Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Not a member yet
    474 research outputs found

    Analisis Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas VIII Dalam Pembelajaran Daring Di SMP

    Get PDF
    This study aims to obtain information about the level of science process skills skills of class VIII students during online learning on motion system material. The sample in this study was 161 class VIII students at SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung for the 2020/2021 academic year. The research design used was Cross Sectional Ex Post Facto using Saturated Sampling technique. Methods of data collection using the method of tests, interviews, and questionnaires. Based on the results of research, the ability of science process skills carried out in online learning at SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung belongs to the category "Enough" with a percentage of 46.85 %%. When viewed from the percentage of indicators, namely observing 33.13%, classifying 51.22%, predicting 58.74%, concluding 50.91%, and communicating 40.85%.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai keterampilan proses sains proses peserta didik kelas VIII selama pembelajaran daring pada materi sistem gerak. Sampel pada penelitian ini adalah 161 peserta didik kelas VIII di SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung pada tahun ajaran 2020/2021. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional Ex Post Facto dengan menggunakan Teknik Sampling Jenuh. Metode pengambilan data menggunakan metode tes, wawancara, dan angket. Analisis keterampilan proses sains peserta didik kelas VIII di SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung tergolong pada kategori “cukup” dengan persentase 46.85%.Jika dilihat dari persentase perindikator keterampilan proses sains yaitu pada indikator mengamati 33.13%, mengklasifikasi 51.22%, memprediksi 58.75%, menyimpulkan 50.91%, dan mengomunikasikan 40.85%.Kata kunci: keterampilan proses sains, pembelajaran daring, SMP DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v9i1.2228

    Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Diskusi Kelas Upaya Pencapaian Kompetensi Abad 21

    Get PDF
    This study aims to see the Critical Thinking Ability through Class Discussion of Excretion System Material. The sample of this study consisted one class, the sample were determined using purposive sampling technique. This type of research is a survey approach which aims to identify a symptom or effect that arises as a result of certain treatments. The data obtained were students' critical thinking skills. Assessment of critical thinking skills is carried out in accordance with six indicators of critical thinking, namely: 1) Focus (focus), 2) Argument (Reason), 3) Conclusion (inference), 4) Situation, 5) Clarity, 6) Overview. The results showed that of the 17 critical thinking questions tested obtained different presentations. 37.78% of students' answers in the very good category and 44.44% in the good category and 2.22 in the very low category. This proves that students think in the excretion system material is good.   Penelitian ini bertujuan untuk melihat Kemampuan Berpikir Kritis Melalui  Diskusi Kelas Materi Sistem Ekskresi. Sampel penelitian ini terdiri dari satu kelas, penentuan sampel dengan dengan menggunakan teknik sampling purposive. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei yang bertujuan untuk mengetahui suatu gejala atau pengaruh yang timbul, sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu. Data yang diperoleh ialah kemampuan berpikir kritis siswa. Penilaian kemampuan berpikir kritis dilakukan sesuai dengan enam indikator berpikir kritis yaitu: 1) Fokus (fokus), 2) Argumen (Reason), 3) Kesimpulan (inference), 4) Situasi  (Situation), 5) Kejelasan (Clarity), 6) Tinjauan Lanjut (Overview). Hasil Penelitian menunjukkan dari 17 soal berpikir kritis yang diuji memperoleh presentasi yang berbeda. 37,78% jawaban mahasiswa pada katagori sangat baik dan 44,44% berada pada katagori baik dan 2,22 pada katagori Sangat Rendah. Ini membuktikan berpikir mahasiswa pada materi sistem ekskresi sudah baik. Kata kunci: berpikir kritis, diskusi kelas, sistem ekskres

    Pengembangan e-Modul Bryophyta Dengan Kajian Islam Sebagai Alternatif Bahan Ajar Di Era New Normal

    Get PDF
    This study aims to develop additional teaching materials in the form of e-Modul Bryophyta dengan Kajian Islam, as well as to determine the quality of the products developed based on the assessment of several validations, teachers, and students as respondents. The data collection instrument used a questionnaire. Descriptive qualitative and quantitative data analysis. The results of the research obtained indicate that the Bryophyta e-Module with Islamic Studies developed as a whole has the quality Very Fit for use in teaching and learning activities. With the percentage results from material experts of 89.2% with Very Feasible criteria, from media experts of 71.6% with Eligible criteria, from Islamic Religion experts of 82.6% with Very Appropriate criteria and an assessment of the teacher of 82.5% with criteria Very Eligible for use in teaching and learning activities. Meanwhile, the response of students obtained the overall percentage of small and large group tests of 85.2% with very attractive criteria. Thus, it can be concluded that e-Modul Bryophyta dengan Kajian Islam, which was developed with the Borg & Gall model, is feasible and very attractive to be used as teaching material for students in class X MIA in Ma, especially in Bryophyta lessons. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar tambahan berupa e-Modul Bryophyta dengan Kajian Islam serta mengetahui kualitas produk yang dikembangkan berdasarkan penilaian dari beberapa validasi, guru dan peserta didik sebagai responden. Instrumen pengambilan data menggunakan angket. Analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa e-Modul Bryophyta dengan Kajian Islam yang dikembangkan secara keseluruhan memiliki kualitas Sangat Layak untuk digunakan didalam kegiatan belajar mengajar. Dengan hasil persentase dari ahli materi sebesar 89,2 % dengan kriteria Sangat Layak, dari ahli media sebesar 71,6 % dengan kriteria Layak, dari ahli Agama Islam sebesar 82,6% dengan kriteria Sangat Layak dan penilaian dari guru sebesar 82,5% dengan kriteria Sangat Layak untuk digunakan didalam kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, respon peserta didik diperoleh persentase keseluruhan uji kelompok kecil dan kelompok besar sebesar 85,2 % dengan kriteria Sangat Menarik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa e-Modul Bryophyta dengan Kajian Islam yang dikembangkan dengan model Borg & Gall, Layak dan Sangat Menarik untuk digunakan sebagai bahan ajar bagi siswa di kelas X MA, khususnya pada materi Bryophyta. Kata kunci: biologi, e-Modul Bryophyta, pengembangan bahan ajar DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v9i2.2280

    Hubungan Antara Self Efficacy dengan Literasi Sains pada materi ekosistem di SMA Negeri 1 Tasikmalaya

    Get PDF
    Literasi sains adalah kemampuan individu untuk mencurahkan perhatian pada topik-topik yang terkait sains dan gagasan-gagasan sains sebagai wujud refleksi individu. Literasi sains penting dimiliki agar peserta didik mampu memenuhi berbagai tuntutan zaman yaitu menjadi problem solver. Hal penting lain yang harus dimiliki selain literasi sains yaitu self efficacy (keyakinan diri). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan literasi sains pada materi ekosistem di SMA Negeri 1 Tasikmalaya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional. Populasi penelitian ini adalah semua peserta didik kelas X yang terdiri dari 8 kelas. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel kelas X MIPA 6 dan X MIPA 7 dengan jumlah 60 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 instrumen yaitu instrumen self efficacy yang peneliti buat sendiri dengan indikator yang dikemukakan oleh Albert Bandura yaitu magnitude,strength dan generality. Untuk instrumen literasi sainsnya diadopsi dari penelitian Novianur dengan indikator yang dikemukakan PISA yaitu mengidentifikasi permasalahan ilmiah, menjelaskan fenomena alam secara ilmiah, menggunakan bukti ilmiah. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi bivariat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa self efficacy memiliki hubungan yang kuat dengan literasi sains. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,749 dengan nilai koefisien determinasi sebesar 56,2%

    Pengaruh Pembelajaran IPA Menggunakan Media Puzzle Terhadap Berpikir Kritis Peserta Didik

    Get PDF
    This research aims to determine the effect of puzzle media on students critical thinking. The study population was all grade VII students at SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung totaling 192 people. The research sample was students from 2 classes, namely class VII A and VII B who were selected from the population by using purposive sampling technique. The research instrument used a pretest-posttest sheet. The design used is the nonequivalent control group design. The data analysis used t-test at a significance level of 5% which shows the results of the sig value. (2-tailed) 0.00 <0.05, which means that the average n-Gain learning outcomes of students' critical thinking skills between the experimental class and the control class differed significantly. This is due to the using puzzle media, because students are trained to think critically through using puzzle media during the learning process. Thus, it is known that using puzzle media can affect the critical thinking skills of students.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh media puzzle terhadap berpikir kritis peserta didik. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VII di SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung berjumlah 192 orang. Sampel penelitian adalah peserta didik dari 2 kelas yaitu kelas VII A dan VII B yang dipilih dari populasi dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar pretes-postes. Desain yang digunakan yaitu nonequivalent control group design. Analisis data yang digunakan Uji t- test pada taraf signifikansi 5% yang menunjukkan hasil nilai sig. (2-tailed) 0,00 < 0,05 yang berarti n-Gain rata-rata hasil belajar kemampuan berpikir kritis peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda signifikan. Hal tersebut disebabkan oleh penggunaan media puzzle, karena peserta didik dilatih untuk berpikir kritis melalui media puzzle saat proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, diketahui bahwa menggunakan media puzzle dapat berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kata kunci: berpikir kritis, media puzzle, sain

    Analisis Dan Pemetaan Berpikir Kritis Mahasiswa Pada Mata Kuliah Anatomi Fisiologi Manusia

    Get PDF
    This study aims to analyze the students’ critical thinking in the advanced human physiology anatomy course on the excretion system topic. The samples of this study consisted of two classes Biology Education, samples were taken using purposive sampling technique. This type of research is a survey research with quantitative descriptive research. The data obtained were analyzed using quantitative data analysis techniques. The data obtained is a critical thinking ability of students. The assessment of critical thinking skills is carried out in accordance with the six indicators of critical thinking, which are: 1) Focus (2), Arguments (Reasons), 3) Conclusions (4), Situations (4) Situations, 5) Clarity (Clarity), 6) Further Review (Overview ). Research results show from 12 questions. The highest average score of 5 in questions number 1 with a presentation of 61.67% and the lowest approval score (score 1) in questions number 7 and 10 with a presentation of 16.67%.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada mata kuliah anatomi Fisiologi Manusia Lanjut materi Sistem Ekskresi. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas Pendidikan Biologi, penentuan sampel dengan dengan menggunakan teknik sampling purposive. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kuantitatif. Data yang diperoleh ialah kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penilaian kemampuan berpikir kritis dilakukan sesuai dengan enam indicator berpikir kritis yaitu: 1) Fokus (fokus), 2) Argumen (Reason), 3) Kesimpulan (inference), 4) Situasi  (Situation), 5) Kejelasan (Clarity), 6) TinjauanLanjut (Overview). Hasil Penelitian menunjukkan dari 12 soal berpikir kritis  yang diuji memperoleh presentasi yang berbeda. Rata-rata tertinggi dengan perolehan skor 5 pada soal nomor 1 dengan presentasi 61,67% dan perolehan skor terendah (skor 1) pada soal nomor 7 dan 10 dengan presentasi 16,67%. Kata kunci: analisis, berpikir kritis, sistem eksres

    PROFIL KOMPETENSI LITERASI SAINS SISWA KELAS IX SE-KECAMATAN SEPUTIH RAMAN LAMPUNG TENGAH

    Get PDF
    The aim of this research was to describe the profile of students’ scientific literacy competence in sub-districts of Seputih Raman. The research design was simple descriptive with purposive sampling with 281 students samples. The quantitative data were scientific literacy competence and qualitative data were internal and external factors. The results showed that scientific literacy competence has reached score 32.55 (very low). The competence in public schools were higher than private schools that was that was 36, 69 and 28.61 and it’s different significantly. Meanwhile, based on the gender, female had higher competence (37.16) than male (33.76) but it was not different significantly. Thus, it could be concluded that the literacy skills was very low. It was affected by several factors, such as low interest, father’s last education, parental guidance and learning process.Tujuan penelitian ini untuk menggambaran profil kompetensi literasi sains siswa kelas IX SMP se-Kecamatan Seputih Raman. Desain penelitian adalah deskriptif sederhana dengan teknik sampling purposive sampling sebanyak 281 siswa. Data kuantitatif berupa kompetensi literasi sains dan kualitatif berupa faktor internal dan eksternal yang dianalisis dengan rumus persentase dan uji kesamaan dua rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi se-kecamatan mencapai skor 32,55 (sangat rendah). Kompetensi siswa di sekolah negeri lebih tinggi (39,69) dan berbeda signifikan daripada sekolah swasta (28,61). Kompetensi siswa perempuan lebih tinggi (37,16) tetapi tidak berbeda signifikan dengan laki-laki (33,76). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa literasi sains siswa kelas IX berkriteria sangat rendah dengan faktor-faktor yang memengaruhi adalah minat, pendidikan terakhir ayah, bimbingan orang tua serta pembelajaran yang tidak sesuai hakikat IPA.Kata kunci: gender, literasi sains, status sekola

    MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI PROSES PEROLEHAN NUTRISI DAN TRANSFORMASI ENERGI TUMBUHAN HIJAU

    Get PDF
    This research was aimed to describe  the misconceptions and factors that can affected students. The samples were  8th grade students of SMPN 9 Bandar Lampung that was selected by random sampling. The design of this research was descriptive. Data was collected by written test and analyzed with Certainty of Response Index, and student’s questionnaire were analyzed by Pearson Product Moment Correlation test. Study result showed that percentage of students on all concept was 61,10%. Percentages of misconceptions students on photosynthesis, respiration and photosynthesis and respiration were 57,55%, 64,96%, and  62,39%. Misconception was influenced by student interest in learning factor. This misconception on 8th grade students of SMPN 9 Bandar Lampung  was high category in photosynthesis and respiration and influenced by student low interest in learning. Penelitian bertujuan mendeskripsikan miskonsepsi siswa dan faktor yang mempengaruhi miskonsepsi siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 9 Bandar Lampung dipilih secara random sampling. Desain penelitian menggunakan deskriptif sederhana. Pengumpulan data dengan tes tertulis dan dianalisis menggunakan Certainty of Response Index (CRI), kemudian angket siswa dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan siswa miskonsepsi pada keseluruhan materi sebesar 61,10%. Siswa yang miskonsepsi pada konsep Fotosintesis, Respirasi, serta Fotosintesis dan Respirasi sebesar 57,55%, 64,96%, dan 62,39%. Miskonsepsi dipengaruhi faktor minat belajar siswa. Dengan demikian, bahwa siswa kelas VIII SMPN 9 Bandar Lampung yang mengalami miskonsepsi yang termasuk dalam kategori “tinggi” pada konsep Fotosintesis dan Respirasi, dan dipengaruhi oleh minat belajar siswa yang rendah. Kata kunci: Certainty Of Respons Index, fotosintesis, miskonsepsi, respiras

    PROFIL KOMPETENSI LITERASI SAINS SISWA SMP KELAS IX SE-KECAMATAN KOTABUMI

    Get PDF
    This study aimed to know the profile science literacy competence of students IX grade from Kotabumi North Lampung Academic Year 2015/2016. Design of this study was simple descriptive used purposive sampling with 329 samples. Qualitative data that were external and internal factors that affecting science literacy competence which analyzed from questionnaires percentage of students and teachers, while quantitative data were the science literacy competence of students which analyzed from the scores of PISA test questions. The results showed students' science literacy competencies were in the category "very low" (18.47 ± 0.69). Female students have science literacy competence superior from male students both in general and in every aspect of competence. science literacy competence was not influenced by internal factors but influenced by several indicators of external factors, wich were learning methods, the intensity of practical implementation, and the intensity of granting Homework.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui profil kompetensi literasi sains siswa SMP kelas IX se-Kecamatan Kotabumi Kabupaten Lampung Utara pada Tahun Ajaran 2015/2016. Desain penelitian ini ialah deskriptif sederhana menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel 329 siswa. Data kualitatif berupa faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi kompetensi literasi sains yang dianalisis dari persentase kuisioner siswa dan guru , sedangkan data kuantitatif ialah kompetensi literasi sains siswa yang dianalisis dari skor uji soal PISA. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi literasi sains siswa berada dalam kategori “sangat rendah” (18,47 ± 0,69). Siswa perempuan memiliki kompetensi literasi sains lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki baik secara umum maupun pada tiap aspek kompetensi.Kompetensi literasi sains tidak dipengaruhi oleh faktor internal namun dipengaruhi oleh beberapa indikator faktor eksternal, yakni metode pembelajaran, intensitas pelaksanaan praktikum, dan intensitas pemberian Pekerjaan Rumah. Kata kunci: gender, literasi sains, pembelajaran IP

    PROFIL KOMPETENSI LITERASI SAINS SISWA SMP SE-KECAMATAN PAGELARAN

    Get PDF
    The purpose of this research was  to know the competence of scientific literacy of class IX students. This research design was descriptive which used purposive sampling technique with 34 students. The result were quantitative data that were obtained from the score of PISA 2006 test and analyzed by calculating the average score. The qualitative data were obtained from internal dan exsternal factors that were analyzed by calculating the percentage score. The data analysis showed that students competence of scientific literacy were “very low” with mean score 33,60. The students of public school had higher competence of  scientific literacy than students in private school and  female students competence of scientific literacy was higher than  male students. Internal factor that influenced was students interest to continue their study. External factors that influenced were learning process in the class, science learning facilities, education background of parents, parents guidance at home, and teacher professionalism. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi literasi sains siswa kelas IX SMP se- Kecamatan Pagelaran. Desain penelitian ini ialah deskriptif menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel 341 siswa kelas IX. Data kuantitatif diperoleh dari skor uji tes soal PISA 2006 dan dianalisis dengan melakukan perhitungan rerata skor. Data kualitatif berupa faktor internal dan eksternal yang dianalisis dengan menghitung persentase skor.  Hasil analisis menunjukkan bahwa kompetensi literasi sains siswa termasuk dalam kriteria “sangat rendah” dengan skor rerata 33,60. Siswa sekolah  negeri memiliki kompetensi literasi lebih tinggi dibandingkan siswa sekolah swasta dan siswa perempuan memiliki kompetensi literasi lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki. Faktor internal yang berpengaruh adalah  minat siswa untuk melanjutkan sekolah. Faktor eksternal yang mempengaruhi adalah  proses pembelajaran guru dikelas, fasilitas pembelajaran IPA, latar belakang pendidikan orang tua, bimbingan orang tua dirumah, dan  profesionalisme guru.  Kata kunci : gender, literasi sains, status sekola

    417

    full texts

    474

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇