosil dan digantikan dengan bahan bakar hibrida yang mengkombinasikan diesel oil dengan Hydrogen Fuel Cell yang langsung diproduksi on-board dari air laut serta menciptakan transportasi wisata antar pulau yang sekaligus menjadi sarana berwisata bagi wisatawan. Desain kapal yang dihasilkan memenuhi analisis teknis yang meliputi stabilitas, trim, dan freeboard. Kapal didesain memiliki 44 orang penumpang, 6 orang crew, dengan ukuran utama Panjang (Lpp): 23 m; Lebar (B): 6 m; Tinggi (H): 3 m; Sarat (T): 1.7 m; Kecepatan (Vs): 8 knot dengan rute pulau Tarempa dan pulau Palmatak. Tiket yang ditawarkan dengan dua jenis yaitu, high season seharga Rp325.000 dan low season seharga Rp250.000 dengan lama perjalanan selama 1.5 jam. Didapatkan hasil perhitungan kelayakan investasi dengan nilai net present value (NPV) yaitu Rp3.966.030.264 nilai internal rate return (IRR) yaitu 19%, dan payback period selama 4 tahun 3 bulan

    Studi Pemanfaatan Sistem Siklus Kalina 11 dan 34 sebagai PLTP

    Get PDF
    Indonesia memiliki wilayah dengan luas 1.910.931 km2 dan jumlah penduduk 255.182.144 jiwa pada tahun 2015. Hal ini menjadi penyebab Indonesia memiliki kebutuhan energi listrik yang tinggi, sehingga harus ada peningkatan kapasitas pembangkit listrik. Salah satu sumber energi potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik di Indonesia adalah energi panas bumi dengan potensi daya sebesar 29.544 MW. Pemanfaatan energi panas bumi dapat diotimalkan salah satunya dengan metode siklus kalina, yaitu penggunaan campuran fluida campuran antara amonia dan air. Salah satu karakteristik dari siklus ini adalah temperatur didih yang tidak konstan pada fluida kerja, sehingga memberikan potensi peningkatan efisiensi. Pada penelitian ini, dilakukan optimasi dengan memanfaatkan brine yang memiliki temperatur 100–200°C. Hasil dari proses optimasi adalah daya neto per satuan laju massa brine yang digunakan pada temperatur 100–200°C pada masing-masing sistem siklus Kalina/ Kalina cycle system (KCS). Kedua sistem tersebut kemudian dibandingkan untuk menentukan sistem yang menghasilkan daya neto per satuan laju massa terbesar. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa KCS 34 adalah sistem yang paling optimum pada brine dengan temperatur 100–150°C, sedangkan KCS 11 optimum pada temperatur brine 155–200°C. Sistem siklus Kalina 34 yang digunakan pada temperatur brine 130–150°C menghasilkan kondisi uap kering pada larutan amonia air sebelum masuk alat pemisah. Hal ini menyebabkan pada sistem siklus Kalina 34 dengan temperatur brine 130–150°C dapat dihilangkan satu alat pemisah dan satu penukar panas, sehingga komponen yang digunakan menjadi lebih sedikit

    Analisis Percepatan Penjadwalan pada Proyek PLTU Palu-3 Sulawesi Tengah

    Get PDF
    Pelaksanaan pembangunan Jetty PLTU Palu-3 mengalami keterlambatan dimana progress kumulatif pertanggal 20 Juli 2022 yang seharusnya mencapai 16,80% hanya mencapai 13,02%. Keterlambatan terjadi karena keterlambatan kedatangan peralatan dan kerusakan peralatan saat pengerjaan. Menyikapi hal tersebut, dilakukan percepatan sehingga struktur utama jetty dapat selesai pada awal Januari 2023. Metode percepatan yang digunakan adalah metode Time Cost Trade Off (TCTO), dengan menggunakan tiga alternatif yaitu penambahan jam kerja, penambahan jumlah pekerja dan gabungan. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, untuk alternatif penambahan jam kerja didapatkan biaya total sebesar Rp 39.342.327.088,34 dengan durasi 171 hari pengerjaan. Untuk alternatif penambahan jumlah pekerja didapatkan biaya total sebesar Rp 39.187.067.991,11 dengan durasi 167 hari pengerjaan dan untuk alternatif gabungan didapatkan biaya total sebesar Rp 39.067.164.650,87 dengan durasi 154 hari pengerjaan. Ketiga alternatif dapat memenuhi target penyelesaian yang telah ditetapkan dengan alternatif gabungan adalah yang paling optimal karena menghasilkan biaya total dan durasi yang lebih kecil dengan penyelesaian pada 21 Desember 2022

    Pembuatan Modul Ajar Digital pada Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama dengan Menggunakan Metode Design Thinking

    Get PDF
    Berdasarkan Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 Pasal 3 Ayat 1, banyak beban tanggung jawab yang dikerjakan guru, di antaranya menyediakan media pembelajaran yang tepat dan melakukan penilaian. Di sisi lain, teknologi semakin berkembang. Telah tersedia berbagai materi, media pembelajaran, modul ajar, dan platform yang dapat dimanfaatkan dalam melaksanakan pembelajaran. Namun, Rencana Pembelajaran (RP) yang dibuat sulit diimplementasikan dalam pembelajaran. Diperlukan modul ajar digital yang disesuaikan RP agar guru dapat menjalankan pembelajaran sesuai RP dengan sistematis. Dalam mewujudkan modul ajar digital, diterapkan Design Thinking untuk memahami kesulitan guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RP serta memberikan solusi yang tepat. Proses diawali dengan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil yang didapatkan adalah profil beachhead A, enam kesulitan pengguna, persona, dan empathy map. Kemudian digambarkan dalam user journey map dan diprioritisasikan dengan matriks effort-to-impact. Dirumuskan enam solusi dengan proporsi nilai dan spesifikasinya. Solusi diwujudkan dalam bentuk prototype modul ajar digital dengan platform NEARPOD dan game edukasi. Pengujian prototype modul ajar digital terhadap dua kelompok menghasilkan tiga feedback yang menandakan kesulitan telah tersolusikan dan enam feedback yang menandakan munculnya kesulitan baru yang dijadikan sebagai potensi pengembangan modul ajar digital

    Sistem Wireless Sensor Network untuk Kontrol Salinitas Air Menggunakan Metode Logika Fuzzy Mamdani pada Tambak Ikan Mujair

    Get PDF
    Usaha budi daya ikan mujair pada BUMDes Delta Mina Sejahtera memerlukan perhatian terkait salinitas air tambak. Hal tersebut memengaruhi pertumbuhan dan keberlangsungan hidup ikan mujair. Nilai salinitas ideal bagi pertumbuhan ikan mujair berkisar 7-8 ppt. Kadar garam yang tinggi dapat diturunkan nilainya dengan memberikan air tawar. Karakteristik tambak yang luas dibutuhkan sistem pengambilan dan pengolahan salinitas yang akurat. Berdasarkan hasil pengujian pada prototipe yang telah dibuat, penerapan WSN dalam mengirimkan data dari node sensor ke node master mendapat delay sebesar 2,4 detik. Pada sistem kontrol salinitas menggunakan logika Fuzzy Mamdani, mampu mencapai keadaan salinitas pada setpoint senilai 7,5 ppt dengan error steady state sebesar 0%. Jika dibandingkan dengan hasil simulasi MATLAB, rata-rata respons waktu yang dibutuhkan sistem prototipe untuk mencapai nilai salinitas akhir 7,5 ppt lebih lambat 1,55 detik.

    Modifikasi Struktur Jembatan Pegalongan – Mandirancan dengan Menggunakan One-Span Diagonal Arch Bridge

    Get PDF
    Jembatan sebagai jalur akses yang dibuat untuk melewati rintangan direncanakan dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang meliputi kekuatan, stabilitas struktur, kemudahan pelaksanaan, serta estetika. Jembatan Pegalongan – Mandirancan melintasi Sungai Serayu yang menghubungkan Desa Pengalongan dengan Desa Mandirancan dengan panjang 140 m dan lebar 7 m, dengan tipe rangka baja dan struktur bawah berupa dua abutment dan satu pilar. Penggunaan rangka baja kurang efisien karena membutuhkan pilar pada tengah jembatan yang mengurangi effective linear waterway sungai. Rangka baja juga dinilai kurang memiliki nilai estetika. Maka, dilakukan modifikasi jembatan menjadi tipe Diagonal Arch Bridge (DAB). DAB adalah jembatan busur dimana busur diputar terhadap lantai kendaraannya. Perencanaan modifikasi ini dimulai dari studi literatur dan pengumpulan data, preliminary design, pembebanan, pemodelan dan analisa struktur, kontrol statis dan dinamis, perencanaan sambungan dan cek kabel putus, perencanaan perletakan, analisa staging, hingga pembuatan gambar rencana. Peraturan yang digunakan dalam melakukan perencanaan modifikasi antara lain SNI 1725-2016, SNI 2833-2016, SNI 1929-2020, dan SNI 2847-2019. Berdasarkan hasil analisis, digunakan lantai kendaraan Steel Orthotropic Trapezoidal Box Girder dengan lebar 18 m dan tinggi 2,5 m dengan bentang 140 m. Struktur busur diputar 20o dengan tinggi 50 m dan bentang 150 m dengan profil Box baja 4000.2000.50.50. Kabel penggantung menggunakan Macalloy 520 M100. Struktur busur menggunakan perletakan jepit serta lantai kendaraan menggunakan Pot Bearing Freyssinet GG 6,000-1,800.400 dan GL 4,000.400.40. Struktur jembatan memenuhi kontrol kekuatan statik, dinamik, serta aerodinamik

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇