Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Pembuatan Dashboard Dan WebGIS Peta Interaktif Sebaran Lahan Kosong di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

    Full text link
    Dalam era digital saat ini, penggunaan Geographic Information System (GIS) dalam bentuk web-based atau WebGIS telah menjadi alat penting dalam perencanaan perkotaan. Salah satunya sebagai pendataan lahan kosong, WebGIS dapat digunakan untuk memvisualisasikan data terkait harga lahan. Kepadatan populasi dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah menyebabkan peningkatan permintaan lahan dan kenaikan harga lahan. Pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan yang mengatur pengendalian harga tanah, namun masih diperlukan data harga tanah yang lebih akurat di provinsi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan dashboard dan WebGIS peta interaktif di Provinsi DIY sebagai sarana untuk mengakses informasi harga tanah secara mudah, interaktif dan transparan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah data scrapping dan cleaning dari website lamudi untuk melihat lokasi, luas, dan harga lahan di Provinsi DIY yang nantinya akan di visualisasikan dalam bentuk Dashboard dan WebGIS berupa peta interaktif. Dashboard dan WebGIS lahan kosong di Provinsi DIY secara garis besar mempunyai 2 fitur utama, yaitu fitur dashboard pendataan lahan kosong dan fitur peta interaktif lahan kosong. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan kota dan pengendalian harga lahan di Provinsi DIY, serta memberikan sumbangan dalam pengembangan WebGIS dan dashboard sebagai alat yang efektif dalam menyajikan informasi geospasial yang relevan

    Permainan Simulasi Penanganan Krisis Negara dengan Pemodelan Finite State

    Full text link
    Mudahnya akses informasi juga memudahkan penyebaran hoaks dan misinformasi. Hoaks yang paling banyak beredar pada 2020 menurut laporan MAFINDO adalah hoaks yang berkaitan dengan pemerintah dan instansi negara. Hoaks tersebut biasanya muncul dan beredar saat negara sedang ada dalam kondisi krisis. Hal ini disebabkan salah satunya karena kurangnya pemahaman mengenai kompleksitas penanganan krisis suatu negara. Edukasi mengenai kompleksitas penanganan krisis secara efektif dapat disampaikan melalui permainan strategi. Permainan strategi mengandalkan kemampuan perencanaan, kecermatan dalam melihat situasi di masa mendatang, dan kemampuan pengambilan keputusan secara cepat. Hal ini cocok dengan penanganan krisis negara yang juga membutuhkan perencanaan matang. Melalui permainan strategi yang menyenangkan, pemain dapat merasakan menjadi pengambil keputusan dalam kondisi krisis. Kompleksitas penanganan krisis tadi juga menuntut desain permainan dan simulasi yang kompleks. Simulasi akan mencakup resource management yang dibutuhkan untuk mengelola krisis. Dalam permainan, juga akan nada kemungkinan muncul krisis baru jika pemain salah dalam mengelola resource yang ada. Akan terdapat juga krisis di luar kontrol pemain yang akan muncul pada saat-saat tertentu yang menggambarkan unpredictability dalam kondisi krisis. Simulasi akan menggunakan pemodelan finite state untuk mencapai desain yang diinginkan

    Pemetaan Kesesuaian Pengembangan Objek Wisata Waduk Selorejo Berdasarkan Kondisi Fisik Lapangan

    Full text link
    Pengembangan suatu wilayah menjadi objek wisata perlu memperhatikan beberapa faktor fisik seperti kondisi fisik lapangan. Kondisi fisik lapangan merupakan faktor yang penting dalam menentukan kesesuaian lahan pengembangan objek wisata. Pengembangan Wisata Waduk Selorejo didasar-kan pada analisis kondisi fisik lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menganalisis luas lahan, kemiringan lereng, dan ketinggian yang sesuai sebagai lokasi pengembangan wisata. Data kemiringan dan ketinggian diperoleh dari pengolahan data Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS). Objek pengembangan wisata ditentukan berdasarkan pengamatan lapangan secara langsung, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Malang tahun 2010, dan Peta Potensi Wisata Waduk Selorejo Tahun 2022 oleh Departemen Teknik Geomatika ITS. Ketentuan pengembang-an objek wisata dengan kondisi fisik lapangan diketahui melalui overlay peta topografi dan peta rencana pengembangan objek wisata. Pengembangan objek wisata yang dilakukan menghasil-kan 5 (lima) objek wisata baru berupa area outbound dengan kemiringan lereng sebesar 0%−15%, luas 600 m2, dan keting-gian 637 meter di atas permukaan laut (mdpl); bumi perke-mahan pada kemiringan lereng 0%−8%, ketinggian 640,5 mdpl, dan luas 2.500 m2; wisata petik buah dengan luas 5.000 m2 pada ketinggian 630−633,5 mdpl dan kemiringan lereng sebesar 0%−25%; tempat pemancingan di tepi waduk dengan keting-gian 623 mdpl dan kemiringan lereng mencapai >45% dengan area memancing sepanjang ±50 meter; serta kebun bunga dengan konsep terasering yang terletak pada lahan dengan kemiringan lereng 0% hingga >45% dan ketinggian 574−637 mdpl. Kesesuaian objek wisata yang dikembangkan dengan kondisi fisik lapangan divisualisasikan ke dalam Peta Kesesuai-an Pengembangan Wisata Waduk Selorejo Tahun 2023 dengan skala 1:5.000

    Perancangan Geometrik Rencana Reaktivasi Jalur Rel Babat–Tuban

    Full text link
    Babat dan Tuban termasuk kedalam wilayah Gerbangkertosusila yang pembangunannya menjadi perhatian oleh pemerintah. Di situ pula, direncanakan reaktivasi jalur Jombang–Babat–Tuban yang ditargetkan selesai di tahun 2030. Jalur ini memiliki segmen jalur yang sebelumnya ditutup di tahun 1990. Meskipun begitu, telah banyak pembangunan jalan raya, pemukinan yang dilakukan di atas jalur tersebut. Maka perlu dilakukan analisis kelayakan trase yang sudah ada dan perencanaan geometri untuk trase yang dirancang. Tahap awal yang dilakukan yaitu dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer berupa survey lapangan mengenai keadaan rel yang sudah ada, sedangkan data sekunder merupakan peta kontur, emplasemen stasiun yang ada, serta komponen rel. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap jalur yang sudah ada dan menilai mana bagian yang masih bisa digunakan dan tidak bisa. Pada bagian yang tidak bisa digunakan kembali, dilakukan perancangan beberapa trase alternatif yang kemudian dilakukan penilaian untuk memilih salah satu dari alternatif trase yang ada. Trase yang terpilih dirancang alinyemen horizontal dan vertikal, struktur, hingga emplasemen stasiun yang dilewati trase tersebut. Hasil perancangan ditemui bahwa terdapat beberapa bagian trase awal yang sudah tidak bisa digunakan akibat alih fungsi lahan menjadi pusat pemukiman dan perkotaan. Maka, dibuat trase alternatif yang mempertimbangkan aspek Aspek tata guna lahan, aspek teknis, potensi angkutan, dan aspek aksesibilitas. Trase alternatif yang dirancang merupakan jalur sepanjang 35,392 km dengan kelas jalan I yang memiliki kecepatan maksimum 120 km/jam. Dalam perancangan, dihasilkan trase dengan 24 lengkung horizontal dan 38 lengkung vertikal. Jalur ini dirancang menggunakan bantalan beton dengan jarak 60 cm antar bantalan. Sepanjang trase, kereta api akan berhenti di 3 stasiun yaitu Stasiun Babat, Stasiun Plumpang, dan Stasiun Tuban. Stasiun Babat memiliki 9 jalur dan berfungsi sebagai stasiun percabangan, Stasiun Plumpang memiliki 4 jalur, dan Stasiun Tuban memiliki 3 jalur serta berfungsi sebagai stasiun ujung

    Perencanaan Geometrik dan Perkerasan Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi II

    Full text link
    Provinsi Banten memiliki potensi pariwisata. Hal ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten yang kian meningkat. Peningkatan pertumbuhan ekonomi yang diiringi dengan peningkatan mobilitas manusia, barang dan jasa akan menyebabkan bertambahnya kebutuhan jumlah kendaraan. Sehingga kapasitas jalan juga akan meningkat. Peningkatan volume lalu lintas jalan menjadi sebuah permasalahan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pemerintah meningkatkan kapasitas jalan dengan membangun jalan bebas hambatan (jalan tol) yaitu Jalan Tol Serang-Panimbang. Dalam perencanaan ini berisi tentang penilaian trase alternatif terhadap trase rencana jalan tol milik Bina Marga, perencanaan geometrik yang mengacu pada “Peraturan Bina Marga untuk Perencanaan Geometrik Jalan Bebas Hambatan No. 13/P/BM/2021, Perencanaan tebal perkerasan jalan sesuai dengan “Manual Desain Perkerasan Jalan 2017”, perencanaan saluran drainase sesuai dengan “Pd. T-02-2006-B”, rencana anggaran biaya yang dibutuhkan, serta Perencanaan Rambu dan Marka yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2014 dan Nomor 34 Tahun 2014. Dari analisis yang dilakukan, dihasilkan Panjang jalan 23.055 km dengan 9 PI dan PVI sebanyak 32. Untuk tebal perkerasan 305 mm dengan sambungan tie bars dengan diameter 16 mm dan dimensi tipikal saluran drainase yaitu b=1.10 m dan h=0.5 m. Volume galian didapatkan sebesar 734.116,6 m3 dan volume timbunan didapatkan sebesar 9.015.869,14 m3. Rencana anggaran biaya yang diperlukan dalam pembangunan ini sebesar Rp.4.462.580.592.760,-

    Pra Desain Pabrik Surfaktan SLS Dengan Bahan Baku Lignin

    Full text link
    Pabrik Surfaktan Sodium Lignosulfonate (SLS) dengan Bahan Baku Lignin di Kabupaten Kampar, Riau, Indonesia, telah direncanakan dengan kapasitas produksi 2.500 ton per tahun. Pabrik ini bertujuan untuk memproduksi SLS, sebuah senyawa kimia yang banyak digunakan sebagai bahan pendispersi dalam berbagai aplikasi industri. Saat ini, mayoritas Sodium Lignosulfonate yang digunakan di Indonesia masih diimpor dari negara lain. Proses produksi SLS dimulai dengan tahap pre-treatment, di mana feed yang terdiri dari lignin dan impurities lainnya diolah melalui proses evaporasi dan pengasaman dengan H2SO4 20% untuk memperoleh isolat lignin. Selanjutnya, isolat lignin direaksikan dengan agen pensulfonasi NaHSO3 dalam reaktor sulfonator untuk menghasilkan Sodium Lignosulfonate (SLS) dengan tingkat konversi sebesar 89% mol. Setelah proses pemisahan pada sentrifus, SLS yang lebih murni akan mengalami proses metanasi dan evaporasi untuk mendapatkan produk SLS yang pekat. Proses pengeringan menggunakan fluidized bed dryer menghasilkan SLS berbentuk bubuk, yang kemudian dihaluskan dan diskrining sesuai spesifikasi produk. Produk yang sesuai spesifikasi disimpan dalam tangki penyimpanan, sedangkan yang tidak sesuai dikembalikan ke dalam proses produksi. Pabrik ini direncanakan untuk beroperasi pada tahun 2027 dengan pertimbangan indicator Supporting infrastructure, economical, dan environmental. Diperlukan total investasi sebesar Rp95.013.326.653,9 untuk mendirikan pabrik ini, dengan estimasi total biaya produksi sebesar Rp64.166.737.917,9 dan estimasi penjualan sebesar Rp63.125.250.000,0 per tahun. Pabrik ini diharapkan dapat beroperasi selama 25 tahun dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 25,20%, waktu pengembalian modal (POT) selama 7 tahun, dan Break Even Point (BEP) sebesar 40%

    Desain Liquified Natural Gas Bunkering Vessel (LNG BV) untuk Melayani Kapal Berbahan Bakar LNG yang Melewati ALKI II

    Full text link
    ALKI II per tahunnya dilalui 36.773 kapal, didomi-nasi oleh kapal bulk carrier yang mengangkut biji besi dari Australia ke Asia Timur. Terdapat tren pembangunan kapal bulk carrier berbahan bakar LNG sebagai alternatif yang bahan bakar lebih ramah lingkungan, sesuai dengan regulasi International Maritime Organization (IMO) untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Namun, pada ALKI II masih belum tersedia fasilitas pengisian kapal berbahan bakar LNG, sehingga terdapat peluang bisnis yang menjanjikan dalam operasi LNG bunkering vessel. Penelitian ini ditujukan untuk mendesain LNG bunkering vessel untuk melayani kapal berbahan bakar LNG pada ALKI II. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan data untuk pengembangan desain dan perhitungan teknis. Hasilnya divisualisasikan dalam rencana garis, rencana umum, safety plan, piping diagram dan juga model 3D. Hasil yang didapat pada penelitian ini yaitu LNG bunkering vessel dengan ukuran utama LPP = 104,3 m, LWL = 107,4 m, B = 18,44 m, H = 9 m, T = 5,7 m. Kapal ini akan melayani bulk carrier berbahan LNG pada ALKI II menggu-nakan 2 tangki IMO tipe C dengan total kapasitas 8.400 m3. Berbahan bakar dual fuel dengan daya 3.640 kW dan dioperasikan 20 awak kapal, kapal ini dibangun dengan biaya sebesar 29.304.334,82 Dolar AS

    Analisis Respon Getaran Stockbridge Damper sebagai Dynamic Vibration Absorber pada Kabel

    No full text
    Penyediaan energi listrik yang stabil dan terjangkau di Indonesia sangat penting terutama dalam peningkatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya pada kabel transmisi. Salah satu faktor penyebab kabel transmisi mengalami kegagalan adalah getaran aeolian. Getaran ini dapat menyebabkan resonansi berlebih, sehingga diperlukan stock-bridge damper sebagai dynamic vibration absorber untuk mere-dam getaran tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengeta-hui pengaruh variasi massa dan bentuk counterweight dari stockbridge damper serta mengetahui desain yang optimal untuk meredam getaran kabel pada rentang frekuensi 25 Hz hingga 51 Hz. Penelitian ini menggunakan konduktor berdiameter 29 mm dengan panjang 60 m dan DVA yang terdiri dari clamp, kabel messenger, dan counterweight. Simulasi dilakukan mengguna-kan sistem analisis static structural, modal, dan harmonic response pada Workbench ANSYS. Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan, penambahan DVA pada kabel konduktor mampu mempengaruhi respons getaran sistem dengan dapat mereduksi getaran yang terjadi. Semakin besar kekakuan sistem, maka semakin luas jangkauan redaman dan amplitudo akan semakin menurun. Dari beberapa variasi yang dilakukan, variasi konduktor dengan DVA C tidak mampu mereduksi getaran pada frekuensi eksitasi angin 34,5 Hz dan variasi kon-duktor dengan DVA A5 tidak mampu meredam getaran pada frekuensi eksitasi angin 48,3 Hz. Namun, variasi konduktor dengan DVA A4 mampu memberikan reduksi getaran terbesar sekitar 80,4% pada frekuensi eksitasi angin 41,4 Hz untuk variasi massa counterweight. Sedangkan, variasi konduktor dengan DVA B memiliki nilai reduksi terbesar pada seluruh fre-kuensi eksitasi angin untuk variasi bentuk counterweight. Se-hingga, konduktor dengan DVA B dapat dikatakan desain yang paling optimal dalam meredam getaran pada berbagai fre-kuensi eksitasi angin, yaitu dengan nilai reduksi sebesar 54,9% pada frekuensi 27,6 Hz, 5,9% pada frekuensi 34,5 Hz, 77,1% pada frekuensi 41,4 Hz, dan 3,3% pada frekuensi 48,3 Hz

    Analisa Reduksi Respon Getaran Kabel Konduktor terhadap Variasi Massa Counterweight pada Stockbridge Damper

    No full text
    Berdasarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kapasitas pembangkit listrik di Indonesia kapasitas pembangkit listrik terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Kenaikan ini mengakibatkan peningkatan pendistribusian energi listrik ke daerah-daerah. Pendistribusian dapat diting-katkan dengan penambahan jumlah saluran listrik udara ke daerah-daerah. Salah satu kendala pembangunan saluran listrik udara adalah adanya getaran aeolian. Stockbridge Dam-per adalah Tuned Mass Damper yang digunakan untuk menghi-langkan atau mengurangi getaran aeolian dengan cara menye-rap energi dari getaran kabel konduktor pada saluran listrik udara. Stockbridge Damper asimetris adalah Stockbridge Dam-per yang memiliki kinerja yang paling baik. Di pasaran perse-baran variasi berat total pada Stockbridge Damper asimetris semakin banyak. Variasi berat total menjadi acuan penjualan dipasaran. Akan tetapi, perbedaan berat antara kedua counterweight tidak terlalu diperhatikan. Sehingga diperlukan penelitian tentang pengaruh variasi massa counterweight untuk mempermudah pemilihan Stockbridge Damper Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan, penelitian ini akan menyimulasikan kabel konduktor dengan sebuah peredam Stockbridge Damper pada software ANSYS Workbench 2022 R1 dengan analisis Static Structural, Modal dan Harmonic Response. Hasil dari penelitian ini adalah hasil respon rasio getaran menunjukkan bahwa frekuensi natural pada kabel konduktor dengan stockbridge damper lebih kecil dibandingkan frekuensi natural pada kabel konduktor tanpa stockbridge damper, Persentase reduksi amplitudo getaran tertinggi terjadi pada variasi stockbridge damper dengan massa counterweight 2 kg dan 3,5 kg sebesar 99,21% pada frekuensi 33,8 Hz. Sedangkan persentase reduksi amplitudo getaran terendah terjadi pada variasi stockbridge damper dengan massa counterweight 1,5 kg dan 4 kg sebesar 77,83% pada frekuensi 30,8 Hz dan Hasil simulasi menunjukkan bahwa stockbridge damper dengan selisih massa counterweight yang lebih kecil mampu mereduksi lebih besar dibandingkan dengan stockbridge damper dengan selisih massa counterweight yang lebih besar

    Analisis Pengaruh Kontaminan pada Isolator Polimer Terhadap Karakteristik Partial Discharge dengan Menggunakan Termal dan Akustik

    Full text link
    Pada studi ini dilakukan analisa karakteristik PD isolator polimer dibawah pengaruh kontaminan berbasis emisi termal dan akustik. Adapun tujuan dari studi ini adalah membandingkan karakteristik PD antara isolator dengan dan tanpa kontaminan. Kontaminan yang dipergunakan adalah fly ash dan garam dengan berbagai variasi berdasarkan ESDD dan NSDD pada permukaan isolator. Tingkat konduktivitas masing-masing variasi kontaminan berdasarkan ESDD dan NSDD tersebut diukur untuk mengetahui tingkat kontaminasi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan kamera termal dan akustik pada tingkat tegangan tertentu. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kontaminan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan temperatur dan emisi akustik pada isolator yang diuji. Temperatur tertinggi pada isolator tanpa dan dengan isolator pada tegangan 20 kV masing-masing 32ºC. Secara umum, nilai emisi akustik dalam dB meningkat seiring peningkatan tegangan demikian pula dengan semakin tinggi tingkat kontaminan semakin tinggi pula temperatur dan emisi akustik pada isolator uji

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇