JIPMat
Not a member yet
130 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN BLOK PECAHAN PADA MATERI PECAHAN SEKOLAH DASAR
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana menggunakan blok pecahan pada materi pecahan pada siswa kelas V Sekolah Dasar. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan blok pecahan pada materi pecahan pada siswa kelas V Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.  Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Bejirejo dengan jumlah 18 siswa, dan tempat penelitiannya berada di SD Negeri Bejirejo. Teknik pengumpulan data yang digunakan metode tes, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan untuk data kuantitatif adalah analisis data dengan menggunakan persentase (%).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa antusias untuk mengikuti proses pembelajaran dan ada 13 siswa (72,223%) yang mempunyai nilai di atas KKM. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penggunaan blok pecahan pada materi pecahan pada siswa kelas V Sekolah Dasar adalah bai
TEORI BEBAN KOGNTIF DALAM KECEMASAN MATEMATIKA
Kecemasan sebagai perasaan tidak menyenangkan ditandai dengan adanya rasa khawatir, gelisah, bingung dan tertekan. Dalam konteks pendidikan, konstruk kecemasan dapat ditemukan dalam beberapa bentuk, salah satunya adalah kecemasan terhadap matematika, atau yang lebih dikenal dengan istilah kecemasan matematika. Efek negatif dari kecemasan matematika dapat ditemui pada semua jenjang pendidikan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kecemasan matematika dengan beban kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, Data diperoleh melalui penyebaran angket. Penelitian ini menghasilkan suatu kesimpulan bahwa kecemasan matematika berkorelasi positif beban kognitif intrinsic, extraneous, maupun germane, dimana nilai korelasi tertinggi ada pada korelasi kecemasan dengan beban kognitif intrinsic, yaitu sebaesar 0,739
EFEKTIVITAS VISUALIZATION AUDITORY KINESTETIC DAN TWO STAY TWO STRAY BERBANTUAN LECTORA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA
Penelitian ini di latar belakangi dengan pentingnya hasil belajar siswa. Alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah menggunakan model Visualization Auditory Kinestetic dan Two Stay Two Stray berbantuan software  Lectora. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifitas model Visualization Auditory Kinestetic dan Two Stay Two Stray berbantuan software  Lectora terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Kesatrian 2 Semarang. Sampel penelitian adalah kelas XI MIPA 1 sebagai kelas dengan model Visualization Auditory Kinestetic berbantuan software Lectora, kelas XI MIPA 2 sebagai kelas dengan model Two Stay Two Stray berbantuan software Lectora dan kelas XI MIPA 3 sebagai kelas konvensional. Data penelitian ini diperoleh melalui post test. Berdasarkan hasil perhitungan Anava satu jalur dengan  yaitu  menyebabkan  ditolak, berarti terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan model Visualization Auditory Kinestetic berbantuan software Lectora, Two Stay Two Stray berbantuan software Lectora dan konvensional. Selanjutnya digunakan uji pasca Anava antara kelas Visualization Auditory Kinestetic dan konvensional dengan menggunakan uji Scheffe’ menghasilkan  yaitu  menyebabkan  ditolak, berarti model Visualization Auditory Kinestetic berbantuan software Lectora lebih efektif dibandingkan dengan model konvensional terhadap hasil belajar siswa. Uji pasca Anava antara kelas Two Stay Two Stray dan konvensional dengan menggunakan uji Scheffe’ menghasilkan  yaitu menyebabkan  ditolak, berarti Two Stay Two Stray berbantuan software Lectora lebih efektif dibandingkan dengan pendekatan konvensional terhadap hasil belajar siswa
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN CTL
Rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa jarang mendapatkan perhatian dan guru hanya berfokus pada aspek komputasi yang bersifat algoritmik sehingga menjadikan siswa kurang aktif dan cenderung pasif sehingga tidak dapat menyampaikan ide matematiknya. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa adalah dengan menggunakan model pembelajaran CTL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran CTL lebih baik dari pada siswa yang mendapatkan model pembelajaran Konvensional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 16 Garut dengan sampel sebanyak dua kelas, yaitu: kelas XI-IPS 3 sebagai kelas kontrol yang mendapatkan model pembelajaran Konvensional dan kelas XI-IPS 2 sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan model pembelajaran CTL. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Statistika. Instrumen penelitian ini berupa tes dengan bentuk uraian yang diberikan pada saat pretest dan postest serta diberikan tes skala sikap siswa. Dari hasil pretest diperoleh Ho Tidak diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan awal yang signifikan antara kelas yang mendapatkan model pembelajaran CTL dengan siswa yang mendapatkan model pembelajaran Konvensional. Dari hasil postes diperoleh bahwa Ha Tidak diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran CTL lebih baik dari pada siswa yang mendapatkan model pembelajaran Konvensionali. Tingkat pencapaian materi siswa yang mendapatkan model CTL lebih baik dari pada siswa yang mendapatkan model pembelajaran Konvensional, tetapi daya serapnya masih rendah yaitu 29,73% yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Skala sikap siswa diolah dengan menggunakan skala Likert dan dapat disimpulkan bahwa sikap siswa berinterpretasi cukup.Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi Matematis, CTL, Konvensional
ANALISIS FREE ORIENTATION DAN RESILIENCE MAHASISWA PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan free orientation dan resilience mahasiswa calon guru. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatip dengan sampel mahasiswa calon guru matematika yang mengikuti mata kuliah pengembangan media pembelajaran matematika kelompok 3F. Cara perolehan data dengan menggunakan angket, observasi, dokumentasi dan wawancara. Keabsahan data digunakan metode triangulasi. Kemampuan free orientation mahasiswa yang dimiliki mahasiswa program studi pendidikan matematika pada mata kuliah pengembangan media pembelajaran cukup bagus. Mahasiswa sudah mencoba membuat media pembelajaran tetapi sulit untuk membuat rangkaian skenario pembelajaran dikarenakan mahasiswa sulit untuk melakukan sintesis. Kemampuan resilience dilihat dari regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, empati, analisis penyebab masalah, efikasi diri, dan peningkatan aspek positif. Secara umum mahasiswa sudah mempunyai resilience yang cukup baik. Mahasiswa mencari solusi dalam kesulitan yang mereka hadapi, mulai dari pencarian ide untuk membuat media pembelajaran matematika, membuat skenario, membuat design dan praktek membuat media pembelajaran sesuai skenario. Kesulitan yang mereka hadapi seringkali didiskusikan dengan teman-teman yang mereka anggap pintar dikelas, sehingga mereka dapat saling belajar untuk membuat media pembelajaran yang lebih baik
DESKRIPSI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY
Kegiatan ini mempunyai tujuan sebagai berikut: 1) kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray yang nilainya lebih dari 55 mencapai 50%, 2) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray dengan model pembelajaran Konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 3 Pangkah Tahun Pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 242 peserta didik. Dari populasi diambil sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling dan terpilih kelas VIII A (kelas eksperimen), kelas VIII C (kelas kontrol) serta VIII D (kelas uji coba). Metode pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi dan tes. Instrumen telah teruji validitas dan reliabilitas pada taraf signifikan 5%. Analisis data menggunakan uji proporsi satu pihak kanan, uji t dua pihak, dan uji regresi sederhana. Hasil penelitian menyatakan bahwa: 1) kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray yang nilainya lebih dari 55 mencapai 50%, 2) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray dengan model pembelajaran Konvensional
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFE) BERBANTUAN ALAT PERAGA KOTAK IMAJINASI DITINJAU DARI KECERDASAN SPASIAL
Pembelajaran kooperatif Tipe Student Facilitator and Explaining (SFE) adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar mempresentasikan ide atau pendapatnya pada rekan yang lain, sedangkan alat peraga kotak imajinasi merupakan salah satu jenis alat peraga tiga dimensi yang berbentuk kubus dan balok. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasy experiment) yang bertujuan untuk mengetahui pembelajaran dengan model pembelajaran SFE berbantuan alat peraga kotak imajinasi dan pembelajaran langsung sekaligus mengetahui kecerdasan spasial. Penelitian dilakukan di SMP Ma’arif 1 Metro Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan populasi seluruh siswa kelas VIII yang terdiri dari 3 kelas, pengambilan sampel dengan cara cluster random sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji analisis variansi dua jalan sel tak sama dengan taraf signifikansi 0,05 diperoleh nilai Fobs 5,89 yang merupakan anggota Daerah Kritis {F│F 4,028} sehingga H0 ditolak. Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran SFE berbantuan alat peraga kotak imajinasi dan model pembelajaran langsung. Kemudian dalam perhitungan hipotesis dengan taraf signifikansi 0,05 diperoleh nilai Fobs 74,88 yang merupakan anggota daerah kritis{F│F3,178}sehingga H0 ditolak. Ini berarti semua kategori kecerdasan spasial siswa tinggi, sedang dan rendah memberikan efek yang berbeda terhadap prestasi belajar matematika siswa
Hubungan Antara Kemandirian Belajar dan Self Efficacy Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMK
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kemandirian belajar dan self efficacy terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kuantitatif dan analisis data korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Mutiara Qolbu Cianjur. Adapun sampel yang digunakan adalah sampel tak acak, yaitu 30orang siswa kelas XII TKJ 2 di SMK Mutiara Qolbu Cianjur. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data berupa soal kemampuan komunikasi matematis, angket kemandirian belajar dan angket self efficacy d. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi ganda, dengan kriteria data tersebut berdistribusi normal dan linier. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara kemandirian belajar terhadap kemampuan komunikasi matematis; adanya hubungan antara self efficacy terhadap kemapuan komunikasi matematis; adanya hubungan antara kemandirian belajar dengan self efficacy; dan adanya hubungan antara kemandirian belajar dan self efficacy terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Besar pengaruh kontribusi yang diberikan kemandirian belajar dan self efficacy terhadap komunikasi matematis sebesar 51,55%
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 4 SD
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan PBL untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar, mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa, dan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri Suruh 01 yang berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Instrumen penelitian ini menggunakan soal cerita, wawancara, lembar kuesioner dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar dalam menyelesaikan soal cerita pada mata pelajaran matematika di kelas 4 SD Negeri Suruh 01. Hal tersebut dapat dibuktikan dari meningkatnya kemampuan berpikir kritis siswa dari kondisi awal (pra siklus) yaitu 60,82 (tidak kritis) menjadi 74,21 (cukup kritis) pada kondisi akhir siklus II. Peningkatan juga terjadi pada hasil belajar siswa dari nilai rata-rata hasil belajar pada kondisi awal 61,85 meningkat pada siklus I menjadi 69 dan pada siklus II menjadi 80. Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat dari kondisi awal 44,84%, meningkat menjadi 69,44% pada evaluasi siklus I dan menjadi 88,89% pada evaluasi siklus II
VALIDITAS DAN PRAKTIKALITAS LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR PADA SISWA SMP
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis pendekatan kontekstual materi bangun ruang sisi datar pada siswa SMP yang memiliki kualifikasi valid dan praktis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan dengan model 4-D (four-D models) dari Thiagarajan dan Semmel yang terdiri atas 4 tahap, yaitu Define, Design, Develop, Disseminate, namun penelitian ini dibatasi hanya sampai tahap Develop. Instrument penelitian yang digunakan diantaranya lembar validasi perangkat (LKS, RPP, soal tes)Â untuk mengukur kevalidan, angket respon guru (terhadap LKS, RPP), angket respon siswa, dan lembar keterlaksanaan pembelajaran untuk mengukur kepraktisan. Penelitian ini menghasilkan perangkat (RPP, LKS) Matematika materi bangun ruang sisi datar dengan pendekatan kontekstual. Berdasarkan hasil penilaian kevalidan LKS diperoleh skor rata-rata 4,55 pada skala 5 dengan kategori sangat baik, hasil validasi RPP memperoleh nilai rata-rata 4,23 pada skala 5 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penilaian kepraktisan menurut angket respon guru terhadap RPP diperoleh rata-rata 4,76 pada skala 5 dengan kategori sangat baik, nilai rata-rata angket respon guru terhadap LKS .diperoleh skor 4,57 pada skala 5 dengan kategori sangat baik, angket respon siswa memperoleh skor rata-rata 4,21 pada skala 5 dengan kategori sangat baik, serta rata-rat presentase keterlaksanaan pembelajaran diperoleh skor 85,71% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan bahwa LKM berbasis pendekatan kontekstual materi bangun ruang sisi datar memenuhi kualifikasi valid dan prakti