130 research outputs found

    ANALISIS LITERASI MATEMATIKA MAHASISWA CALON GURU DITINJAU DARI PEBEDAAN KEMAMPUAN MATEMATIKA

    Full text link
    Ujian Nasional yang dinilai memiliki banyak kekurangan telah dievaluasi kembali. Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Tekologi Nadiem Makariem dengan Program Merdeka Belajar mulai tahun 2020 menghapus ujian nasional dan diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). AKM menjadi salah satu terobosan untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Terkait keputusan tersebut makan perlu menyiapkan calon guru yang memiliki literasi yang baik pula. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatann kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan literasi matematika mahasiswa calon guru yang mana hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan untuk pengembangan bahan ajar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini yaitu diperoleh profil literasi matematika mahasiswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Untuk subjek berkemampuan tinggi, ia dapat memenuhi indicator dengan baik tanpa ada kesalahan apapun. Sedangkan pada subjek berkemampyuan sedang, dan rendah mereka dapat memenuhi semua indicator hanya saja ada kesalahan pada proses perhitungan

    PENGEMBANGAN APLIKASI KREASI BERBASIS LOCAL WISDOM UNTUK SISWA KELAS VII

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran matematika yang valid dan praktis untuk memfasilitasi kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi aritmatika sosial untuk siswa SMP kelas VII. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan Borg dan Gall dengan instrumen penelitiannya lembar wawancara, lembar angket, dan lembar validasi. Teknik analisis data diperoleh dari penilaian dua validator dan penilaian kepraktisan terhadap 2 guru dan 32 siswa, yang kemudian dianalisis. Hasil validasi aplikasi KREASI menunjukkan bahwa aplikasi termasuk dalam kriteria valid dengan skor 3,1. Hasil penilaian kepraktisan guru dan siswa, guru menyatakan aplikasi termasuk dalam kriteria praktis dengan skor 3 dan penilaian siswa menyatakan aplikasi termasuk dalam kriteria praktis dengan skor 3,2

    PERUBAHAN PEDAGOGIS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA: MEMANFAATKAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBASIS MOBILE LEARNING TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA

    Full text link
    Proses pembelajaran melibatkan instruksi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh guru, hal ini memberikan dampak secara psikologis kepada siswa. Psikologis siswa memberikan gambaran tingkat kelelahan yang berakibat pada motivasi belajar yang diakibatkan oleh metode pembelajaran yang diberikan secara terus menerus tanpa variasi. Berdasarkan hal tersebut tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemanfaakan media pembelajaran geometri berbasis mobile learning dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa MTs Darul Hijrah NW Wanasaba. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada kelas IX MTs Darul Hijrah NW Wanasaba yang berjumlah 18 orang. Instrumen yang digunakan dalam mengambil data  berupa tes dan angket motivasi belajar siswa. Data dianalisis secara deskriptif dengan melihat skor rata-rata angket dan hasil ketuntasan belajar siswa secara klasikal yang selanjutnya dikategorikan berdasarkan skor tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata skor angket motivasi belajar siswa sebesar 32,9 dengan kategori rendah sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 50% dan skor rata-rata pada siklus II 80,35 dengan kategori tinggi dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 77,8

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VIRTUAL REALITY (VR) PADA MATERI TRIGONOMETRI TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui motivasi belajar siswa antara pembelajaran menggunakan media pembelajaran Virtual Reality dengan pembelajaran tanpa media pembelajaran (konvensional). (2) Untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa antara pembelajaran menggunakan media pembelajaran virtual reality dengan pembelajaran tanpa media pembelajaran (konvensional). (3) Untuk mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran Virtual Reality pada materi trigonometri terhadap motivasi hasil belajar matematika siswa SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif. Desain penelitian menggunakan Posttest-Only Control Design. Teknik pengumpulan data melalui angket dan tes hasil belajar siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan analisis Indepentdent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan motivasi belajar siswa antara eksperimen yang menggunakan media pembelajaran virtual reality dengan motivasi belajar kelas kontrol yang tanpa menggunakan media pembelajaran. Hal ini dibuktikan bahwa nilai rata-rata motivasi belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. (2) terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara eksperimen yang menggunakan media pembelajaran virtual reality dengan hasil belajar kelas kontrol yang tanpa menggunakan media pembelajaran. Hal ini dibuktikan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. (3) penggunaan media pembelajaran virtual reality lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran konvensional pada materi trigonometri SMA

    ANALYSIS OF STUDENTS' CRITICAL THINKING ABILITY IN SOLVING FRACTION PROBLEM AT 7 GRADE OF JUNIOR HIGH SCHOOL

    Full text link
    Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita dengan subtopik pecahan pada kelas VII SMP. Standar berpikir kritis pada penelitian ini terdiri dari (1) clarity(kejelasan); (2) precision(presisi); (3) accuracy(akurat); (4) relevance (relevan); (5) consistency (konsisten); (6) logical correctness (kebenaran secara logis); (7) completeness (kelengkapan); (8) fairness (keadilan). Instrumen yang digunakan adalah tes, wawancara, dan angket. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII dari SMP Salomo 3 Pringsurat dan SMP Pangudi Luhur 1 Klaten. Rata-rata kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menyelesaikan masalah pecahan bentuk soal cerita pada kelas VII SMP adalah 73,33. Pada standar berpikir kritis precision, relevance, logical correctness, completeness mencapai kategori sangat tinggi. Untuk standar berpikir kritis clarity, accuracy, consistency mencapai kategori tinggi, sedangkan untuk fairness pada kategori sangat rendah

    ANALISIS KEMAMPUAN REPESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA KONTEKSTUAL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR

    Full text link
    Representasi merupakan bentuk komunikasi gagasan atau ide terhadap  suatu  masalah yang digunakan siswa dalam menemukan solusi dari suatu masalah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mendiskripsikan representasi matematis siswa dalam pemecahan masalah matematika kontekstual ditinjau dari gaya belajar visual, (2) untuk mendiskripsikan representasi matematis siswa dalam pemecahan masalah matematika kontekstual ditinjau dari gaya belajar auditori, (3) untuk mendiskripsikan representasi matematis siswa dalam pemecahan masalah matematika kontekstual ditinjau dari gaya belajar kinestetik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes angket gaya belajar, tes representasi matematis, dan wawancara. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIIIB MTs Nurul Amin Plosorejo. Subjek penelitian yaitu 6 siswa terdiri dari 2 siswa gaya belajar visual, 2 siswa gaya belajar auditori, dan 2 siswa gaya belajar kinestetik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) kemampuan representasi matematis subjek yang memiliki gaya belajar visual mampu menggunakan representasi grafik atau gambar serta menggunakan persamaan ekspresi atau representasi simbol aritmatika dan subjek mampu dalam menggunakan kata-kata atau bahasa, (2) kemampuan representasi matematis subjek yang memiliki gaya belajar auditorial mampu menyelesaikan semua soal, menggunakan representasi grafik atau gambar serta menggunakan persamaan ekspresi atau representasi simbol aritmatika dan subjek kurang mampu dengan kata-kata atau bahasa.(3) kemampuan representasi matematis subjek yang memiliki gaya belajar kinestetik mampu menggunakan representasi grafik atau gambar, serta mampu menggunakan persamaan ekspresi atau representasi simbol aritmatika, tetapi subjek kurang mampu menuliskan permasalahan tersebut dengan kata-kata atau bahasa

    ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOGEBRA MOBILE PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI KELAS XI SMK

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan aplikasi geogebra versi mobile pada pembelajaran matematika khususnya pada materi transformasi geometri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survey. Responden penelitian ini adalah 14 siswa kelas XI Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK Muhammadiyah 2 Bantul. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa saat pembelajaran matematika, 92,86% siswa membutuhkan media pembelajaran yang bisa diakses melalui smartphone masing-masing dikarenakan lebih praktis. Sebanyak 92,14% siswa tidak pernah menggunakan aplikasi geogebra mobile sedangkan 92,86% siswa setuju apabila dikembangkan sebuah media pembelajaran berbasis geogebra mobile, maka kelas XI Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK Muhammadiyah 2 Bantul perlu dikembangkan media pembelajaran berbasis geogebra mobile pada materi transformasi geometri

    PENINGKATAN LITERASI NUMERASI DAN KARAKTER BERPIKIR KRITIS SISWA SD BERBASIS ETNOMATEMATIKA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan: 1. Mengetahui karakteristik video dari MK Modul Nusantara MBKM Universitas Dr Soetomo yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada siswa SD, 2. Mengetahui ada tidaknya peningkatan literasi numerasi siswa SD menggunakan pendekatan etnomatematika, 3. Mengetahui ada tidaknya peningkatan karakter berpikir kritis siswa SD menggunakan pendekatan etnomatematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain One Group Pretest Posttest. Hasil penelitian menunjukkan: 1. Karakteristik video MK Modul Nusantara MBKM Universitas Dr Soetomo yang dapat digunakan sebagai pembelajaran adalah video yang memenuhi identifikasi etnomatematika yaitu: 1). Identifikasi nilai budaya, 2). Identifikasi hasil eksplorasi video pada materi bangun datar matematika kelas IV, 3). Identifikasi hasil eksplorasi video pada konten numerasi untuk implementasi dalam pembelajaran sehingga  ditemukan 2 buah film dan 4 buah video dari MK Modul Nusantara MK Universitas Dr Soetomo yang dapat digunakan untuk pembelajaran literasi numerasi dan karakter berpikir kritis berbasis etnomatematika, 2. Berdasarkan hasil output SPSS terdapat peningkatan nilai pada kedua sampel literasi numerasi secara signifikan dengan rata-rata sebesar 14,519 50,544, 3. Berdasarkan hasil output SPSS terdapat peningkatan nilai pada kedua sampel karakter berpikir kritis secara signifikan dengan rata-rata sebesar 7,156 42,444.Kata Kunci: Literasi Numerasi, Karakter Berpikir Kritis, Etnomatematika, Pembelajaran Matematika

    ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI SPLDV DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi SPLDV yang ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek yang diambil adalah 3 siswa kelas XI AKL di SMK Islam Al Hikmah 2 Welahan semester gasal tahun ajaran 2021/2022 yang masing-masing mempunyai kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah, tes analisis kesalahan siswa dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik yaitu membandingkan hasil tes analisis kesalahan siswa yang ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematis dengan hasil wawancara. Analisis dikembangkan berdasarkan indikator kesalahan dengan memperhatikan tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimiliki. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa subjek dengan kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi melakukan kesalahan prosedural pada tahap memeriksa kembali., subjek dengan kemampuan pemecahan masalah matematis sedang melakukan kesalahan prosedural pada tahap memeriksa kembali., sedangkan subjek dengan tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis rendah melakukan kesalahan konseptual (tahap memahami permasalahan yang disajikan dalam soal) dan kesalahan procedural (tahap menyelesaikan masalah sesuai rencana dan tahap memeriksa kembali)

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR E- LEARNING BERBASIS MS. EXCEL +STATPLUS PADA MATA KULIAH STATISTIKA DAN PROBABILITASUNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA

    Full text link
    Pada era New Normal Dosen harus bias menggunakan metode blanded learning. Karena jam tatap muka tidak full sehingga mahasiswa tidak optimal dalam belajar, maka Dosen harus kreatif dan inovatif untuk memanfaatkan waktu tatap muka yang pendek agar lebih efektif dan mampu memilih bahan ajar yang digunakan Mahasiswa selama pembelajaran virtual. Untuk itu perlu dikembangkan  bahan ajar E-learning berbasis Ms. Excel +Statplus. Secara umum tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar E-Learning dengan memanfaatkan aplikasi Ms. Excel +StatPlus pada mata kuliah Statistika dan Probabilitas diFakultas Teknik UGN. Sedangkan tujuan yang lebih khusus, yaitu Untuk meningkatan Kemandirian Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Statistika dan Probabilitas dengan Bahan Ajar E-Learning berbasis Ms. Excel +StatPlus. Penelitian ini dirancang sesuai dengan metode Research and Development. RD memiliki beberapa tahapan yaitu: Analisis Kebutuhan, Perancangan Desain, Validitas Ahli, Revisi Media, Uji Kelayakan, Perbaikan, Menghasilkan Bahan ajar. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Hasil validasi ahli materi 3,04 memenuhi kriteria valid dan ahli media 2,95 memenuhi kriteria valid. Hasil uji coba bahan ajar E-Learning adalah 675 dengan rata-rata 3 masuk kategori  valid. Hasil Angket kemandirian belajar mahasiswa skornya  adalah 1624,44 dengan rerata 81,22 masuk kategori sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Bahan ajar ini dapat meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa

    130

    full texts

    130

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JIPMat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇