Enviagro: Jurnal Pertanian dan Lingkungan
Not a member yet
    36 research outputs found

    PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP CITRA ”PASAR TRADISIONAL RATU TUNGGAL” DI KOTA PANGKALPINANG

    Get PDF
    This study aims to describe consumer perceptions of image in the market and describe the level of consumer perceptions of price, service, product quality and physical environment on consumer satisfaction in the Ratu Tunggal traditional market in Pangkalpinang city. The research method used is the survey method. The sampling method used is Accidental Sampling with a sample size of 100 consumers. The data analysis method uses descriptive qualitative using a Likert scale. The results showed that the price of the products offered varied, affordable, cheaper than modern markets with appropriate quality. The services provided are personal, polite, friendly and patient and provide a comfortable atmosphere so that consumers are comfortable shopping. The quality of the products is diverse, not inferior in quality to the modern market and the prices offered are comparable, has a parking lot, several parking attendants, public toilets, and has large buildings that can be rented out. Then the level of consumer perception of the satisfaction of prices, services, product quality and the physical environment in Pasar Ratu Tunggal is very satisfiedPenelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan persepsi konsumen terhadap citra di Pasar dan Mendeskripsikan tingkat persepsi konsumen terhadap harga, pelayanan, kualitas produk dan lingkungan fisik terhadap kepuasan konsumen di pasar tradisional Ratu Tunggal kota Pangkalpinang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah Accidental Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 konsumen. Metode analisis data menggunakan deskriptif kualitataif menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harga produk yang ditawarkan bervariasi, terjangkau, lebih murah dari pasar modern dengan kualitas yang sesuai. Pelayanan yang diberikan secara pribadi, sopan, ramah dan sabar dan memberikan suasana yang nyaman sehingga konsumen nyaman berbelanja. Kualitas produk yang beraneka ragam, tidak kalah berkualitas dengan pasar modern dan harga yang ditawarkan sebanding, Memiliki tempat parkir, beberapa juru parkir, toilet umum, dan memiliki bangunan-bangunan besar yang dapat disewakan. Lalu tingkat persepsi konsumen terhadap puasnya harga, pelayanan, kualitas produk dan ,lingkungan fisik yang ada di Pasar Ratu Tunggal adalah sangat pua

    The KARAKTERISTIK FISIK PATI GEMBILI (Dioscorea esculenta L.) DAN TALAS (Colocasia esculenta L.) TERMODIFIKASI ALKOHOL-BASA

    No full text
    Modification of Dioscorea esculenta and Colocasia esculenta starch through NaOH-Etanol was conducted to improve and expand the use of this starch in instant product,  especially as binding agent of laksa instant. This  study  aimed  to  determine  the  effect  of  varying  amounts  of  NaOH on physical  characteristics  of  lesser  yam and  taro  starch.  The  research  was conducted at  Agricultural  Product  Chemical Laboratory,  Agricultural  Technology Department,  Faculty of Agriculture,  Sriwijaya University. This study used a Split Plot Design with two treatment factors were the types of starch (lesser yam and taro) and varying amounts of NaOH 3 M (0, 3, 6, 9 g). The  parameters  observed  included  whiteness  level,  water  solubility, water  absorption  index, solubility index, and swelling power. The results showed that the type of starch had significantly affected on  water absorption index, water solubility, swelling power, solubility index of modified starch.  The  amount of NaOH had significantly affected on  whiteness level, water absorption index. water solubility, swelling power, solubility inde of modified starch. Moreover, the interaction between types of starch and  the  amount  of  NaOH had  significantly  affected  on  water  absorption  index, solubility in water, solubility index of modified starch. The best treatment was lesser yam starch with the addition 3 g of NaOH 3M as binding agent.Modifikasi pati garut dan talas dengan metode alkohol-basa diperlukan untuk meningkatkan penggunaan pati dalam pengolahan produk instant, terutama sebagai binding agent  pada pembuatan laksa instant.  Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah NaOH terhadap karakteristik fisik pati gembili dan talas termodifikasi. Dilaksanakan  di Laboratorium  Kimia  Hasil  Pertanian,  Jurusan  Teknologi  Pertanian,  Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya. Metode Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPB) dengan dua faktor perlakuan yaitu jenis pati (gembili dan talas) dan variasi jumlah NaOH 3 M (0, 3, 6, 9 g). Parameter yang diamati meliputi derajat putih, indeks absorbsi air, kelarutan dalam air, indeks kelarutan dan swelling power. Hasil penelitian menunjukkan jenis pati berpengaruh nyata terhadap indeks absorbsi air, kelarutan dalam air, indeks kelarutan, dan swelling power. Jumlah  NaOH berpengaruh  nyata  terhadap  derajat  putih,  indeks  absorbsi  air, kelarutan dalam air, indeks kelarutan, dan swelling power. Lebih  lanjut,  interaksi  perlakuan  diantara  jenis  pati  dan  jumlah  NaOH berpengaruh  nyata  terhadap  indeks  absorbsi  air,  kelarutan  dalam air,  indeks kelarutan, dan kadar abu. Penggunaan  pati  gembili  yang dimodifikasi dengan penambahan 3 g NaOH 3 M merupakan perlakuan terbaik sebagai binding agent

    PRAKTEK PENYIMPANAN BENIH PADI LOKAL DAN NASIONAL DI KEPULAUAN BANGKA

    Get PDF
    Rice production in the Bangka Islands often fluctuates, which is thought to be because the quality of the seeds used in the Bangka Islands is still very low. One of the efforts that can be made to maintain the quality of seeds during storage is temperature and humidity. This experiment aims to determine the best storage of local red rice, varieties IR 64 and Inpari 42 in the Bangka Islands. This experiment was carried out at the Seed Technology Laboratory, Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Fisheries and Maritime Affairs, Bangka Belitung University. The experiment was carried out using a completely randomized design where the storage temperature was the factor, namely room temperature and refrigerator temperature and was repeated 4 times. The experimental results showed that local Red Ampai rice seeds, and IR64 and Inpari42 seeds stored at room temperature had better viability and vigor values than refrigerator temperatures. The type of packaging in the form of plastic also influences the storage of rice seeds. Keywords : local accession, seed quality, storage period, temperatureProduksi padi di Kepulauan Bangka sering berfluktuasi yang diduga karena mutu benih yang digunakan di Kepulauana Bangka masih sangat rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga mutu benih selama penyimpanan adalah suhu dan kelembaban. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui panyimpanan terbaik padi lokal ampai merah, varietas IR 64 dan Inpari 42 di Kepulauan Bangka. Percobaan ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih, Program Study Agroteknologi, Fakultas Pertania, Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung. Percobaan dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap Dimana yang menjadi faktornya adalah suhu penyimpanan yaitu suhu ruang dan suhu kulkas dan diulang sebanyak 4 kali. Hasil percobaan menunujkkan bahwa benih padi lokal Ampai Merah, dan Benih IR64 serta Inpari42 yang disimpan pada suhu ruang memiliki nilai viabilitas dan vigor yang lebih baik dibandingkan suhu kulkas. Jenis kemasan berupa plastik juga berpengaruh terhadap penyimpanan benih padi. Kata kunci : aksesi lokal, mutu benih, periode simpan, suh

    PENGAPLIKASIAN AIR PADA PASCA PANEN SAYURAN SAWI DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAMA MASA SIMPAN DAN SUSUT BOBOT PADA TANAMAN SAWI

    Get PDF
    This research aimed to evaluate the effect of water application to various parts of mustard greens on postharvest weight loss, moisture content, and chlorophyll levels. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments: water applied to leaves, roots, the whole plant, and a control group. Results showed that water application did not significantly impact weight loss, moisture content, or chlorophyll levels. However, watering the roots provided the best results in maintaining plant weight and moisture content. Watering the leaves increased moisture but posed a risk of accelerated decay, while the control group showed the highest weight loss. In conclusion, root watering is the most effective method to maintain postharvest mustard greens quality.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian air pada berbagai bagian tanaman terhadap susut bobot, kadar air, dan kandungan klorofil pada sawi pascapanen. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang melibatkan empat perlakuan: pemberian air pada daun, akar, seluruh bagian tanaman, dan kontrol. Hasil menunjukkan bahwa pemberian air tidak berdampak signifikan terhadap susut bobot, kadar air, maupun kandungan klorofil. Namun, pemberian air pada akar memberikan hasil terbaik dalam mempertahankan massa dan kadar air tanaman. Penyiraman daun cenderung meningkatkan kadar air tetapi berisiko mempercepat pembusukan, sedangkan kontrol menghasilkan susut bobot tertinggi. Kesimpulannya, pemberian air pada akar adalah metode paling efektif dalam menjaga kualitas sawi selama penyimpanan. &nbsp

    PERTUMBUHAN TUNAS ANGGREK DENDROBIUM DALAM MEDIA ½ MS DENGAN PENAMBAHAN BERBAGAI JENIS ADENDA SECARA IN VITRO

    Get PDF
    Peningkatan pertumbuhan anggrek Dendrobium dapat dilakukan perbanyakan secara kultur in vitro melalui penggunaan media ½ Murashige dan Skoog (MS) dengan penambahan berbagai jenis bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan tunas anggrek Dendrobium dalam media ½ MS dengan penambahan berbagai jenis adenda secara in vitro dan jenis bahan organik mana yang terbaik untuk pertumbuhan anggrek Dendrobium secara in vitro. Tunas dikulturkan dalam media ½ MS dengan tambahan pemberian adenda, ekstrak tomat, bubur pisang, ekstrak jeruk, ekstrak buah naga dan ekstrak jagung manis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dan dilakukan analisis sidik ragam (Anova) dan dilakukan uji lanjut dan uji rerata DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan ekstrak jagung manis pada media ½ MS dapat meningkatkan persentase pertumbuhan tunas, tinggi tunas dan pertumbuhan jumlah daun pada tunas anggrek Dendrobium sp. Ekstrak jagung manis merupakan bahan organik tambahan yang terbaik dalam perbanyakan tanaman anggrek Dendrobium sp. secara kultur in vitro

    KAJIAN PEMASARAN KARET RAKYAT KECAMATAN BATIN XXIV KABUPATEN BATANGHARI

    Get PDF
    This research is aimed to determine the description of the implementation of rubber marketing in Batin XXIV District, Batanghari Regency. This research was carried out in Batin XXIV District, Batanghari Regency in December 2022 - January 2023 with a sample size of 50 farmers. The research was done in survay, sample farmers were chosen in simple random sampling method (Simple Random Sampling) while the sample of marketing institutions using the snowball sampling method. The data was analized in descriptive method. The research results showed that the bokar traded by farmers was slab-shaped. Determination of dry rubber content (KKK) is done by visual assessment. Marketing of bokar is broadly divided into two, namely through UPPB intermediaries and through intermediary traders. There are 4 marketing channels for bokar in Batin XXIV District. The marketing functions carried out by marketing institutions in the research area include exchange functions, physical functions and facility functions.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pemasaran karet Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batanghari. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batanghari pada bulan Desember 2022 – Januari 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang petani. Penarikan sampel petani menggunakan metode acak sederhana (Simple Random Sampling) sedangkan penentuan sampel lembaga pemasaran menggunakan metode snowball sampling. Alat analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bokar yang diperjual belikan petani berbentuk slab. Penentuan kadar karet kering (KKK) dilakukan dengan penaksiran secara visual. Pemasaran bokar secara garis besar terbagi menjadi dua yaitu melalui perantara UPPB dan melalui pedagang pengumpul. Terdapat 4 saluran pemasaran bokar di Kecamatan Batin XXIV. Fungsi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga pemasaran di daerah penelitian meliputi fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas

    PERAN PENYULUH TERHADAP PRODUKTIVITAS USAHATANI HORTIKULTURA DI KECAMATAN MERAWANG KABUPATEN BANGKA

    Get PDF
    Salah satu sektor pertanian yang dikembangkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu pertanian hortikultura. Tanaman pangan dan hortikultura ditingkatkan produksinya agar mengurangi ketergantungan persediaan pangan dari luar daerah. Agar meningkatkan jumlah produksi dan kualitas dari usahatani maka diperlukan penyuluh yang dapat membantu petani mengatasi kendala dalam pengembangan usahatani seperti rendahnya produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran penyuluh terhadap produktivitas usahatani Hortikultura di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka dan juga mengetahui indeks persepsi petani hortikultura terhadap penyuluh pertanian di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan Agustus 2023 yaitu di empat desa dari sepuluh desa di Kecamatan Merawang. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) yakni Desa Baturusa, Desa Pagarawan, Desa Balunijuk, dan Jada Bahrin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Cluster random sampling dengan sampel berjumlah 65 responden. Pengujian dan analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS Versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan Secara bersama-sama peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator, organisator, motivator, edukator, dan supervisor berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas usahatani hortikultura di Kecamatan Merawang. Secara parsial, produktivitas usahatani di Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh peran penyuluh fasilitator, motivator, edukator, dan superviso

    STRATEGI PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN HILIRISASI KOMODITAS NANAS BIKANG DI KECAMATAN TOBOALI

    Get PDF
    the pineapple plant (Ananas comosus (L.). In South Bangka Regency, especially in Bikang Village, Toboali District, pineapple has great potential to be developed , there is still a lot of unused land in various locations which is an area that has the potential to develop pineapple.With abundant production of bikang pineapple and it can be developed by innovating processed products, then the economic potential of the bikang pineapple is increasingly promising. So based on this explanation the purpose of this research is to see how the government's strategy is to make Bikang Village a place for downstream development of Pineapple. The research was carried out in Bikang Village, Toboali District, South Bangka Regency with the selection of locations carried out using the purposive method of considering Bikang Village which is a pineapple production center as well as bikang pineapple which has been registered as a local genetic resource. This research is categorized in descriptive qualitative research by observing the stages that have been carried out by the local government. From the results of observations of the stages that have been carried out by the government in making Bikang Village a place for pineapple downstream development, it is concluded that the government has taken definite steps and evidence that the local government is serious about making Bikang Village a place for pineapple downstream development is that the stages that have been implemented have progressed more than 50% and will continue to increase until the level of implementation becomes 100%.Tanaman hortikultura memegang peran strategis sebagai komponen utama pada tanaman pangan. Tanaman hortikultura khususnya tanaman buah menjadi paduan penting dalam keseharian masyarakat. Salah satu komoditi tanaman buah tersebut yakni tanaman nanas(Ananas comosus (L.). Di Kabupaten Bangka Selatan terkhusus Desa Bikang Kecamatan Toboali, Tanaman Nanas sudah menjadi tanaman yang dibudiayakan secara intensif oleh masyarakat. Nanas yang dibudidayakan merupakan Nanas Lokal (Nanas Bikang). Nanas Bikang ini sudah mulai dikembangkan sejak Tahun 1950. Nanas sangat berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten Bangka Selatan, masih banyaknya lahan tidur diberbagai lokasi menjadi area yang berpotensi untuk dikembangkan nanas. Dengan produksi nanas bikang yang melimpah dan bisa dikembangkan dengan melakukan inovasi produk olahan, maka potensi ekonomi nanas bikang semakin menjanjikan. Maka berdasarkan penjelasan tersebut tujuan dari penelitian ini yakni melihat bagaimana strategi pemerintah dalam mewujudkan Desa Bikang menjadi tempat pengembangan hilirisasi Nanas. Penelitian dilaksanakan di Desa Bikang Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan dengan pemilihan lokasi dilakukan dengan metode purposive pertimbangan Desa Bikang yang merupakan sentra produksi Nanas sekaligus nanas bikang yang sudah terdaftar sebagai Sumber Daya genetic lokal. Penelitian ini dikategorikan dalam penelitian kualitatif secara deskriptif dengan melakukan pengamatan terhadap tahapan-tahapan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah. Dari hasil pengamatan terhadap tahapan-tahapan yang telah dilakukan pemerintah dalam mewujudkan Desa Bikang menjadi tempat pengembangan hilirisasi nanas, disimpulkan bahwa pemerintah sudah melakukan langkah pasti dan bukti bahwa pemerintah daerah serius dalam mewujudkan Desa Bikang menjadi tempat pengembangan hilirisasi nanas adalah tahapan yang sudah berprogres lebih dari 50 % dan akan terus bertambah hingga taraf pelaksanaan menjadi 100 %

    UPAYA PENERAPAN PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PENERAPAN KONSEP ZERO WASTE DI LAHAN PASCA TAMBANG TIMAH

    Get PDF
    Kepulauan Bangka Belitung khususnya Kota Pangkalpinang setiap tahunnya terjadi peningkatan lahan degradasi akibat penambangan timah. Dampak negatif kegiatan ini berupa kerusakan lingkungan juga merusak sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Kerusakan lingkungan di Pangkalpinang tidak hanya karena penambangan timah tetapi juga permasalahan limbah. Limbah yang mendominasi merupakan hasil dari limbah rumah tangga. Salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan lahan pasca tambang dan permasalahan limbah yaitu melalui mandiri pangan dengan mengalihfungsikan lahan pasca tambang menjadi lahan pertanian dengan konsep zero weste. Kemandirian pangan dengan konsep zero weste yang dimaksud adalah penggunaan pupuk organik yang diaplikasikan pada lahan pasca tambang. Kemandirian pangan ini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas pangan sebagai sumber gizi. Karya tulis ini bertujuan untuk mencapai kemandirian pangan dengan memanfaatkan konsep zero waste guna memperbaki sifat lahan pasca tambang dalam meningkatkan produktivitas lahan pasca tambang pada budidaya tanaman menuju keberlanjutan pertanian di kota Pangkalpinang. Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini yaitu dengan metode studi pustaka dari berbagai pustaka yang telah terbukti kebenarannya. Kesimpulan yang diperoleh yaitu konsep zero weste mampu menyelesaikan permasalahan limbah, perbaikan lahan pasca tambang sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman sebagai sumber pangan, melalui pemberdayaan masyarakat dalam pengelolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik. Harapannya penggunaan pupuk organik limbah rumah tangga dengan pengaplikasian di lahan pasca tambang mampu meningkatkan produktivitas hasil budidaya menuju mandiri pangan dan keberlanjutan pertanian di Kota Pangkalpinan

    KERAGAMAN PLASMA NUTFAH TANAMAN DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR) DI PULAU BANGKA

    Get PDF
    Durians In Bangka island  have potensials of the diversity which has not been identified yet. The protection of the genetical plants of durian resources have been done by exploration and identification activities. The aim of this research are to discover the amount of Germplasm, the relationship, and the diversity of phenotype of durians in Bangka island. This research started from December 2020 to March 2021. The determination of location has been done by purposive sampling and the technique of taking samples also has been done by convenience sampling. Germplasm characterization consists of qualitative and quantitative characters. The analysis of relationships were used by dendogram according to UPGMA method. The results have discovered over 14 germplasm of durian in Bangka island. Those are Belo,Bujang Kuning, Mangga, Rudal, Katon, Sihijua, Sibola Emas, Putri Dewa, Petaling, Burak 1, Burak 2, Burak 3, T 9, and Simanis. The results of the relationships qualitative analysis were obtained 5 clusters in the level of coefficient similarities 0.49 or 49%. Meanwhile, quantitative were obtained 7 clusters in the level of coefficient 0.31 or 31% and the combined were obtained 5 clusters in the level of coefficient 0.45 or 45%

    34

    full texts

    36

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Enviagro: Jurnal Pertanian dan Lingkungan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇