Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Penentuan Faktor Berpengaruh dalam Penerapan Housing Career System pada Penghuni Rusunawa Penjaringansari dan Rusunawa Warugunung
Tingginya harga rumah di Surabaya mengakibatkan MBR tidak mampu untuk membeli rumah. Rusunawa menjadi alternatif hunian yang diminati karena harga sewa yang murah. Pemerintah Kota Surabaya mengelola 18 rusunawa diantaranya adalah Rusunawa Penjaringansari dan Rusunawa Warugunung yang menjadi lokasi penelitian. Pada Peraturan Walikota Surabaya Nomor 83 Tahun 2022 mengatur bahwa rusunawa sebagai hunian sementara memiliki batasan waktu huni selama tiga tahun. Akan tetapi masih banyak penghuni rusunawa yang melanggar aturan tersebut sehingga menyebabkan sirkulasi pergantian penghuni unit terhambat dan terjadi tumpukan antrean penghuni rusunawa mencapai lima ribu pemohon pada tahun 2022. Penelitian mengenai housing career di Indonesia khususnya dengan sasaran MBR masih jarang ditemukan. Oleh sebab itu dalam penelitian ini hendak melakukan pentuan faktor terhadap penerapan housing career di Indonesia khususnya dalam penerapan untuk penghuni rusunawa. Dalam penelitian terdapat tujuh belas variabel yang digunakan dan dikelompokan dalam enam aspek antara lain: siklus hidup, pengalaman hidup, gaya hidup, sumber daya, pasar perumahan, dan peraturan kebijakan. Penelitian menggunakan metode confirmatory factor analysis untuk menentukan faktor-faktor berpengaruh dalam housing career pada penghuni Rusunawa Penjaringansari dan Warugung berdasarkan penilaian stakeholder dan analisa desktiptif kuantitatif dan kualitatif untuk mendeskripsikan kondisi eksisting Rusunawa Penjaringansari dan Rusunawa Warugunung. Hasil analisis faktor menentukan sepuluh faktor yang berpengaruh yang dikelompokkan kedalam empat aspek dan terdapat enam faktor yang tidak berpengaruh yang dikelompokkan kedalam lima aspek
Penilaian Tingkat Defensible Space Kawasan Sekitar Kampus ITS yang Terdampak Studentifikasi
Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat defensible space kawasan sekitar Kampus ITS yang terdampak studentifikasi. Pada kawasan sekitar Kampus ITS terdapat lima tipe permukiman yang mengalami studentifikasi yang diklasifikasikan berdasarkan kondisi batas administrasi, persebaran mahasiswa, karakteristik okupansi, dan tingkat kriminalitas. Kelima tipe permukiman tersebut yakni: tipe 1 Permukiman Gebang Putih, tipe 2 Permukiman Tegal Mulyorejo Baru, tipe 3 Perkampungan Kalisari dan Kejawan Putih Tambak, tipe 4 Permukiman Keputih dan Kejawan Gebang, serta tipe 5 Permukiman Keputih Bagian Selatan. Untuk mencapai tujuan penelitian, terlebih dahulu dilakukan perumusan kriteria defensible space sekitar Kampus ITS dengan analisis delphi. Tahap selanjutnya dilakukan penilaian tingkat defensible space sekitar Kampus ITS berdasarkan persepsi masyarakat dengan analisis service quality. Metode pengumpulan data dilakukan secara primer dan sekunder melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, studi literatur, serta survei instansi. Hasilnya, analisis delphi menetapkan 15 kriteria defensible space sekitar Kampus ITS yang diklasifikasikan ke dalam empat indikator yaitu territoriality, natural surveillance, image, dan milieu. Adapun penilaian tingkat defensible space kawasan sekitar Kampus ITS berdasarkan persepsi masyarakat berada pada kategori sedang untuk seluruh tipe permukiman. Diikuti dengan tujuh kriteria yang perlu diprioritaskan peningkatannya (ruang publik, paguyuban, kerapatan dan ketinggian tanaman, alat keamanan elektronik, pengawasan penduduk, fasilitas keamanan, dan alur khusus pendatang)
Penyediaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Berdasarkan Perkembangan Permukiman di Kabupaten Tapanuli Utara
Abstrak—Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah alokasi kebutuhan TPST yang harus disediakan berdasarkan perkembangan permukiman mendatang di Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Melakukan identifikasi dan pembobotan variabel yang berpengaruh terhadap perkembangan permukiman dengan menggunakan analisis AHP. Penelitian ini juga menggunakan metode Cellular Automata yaitu dengan Landuse Sim dalam memodelkan perkembangan penduduk mendatang, dan menggunakan standar 3242-2008 dalam merumuskan jumlah kebutuhan TPST yang harus disediakan di Kabupaten Tapanuli Utara mendatang. Temuan dari penelitian ini adalah pada tahun 2042, luas permukiman di Kabupaten Tapanuli Utara adalah 16.195 ha. Hal ini mengalami peningkatan sebesar 2.617 ha dibanding tahun 2022. Dengan pola perkembangan permukiman yaitu mengelompok. Dan hasil akhir dari penelitian ini bahwa pada tahun 2042, Kabupaten Tapanuli Utara membutuhkan sebanyak 4 TPST yang melayani 10 Kecamatan. Dengan tahapan penyediaan yaitu (1) Tahun 2027: penyediaan TPST di Kecamatan Siborongborong; (2) Tahun 2032: penyediaan TPST di Kecamatan Tarutung, Adiankoting, Sipoholon, dan Siatas Barita; (3) Tahun 2037: penyediaan TPST di Kecamatan Garoga, Pangaribuan, dan Sipahutar; dan (4) Tahun 2042: penyediaan TPST di Kecamatan Parmonangan dan Pagaran
Rancang Bangun Sistem Pemantauan Multi-Kebun Hidroponik Berbasis Website
Hidroponik, sebagai salah satu teknologi pertanian di lingkungan terkontrol, sering menghadapi masalah ketika kebutuhan tanaman tidak terpenuhi, dan pemantauan reguler menjadi kesulitan bagi petani. Untuk mengatasi masalah tersebut, perusahaan Indosat Ooredoo Hutchison mengembangkan aplikasi android bernama Hydromon yang terintegrasi dengan kebun hidroponik. Meskipun memiliki model klasifikasi untuk memberikan rekomendasi aksi pada parameter hidroponik, aplikasi ini memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki, seperti keterbatasan dalam memantau satu kebun dan tidak menyediakan histori data parameter kebun hidroponik.Tugas Akhir ini mengusulkan perancangan dan pembangunan sistem pemantauan kebun hidroponik berbasis website dengan menggunakan kerangka kerja Next.js dan Django REST menggunakan metode V-Model. Sistem diimplementasikan dengan arsitektur client-server dan API sebagai penghubung basis data dengan website. Melalui pengujian unit, integrasi, sistem, dan penerimaan pengguna, sistem ini berhasil melewati semua kasus uji dengan hasil "Berhasil" 100%. Keunggulan sistem yang dibangun termasuk kemampuan untuk menyimpan hasil klasifikasi rekomendasi tindakan, menambahkan model klasifikasi untuk tanaman lain, memantau banyak kebun, menyediakan histori data parameter kebun, memberikan informasi mengenai tanaman, dan mengirim notifikasi melalui pesan WhatsApp.Sistem pemantauan ini bertujuan untuk membantu petani dalam memantau dan menganalisis keadaan kebun hidroponik, sehingga meningkatkan kualitas hasil panen melalui berbagai perangkat
Pengaplikasian Rekayasa Nilai pada Proyek Apartemen Grand Shamaya, Kota Surabaya
Proyek Grand Shamaya merupakan sebuah proyek komplek apartemen yang terletak di Jl. Embong Sawo No.1, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota Surabaya. Proyek ini dimiliki oleh PT. PP Properti dengan kontraktor PT. PP (Persero). Pada saat ini tower yang sedang dilakukan pekerjaan adalah Aubrey Tower dengan total nilai proyek Rp. 803.862.498.379 dengan luas total bangunan yang dibangun adalah 13.981,74 m2. Setelah dilakukan Analisis Fungsi ditemukan beberapa item pekerjaan yang memiliki value lebih dari 1.5 kondisi ini mengindikasikan kemungkinan adanya unnecessary cost. Berdasarkan permasalahan tersebut memunculkan sebuah kebutuhan akan pengefisiensian biaya pembangunan Aubrey Tower dengan menggunakan metode Rekayasa Nilai. Metode Rekayasa Nilai yang digunakan pada Penelitian ini adalah dengan menggunakan rencana kerja yang terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, dan tahap rekomendasi. Tahap Informasi yang memunculkan item pekerjaan yang dapat dilakukan Rekayasa Nilai yaitu pekerjaan dinding dan pekerjaan plat. Tahap Kreatif, yaitu pencarian alternatif terhadap item pekerjaan terpilih pada tahap ini didapat alternatif yang tersedia adalah dinding batako dan Hollow Core Wall untuk pekerjaan plat adalah Superfloor deck dan Hollow Core Slab. Tahap Analisis, terdiri dari analisis Life Cycle Cost dan analisis pemilihan alternatif menggunakan Analytical Hierarchy Process. Pada tahap ini didapat alternatif terbaik adalah Hollow Core Wall untuk pekerjaan dinding dan Hollow Core Slab untuk pekerjaan plat. Tahap Rekomendasi, pada tahap ini dilakukan rekapitulasi dan kesimpulan mengenai alternatif terbaik yaitu Hollow Core Wall untuk pekerjaan dinding dengan total penghematan 2% dan Hollow Core Slab untuk pekerjaan plat dengan total penghematan 74%
Analisis Kinerja Waktu pada Proyek Pembangunan Gedung Smart Automation Workshop PENS dengan Metode Earned Value
Belakangan ini proyek konstruksi semakin bertumbuh pesat. Salah satu pembangunan proyek konstruksi yang sedang dibangun saat ini adalah Proyek Pembangunan Gedung Smart Automation Workshop PENS atau Politeknik Elektronika Negeri Surabaya yang terletak di Jl. Raya ITS, Kota Surabaya. Proyek ini direncanakan selesai dalam kurun waktu 69 minggu dimulai sejak Juli 2022 sampai dengan November 2023 dengan nilai kontrak sebesar Rp98.504.947.000. Waktu atau jadwal dalam pelaksanaan proyek memiliki batasan yang harus diperhatikan. Jika pelaksanaan melebihi batas waktu yang direncanakan atau mengalami keterlambatan, maka dapat mengakibatkan kerugian material dan immateriil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja waktu pada Proyek Pembangunan Gedung Smart Automation Workshop PENS dengan metode Earned Value sebagai bagian dari pengendalian proyek. Setelah mengetahui kinerja waktu proyek, maka dapat dihitung perkiraan waktu akhir yang diperlukan proyek dengan hasil kinerja yang telah didapatkan. Selain itu, dilakukan analisis faktor penyebab keterlambatan proyek dengan metode Fault Tree Analysis dan faktor penyebab kemajuan proyek yang terjadi dari hasil studi literatur dan wawancara. Penelitian Tugas Akhir ini dilakukan peninjauan dari minggu ke-31 sampai dengan minggu ke-40 proyek. Berdasarkan hasil analisis, nilai SPI kurang dari 1 didapat pada minggu ke-31 sampai dengan minggu ke-33 yang menunjukkan bahwa waktu pelaksanaan proyek mengalami keterlambatan. Sedangkan, nilai SPI lebih dari 1 didapat pada minggu ke-34 dan minggu ke-40 yang menunjukkan bahwa waktu pelaksanaan proyek lebih cepat dari perencanaan. Terdapat nilai yang menunjukkan waktu perkiraan penyelesaian akhir proyek selama 68 minggu pada minggu ke-36 yang lebih cepat 1 minggu dari waktu perencanaan. Tetapi terdapat nilai yang menunjukkan waktu perkiraan penyelesaian akhir proyek selama 70 minggu pada minggu ke-32 dan minggu ke-33 yang lebih lama 1 minggu dari waktu perencanaan. Faktor utama penyebab keterlambatan proyek terjadi pada pekerjaan tanah dan pondasi. Adapun faktor penyebab kemajuan merupakan dampak dari tindakan pengendalian dan percepatan terhadap basic event pekerjaan tanah dan pondasi mengalami keterlambatan
Strategi Pengembangan Wisata Alam dan Budaya di Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru Menggunakan Konsep Place Branding
Setiap daerah memiliki potensi dan daya tarik wisata yang berbeda dan memiliki strategi pengelolaan dan pengembangan yang berbeda pula untuk menarik wisatawan. Kecamatan Rumbai Timur memiliki sumber daya alam yang menarik, termasuk hutan tropis, keindahan Sungai Siak dan keberagaman hayati. Dengan segala potensi pariwisata yang dimiliki, Kecamatan Rumbai Timur membutuhkan strategi pengembangan pariwisata dengan menerapkan konsep place branding yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan ciri khas Kecamatan Rumbai Timur sebagai destinasi pariwisata yang strategis. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Proses identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh pada pengembangan branding pariwisata dilakukan dengan teknik Content Analysis. Selanjutnya, dilakukan identifikasi potensi dan masalah dari setiap objek dan daya tarik wisata di Kecamatan Rumbai Timur menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Setelah itu, dilakukan identifikasi tingkat kepuasan pengunjung terhadap faktor-faktor branding dengan menggunakan teknik statistik deskriptif. Terakhir, untuk merumuskan strategi pengembangan wisata alam dan budaya di Kecamatan Rumbai Timur dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT. Dalam merumuskan strategi wisata alam dan budaya di Kecamatan Rumbai Timur dilakukan 4 tahap sasaran analisis. Berdasarkan hasil sasaran 1 diketahui bahwa terdapat 9 faktor pengembangan branding pariwisata yang terkonfirmasi. Pada sasaran 2 dilakukan kajian terhadap potensi dan masalah dari masing-masing faktor. Pada sasaran 3, dilakukan identifikasi untuk menilai kepuasan pengunjung terhadap fakor branding untuk menentukan tingkat kepentingan strategi pengembangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat total 33 strategi pengembangan pada kelima objek wisata yang diteliti. Strategi pengembangan difokuskan pada objek wisata yang mengalami penurunan kunjungan drastis yakni Danau Buatan, secara spesifik dalam aspek Brand Communication, strategi tersebut diantaranya adalah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dapat membantu pengelolaan Danau Buatan serta memperkuat peran lembaga kemasyarakatan yang mandiri dan profesional dalam mendukung pengembangan Danau Buatan
Penurunan Kandungan BOD, COD, TSS, dan Warna pada Limbah Cair Industri Batik Menggunakan Cyperus papyrus dan Eleocharis dulcis dengan Sistem Reed Bed
Proses pembuatan batik menggunakan pewarna sintetis dan bahan kimia menghasilkan air limbah mengandung zat-zat kimia yang meningkatkan kandungan BOD, COD, TSS, dan warna pada air limbah. Pengolahan air limbah dengan sistem reed bed merupakan salah satu alternatif yang banyak digunakan karena kemudahan dalam konstruksi dan pemeliharaannya. Struktur utama reed bed system (RBs) yaitu lapisan bawah yang kedap air, terdapat kerikil dan pasir sebagai media penyaringan alami, dan tumbuhan. Tumbuhan Cyperus papyrus dan Eleocharis dulcis dapat meningkatkan kualitas air karena mempunyai kemampuan menyerap pencemar dalam air. Penelitian ini menganalisis kemampuan tumbuhan Cyperus papyrus dan Eleocharis dulcis dalam menurunkan kandungan pencemar pada air limbah industri batik menggunakan sistem reed bed dengan tipe pengaliran free surface flow (FSF) secara batch selama 7 hari. Karakteristik limbah cair industri batik di salah satu home industry batik di Kecamatan Kauman, Tulungagung mempunyai kandungan BOD 1123,65 mg/L, COD 2488,89 mg/L, TSS 1380 mg/L, pH 7,4, dan warna 0,859 A. Hasil Range Finding Test (RFT) tumbuhan dapat bertahan hidup pada konsentrasi limbah 10%. Penurunan kandungan BOD, COD, TSS, dan warna limbah cair industri batik paling efektif dan memenuhi baku mutu yaitu pada reaktor menggunakan tumbuhan Cyperus papyrus dengan waktu tinggal 5 hari dengan kandungan BOD 24,56 mg/L, COD 114,29 mg/L, TSS 50 mg/L, dan warna 0,038 A. Efisiensi penyisihan BOD 78,14%, COD 54,08%, TSS 63,77%, dan warna 56,34%
Desain Gelanggang Olahraga Terapung Serbaguna di Sungai Musi, Palembang
Olahraga adalah bagian integral dari masyarakat Indonesia. Olahraga tidak hanya meningkatkan daya tahan tubuh, tetapi juga membantu agar tetap sehat, melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari, dan mengurangi stres. Olahraga dan kesehatan sangat terkait satu sama lain. Menurut Undang-Undang RI nomor 11 tahun 2022, pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertanggung jawab untuk memastikan ketersediaan, pengelolaan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana olahraga. Namun, fasilitas olahraga tidak tersebar merata di Palembang, Sumatera Selatan. Palembang juga merupakan kota tertua di Indonesia yang memiliki beragam seni dan budaya. Maka, dalam Tugas Akhir ini akan dibahas Gelanggang Olahraga Terapung Serbaguna sebagai sarana olahraga bagi masyarakat serta dapat memfasilitasi berbagai macam kegiatan seperti kesenian dan hiburan yang diharapkan dapat menarik wisatawan lokal dan mancanegara untuk berkunjung, hal ini dapat membantu meningkatkan daya tarik wisata di kota Palembang. Desain ini dilakukan dengan beberapa langkah yang meliputi desain lapangan olahraga dan tribun penonton yang sesuai dengan peraturan, survei langsung ke GOR pembanding, menentukan lokasi penempatan, dan analisis teknis. Hasil dari desain gelanggang olahraga terapung ini adalah berupa pontoon dan memiliki ukuran utama LOA: 70 m, B: 21 m, H: 8 m, T: 4.2 m. Kapasitas sebesar 720 orang dengan 700 pengunjung dan 20 orang awak. Kemudian dilanjutkan dengan mendesain Rencana Garis, Rencana Umum, Perencanaan Keselamatan, dan Model 3D. Pada Tugas Akhir ini juga dilakukan analisis ekonomis dengan total biaya pembangunan sebesar Rp 35,845,306,312 dengan biaya operasional sebesar Rp 6,802,518,424 Selain itu, dilakukan juga perhitungan revenue dan didapatkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 35,999,957,054, Internal Rate of Return (IRR) senilai 25%, dan Payback Period selama 4 Tahun 6 Bulan
Pengaruh Perambatan Retak Pada Bracket Kantilever Terhadap Umur Lelah Konstruksi Kapal
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perambatan retak pada bracket kantilever terhadap umur lelah konstruksi kapal. Kelelahan struktural adalah salah satu penyebab utama kerusakan pada kapal, yang diakibatkan oleh beban dinamis dari gelombang laut dan aktivitas operasional sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Analysis) untuk memodelkan dan mensimulasikan perambatan retak pada bracket kantilever. Data kapal yang digunakan adalah dari kapal General Cargo 8800 DWT. Analisis dilakukan dengan memodelkan kantilever dan melakukan perhitungan stress intensity factor (SIF) serta laju perambatan retak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SIF meningkat seiring bertambahnya panjang retak dan telah melebihi nilai fracture toughness pada panjang retak 40 mm dengan nilai SIF 1693,00 MPa√mm, yang mengindikasikan kegagalan struktur. Umur lelah dari perambatan retak pada bracket kantilever adalah 102,545 hari ketika mencapai panjang retak 40 mm, di mana perambatan retak setelah initial crack memiliki pengaruh yang signifikan terhadap umur lelah struktur, yaitu selama 64,114 hari