130 research outputs found

    PENERAPAN PEMBELAJARAN ENTREPRENEUR BERBASIS MATEMATIKA

    Get PDF
    Di Indonesia masih banyak pengangguran dan makin kecil peluang untuk mendapatkan pekerjaan bagi para lulusan sekolah. Diperlukan inovasi pengajar dalam pembelajaran untuk menumbuhkan karakter siswa seperti kerja keras, tanggung jawab, ulet, jujur, dan sebagainya, dalam karakter tersebut bisa dirangkum sebagai karakter kewirausahaan. Karakter kewirausahaan perlu ditumbuhkan pada setiap siswa untuk membentuk jiwa wirausaha, sehingga dapat mewujudkan pembangunan ekonomi dan membuka lapangan kerja sendiri. Untuk membangun karakter kewirausahaan melalui internalisasi dalam kehidupan, pembelajaran di sekolah dibutuhkan suatu kajian yang komprehensif mengenai potensi dari mata pelajaran matematika yang diajarkan kepada siswa. Pembelajaran Entrepreneur berbasis matematika dapat menjadi solusi dalam menanamkan karakter kewirausahaan kepada siswa melalui pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika secara tidak langsung memiliki nilai-nilai kewirausahaan salah satu contohnya materi aritmatika yang dapat mengenalkan siswa mengenai prinsip jual-beli, untung dan rugi

    ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI VERBAL SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN TAHAPAN KRULIK AND RUDNICK DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA

    Get PDF
    Kemampuan representasi verbal memberikan manfaat untuk membantu memudahkan dalam menyelesaikan masalah matematika. Kemampuan representasi verbal dapat dilihat dari proses pemecahan masalah matematika. Krulik dan Rudnick menyebutkan bahwa pemecahan masalah terdiri dari lima tahapan. Sedangkan motivasi belajar mengacu pada keseluruhan daya penggerak untuk mencapai tujuan yang diinginkan yaitu menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi verbal dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan tahapan Krulik dan Rudnick ditinjau dari motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA N 1 Tahunan Jepara. Subjek pada penelitian ini adalah tiga siswa di kelas X MIPA 5 SMA N 1 Tahunan Jepara dengan tingkat motivasi belajar siswa tinggi (subjek MT), sedang (subjek MS), dan rendah (MR). Penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Indikator kemampuan representasi verbal berdasarkan pendapat Rangkuti. Berdasarkan hasil diperoleh 1) subjek dengan motivasi tinggi hampir semua indikator kemampuan representasi verbal terpenuhi dapat dikatakan baik, 2) subjek dengan motivasi sedang hanya memenuhi sebagian indikator kemampuan representasi verbal dapat dikatakan cukup baik, 3) subjek dengan motivasi rendah hanya memenuhi beberapa indikator kemampuan representasi verbal dapat dikatakan cukup

    PENGARUH COLLABORATIVE TEACHING DAN PENGETAHUAN AWAL TERHADAP KECEMASAN MATEMATIS SISWA

    Get PDF
    Model collaborative teaching dipandang sebagai pembelajaran yang memungkinkan siswa terhindar dari rasa cemas yang berat ketika menyelesaikan soal, sehingga siswa dapat membangun pemahaman konsep dengan baik. Kecemasan yang berat dapat menyebabkan rendahnya pemahaman matematis pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan dan pemahaman matematis siswa melalui penggunaan collaborative teaching. Sampel terdiri dari 51 siswa SMP dari kelas VII MTsN Jeureula yang di tes dua kali selama dua bulan. Studi menemukan terdapat peningkatan pemahaman matematis siswa yang signifikan pada tes awal dan tes akhir. Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman siswa yang diajarkan dengan collaborative teaching dan pembelajaran biasa, sementara tingkat kecemasan matematis, berada pada tingkat ideal (sedang) dibanding dengan siswa yang diajarkan dengan metode biasa yaitu berada pada tingkat berat. Studi juga menemukan tidak terdapat interaksi antara faktor pembelajaran dan pengetahuan awal siswa (Tinggi, sedang dan rendah) terhadap pemahaman konsep. Ini berarti bahwa model collaborative teaching dan pengetahuan awal siswa tidak mempengaruhi pemahaman matematis secara bersamaan. Akan tetapi, terdapat interaksi antara faktor pembelajaran dan pengetahuan awal siswa terhadap kecemasan matematis, ini berarti model collaborative teaching dan pengetahuan awal siswa mempengaruhi kecemasan matematis secara bersamaan

    DESAIN PEMBELAJARAN UKURAN PEMUSATAN DATA MENGGUNAKAN KONTEKS GAME RATING

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Hypothetical Learning Trajectory (HLT) dalam membantu siswa memahami konsep ukuran pemusatan data. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 3 Ungaran. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII, dengan 2 tahap yaitu pilot experiment yang melibatkan 6 siswa dari kelas VIII B dan dilanjutkan teaching experiment yang melibatkan 25 siswa dari kelas VIII C. Penelitian ini menggunakan metode design research yang menggunakan HLT. HLT memegang peran yang sangat penting sebagai desain dan instrumen utama dalam penelitian. Kegiatan pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan konteks game rating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HLT dapat membantu siswa 1) menemukan sendiri bagaimana menghitung mean, median dan modus melalui bentuk representasi matematis, 2) menemukan sendiri konsep ukuran pemusatan data, 3) menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan konsep ukuran pemusatan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa melalui serangkaian aktivitas yang telah dilakukan membantu siswa dalam pembelajaran ukuran pemusatan data

    LUDO 3D-MB MEDIA SEBAGAI PENGENALAN MITIGASI BENCANA ALAM BERBASIS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG

    Get PDF
    Deretan bencana alam terjadi di Indonesia dalam kurun waktu 2018. Sampai Oktober 2018, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat telah terjadi 1.999 bencana, diantaranya tanah longsor, gempa bumi, tsunami, dan banjir bandang. Akibat bencana alam tersebut lebih dari 3.548 orang meninggal dunia dan hilang. Bencana alam yang terjadi di Indonesia disebabkan karena letak geografis Indonesia diantara tiga lempeng yaitu lempeng Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Pergerakan lempeng menjadikan Indonesia berpeluang besar mengalami bencana alam. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus siap dan tanggap dalam menghadapi bencana alam. LUDO 3D-MB Media menjadi solusi untuk memperkenalkan siswa SMP dalam menghadapi bencana alam dengan pendekatan matematika materi bangun ruang. Perbedaan LUDO 3D-MB Media dengan LUDO pada umumnya adalah setiap petak memiliki kartu yang berisi sikap siaga menghadapi suatu peristiwa bencana alam tertentu yang dihubungkan dengan soal cerita matematika bangun ruang. Sebagai contoh “Salah satu upaya mencegah banyaknya korban gempa bumi adalah dengan meletakkan barang yang berat di bawah dan barang yang ringan di atas. Jika di dalam kamarmu terdapat lemari yang berukuran , dan televisi berbentuk kubus dengan volume , Kamu harus memasukkan televisi tersebut ke dalam lemari bagian bawah untuk mencegah adanya korban. Berapakah volume lemari yang tidak ditempati televisi?â€. Adanya LUDO 3D-MB Media dapat mendidik sejak dini kesiapsiagaan bencana alam melalui lingkup pendidikan formal

    ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MELALUI MODEL RECIPROCAL TEACHING PADA MATERI KUBUS DAN BALOK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis tulis peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Reciprocal Teaching pada materi kubus dan balok. Jenis penelitian ini adalah penelitian deksriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII G SMP Negeri 1 Brebes Tahun pelajaran 2018/ 2019. Pengambilan subjek menggunakan  purposive sampling dari nilai tes kemampuan komunikasi matematis sebanyak 6 subjek yaitu masing-masing 2 subjek dengan kemampuan komunikasi matematis tinggi, 2 subjek dengan kemampuan komunikasi matematis sedang, dan 2 subjek dengan kemampuan komunikasi matematis rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kemampuan komunikasi matematis tulis untuk subjek dengan kemampuan komunikasi matematis tinggi  mencapai lima indikator kemampuan komunikasi matematis , subjek dengan kemampuan komunikasi matematis sedang mencapai tiga indikator kemampuan komunikasi matematis dan subjek dengan kemampuan komunikasi matematis rendah mencapai dua indikator kemampuan komunikasi matematis

    ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI INDIKATOR NCTM DAN ASPEK BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA DI KELAS 7B SMP KANISIUS KALASAN

    Get PDF
    Pembelajaran matematika dikelas masih banyak yang menekankan pemahaman siswa tanpa melibatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Siswa tidak diberi kesempatan menemukan jawaban ataupun cara yang berbeda yang sudah diajarkan guru. Dengan demikian siswa tidak dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di SMP Kanisius Kalasan, guru masih menggunakan metode konvensional, pembelajaran masih berpusat pada guru dan belum menerapkan metode atau strategi lain dalam proses pembelajaran. Dari observasi pada siswa terlihat dalam proses pembelajaran siswa kurang memperhatikan guru ketika guru menjelaskan, sehingga siswa tidak memahami dengan baik skema konsep yang diberikan dan ketika mengerjakan soal yang diberikan oleh guru, siswa cenderung hanya dapat mengerjakan soal yang sama dengan contoh yang diberikan sebelumnya oleh guru. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa ditinjau dari aspek berpikir kritis matematis siswa kelas 7B SMP Kanisius Kalasan pada materi keliling segitiga. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini berdasarkan indikator kemampuan pemecahan masalah menurut NCTM untuk materi keliling segitiga diperoleh hasil terdapat 14 siswa yang memenuhi 4 dari 5 indikator dan terdapat 8 siswa yang memenuhi 3 dari 5 indikator

    VALIDASI LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK DENGAN PENDEKATAN INKUIRI BERBANTUAN GEOGEBRA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validasi Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) dengan pendekatan inkuiri terbimbing berbantuan geogebra pada materi trigonometri di kelas X SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian RnD (research and development). Desain Model pengembangan menggunakan model ADDIE (Analysis, design, develop, implementation, evaluation). Instrumen yang digunakan adalah angket validasi ahli materi dan angket validasi ahli media. Hasil validasi dari penilaian ahli materi LKPD dengan pendekatan inkuiri terbimbing berbantuan geogebra pada kelas X trigonometri adalah 86,4% dengan kriteria "valid", sedangkan validasi dari penilaian ahli media mencapai 88,03% dengan kriteria "valid". Berdasarkan hasil validasi, LKPD yang dikembangkan memiliki kriteria valid atau layak pada penilaian validitas

    ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA BERDASARKAN NEWMAN

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis kesalahan serta penyebab siswa kelas VIII-E SMP Dharma Wanita Surabaya dalam menyelesaikan soal cerita materi koordinat kartesius menggunakan prosedur analisis kesalahan Newman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan wawancara dimana instrumen yang digunakan adalah tes tertulis dengan jumlah 2 soal essay, sedangkan teknik wawancara dilakukan dengan siswa yang terpilih guna memastikan jenis kesalahan yang dilakukan dalam menyelesaikan soal cerita. Peneliti memilih tiga orang siswa untuk dijadikan subjek penelitian dari keseluruhan siswa kelas VIII-E yang melakukan kesalahan terbanyak dalam mengerjakan soal nomor 1 dan soal nomor 2 untuk diwawancarai. Selain itu, ketiga siswa yang terpilih sebagai subjek penelitian ini dipilih berdasarkan kemampuannya berkomunikasi dengan baik. Pada peneitian ini, peneliti mengungkap Dari penelitian ini memberikan informasi bahwa jenis kesalahan yang dilakukan oleh subjek penelitian pertama (S1) mewakili siswa yang melakukan kesalahan pada 5 tahapan, diantarannya adalah  tahap membaca (reading error,T1), tahap memahami masalah (comprehension error, T2), tahap trasfomasi masalah (transformation error, T3), tahap keterampilan proses (process skill error, T4), dan tahap penulisan jawaban akhir (encoding error, T5). Kesalahan yang dilakukan subjek penelitian kedua (S2) yang mewakili siswa yang melakukan kesalahan pada 3 tahapan, diantarannya adalah tahap memahami masalah (comprehension error, T2), tahap keterampilan proses (process skill error, T4), dan tahap penulisan jawaban akhir (encoding error, T5). Kesalahan yang dilakukan subjek penelitian ketiga (S3) yang mewakili siswa yang melakukan kesalahan pada 3 tahapan, diantarannya adalah tahap trasfomasi masalah (transformation error, T3), tahap keterampilan proses (process skill error, T4), dan tahap penulisan jawaban akhir (encoding error, T5).Kata kunci: analisis kesalahan siswa, newman, soal cerita matematik

    ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SMK KIMIA INDUSTRI THERESIANA SEMARANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa pada materi barisan dan deret aritmatika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data dilakukan pada siswa SMK Kimia Industri Theresiana Semarang kelas XI yang dipilih secara purposive sampling. Subyek pada penelitian ini yaitu 6 siswa, yang terdiri dari siswa dengan kemampuan matematis tinggi, sedang, dan rendah masing-masing 2 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes uraian, wawancara, serta dilengkapi dengan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Pada penelitian ini digunakan software QSR NVivo untuk membantu mengelola dan menganalisis data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada siswa dengan kemampuan matematis tinggi menggunakan kemampuan representasi visual, verbal, dan simbolik. Namun, siswa kurang dalam penguasaan kemampuan representasi verbal, terlihat dari ragu-ragu dalam mengerjakan soal; (2) pada siswa dengan kemampuan matematis sedang menggunakan kemampuan representasi visual dan simbolik. Namun, siswa mengalami kesulitan dalam menggunakan representasi verbal. Siswa lebih memilih untuk tidak menjawab soal karena tidak paham dengan apa yang ditanyakan; serta (3) pada siswa dengan kemampuan matematis rendah hanya bisa menggunakan kemampuan representasi visual dan mengalami kesulitan dalam representasi simbolik dan verbal. Siswa tidak memahami konsep materi, sehingga tidak mampu menyelesaikan masalah representasi simbolik dan verbal

    130

    full texts

    130

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JIPMat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇