Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Analisis Kekuatan Struktur Jacket dan Konfigurasi Rigging Saat Proses Roll-up pada Fase Fabrikasi
Proses roll-up bagian jacket adalah salah satu tahap penting dalam proses fabrikasi struktur lepas pantai tipe jacket. Diperlukan perencanaan yang matang agar tidak terjadi kegagalan selama proses tersebut. Makalah ini membahas analisis roll-up pada struktur jacket dengan variasi roll-up angle 0°, 30°, 60°, 77°, 90°, dan 93,6°. Pemodelan dan analisisnya menggunakan bantuan software SACS untuk mengetahui kekuatan dan joint strength dari struktur jacket serta reaksi-reaksi tumpuan akibat proses roll-up. Selain itu juga dilakukan perhitungan terkait konfigurasi rigging mencakup sling, shackle, hingga crane yang digunakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur jacket masih memenuhi kriteria desain dan tidak mengalami kegagalan dengan unity check maksimum analisis elastisnya 0,634 dan unity check maksimum untuk joint strength 0,965. Untuk analisis reaksi tumpuan akibat proses roll-up didapatkan reaksi maksimum 5.194,32 kN pada kasus roll-up angle 93.6°. Pada analisis rigging didapatkan konfigurasi 29 sling, 14 shackel, dan 4 crane untuk mendukung proses roll-up ini. Diperoleh efisiensi maksimum untuk tiap peralatan yang digunakan yaitu sebesar 95,42% untuk sling; 64,13% untuk shackel dan 99,18% untuk crane
Pengolahan Air Limbah Tambak Ikan Tradisional di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik Menggunakan Constructed Wetland
Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik merupakan salah satu kecamatan yang menjadi penyumbang hasil perikanan terbesar di Kabupaten Gresik. Melalui kegiatan perikanan tersebut, dihasilkan produk samping berupa limbah padat maupun cair. Limbah cair yang dihasilkan berupa air bekas tambak yang berwarna cokelat hingga kehijauan, serta menimbulkan aroma tidak sedap diakibatkan oleh kandungan Ammonia yang berasal dari urin, feses ikan, dan sisa penguraian komponen organik dalam air. Air limbah tersebut langsung dialirkan ke saluran drainase dan tercampur dengan air hujan tanpa diolah terlebih dahulu. Pada jangka panjang, kondisi ini dapat membahayakan lingkungan. Tingginya kadar Ammonia dalam air akan memicu terjadinya eutrofikasi. Berdasarkan hasil uji laboratorium, didapatkan karakteristik air limbah dengan beberapa parameter yang masih melebihi baku mutu, yaitu TSS, Ammonia, dan Fosfat. Adapun teknologi pengolahan yang terpilih untuk mengolah limbah tambak ikan tradisional adalah dengan Unit Prasedimentasi dan Constructed wetland menggunakan tanaman Canna indica. Pemilihan teknologi pengolahan tersebut berdasarkan pada karakteristik air limbah, ketersediaan dana dan sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan tambak tradisional. Kedua teknologi tersebut dinilai cukup mudah untuk dioperasikan dan dapat meremove polutan dengan baik agar effluent yang dihasilkan memenuhi baku mutu. Melalui kegiatan perencanaan, didapatkan luas lahan yang dibutuhkan untuk membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah seluas 0,136 ha (hektar)
Pra-Desain Pabrik Pupuk NPK 15-15-15 dari Urea, Ammonia, Ammonium Sulfat, Kalium Klorida, Asam Fosfat, dan Asam Sulfat
Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Hal ini menyebabkan sektor pertanian berperan besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia karena industri pertanian dapat berdampak ke komoditas ekspor Indonesia. Salah satu faktor produksi pertanian yang terpenting adalah pupuk. Pada pra-desain pabrik ini kami akan mendesain pabrik pupuk NPK baru yang mempunyai kapasitas cukup besar untuk menutupi defisit yang terjadi. Dipilih metode Mixed Acid Route karena memiliki banyak keuntungan, yaitu kapasitas produksi jumlah besar dengan berbagai macam grade pupuk, produk lebih seragam, dan dapat terus beroperasi secara kontinyu. Konfigurasi proses pembuatan pupuk NPK terdiri dari tahap persiapan bahan baku, netralisasi, granulasi, pengeringan, pengayakan, pendinginan dan pelapisan produk. Target kapasitas produksi pupuk NPK kami adalah 480.000 ton/tahun. Sumber dana investasi pabrik ini berasal dari modal sendiri sebesar 30% biaya investasi dan pinjaman jangka pendek sebesar 70% biaya investasi dengan bunga sebesar 8% per tahun. Dari Analisa perhitungan ekonomi didapat hasil-hasil sebagai berikut, dimana nilai CAPEX: Rp 498.261.388167, OPEX: Rp 4.037.576.008.247 Internal Rate of Return: 20,32 %, Pay Out Time: 4,1 Tahun, Break Even Point: 28%, dan NPV: Rp365.729.800.923. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pabrik NPK ini layak untuk didirikan
Desain dan Evaluasi Antarmuka dan Pengalaman Pengguna Aplikasi myITS Recruitment Menggunakan Metode User-Centered Design
Rekrutmen online telah menjadi tren bagi pencari kerja (job seekers) dan institusi maupun perusahaan tertentu dalam mencari tenaga kerja. Proses perekrutan ini memanfaatkan teknologi dan sumber daya berbasis web tertentu untuk untuk menemukan, menarik, menilai, mewawancarai, dan merekrut calon pekerja. Dengan begitu, para pencari kerja (job seekers) dapat mengakses situs rekrutmen online dan juga dapat dengan mudah melamar melalui situs tersebut selama 24 jam dimanapun mereka berada. ITS dalam mengakomodir rekrutmen pegawai ini sebelumnya telah memiliki aplikasi web rekrutmen yang bernama SIM Rekrutmen Pegawai ITS yang menangani proses rekrutmen dosen dan tenaga kependidikan, mulai dari Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), hingga pengumuman kelulusan. Akan tetapi, masih banyak hal yang perlu diperbaiki dari aplikasi ini, terutama dalam hal kebergunaan (usability) pada laman pelamar kerja dan admin. Maka dari itu, diperlukan perbaikan antarmuka pengguna aplikasi web SIM Rekrutmen Pegawai ITS dengan pendekatan terbaik untuk memudahkan pelamar dan admin dalam menggunakan aplikasi ini. User-centered Design (UCD) merupakan pendekatan yang tepat dengan adanya proses desain iteratif yang berpusat pada pengguna dan kebutuhan mereka di setiap fase proses desain. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan antarmuka dan pengalaman pengguna aplikasi web myITS Recruitment yang mengedepankan kebutuhan dan pengalaman pengguna sehingga dapat meningkatkan kualitas rekrutmen dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna dalam mencapai tujuannya
Studi Kelayakan Teknis dan Ekonomi Pemasangan PLTS Atap On-Grid pada Sistem Kelistrikan Gedung Perpustakaan ITS
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan analisis kelayakan teknis dan ekonomi pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap on grid pada Gedung Perpustakaan Kampus ITS. Pemodelan PLTS dilakukan pada simulasi dengan area atap yang digunakan masing-masing seluas 432 m2. Berdasarkan simulasi, kapasitas instalasi maksimal yang direkomendasikan sebesar 66 kWp pada sisi atap timur laut. Energi yang dihasilkan sistem PLTS pada kelistrikan Gedung Perpustakaan Kampus ITS dalam kurun waktu satu tahun sebesar 108.282 kWh. Persentase energi dari sistem PLTS yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan beban kelistrikan sebesar 18,38% dari total beban perhari. Nilai kelayakan teknis ditinjau dari performance ratio (PR) yang didapatkan sebesar 87,2%. Sedangkan untuk hasil analisis ekonomi menunjukkan nilai cost of energy (COE) sebesar Rp 706,31/kWh, net present value (NPV) menghasilkan nilai positif sebesar Rp 414.656.910, nilai interest rate of return (IRR) sebesar 8,8% dan benefit cost ratio (BCR) sebesar 1,44. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa investasi untuk proyek sistem PLTS atap on grid pada sisi atap timur laut Gedung Perpustakaan Kampus ITS layak untuk direalisasikan
Penerapan Rekayasa Nilai (Value Engineering) pada Pembangunan Proyek Gedung Kantor BKD Provinsi Jawa Timur
Gedung Kantor BKD Provinsi Jawa Timur merupakan gedung kantor empat lantai yang terletak pada Jalan Jemur Andayani No. 1 Surabaya. Luas area gedung sebesar 5.168 m2. Pekerjaan tahap satu hanya untuk pekerjaan tanah dan struktur saja. Total biaya pembangunan untuk pekerjaan struktur mencapai 11 milyar (Rp 2.300.000,00 per m2). Dari hasil analisis di tahap informasi, terdapat pekerjaan struktur yang memiliki nilai cost dibandingkan dengan worth lebih dari 2. Dikarenakan alasan tersebut, maka perlu dilakukan penerapan Rekayasa Nilai (Value Engineering) dengan tujuan untuk mengoptimalkan biaya tanpa menghilangkan nilai fungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya total penghematan biaya yang dapat diperoleh setelah penerapan metode Rekayasa Nilai. Penerapan Rekayasa Nilai yang digunakan terbagi menjadi 4 (empat) tahapan yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis dan tahap rekomendasi. Pada tahap informasi dilakukan cost breakdown structure untuk mengidentifikasi item pekerjaan yang memiliki biaya tinggi dan analisis fungsi untuk mengidentifikasi item pekerjaan yang memiliki perbandingan cost dengan worth lebih dari 2. Pada tahap kreatif dilakukan pengumpulan alternatif baru untuk pekerjaan berbiaya tinggi tersebut. Pada tahap analisis dilakukan seleksi alternatif-alternatif dengan cara analisis Life Cycle Cost (LCC) dan Analitycal Hierarchy Process (AHP) sehingga didapatkan alternatif terbaik. Pada tahap rekomendasi dilakukan perekomendasian dari alternatif terpilih. Hasil analisis Life Cycle Cost (LCC) pada pekerjaan pelat beton diperoleh alternatif dengan biaya terendah adalah alternatif 2 (A2) yaitu pekerjaan pelat half slab dengan total biaya LCC sebesar Rp 2.918.727.925. Hasil dari Analitycal Hierarchy Process (AHP) dengan pertimbangan beberapa kriteria, terpilih desain alternatif terbaik adalah alternatif 2 (A2) juga. Total penghematan biaya LCC yang diperoleh adalah Rp 301.922.959 atau 9% dari biaya LCC awal
Analisis Pengaruh Suhu Material Pada Pengaplikasian Coating Epoxy Terhadap Kekuatan Adhesi Baja A36
Pada era modern ini, kebutuhan manusia terhadap material pada bidang kontruksi bangunan laut seperti pemilihan bahan untuk bidang perpipaan, konstruksi bangunan laut dan perkapalan. terdapat beberapa macam pilihan material yang sesuai.Korosi yang terjadi pada logam tidak dapat dihindari, tetapi hanya dapat dicegah dan dikendalikan sehingga logam mempunyai masa pakai atau guna lebih lama. Pemberian lapisan coating anti korosi merupakan salah satu untuk melindungi material dari proses korosi. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian kekuatan adhesi dan pengujian laju korosi pada Epoxy Coating pada baja ASTM A36 yang divariasikan dengan mengubah suhu material spesimen. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hasil kualitas coating yang dilakukan masih memenuhi standar dengan dilakukan variasi suhu spesimen. Dari pengujian adhesi yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa suhu spesimen 500 C mempunyai hasil yang paling baik. Pada pengujian dengan variasi suhu 500 C mendapatkan nilai kekuatan adhesi sebesar 8.81 Mpa
Rancangan Penjualan dan Distribusi Jeruk Chokun (Studi Kasus: PT Bina Jaya Abadi)
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi skema alur saluran distribusi jeruk, preferensi konsumen dan stakeholder dalam penjualan dan distribusi jeruk, serta alternatif penjualan dan distribusi jeruk Chokun yang dapat dilakukan oleh PT Bina Jaya Abadi. Urgensi ini muncul dikarenakan PT Bina Jaya Abadi masih bergantung erat pada tengkulak untuk menjual hasil produksinya dan belum mengidentifikasi peluang saluran distribusi. Penelitian ini memiliki desain penelitian kualitatif dan data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data yang dikumpulkan kemudian dicek menggunakan metode triangulasi data. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa terdapat sembilan alur saluran distribusi jeruk yang dapat dimanfaatkan oleh PT Bina Jaya Abadi dengan melalui anggota saluran distribusi konsumen langsung, tengkulak dan pengepul, pedagang kios buah, distributor, pabrik pengolah jeruk, dan supermarket. Saat ini, PT Bina Jaya Abadi menjual jeruk Chokun hasil produksinya hanya melalui empat alur saluran distribusi, sehingga terdapat lima alternatif alur saluran distribusi yang diusulkan dengan tiga anggota saluran distribusi baru, yaitu distributor, pabrik pengolah jeruk, dan supermarket. Melalui identifikasi tersebut, didapatkan informasi bahwa konsumen dan stakeholder memiliki preferensi buah jeruk yang memiliki stiker, tampilan yang segar, dan rasa yang manis
Analisis Kinerja Waktu dan Biaya Proyek Revitalisasi RCC RU VI Balongan dengan Metode Probabilistic Earned Value
Proyek Revitalisasi RCC RU VI Balongan direncanakan selesai dalam waktu 363 hari dengan biaya sebesar Rp201.635.083.031. Dalam pelaksanaannya, proyek ini memiliki banyak kendala yang memungkinkan pelaksanaan proyek tersebut mengalami keterlambatan dan kerugian. Oleh karena itu, diperlukan analisis kinerja waktu dan biaya, serta memprediksi waktu dan biaya agar dapat menentukan langkah apa yang dilakukan jika terjadi keterlambatan dan pengeluaran yang berlebih dari suatu proyek. Salah satu cara untuk mengetahui kinerja proyek adalah dengan menggunakan pendekatan Probabilistic. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probabilistic Earned Value. Metode ini bertujuan untuk mengurangi hambatan atau gangguan pada kegiatan proyek, sehingga prediksi kondisi menjadi lebih akurat. Data yang dibutuhkan antara lain rincian anggaran biaya, time schedule, laporan bulanan, dan biaya aktual. Dari data yang didapatkan tersebut kemudian dilakukan analisis waktu, biaya, varians dan indikator kinerja proyek, serta estimasi biaya untuk menyelesaikan proyek tanpa dan dengan pendekatan probabilistic. Prakiraan biaya penyelesaian sisa pekerjaan atau Estimate to Complete (ETC) dan biaya penyelesaian proyek atau Estimate at Complete (EAC) ditinjau dari tiga kondisi yang berbeda yaitu dalam kondisi optimistic, most likely, dan pessimistic. Hasil perhitungan Time Estimated (TE) diperoleh waktu perkiraan akhir adalah 405 hari, dimana proyek mengalami keterlambatan dari jadwal yang direncanakan yaitu 363 hari. Hasil perhitungan Estimate to Complete (ETC) Probabilistic adalah Rp75.555.411.474, serta hasil perhitungan Estimate at Completion (EAC) Probabilistic adalah Rp197.022.299.560 yang menunjukkan bahwa biaya lebih kecil dari nilai kontrak proyek yaitu Rp201.635.083.030. Hasil perbandingan menunjukkan terdapat beberapa nilai ETC dan EAC Probabilistic yang lebih besar dari ETC dan EAC Deterministic. Hal tersebut menunjukkan bahwa perlunya memperhitungkan unsur ketidakpastian dalam melakukan pengendalian proyek agar perhitungan prediksi biaya penyelesaian proyek lebih akurat, serta meminimalisir terjadinya gangguan keuangan proyek
Analisis Efek Temperatur Pouring Dan Temperatur Preheat Flask Terhadap Kekerasan Dan Porositas Perhiasan Cincin Logam Sterling Silver
Rapid investment casting merupakan teknik produksi yang mengabungkan teknologi manufaktur aditif dan teknologi pengecoran yang memiliki tujuan dapat membuat objek dengan bentuk kompleks dengan biaya produksi yang relatif rendah, serta fleksibilitas dalam membuat bentuk objek berbeda tanpa harus menambah biaya tambahan.. Logam yang populer digunakan dalam industri perhiasan merupakan logam paduan dari jenis perak, emas, atau platinum. Perak digunakan karena sifatnya yang duktil serta sifat permukaan yang sangat mengkilap. Sterling Silver adalah logam paduan dengan minimum unsur 92,5% silver, dan 6-4 % cuprat. Pada penelitian ini logam sterling silver di tuang kedalam flask menggunakan mesin cetakan centrifugal. Flask yang berisi cetakan investasi sebelumnya di bakar di dalam electric furnance serta di pre-heat. Sterling silver di tuang dalam variasi temperatur 950℃,1000℃,dan 1050℃ serta variasi untuk temperatur pre-heat flask adalah 550℃,dan 600℃.Dilakukan pengujian kekerasan, pengujian visual, pengujian metallografi , dan pengujian Archimedes pada sampel hasil pengecoran. Variasi temperatur yang optimal untuk menhasilkan porositas gas terendah adalah temperatur preheat flask 600 ˚C dengan temperatur pouring 1050 ˚C memiliki nilai porositas gas 0,55%. Varasi temperatur dengan hasil nilai kekerasan tertinggi adalah temperatur preheat flask 550 ˚C dengan temperatur pouring 950 ˚C memiliki nilai kekerasan 138,3 VHN. Variasi dengan jenis cacat paling kecil diamati pada variasi preheat flask dengan dua jenis cacat makro yaitu sandy surface,dan hot tearing