Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Recovery Argon pada Sistem Purifikasi Unit Air Separation untuk Efisiensi Penggunaan Hidrogen Pabrik Gas Industri

    Get PDF
    Crude argon didapatkan dari proses pemisahan gas udara pada industri Unit Air Separation. Dimana pada gas crude argon ini masih terdapat impurities berupa oksigen sebanyak 1,1%. Pada proses purifikasi crude argon ini membutuhkan bahan baku tambahan berupa gas hidrogen untuk menurunkan impuritas oksigen dengan mereaksikan gas hidrogen dengan gas oksigen yang terdapat pada crude argon sehingga hasil dari reaksi tersebut berupa Air (H2O) dan gas yang keluar dari hasil reaksi merupakan gas argon murni. Semakin tinggi impurities oksigen maka akan semakin banyak gas hidrogen yang diinjeksikan. Untuk memisahkan gas oksigen diperlukan kolom reflux dan kondensor. Akan tetapi, karena proses pemisahan hanya dilakukan satu kali sehingga kurang maksimal dalam proses pemisahan argon. Oleh karena itu dibutuhkan modifikasi pada proses pemisahan argon yaitu dengan melakukan penambahan alat kolom argon jenis packed column untuk memaksimalkan pemisahan oksigen dari crude argon. Modifikasi penambahan alat ini dapat menghemat cost untuk kebutuhan gas hidrogen pada kondisi eksisting sebesar 4.639 m3/bulan menjadi 1,053 m3/bulan setelah modifikasi. Berdasarkan analisa ekonomi, didapatkan net income pabrik pada kondisi eksisting sebesar Rp4.952.087.098dan setelah dilakukan optimasi sebesar Rp13.737.583.827. Sehingga keuntungan perusahaan mengalami pertambahan sebesar Rp8.785.496.729 setiap tahunnya

    Perencanaan Dermaga Curah Urea di Papua Barat untuk Kapal 15.000 DWT

    Get PDF
    Indonesia termasuk salah satu negara dengan cadangan gas alam terbesar di dunia. Menurut data Statistik Minyak dan Gas Bumi 2020 dari Kementerian ESDM, jumlah cadangan gas alam di Indonesia mencapai 62,39 TCF. Gas alam berjenis LNG dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri dan pembuatan pupuk urea. Oleh karena itu, perlu dikembangkan sarana transportasi berupa dermaga yang sesuai dengan standar. Maka, direncanakan dermaga curah kering yang dapat melayani kapal berkapasitas 15.000 DWT berjenis bulk carrier. Perencanaan dermaga yang dilakukan meliputi evaluasi layout perairan, evaluasi layout dermaga, perhitungan struktur atas meliputi perhitungan struktur atas jetty dan trestle, perhitungan struktur bawah, serta perhitungan kebutuhan fender dan bollard. Dari perencanaan dermaga tersebut dilakukan penentuan metode pelaksanaan serta perhitungan rencana anggaran biaya. Hasil dari perencanaan dermaga curah kering bertipe jetty meliputi: rekomendasi layout perairan dengan kedalaman -10,5mLAT. Rekomendasi layout dermaga dengan panjang trestle sebesar 1400m dan lebar 8m, serta struktur jetty dengan panjang 195m dan lebar 24m. Kedua struktur terletak pada elevasi +5.3mLAT. Dari hasil perhitungan, didapatkan kebutuhan pelat setebal 50cm pada jetty dan 30 cm pada trestle. Selain itu, kebutuhan balok pada jetty meliputi balok crane (800 x 1200mm), balok memanjang (500 x 700mm), balok melintang (500 x 700mm), dan balok plank (1300 x 2800mm). Pada Trestle dibutuhkan balok memanjang (500 x 700mm) dan balok melintang (300 x 450mm). Pada Jetty dibutuhkan poer ganda (2400 x 1200 x 1000mm) dan poer single (1200 x 1200 x 1000 mm), sedangkan pada trestle dibutuhkan poer single (1200 x 1200 x 1000mm). Dari hasil perhitungan struktur bawah didapatkan kebutuhan tiang pancang baja D812 dengan tebal 15mm untuk struktur jetty. Sedangkan, pada struktur trestle digunakan tiang pancang beton D800A. Pekerjaan yang dilakukan diantaranya pekerjaan persiapan, pekerjaan struktur trestle, pekerjaan struktur jetty, dan pekerjaan instalasi aksesoris dermaga. Dari pekerjaan tersebut, total biaya yang dibutuhkan adalah Rp171,158,670,000

    Studi Komputasional Sistem Refrigerasi Cascade R290/R404A pada Reefer Container ½ Ton

    Get PDF
    Reefer Container konvensional pada umumnya menggunakan siklus kompresi uap satu tingkat dimana suhu yang dihasilkan sekitar -20˚C. Maka dari itu untuk peningkatan suhu yang lebih baik dan efisiensi sistem sendiri dalam penelitian ini dilakukan yaitu pengubahan sistem refrigerasi dari satu tingkat atau single-stage menjadi cascade dimana pada sistem tersebut merupakan penggabungan sistem kompresi uap satu tingkat menjadi dua dengan dua jenis refrigeran, dua kompressor dan ditambahkan Heat Exchanger dimana pada HE (Heat Exchanger) terdapat kondensor LS (Low Stage) dan evaporator HS (High Stage). Sistem cascade sendiri dapat mencapai suhu yang lebih rendah dibandingkan konvensional atau single-stage. Pada sistem refrigerasi cascade juga memiliki efisiensi sistem pendinginan yang lebih baik COP (Coefficient of Perfomance) akan tetapi konsumsi energi yang dihasilkan lebih tinggi dikarenakan pengaruh daya kompresor yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem refrigerasi konvensional atau single-stage. Penelitian ini ditujukan untuk menentukan parameter desain yang lebih optimal dan baik. Untuk sistem refrigerasi konvensional menggunakan refrigeran R404A dan sistem refrigerasi cascade menggunakan refrigeran R290 untuk HS (High State) dan R404A untuk LS (Low State) dengan parameter pada evaporator -20˚C dan temperatur kondensor 35˚C kemudian pada Heat Exchanger Low Stage -5˚C dan pada High Stage -10˚C, serta menganalisa konsumsi energi dan biaya tarif nilai ekonomi tiap sistem refrigerasi per hari dan per bulan. Untuk parameter yang telah ditetapkan sebelumnya akan disimulasikan dengan software Pack Calculation Pro dan didapatkan nilai COP (Coefficient of Perfomance) untuk sistem refrigerasi konvensional R404A sebesar 1,71 dan untuk sistem cascade R290/R404A sebesar 2,03. Sedangkan untuk konsumsi energi total pada konvensional R404A sekitar 8176,3 kWh dan untuk cascade R290/R404A sebesar 19235,2 kWh. Kemudian untuk tarif biaya listrik sistem cascade lebih mahal dengan total tarif sebesar Rp 21,442,246.8 per tahunnya dibandingkan konvensional sebesar Rp 9.114.448,66 dengan perbedaan tarif sekitar Rp 12,327,798.19

    Analisis Sensitivitas Kelayakan Finansial Proyek Pembangunan Perumahan Sinergi Land di Tuban

    Get PDF
    Dalam memenuhi permintaan hunian di Kota Tuban, PT Sinergi Mitra Investama memutuskan untuk mendirikan sebuah Perumahan Sinergi Land. Perumahan ini dibangun diatas tanah seluas 44.310 m2. Untuk merealisasikan investasi tersebut dibutuhkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kelayakan finansial untuk mengetahui kelayakan proyek pembangunan Perumahan Sinergi Land. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial proyek pembangunan Perumahan Sinergi Land, yang dilanjutkan dengan menganalisis sensitivitas dari kelayakan tersebut. Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang meliputi gambar perencanaan perumahan, harga jual rumah, data gaji karyawan, dan data pengelolaan perumahan. Dalam analisis kelayakan finansial dengan masa investasi selama 4 tahun digunakan parameter NPV (Net Present Value), IRR (Internal rate of Return) dan PP (Payback Period). Analisis sensitivitas dilakukan terhadap perubahan biaya investasi, harga jual unit rumah, dan perubahan rencana penjualan. Dari hasil analisis kelayakan finansial dengan MARR 7,12% didapat NPV sebesar Rp16.948.640.323,-, payback period pada tahun ke 4, dan IRR sebesar 33,55%. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, investasi perumahan layak secara finansial bila kenaikan biaya investasi tidak lebih dari 12,52%, penurunan harga jual rumah tidak lebih dari 10,41% untuk semua tipe rumah, dan minimal rumah yang terjual adalah 245 dari 272 unit rumah

    Analisis Risiko dan Akar Penyebab Kecelakaan Kerja di Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Seksi 1 Dengan Metode FTA

    Get PDF
    Risiko merupakan sesuatu yang sangat melekat dalam setiap kegiatan, risiko didefinisikan sebagai suatu kemungkinan dari suatu kejadian yang akan mempengaruhi suatu tujuan. Potensi risiko pasti terjadi pada setiap kegiatan, perhitungan potensi risiko yang salah dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja terutama kepada para pekerja, kecelakaan kerja pada Proyek konstruksi pembangunan jalan tol merupakan proyek yang berpotensi dan berisiko dalam hal kecelakaan kerja. Maka tugas akhir ini menggunakan objek pada Pembangunan Jalan Solo-Yogyakarta-NYIA dengan judul “Analisis Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja Proyek Pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta-Nyia Seksi 1 Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA)” untuk mengurangi dampak kecelakaan kerja pada pelaksanaannya. Berdasarkan hasil dari penelitian ini didapatkan empat buah risiko yang memiliki potensi tertinggi diantaranya, yaitu pekerja terjatuh dari ketinggian pada pekerjaan pemasangan lifting frame, crane roboh saat pengangkatan girder pada pekerjaan erection atau setting girder diatas pier head, girder runtuh pada pekerjaan erection atau setting girder diatas pier head, dan kegagalan struktur Spreader Bar/Lifting Beam pada pekerjaan erection atau setting girder diatas pier head. risiko tersebut ditimbulkan oleh beberapa faktor diantaranya, yaitu faktor manusia, faktor manajemen, faktor teknis, faktor lingkungan

    Analisis Tegangan pada Variasi Shackle Saat Proses Upending Struktur Jacket Empat Kaki Pada Tahap Instalasi

    Get PDF
    Struktur Jacket adalah rangka ruang tubular yang dilas yang terdiri dari kaki vertikal atau kaki dengan kemiringan yang didukung oleh sistem bracing lateral. Pada proses perancangan jacket terdapat tiga tahap besar, yaitu tahap fabrikasi, tahap loadout, dan tahap instalasi atau pemasangan. Metode instalasi lepas pantai yang biasa digunakan adalah lifting. Terdapat dua metode lifting, yaitu vertikal dan horizontal. Lifting horizontal akan dilanjutkan dengan proses upending. Upending merupakan suatu proses memutar struktur dari posisi horizontal menjadi posisi vertikal. Upending menjadi salah satu proses pada instalasi yang paling kritis. Proses instalasi khususnya proses upending juga memperhatikan perlengkapan penting yang digunakan yaitu shackle. Analisis pada penelitian ini diawali dengan proses pemodelan crane barge dan pemodelan jacket dengan menggunakan data yang ada. Analisis kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengecekan response amplitude operator atau RAO dari crane barge. Output dari analisis ini akan digunakan menjadi input pada proses pemodelan upending untuk dilakukan analisis lebih lanjut. Struktur jacket dimodelkan ulang dengan menggunakan tools line dengan ukuran dan spesifikasi sesuai data. Hasil dari analisis upending yaitu didapatkan output berupa maksimum tegangan sling sebesar 478,139 kN. Tegangan sling maksimum ini akan digunakan sebagai input beban pada analisis shackle. Analisis tegangan pada shackle diawali dengan pemodelan terhadap kedua jenis shackle, yaitu Dee dan Bow Shackle. Hasil yang didapatkan dari analisis adalah hasil tegangan von mises sebesar 331,00 MPa untuk Bow Shackle dan 330,93 MPa untuk Dee Shackle

    Penyusunan Dokumen SOP Pengiriman Data MBKM ITS ke PDDikti Mengacu pada Ketentuan Kantor Penjamin Mutu ITS

    Get PDF
    Sebagai upaya untuk memenuhi IKU-PTN dan melaksanakan kewajiban sebagai perguruan tinggi, ITS harus mengirimkan data program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) ke PDDikti. Proses bisnis ini menjadi bagian dari proses bisnis ITS yaitu Pemutakhiran Data Forum Lapangan (Forlap) Dikti. Pendataan MBKM yang dilakukan lintas unit kerja, membuat proses pelaporan MBKM ITS ke PDDikti tidak berjalan mulus. Permasalahan pun muncul diantaranya data tidak valid, data tidak lengkap dan kekeliruan pelaksanaan prosedur. Hal ini berdampak pada persentase keberhasilan pelaporan data MBKM ITS yang dilaporkan ke PDDikti berada di angka yang kecil. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan petunjuk aktivitas, mengidentifikasi unsur dokumentasi dan prosedur serta mengidentifikasi pihak yang terlibat pengiriman data MBKM ITS ke PDDikti. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi serta merespon risiko menggunakan metode HAZOP sehingga dapat mengurangi dampak negatif dari risiko dalam proses pengiriman data MBKM ITS ke PDDikti. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Selama penelitian, data yang digunakan adalah kondisi lapangan yang ada pada proses pengiriman data MBKM ITS ke PDDikti baik di unit kerja departemen maupun DPTSI. Dalam mengidentifikasi risiko, metode yang digunakan adalah analisis HAZOP. Sedangkan untuk menentukan aktivitas yang dilakukan didasarkan pada kebijakan, peraturan serta mutu baku dari setiap proses bisnis. Berdasarkan hasil analisis HAZOP, ditemukan risiko yang paling banyak terjadi dalam proses bisnis pengiriman data MBKM ITS ke PDDikti adalah risiko jumlah data yang diproses kurang dari yang seharusnya serta risiko formulir dokumentasi menyelesaikan pekerjaan di setiap prosedur tidak diisi oleh pelaksana. Selain itu dihasilkan dokumen pengiriman data MBKM ITS ke PDDikti dengan 5 hirarki yang terdiri dari kebijakan, framework dan standar, manual, dan prosedur serta formulir. Dengan adanya dokumen SOP dari hasil penelitian ini maka risiko yang muncul dapat diatasi dengan prosedur yang telah distandarisasikan dan persentase peningkatan pelaporan data MBKM ITS ke PDDikti dapat meningkat

    Desain dan Evaluasi Antarmuka Pengguna Responsif Web myITS StudentRegistration Dengan Metode User-centered Design

    Get PDF
    Pendaftaran mahasiswa baru menjadi hal wajib bagi calon mahasiswa untuk mendaftarkan dirinya menjadi mahasiswa resmi. Proses pendataan ini memerlukan pemanfaatan teknologi dan sumber daya berbasis web tertentu yang berfungsi mendata, memverifikasi, memberikan pengumuman, dan penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Hal tersebut mahasiswa baru mengakses situs pendataan menjadi sering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam memenuhi kebutuhan pendataan bagi mahasiswa baru, memiliki aplikasi web Sistem Informasi Pendataan Mahasiswa Baru (SIPMABA) yang menangani proses pendaftaran awal, proses verifikasi data mahasiswa, pengumuman mahasiswa baru, dan penetapan UKT. Namun, masih banyak hal yang menjadi masalah dalam aplikasi ini yang perlu diperbaiki terutama pada ketergunaan (usability) aplikasi ini pada pendataan mahasiswa baru. Maka dari itu, mengembangkan perancangan desain antarmuka pengguna SIPMABA untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari sistem yang telah ada sebelumnya. Perancangan antarmuka beberapa fitur yang akan dikembangkan yaitu proses pendaftaran ulang, banding UKT, memperoleh informasi pengumuman dan informasi, dan dapat mengunduh berkas yang dibutuhkan ketika daftar ulang. Metode yang akan digunakan dalam pengembangkan web myITS StudentRegistration adalah User-centered Design (UCD) yang berfokus pada pemecahan masalah berdasarkan kebutuhan penggunanya. Hasil Tugas Akhir ini diharapkan myITS StudentRegistration dapat menjadi antarmuka pengguna aplikasi web yang sesuai dengan kebutuhan pengguna serta meningkatkan efektifitas, efisiensi, dan engagement dengan pengguna

    Desain Perangkat Ride-through pada Bus Dc Variable Speed Drive untuk Menanggulangi Terjadinya Trip pada Saat Timbulnya Gangguan Dip Tegangan yang Berat

    Get PDF
    Ganguan tegangan kedip merupakan suatu masalah yang sering di muncul di perindustrian dan sudah banyak menimbulkan suatu maalah dan kerugian yang besar bagi pemilk perusahaan. Hal yang kerat dihubungkan dengan masalah tegangan kedip adalah perangkat elektronika daya dan yang sering digunakan di perindustrian adalah Variable Speed Drive (VSD). VSD sering sekali terganggu kinerjanya terhadap gangguan berupa tegangan kedip yang dimana dapat merusak komponen – komponen pada drive tersebut, akan tetapi sekarang ini para manufaktur VSD telah membuat solusi untuk masalah tegangan kedip untuk tegangan kedip yang ringan yang dimana masih rentan mengalami trip terhadap tegangan kedip yang berat. Maka dari itu, dibuatlah sebuah desain berupa perangkat ride-through untuk menanggulangi terjadinya trip terhadap tegangan kedip yang berat yaitu dengan menggunakan sumber daya cadangan eksternal tambahan berupa superkapasitor dan boost konverter sistem close-loop yang di koneksikan pada saluran bus DC VSD dengan menggunakan aplikasi PSIM. Hal ini bertujuan untuk membuat sebuah desain VSD yang dapat mengkompensasi hilangnya daya saat terjadinya gangguan tegangan kedip yang berat dan menghindari terjadinya trip pada VSD untuk tegangan kedip yang berkategorikan berat. Dengan di lakukannya simulasi pada aplikasi PSIM didapatkan bahwa VSD dengan perangkat ride-through dapat mengkompensasi tegangan kedip lebih baik dibandingkan VSD tanpa perangkat ride-through dan dapat mempertahankan sistem VSD untuk tidak mengalami trip

    Analisis Sensitivitas Kelayakan Finansial The Bay Apartment Bandar Lampung

    Get PDF
    Peningkatan jumlah penduduk di Bandar Lampung mengakibatkan semakin tingginya harga lahan hunian sehingga diperlukan adanya efisiensi pemanfaatan lahan berupa hunian bertingkat atau apartemen. Berdasarkan artikel terkait apartemen pertama yang ada di Bandar Lampung (Springhill Condotel), peningkatan jumlah unit yang laku terjual hanya sebesar sepuluh persen dari empat puluh persen menjadi lima puluh persen dari total unit yang ada dalam waktu dua tahun. Hal ini mengindikasikan kurangnya minat masyarakat Lampung akan hunian tingkat, sehingga diduga pembangunan The Bay Apartment sebagai apartemen kedua di Bandar Lampung, tidak akan layak secara finansial. Mengingat hal tersebut, perlu dilakukan analisis untuk memastikan pembangunan apartemen layak secara finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial The Bay Apartment dan mengetahui sensitivitasnya agar bisa meminimalisir risiko kerugian dalam investasi The Bay Apartment. Penelitian ini menganalisis finansial dengan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Pendapatan yang diperhitung-kan yaitu pendapatan dari penjualan unit apartemen dan sewa hotel. Modal investasi yang digunakan merupakan modal sendiri. Analisis sensitivitas dilakukan terhadap perubahan harga jual apartemen, tarif sewa hotel, tingkat okupansi hotel, dan rencana penjualan unit apartemen. Berdasarkan analisis kelayakan finansial pembangunan The Bay Apartment dengan MARR 6,20% dan masa investasi 10 tahun, diperoleh NPV sebesar Rp34.484.644.825,00, PP selama 2,9 tahun, dan IRR sebesar 8,933%. Berdasarkan ketiga parameter tersebut, The Bay Apartment layak secara finansial. Pembangunan The Bay Apartment dapat menjadi tidak layak apabila harga jual unit apartemen diturunkan minimal sebesar 23,7% dari harga saat ini atau tarif sewa hotel diturunkan minimal sebesar 47,4% dari tarif saat ini. Batas kelayakan investasi The Bay Apartment terhadap tingkat okupansi hotel adalah 45% dari tingkat okupansi yang diharapkan, sedangkan batas kelayakan terhadap penjualan unit apartemen adalah penurunan 22,6% dari penjualan yang direncanakan

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇