Share : Social Work Journal

Share : Social Work Journal
Not a member yet
    172 research outputs found

    TRANSFORMASI TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN: MEMAHAMI PENERAPAN CORPORATE CITIZENSHIP PADA PT. PANCAMAS ELITE MALANG

    Get PDF
    Artikel ini membahas penerapan corporate citizenship dalam strategi bisnis PT Pancamas Elite Malang. Dalam era globalisasi dan kompleksitas perkembangan bisnis, perusahaan semakin menyadari pentingnya memberikan dampak positif pada masyarakat dan lingkungan sekitar. PT Pancamas Elite Malang merupakan perusahaan yang telah mengadopsi nilai-nilai CSR dan mulai mempraktekkan corporate citizenship sebagai strategi dalam implementasi  tanggung jawab sosial perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dan studi kasus untuk mengumpulkan dan mengevaluasi literatur terbaru serta menganalisis praktik transformasi tanggung jawab perusahaan. Pencarian dilakukan menggunakan kata kunci seperti "transformasi tanggung jawab perusahaan," "corporate social responsibility," dan "corporate citizenship." Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Pancamas Elite Malang telah menerapkan corporate citizenship dengan langkah-langkah konkret. Perusahaan ini terlibat dalam kegiatan peningkatan kualitas hidup masyarakat seperti program pendidikan, inisiatif lingkungan, dan program kesejahteraan sosial. Artikel ini memberikan gambaran komprehensif mengenai penerapan corporate citizenship oleh PT Pancamas Elite Malang. Penelitian ini memberikan informasi, panduan, dan contoh nyata praktik yang dapat diadopsi oleh perusahaan lain untuk memahami dan menerapkan konsep-konsep tersebut dalam konteks bisnis mereka serta Implementasi CSR sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya. This article discusses the application corporate citizenship in the business strategy of PT Pancamas Elite Malang. In the era of globalization and complexity of business development, companies are increasingly realizing the importance of providing a positive impact on society and the surrounding environment. PT Pancamas Elite Malang is an example of a company that has adopted CSR values and corporate citizenship in its operations. This research uses literature review and case study methods to collect and evaluate the latest literature and analyze corporate responsibility transformation practices. Searches were conducted using keywords such as “corporate responsibility transformation,” “corporate social responsibility,” and “corporate citizenship.” The research results show that PT Pancamas Elite Malang has integrated CSR principles and corporate citizenship into its business strategy with concrete steps. The company is involved in CSR activities such as community education programs, environmental initiatives, and social welfare programs. This article provides a comprehensive overview of the implementation of CSR and corporate citizenship by PT Pancamas Elite Malang. This research provides information, guidance, and practical examples that other companies can adopt to understand and apply these concepts in their business context. The implementation of CSR has been proven to provide long-term benefits for companies and the surrounding community

    SELF-EFFICACY DALAM PROSES TRANSFORMASI PENYINTAS TB PARU (STUDI KASUS PADA KETUA YAYASAN PEJUANG TANGGUH)

    Get PDF
    Keberhasilan atas penyembuhan terhadap penderita TB paru sehingga penyintas dapat hidup secara normal kembali di tengah masyarakat, memberikan dampak positif di lingkungan sosial karena dapat melahirkan agen perubahan. Fenomena menarik dalam kasus ini adalah menunjukkan adanya motivasi pada penyintas TB paru untuk bertransformasi menjadi ketua Yayasan Pejuang Tangguh (Peta) yang memiliki perhatian dan kepedulian nyata terhadap para penderita TB paru. Artikel ini menjelaskan self-efficacy dalam proses transformasi penyintas TB paru menjadi ketua Yayasan Pejuang Tangguh (Peta) dan hal ini menunjukkan adanya kapabilitas human agency. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Studi Kasus digunakan untuk mengungkap keunikan yang dimiliki oleh informan, yaitu pada aspek self-efficacy dalam proses transformasi penyintas TB paru menjadi ketua Yayasan Pejuang Tangguh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy pada diri penyintas TB paru berperan dalam proses menentukan pilihan otonomnya sehingga menghasilkan keputusan dan membentuk kemandirian pada penyintas TB paru yang pada akhirnya berhasil melakukan perubahan dan berkontribusi positif terhadap lingkungan. Perubahan yang tercipta merupakan manifestasi dari motivasi dan niat yang dimiliki oleh penyintas TB paru untuk bangkit sekaligus menunjukkan adanya kapabilitas human agency dalam bertransformasi menjadi ketua Yayasan Pejuang Tangguh (Peta) dalam mendukung kesembuhan dari para penderita TB paru. Recovery success of pulmonary TB sufferers so that survivors can live normally again in society, providing a positive impact on the social environment because it can create agents of change. The interesting phenomenon in this case is that it shows the motivation of pulmonary TB survivors to transform into the chairman of the Yayasan Pejuang Tangguh (Peta) which has real attention and concern for pulmonary TB sufferers, as happened with the management of the Yayasan Pejuang Tangguh. This article attempts to explain self-efficacy in the process of transforming a pulmonary TB survivor into chairman of the Yayasan Pejuang Tangguh (Peta) and this shows the existence of human agency capability. This research was conducted using descriptive methods and a qualitative approach. Data collection techniques use indepth interview and observation. Case studies were used to reveal the uniqueness of the informants, namely the aspect of self-efficacy in the process of transforming a pulmonary TB survivor into the chairman of the Yayasan Pejuang Tangguh. The research results show that self-efficacy in pulmonary TB survivors plays a role in the process of determining their autonomous choices, resulting in decisions and forming independence in pulmonary TB survivors who ultimately succeed in making changes and contributing positively to the environment. The changes created are a manifestation of the motivation and intention of pulmonary TB survivors to rise and at the same time demonstrate the capability of human agency in transforming into the chairman of the Yayasan Pejuang Tangguh (Peta) in supporting the recovery of pulmonary TB sufferers.

    GANGGUAN DISMORFIK TUBUH PADA REMAJA PEREMPUAN

    Get PDF
    Remaja perempuan, terutama di masa pubertas, rentan terhadap kecemasan terkait penampilannya karena tekanan sosial dan standar kecantikan yang tidak realistis yang diperkuat oleh media. Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur untuk mengumpulkan data terkait gangguan dismorfik tubuh, termasuk faktor risiko, pendekatan terapi yang telah berhasil, dan upaya pencegahan yang diusulkan. Gejala dismorfik tubuh mencakup tindakan verifikasi fisik berulang dan menghindari interaksi sosial. Gangguan ini dapat menyebabkan depresi, kecemasan, dan rendahnya harga diri, mengganggu perkembangan, sehingga secara keseluruhan dapat menurunkan kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan dismorfik tubuh pada remaja perempuan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk perubahan fisik signifikan selama remaja. Mereka juga rentan berperilaku destruktif, seperti menggunakan obat-obatan atau alkohol, sebagai cara mengatasi stres dan ketidakpuasan. Gangguan ini dapat ditangani dengan terapi non-farmakologis, terutama Cognitive-Behavioral Therapy (CBT). Terapi ini dapat dilengkapi dengan terapi farmakologis untuk mengurangi gejala gangguan dan mencegah komplikasi. Penyuluhan dan pendidikan tentang citra tubuh yang realistis serta kesehatan mental diperlukan di sekolah, termasuk melalui kampanye di media sosial. Kelompok dukungan sebaya, orang tua, dan pengajar dapat menjadi sumber dukungan penting dalam mencegah dan mengatasi gangguan ini.   Adolescent girls, especially during puberty, are vulnerable to anxiety related to their appearance due to social pressure and unrealistic beauty standards reinforced by the media. This study employs a literature review approach to gather data related to body dysmorphic disorder, including risk factors, successful therapeutic approaches, and proposed prevention efforts. Symptoms of body dysmorphic disorder include repetitive physical verification actions and avoidance of social interactions. This disorder can lead to depression, anxiety, and low self-esteem, impeding development and overall reducing the quality of life. The study's findings indicate that body dysmorphic disorder in adolescent girls is influenced by several factors, including significant physical changes during adolescence. They are also prone to destructive behaviors, such as using drugs or alcohol, as a way to cope with stress and dissatisfaction. This disorder can be treated with non-pharmacological therapy, particularly Cognitive-Behavioral Therapy (CBT). This therapy can be supplemented with pharmacological treatment to reduce BDD symptoms and prevent complications. Counseling and education about realistic body image and mental health are needed in schools, including through social media campaigns. Peer support groups, parents, and educators can be important sources of support in preventing and addressing this disorder

    PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP BURNOUT PEKERJA SOSIAL PADA PELAYANAN ANAK KORBAN TINDAK KEKERASAN SEKSUAL

    Get PDF
    Burnout menciptakan kondisi dilematik dalam dunia kerja global dan berdampak kepada siapa saja sebagai individu maupun profesional. Di dalam praktik pekerjaan sosial, seting yang paling rentan mengalami burnout adalah mereka yang bekerja di perlindungan anak. Selain itu, pekerja sosial yang bekerja di lembaga pemerintahan cenderung memiliki tingkat burnout yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang bekerja di lembaga swasta. Stabilitas dan kualitas pelayanan sosial pun berdampak negatif. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi burnout adalah dukungan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik survei daring melalui Google Form untuk pengambilan data instrumen Work-related version of the Burnout Assesment Tool (BAT-23) dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Metode penarikan sampel menggunakan nonprobability sampling, tepatnya teknik purposive sampling. Data diolah menggunakan Microsoft Excel dan SPSS 25. Pada penelitian ini diketahui bahwa responden menerima cukup dukungan sosial dari keluarga, teman, maupun orang lain yang signifikan dan mengalami burnout dalam kategori sedang. Secara statistik dukungan sosial yang diterima, status pendidikan terakhir, masa kerja, dan jumlah hari kerja per minggu memiliki keeratan hubungan yang kuat dan signifikan berpengaruh simultan terhadap tingkat burnout pekerja sosial. Namun, tidak signifikan berpengaruh parsial terhadap tingkat burnout pekerja sosial. Asosiasi terbalik dari pengaruh dukungan sosial yang diterima terhadap burnout yang dialami menandakan jika semakin tinggi tingkat dukungan sosial yang diterima, maka akan membuat tingkat burnout semakin rendah, dan sebaliknya. Hal serupa berlaku bagi status pendidikan terakhir dan jumlah hari kerja per minggu

    PENGASUHAN POSITIF ORANGTUA DALAM MELINDUNGI HAK ANAK DENGAN DISABILITAS

    Get PDF
    Keluarga merupakan lingkungan yang begitu dekat dan erat bagi individu-individu yang ada di dalamnya, terkhusus bagi anak. Bagi anak, keluarga merupakan tempat untuk dia mendapatkan perlindungan serta kasih sayang. Sehingga, tidak heran bahwa anak cenderung lebih percaya dan mengandalkan keluarganya dalam hal-hal yang terjadi di dalam hidupnya. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam memberikan pengasuhan, didikan, serta perawatan kepada anak. Hal ini bertujuan agar anak dapat menerima kebutuhan-kebutuhan dan hak-hak mereka sebagai anak yang mampu membantu anak menjadi individu yang mandiri nantinya. Mereka yang disebut anak dengan disabilitas tidaklah sama dengan kebanyakan anak yang normal. Anak dengan disabilitas memiliki keterbatasan atau kekurangan baik dari segi fisik, mental, dan intelektual yang menghambat aktivitas kehidupan sehari-hari. Sehingga, pengasuhan positif orangtua terhadap anak dengan disabilitas sangat penting untuk menunjang tumbuh dan kembang anak. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengasuhan positif orangtua dalam melindungi hak anak dengan disabilitas. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menggunakan pengumpulan sumber data sekunder. Hasil dalam penelitian ini adalah peran orangtua dalam melindungi hak-hak anak dengan disabilitas antara lain memberikan perlindungan khusus kepada anak, membangun kemandirian anak, memenuhi kebutuhan anak akan makanan yang bergizi dan sehat, memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman, mendidik, membimbing dan melatih anak, serta memberikan dukungan dan motivasi kepada anak. Peran orangtua yang dijalankan dengan baik membantu hak anak dengan disabilitas terpenuhi, pengasuhan yang diberikan orangtua memberikan pengaruh terhadap kepercayaan diri anak, serta orangtua mampu melindungi hak-hak anak mereka.

    FAMILY-BASED PARENTING CHALLENGES: STUDY CASE MUHAMMADIYAH’S LKSA OF MALANG TANTANGAN PENGASUHAN ANAK BERBASIS KELUARGA : STUDI KASUS LKSA MUHAMMADIYAH MALANG

    Get PDF
    Abstract. This study aims to determine the constraints and challenges that exist in family-based childcare programs. Family-based care is care that involves parents as the main caregivers in raising children. The research method used in this study is a qualitative one with a case study type of research at LKSA Muhammadiyah Malang city and two LKSA staff as informants for this study. We chose LKSA Muhammadiyah Malang because the institution is one of the oldest orphanages in the city. Malang and the orphanage are one of the anti-hospital referral models in orphanages. But for now, Iksa is still preparing for treatment outside the hostel. The Muhammadiyah Malang Orphanage has provided outside care since 1932, when the orphanage was first established, until the 90s but stopped in the 2000s and focused only on boarding care. The results of the research, namely the processing of primary data in the form of interviews, revealed that there were two dominant problems underlying the obstacles in implementing family-based care, namely internal and external problems. The results of this study contributed to answering the existing questions. The limitation of this research is that the data used is still limited to the type of primary data, namely interviews. Further research needs to use secondary and primary data, namely observation and survey data.  Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala dan tantangan yang terdapat di program pengasuhan anak berbasis keluarga. Pengasuhan berbasis keluarga merupakan pengasuhan yang melibatkan orang tua sebagai pengasuh utama dalam mengasuh anak, Metode penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis Penelitian studi kasus di LKSA Muhammadiyah kota Malang dan dua staf LKSA sebagai narasumber penelitian ini, kami mengambil LKSA Muhammadiyah malang karena lembaga tersebut menjadi salah satu panti tertua di Kota Malang dan panti tersebut menjadi salah satu medel rujukan anti suhan asrama di dalam panti. Tapi untuk saat ini lksa tersebut masih memepersiapkan diri untuk asuhan di luar asrama, Panti  Asuhan muhammadiyah malang ini pernah melakukan asuhan luar pada tahun 1932 sejak pertama panti ini berdiri samapai dengan tahun 90an namun berhenti pada tahun 2000an dan berfokus pada  pengasuhan asrama saja. Hasil penelitian yaitu pengolahan data primer berupa wawancara mengungkapkan bahwa terdapat dua masalah dominan yang melatar belakangi kendala dalam pelaksanaan pengasuhan berbasisis keluarga yaitumasalah internal dan eksternal. Hasil penelitian ini berkontribusi pada pemenuhan jawaban dari pertanyaan yang ada. Keterbatasan penelitian ini adalah data yang digunakan masih terbatas pada jenis data jenis data primer yaitu wawancara. Penelitian berikutnya perlu menggunakan data sekunder dan primer, yaitu data observasi dan survey.

    DUKNGAN SOSIAL UNTUK KEBERLANJUTAN BISNIS KEWIRAUSAHAAN PEREMPUAN

    No full text
    Pemberdayaan menjadi strategi penting dalam meningkatkan peran perempuan dalam meningkatkan potensi diri agar lebih mampu mandiri dan berkarya. Keberlanjutan dalam kewirausahaan adalah keadaan atau kondisi suatu organisasi yang memiliki peluang untuk melestarikan, mengembangkan dan melindungi sumber dayanya serta memenuhi kebutuhan yang ada dalam organisasi (industri).Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui dukungan sosial yang diberikan kepada perempuan dalam menciptakan keberlanjutan bisnis.  Sampel dalam penelitian ini berjumlah 52 responden, mereka adalah perempuan pelaku usaha yang selanjutnya ditentukan dengan pendekatan simple random sampling. Instrumen yang disusun dalam kuesioner digunakan untuk mengambil data, dengan mengirmkan link gfrom kepada responden. Analisis data menggunakan aplikasi SMART PLS dengan membuat Analisa jalur dan mengujinya dengan bootstrapping untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung dukungan sosial pada kewirausahaan perempuan dan keberlanjutan usaha.  Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa dukungan sosial memiliki pengaurh secara langsung kepada keberlanjutan kewirausahaan perempuan. Variabel dukungan sosial yang sangat dibutuhkan oleh perempuan sebagai pelaku usaha adalah variable penilaian positif, dimana ke empat indikator yang digunakan dalam penelitian ini semuanya dapat digunakan untuk melihat pengaruh dukungan sosial berupa penilaian positif pada perempuan pelaku kewirausahaan untuk membantu mereka menjaga keberlanjutan usaha yang sudah dijalankan.

    PEMANGKU KEPENTINGAN (STAKEHOLDERS) DALAM PROGRAM KAWASAN EKONOMI MASYARAKAT (KEM) BENGKALA (PROGRAM CSR PT PERTAMINA DPPU NGURAH RAI)

    Get PDF
    Program Kawasan Ekonomi Masyarakat Bengkala merupakan program CSR PT Pertamina DPPU Ngurah Rai yang bertujuan dalam rangka pemberdayaan masyarakat pada aspek ekonomi, pendidikan dan sosial. Keberhasilan pelaksanaan program CSR salah satu foktornya yaitu adanya dukungan penuh dari berbagai pihak atau stakeholder. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis keberadaan, peran dan posisi pemangku kepentingan (stakeholder) dalam Program KEM Bengkala. Metode yang digunakan yakni dengan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif. Hasil mengungkapkan bahwa dalam program KEM Bengkala terdapat keterlibatan stakeholder yang mencakup 5 kategori stakeholder yakni: Pemangku Kepentingan Pada Sektor Pemerintah (public sector); Pemangku Kepentingan Pada Sektor Swasta Atau Perusahaan (private sector); Pemangku Kepentingan Pada Sektor Masyarakat Sipil (civil society); Pemangku Kepentingan Pada Sektor Akademisi; dan Pemangku Kepentingan Pada Sektor Media. Seluruh stakeholder tersebut berperan sesuai kapasitas, status dan kewenangannya masing-masing pihak. Namun pada prinsipnya seluruh stakeholder tersebut mendukung Program KEM Bengkala, dan hal ini diwujudkan dengan terlibatnya stakeholder tersebut dalam berbagai kegiatan Program KEM Bengkala. The Bengkala Community Economic Zone Program is a CSR program of PT Pertamina DPPU Ngurah Rai which aims to empower the community in economic, educational and social aspects. One of the factors for the successful implementation of CSR programs is the full support from various parties or stakeholders. The purpose of writing this article is to identify and analyze the existence, role and position of stakeholders in the Bengkala KEM Program. The method used is a qualitative approach, with a descriptive method. The results reveal that in the Bengkala KEM program there is stakeholder involvement which includes 5 categories of stakeholders, namely: Stakeholders in the Government Sector (public sector); Stakeholders in the private sector or companies (private sector); Stakeholders in the Civil Society Sector; Stakeholders in the Academic Sector; and Stakeholders in the Media Sector. All these stakeholders play a role according to the capacity, status and authority of each party. However, in principle, all of these stakeholders support the Bengkala KEM Program, and this is realized by the involvement of these stakeholders in various activities of the Bengkala KEM Program

    MOTHER EDUCATES: QUESTIONING MOTHER’S CARE CAPACITY FOR SCHOOL-AGE CHILDREN

    Get PDF
    Parenting is a two-way interaction process between parents and children that is influenced by the culture and social institutions in which children are raised. Exploring factors that influence the ways mothers in parenting the children is the focus of this study. The research conducted in qualitative method with a descriptive research design. In-depth interviews, focus group discussions and observations, were the methods used by researchers to gather information from informants. The results show that age, education level, parenting experience received by parents, and the birth order of children contributed to the mother's care process. Using a framework of internal/external driving factors, and internal/external inhibiting factors the researchers chart the influences on mothers’ parenting practices. The researchers recommend developing a local community of mothers as an important strategy for learning and sharing experiences in parenting

    DAMPAK TRAUMATIS REMAJA KORBAN TINDAKAN KEKERASAN SEKSUAL SERTA PERAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA

    Get PDF
    Banyaknya pemberitaan mengenai kasus kekerasan seksual khususnya pada remaja sangat mengguncang hati nurani setiap orang karena remaja usia sekolah merupakan kelompok yang rentan dan memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi pada orang dewasa. Kekerasan seksual terhadap remaja di samping berdampak secara fisiknya seperti masalah kesehatan, dampak secara psikis juga akan dialami korban seperti stres dan traumatis. Dampak yang muncul dari kekerasan seksual kemungkinan adalah depresi, fobia, dan mimpi buruk, curiga terhadap orang lain dalam waktu yang cukup lama. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan seberapa besar dampak yang dialami korban kekerasan seksual dan bagaimana dukungan sosial keluarga dapat membantu korban untuk mengembalikan kepercayaan dirinya sehingga dapat berfungsi kembali secara sosial. Dalam penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari kajian ini menemukan; setelah korban mengalami kekerasan seksual dapat mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Keberadaan dan peran serta keluarga khususnya orang tua (bukan pelaku kekerasan) sangat penting dalam membantu anak dalam proses memulihkan diri dan penyesuaian pasca mengalami kekerasan seksual, seperti dukungan sosial yang diberikan oleh keluarga dapat berdampak besar pada proses pemulihan anak korban kekerasan seksual seperti dukungan sosial dan emosional, meningkatkan komunikasi dengan anak, keterlibatan orang tua terhadap proses penanganan kekerasan seksual yang dialami anak, dan sebagainya. The number of reports regarding cases of sexual violence, especially among teenagers, has shaken everyone's conscience because school-age teenagers are a vulnerable group and have a high level of dependence on adults. Sexual violence against teenagers in addition to having a physical impact such as health problems, psychological impacts will also be experienced by victims such as stress and trauma. The impact that arises from sexual violence may be depression, phobias, and nightmares, suspicious of others for a long time. The objectives to be achieved in this study are to describe how big the impact experienced by victims of sexual violence and how family social support can help victims to restore their self-confidence so that they can function again socially. In writing this article using a qualitative descriptive method. The handling and healing of psychological trauma due to sexual violence needs special attention such as the social support provided by the family can have a major impact on the recovery process of children victims of sexual violence such as social and emotional support, improving communication with children, parental involvement in the process of handling sexual violence experienced by children, etc

    156

    full texts

    172

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Share : Social Work Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Share : Social Work Journal? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!