JIPMat
Not a member yet
130 research outputs found
Sort by
KEMAMPUAN LITERASI MAHASISWA PADA PENGEMBANGAN MODUL STATISTIKA MATEMATIKA
Penelitian ini membahas kemampuan literasi mahasiswa pada pengembangan modul statistika matematika. Kemampuan literasi mahasiswa terdiri dari 5 aspek yang mengacu pada Association of College Research Libraries (ACRL) yaitu (1) Kemampuan menentukan jenis dan sifat informasi yang dibutuhkan, (2) Kemampuan mengakses kebutuhan informasi secara efektif dan efisien, (3) Kemampuan mengevalusi informasi dan sumber-sumber secara kritis dan menjadikan informasi yang dipilih sebagai dasar pengetahuan, (4) Kemampuan menggunakan dan mengkomunikasikan informasi dengan efektif dan efisien, dan (5) Kemampuan memahami isu ekonomi, hukum, dan sosial dalam penggunaan dan pengaksesan informasi secara etis dan hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kriteria penilaian norma (PAN). Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi matematika fakultas keguruan dan ilmu pendidikan yang telah menggunakan modul statistika matematika. Hasil penelitian ini menyatakan secara rata-rata kemampuan literasi mahasiswa adalah cukup baik dengan rincian siswa berkemampuan sangat tinggi 6,25%, tinggi 25%, cukup 37,50%, rendah 31,25%, dan sangat rendah 0%. Selain itu, kelima aspek kemampuan literasi juga memiliki kriteria cukup baik
VISUALISASI SPASIAL ABSTRAK SEBAGAI PENALARAN SPASIAL TERKUAT SISWA AUTIS
Penalaran spasial abstrak merupakan penalaran terkuat dari siswa autis. Dalam penelitian ini kami ingin mengidentifikasi penalaran spasial siswa autis berdasarkan kategori penalaran spasial (visualisasi spasial, rotasi mental, dan orientasi spasial) dan level penalaran (abstrak dan kongkrit). Sebanyak 46 siswa autis dan 46 siswa non-autis berpartisipasi sebagai subjek. Semua subjek diberikan 6 tipe tes penalaran spasial yang meliputi ketiga kategori serta level penalaran spasial. Hasil yang diperoleh yaitu siswa autis memiliki keunggulan pada kategori visualisasi spasial abstrak sementara siswa non-autis memiliki keunggulan pada kategori visualisasi spasial kongkrit. Hasil tersebut menunjukkan secara spesifik bahwa visualisasi spasial abstrak merupakan penalaran spasial terkuat yang dimiliki oleh siswa autis. Dengan demikian penelitian ini memberikan gambaran baru mengenai kemampuan penalaran spasial siswa ditinjau dari kategori penalaran serta level penalaran
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT ATTAINMENT DAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY BERBANTUAN LECTORA TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran concept attainment dan guided discovery berbantuan Lectora terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa materi Teorema Pythagoras. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian Quasi Eksperimental Design di kelas VIII SMP Negeri 2 Jatibarang. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Analisis pada penelitian ini dengan membandingkan nilai kemampuan pemahaman konsep saat posttest pada masing-masing kelas yang di teliti, yaitu pada kelas Eksperimen 1, Eksperimen 2, dan kelas kontrol. Dari hasil penelitian data awal yang dihitung menggunakan uji anava satu jalur dengan taraf signifikan 5% dan regresi linier sederhana. Hasil dari perhitungan penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yangmenggunakan model pembelajaran concept attainment berbantuan lectoradan guided discoveryberbantu lectora dan model pembelajaran konvensional. 2) Rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran concept attainment dan berbantuan lectora lebih baik dari model pembelajaran konvensional. 3) Rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran guided discoveryberbantuan lectora lebih baik dari model pembelajaran konvensional. 4) Rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran concept attainment berbantuan lectoradan guided discoveryberbantu lectora mencapai KKM. 5) Terdapat pengaruh keaktifan siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran concept Attainment berbantuan lectora dan guided discovery berbantu lectora
IDENTIFIKASI DISPOSISI MATEMATIKA SISWA DALAM PEMBELAJARAN SOCRATES KONTEKSTUAL PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL PADA SISWA KELAS VIII SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi disposisi matematis siswa dalam pembelajaran Socrates kontekstual. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII A SMP Negeri 3 Kedungwaru. Data penelitian ini merupakan data kualitatif deskriptif mengenai disposisi matematis siswa yang diperoleh melalui catatan lapangan, angket, dan dokumentasi. Indikator disposisi matematis adalah kepercayaan diri, kegigihan dan ketekunan, fleksibel, dan keingintahuan. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan terhadap data. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran Socrates kontekstual dapat memunculkan disposisi matematis siswa
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECKS PADA MATERI POKOK SEGITIGA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan mengetahui: pengaruh model pembelajaran pair check pada materi pokok segitiga ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 2×3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 3 Batanghari. Melalui Cluster Random Sampling diperoleh sampel penelitian adalah kelas VII 6 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII 5 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes prestasi belajar matematika dan angket gaya belajar. Pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Hasil penelitian adalah: (1) Model Pembelajaran pair check menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik daripada model pembelajaran konvensional. (2) Prestasi belajar matematika peserta didik yang memiliki gaya belajar visual lebih baik daripada gaya belajar auditorial dan kinestetis, sedangkan prestasi belajar peserta didik yang memiliki gaya belajar auditorial lebih baik daripada gaya belajar kinestetik. (3) Tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar terhadap prestasi belajar peserta didik pada materi pokok segitiga
PROFIL GENERALISASI BERDASARKAN PERSPEKTIF SEMIOTIK SISWA OPERASIONAL KONKRET DAN OPERASIONAL FORMAL
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses generalisasi berdasarkan perspektif semiotik pada siswa operasional konkret dan operasional formal. Material semiotik yang akan dianalisis meliputi, gestur, ucapan dan tulisan. Penelitian kualitatif eksploratif ini dilaksanakan di salah satu SMP swasta  di Tuban Jawa Timur Indonesia. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang siswa Kelas VII yang berada pada tahap operasional konkret dan operasional formal. Subjek dipilih dengan menggunakan instrument GALT (Group of Assessment of Logical Thinking). Data dikumpulkan dengan think aloud, yaitu saat menyelesaikan tugas generalisasi pola, siswa menyatakan proses berpikirnya secara lisan. Selain itu, juga dilakukan wawancara. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa operasional konkret melalui tiga tahapan proses generalisasi, sedangkan siswa operasional formal melalui empat tahapan proses generalisasi. Tahapan membuktikan kebenaran rumus umum tidak dilakukan oleh siswa operasional konkret. Siswa operasional konkret menyatakan produk generalisasi dalam bentuk kalimat sederhana berdasarkan pada konteks gambar yang dilihat, sedangkan siswa operasional formal menyatakan produk generalisasi dalam bentuk aljabar simbolik
PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN TAKSONOMI BLOOM REVISI TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA SISWA SMP BERMOTIVASI BELAJAR TINGGI DAN RENDAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pembelajaran matematika dengan pendekatan taksonomi terhadap pemecahan masalah matematika, perbedaan pengaruh motivasi belajar terhadap pemecahan masalah matematika, dan perbedaan pengaruh interaksi bersama pembelajaran matematika dengan pendekatan taksonomi dengan motivasi belajar siswa terhadap pemecahan masalah matematika. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 18 Jakarta tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 60 siswa melalui simple random sampling.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik tes bentuk esai dan angket motivasi belajar siswa. Analisis data dengan metode statistik deskriptif yang telah diuji validitas, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya beda. Uji statistik dipergunakan uji anava dua jalur dengan treatment by level. Sebelumnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas. Berdasarkan pengujian hipotesis yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa: (1) terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang diberikan pendekatan taksonomi bloom revisi dengan pendekatan taksonomi SOLO, (2)terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa yang memiliki motivasi tinggi dan siswa yang memiliki motivasi rendah, (3)terdapat pengaruh interaksi yang siginfikan antara pendekatan pembelajaran dan motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika sisw
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA SMP BERDASARKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil PISA dan TIMSS siswa Indonesia yang kontradiktif dengan motivasi belajar mereka. Untuk itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa SMP dengan tingkat motivasi belajar rendah dan tinggi. Identifikasi kemampuan literasi matematis didasarkan atas indikator literasi matematis yang meliputi: komunikasi, matematisasi, representasi, pemilihan strategi untuk pemecahan masalah, serta penalaran. Subjek penelitian terdiri dari 1 siswa untuk masing-masing kategori. Instrumen penelitian meliputi peneliti, tes literasi matematis, angket motivasi belajar siswa, dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari tes, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan pengambilan simpulan. Adapun hasil penelitian menyatakan bahwa kemampuan literasi matematis siswa motivasi belajar rendah dan rendah memiliki kesamaan dalam komunikasi dan matematisasi. Sedangkan pada saat pemilihan strategi pemecahan masalah, representasi dan penalaran terdapat perbedaan antara kedua subjek. Perbedaan tersebut terletak pada cara yang dipilih siswa dengan motivasi belajar tinggi dalam melihat fokus permasalahan dan menganalisa jawaban, sedangkan siswa dengan motivasi belajar rendah lebih memilih cara prosedural.Kata kunci: Literasi Matematis, Siswa SMP, Motivasi Belaja
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIIC SMPN 2 LAHAT MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SQ3R
Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menelaah prestasi belajar siswa yang mendapatkan model pembelajaran SQ3R, (2) untuk menelaah aktivitas belajar siswa yang mendapatkan model pembelajaran SQ3R. Subjek peneitian adalah siswa SMP Negeri 2 Lahat kelas VII.C tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 31 siswa, terdiri dari 15 siwa dan 16 siswi. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus mencakup perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan skor aktivtas siswa dari rata-rata 20,5 kategori aktif menjadi 27 kategori sangat aktif, (2) terjadi peningkatan prestasi belajar siswa dari rata-rata 64,5 menjadi 70,97 dan peningkatan ketuntasan klasikal dari 76,4% menjadi 81,25%. Peneliti menyarankan agar waktu yang digunakan siswa dalam berdiskusi diatur agar kegiatan tersebut efektif. Temuan penelitian ini dalam pembelajaran siswa terlihat dapat menyampaikan ide dan gagasannya secara terstruktur dan sistematis ketika sedang berdiskusi dan presentasi. Model pembelajaran SQ3R juga meningkatkan motivasi siswa untuk membaca yang berarti mendukung gerakan lterasi sekolah
PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PERMAINAN MONOPOLI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aturan permainan monopoli Indonesia untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Permainan monopoli Indonesia digunakan untuk belajar menyelesaikan masalah matematika. Subjek penelitian tindakan kelas ini sebanyak 30 siswa kelas IV SD. Data dikumpulkan dengan lembar observasi, catatan lapangan, dan tes. Pembelajaran berbasis permainan monopoli Indonesia dimulai dengan menjelaskan materi dan membagi siswa dalam kelompok. Permainan dimulai dengan pemain melemparkan dadu, melangkah di atas papan permainan, dan meletakkan bidak pada petak. Pemain mengambil dan membacakan soal pada kartu AT atau AAI, kemudian berdiskusi. Jika jawaban benar, pemain mendapat modal tambahan dan berhak membeli properti. Jika jawaban salah, kelompok lain dapat menjawab tersebut. Pada akhir permainan, guru mengumumkan pemenang yaitu kelompok yang memiliki kekayaan terbanyak. Hasil tes menunjukkan bahwa siswa yang tuntas belajar pada tahap pratindakan sebanyak 36,7%, pada siklus I sebanyak 60%, dan pada siklus II sebanyak 83,3%