Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Analisis Produktivitas Lahan Menggunakan Metode Highest and Best Use pada Lahan Kosong di Kawasan Grand Sungkono Lagoon Kota Surabaya
Pertumbuhan ekonomi dan permintaan properti khususnya di kota metropolitan seperti Kota Surabaya akan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Untuk menyiasati kondisi tersebut, maka lahan yang akan dimanfaatkan harus dianalisis rencana peruntukannya secara tepat agar dapat memberikan nilai lahan yang tertinggi. Seperti halnya lahan kosong seluas 3.966 m2 yang terletak di Kawasan Grand Sungkono Lagoon Kota Surabaya yang dimiliki oleh PT PP Properti Tbk. Lahan tersebut semula direncanakan untuk apartemen (tower orlin), namun karena penjualan yang belum mencapai target akibat pandemi COVID-19, lahan kosong tersebut belum dapat dimulai pembangunannya dan perlu dilakukan perubahan serta modifikasi dari masterplan sebelumnya untuk alternatif properti yang akan dibangun pada lahan kosong tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai macam properti yang dapat menjadi alternatif pemanfaatan lahan dan menentukan properti yang dapat memberikan nilai lahan tertinggi dan terbaik untuk lahan kosong yang menjadi obyek penelitian ini. Alternatif pemanfaatan lahan didapatkan dengan analisis pasar dan pengamatan perkembangan properti di sekitar lahan kosong. Analisis produktivitas lahan pada penelitian ini akan menggunakan metode highest and best use untuk lahan kosong dengan beberapa variabel yaitu analisis aspek legal yang meliputi zoning dan building code, analisis aspek fisik yang meliputi lokasi lahan, ukuran & bentuk lahan, aksesbilitas lahan, dan preliminary design, aspek finansial yang meliputi perencanaan biaya investasi, perencanaan pendapatan, perencanaan pengeluaran, dan analisis arus kas, serta aspek produktivitas maksimum. Dari hasil penelitian ini didapatkan tiga alternatif properti untuk pengembangan lahan, yaitu perkantoran, hotel, dan apartemen. Dari ketiga alternatif tersebut, pengembangan lahan sebagai perkantoran merupakan alternatif bangunan dengan penggunaan tertinggi dan terbaik. Alternatif properti komersial perkantoran memiliki nilai lahan sebesar Rp 64.773.925,82/m2 dengan persentase kenaikan nilai lahan adalah sebesar 246% dari nilai lahan awal
Desain dan Evaluasi Antarmuka Pengguna Aplikasi myITS Puspresnas Menggunakan Metode User-centered Design
Mahasiswa memiliki minat yang cukup tinggi untuk berpartisipasi dalam berbagai ajang kompetisi tahunan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya angka partisipasi mahasiswa tiap tahunnya. Demikian dengan Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang juga berpartisipasi dalam beberapa ajang kompetisi tahunan yang diselenggarkan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Salah satu faktor pendukung tingginya partisipasi mahasiswa dalam ajang kompetisi tersebut adalah tersedianya platform yang dapat mewadahi mahasiswa dalam manajemen dan tata kelola berbagai ajang kompetisi dan prestasi mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan aplikasi myITS Puspresnas sebagai platform untuk mahasiswa yang ingin mengikuti berbagai ajang kompetisi Puspresnas. Aplikasi ini dapat memudahkan mahasiswa untuk mendapatkan arahan dan bimbingan dari dosen pembimbing terkait bidang kompetisi yang sedang diikuti sehingga mahasiswa dapat memaksimalkan kompetensi yang dimiliki ketika mengikuti kompetisi tersebut. Aplikasi myITS Puspresnas akan dikembangkan menggunakan metode User-centered Design. Metode ini digunakan dengan tujuan supaya perancangan antarmuka aplikasi berfokus pada kebutuhan pengguna dan dapat memenuhi kebutuhan pengguna sesuai daftar kebutuhan pengguna. Pada metode ini, perancangan desain antarmuka terdiri dari dua iterasi evaluasi ketergunaan, yaitu evaluasi sumatif dan evaluasi formatif. Siklus iterasi tersebut terdiri dari pemahaman konteks sistem yang digunakan oleh pengguna, observasi kebutuhan pengguna, membuat perancangan desain antarmuka pengguna, dan mengevaluasi desain antarmuka pengguna dengan prinsip Heuristic Evaluation. Setelah mendapatkan rancangan antarmuka pengguna yang sesuai dari hasil evaluasi dengan pengguna, aplikasi myITS Puspresnas akan diimplementasikan sebagai website responsif menggunakan teknologi HTML, CSS, dan JavaScript dari template Dashforge
Implementasi Perhitungan Operasi Matematika Sederhana pada Jetson Nano untuk Aplikasi Smart Whiteboard
Dalam era modern revolusi industri 4.0 saat ini, hampir seluruh kegiatan manusia terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi sebagai kebutuhan dalam berbagai kegiatan dan layanan. Salah satu contohnya dalam dunia pendidikan. Media pembelajaran interaktif sebagai salah satu media pembelajaran di dunia pendidikan yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sehingga mempermudah seorang pendidik dalam menyampaikan materi atau informasi kepada siswa. Salah satu bentuk menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran adalah Smart Whiteboard. Dalam pembuatan Smart Whiteboard membutuhkan suatu sistem yang dapat mendeteksi dan mengklasifikasi apa yang ditulis pada papan tulis salah satunya adalah menghitung suatu operasi matematika. Untuk dapat mendeteksi dan mengklasifikasi objek digunakan metode yaitu deep learning. YOLO (You Only Look Once) adalah salah satu jenis metode dalam deep learning yang dikembangkan dengan algoritma untuk mendeteksi objek dalam waktu nyata berdasarkan CNN (Convolutional Neural Network). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan implementasi sistem yang dapat mendeteksi angka dan operator aritmatika dan menghitung operasi aritmatika pada tulisan pada papan tulis Jetson Nano. Adapun untuk sistem tersebut, jenis YOLO yang digunakan adalah YOLOv4-tiny dengan menggunakan framework Darknet. YOLO dipilih karena akurasi dan kecepatannya. Sistem deteksi bekerja dengan cara mendeteksi huruf, angka, dan operator aritmatika yang ditulis tangan, dan jika suatu operasi matematika terbentuk, hasilnya akan dihitung. Hasil dari penelitian ini adalah suatu sistem yang dapat mendeteksi operasi matematika menggunakan gambar, video yang direkam, atau video dalam waktu nyata
Pra Desain Pabrik Dimethyl Ether dari Gas Alam dengan Proses Langsung
Program konversi minyak tanah ke LPG yang dimulai pada tahun 2007 telah memberikan dampak besar terhadap konsumsi LPG di Indonesia. Permintaan LPG pada tahun 2007 sebesar 0,33 juta ton mengalami peningkatan yang signifikan hingga tahun 2017. Kenaikan permintaan LPG ini mendorong negara untuk melakukan impor guna memenuhi kebutuhan LPG di Indonesia, yang pada gilirannya meningkatkan beban anggaran pemerintah. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan pengembangan bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan peran LPG sebagai bahan bakar utama. Salah satu solusinya adalah dengan pendirian pabrik Dimethyl Ether (DME) di Indonesia. Industri DME di Indonesia memiliki prospek yang menjanjikan karena bahan baku industri ini adalah gas alam, yang mana ketersediaan gas alam melimpah di Indonesia. Dalam pra desain pabrik ini, pendirian pabrik DME direncanakan pada tahun 2027 dengan lokasi di Kawasan Industri Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur. Proses produksi DME menggunakan direct process yang terdiri dari tahap reforming, pemisahan CO2, sintesa DME, dan purifikasi DME. Bahan baku utama dalam pembuatan DME adalah gas alam, dengan bahan baku penunjang seperti O2, recycle CO2, dan recycle metanol. Kapasitas produksi pabrik DME direncanakan sebesar 625.577 ton DME per tahun, berdasarkan proyeksi produksi, konsumsi, ekspor, dan impor LPG hingga tahun 2027. Pabrik akan beroperasi 24 jam sehari selama 330 hari setahun untuk memenuhi kapasitas produksi tersebut. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa pendirian pabrik DME adalah investasi yang layak dengan nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 21,7% dan waktu pengembalian modal selama 3,03 tahun. Modal total yang dibutuhkan untuk mendirikan pabrik DME adalah USD 390.782.700, dengan Break Even Point (BEP) pabrik sebesar 37,5%. Dengan demikian, pendirian pabrik DME di Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG dan menjadi alternatif bahan bakar yang berpotensi menguntungkan secara ekonom
Perencanaan Terminal Khusus PLTU Timor-1 untuk Pemenuhan Kebutuhan Operasional Bahan Bakar Batu Bara dengan Kapal Barge 12000 DWT
Pemerataan kebutuhan listrik di Indonesia masih bisa dibilang kurang. Hal ini dibuktikan dengan program pemerintah Pembangunan Pembangkit 35000 MW. Salah satu perwujudan program ini adalah dengan munculnya proyek pembangunan PLTU Timor-1 2 x 50 MW yang berada di Nusa Tenggara Timur. PLTU tersebut direncanakan beroperasional dengan kebutuhan bahan bakar batu bara Namun, di Nusa Tenggara Timur, tidak terdapat pertambangan batu bara ataupun potensi pertambangan batu bara sebagai pensuplai kebutuhan operasionalnya. Oleh karena itu, dibutuhkan transportasi batu bara melalui jalur laut dari daerah atau pulau lain dalam memenuhi kebutuhan operasionalnya. Melihat Pelabuhan laut terdekat dari lokasi proyek PLTU Timor-1 berjarak sekitar kurang lebih 30 km, yang tentunya membutuhkan waktu dan biaya lebih untuk bongkar-muat hingga transportasi darat batu bara dari Pelabuhan menuju PLTU Timor-1. Maka dari itu, akan dilakukan perencanaan pembangunan terminal khusus sebagai fasilitas transportasi batu bara yang difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan operasional PLTU-Timor 1. Hasil dari perencanaan terminal khusus PLTU Timor 1, didapatkan bahwa dermaga yang digunakan adalah jetty dengan dimensi panjang 125 m, lebar 22,5 m, dan elevasi +5,5 MLAT, yang kemudian disambung dengan trestle dengan dimensi panjang 122,5 m, lebar 15,5 m, dan elevasi +5,5 MLAT. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pembangunan terminal khusus ini dengan menggunakan metode pengecoran in-situ. Kemudian untuk total estimasi rencana anggaran biaya yang diperlukan untuk pembangunan terminal khusus ini adalah Rp 74.690.742.253,00 (Tujuh Puluh Empat Milyar Enam Ratus Sembilan Puluh Juta Tujuh Ratus Empat Puluh Dua Ribu Dua Rratus Lima Puluh Tiga Rupiah)
Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca pada Industri Kelapa Sawit (Studi Kasus: PT. X)
PT. X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri kelapa sawit di Indonesia dimana kegiatan operasional perusahaan juga membutuhkan bahan baku, energi listrik, dan beragam aktivitas bisnis lainnya yang berpotensi menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK) tidak langsung (Scope 3). Oleh karena itu, perlu dilakukan inventarisasi emisi GRK untuk mendapatkan informasi mengenai beban emisi PT. X pada jangka waktu tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan besar beban emisi Scope 3 PT. X dan potensi reduksi emisi GRK yang dilakukan berdasarkan metodologi yang dikembangkan oleh Greenhouse Gas Protocol. Data yang digunakan adalah data tahun 2019 hingga tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban emisi terbesar berasal dari kategori pembelian barang dan jasa, kemudian emisi dari susut energi di jaringan listrik, lalu emisi dari perjalanan bisnis. Terdapat potensi pengurangan emisi sebesar 2.853.109,61-ton CO2 dengan menerapkan kerjasama dengan pemasok untuk mendapatkan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan potensi pengurangan emisi sebesar 74.379,14 ton CO2 dengan menerapkan teknologi CO2 capture dalam pengolahan biogas yang dimiliki oleh PT. X
Analisis Kinerja Termal Sistem Refrigerasi Hybrid Menggunakan Phase Change Material Pada Eco Reefer Container Kapasitas ½ Ton
Operasional reefer container membutuhkan daya besar untuk menghasilkan kinerja pendinginan yang optimal dan sesuai harapan. Hal ini sejalan dengan proyeksi peningkatan penggunaan reefer container pada masa yang akan datang. Semangat menjaga efisiensi penggunaan energi telah mendorong sektor industri dan peniliti mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan terhadap penggunaan energi yang besar pada operasional reefer container. Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan inovasi terhadap penyimpanan energi agar dapat menjaga suhu optimal dalam ruang muat dengan efisiensi penggunaan energi. Penyimpanan kalor dalam bentuk Phase Change Material (PCM) yang dilakukan bersamaan dengan upaya pendinginan ruang muat memungkinkan untuk menjaga suhu ambien ruang cargo agar kenaikan suhunya dapat diperlambat. Bahan PCM yang digunakan adalah larutan NaCl dengan konsentrasi 18% karena memiliki kapasitas termal yang tinggi serta titik beku hingga -14°C. Penelitian eksperimental menggunakan sistem refrigerasi kompresi uap dengan ruang muat yang dipasang box enkapsulasi berisi PCM. Peneliti melakukan penelitian terhadap sistem refrigerasi konvensional dan sistem refrigerasi hybrid PCM. Sistem refrigerasi konvensional memiliki waktu pendinginan yang lebih singkat dengan tekanan kerja yang lebih tinggi. Suhu komponen kedua sistem refrigerasi cenderung sama, kecuali pada kompresor. Suhu ambien dan laju kenaikan suhu sistem refrigerasi hybrid PCM lebih rendah dibandingkan sistem refrigerasi konvensional. COP kedua jenis sistem memiliki nilai yang tidak berbeda secara signifikan pada suhu -10°C, -15°C, dan -19°C. Hal ini menunjukkan kinerja sistem refrigerasi kedua sistem cukup stabil untuk melakukan proses pendinginan sesuai target suhu pendinginan
Perbandingan Indeks NDVI Tanaman Mangrove di Muara Sungai Kalimireng, Gresik Menggunakan Kamera Multispektral dan Citra Sentinel-2
Hutan mangrove memiliki fungsi penting sebagai penyerap karbon cukup baik di bumi, peran ini memiliki dampak positif bagi ekosistem kehidupan. Informasi hutan mangrove dapat diperoleh melalui data penginderaan jauh. Teknologi penginderaan jauh memiliki efisiensi yang tinggi untuk keperluan monitoring hutan mangrove, akan tetapi reso-lusi spasial citra yang rendah kurang efektif untuk pemantauan wilayah kurang dari 100 hektar. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi kamera multispektral pada hutan mangrove wilayah perairan Kalimireng, Gresik sebagai moni-toring hutan mangrove yang selanjutnya dibandingkan dengan citra satelit Sentinel-2A. Dengan teknologi penginderaan jauh ini, jenis dan kerapatan mangrove dapat diestimasi berdasar-kan nilai NDVI. Berdasarkan hasil pengambilan foto udara menggunakan kamera MAPIR 3 Survey nilai indeks NDVI berkisar di antara -0,140704−0,985896, sedangkan nilai NDVI pada Sentinel-2A berkisar di antara -0,196931–0,64069. rentang tersebut diklasifikasikan menjadi 5 kelas untuk MAPIR dan 4 kelas untuk Sentinel-2A. Klasifikasi dibagi menjadi lahan tidak bervegetasi, kehijauan sangat rendah, kehijauan rendah, kehi-jauan sedang, kehijauan tinggi. Hasil akurasi dari kedua citra memiliki OA 75 % untuk kamera MAPIR sedangkan 73,33% untuk Sentinel-2. Hasil korelasi dengan 50 titik menunjukkan korelasi positif antara kamera multispektral dan citra satelit Sentinel-2A. Nilai uji akurasi menentukan bahwa luas mangrove didapatkan dari kelas kehijauan tinggi untuk MAPIR dan kelas kehijauan sedang untuk Sentinel-2A, masing-masing luas mangrove adalah 41.065 ha untuk kamera MAPIR dan 36.097 ha untuk Sentinel-2A
VirGoes: Permainan Olahraga Bersepeda Tiga Dimensi Dilengkapi Sensor Detak Jantung
Olahraga adalah salah satu aktivitas fisik maupun psikis seseorang yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan. Olahraga memiliki banyak manfaat jika dila- kukan secara rutin. Salah satu olahraga yang ringan dan mudah adalah bersepeda. Meskipun demikian, banyak masyarakat yang masih kurang atau tidak berolahraga. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti kesibukan, cuaca yang tidak menentu, serta kejahatan yang semakin meningkat. Penelitian ini terkait rekayasa permainan olahraga bersepeda menggunakan Unity guna memudahkan masyarakat bersepeda dengan fitur seperti pemantauan detak jantung, kecepatan dan jarak tempuh. Pengu- jian ketiga fitur diatas pada permainan bersepeda ini dilakukan secara enam tahapan, yaitu pengujian mekanik, pengujian ske- nario dan FSM pengujian sensor detak jantung, pengujian sensor hall effect dan potensiometer, pengujian alat, pengujian integrasi alat dengan permainan, dan pengujian menampilkan data pada UI. Dari keseluruhan pengujian, diperoleh hasil untuk fitur kecepatan dan jarak tempuh yang sesuai dengan perhitungan. Sedangkan untuk fitur detak jantung, hasil yang didapat kurang akurat karena tidak sesuai dengan detak jantung normal
Studi Kelayakan Pemasangan Kabel Laut 150 kV Pakning-Bengkalis untuk Menurunkan Biaya Pokok Produksi (BPP) di Pulau Bengkalis
Kebutuhan listrik Pulau Bengkalis semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan ekonomi. Proyeksi kebutuhan energi listrik di Pulau Bengkalis 25 tahun mendatang mencapai 379,84 GWh dengan beban puncak 58,57 MW. Saat ini Pulau Bengkalis masih menggunakan PLTD sebagai sumber listrik dengan cadangan daya sebesar 1 MW. Keterbatasan daya dan tingginya BPP pada PLTD membuat penjualan listrik menjadi terbatas. Salah satu cara untuk menurunkan BPP di Pulau Bengkalis adalah dengan menginterkoneksikan Pulau Bengkalis dengan Pulau Sumatera menggunakan jaringan kabel laut 150 kV. Pemasangan kabel laut membutuhkan analisis operasi dan ekonomi. Analisis operasi mecakup aliran daya, hubung singkat dan setting proteksi. Dengan memodelkan Sistem Sumatera kedalam software ETAP, maka Sistem Sumatera masih dalam batas standard Grid Code Sumatera ketika kabel laut Pakning-Bengkalis beroperasi. Dari analisis ekonomi, pemasangan kabel laut 150 kV Pakning-Bengkalis layak dilakukan karena NPV bernilai positif dan payback period selama 18 tahun. Dengan beroperasinya kabel laut ini, maka BPP di Pulau Bengkalis menurun dan pendapatan penjualan listrik akan dapat meningkat