JIPMat
Not a member yet
130 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL TWO STAY TWO STRAY DENGAN AKTIVITAS WINDOW SHOPPING TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA MTS AL-MUTTAQIN PLEMAHAN KEDIRI
Implementasi pembelajaran menggunakan model Two Stay Two Stray dengan aktivitas Window Shopping bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar materi sistem persamaan linear dua variabel serta meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan The One Short Case Study. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-C MTs Al-Muttaqin Plemahan Kediri pada tahun ajaran 2017/ 2018yang berjumlah 112 siswa. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah kelas VIII-C dengan jumlah siswa 34 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan teknik observasi, dokumentasi, angket, dan tes. Hasil tes dan angket siswa dianlisis menggunakan statistik inferensial. Uji yang digunakan adalah uji MANOVA. Sebelum dilakukan uji MANOVA, data kelompok tersebut harus berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan tidak perlu dilakukan pengujian homogenitas varians karena sampel berasal dari satu kelas. Hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh dapat disimpulkan disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan model Two Stay Two Stray dengan aktivitas Window Shopping terhadap minat dan hasil belajar siswa kelas VIII-C MTs Al-Muttaqin Plemahan Kediri pada materi sistem persamaan linear dua variabel tahun ajaran 2017/ 2018.Kata kunci: Two Stay Two Stray, Window Shopping, Minat Belajar, Hasil Belajar
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika pada Materi Pola Barisan Bilangan
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika pada materi pola barisan bilangan. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Salatiga tahun pelajaran 2017/2018 yang memiliki kemampuan matematika tinggi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes, dan pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah 1 subjek mampu memperlihatkan tingkat kemampuan berpikir kreatif 4 atau sangat kreatif, 1 subjek mampu memperlihatkan tingkat kemampuan berpikir kreatif 3 atau kreatif dan 1 subjek memperlihatkan tingkat kemampuan berpikir kreatif 1 atau kurang kreatif. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam jenjang pendidikan yang sama. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan berupa rekomendasi bagi guru untuk mengembangkan strategi inovatif agar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa khususnya pada materi pola barisan bilangan
PROFIL DISPOSISI MATEMATIS MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS PGRI SEMARANG PADA MATA KULIAH KALKULUS INTEGRAL
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan profil Disposisi Matematis (Mathematical Disposition) mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas PGRI Semarang pada mata kuliah Kalkulus Integral. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Semarang dengan pertimbangan kemudahan komunikasi antara peneliti dengan mahasiswa karena peneliti adalah dosen dari mahasiswa yang bersangkutan, dan belum pernah diadakan penelitian tentang profil Disposisi Matematis mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika UPGRIS pada mata kuliah Kalkulus Integral. Penelitian ini menunjukkan bahwa profil Disposisi Matematis mahasiswa program studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Semarang pada mata kuliah Kalkulus Integral meliputi: rasa percaya diri (self confidence), rasa diri mampu (self efficacy), rasa ingin tahu (curiousity), rajin dan tekun (deligence), fleksibel (flexibillity), reflektif (reflective)
KEEFEKTIFAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEAs) BERBANTU MACROMEDIA FLASH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah hasil belajar antara Eliciting Acitivities lebih baik dari pada pembelajaran konvensional, prosentase ketuntasan belajar, dan untuk mengetahui pengaruh keaktifan terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Berdasarkan analisis dari perhitungan Anava diperoleh hasil ada perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan MEAs dengan bantuan Macromedia Flash dengan rata-rata 74,5 dan konvensional dengan rata-rata 56,7. Dari perhitungan uji Post Hoc diperoleh hasil belajar siswa MEAs dengan bantuan Macromedia Flash lebih baik dari pembelajaran konvensional. Dari perhitungan uji regresi diperoleh hubungan positif dan signifikan dengan . Persentase ketuntasan belajar klasikal kelas eksperimen II sebesar 89,29% dan presentase ketuntasan belajar kelas konvensional sebesar 14,71%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning dan Eliciting Activities lebih efektif diterapkan dalam pembelajaran di dalam kelas dibanding dengan penggunaan model pembelajaran konvensional
PENGARUH STRATEGI MULTIPLE REPRESENTASI PADA PEMBELAJARAN REALISTIK MATEMATIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR SISWA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi multiple representasi terhadap kemampuan berpikir aljabar siswa dalam pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME). Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jekulo Kudus. Sampel dipilih dua kelas, satu kelas eksperimen di mana subjek diberikan pembelajaran RME dengan strategi multiple representasi, sedangkan satu kelas sebagai kelas kontrol diberikan pembelajaran dengan pendekatan scientific. Metode penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen. Instrumen penelitian menggunakan tes kemampuan berpikir aljabar. Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t dan uji proporsi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara pembelajaran RME dengan strategi multiple representasi terhadap kemampuan berpikir aljabar. Siswa yang memperoleh pembelajaran RME dengan strategi multiple representasi memiliki kemampuan berpikir aljabar yang lebih baik dibandingkan siswa yang menggunakan pembelajaran scientific. Selain itu, lebih dari tujuh puluh lima persen siswa dengan pembelajaran RME menggunakan strategi multiple representasi telah memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
KETRAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA BERDASARKAN TAHAPAN WALLAS DALAM MEMECAHKAN MASALAH PROGRAM LINEAR DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ)
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan keterampilan berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) siswa kelas XI IPS tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini mengunakan penelitian deskriptif dengan  pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan pemberian angket dan tes yang berupa soal penyelesaian masalah. Hasil  menunjukan bahwa siswa IPS yang memiliki tingkat AQ tinggi dan AQ sedang cenderung tidak putus semangat dalam menyelesaikan masalah dan terus mencoba dengan beberapa cara yang dia miliki, sedangkan untuk siswa yang memiliki AQ rendah cenderung malas dan kurang mampu untuk menyelesaikan masalah sedang dalam kekreatifan yang dimiliki oleh ketiganya adalah hampir sama, namun perbedaan yang sangat menonjol adalah letak usaha yang dimiliki oleh ketiga siswa tersebut. Oleh karena itu diperlukan upaya guru untuk memberikan soal berbasis masalah dan menganjurkan kepada siswa untuk selalu berusaha dalam menyelesaikannya
KONSEP REVISI TAKSONOMI BLOOM DAN IMPLEMENTASINYA PADA PELAJARAN MATEMATIKA SMP
Tujuan kajian ini adalah agar dapat menyusun soal-soal matematika sesuai konsep revisi taksonomi bloom. Taksonomi Bloom merupakan suatu tingkatan dalam mengidentifikasikan keterampilan siswa dari jenjang yang dasar sampai  yang tertinggi. Tingkatan dalam revisi taksonomi bloom yang dilakukan oleh Kratwohl dan Anderson meliputi mengingat (C1), memahami (C2), mengaplikasikan (C3), menganalisis (4), mengevaluasi (5) dan mencipta (6). Tingkatan 44,5, dan 6 sering diklasifikasikan sebagai tingkat keterampilan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills). Guru perlu mengembangkan soal-soal sesusai revisi taksonomi bloom khususnya level C4, C5 dan C6 agar siswa terbiasa menyelesaikan soal yang mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi tersebut
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SMP
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis masalah, discovery learning dan pembelajaran konvensional terhadap kemampuan representasi matematis pada siswa SMP. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP N 2 Mranggen. Dengan teknik Cluster Random Sampling terpilih kelas VIII E dikenai pembelajaran berbasis masalah, kelas VIII F dikenai pembelajaran discovery learning serta kelas VIII G yang dikenai pembelajaran konvensional. Desain penelitian yaitu Nonequivalent Control Group Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan representasi matematis. Hasil penelitian secara umum menunjukkan: (1) penggunaan pembelajaran berbasis masalah, discovery learning dan pembelajaran konvensional berpengaruh terhadap kemampuan representasi matematis siswa SMP, (2) kemampuan representasi matematis siswa SMP yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional, (3) kemampuan representasi matematis siswa SMP yang memperoleh discovery learning lebih baik dibandingkan dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional
MENUMBUHKAN SIKAP POSITIF DAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN MAHJONG TRIGONOMETRI
Proses pembelajaran matematika yang dilaksanakan guru di kelas menjadi persoalan menarik untuk didiskusikan. Pembelajaran diharapkan dapat menumbuhkan atau meningkatkan sikap positif dan kreativitas peserta didik. Hal ini penting mengingat sikap positif terhadap matematika akan berkorelasi positif dengan prestasi belajar matematika. Selain sikap positif, kreativitas peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung juga merupakan modal untuk membangun konsep matematika sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar matematika peserta didik. Dengan demikian, guru hendaknya dapat menyampaikan matematika dengan cara yang menyenangkan, mudah dipahami, dan tidak membosankan bagi peserta didik. Tujuan penulisan makalah ini ialah untuk mengetahui pembelajaran yang dapat menumbuhkan sikap positif dan kreativitas peserta didik melalui media pembelajaran.Metode yang digunakan berdasarkan studi kepustakaan. Permainan matematika yang menarik, dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang sangat memungkinkan mengubah citra matematika sebagai mata pelajaran yang kurang disenangi, menjadi pelajaran yang menantang dan disenangi oleh peserta didik. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah permainan matematika di dalam kelas dengan pemanfaatan media pembelajaran. Mahjong trigonometri merupakan permainan Mahjong yang dikombinasikan dengan materi trigonometri dalam pembelajaran matematika. Penggunaan media pembelajaran Mahjong Trigonometri secara efektif dalam pembelajaran, diharapkan dapat membantu menumbuhkan sikap positif dan kreativitas peserta didik
MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA BERBANTUAN QUIPPER SCHOOL
Penelitian ini menyajikan deskripsi investigasi penggunaan e-learning dalam pembelajaran matematika, khususnya Quipper School, dengan fokus pada pemahaman, berpikir kritis, dan kemandirian belajar siswa. Studi ini memberikan bukti empiris tentang penggunaan Quipper School, dalam mendukung eksplorasi pengetahuan dan kegiatan yang berkaitan dengan matematika tingkat SMP, yaitu bangun datar. Dua kelas dari siswa SMP Kelas VIII di SMP PGRI Kramat Watu menjadi subjek studi ini. Kelompok kontrol mendapat perlakuan pembelajaran dengan metode konvensional dan kelompok eksperimen dengan menggunakan Quipper School. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif. Data penelitian diperoleh dengan mengumpulkan hasil pre tes dan post tes, mengisi kuisioner dan wawancara. Studi ini menemukan bahwa (1) penerapan Quipper School memiliki pengaruh positif pada aspek teknologi pendidikan dalam memperkaya belajar matematika siswa SMP PGRI Kramatwatu Kelas VIII untuk lebih terlibat dalam kegiatan pembelajaran di kelas, (2) siswa SMP PGRI Kramatwatu Kelas VIII dengan pembelajaran berbantuan Quipper School memiliki perolehan nilai yang lebih tinggi dan memiliki efek positif pada kemandirian belajar khususnya pada materi Bangun datar