Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Pengembangan Sistem Informasi Pemantauan Pengguna PUTA Berbasis Android dengan Menggunakan Metode Geofencing

    Full text link
    Perkembangan Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) seperti drone di Indonesia semakin meningkat dan banyak digunakan di berbagai sektor seperti pertanian, kehutanan, serta logistik. Namun, masih banyak pengguna PUTA yang menerbangkan tanpa memperhatikan regulasi yang ada. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem informasi terkait pemantauan penerapan regulasi penerbangan PUTA bagi pengguna berupa Unmanned Aerial Vehicle ITS (UAVITS). Sistem informasi UAVITS merupakan sistem yang dapat memantau penerbang-an PUTA secara real-time. Adapun metode yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi pemantauan pengguna PUTA berbasis android pada penelitian ini yaitu metode geofencing. Metode geofencing dapat digunakan sebagai acuan penentuan wilayah penerbangan sesuai dengan ketentuan yang ada serta mengontrol pergerakan PUTA agar tidak melanggar batas wilayah penerbangan yang diizinkan. Penggunaan metode ini dapat memaksimalkan pengimplementasian regulasi penerbangan yang berlaku di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Sistem UAVITS Apps berbasis Android berhasil diimplementasikan sesuai dengan perancangan yang dilakukan. Sistem berhasil diuji melalui tiga pengujian yaitu pengujian pada fitur monitoring, pengujian pada fitur check-zone, dan pengujian keseluruhan sistem menggunakan User Acceptance Test (UAT). Penelitian ini dapat menjadi acuan untuk mendukung penerapan regulasi penerbangan PUTA atau drone bagi pengguna serta membantu AirNav dalam melaku-kan proses pemantauan pergerakan PUTA sesuai regulasi yang berlaku. Pengembangan sistem UAVITS Apps berbasis Android ke depannya diharapkan dapat menggunakan simbol drone yang tepat pada fitur monitoring, agar tidak perlu mengatur arah hadap simbol sesuai dengan pergerakan PUTA

    Implementasi Sistem Pemantauan Curah Hujan Berbasis IoT untuk Analisis HSS pada Sub Sistem Medokan Ayu Kota Surabaya

    Full text link
    Hidrograf satuan adalah grafik yang menunjukkan hubungan antara curah hujan dan limpasan untuk daerah tangkapan air tertentu. Ada beberapa metode untuk membuat grafik ini, tetapi semua harus dikalibrasi dengan data observasi dan mempertimbangkan karakteristik daerah tangkapan air. Pengukuran curah hujan yang akurat sangat penting untuk pemodelan hidrologi dan biasanya dilakukan dengan ombro-meter. Namun, alat ini memiliki kelemahan yaitu membutuh-kan pengamat dan hanya merekam nilai curah hujan per hari. Untuk mengatasi keterbatasan ini, diperlukan sistem yang mengukur curah hujan dengan resolusi waktu yang tinggi. Tujuan dari proyek akhir ini adalah untuk membangun sistem pemantauan curah hujan menggunakan teknologi IoT dan menerapkannya di wilayah tertentu di Surabaya. Sistem akan menggunakan sensor untuk secara otomatis mengukur curah hujan dan mengirimkan data ke cloud kemudian ditampilkan pada aplikasi. Sistem ini bertujuan untuk mempermudah pencacatan data dan mendapatkan informasi curah hujan secara real-time di berbagai lokasi serta memberikan contoh penggunaan model hidrologi untuk penelitian dan aplikasi operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peman-tau curah hujan memiliki kinerja yang sangat baik jika dibandingkan pos hujan Wonorejo dengan nilai NSE = 0,831. Kemudian, data curah hujan yang telah dicatat, digunakan untuk menganalisis debit limpasan dengan metode hidrograf satuan sintetis SCS dan Nakayasu. Dengan metode HSS SCS, untuk setiap 1 mm hujan efektif dari CN=72,79 akan menghasil-kan debit limpasan sebesar 0,890 m3/dt dengan waktu puncak 1,327 jam, sedangkan metode HSS Nakayasu menghasilkan debit limpasan sebesar 1,078 m3/dt dengan waktu puncak 0,823 jam. Selama periode pengamatan dari tanggal 17 Maret-20 April 2023 didapatkan debit limpasan terbesar pada tanggal 8 April 2023 pukul 17:28 sebesar 16,543 m3/dt

    Analisis Kestabilan Transien dan Mekanisme Pelepasan Beban pada PT. Sasa Inti Plant Gending Akibat Pemadaman PLN

    Full text link
    Dalam sistem tenaga listrik, keseimbangan antara kapasitas pembangkit dan daya yang dibutuhkan untuk mensuplai beban merupakan salah satu parameter kestabilan operasi. Stabilitas suatu sistem tenaga akan selalu berubah sebagai akibat dari perubahan beban dan ketersediaan daya. Pembangkitan listrik pada suatu sistem tenaga seringkali menghadapi gangguan yang tak terhindarkan seperti pemadaman PLN. Ketidakmampuan suatu pembangkit untuk memberikan daya biasanya ditandai dengan penurunan frekuensi dengan kemungkinan terburuk yaitu terjadi pemadaman listrik pada sistem. Meskipun sistem dirancang untuk keandalan setinggi mungkin, kegagalan yang tidak dapat dihindari dapat terjadi selama proses pembangkitan, seperti terjadinya pemadaman PLN pada PT. Sasa Inti Plant Gending, yang menyebabkan generator kelebihan beban. Terjadinya kelebihan beban pada generator menyebabkan ketidakseimbangan antara daya mekanik yang dihasilkan oleh generator dengan daya elektrik yang dikonsumsi oleh beban, sehingga terjadi perlambatan putaran generator. Oleh karena itu, melalui studi ini akan dilakukan analisis stabilitas transien akibat pemadaman PLN pada PT. Sasa Inti Plant Gending, serta skema pengembalian frekuensi ketika terjadi gangguan yang tidak diinginkan dengan cara menyiapkan mekanisme pelepasan beban untuk sistem kelistrikan, sehingga diharapkan dapat memberikan rekomendasi standar mekanisme pelepasan beban yang tepat dengan pelepasan beban minimum yang sesuai dengan standar agar dapat dengan cepat memulihkan dan melindungi sistem serta menjamin stabilitas sistem kelistrikan di PT. Sasa Inti Plant Gending dapat dipertahankan

    Desain dan Implementasi Bidirectional Voltage Source Inverter Satu Fasa dengan Metode Kontrol Arus Histerisis

    Full text link
    Sejak diperkenalkannya sumber energi terbarukan ke dalam sistem pembangkit daya terdistribusi, inverter yang terhubung ke jaringan dan pengendaliannya memainkan peran penting dalam produksi energi secara keseluruhan. Namun, karena perilaku stokastik sumber daya terbarukan yang terhubung ke jaringan, pengendalian arus inverter menjadi tantangan terbesar. Terdapat berbagai teknik yang diusulkan dalam literatur untuk pengendalian arus dengan pengendali linear dan non-linear. Pengendali linear berdasarkan modulasi PWM memiliki respons keadaan yang lebih baik, namun memiliki kinerja dinamis yang lambat tergantung pada jenis beban yang terhubung. Di antara berbagai teknik yang ada, pengendali arus histerisis (Hysteresis Current Controller/HCC) menawarkan respons dinamis yang cepat, mudah diimplementasikan, dan ketangguhan terhadap variasi parameter beban keluaran. Pada studi ini akan dibuat desain, simulasi, dan alat Bidirectional VSI dengan kontrol arus histerisis. Dengan memvariasikan besar beban dan besar band histerisis, akan di buktikan konverter ini dapat menyuplai daya dua arah. Di tetapkan daya sistem sebesar 144 Watt, dengan tegangan AC 24 V dan tegangan DC sebesar 48 V

    Desain Pabrik Bioetanol Dari Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS)

    Full text link
    Setiap tahun, kebutuhan energi yang meningkat mendorong banyak penelitian untukmencari alternatif bahan bakar fosil. Salah satunya adalah bioetanol, yang diharapkan dapatmenjadi pengganti bensin. Saat ini, bioetanol digunakan sebagai campuran dalam bensinuntuk meningkatkan kualitasnya. Hadirnya oksigen dalam bioetanol meningkatkan efisiensidan mengurangi emisi yang berbahaya bagi kesehatan manusia, seperti partikulat dan gasnitrogen oksida. Bioetanol dapat diproduksi menggunakan bahan baku biomassa, sepertibagasse tebu.Proses produksi bioetanol telah berkembang dari generasi pertama hingga keempat.Generasi pertama menggunakan bahan pangan, generasi kedua menggunakan bahan nonpangan yang dianggap menguntungkan secara ekonomi dan teknis karena memanfaatkanlimbah agrikultur, generasi ketiga menggunakan mikro atau makro alga, sedangkan generasikeempat menggunakan organisme termodifikasi. TKKS masuk dalam generasi keduasehingga produksi bioetanol dari TKKS tidak hanya mengurangi limbah tetapi jugamenghasilkan produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.Pabrik bioetanol dari TKKS ini bertujuan untuk mendukung program pemerintahdalam transisi energi ke green energy. Dengan kapasitas produksi 5.000.000 L/tahun selama330 hari operasi, pabrik direncanakan akan dibangun di Kawasan Industri Dumai, Riau,Sumatera. Lokasi ini dipilih untuk meminimalkan biaya transportasi bahan baku karenaberada di satu pulau.Proses produksi bioetanol dari TKKS melibatkan tiga proses utama: pre-treatment,fermentasi (sebagai proses utama), dan purifikasi. Proses pre-treatment bertujuan untukmereduksi ukuran TKKS, menghilangkan kotoran, dan mendegradasi lignin menggunakanlarutan natrium hidroksida encer. Proses fermentasi menggunakan teknologi Simultaneous Saccharification Co-Fermentation (SSCF) di mana hemiselulosa dan selulosa pada TKKSdikonversi menjadi etanol dengan bantuan mikroba seperti Saccharomyces cerevisiae danScheffersomyces stipitis. Proses purifikasi melalui distilasi dan dehidrasi bertujuan untukmemisahkan etanol dari impuritasnya.Tinjauan ekonomi rancangan pabrik ini didasarkan pada dua sumber dana, yaituinvestasi modal sendiri sebesar 60% dan biaya modal pinjaman bank sebesar 40%. Hasilanalisa ekonomi mendapatkan nilai-nilai sebagai berikut: Capital Expenditure (CAPEX) : Rp133.995.418.843, Operational Ecpenditure (OPEX) : Rp45.759.391.627, Net Present Value (NPV) : Rp155.179.870.172, Internal Rate of Return (IRR) : 19,62%, Pay Out Time (POT) : 5,23 tahun, Break Even Point (BEP) : 52,52%Berdasarkan hasil analisa ekonomi, nilai-nilai %IRR, BEP, dan POT menunjukkan bahwaPabrik Bioetanol dari TKKS ini layak didirikan

    Status Mutu Air Sungai Sumber Payung Kabupaten Pamekasan dengan Metode Storet dan Indeks Pencemaran

    Full text link
    Sungai Sumber Payung menjadi salah satu sungai dengan tingkat aktivitas penduduk tinggi sehingga memiliki risiko tercemar. Sungai ini termasuk sungai besar di Kabupaten Pamekasan dengan panjang ±10 km yang mengalir melewati pemukiman penduduk dan pabrik tahu. Terjadinya pencemaran disebabkan oleh aktivitas manusia, limbah domestik, dan industri tahu rumahan yang berpengaruh terhadap self-purification serta penurunan kualitas sungai. Data DLH Kabupaten Pamekasan menunjukan bahwa hasil uji parameter BOD dan COD sampel air Sungai Sumber Payung tidak memenuhi baku mutu air kelas II sesuai peruntukannya. Dari kondisi tersebut dibutuhkan analisis kuantitas, kualitas, potensi sumber pencemaran, status mutu air sungai, serta rekomendasi pengendalian pencemaran. Sehingga, pada penelitian ini dilakukan kajian penentuan status mutu air Sungai Sumber Payung dengan metode STORET dan Indeks Pencemaran (IP). Metode ini merujuk pada Kepmen LH No. 115 Tahun 2003 melalui observasi tiga titik dengan grab sampling serta didukung data pemantauan DLH Kabupaten Pamekasan Tahun 2018-2022. Kedua metode bekerja dengan membandingkan data kualitas air sungai dengan nilai baku mutu pada PP No. 22 Tahun 2021 sesuai peruntukannya dengan parameter yang digunakan meliputi TSS, pH, BOD, COD, DO, NH3-N, PO4, dan total coliform. Hasil penelitian pada identifikasi sumber pencemar menyatakan bahwa beban pencemar COD, BOD, dan TSS pada sektor domestik lebih besar dari non-domestik. Daya tampung Sungai Sumber Payung bernilai negatif pada parameter TSS, BOD, COD, dan total fosfat. Status mutu air Sungai Sumber Payung menggunakan STORET masuk kategori cemar berat dan analisis dengan metode IP termasuk cemar sedang. Rekomendasi pengendalian pencemaran air sungai dilakukan melalui beberapa upaya, yakni, pengurangan beban pencemaran (pembangunan IPAL dan pengelolaannya), peningkatan kesadaran masyarakat mengenai sanitasi lingkungan, peningkatan penegak hukum terhadap industri tahu ataupun pelaku pencemaran lingkungan, serta pemetaan potensi sumber pencemar, penambahan titik sampel, dan pemantauan rutin yang didasari dari data curah hujan untuk menentukan kualitas air sungai yang dilakukan oleh DLH

    Analisis Aksesibilitas Terhadap Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan Moda Bus Transit

    No full text
    Bali, adalah salah satu provinsi di Indonesia yang cukup dikenal secara global. Setelah pandemi mereda pada akhir kuartal pertama 2022, jumlah pengunjung di Bali meningkat secara tajam. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi bandara tersibuk kedua di Indonesia karena tingginya jumlah wisatawan yang datang melalui jalur udara. Namun, peningkatan pesat jumlah pengunjung juga menyebabkan kemacetan lalu lintas, sebagian karena mayoritas orang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada transportasi publik. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah memperkenalkan sistem Bus Transit untuk meningkatkan layanan transportasi publik dan mengurangi kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aksesibilitas terhadap Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggunakan sistem Bus Transit. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi destinasi wisata dan daerah sekitar rute bus, membaginya menjadi zona berdasarkan kecamatan, serta melakukan survei jarak dan waktu tempuh menggunakan Google Maps. Selain itu, dihitung juga Indeks Alpha, Indeks Beta, Indeks Gamma, dan Valued Graph Matrix untuk menentukan indeks aksesibilitas bandara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat aksesibilitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan menggunakan Bus Transit dipengaruhi oleh faktor jarak dan waktu tempuh dari setiap kecamatan menuju bandara, serta konektivitas antar kecamatan yang dilalui oleh rute Bus Transit. Indeks Alpha dan Indeks Beta menunjukkan bahwa Kecamatan Kuta Selatan adalah kecamatan dengan aksesibilitas paling rendah dengan nilai Indeks Alpha ( = 0, dan memiliki jaringan konektivitas yang paling sederhana dengan nilai Indeks Beta ( = 0.5. Sedangkan menurut Indeks Gamma, kecamatan dengan aksesibilitas paling rendah adalah Kecamatan Denpasar Timur dengan nilai Indeks Gamma (= 0.533. Berdasarkan hasil perhitungan Valued Graph Matrix, Kecamatan Ubud merupakan kecamatan dengan aksesibilitas paling rendah

    Pengembangan Gim Berbasis Web Menggunakan Construct 3 bagi Anak-Anak untuk Belajar Logika Pemrograman

    Full text link
    Ilmu pemrograman sudah selayaknya menjadi salah satu ilmu dasar bagi anak-anak di era digital ini. Salah satu kemampuan yang menjadi pondasi penting dalam pemrograman adalah pemahaman logika pemrograman. Oleh karena itu, dikembangkanlah sebuah gim edukasi berbasis web untuk mengenalkan dasar-dasar logika pemrograman pada anak-anak secara menyenangkan. Pada gim tersebut, pemain akan menggerakkan sebuah atau beberapa karakter ke portal dengan menyusun blok kode yang telah disediakan untuk menyelesaikan level. Level pada gim dapat memiliki rintangan yang menghalangi pemain mencapai objektifnya. Gim ini memiliki tiga puluh level yang dirancang berdasarkan logika pemrograman yang diajarkan. Setiap level memiliki online leaderboard dan rating bintang untuk mendorong pemain mencari solusi yang optimal dan meningkatkan replayability level. Gim ini berjalan di web browser dan dapat dimainkan di desktop ataupun mobile. Gim akan dikembangkan dengan game engine Construct 3. Selain itu, dikembangkan juga sebuah REST API untuk leaderboard menggunakan framework Hapi. Uji coba gim dibagi menjadi dua bagian, yaitu pengujian fungsional dan pengujian pengguna. Hasil dari pengujian fungsional menunjukkan gim telah berjalan dengan baik sesuai rancangan. Namun, pengujian pengguna menemukan bahwa gim masih terlalu sulit bagi target pemain. Meskipun demikian, gim berhasil membuat pemain belajar logika pemrograman dan merasa senang saat dimainkan

    Evaluasi Service Quality Platform Digital DANA Menggunakan Fuzzy E-ServQual, IPA-Kano, dan QFD

    Full text link
    Pertumbuhan ekonomi digital ditunjukkan dengan perkembangan pesat berbagai perusahaan teknologi yang menyediakan layanan ekonomi melalui telepon genggam dan gawai lainnya dalam platform digital. Dengan ketersediaan platform digital tersebut, customer dapat memenuhi kebutuhan, khususnya dalam melakukan transaksi secara digital dengan waktu yang singkat. Salah satu platform ekonomi digital khusus finansial atau yang dapat disebut dengan e-wallet di Indonesia adalah DANA. DANA sebagai salah satu platform berbentuk aplikasi yang menyediakan transaksi nontunai secara elektronik. Layanan yang diberikan ialah layanan transfer ke bank, transaksi barcode scan, pembayaran tagihan, pembayaran di e-commerce atau merchant, dan beragam fitur lainnya. Di samping kelebihannya, terdapat berbagai keluhan customer terdiri dari kendala sistem yang error, pemeliharaan atau maintenance pada jam kerja, dan keluhan lainnya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kesenjangan persepsi dan harapan pelanggan dengan menggunakan metode E-ServQual dengan logika fuzzy yang dikombinasikan dengan metode integrasi IPA-Kano untuk menilai atribut kritis, serta model QFD untuk menerjemahkan atribut tersebut menjadi respon teknis yang menjadi alternatif perbaikan bagi perusahaan. Setelah penelitian dilakukan, didapatkan hasil yang menyatakan gap terbesar ditemukan pada atribut ketepatan waktu saldo yang dikirim keluar aplikasi (C2) dengan besar -6,130, serta terdapat 8 atribut kritis yang diterjemahkan ke dalam respon teknis. Respon teknis dengan kontribusi tertinggi ialah pada peningkatan teknologi pemrosesan data real-time sebesar 34% dan diikuti ketiga respon teknis lainnya. Dengan demikian rekomendasi yang diberikan untuk seluruh respon teknis ialah, peningkatan penerapan caching, penerapan auto recovery system, pengadaan fitur live call, dan penerapan two factor authentication

    Pengembangan Dead Reckoning Berbasis Multilayer Perceptron (MLP) yang Diimplementasikan di Raspberry Pi Pico

    Full text link
    Penentuan posisi sangatlah penting untuk pergerakan robot dalam ruangan tertutup (indoor). Salah satu penentuan posisi yang dapat digunakan adalah dead reckoning. Dead reckoning adalah sistem navigasi berdasarkan lokasi awal relatif yang diketahui kemudian secara bertahap mengintegra-sikan jarak yang ditempuh dan arah perjalanan untuk mengetahui titik lokasi selanjutnya. Karena termasuk sistem navigasi inersia yang menggunakan Inertial Measurement Unit (IMU), untuk melakukan prediksi posisi maka dilakukan perhi-tungan gabungan dari sensor giroskop, akseleromoter, dan magnetometer. Pada penelitian ini, akan menerapkan model deep learning, yaitu Multilayer Perceptron (MLP). Sehingga dapat memberikan prediksi posisi berdasarkan data dari sensor IMU. Kemudian dari model yang telah dibuat akan dimasukkan ke mikrokontroler. Penggunaan mikrokontroler karena uku-rannya yang kecil sehingga dapat diterapkan di robot kecil. Berbagai macam mikrokontroler saat ini, diantaranya Arduino nano, STM32F103C8T6, dan Raspberry Pi Pico. Pada pene-litian ini memilih menggunakan mikrokontroler Raspberry Pi Pico karena memiliki beberapa keunggulan dari segi memori flash, SRAM dan kecepatan prosesornya dibandingkan mikrokontroler lainnya. Hal ini untuk menunjang penggunaan model Multilayer Perceptron ke dalam mikrokontroler. Model Multilayer Perceptron yang dibuat akan bervariasi untuk menemukan model yang ideal untuk sistem Dead reckoning. Berdasarkan hasil dari pengujian model Multilayer Perceptron ke perangkat mikrokontroler Raspberry Pi Pico, maka dihasil-kan model yang ideal, yaitu model Multilayer Perceptron tanpa berbasis time series dengan 3 hidden layer dengan nodes masing-masing sebesar 250, 125, dan 30. Model ini dipilih karena meng-hasilkan nilai metrik R-Square sebesar 0,7452684 pada pengu-jian di perangkat mikrokontroler Raspberry Pi Pico

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇