Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Not a member yet
474 research outputs found
Sort by
PROFIL GURU DALAM PEMBELAJARAN IPA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN RAJABASA
This research aimed to describe how the teachers profile in teaching science in 5th grade of Rajabasa elementary school. Subjects research were six science teachers for class V elementary school from six schools in Rajabasa district. Teachers sampling chose by purposive sampling technique. Qualitative data were obtained from learning activity observation sheet by six teachers during the learning process. Data were analyzed descriptively and compared to the process standard that apply contructivism and scientific approach learning. The result showed that learning activity had suitability with process standard that apply contructivism learning with average percentage 51,84% that is medium category. According to the scientific approach learning had average 23,33% that is low category. Therefore science learning based on standard process that apply contructivism and scientific approach learning in Rajabasa district has medium category.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil guru dalam pembelajaran IPA pada kelas V Sekolah Dasar Negeri di Rajabasa. Subjek penelitian ini adalah enam guru IPA pada kelas V Sekolah Dasar dari enam sekolah di kecamatan Rajabasa. Sampling guru dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh keenam guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Data kemudian dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar proses yang menerapkan pembelajaran konstruktivisme dan pendekatan saintifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian pembelajaran IPA dengan standar proses yang menerapkan pembelajaran konstruktivisme memiliki presentasi skor rata-rata 51,84% berkategori sedang. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik memiliki presentasi skor rata-rata 23,33% berkategori rendah. Hasil penelitian dapat disimpulkan pembelajaran IPA berdasarkan standar proses yang menerapkan pembelajaran konstruktivisme dan pendekatan saintifik di SD kecamatan Rajabasa berkategori sedang.Kata kunci : kontruktivisme, pembelajaran IPA, pendekatan saintifik, profil guru, standar prose
PENGARUH MODEL NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI LISAN DAN HASIL BELAJAR
This research was carried out in class VIIA SMP N 1 Negeri Katon. The purpose of research was to find out oral communication skill and students learning outcome through NHT learning model. The design of this research was pretest, postest and n-gain which was analyzed with T test and U test. The qualitative data were oral communication skill and students questionaire which obtained from student observation sheet with using NHT learning model which was analyzed descriptively. The result showed that by using NHT learning model could increase students learning outcome, it could be seen from the average of n-gain in experiment class (69,00) that was higher than control class with the average of n-gain (35,00). The average of observation percentage oral communication skill get sufficient characterized that was 71,52%.Whereas the was filled questionaire with positive response toward the use of NHT learning model.Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Negeri Katon kelas VIIA. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan berkomunikasi lisan dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran NHT. Desain penelitian ini adalah pretest-postest kelompok non ekuivalen. Data kuantitatif diperoleh dari nilai pretest, postest, dan n-gain yang dianalisis menggunakan uji t dan uji U. Data kualitatif berupa data kemampuan komunikasi lisan dan angket tanggapan siswa yang diperoleh dari lembar observasi siswa dengan perlakuan menggunakan model pembelajaran NHT dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan model NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa, terlihat pada rata-rata n-gain kelas eksperimen lebih tinggi sebesar 69,00 berbeda signifikan dengan kelas kontrol dengan rata-rata n-gain sebesar 35,00. Hasil rata-rata persentase observasi kemampuan komunikasi lisan siswa memiliki kriteria cukup 71,52%. Sedangkan angket berisi tanggapan positif terhadap penggunaan model pembelajaran NHT.Kata kunci: hasil belajar, komunikasi lisan, numbered heads togethe
PROFIL KEMAMPUAN GURU SMA NEGERI SE-KABUPATEN LAMPUNG TENGAH DALAM MEMBUAT RPP BIOLOGI
This research was aimed to know teachers ability in designing lesson plan of biology subject in Senior High school all over Lampung Tengah Regency. Research design used descriptive research. Sample of this research were ten biology teachers were chosen by using random sampling. Data of research were both quantative and qualitative. Result of the research showed that almost teachers have high criteria with variation 97,22%, 91,66%, 86,11%, 94,44%, and 83,33%. There were three teachers have medium criteria with variation 69,44%, 66,66%, and 58,33%. There were two teachers have low criteria with 47,22% and 27,77%.Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan guru dalam membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pada Mata Pelajaran Biologi SMA Negeri Se-Kabupaten Lampung Tengah. Desain penelitian, yaitu penelitian deskriptif. Sampel penelitian, yaitu 10 guru mata pelajaran biologi yang dipilih secara random sampling. Data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan datakualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru biologi kelas X SMA Negeri se-Kabupaten Lampung Tengah berkriteria tinggi dengan variasi 97,22%, 91,66%, 86,11%, 94,44%, dan 83,33% . Terdapat tiga guru berkriteria sedang dengan variasi 69,44%, 66,66%, dan 58,33%.%. Terdapat dua guru berkriteria rendah dengan variasi 47,22% dan 27,77%.Kata kunci : biologi, kemampuan guru, RP
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA
The purpose of this research was to know the influence of problem based learning model on students creative thinking skill in effect of human population density on environment subject matter which was held in SMP N 12 Bandar Lampung and sample were class VIIh and VIIi. Design of this research was quasi experiment with non equivalent pretest-postest. Quantitative data were KBK that obtained from pretest, postest and N-gain that were analyzed using t-test and u-test. Qualitative data was the result of students' activity and also students' response that were anlyzed descriptively. Creative thinking skill was included fluency and flexibillity. Gain of creative thinking skill average on experimental is 67,06% and control class is 56,24%. Based on the result of research, it can be concluded that problem based learning model can influence the creative thinking skill in effect of human population density on environment subject matter.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan di SMP N 12 Bandar Lampung dengan sampel penelitian kelas VIIh dan VIIi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain pretest-postest non equivalen. Data kuantitatif berupa KBK yang diperoleh dari pretest, postest, dan N-gain yang dianalisis dengan uji t dan uji U serta data kualitatif berupa data aktivitas belajar dan tanggapan siswa dianalisis secara deskriptif. Kemampuan berpikir kreatif dalam hal ini meliputi fluency dan fleksibillity dengan rata-rata peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas eksperimen (67,06%) dan kelas kontrol (56,24%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif pada materi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan.Kata kunci: aktivitas siswa, kemampuan berpikir kreatif, problem based learnin
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS
This research purpose was to know the effect of discovery learning toward students critical thinking skill of SMPN 1 Gadingrejo. The design was pretest-protest non-equivalent. The sample were students of class VII2 and VII3, that were selected by purposive sampling. Data were obtained from pretest, posttest, and N-Gain, which were analyzed by t-test and u-test. Data of students activity which were obtained from observation sheet was analyzed descriptively. The result showed that N-Gain score of experimental class was 64,80 significantly different from control class which was 43,92. The average of critical thinking skill has criteria for each indicators. Giving basic explanation was very good, making basic skill was good, giving further explanation was good, and concluding was good. Therefore, it can be concluded that discovery learning was effected in improving students critical thinking skill. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMPN 1 Gadingrejo. Desain penelitian adalah pretest-posttest kelompok tak ekuivalen. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII2 dan VII3 yang dipilih secara purposive sampling. Data kemampuan berpikir kritis siswa yang diperoleh dari rata-rata nilai pretest, posttest dan N-gain, dianalisis menggunakan uji-t dan uji-u. Data aktivitas dari lembar observasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa dari rata-rata N-gain kelas eksperimen sebesar 64,80 berbeda signifikan dengan kelas kontrol 43,92. Rata-rata aktivitas kemampuan berpikir kritis memiliki kriteria untuk setiap indikator. Memberikan penjelasan dasar berkriteria Sangat Baik, membangun keterampilan dasar berkriteria Baik, memberikan penjelasan lanjut berkriteria Baik, dan menyimpulkan berkriteria Baik. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan model discovery learning berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Kata kunci : discovery learning, kemampuan berpikir kritis, pengaruh mode
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR BROSUR TERHADAP PENGUASAAN MATERI OLEH SISWA
This research was aimed to know the influence of brochure learning material towards students learning result and students learning activities. The design of this research was pretest and protest with non-equivalent. The subjects of this research were students inthe class X2 dan X3 of SMAN 1 Sukadana, chosen by purposive sampling. The quantitative data were the learning result that were analyzed by using T-Test and U-Test. The qualitative data were the observation sheet of learning activities and student reaction that were analyzed descriptively. Students achievement in experiment class was significantly different by average N-Gain 65,79. The indicator of C1 and C2 questions showed the significantly result. The average of student learning activities in the aspect of askingquestions (25.78 %), giving opinions (39.84%), communication (85.94%), cooperating (90.63%), and the answering questions (75.78%). Thus, brochure learning material could increase students learning result and students learning activities on the subject matter of Animalia kingdom.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh bahan ajar brosur terhadap hasil belajar dan aktivitas siswa. Desain yang digunakan yaitu pretes-postes tak ekuivalen. Subjek penelitian adalah siswa kelas X2 dan X3 SMAN 1 Sukadana yang dipilih secara purposive sampling. Data kuantitatif berupa hasil belajar yang dianalisis meng-gunakan uji T dan uji U. Data kualitatif berupa aktivitas belajar dan tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen berbeda signifikan dengan rata-rata N-gain 65,79. Dan data indikator soal C1 dan C2 menunjukkan hasil berbeda signifikan. Rata-rata aktivitas belajar siswa pada aspek mengajukan pertanyaan (25,78%), memberikan pendapat (39,84%), berkomunikasi (85,94%), bekerjasama (90,63%), dan men-jawab pertanyaan (75,78%). Sehingga, penggunaan bahan ajar brosur dapat me-ningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi pokok dunia hewan.Kata kunci : brosur, dunia hewan, hasil belajar siswa, model TP
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE TERHADAP KBK DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA
The purpose of this study was to determine the effect of example non example model to critical thinking skills and students learning activities. This research was experiment study with pretest-posttest design non equivalent group. The samples were two classes from MTs N 3 Lampung Selatan that were selected by purposive sampling. The quantitative data were obtained from the average value of test that were analyzed by using t-test and U-test. The qualitative data were learning activities and students responses that were analyzed descriptively. The result showed that example non example model influenced in critical thinking skills. Indicators of giving argument (p 0,003 < 0,05), induction (p 0,000 < 0,05), and doing deduction (th (0,482) < tt (1,676)) have increased. Activities in experiment class was higher than control. Most of the students gave positive responses to learning model. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model example non example terhadap kemampuan berpikir kritis dan aktivitas belajar siswa. Penelitian menggunakan studi eksperimen dengan desain pretest posttest kelompok tak ekuivalen. Sampel adalah dua kelas dari MTs N 3 Lampung Selatan dipilih secara purposive sampling. Data kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai tes yang dianalisis menggunakan uji-t dan uji-U. Data kualitatif berupa aktivitas belajar dan tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan model example non example berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Indikator memberikan argumen (p 0,003 < 0,05), melakukan induksi (p 0,000 < 0,05), dan melakukan deduksi (th (0,482) < tt (1,676)) mengalami peningkatan. Aktivitas belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Sebagian besar siswa memberikan tanggapan positif terhadap model pembelajaran.Kata kunci : aktivitas belajar siswa, kemampuan berpikir kritis, model pembelajaran example non exampl
PROFIL KEMAMPUAN GURU SMA NEGERI SE-KABUPATEN LAMPUNG TENGAH DALAM MEMBUAT RPP BIOLOGI
This research aimed to know teachers ability in designing of biology in Senior High school all over sample of this research Regency. The Biology teachers of ninth grade were selected as sample of this research by using random sampling. The data of this research were quantitative data in form of scoring teachers ability in designing lesson plan and qualitative data in form of decretive data. This research used descriptive data analysis in from scoring and percentage. The result showed that some of the biology teachers of ninth grade were in the category of High and the variation was 83,33% and 86,11%. Then there were five teachers in category of Medium with variation werw 66,66%,57,77%, 63,88%,55,55% and 58,33%. There were two teacher in category of Low with variation were 44,44% and 47,22%.It can be concludedthat the teachers ability on making lesson plan was medium with the average62,37%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Biologi SMA Negeri se-Kabupaten Lampung Tengah. Sampel dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran biologi kelas XI, yang dipilih secara random sampling. Data kuantitatif berupa kemampuan guru dalam membuat RPP dan data kualitatif berupa data deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian kecil guru biologikelas XI berkategori tinggi dengan variasi 83,33% dan 86,11%, Kemudian terdapat 5 guru berkategori sedang dengan variasi 66,66%, 55,77%, 63,88%, 55,55% dan 58,33%, Dan terdapat 2 guru berkategori rendah dengan variasi 44,44% dan 47,22%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru biologi dalam membuat RPP yaitu berkategori sedang dengan rata-rata 62,37%.Kata kunci : profil guru, RPP, biolog
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TPS TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA DAN PENGUASAAN MATERI
This research purpose was to know the influence of TPS learning modeltowards student activities and conceptual understanding. The research used non-equivalent pretest posttest design. The samples were students of VIIG and VIID class that were selected by purposive sampling technique. Qualitative data were obtained from learning activities observation sheets and students questionnaire responses that were analyzed descriptively. Quantitative data were obtained from the average value of test that were analyzed by using t-test and U-test. The average of students learning activities percentage for all aspects in experiment class was higher than control that was 45.60%. The average of conceptual understanding in experiment class was higher than control. Most of the student (93%) gave good impression towards TPSlearning model. Therefore, TPS cooperative learning model improved students activities and conceptual understanding on subject of the characteristics of living things.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) terhadap aktivitas belajar siswa dan penguasaan materi. Desain penelitian menggunakan pretes-postes tak ekuivalen. Sampel penelitian siswa kelas VIIG dan VIID yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data kualitatif diperoleh dari lembar observasi aktivitas belajar dan angket tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif TPS yang dianalisis secara deskriptif. Data kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai tes dianalisis menggunakan uji-t dan uji-U. Rata-rata persentase aktivitas siswa semua aspek pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi sebesar 45,60% dibanding kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan materi pada kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Sebagian besar siswa (93%) memberikan tanggapan positif terhadap model pembelajaran TPS. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran kooperatif TPS meningkatkan aktivitas belajar dan penguasaan materi pokok ciri-ciri makhluk hidup.Kata kunci : aktivitas belajar, ciri-ciri makhluk hidup, model pembelajaran TPS, penguasaan mater
PENGARUH PENERAPAN MODEL PBL TERHADAP KREATIVITAS DAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI TERTULIS SISWA
This research aimed to know the influence of PBL towards students creativity and written communication skill. The research used pretest-posttest non equivalent design. The samples were students of VII G and VII H SMP Al Kautsar that were chosen by purposive sampling. The quantitative data were average mark of pretest, posttest and N-gain KBK that were analyzed by using t-test and U-test with significant value 0,05 showed that there was significant increase. The qualitative data showed that the average of students creativity was good criteria, including KBK was good criteria, creative attitude was enough criteria, and creative product was very good criteria. Regression test showed that there was a positive relationship among creativity dimention. The average of studentss communication written skill was good criteria. Therefore, PBL had influence to improving studentss creativity and written communication skill.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model PBL terhadap kreativitas dan keterampilan berkomunikasi tertulis siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII G dan VII H SMP Al Kautsar, yang dipilih secara purposive sampling. Desain penelitian menggunakan pretest-posttest non equivalen. Data kuantitatif berupa rata-rata nilai pretest, posttest dan N-gain KBK yang dianalisis secara statistik menggunakan uji-t dan uji U dengan taraf kepercayaan 0,05 menunjukkan peningkatan yang signifikan. Data kualitatif menunjukkan rata-rata siswa ekperimen memiliki kreativitas dengan kriteria baik, yang meliputi KBK dengan kriteria baik, sikap kreatif dengan kriteria cukup dan produk kreatif dengan kriteria sangat baik. Hasil uji regresi menunjukkan terjadi hubungan positif antar dimensi dalam kreativitas. Rata-rata keterampilan berkomunikasi tertulis siswa eksperimen memiliki kriteria baik. Maka, model PBL berpengaruh dalam meningkatkan kreativitas dan keterampilan berkomunikasi tertulis siswa. Kata kunci : keterampilan berkomunikasi tertulis, kreativitas, PB