Share : Social Work Journal

Share : Social Work Journal
Not a member yet
    172 research outputs found

    PELAYANAN KESEJAHTERAAN BERBASIS FAITH-BASED ORGANIZATION: PELUANG DAN TANTANGAN BAGI PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL

    Get PDF
    Penelitian dengan mengusung topik pelayanan kesejahteraan berbasis faith-based organization sebagai peluang dan tantangan bagi praktik pekerjaan sosial telah memiliki jejak historis yang cukup panjang sekaligus menunjukkan dinamika kontributif serta determinan tersendiri dalam memberikan alternatif layanan kesejahteraan sosial bagi para penerima manfaat, yang faktanya tidak seluruhnya dapat dijangkau dan dipenuhi oleh organisasi-organisasi resmi pemberi pelayanan kesejahteraan sosial yang dikelola oleh pemerintah. Kajian ini melihat karakteristik layanan kesejahteraan sosial berbasis faith-based organization, pemangku kepentingan dalam faith-based organization, dan pekerjaan sosial dalam bidang faith-based organization dalam menjawab peluang dan tantangan global yang bersifat inklusif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan merujuk kepada berbagai sumber referensi seperti buku ataupun e-book, artikel, dan berbagai dokumen yang relevan dengan topik penelitian untuk melihat diskursus faith-based organization pada layanan kesejahteraan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik faith-based organization ditunjukkan dalam bentuk branding organisasi, struktur organisasi, tujuan, dan penyedia layanan melalui skema pasif-aktif dan persuasif-eksklusif; faith-based organization menjadi model dalam menjalankan layanan kesejahteraan sosial yang inklusif dalam upaya menghindari dikotomi layanan kesejahteraan sosial antara organisasi sekuler vis a vis organisasi keagamaan; dalam pengelolaan dan menjalankan aktivitas organisasinya para pemangku kepentingan faith-based organization dapat sejalan dengan nilai-nilai dan kode etik perofesi pekerjaan sosial profesional

    PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN AMANAH FUND DI KAMPUNG DADAP DESA JATIMULYA, KECAMATAN KOSAMBI, KABUPATEN TANGERANG SELATAN, BANTEN

    Get PDF
    Bank keliling menjadi salah satu fenomena yang terjadi di Kampung Dadap, Kabupaten Tangerang. Masyarakat dengan perekonomian paling bawah dengan tingkat pendidikan yang rendah sering kali terjerat dengan penawaran pinjaman kredit dari “bank keliling”. Program Amanah Fund oleh Yayasan Bakrie Amanah hadir sebagai program pemberdayaan ekonomi yang memberikan pinjaman tanpa bunga. Dalam suatu program pemberdayaan, partisipasi masyarakat memiliki arti yang sangat penting. Dalam pelaksanaan program Amanah Fund di Kampung Dadap, kesadaran akan pentingnya partisipasi aktif dari penerima manfaat menjadi kunci utama. Program ini tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dan kontribusi masyarakat setempat. Partisipasi masyarakat menjadi fondasi kuat dalam menopang keberhasilan program ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan partisipasi masyarakat pada program Amanah Fund oleh Yayasan Bakrie Amanah di Kampung Dadap, Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan teori syarat partisipasi masyarakat Slamet (2003), yang terdiri dari syarat kesempatan, kemauan, kemampuan. Setelah partisipasi masyarakat memenuhi ketiga syarat tersebut, maka partisipasi diidentifikasi dalam 5 bentuk menurut Sastropoetro (1988). Bentuk partisipasi tersebut terdiri dari partisipasi pikiran, tenaga, keahlian, barang, dan uang. Metode yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, menggabungkan studi lapangan dan studi pustaka melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Informan dipilih secara purposive, dan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam program Amanah Fund memenuhi seluruh syarat partisipasi dan meliputi seluruh bentuk partisipasi. The phenomenon of mobile banks has become prevalent in Kampung Dadap, Tangerang Regency. Individuals from the lowest economic strata, often with limited educational backgrounds, are frequently ensnared by credit offers from mobile banks. To address this issue, the Amanah Fund program, initiated by the Bakrie Amanah Foundation, was introduced as an economic empowerment initiative offering interest-free loans. In any empowerment program, community participation plays a pivotal role. Within the implementation of the Amanah Fund program in Kampung Dadap, awareness of the importance of active participation among beneficiaries is essential. This program cannot succeed without the support and contribution of the local community. Community participation serves as a strong foundation for the program's success. This study aims to examine the stages of community participation in the Amanah Fund program conducted by the Bakrie Amanah Foundation in Kampung Dadap, Tangerang Regency. The research employs Slamet's (2003) theory of participation prerequisites, which include opportunity, willingness, and ability. Once these prerequisites are fulfilled, participation is further analyzed through five forms as defined by Sastropoetro (1988): intellectual, physical, expertise, material, and financial contributions. The study adopts a qualitative descriptive method with a case study design, combining fieldwork and literature review through observation, interviews, and document analysis. Informants were selected purposively, and data validity was ensured using source triangulation. The findings reveal that community participation in the Amanah Fund program met all prerequisites of participation and encompassed all five forms of participation

    OPPORTUNITIES AND CHALLENGES DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA PUJON KIDUL BERBASIS SUSTAINABLE TOURISM

    No full text
    Desa Pujon Kidul termasuk  salah satu dari sekian banyaknya desa wisata yang ada di indonesia. Pujon Kidul adalah salah satu desa yang menarik karena segala aset dan potensinya, termasuk kebudayaan dan keindahan alamnya. Sustainable tourism menggambarkan keadaan dimana pariwisata berkembang sangat pesat dari segala aspek dan dapat memberikan peluang besar bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan peluang dan tantangan wisata Desa Pujon Kidul serta strategi pengembangannya menjadi destinasi wisata berbasis desa. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi literatur dari beberapa artikel, jurnal, buku, serta rujukan lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desa wisata Pujon Kidul memiliki peluang untuk berkembang menjadi tempat wisata edukasi, agrowisata, dan kesenian atau budaya. Peluang tersebut dapat menimbulkan pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan, peningkatan partisipasi komunitas dalam pengambilan keputusan, serta konservasi lingkungan di Desa Pujon Kidul. Peningkatan kesadaran masyarakat, bencana dan gangguan alam, kurangnya sarana dan prasarana, dan persaingan dengan desa wisata lainnya menjadi tantangan untuk pengembangan Desa Pujon Kidul. Meningkatkan kualitas SDM, menyediakan sarana dan prasarana pendukung, mempertahankan kualitas alam dan memberikan pelayanan terbaik, serta memperbaiki sistem manajemen dapat dilakukan dengan bekerja sama antar stakeholder terkait

    PERAN KELEMBAGAAN LOKAL DALAM MENGKOORDINASIKAN PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA PADA DESA WISATA

    No full text
    Beberapa tahun terakhir, pariwisata telah mendapat banyak perhatian sebagai wadah potensial untuk mencapai tujuan pembangunan. Sebagai salah satu negara dengan jumlah pulau yang sangat banyak, Indonesia memiliki peluang besar untuk memajukan ekonomi negara melalui bidang pariwisatanya. Melalui artikel ini, penulis akan membahas bagaimana kelembagaan lokal dapat menjadi sebuah awalan yang baik bagi suatu negara untuk mengembangkan perekonomiannya hingga menciptakan kesejahteraan sosial. Penulis menggunakan metodi studi literatur atau kajian pustaka sebagai metode penyusunan artikel. Penulis juga menggunakan 3 (tiga) teori: Community Development Theory, Community Based Tourism Theory, serta Social Capital Theory sebagai dasar elaborasi atas pemikiran-pemikiran yang akan dituliskan pada bagian pembahasan. Hasil dari kajian literatur yang penulis lakukan memperlihatkan bahwa kelembagaan lokal dalam sektor pariwisata memegang peranan yang besar. Kelembagaan lokal dapat meningkatkan partisipasi masyarakat di desa wisata, mengembangkan ekonomi lokal, serta membentuk sebuah pembangunan sosial yang berkelanjutan. Saran yang dapat diberikan oleh penulis yakni kelembagaan lokal dapat meningkatkan upayanya dengan bekerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur, mempromosikan praktik pariwisata ke kancah internasional, serta memperluas pendidikan pariwisata di sekolah menengah. Dengan itu, lembaga lokal dapat berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal dan menciptakan kesejahteraan sosial bagi masyarakat di desa wisata

    TINJAUAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SDGS) DI AFRIKA: LITERATUR REVIEW

    Get PDF
    Studi ini bertujuan untuk mereview berbagai literatur mengenai topik Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Afrika melalui pendekatan Bibliometrik. Pencarian artikel dibatasi sejak 2020-2021 melalui database Scopus, dan ditemukan sejumlah 835 artikel yang membahas topik yang dimaksud, setelah dilakukan proses seleksi maka ditetapkan sebanyak 621 artikel yang dianggap relevan dalam studi ini. Berdasarkan pemetaan network dan density visualization terdapat 5 kluster yang terdiri dari 118 kata kunci atau konsep dan diketahui 6 topik dominan yang sering dikaji berhubungan dengan SDGs di Afrika yaitu 1) Sustainable Development Goals, 2) South Africa, 3) Africa, 4) Climate change, 5) Female, 6) Human. Hasil review menunjukkan bahwa kawasan ini masih menghadapi tantangan dalam pencapaian SDGs seperti upaya pencapaian SDGs 6. Kawasan Afrika menghadapi tantangan ketahanan air pada dengan target pasokan air dan sanitasi yang jauh di bawah tolok ukur global. Pada SDGs 7, banyak program yang gagal meningkatkan akses energi memasak untuk rumah tangga di Sub-Sahara Afrika. Kemudian pada SDGs 2, hanya sedikit kemajuan yang dicapai dalam mengurangi tingkat malnutrisi. Sehingga pelibatan pemangku kepentingan lokal, nasional, dan internasional dibutuhkan untuk mencapai SDGs 2030 di Afrika. This study aims to review various literature on Sustainable Development Goals (SDGs) in Africa through a Bibliometrics approach. The search for articles was limited from 2020 to 2021 through the Scopus database, where 835 articles were found discussing the topic. After the manuscript selection process was carried out, 621 articles were considered relevant in this study. Based on network mapping and density visualization, there are 5 clusters of 118 keywords or concepts and six dominant topics are often studied related SDGs in Africa, namely 1) Sustainable Development Goals, 2) South Africa, 3) Africa, 4) Climate change, 5) Female, and 6) Human. The review results show that this region still faces challenges in achieving SDGs, such as efforts to achieve SDG 6. The African region faces water security challenges with a water supply and sanitation targets far below global benchmarks. In SDGs 7, many programs fail to improve access to cooking energy for households in Sub-Saharan Africa, Then on SDGs 2, only slight progress was made in reducing malnutrition rates, so the involvement of local, national, and international stakeholders is needed to achieve the 2030 SDGs in Africa

    PERAN KELOMPOK SADAR WISATA DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS MASYARAKAT AKAN POTENSI WISATA DI DESA WISATA BABULU LAUT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kelompok sadar wisata dalam meningkatkan kapasitas masyarakat akan potensi wisata di Desa Babulu Laut dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat bagi kelompok sadar wisata dalam meningkatkan kapasitasmasyarakat akan potensi wisata di Desa Babulu laut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif karena sesuai dengan tujuan penelitian. Pengumpulan data pada penelitian terkait dengan peran kelompok sadar wisata dalam peningkatan kapasitas masyarakat adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti merupakan instrumen pertama dalam melakukan penelitian yang dibantu oleh pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi. analisis data adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran  yang dilakukan oleh kelompok sadar wisata karya sinar laut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi wisata yaitu, memberikan pemahaman terkait potensi pariwisata di Desa Babulu Laut dengan cara meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui pelatihan dan orientasi lapangan, melakukan kerjasama dengan stakeholder, membangun kerjasama dan melibatkan masyarakat. Faktor yang mendukung berupa sumber daya manusia yang dimiliki sangat mendukung, sumber daya alam, dan adanya dukungan dari pemerintah Desa, untuk faktor penghambat yaitu kurangnya pendanaan, dan adanya Pandemi Covid-19 di Indonesia, hal inilah yang menjadi hambatan kelompok sadar wisata dalam menjalankan kegiatanya

    FAMILY SUPPORT GROUP SEBAGAI BENTUK DUKUNGAN KELUARGA BAGI PENYALAHGUNA NARKOBA

    Get PDF
    Kecanduan narkoba yang dialami oleh anggota keluarga berdampak signifikan terhadap fungsi dan peran keluarga. Kurangnya pemahaman keluarga seringkali menghambat pemulihan bagi penyalahguna narkoba sehingga memicu tindakan yang kurang mendukung. Masalah yang dialami akan berdampak pada aspek-aspek kehidupan di dalam keluarga, tidak hanya bagi penyalahguna namun juga pada anggota keluarga yang lain. Family support group dapat menjadi solusi alternatif untuk mengatasi kondisi stress yang disebabkan oleh permasalahan penyalahgunaan narkoba yang menimpa anggota keluarganya. Penggunaan family support group melibatkan keluarga dalam proses pemulihan penyalahguna narkoba yang secara langsung berperan untuk memberikan dukungan emosional, instrumental, saran, dan penghargaan kepada penyalahguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran keluarga dalam mendukung penyalahguna narkoba melalui kegiatan family support group serta memahami bentuk dukungan yang efektif dalam memfasilitasi proses pemulihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data dari sumber-sumber literatur mengenai bentuk dukungan keluarga bagi penyalahguna narkoba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran penting dan perlu berkomitmen dalam memberikan dukungan selama proses rehabilitasi dan pasca rehabilitasi untuk membantu penyalahguna narkoba kembali ke masyarakat. Dengan memahami peran keluarga dalam proses pemulihan, penelitian ini menekankan pentingnya family support group sebagai bentuk dukungan keluarga dalam mengatasi masalah akibat penyalahgunaan narkoba. Drug addiction experienced by family members significantly impacts the function and roles within the family. The lack of understanding among family members often hinders the recovery of drug abusers, leading to unsupportive actions. This issue affects various aspects of family life, not only for the drug abuser but also for other family members. Family support groups can be an alternative solution to address the stress caused by the problem of drug abuse affecting family members. The use of family support groups involves the family in the recovery process of drug abusers, directly providing emotional, instrumental, advisory, and appreciative support to the abuser. This study aims to identify and analyze the role of the family in supporting drug abusers through family support group activities and to understand the effective forms of support in facilitating the recovery process. The research employs a qualitative approach, gathering data from literature sources on the types of family support for drug abusers. The findings show that the family plays a crucial role and needs to be committed to providing support during and after rehabilitation to help drug abusers reintegrate into society. By understanding the family's role in the recovery process, this study emphasizes the importance of family support groups as a form of family support in addressing the issues caused by drug abuse

    PROGRAM ECO FORESTRY GREEN TOURISM SEBAGAI IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT BIO FARMA (PERSERO) DITINJAU DARI PERSPEKTIF INTEGRATED SUSTAINABILITY

    Get PDF
    Artikel ini merupakan hasil penelitian pada program CSR (Corporate Social Responsibility) PT Bio Farma (Persero) pada Program Eco Forestry Green Tourism di Bukit Senyum Desa Cipada, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Program ini memiliki upaya untuk pencapaian target SDGs (Sustainable Develoment Goals) terutama pada SDG1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 16 (Ekosistem Daratan). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji fenomena pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang dilakukan dalam salah satu program CSR PT Bio Farma (Persero) yaitu program Eco Forestry Green Tourism dengan menggunakan konsep integrated sustainability dan sustainability compass. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam pada penerima manfaat, CDO dan tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Eco Forestry Green Tourism yang digagas oleh PT Bio Farma memberikan peningkatan pendapatan dan keterampilan bagi masyarakat dalam mengelola tempat wisata. Perusahaan juga memiliki fokus pada peningkatan kualitas pendidikan melalui pengembangan antara kurikulum sekolah dengan pengelolaan biodiversity serta pemberian sarana praktik secara langsung dalam bidang peternakan, serta melengkapi sarana dan prasarana wisata di Bukit Cipada yang dikelola oleh masyarakat secara mandiri untuk memanjakan wisatawan yang datang. Dari kacamata integrated development, program CSR yang dilakukan oleh perusahaan bukan hanya mencerminkan komitmen, namun juga kesadaran dari perusahaan untuk melakukan CSR yang terintegrasi yang kemudian menjadi manifestasi identitas perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Eco Forestry Green Tourism diimplementasikan oleh perusahaan sebagai bentuk CSR yang komprehensif secara bentuk telah mencakup pemenuhan kebutuhan, mempertegas identitas perusahaan, dan telah dapat memenuhi unsur ekonomi: pendapatan, unsur sosial: mewujudkan kurikulum yang terintegrasi antara pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola ternak secara mandiri, serta unsur lingkungan: menjaga hutan bukit senyum sehingga terjaga ekosistemnya dan memiliki nilai ekonomis untuk pariwisata

    PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN SELF-ESTEEM PENERIMA MANFAAT DI SENTRA MULYA JAYA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pekerja sosial di Sentra Mulya Jaya Jakarta dalam meningkatkan self esteem yang rendah pada penerima manfaatnya. Self esteem merupakan salah satu faktor utama dalam pola pikir seseorang. Terlebih pada orang-orang yang berada di suatu sentra rehabilitasi. Mereka akan berpikir bahwa dirinya tidak lagi memiliki nilai di dalam suatu masyarakat karena perbuatan yang pernah dilakukannya. Seperti pada wanita rentan sosial ekonomi, anak yang berhadapan dengan hukum, disabilitas, lansia, dan lain sebagainya yang selalu berpikir bahwa dirinya sulit diterima masyarakat sekitarnya, sulit menerima kesalahan dirinya yang menyebabkan kecemasan. Metode penelitian yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dengan analisa datanya menggunakan metode deskriptif dengan informan peksos dan observasi terhadap penerima manfaat di Sentra Mulya Jaya Jakarta.  Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran pekerja sosial dalam meningkatkan self esteem yang rendah pada penerima manfaat di Sentra Mulya Jaya Jakarta yaitu sebagai motivator, broker, fasilitator, dan caregiver. Tahapan-tahapan yang dilakukan pekerja sosial dalam meningkatkan self esteem juga sesuai dengan teori pekerjaan sosial yaitu pada tahap intervensi dengan menggunakan metode case work dan group work. Metode case work yang digunakan seperti bimbingan individu dan metode group work yang digunakan seperti permainan dinamika kelompok. Dalam meningkatkan self esteem yang rendah pada penerima manfaat di Sentra Mulya Jaya Jakarta, pekerja sosial juga tidak sungkan untuk memberikan masukan, saran, dan motivasi ketika penerima manfaat sedang mengikuti kegiatan vokasional. Dengan mengikuti kegiatan tersebut, maka penerima manfaat akan berinteraksi dan berdinamika dengan teman-temannya yang lain. This study aims to determine the role of social workers at Sentra Mulya Jaya Jakarta in increasing low self-esteem on beneficiary usefulness. Self esteem is one of the main factors in one's mindset.  Especially for people who are in a rehabilitation center.  They will think that they no longer have value in a society because of the actions they have done.  For example, women who are socioeconomically vulnerable, children who are in conflict with the law, harassment, the elderly, and so on, who always think that they are difficult to accept in their surroundings, find it difficult to accept their own mistakes that cause anxiety. The research method used is a qualitative approach with data analysis using descriptive methods with social workers informants and observations of the benefits of receivers at Sentra Mulya Jaya Jakarta.  Data collection techniques using interviews, observation, and documentation.  The results of this study indicate that the role of social workers in increasing low self-esteem among beneficiaries at Sentra Mulya Jaya Jakarta is as a motivator, broker, facilitator, and caregiver.  The stages carried out by social workers in increasing self-esteem are also in accordance with social work theory, namely at the intervention stage using case work and group work methods.  The case work method used is like individual guidance and the group work method used is like group dynamics games.  In raising low self-esteem for beneficiaries at Sentra Mulya Jaya Jakarta, social workers also don't hesitate to provide input, suggestions, and motivation when beneficiaries are participating in vocational activities.  By participating in these activities, beneficiaries will interact and have dynamics with their other friends

    STRATEGI KOMUNIKASI PENDAMPING SOSIAL PROGRAM KELUARGA HARAPAN DALAM PELAKSANAAN PERTEMUAN PENINGKATAN KAPASITAS KELUARGA (P2K2) DI KECAMATAN SUKASARI KABUPATEN SUMEDANG

    Get PDF
    Kemiskinan menjadi masalah sosial yang terus berkembang di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi salah satu program pengentasan kemiskinan yang dianggap telah berhasil menurunkan angka kemiskanan. Dalam proses bisnis PKH terdapat kegiatan Pertemuan Peningkatan Kapasitas Keluarga (P2K2). Keberhasilan P2K2 salah satunya dipengaruhi oleh strategi komunikasi dari para pendamping sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi dari para pendamping sosial PKH dalam P2K2. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa pendekatan kualitatif, metode deskriptif dan jenis penelitian studi kasus. Informan ditentukan berdasarkan strategi purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non partisipatif, wawancara mendalam, FGD dan studi dokumentasi. Teknik analisis data akan dilakukan melalui tiga tahapan utama yaitu tahap reduksi data, tahap display data, dan tahap kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan dalam P2K2 di Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang dilakukan melalui lima aspek utama yang terdiri dari dari komunikator, pesan yang disampaikan, saluran yang digunakan, komunikan, dan pengaruh (efek) yang diharapkan

    156

    full texts

    172

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Share : Social Work Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Share : Social Work Journal? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!