Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Analisis Daerah Rawan Banjir Menggunakan Metode Skoring dan Pembobotan Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kabupaten Sidoarjo)

    No full text
    disebabkan oleh beberapa faktor alam. Faktor alam yang dimaksud adalah curah hujan yang tinggi, kelerengan tanah yang lebih rendah dari permukaan air laut maupun dikarenakan tanggul ataupun aliran sungai yang tidak dapat menahan debit air hujan yang terlalu tinggi. Rendahnya akan kesadaran manusia dalam menjaga lingkungan juga dapat dijadikan salah satu pemicu terjadinya banjir. Banjir juga terjadi di Kabupaten Sidoarjo tepatnya pada Minggu, 17 Januari 2021 membuat dua kecamatan terendam yakni Kecamatan Tanggulangin dan Kecamatan Porong. Dengan adanya bencana banjir tersebut maka diperlukan analisis lebih lanjut terkait penyebab terjadinya banjir. Pada penelitian ini dilakukan analisis terkait daerah rawan banjir di Kabupaten Sidoarjo menggunakan metode skoring dan pembobotan berbasis sistem informasi geografis. Pembuatan peta rawan banjir di Kabupaten Sidoarjo menggunakan enam parameter yaitu, ketinggian lahan, kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, kerapatan aliran sungai dan tutupan lahan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah peta rawan banjir di Kabupaten Sidoarjo yang terbagi menjadi tiga kelas kerawanan, yaitu kelas kerawanan dengan potensi rendah, sedang dan tinggi. Untuk wilayah kerawanan yang berpotensi rendah terhadap banjir memiliki luas 1100,84 Ha (1,71%), kerawanan banjir dengan potensi sedang dengan luas 58143,33 Ha (90,52%), dan kearawanan banjir dengan potensi tinggi memiliki luas 4987,06 Ha (7,76%) dari total luas wilayah Kabupaten Sidoarjo. Dari 18 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Sidoarjo, Kecamatan Jabon memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi dengan luas area sebesar 4000,168 Ha. Sedangkan untuk daerah yang memiliki tingkat kerawanan rendah berada pada Kecamatan Tanggulangin dengan luas area sebesar 2,147 Ha

    Arahan Pemanfaatan Lahan Melalui Pendekatan Telapak Ekologis di Kabupaten Lamongan

    Get PDF
    Kabupaten Lamongan menyandang gelar “Lumbung Pangan Nasional” karena kekayaan akan hasil pertanian, perikanan, peternakan, dan kehutanan yang melimpah. Namun, pada tahun 2020 konversi lahan produktif yang terjadi sangat pesat dan merupakan yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan konsumsi membuat Kabupaten Lamongan memerlukan arahan pemanfaaan lahan melalui pendekatan telapak ekologis. Analisis dilakukan melalui perhitungan biokapasitas, telapak ekologis, keseimbangan daya dukung lingkungan, dan arahan pemanfaatan lahan. Arahan pemanfaatan lahan membandingkan kondisi biokapasitas eksisting 2020, rencana pola ruang 2040, telapak ekologis eksisting 2020 dan 2040. Hasil arahan pemanfaatan lahan diolah menggunakan analisis delphi untuk mendapatkan konsensus dari expert judgment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Lamongan secara agregat mengalami surplus pada level 1 dengan nilai defisit ekologis sebesar 12133297,4`1 Gha atau sebesar 9,0186 Gha/kapita. Biokapasitas lahan lebih besar 1359 % dari 150% dari telapak ekologisnya (BK>150% TE). Kondisi biokapasitas wilayah masih bisa memenuhi kebutuhan penduduk dan lahan surplus dapat mensuplai kebutuhan wilayah lain yang mengalami defisit. Penelitian ini menghasilkan arahan pemanfaatan lahan berupa integrasi, konservasi, normalisasi, rehabilitasi, intensifikasi, dan ekstensifikasi lahan

    Menghijaukan Jakarta Selatan: Arahan Ruang Terbuka Hijau di Mampang Prapatan

    Get PDF
    Kecamatan Mampang Prapatan merupakan kecamatan yang memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) paling sedikit di Kota Jakarta Selatan. Padahal Kecamatan Mampang Prapatan memiliki kepadatan penduduk tinggi sehingga membutuhkan jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sesuai. Kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) menyebabkan Kecamatan Mampang Prapatan mengalami degradasi lingkungan. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji arahan penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Mampang Prapatan. Penelitian ini termasuk kedalam Mix Method dan dilakukan dengan metode analisis spasial untuk mengetahui ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), dilanjutkan dengan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berdasarkan jumlah penduduk dari tahun 2025-2020, kemudian analisis SWOT untuk mengetahui arahan penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Mampang Prapatan. Hasilnya, diketahui bahwa RTH eksisting belum bisa memenuhi kebutuhan RTH di masa sekarang dan di masa yang akan datang. Adapun hasil berupa arahan penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk mengatasi permasalahan kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)

    Efisiensi Boiler dengan Penambahan Alat Economizer Sebagai Pre-Heater Steam

    Get PDF
    Boiler merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pembangkit listrik, industri, dan proses termal lainnya. Boiler berfungsi untuk menghasilkan uap air super panas yang digunakan untuk menggerakkan turbin atau proses lainnya. Penggunaan economizer sebagai preheater steam memiliki beberapa keuntungan. Penggunaan economizer dapat meningkatkan efisiensi termal sistem secara signifikan. Penambahan alat economizer sebagai preheater steam merupakan solusi menjanjikan untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja sistem boiler. Akan tetapi, pada pabrik pakan ikan yang dijadikan objek penelitian, tidak terdapat economizer. Setelah dilakukannya perhitungan penggunaan bahan bakar dan analisa ekonomi dapat disimpulkan bahwa penambahan economizer sebagai preheater steam pada sistem boiler memberikan solusi yang menjanjikan dalam meningkatkan efisiensi dan kinerja. Penggunaan bahan bakar mengalami penurunan setelah pemasangan economizer, mengurangi konsumsi energi yang dibutuhkan. Selain itu, efisiensi panas yang diterima oleh air di boiler meningkat secara signifikan. Dengan demikian, penggunaan economizer membantu mengurangi konsumsi bahan bakar, meningkatkan efisiensi energi, dan mengurangi emisi gas buang. Penambahan alat economizer sebagai preheater steam dapat menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan kinerja dan efisiensi sistem boiler. Menurunnya energi yang dibutuhkan menyebabkan menurunnya jumlah bahan bakar LNG yang diigunakan dari 149kg/jam menjadi 135kg/jam dan meningkatnya efisiensi penyerapan panas dari 77% menjadi 84,5%. Sehingga hal ini berpengaruh pada pendapatan bersih pabrik yang mengalami peningkatan dari Rp 567.116.666.66,00 menjadi Rp 567.848.744.666,00

    Perancangan Sistem Refrigerasi Cascade R404A/MC22 pada Reefer Container ½ Ton

    Get PDF
    Saat ini reefer container 20 ft dan 40 ft diperkirakan memiliki konsumsi energi sekitar 3,6 kW per TEU. Reefer container biasanya menggunakan sistem refrigerasi konvensio-nal siklus kompresi uap satu tingkat yang mana temperatur ruangan pendingin yang dapat dihasilkan untuk operasional normal adalah sekitar -20˚ C. Untuk meningkatkan kemampu-an dan variasi muatan yang dapat dimuat oleh reefer container, dalam penelitian ini sistem refrigerasi konvensional akan diubah dengan sistem refrigerasi cascade. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sistem refrigerasi cascade serta menganalisis kinerja sistem refrigerasi cascade. Berdasarkan hasil penelitian, perancangan sistem refrigerasi cascade hanya mampu mencapai suhu ruang -110C. Hasil percobaan pada sistem refrigerasi cascade tanpa beban, waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan suhu ruang hingga -110C adalah 6 jam 59 menit dengan rata-rata high pressure HS sebesar 12,10 bar, low pressure HS sebesar 3,05 bar, high pressure LS sebesar 5,32 bar, dan low pressure LS sebesar 2,37 bar. Sedangkan pada sistem refrigerasi cascade dengan beban, waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan suhu ruang hingga -11 0C adalah 13 jam 16 menit dengan rata-rata high pressure HS sebesar 12,13 bar, low pressure HS sebesar 3,64 bar, high pressure LS sebesar 5,39 bar, dan low pressure LS sebesar 2,41 bar. Sementara itu, pada sistem refrigerasi konvensional single stage tanpa beban, waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan suhu hingga -11 0C adalah 2 jam 45 menit dengan rata-rata low pressure sebesar 3,3 bar dan high pressure sebesar 16,7 bar. Sedangkan pada sistem refrigerasi konvensional single stage dengan beban adalah 10 jam 30 menit dengan rata-rata low pressure sebesar 3,4 bar dan high pressure sebesar 17,4 bar. COP sistem refrigerasi cascade adalah sebesar 3,125. COP sistem refrigerasi konvensional single stage adalah sebesar 0,972

    Sistem Monitoring Pencegahan Layu Fusarium pada Tanaman Allium ascalonicum berbasis IoT Menggunakan Fuzzy Logic

    No full text
    Perkembangan teknologi dan pertumbuhan populasi mendorong inovasi di bidang agrikultur penting untuk pemenuhan kebutuhan pangan manusia. Layu fusarium adalah penyakit utama pada tanaman bawang merah akibat jamur Fusarium oxysporum. Beberapa sentra produksi bawang merah di Indonesia mengalami kerugian hingga 50% akibat layu fusarium. Infeksi ditandai dengan pertumbuhan jamur pada akar tanaman, menyebabkan layu dan kematian. Faktor lingkungan seperti pH tanah rendah (4,5-5,5), suhu lingkungan (26,8-28,3°C), dan kelembapan udara (70-80%) serta kelembapan tanah (70-80%) mempengaruhi pertumbuhan jamur fusarium. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan pengawasan dan pengaturan pH tanah agar tidak mendukung pertumbuhan jamur fusarium. Metode fuzzy Takagi-Sugeno digunakan untuk memberikan peringatan kepada pengguna mengenai kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan diukur menggunakan pH meter, soil humidity sensor, dan air humidity sensor. Data dari perangkat-perangkat dikirimkan ke ESP32 master melalui protokol ESP-now, lalu ke Raspberry Pi menggunakan MQTT untuk diolah dan ditampilkan pada dashboard. Data yang diterima digunakan untuk menghasilkan keputusan dan memberikan peringatan kepada pengguna. Sistem ini juga dapat mengirimkan perintah ke ESP-Slave-Output untuk mengeluarkan cairan. Alat ini dilengkapi fitur pendukung, termasuk sistem otomatisasi peringatan dan penyeimbang pH. Sensor-sensor yang digunakan memiliki akurasi tinggi, yaitu 98,36% untuk sensor temperatur BME280, 98,17% untuk sensor kelembapan udara BME280, 96,85% untuk sensor kelembapan tanah, 97,37% untuk sensor pH tanah 1, dan 97,27% untuk sensor pH tanah 2, dengan akurasi rata-rata 97,56%. Alat ini berpotensi mengurangi penyakit layu fusarium pada tanaman bawang merah dan dapat dikembangkan untuk tanaman lainnya. Penggunaan alat ini juga lebih efisien dan ekonomis dibandingkan pemantauan harian oleh tenaga manusia

    Analisa Penerapan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code di Indonesia

    No full text
    Dengan adanya International Ship and Port Facility Security (ISPS Code) diharapkan dapat megurangi risiko-risiko terhadap keamanan dan keselamatan terhadap beberapa aspek seperti wilayah pelabuhan, sarana dan prasarana, awak kapal, penumpang, dan terhadap kapal muatannya. ISPS Code harus bekerja secara optimal agar sistem keamanan pelabuhan terjamin kelancarannya dalam proses transportasi dan logistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan ISPS Code pada Pelabuhan utama di Indonesia yaitu Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Tanjung Perak dalam pelaksanaan prosedur kemanan dan keselamatan sesuai dengan ISPS Code serta bagaimana kondisi penerapannya. Metode yang digunakan adalah analisa risiko ancaman, kerentanan, dan dampak, serta analisa risiko probabilitas pada tingkat penerapan ISPS Code pada Terminal Penumpang Tanjung Priok, Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, dan PT. ISM Bogasari Flour Mills berdasarkan data-data yang berhubungan. Didapatkan hasil nilai risiko ancaman, kerentanan, dan dampak bahwa dari 9 skenario yang ada, Terminal Penumpang Tanjung Priok memiliki prioritas tindakan “Document” pada 9 skenario, Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara memiliki prioritas tindakan 2 “Consider” dengan skenario 1 pada matriks risiko 13,68 dengan probabilitas sangat rendah dan pada skenario 2 sebesar 10,48 dengan probabilitas sangat rendah, dan 7 “Document”, dan PT. ISM Bogasari Flour Mills memiliki prioritas tindakan 2 “Consider” dengan skenario 1 pada matriks risiko sejumlah 18,21 dengan probabilitas sangat rendah dan pada skenario 5 sebesar 36,57 dengan probabilitas rendah dan 7 “Document”. Selain itu, dilakukan strategi peningkatan pada ketiga lokasi

    Evaluasi Koordinasi Proteksi Arus Lebih Akibat Gangguan yang Menyebabkan Blackout pada PT PJB Unit Pembangkitan Cirata

    Get PDF
    PT PJB Unit Pembangkitan Cirata merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Pembangkit Listrik Tenaga Air. Seiring dengan penambahan dan perubahan pada peralatan listrik, setting pengamanan pada rele proteksi perlu dilakukan evaluasi secara komprehensif demi menjaga keandalan sistem proteksi. Berdasarkan kasus di lapangan setiap terjadi gangguan pada sistem kelistrikan bagian bawah (sisi beban) maka sistem akan terjadi blackout. Kasus ini diduga karena urutan pembukaan circuit breaker (CB) yang tidak sesuai oleh rele menyebabkan CB pada sisi beban tidak trip sehingga CB pada sisi atas akan membuka lebih cepat yang memungkinkan terjadinya blackout. Sehingga perlu dilakukan proses evaluasi untuk mendapatkan setting rele proteksi yang tepat. Pada tugas akhir ini, dilakukan analisis kinerja sistem proteksi koordinasi existing rele arus lebih gangguan fasa, rele arus lebih gangguan tanah dan rele diferensial yang selanjutnya dilakukan evaluasi untuk menentukan urutan tripping rele proteksi yang tepat agar tidak terjadi blackout dan setting rele diferensial yang selektif ketika terjadi berbagai macam tipe gangguan. Hasil evaluasi setting dan koordinasi proteksi arus lebih gangguan fasa, rele arus lebih gangguan tanah, dan rele diferensial ini dapat menjadi rekomendasi bagi perusahaan ini dalam melindungi sistem kelistrikan dengan tepat dan handal

    Optimalisasi Single-Effect Evaporator pada Proses Produksi Kalsium Klorida

    Get PDF
    Tantangan utama dalam proses produksi CaCl2 adalah penggunaan energi melalui konsumsi steam yang cukup tinggi saat proses pemekatan CaCl2 melalui proses evaporasi. Pada suatu industri kalsium klorida, proses evaporasi dilakukan menggunakan Single-Effect Evaporator (SEE). Adapun steam dalam proses evaporasi disupply dari utility pada temperatur steam 134oC dan tekanan 1 atm dengan konsumsi steam mencapai 4,528 ton/jam. Oleh karena itu, efisiensi sangat diperlukan untuk mengurangi konsumsi steam untuk mendukung proses penghematan energi. Adapun proses efisiensi dan optimasi pada unit evaporator akan dilakukan melaui 2 skenario untuk mendapatkan hasil terbaik dalam proses efisiensi konsusmi steam. Skenario 1 untuk efisiensi dan optimasi unit evaporator dengan penambahan MVR dan skenario 2 untuk efisiensi dan optimasi unit evaporator melalui pre-heating bahan masuk dan penambahan MVR. Hasil paling optimal dicapai pada skenario 2 yang dapat menuruntukan beban konsusim steam mencapai 80% dari kondisi eksisiting. Selain itu dari analisa ekonomi skenario 2 juga lebih menguntungkan perusahan karena menurunkan nilai BEP, POT dan meningkatkan RoR yang cukup baik dibandingkan eksisting dan skenario 1. Sehingga dengan mempertimbangkan beberapa aspek analisis yang ada, skenario 2 merupakan langkah yang efisien dan optimasi unit evaporator pada proses produksi kalsium klorida (CaCl2)

    Pra Desain Pabrik Biodiesel dari Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum) dengan Proses Esterifikasi dan Transesterifikasi

    No full text
    Biodiesel dapat menjadi alternatif untuk mengatasi permasalahan krisis energi dunia karena sifatnya yang renewable resources. Salah satu bahan yang dapat digunakan dalam produksi biodiesel adalah biji nyamplung. Pabrik biodiesel dari biji nyamplung ini direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2026 dengan mengacu pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Dengan analogi untuk memenuhi 2,94% kebutuhan biodiesel nasional sehingga kapasitas produksi pabrik biodiesel menjadi 1200.000 ton/tahun. Biodiesel dari biji nyamplung diproduksi melalui tahap proses persiapan bahan baku, esterifikasi, transesterifikasi, pemurnian biodiesel, pemurnian gliserol, dan recovery metanol. Untuk dapat mendirikan pabrik biodiesel dari biji nyamplung ini, dibutuhkan total modal investasi sebesar Rp923.438.103.243,00. Estimasi umur pabrik ini adalah 20 tahun dengan Internal Rate of Return sebesar 17,551%, Pay Out Time (POT) 4 tahun 2 bulan, dan Break Even Point (BEP) sebesar 22,4%

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇