JIPMat
Not a member yet
130 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM BERBANTU APLIKASI GOOGLE CLASSROOM TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran Flipped Classroom berbantu aplikasi Google Classroom mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan siswa SMP dalam pemahaman konsep matematika.  Jenis penelitiannya adalah quasi eksperimental dengan menggunakan desain post-test only control group. Populasi dalam penelitian adalah siswa SMP N 3 Cepiring tepatnya siswa kelas VII tahun ajaran 2021/2022 di semester genap. Sampel diambil dengan teknik probability sampling dan jenis yang dipakai teknik sample random sampling untuk menentukan dua kelas yang akan dijadikan sampel penelitian dengan kelas VII B terpilih sebagai kelas eksperimen dengan pembelajaran Flipped Classrrom dan kelas VII A sebagai kelas kontrol  menerapkan pembelajaran konvensional. Pemerolehan data didapat  melalui tes pemahaman konsep matematika berbentuk tes uraian yang dilakukan diakhir penelitian. Uji hipotesis untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Flipped Classroom menggunakan uji t dan dilajutkan uji effect size untuk mengetahui besar pengaruh model pembelajaran. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika siswa lebih baik menerapkan pembelajaran Flipped Classroom berbantu aplikasi Google Classroom daripada pembelajaran konvensional. Dengan kata lain pembelajaran Flipped Classroom berbantu aplikasi Google Classroom mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan siswa SMP dalam pemahaman konsep matematika
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATERI STATISTIK MELALUI PEMBELAJARAN NHT BERBANTUAN POWER POINT
Pembelajaran statistik dianggap membosankan oleh sebagian besar siswa. Banyak siswa yang kurang memperhatikan dan terlibat dalam pembelajaran, sehingga prestasi belajar mereka rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahap-tahap pembelajaran NHT dengan dukungan media power point pada materi statistik yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII. Penggumpulan data menggunakan teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Media power point digunakan untuk menjelaskan materi. Slide power point berisi teks, gambar, dan diagram meningkatkan perhatian siswa terhadap penjelasan guru, sehingga meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Pembelajaran NHT dilakukan secara berkelompok dan setiap anggota kelompok mendapatkan nomor kepala. Setiap kelompok menyelesaikan masalah dalam LKK melalui diskusi. Hasil penyelesaian masalah dipresentasikan oleh perwakilan kelompok yang dipilih secara acak melalui pengundian dengan dadu dan kartu undian. Pemilihan anggota kelompok secara acak mendorong siswa aktif mengikuti pembelajaran, sehingga memahami materi yang dipelajari. Hasil pembelajaran model NHT dengan media power point menunjukkan peningkatan prestasi belajar siswa. Pada siklus 1 terdapat 86,95% siswa tuntas belajar dan pada siklus II sebanyak 92% siswa tuntas belajar. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi alternatif model pembelajaran matematika yang meningkatkan aktivitas belajar siswa dan berdampak meningkatkan prestasi belajar
PROSES BERPIKIR KREATIF DALAM PENYELESAIAN MASALAH RAVEN TEST
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif mahasiswa pendidikan matematika Universitas PGRI Semarang dalam menyelesaikan masalah, dalam penelitian ini yaitu masalah tentang raven test. Kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah sangatlah penting dalam berbagai bidang, termasuk institusi pendidikan untuk mengembangkannya. Pembicaraan kreativitas dalam matematika lebih ditekankan pada aspek prosesnya, yakni proses berpikir kreatif. Berpikir kreatif merupakan suatu proses berpikir untuk mengungkapkan hubungan-hubungan baru, melihat sesuatu dari sudut pandang baru dan membentuk kombinasi baru dari dua konsep atau lebih yang sudah dikuasai sebelumnya. Aspek-aspek kemampuan berpikir kreatif matematis, yaitu kelancaran, keluwesan, keaslian, elaborasi, dan sensitivitas. Tahapan atau proses kemampuan berpikir kreatif yang akan dikaji dalam penelitian ini diantaranya kelancaran, keluwesan, kebaruan, dan keterincian. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa proses berpikir kreatif mahasiswa dalam menyelesaikan soal raven test membantu mahasiswa untuk mengeksplor pengetahuannya sehingga menjadi lebih kreatif yang sesuai dengan indikatornya yaitu kelancaran, keluwesan, dan kebaruan, dan keterincian, ini terlihat saat mahasiswa tersebut dapat menyelesaikan setiap soal raven test yang diberikan. Pada saat penyelesaian masalah raven test juga menunjukkan pemikiran secara sistematis dalam menyelesaikannya yang sering disebut dengan heuristik
ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL BANGUN DATAR SEGIEMPAT DI SMP
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan soal bangun datar segiempat di SMP. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil tes menyatakan bahwa pada indikator pertama yakni mengaitkan matematika dengan bidang ilmu lain memiliki persentase sebesar 16,67% dan berada pada kategori “sangat kurangâ€. Pada indikator kedua yakni mengaitkan aspek matematika dengan kehidupan sehari-hari memiliki persentase sebesar 8.33% dan berada pada kategori “sangat kurangâ€. Serta pada indikator ketiga yakni mengaitkan antar aspek matematika memiliki persentase sebesar 33.33% dan berada dikategori “sangat kurangâ€
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA SMA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PROGRAM FOR INTERNATIONAL STUDENT ASSESSMENT (PISA)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa SMA dalam menyelesaikan soal Program For International Student Assessment (PISA). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 12 siswa kelas X IPA yang berusia 15 tahun di salah satu SMA yang ada di kabupaten Bandung tahun ajaran 2020/2021. Adapun indikator kemampuan literasi matematis dalam penelitian ini mengacu pada indikator proses literasi matematis yaitu 1) Merumuskan situasi nyata secara matematika, 2) Menggunakan konsep, fakta, prosedur, dan penalaran matematika, dan 3) Menafsirkan, menerapkan dan mengevaluasi hasil matematika. Hasil penelitian diperoleh masih ada siswa yang belum memenuhi indikator proses literasi matematis dalam menyelesaikan soal PISA diantaranya terdapat 10 orang siswa yang mampu memenuhi proses literasi matematis pertama dengan presentase sebesar 83,33%, 8 orang siswa yang memenuhi proses literasi matematis kedua dengan presentase 66,67% serta hanya 3 orang siswa yang mampu memenuhi proses literasi matematis ketiga dengan presentase sebesar 25%
PENGARUH VIDEO ANIMASI PADA PEMBELAJARAN DARING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PADA MASA PANDEMI COVID - 19
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh video animasi pada pembelajaran daring terhadap pemahaman konsep matematis dari peserta didik. Metode dari penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan uji t sebagai uji hipotesis dari penelitian ini dengan sampel kelas VIIA sebaga kelas eksperimen dan kelas VIIC sebagai kelas kontrol. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada pengaruh dari video animasi matematika terhadap pemahaman konsep matematis peserta didik yang dapat dilihat pada hasil uji t yaitu t hitung lebih besar dari t tabel
FAKTOR DUKUNGAN KELUARGA DALAM MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA MEMILIH JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DI IAIN PADANGSIDIMPUAN
Keluarga memiliki kontribusi terhadap perkembangan calon mahasiswa khususnya saat memilih jurusan di sebuah perguruan tinggi. Memilih jurusan di sebuah peguruan tinggi bagi setiap calon mahasiswa tidak dapat dipisahkan dari dukungan keluarga. Banyak calon mahasiswa di indonesia ketika memilih jurusan masih dipengaruhi dukungan keluarga saat mengambil sebuah keputusan, hal ini tidak terlepas dari peran keluarga khususnya orangtua sebagai pendidik pertama dan utama dalam kehidupan anaknya terutama ketika seorang anak akan memutuskan suatu hal yang berkenaan dengan pendidikan dan karir nya di masa depan. Penelitian ini bertujuan medeskripsikan faktor dukungan keluarga dalam mempengaruhi minat mahasiswa memilih jurusan pendidikan matematika. Penelitian ini dilaksanakan di IAIN Padangsidimpuan dan partisipan penelitian merupakan 43 mahasiswa program studi tadris/pendidikan matematika di IAIN Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan teknik analisis persentase. Hasil analisis faktor dukungan keluarga dibagi menjadi lima kategori dalam mempengaruhi minat mahasiswa memilih jurusan pendidikan matematika yaitu: a) berpengaruh sangat tinggi 5%, b) berpengaruh tinggi 23%, c) berpengaruh sedang 49%, d) berpengaruh rendah 16%, dan e) berpengaruh sangat rendah 7%
PEMBELAJARAN BARISAN DAN DERET DENGAN MODEL TALKING STICK BERBANTUAN POWER POINT
Penelitian tindakan ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan tahap pembelajaran talking stick berbantuan media power point yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi barisan dan deret aritmetika serta barisan dan deret geometri. Subjek penelitian sebanyak 26 siswa SMK jurusan TKR. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Pengumpul data menggunakan instrumen lembar observasi, catatan lapangan, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman konsep barisan dan deret dilakukan melalui ceramah dengan dukungan media power point. Untuk memantapkan pemahaman konsep dan aplikasinya, siswa menjawab pertanyaan dalam LKS secara berkelompok. Latihan menyelesaikan masalah menggunakan model talking stick, yaitu: guru memberikan tongkat kepada salah satu siswa; tongkat diberikan kepada teman di sebelah kanannya sambil diiringi musik; siswa yang memegang tongkat pada saat musik berhenti berhak memilih dan menyelesaikan soal yang ada pada slide power point. Penyelesaian masalah dilakukan secara berkelompok dan perwakilan kelompok mempresentasikan jawabannya untuk mendapatkan tanggapan kelompok lain. Keberhasilan model talking stick ditunjukkan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang tuntas belajar pada setiap siklus. Pada akhir penelitian terdapat 80,76% siswa yang tuntas belajar. Dengan demikian, tahapan model pembelajaran talking stick dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran matematika
PENGARUH PENERAPAN PERMAINAN DOMINO TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA
Permainan domino merupakan alat peraga yang dapat membantu dalam proses pembelajaran di kelas. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pengaruh permainan domino dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah Metode Experimen dengan desain Experimen True Experiment Design. Prosedur atau langkah-langkah dalam penelitian ini meliputi: Tahap Persiapan penelitian, Tahap Pelaksanaan penelitian, dan tahap Evaluasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 96 siswa. Untuk  Sampel dalam penelitian ini menggunakan kelas VII A Sebagai Kelas Experimen dan siswa Kelas VII B Sebagai Kelas Kontrol. Sampel yanga digunakan menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak (Cluster Random Sampling). Sedangkan untuk analisis data peneliti menggunakan Uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian ini di peroleh nilai rata-rata kemampuan belajar kelas experimen adalah 85,07 dan nilai rata-rata kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional adalah 75,33. Begitu juga hasil pengujian dengan menggunakan Uji Independent Sample T-Test didapat nilai Sig. (2-Tailed) 0,00 0,05. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa yang menggunakan permainan domino dalam proses pembelajaran. Sehingga permainan kartu domino dapat di jadikan sebagai salah satu alternative dalam pembelajaran matematika di kelas
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL PROGRAM LINEAR DITINJAU DARI TINGKAT PENGUASAAN MATEMATIKA
Penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif dengan tujuan menganalisis kemampuan komunikasi matematis dalam  menyelesaikan soal-soal program linear ditinjau dari tingkat penguasaan matematika. Terdapat 3 subjek penelitian ini yaitu satu siswa penguasaan matematika tinggi (ST), satu siswa penguasaan matematika sedang (SR), dan satu  siswa penguasaan matematika rendah (SR). Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah instrumen soal tertulis dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan penguasaan matematika tinggi mampu  mencermati informasi yang tersedia pada permasalahan dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa mampu mengkomunikasikan hasil pekerjaannya dengan alur yang detail. Sedangkan siswa dengan penguasaan matematika sedang memapu mencermati informasi yang tersedia dalam permasalahan, namun kurang mampu untuk memahami permasalahan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa siswa masih kurang mampu untuk mengkomunikasikan  hasil pekerjaannya secara detail dan siswa dengan penguasaan  matematika rendah mampu  mengetahui informasi yang terdapat dalam soal, namun kurang mampu memahami soal. Hal ini menunjukkan bahwa siswa belum mampu untuk mengkomunikasikan hasil pekerjaannya