Share : Social Work Journal

Share : Social Work Journal
Not a member yet
    172 research outputs found

    IMPLEMENTASI SDG'S-12 MELALUI PENGEMBANGAN KOMUNITAS DALAM PROGRAM CSR

    Get PDF
    Meningkatnya konsumsi dan produksi manusia telah memberikan dampak negatif bagi kehidupan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mencapai pola konsumsi dan produksi berkelanjutan yang sejalan dengan SDGs-12. Program CSR dapat menjadi alternatif untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini karena adanya kaitan yang erat antara tanggung jawab sosial perusahaan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Perusahaan dapat menciptakan program pengembangan komunitas di bidang pengelolaan limbah organik dan anorganik. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan dan pengelolaan sampah, perusahaan dapat membantu menciptakan budaya keberlanjutan yang lebih luas. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data studi literatur. Penulis mencoba menganalisis penelitian kepustakaan sebelumnya yang berisi informasi dan data empiris tentang hubungan antara SDGs dan pengembangan komunitas dalam CSR, serta skenario yang dapat diterapkan oleh CSR perusahaan untuk pengelolaan limba

    Penerapan Perspektif Psikososial Pada Pekerja Sosial Sekolah Dalam Menangani Anak Korban Perang

    Get PDF
    Anak-anak yang berada pada lingkungan perang mengalami berbagai peristiwa traumatis, termasuk pemboman, penembakan, hingga kekerasan kekerasan seksual. Peristiwa tersebut tidak hanya merenggut hak-hak anak tetapi juga akan menciptakan risiko tinggi anak mengalami masalah kesehatan mental. Situasi ini membutuhkan intervensi psikososial sebagai upaya pemulihan kesejahteraan anak oleh pekerja sosial sekolah. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana pekerja sosial sekolah dalam menerapkan intervensi psikososial untuk membantu anak-anak korban perang. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan untuk mencari data dan fenomena faktual mengenai penerapan perspektif psikososial pada pekerja sosial sekolah dalam intervensi kepada anak korban perang. Hasil yang didapatkan yaitu, pekerja sosial sekolah dapat melakukan Intervensi psikososial berbasis sekolah dengan berbagai pelayanan, tahapan, dan tingkatan dengan tetap melakukan proses assessment, perencanaan intervensi, dan melakukan intervensi. Proses pemberian intervensi psikososial terhadap anak korban perang juga memberikan kesempatan pekerja sosial untuk bekerjasama dengan teman sebaya, orang tua, masyarakat, serta komunitas ataupun NGO

    PROGRAM “BANTU HIDUP”: INOVASI SOSIAL PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT KORBAN BENCANA ALAM DI SULAWESI TENGAH PADA MASA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Pandemi Covid-19 menjadi ancaman baru bagi korban bencana alam 28 September 2018 di Sulawesi Tengah khususnya yang masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara). Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya pemerintah dalam menghentikan penularan virus Covid-19 berimplikasi pada pembatasan aktivitas ekonomi masyarakat termaksud korban bencana yang ada di Huntara. Kondisi ini menyebabkan banyak masyarakat yang terkena PHK dan pelaku usaha menutup usahanya. Artikel ini bertujuan mengkaji inovasi sosial pada program Bantuan Non-Tunai Sumber Penghidupan (BaNTu Hidup) oleh Yayasan Sikola Mombine melalui dukungan Save The Children dan Swiss Solidarity sebagai bentuk layanan sosial pada masyarakat korban bencana alam khususnya bagi pelaku usaha dan masyarakat rentan yang akan memulai usaha. Penelitian ini menggunakan metode penelitian penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi literatur terhadap sumber rujukan dan berbagai dokumen laporan pelaksanaan program. Penelitian menunjukan Inovasi Sosial yang dilakukan oleh Yayasan Sikola Mombine melalui program “BaNTu Hidup” berhasil membangun kemandirian ekonomi keluarga yang berkelanjutan dimana 97% dari 353 penerima manfaat memulai atau melanjutkan usahanya. Program “BaNTu Hidup” diimplementasikan dengan ide dan praktik yang baru dalam memecahkan masalah sosial ekonomi yang dihadapi sehingga tercipta kemandirian ekonomi masayarakat. Program “BaNTu Hidup” merupakan contoh inovasi layananan masyarakat yang mampu mengoptimalkan praktik layanan sosial di masa krisis. The Covid-19 pandemic has become a new threat for victims of the September 28, 2018 natural disaster in Central Sulawesi, especially those who are still living in the temporary shelter. The Large-Scale Social Restriction Policy as an effort by the government to spread the Covid-19 virus has implications for the economic activities of the community, including disaster victims in refugee camps. This condition encourages many people who have been laid off and business actors to open businesses. This article aims to examine the social innovations of the Sikola Mombine Foundation's Non-Cash Livelihood Assistance (“BaNTu Hidup”) program through the support of Save The Children and Swiss Solidarity as a form of social service for communities affected by natural disasters, especially for economic actors and vulnerable communities who went into businese. This study uses a qualitative descriptive research method with data collection techniques in the form of interviews and literature studies of reference sources and various program implementation report documents. Research shows that the Social Innovation promoted by the Sikola Mombine Foundation through the “BaNTu Hidup” program has succeeded in building sustainable family economic independence where 97% of the 353 beneficiaries or continue their development. The “Help for Life” program is implemented with new ideas and practices to solve socio-economic problems faced in order to create community economic independence. The “BaNTu Hidup” program is an example of community service innovation that is able to optimize social service practices in times of crisis

    ACTIVE AGING DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN LANJUT USIA

    Get PDF
    Ageing Population atau penuaan penduduk merupakan fenomena global yang sedang terjadi. Meningkatnya populasi lansia di dunia terjadi dikarenakan semakin membaiknya faktor kesehatan, menurunnya angka kematian bayi, akses pendidikan yang mudah, hingga meningkatnya lowongan pekerjaan. Bersamaan dengan hal tersebut, kondisi tubuh lansia akan menurun secara alamiah, baik dari fisik dan psikisnya. Lansia termasuk kaum marginal dengan stigma mereka dianggap sebagai beban dan hanya bergantung kepada usia produktif. Untuk mengatasi hal tersebut, WHO mengeluarkan konsep Active Aging yang diharapkan dapat memaksimalkan potensi lansia. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran Active Aging dalam meningkatkan kesejahteraan lanjut usia. Pada penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari kajian ini menemukan: 3 pilar dalam Active Aging meliputi partisipasi, kesehatan, dan keamanan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia. Partisipasi dilakukan dengan memberikan kesempatan bagi lansia untuk berpartisipasi aktif dalam sektor sosial, ekonomi, dan fisik. Kesehatan lansia yang baik ditandai dengan sehat secara fisik dan mental, juga dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari. Kesehatan lansia dapat dijaga dengan tetap memaksimalkan gaya hidup sehat, olahraga teratur, mengkonsumsi makanan bergizi, dan menjauhi kebiasaan buruk seperti merokok. Keamanan meliputi keamanan secara sosial, fisik, dan ekonomi. Keamanan yang rentan dialami oleh lansia adalah keamanan ekonomi, lansia yang tidak memiliki dukungan secara finansial memerlukan dukungan penuh dari pemerintah. Tercapainya kesejahteraan lansia juga akan meningkatkan kualitas hidup lansia. Diperlukannya peran maupun dukungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam memaksimalkan Active Aging pada aspek partisipasi, kesehatan, dan keamanan

    KONTRIBUSI KELUARGA TERHADAP MUNCULNYA PERILAKU KENAKALAN PADA REMAJA

    No full text
    Keluarga merupakan bagian atau unsur terkecil dari suatu masyarakat. Salah satu fungsi dasar keluarga yakni fungsi afektif. Fungsi afektif memiliki keterkaitan dengan fungsi internal keluarga yakni upaya perlindungan dan dukungan dalam hal psikososial bagi para anggota keluarga. Permasalahan yang terjadi dalam kehidupan keluarga berpotensi menyebabkan berkurangnya kualitas dari fungsi afektif yang diterapkan di dalam suatu hubungan keluarga. Komunikasi yang dijalankan oleh seorang anak terutama di usia remaja dengan orang tuanya tidaklah selalu berjalan dengan baik. Terjadinya suatu persoalan antara anak dan orang tua dapat memungkinkan timbulnya permasalahan, salah satunya berupa perilaku kenakalan remaja. Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa, masa remaja dapat dikatakan merupakan masa yang penting dan menjadi titik kritis dalam fase tumbuh kembang seorang anak menuju usia dewasa, karena pada masa remaja seseorang didorong untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dalam menghadapi suatu permasalahan yang dihadapinya. Artikel ini membahas mengenai keluarga dan dinamika yang terjadi didalam kehidupan keluarga, sehingga menjadi penyebab terjadinya perilaku kenakalan remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Hasil studi menunjukkan bahwa kurangnya peran orang tua dalam memberikan perhatian dalam menjalin hubungan komunikasi terhadap anak menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja, maka untuk mengatasi kasus tersebut orang tua harus menjalin hubungan dan komunikasi yang baik bagi anak serta menjadi teladan yang baik bagi seorang anak

    PERUBAHAN MIND SET PETANI: REFLEKSI DAMPAK SOSIAL PROGRAM PENGEMBANGAN PERTANIAN SAYUR MAYUR PT GAG NIKEL

    Get PDF
    Social return on investment (SROI) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur dampak dari investasi sosial yang dilakukan oleh perusahaan. Salah satu bentuk investasi sosial yang dilakukan oleh perusahaan yaitu Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat. Penulisan artikel ini ditujukan untuk menggambarkan perubahan pola pikir anggota kelompok tani selaku kelompok penerima manfaat dari Program Pengembangan Pertanian Sayur Mayur sebagai refleksi dari hasil perhitungan SROI yang telah dilakukan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, FGD, studi literature dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Program Pengembangan Pertanian Sayur Mayur telah berhasil mengubah pola pikir anggota kelompok tani, yaitu berupa meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani tentang penggunaan sistem pertanian bedengan, terbentuknya pola pikir untuk menjual hasil pertanian, timbulnya pemikiran untuk membuka usaha dari hasil penjualan sayur, timbulnya kemandirian dalam diri anggota kelompok tani untuk melakukan kegiatan pertanian secara mandiri, timbulnya pemikiran untuk menyekolahkan anak dari uang hasil penjualan sayur, dan terbentuknya pola pikir untuk menabungkan uang hasil penjualan sayur. Social return on investment (SROI) is one method that can be used to measure the impact of social investment made by companies. One form of social investment carried out by the company is the Community Development and Empowerment Program. The writing of this article is intended to describe the change in mindset of farmer group members as beneficiary groups of the Mayur Vegetable Agriculture Development Program as a reflection of the results of SROI calculations that have been carried out. The approach used in this study is a qualitative approach and data collection is carried out by means of in-depth interviews, FGDs, literature studies and literature studies. The results showed that the Vegetable Farming Development Program has succeeded in changing the mindset of farmer group members, namely in the form of increasing knowledge and skills of Farmer Group members about the use of the bed farming system, the formation of a mindset to sell agricultural products, the emergence of thoughts to open a business from the sale of vegetables, the emergence of independence in farmer group members to carry out agricultural activities independently, The thought of sending children to school from the money from selling vegetables, and the formation of a mindset to save money from selling vegetables

    FAKTOR RESILIENSI PADA JANDA LANSIA

    Get PDF
    Lanjut usia atau lansia janda merupakan kondisi manusia yang telah memiliki usia yang lanjut dan dapat dilihat dari segi fisik, segi emosi, segi intelektual dan batasan lama angka hidup individu menjalani kehidupan di dunia serta adanya perubahan status perkawinan dikarenakan kondisi ditinggal pasangan meninggal dan perceraian. Kondisi resiliensi janda lansia diakibatkan oleh banyak faktor yang mendukung terhadap proses penuaan yang dialaminya. Sehingga, pada penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan dan menggambarkan faktor-faktor resiliensi yang ada pada janda lanjut usia. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif karena bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai faktor apa saja yang mempengaruhi resiliensi janda lansia. Sedangkan teknik penelitian yang digunakan yaitu teknik penelitian studi deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi literatur dan studi dokumentasi yang dihimpun melalui searching di google scholar dengan keyword “resiliensi janda” dari tahun 2013-2022 dengan bantuan aplikasi publish or perish 8. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga faktor yang berperan dan berpengaruh bagi kondisi ketahanan janda lanjut usia mencakup faktor individu, faktor keluarga dan faktor komunitas berupa dukungan sosial yang dapat dikatakan sebagai jaringan sosial atau relasi, karena dengan adanya hal tersebut janda lansia akan lebih dapat mengekspresikan dirinya untuk melakukan kegiatan perekonomian ataupun kegiatan lain dengan suasana hati yang lebih tegar dan tangguh

    KEKERASAN SEKSUAL: PEREMPUAN DISABILITAS RENTAN MENJADI KORBAN

    Get PDF
    Fenomena kekerasan seksual pada perempuan disabilitas terus terjadi dan sangat rentan menjadi korban kekerasan seksual. Perempuan disabilitas mendapatkan beban yang lebih berat dibandingkan laki-laki disabilitas dan mereka mendapatkan perlakuan diskriminasi. Perlakuan diskriminasi ini karena alasan gender perempuan, penyandang disabilitasnya atau memiliki keterbatasan dan perempuan miskin. Tujuan dari penulisan ini yaitu untuk mengetahui faktor apa saja yang mengakibatkan perempuan disabilitas sangat rentan menjadi korban kekerasan seksual. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur atau kepustakaan, dimana menggunakan bahan bacaan sebagai sumber referensi dan bahan acuan untuk penulisan. Pada pengumpulan data yang dilakukan yaitu data berasal dari textbook, jurnal,dan artikel ilmiah yang sesuai dengan yang sedang diteliti. Analisis data yang dilakukan yaitu mencari data yang paling relevan, relevan dan cukup relevan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab perempuan disabilitas rentan menjadi korban kekerasan seksual yaitu adanya faktor individu dan lingkungan. Faktor individu diantaranya karena kedisabilitasannya, ketidakmampuan untuk menghindar, keterbatasan mobilitas dan akses pendidikan seksual. Sedangkan faktor lingkungan yaitu adanya stigma dan diskriminasi serta kurangnya dukungan sosial. Adapun dampak yang diterima oleh perempuan disabilitas sebagai korban kekerasan seksual yaitu trauma fisik dan psikologis, rasa malu dan stigma, kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain, isolasi sosial serta rasa tidak aman dan kekhawatiran yang berkelanjutan serta memungkinkan korban mengakhiri hidupnya

    MEMAHAMI DAMPAK DAN RESIKO PENGUNGKAPAN ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL UNDERSTANDING THE IMPACT AND RISK OF DISCLOSURE CHILD VICTIMS OF SEXUAL VIOLENCE

    Get PDF
    Kekerasan pada anak merujuk pada segala bentuk tindakan penyiksaan fisik dan/atau emosional, pelecehan seksual, mengabaikan atau kelalaian penanganan atau eksploitasi komersial atau lainnya kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak dan resiko yang akan ditimbulkan ketika anak melakukan pengungkapan atas kekerasan seksual yang dialaminya kepada pihak lain. Peneliti menggunakan metode studi kajian literatur dengan mengumpulkan data-data sekunder seperti buku, jurnal ataupun artikel-artikel ilmiah lainnya yang mengkaji tentang pengungkapan kejadian yang dialami oleh anak korban kekerasan seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak positif yang akan dirasakan oleh anak yang terbuka lebih besar dibandingkan dampak negatif. Anak yang melakukan pengungkapan secara mandiri mendapatkan layanan yang tepat oleh profesioanal, selain itu juga, pengungkapan kejadian yang dialaminya dilakukan oleh anak korban kekerasan seksual sebagai dasar dalam memfasilitasi terjadinya tindakan hukum atas pelaku kekerasan seksual. Seseorang yang kurang mampu dalam self-disclosure, terbukti tidak mampu menyesuaikan diri, kurang percaya diri, timbul perasaan takut, cemas, merasa rendah diri dan tertutup. Mereka yang tidak melakukan self-disclosure terhadap masalah yang sedang dihadapi, mengakibatkan mereka berada dalam kesulitan, dimana mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kondisi ini menyebabkan anak yang tidak melakukan pengungkapan secara mandiri akan menarik dirinya dari lingkungan sosial dan adanya kemungkinan mereka menjadi pelaku tindakan kekerasan seksual ataupun mereka akan memilih untuk menjajahkan diri mereka sendiri. Child abuse refers to all forms of physical and/or emotional abuse, sexual abuse, neglect or neglect of handling or commercial or other exploitation of children. This study aims to obtain an overview of the impact that will be caused when children open up to cases of sexual violence they experience. The researcher uses a literature review study method by collecting secondary data such as journal books or other scientific articles that examine the openness of children who are victims of sexual violence. The results show that the positive impact that will be felt by children who are open is greater than the negatif impact. Children who do self-disclosure can get the right service by professionals. In addition, the openness carried out by child victims of sexual violence is the basis for facilitating legal action against perpetrators of sexual violence. Someone who is less capable of self-disclosure, is proven unable to adjust, lacks confidence, creates feelings of fear, anxiety, feels inferior and closed. Those who do not do self-disclosure of the problems at hand, causing them to be in trouble, where they do not know what to do. This condition causes children who do not disclose independently to withdraw from the social environment and there is a possibility that they will become perpetrators of sexual violence or they will choose to colonize themselves

    RESILIENSI ANAK YANG PERNAH BERHADAPAN DENGAN HUKUM

    Get PDF
    Resiliensi individu yang pernah menjadi anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) dapat menentukan bagaimana mereka bangkit ketika mereka merasa terpuruk dengan keadaan-keadaan yang menekannya selama di penjara dan setelah bebas dari penjara. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami lebih dalam bagaimana gambaran resiliensi pada individu yang pernah menjadi anak yang berhadapan dengan hukum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Karakteristik informan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah empat orang Anak yang pernah Berhadapan dengan Hukum, pernah menjalani kehidupan di Lembaga Permasyarakatan Khusus Anak (LPKA), dan pernah mendapatkan pendampingan dari Yayasan Sahabat Kapas. Dari hasil data yang diperoleh, kemampuan resilien yang dimiliki keempat informan dalam mengatasi situasi menekan yang bervariasi ketika di penjara, seperti informan MA introspeksi diri hingga menyadari susahnya orang tua dalam mencari rejeki sehingga MA kembali semangat dalam menjalani kehidupannya di penjara, SH mengembangkan bakatnya dalam bermain gitar, KA menyadari dirinya sudah dewasa sehingga lebih memikirkan masa depan, serta MSF belajar shalat dan mengaji untuk menenangkan dirinya

    156

    full texts

    172

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Share : Social Work Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Share : Social Work Journal? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!