JIPMat
Not a member yet
130 research outputs found
Sort by
SCAFFOLDING DALAM PEMBELAJARAN MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR
Struktur aljabar merupakan salah satu materi matematika aksiomatik yang syarat dengan definisi dan teorema yang memuat konsep yang abstrak, karena sifatnya yang abstrak mahasiswa merasa kesulitan dalam memahaminya. Kendala yang dihadapi mahasiswa dalam mengikuti matakuliah struktur aljabar adalah kesulitan menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan bukti. Berdasarkan beberapa penelitian para ahli mahasiswa cenderung mengalami kesulitan dalam mengkonstruksi bukti. Berdasarkan hal tersebut, dalam kegiatan pembelajaran mahasiswa perlu mendapatkan bantuan dari seorang dosen atau orang yang lebih ahli untuk menjadi fasilitator. Scafolding adalah pemberian bantuan dalam proses pembelajaran kepada mahasiswa untuk menyelesaikan masalah, tugas yang berupa gambar, petunjuk, dan pemberian contoh yang bertujuan agar mahasiswa mampu menyelesaikan masalah matematika yang diberikan secara mandiri. Jadi scaffolding dalam struktur aljabar merupakan salah satu bentuk pendampingan kognitif dosen kepada mahasiswa dalam mengembangkan pemahaman baru yang bisa juga dituangkan dalam buku ajar/lembar kerja mahasiswa maupun model pembelajaran sehingga mahasiswa mampu bekerjasama dalam menyelesaikan suatu masalah serta mampu menjaga  mahasiswa dari rasa gagal melalui berbagai bantuan berupa strategi dan prosedur-prosedur kunci untuk menyelesaikan soal struktur aljabar yang difokuskan pada tujuan pembelajaran dan kesuksesan mahasiswa
EKSPLORASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM AKTIVITAS COLLABORATIVE PROBLEM SOLVING PADA TOPIK GEOMETRI
Berpikir kritis dan collaborative merupakan kemampuan yang penting di abad ke-21. Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam aktivitas collaborative problem solving. Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif bersifat eksploratif. Subjek terdiri dari 2 kelompok siswa kelas IX SMP dengan satu kelompok terdiri dari dua siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes berpikir kritis dalam collaborative problem solving dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data berdasarkan indikator berpikir kritis dalam collaborative problem solving. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dalam aktivitas collaborative problem solving terkait geometri terbagi menjadi kategori rendah dan tinggi. Pada kategori rendah tidak dapat melalukan proses collaborative problem solving dengan baik sehingga tidak mampu melalui tahapan interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi dengan benar. Sedangkan pada kategori tinggi dapat melalukan proses collaborative problem solving dengan baik sehinggga dapat melalui semua tahapan interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi dengan cukup baik. Keterampilan sosial terutama komunikasi yang digunakan dalam collaborative problem solving berjalan lancar. Selain itu terjadi proses saling memberikan ide dalam memecahkan masalah tersebut dan bekerja sama dalam menemukan solusi yang tepat dan logis
PENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MELALUI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR “CREATIVE FACTOR†BERBASIS PROYEK
Penelitian ini untuk mengembangkan peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi menggunakan produk bahan ajar “Creative Factor†pada materi kelipatan dan faktor bilangan. Produk bahan ajar “Creative Factor†materi kelipatan dan faktor bilangan dikembangkan berdasarkan kebutuhan guru terhadap sumber referensi lain dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD). Pada soal pretest rata-rata siswa belum memenuhi KKM 60, dan pada soal pretest siswa mendapatkan nilai rata-rata 40. Sedangkan pada soal postest siswa sudah memenuhi KKM yaitu nilai lebih dari 60, dan mendapatkan nilai siswa rata-rata 78. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pada bahan ajar “Creative Factor†berbasis proyek ada peningkatan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi pada materi kelipatan dan faktor bilangan yaitu mencapai nilai 0,67 dengan interpretasi “Sedangâ€. Berdasarkan hasil tersebut, produk bahan ajar “Creative Factor†dapat dinyatakan meningkat pada materi kelipatan dan faktor bilangan
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING
Matematika merupakan suatu ilmu yang ada di setiap aspek kehidupan. Dalam kehidupan nyata, matematika dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sehari-hari. Sehingga matematika memegang peranan penting dan sangat dibutuhkan setiap manusia didalam kehidupan sehari-hari. Namun pada kenyaataannya masih banyak yang mengatakan bahwa matematika itu sulit dan matematika cenderung sebagai mata pelajaran yang tidak disukai sebagian mahasiswa. Indikasi kesulitan tersebut dapat dilihat dari prestasi mahasiswa yang masih kurang memuaskan, karena masih banyak yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran matematika. Sehingga perlu dilakukankan upaya untuk menciptakan suatu pembelajaran yang aktif dan kreatif yang dapat meningkatkan prestasi belajar matematika mahasiswa. Salah satu yang dilakukan yaitu dengan menerapkan pendekatan problem solving. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan pendekatan problem solving untuk meningkatkan prestasi belajar matematika mahasiswa. PTK dilakukan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, tindakan, pegamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dapat meningkatkan hasil belajar matematika mahasiswa
ANALISIS KEBUTUHAN KAMUS SAKU (INDONESIA-INGGRIS/INGGRIS-INDONESIA) MATERI GEOMETRI
Kemampuan berbahasa Inggris adalah suatu kunci keberhasilan di era global. Kemampuan tersebut diperlukan di segala bidang termasuk dalam bidang pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Upaya yang dapat dilakukan oleh Prodi Pendidikan Matematika Universitas Muria Kudus dalam hal mengembangkan penguasan Bahasa Inggris yang berkaitan dengan pendidikan matematika adalah dengan memberikan mata mata kuliah Bahasa Inggris Pendidikan Matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan sumber belajar berupa kamus saku (Indonesia-Inggris/ Inggris-Indonesia) khususnya pada materi geometri sebagai alternatif penunjang dalam mata kuliah Bahasa Inggris Matematika. Artikel ini merupakan artikel dengan jenis penelitian deskriptif dengan subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika sebanyak delapan puluh delapan orang. Data penelitian diperoleh dari pengisian angket kebutuhan sumber belajar berupa kamus saku. Hasil analisis angket kebutuhan tersebut menunjukkan perlunya pengembangan kamus saku (Indonesia-Inggris/ Inggris-Indonesia) pada materi geometri sebagai alternatif penunjang dalam mata kuliah Bahasa Inggris Matematika. Kamus tersebut memudahkan mahasiswa dalam mengartikan kosakata matematika yang berkaitan dengan geometri dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris atau pun sebaliknya
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF REFLEKTIF SISWA SMP
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir aljabar dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif reflektif. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 6 Jepara. Jenis penelitian ini merupakan deskripstif kualitatif. Subjek penelitian yang diambil adalah siswa kelas VIII A SMPN 1 Tayu tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 1 siswa dengan gaya kognitif reflektif. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu metode angket gaya kognitif, tes tertulis, dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode yaitu dilakukan dengan cara mengecek data dari tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : profil kemampuan berpikir aljabar dalam memecahkan masalah matematika subjek dengan gaya kognitif reflektif memenuhi 5 indikator, yaitu, generalisasi, abstraksi pemodelan, berpikir analitik, dan berpikir dinamik
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN ULTPYGO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas Classroom Action Research (CAR) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan belajar matematika siswa melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT dengan Media Pembelajaran ULTPYGO. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMPN 3 Sendana. Dalam proses pembelajaran TGT, siswa melakukan permainan dengan menggunakan ULTPYGO untuk menambah pengetahuan yang berkaitan dengan materi teorema Pytagoras. Proses pembelajaran yang dikaitkan dengan permainan ular tangga sangat mempengaruhi keaktifan siswa dalam belajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain hanya belajar, siswa juga dapat bermain seperti ular tangga pada umumnya sehingga siswa sangat mudah mendapatkan pengetahuan mengenai teorema Pythagoras melalui permainan ULTPYGO tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes akhir siklus dan pengamatan melalui lembar observasi siswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik deskriptif. Persentase siswa yang tuntas belajar meningkat dari 73,91% pada siklus I menjadi 91,30% pada siklus II dan nilai rata-rata pada siklus I adalah 67,59 rentang nilai pada siklus I 39 standar deviasi siklus I adalah 11,15 sedangkan nilai rata-rata pada siklus II mencapai 82,96 rentang nilai pada siklus II 43 standar deviasi siklus II 11,11. Meningkatnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan selama penelitian dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan selama dua siklus, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT dengan Media Pembelajaran ULTPYGO kelas VIII B SMPN 3 Sendana mengalami peningkatan
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEOSCRIBE PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL (SPLDV)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media videoscribe pada materi sistem persamaan linier dua variabel dan untuk melihat validitas media videoscribe tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang hanya menggunakan tiga tahap yaitu Analysis, Design, dan Development. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara dan lembar validasi media yang terdiri dari lembar validasi ahli materi dan lembar validasi ahli media. Pengambilan data dengan menggunakan wawancara dan pemberian angket validasi kepada validator. Analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif berupa perhitungan rata-rata skor. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh penilaian terhadap media videoscribe dari ahli materi dengan rata-rata skor sebesar 4,833 dan termasuk kedalam kategori sangat layak. Sedangkan penilaian ahli media dengan rata-rata 4,058 yang menunjukkan kriteria layak. Dari kedua penilaian ahli materi dan ahli media diperoleh rata-rata 4,445. Dari hasil tersebut maka media video scribe yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak serta valid dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran di kelas
DESKRIPSI KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA BERKEMAMPUAN TINGGI DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA
Materi dalam matematika saling berhubungan satu sama lain sehingga untuk memecahkan masalah matematika diperlukan koneksi matematis. Dalam menyelesaikan soal cerita, sering kali siswa tidak sepenuhnya mengenali dengan baik konsep yang digunakan dalam menjawab soal sehingga kurang tepat dalam menyelesaikannya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan soal cerita. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian 3 siswa kelompok berkemampuan tinggi kelas VII A MTs Ma’arif Ambulu. Teknik pengumpulan data dengan tes dan wawancara. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis terhadap kemampuan koneksi matematis siswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan soal cerita dapat disimpulkan bahwa hanya sebagian konsep/prosedur terhubung dan teraplikasi pada A1, serta sebagian besar konsep/prosedur/masalah terhubung dan teraplikasi pada A2, A3, dan A4
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran think pair share dengan pendekatan problem based learning efektif ditinjau dari kemampuan berfikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat eksperimen semu dengan desain penelitian berupa pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah siswa kelas X MIPA MAN Salatiga tahun pelajaran 2018/2019. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan soal tes kemampuan berfikir kritis materi vektor yang terdiri dari 5 butir soal. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil uji one sample t test rata-rata siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan model think pair share dengan pendekatan problem based learning telah mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yaitu sebesar 76,06, (2) hasil uji independent sample t test rata-rata kemampuan berfikir kritis siswa diperoleh nilai sebesar 0,006, (3) rata-rata skor N-Gain kemampuan berfikir kritis siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan model think pair share dengan pendekatan problem based learning sebesar 0,63 sedangkan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional hanya sebesar 0,50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran think pair share dengan pendekatan problem based learning efektif ditinjau dari kemampuan berfikir kritis siswa kelas X MIPA MAN Salatiga tahun 2018/2019