Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Analisis Produktivitas Lahan Menggunakan Metode Highest and Best Use pada Lahan Kosong di Jalan Ahmad Yani Kota Surabaya

    Get PDF
    Dengan ketersediaan lahan di Surabaya yang terbatas, maka pemilik lahan perlu memaksimalkan lahan yang dimiliki untuk menghasilkan produktivitas tertinggi. Salah satu lahan yang masih belum digunakan adalah lahan kosong seluas 66.394 m2 di Jalan Ahmad Yani No. 333 Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya. PT. Podo Joyo Masyhur (PJM) selaku pemilik lahan belum memiliki rencana untuk menggunakan lahan tersebut. Lahan tersebut berada dekat Exit Tol Surabaya-Sidoarjo, Pintu Tol Dukuh Menanggal, dan memiliki akses jalan dari Jalan Arteri Ahmad Yani Surabaya. Penentuan jenis properti yang akan dikembangkan pada sebidang lahan sangat berpengaruh pada nilai lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui properti apa saja yang dapat dibangun dan memberikan nilai lahan tertinggi pada obyek penelitian. Metode yang digunakan adalah highest and best use. Terdapat empat kriteria yang perlu dipenuhi sebuah lahan agar dapat disebut sebagai penggunaan tertinggi dan terbaik yaitu analisis secara legal (Legally Permissibility), analisis secara fisik (Physically Possibility), analisis secara finansial (Financially Feasiblility), dan analisis produktivitas maksimum (Maximum Productivity). Analisis secara legal meliputi zoning dan bulding code. Analisis secara fisik (Physically Possibility) meliputi lahan, ukuran & bentuk lahan, aksesbilitas lahan, dan basic design. Analisis secara finansial (Financially Feasiblility) meliputi perencanaan biaya investasi, pendapatan, pengeluaran, dan analisis arus kas. Analisis produktivitas maksimum meliputi peningkatan nilai lahan terbesar dari setiap alternatif properti. Dari hasil penelitian didapatkan alternatif properti untuk pengembangan lahan, yaitu kombinasi pusat perbelanjaan, perkantoran, dan apartemen atau hotel. Dari alternatif tersebut, pusat perbelanjaan, perkantoran dan hotel menjadi alternatif bangunan dengan penggunaan tertinggi dan terbaik. Alternatif properti tersebut memiliki nilai lahan sebesar Rp 54.729.176/m2 dengan persentase kenaikan nilai lahan adalah sebesar 211% dari nilai lahan awal

    Analisis Lokal Sambungan Kritis Akibat Pengaruh Scouring pada Tripod Jacket Platform

    Get PDF
    Kegagalan struktur lepas pantai dapat terjadi apabila dalam perencanaan desain tidak melakukan analisa terhadap faktor yang mempengaruhinya. Salah satu parameter yang harus ditinjau adalah kemampuan struktur dalam menahan beban ketika terjadi scouring. Peristiwa scouring dapat mengakibatkan penurunan daya dukung pondasi baik secara vertikal maupun lateral sehingga akan mengurangi kekuatan struktur. Karena itu, penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh scouring terhadap struktur tripod jacket platform. Analisis awal dilakukan untuk mengetahui maksimum kedalaman scouring yang dapat diterima struktur serta integritas struktur karena pengaruh scouring. Salah satu luaran yang dihasilkan pada analisis tersebut adalah sambungan kritis yang nantinya akan digunakan dalam analisis distribusi tegangan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, didapatkan maksimum kedalaman scouring agar struktur tetap layak beroperasi berada pada kedalaman 2,4 m. Member kritis terjadi pada member 130-202L dengan Unity Check (UC) 0,997 dan sambungan kritis terjadi pada joint 203L dengan besar UC 0,536 pada maksimum kedalaman scouring. Nilai Safety Factor pada masing-masing pile sudah melebihi 1,5. Tegangan maksimum sambungan kritis berlokasi pada daerah saddle dengan kondisi non scouring bernilai 205,51 Mpa dan kondisi max scouring bernilai 213,81 Mpa. Karena itu, struktur dikatakan masih layak beroperasi untuk 20 tahun ke depan saat mengalami scouring dengan maksimum kedalaman 2,4 meter

    Studi Ekperimental Karakteristik Aerodinamik Aliran Melintasi Silinder Sirkular dengan Bodi Pengganggu Airfoil Simestris NACA 0012, NACA 0018, dan NACA 0024

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang pengaruh penambahan bodi pengganggu airfoil di diepan silinder sirkular. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental pada silinder sirkular (D = 36 mm) dengan disturbance body berupa airfoil (NACA 0012, NACA 0018, NACA 0024) dengan angle of attack sebesar 5° diletakkan didepan silinder sirkular dalam sub-sonic wind tunnel berukuran (h = 200 mm, z = 200 mm, x = 2000 mm), yang diuji dengan variasi jarak S/D = 1,6 ; 2,0 ; 2,4 ; 2,8. Dalam penelitian ini, tekanan diukur menggunakan pressure taps yang dipasang pada permukaan silinder sirkular, sementara profil kecepatan diukur menggunakan pitot static tube yang terletak di belakang silinder sirkular. Pada penelitian eksperimental ini diperoleh reduksi koefisien drag pressure (CDP) paling besar terjadi pada silinder sirkular dengan penambahan bodi pengganggu berupa airfoil NACA 0024 pada variasi jarak longitudinal (S/D) = 1,6 sebesar 16,3%. Kemudian didapatkan pula reduksi koefisien drag pressure (CDP) paling rendah yaitu terjadi pada silinder sirkular dengan bodi pengganggu airfoil NACA 0012 dengan variasi jarak longitudinal (S/D) = 2,8 sebesar 1,2%. Berdasarkan grafik distribusi profil kecepatan dibelakang silinder sirkular didapatkan bahwa defisit momentum paling kecil terjadi pada konfigurasi jarak (S/D) = 1,6 dan NACA 0024. Sedangkan pada jarak (S/D) = 2,8 dan NACA 0012 menunjukkan defisit momentum paling besar. Semakin besar defisit momentum yang dihasilkan maka semakin besar wake yang terbentuk sehingga gaya drag yang terjadi pada silinder sirkular semakin besar, begitu juga sebaliknya

    Analisis Bandara Internasional Sam Ratulangi Sebagai Gerbang Internasional Pariwisata Indonesia Timur Berdasarkan Travel Cost Dan Travel Time Wisatawan

    No full text
    Perkembangan pariwisata di Indonesia masih belum seimbang dari segi jumlah wisatawan yang mengunjungi daerah wisata di Indonesia bagian timur. Hal tersebut menyebabkan oleh travel time yang lama dan travel cost yang mahal untuk mencapai daerah wisata tersebut. Lokasi pariwisata yang ada di Indonesia Timur yang menjadi daerah tujuan adalah Kepulauan Kei, Kepulauan Banda Neira dan Pulau Seram di Maluku; Labuhan Bajo, Pulau Komodo dan Danau Kelimutu di Nusa Tenggara Timur; Raja Ampat di Papua Barat, Morotai di Maluku Utara, Teluk Cendrawasih dan Pulau Biak di Papua; Taman Nasional Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Likupang dan Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara; dan Teluk Tomini di Gorontalo. Selama ini perjalanan menuju daerah tersebut menempuh rute dari Jakarta atau Bali menuju ke daerah tersebut. Dari studi sebelumnya terkait distribusi cargo di Indonesia Timur, diperoleh hasil bahwa Bandar Udara Sam Ratulangi memberikan alternatif pada waktu perjalanan yang lebih singkat. Didasari oleh hal tersebut ide untuk menjadikan Bandar Udara Sam Ratulangi menjadi gerbang pariwisata muncul. Dalam menganalisa kemungkinan Bandar Udara Sam Ratulangi menjadi gerbang pariwisata, telah dilakukan pengumpulan data dan perhitungan terkait waktu dan biaya perjalanan menuju lokasi pariwisata yang ada di Indonesia Timur berdasarkan dua kondisi yaitu simulasi dari Bandara Internasional Sam Ratulangi dan dari rute eksisting yang melayani menuju bandara tujuan. Setelah dibandingkan didapatkan dari 8 bandara tujuan pilihan 6 diantaranya memiliki jarak yang lebih dekat serta waktu tempuh dan biaya perjalanan yang lebih rendah untuk kondisi simulasi dari Bandara Internasional Sam Ratulangi dibandingkan dengan keadaan rute eksisting, sedangkan satu bandara tidak bisa dibandingkan karena tidak adanya penerbangan komersial berjadwal menuju bandara tersebut

    Perancangan Jalan Akses Pabrik Ketiga PT Greenfields Indonesia di Desa Tlogo Gentong, Doko, Blitar, Jawa Timur

    Get PDF
    Rencana pembukaan pabrik pengolahan susu ketiga milik PT Greenfields Indonesia di Kabupaten Blitar, Jawa Timur bertujuan untuk menyumbang kontribusi pertumbuhan pelaku industri pengolahan susu di Indonesia. Lokasi yang dijadikan sebagai tempat mendirikan pabrik ini memiliki kondisi jalan yang belum memadai. Sehingga, diharapkan perancangan sebuah jalan yang diharapkan nantinya akan menjadi fasilitas sistem transportasi aktifitas lalu lintas harian pabrik secara keseluruhan. Hasil perancangan Jalan Akses Pabrik Ketiga PT Greenfields Indonesia di Desa Tlogo Gentong, Doko, Blitar, Jawa Timur memiliki trase sepanjang 5,33 km dengan 4 Point of Intersections tikungan tipe Spiral-Circle-Spiral dan 28 Point of Intersections tikungan tipe Full-Circle serta 22 Point of Vertical Intersections. Komponen perkerasan kaku yang diperlukan untuk membangun jalan ini adalah lapis beton struktural setebal 240 mm, lapis Lean Mix Concrete setebal 100 mm, lapis drainase setebal 150 mm, sambungan tie bars dengan diameter 16 mm dan panjang 800 mm serta sambungan dowel dengan diameter 36 mm dengan panjang 450 mm yang membutuhkan anggaran biaya sebesar Rp. 31.300.073.000,-. Sedangkan komponen perkerasan lentur yang diperlukan adalah lapis AC – WC setebal 40 mm, lapis AC – BC setebal 60 mm, lapis AC – Base setebal 235 mm dan lapis fondasi agregat kelas A setebal 300 mm yang membutuhkan anggaran biaya sebesar Rp. 25.053.547.000,-. Dalam perancangan ini juga diperlukan tiga tipe saluran drainase sebagai komponen pelengkap jalan

    Redesain Geometrik Ramp Margajaya, Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu

    Get PDF
    Pembangunan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Segmen 2A Ujung menuntut terjadinya perubahan tata ruang pada Simpang Presdo. On/off ramp dari jalan tol tersebut terhubung dengan Simpang Presdo yang menyebabkan adanya penambahan lengan simpang pada daerah tersebut dari sebelumnya empat lengan menjadi lima lengan. Hal tersebut menyebabkan bertambah pula titik konflik lalu lintas pada kendaraan yang melintasi simpang tersebut. Oleh karena itu, direncanakan pengurangan lengan simpang dengan cara melakukan perencanaan ulang geometrik Entrance dan Exit Ramp Margajaya serta Simpang Presdo untuk mengurangi titik konflik lalu lintas pada Simpanng Presdo. Perencanaan ulang geometrik Entrance Ramp, Exit Ramp dan Simpang Margajaya mengacu pada Pedoman Desain Geometrik Jalan Raya Nomor: 13/P/BM/2021. Kinerja lalu lintas sebelum dan sesudah perencanaan ulang geometrik Entrance Ramp, Exit Ramp dan Simpang Margajaya akan dianalisis dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan hasil analisis kinerja lalu lintas, derajad kejenuhan Simpang Presdo kondisi eksisting pada jam puncak cukup tinggi, yaitu mencapai 0.98. Perencanaan ulang geometrik meliputi perencanaan on ramp dan off ramp, dimana untuk off ramp terbagi menjadi dua yaitu off ramp menuju Simpang Presdo dan off ramp menuju Jl. Veteran. Pada off ramp menuju Simpang Presdo direncanakan sebanyak 5 tikungan yang terdiri dari 4 tikungan FC dan 1 tikungan SCS. Pada off ramp menuju Jl. Veteran direncanakan sebanyak 3 tikungan yang terdiri dari 1 lengkung FC, 1 lengkung SCS, dan 1 lengkung SS. Pada on ramp direncanakan terdapat 4 tikungan yang terdiri dari 1 lengkung SCS, 1 lengkung SS, dan 2 lengkung FC. Setelah dilakukan perencanaan ulang, hasil perhitungan analisis kinerja simpang menunjukkan nilai derajat kejenuhan yang lebih kecil yaitu sebesar 0.92, yang berarti bahwa dilihat dari segi lalu lintas desain perencanaan ulang lebih baik daripada kondisi eksisting

    Analisis Lahan dengan Metode Skoring Berbasis GIS Sebagai Upaya Penanganan Banjir Pada Sub DAS Gunting

    Get PDF
    Sub DAS Gunting, dengan luas mencapai 363 km2, memiliki peran krusial sebagai wilayah resapan air di dalam DAS Brantas. Namun, dampak perubahan tata guna lahan yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang cepat telah mengurangi luas resapan air, yang pada gilirannya berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir. Untuk mengatasi tantangan ini, kami melakukan analisis spasial menggunakan metode skoring guna menilai tingkat kekritisan daerah resapan air di Sub DAS Gunting. Analisis kekritisan lahan ini dilakukan dengan membandingkan potensi infiltrasi alami dan tingkat infiltrasi aktual di wilayah Sub DAS Gunting. Potensi infiltrasi alami dihitung melalui overlay dan skoring peta kemiringan lereng, peta jenis tanah, serta peta hujan infiltrasi. Sementara itu, tingkat infiltrasi aktual dievaluasi berdasarkan peta tutupan lahan Sub DAS Gunting. Berdasarkan analisis spasial dengan metode skoring, hasil menunjukkan bahwa kondisi potensi infiltrasi alami sebagian besar berada dalam kategori sedang dengan luas 182,3 km2 (50,11% dari luas Sub DAS Gunting), sementara kondisi kekritisan lahan mayoritas masuk dalam kategori baik dengan luas 157,7 km2 (43,35% dari luas Sub DAS Gunting). Temuan ini memberikan panduan penting dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk menjaga dan mengoptimalkan fungsi daerah resapan air serta mengurangi risiko banjir di Sub DAS Gunting

    Prediksi Ketinggian Air Laut untuk Pertimbangan Otomasi Buka Tutup Pintu Air Laut Menggunakan Neural Network

    Get PDF
    Proses produksi garam di PT. Garam bermula dari mengalirkan air laut melalui sebuah pintu air ke dalam tambak pengeringan. Air akan masuk ke dalam tambak secara alami hanya saat ketinggian air di luar tambak lebih tinggi dibandingkan dengan ketinggian air di dalam tambak. Untuk mengoptimalkan produksi garam, PT. Garam membutuhkan kemampuan memprediksi ketinggian air laut. Kemampuan memprediksi ketinggian air laut diperuntukkan untuk peng-optimalan penggunaan pintu air laut dalam proses produksi garam seperti waktu pembukaan dan penutupan pintu air laut. Waktu pembukaan atau penutupan yang tidak tepat dapat menyebabkan air laut mengalir kembali keluar yang akan mengurangi potensial kuantitas garam yang akan dihasilkan. Proyek Akhir ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dari PT. Garam dengan menggunakan metode Feedforward Neural Network untuk memprediksi ketinggian air laut. Model Feedforward Neural Network akan menggunakan nilai kecepatan angin, nilai temperatur, dan nilai derajat fase bulan untuk menghasilkan nilai prediksi ketinggian air laut. Penggunaan metode Feedforward Neural Network didasarkan dari jumlah data yang digunakan yang berjumlah 17.520 di mana metode peramalan konvensional dinilai kurang memadai. Hasil dari Proyek Akhir ini adalah sebuah model FeedForward Neural Network yang dapat memprediksi ketinggian air laut dengan nilai mean squared error antara nilai prediksi dan nilai nyata sebesar 0,0386

    Desain dan Evaluasi Antarmuka dan Pengalaman Pengguna Aplikasi myITS SportFacility

    Get PDF
    Fasilitas olahraga (Fasor) yang ada di Institut Teknologi Sepuluh Nopermber Surabaya (ITS) adalah salah satu fasilitas yang disewakan oleh ITS untuk mahasiswa, karyawan, dosen dan umum melalui aplikasi web dari manajemen Fasor Sepuluh Nopember. Web Fasor Sepuluh Nopember memerlukan perbaikan dari segi tampilan, infromasi yang diberikan, dan pola pemesanan lapangan. Supaya dapat lebih mudah digunakan oleh pengguna, meningkatnya ketersampaian informasi kepada pengguna, dan berkesinambungan dengan desain aplikasiaplikasi yang ada di platform myITS, maka web ini juga akan diganti nama menjadi myITS SportFacility. Dengan Contextual Inquiry, Contextual Analysis, Prototyping, dan Usability Evaluation dapat dihasilkan desain tampilan baru yang lebih nyaman dioperasikan oleh pengguna. Tahap pertama dalam Contextual Inquiry dilakukan pengumpulan informasi dan data terkait web Fasor Sepuluh Nopember yang lama. Kedua, Contextual Analysis dilakukan dengan menganalisis data dari tahap sebelumnya untuk pendukung proses perancangan, khususnya prototyping. Pada tahap ketiga, Prototyping dilakukan dengan merancang antarmuka dan pengalaman pengguna berdasarkan hasil tahapan-tahapan sebelumnya. Tahap terakhir adalah Usability Evaluation yang merupakan proses evaluasi produk berdasarkan tingkat kenyamanan pengguna. Evaluasi yang dilakukan dengan Usability Testing terhadap website Fasor ITS menghasilkan nilai Single Ease Question (SEQ) sebesar 6.43 – 6.86 dan nilai System Usability Scale (SUS) sebesar 68.93, sedangkan terhadap aplikasi myITS Sport Facility menghasilkan nilai SEQ sebesar 6.86 – 7 dan nilai SUS sebesar 91.79. Hal ini menunjukkan peningkatan ketergunaan aplikasi myITS Sport Facility yang ditandai dengan kenaikan nilai SEQ dan SUS dari ketergunaan sistem yang kini berjalan, yaitu website Fasor ITS

    Potential Field Path Planning pada Permainan Robot Sepak Bola Beroda

    Get PDF
    Robot sepak bola beroda merupakan robot yang berkompetisi pada Kontes Robot Indonesia, yaitu divisi Kontes Robot Sepak Bola Beroda Indonesia. IRIS merupakan salah satu tim robot dari ITS yang melakukan riset pada bidang ini. Robot ini bermain sepak bola menggunakan penggerak utama berupa motor beroda. Saat ini tim IRIS menggunakan metode kondisional dalam path planning dan hindari halangan. Pada penelitian ini ditemukan metode baru bernama Potential Field. Dimana Potential Field akan melakukan komputasi real-time dengan hanya mengandalkan dua rumus yaitu attractive field dan repulsive field yang nantinya hasil dari perhitungan tersebut akan menjadi kecepatan robot yang dikirimkan langsung ke motor. Serta diharapkan metode potential field ini akan dapat diimplementasikan guna mengurangi pekerjaan kondisional pada robot dengan menggantinya menggunakan rumus yang telah diuji serta mengimplementasikan metode ini pada permainan bertahan, menyerang, serta pada permainan nasional pada robot sepak bola beroda. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa metode potential field ini menghabiskan waktu 5068.2 milli sekon hingga 13466.90 milli sekon pada permainan menyerang, 5166.11 milli sekon hingga 7359.78, serta metode potential field dapat menghindari halangan, mencapai tujuan serta dapat menggiring bola hingga ke tujuan yang ditentukan. Implikasinya adalah potensi pengurangan pekerjaan kondisional pada robot sepak bola beroda dengan mengadopsi rumus yang telah teruji dan terimplementasikan secara efektif pada berbagai konteks permainan

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇