Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Not a member yet
    458 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG MENGGUNAKAN GARIS BILANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS VII SMP NEGERI 3 BANAWA

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran langsung menggunakan garis bilangan yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di kelas VIIA SMP Negeri 3 Banawa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung menggunakan garis bilangan yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat mengikuti fase-fase yaitu : (1) pengantar/pengenalan; (2) penyajian; (3) latihan terbimbing; dan (4) latihan mandiri. Kata Kunci : Pembelajaran Langsung; Kemampuan Siswa; Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Abstract : The purpose of this study was to obtain a description of the application of direct instruction models using the number line that can enhance students' ability in solving addition and subtraction of integers in class VII 3 Banawa Junior High School . Kind of research is action research . This research design refers to the design of the study Kemmis and Mc . Taggart namely planning, action , observation and reflection . The results showed that the application of direct instruction  models using the number line that can enhance students' ability in solving addition and subtraction of integers follow the phases namely : an introduction / introduction , presentation , guided practice , and independent practice . Keywords : Direct Instruction , Student Ability , Addition And Subtraction Of Integer

    PENERAPAN METODE LATIHAN BERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI BENTUK ALJABAR DI KELAS VIII MTs NEGERI PALU BARAT

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan metode latihan berstruktur yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi bentuk aljabar di kelas VIII MTs Negeri Palu Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada model yang dikembangkan Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan observasi, serta refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus yang setiap siklusnya terdiri dari 2 pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode latihan berstruktur yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa mengikuti langkah-langkah sebagai berikut (1) guru membuka kegiatan pembelajaran, menyampaikan tujuan pembelajaran, motivasi, apersepsi, dan membagi siswa dalam beberapa kelompok, (2) guru menyampaikan materi pembelajaran, yaitu materi operasi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar pada siklus I dan materi operasi perkalian, perpangkatan, dan pembagian bentuk aljabar pada siklus II, (3) guru memberikan LKS berstruktur kepada siswa untuk dikerjakan secara kelompok, kemudian siswa mempresentasikannya di depan kelas (4) guru memberikan soal untuk latihan lanjutan kepada siswa yang dikerjakan secara individu. Selanjutnya guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari.   Kata Kunci: Latihan Berstruktur; Hasil Belajar Siswa; Operasi Bentuk Aljabar   Abstract: This research aim to obtain a description about applying structural exercise method can increase student learning outcomes on algebra operation in class VIII MTs Negeri Palu Barat. This was a classroom  action  research (CAR). The design of this research is based on Kemmis and Mc. Taggart model, they are planning, implementation of the action and observation, and also  reflection. This research was conducted in 2 cycles each cycle consisting of 2 meetings. The research results showed that applying of structural exercise method can increase student learning outcomes with following the steps are (1) teacher open the learning activities and presents the objectives, motivation, apperception, and form groups, (2) teacher extend about the materials. The operation of addition and deduction in first cycle and the operation of multiplication, power, and division in second cycle, (3) teacher give structural woorksheets to be done in groups then they present their answers in front of class (4) teacher give a matter for individual. Then, teacher guide students to make inferences material of algebra form operation.   Keywords:  Structural Exercise; Student Learning Outcomes; Algebra Form Operatio

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG BERBANTUAN PROGRAM CABRI 3D PADA MATERI MENENTUKAN BESAR SUDUT DALAM RUANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA AL-AZHAR PALU

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pem­belajaran langsung berbantuan program Cabri 3D yang dapat meningkatkan  hasil belajar siswa pada materi menentukan besar sudut dalam  ruang di Kelas X SMA Al-Azhar Palu. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini mengacu  pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan  model pembelajaran langsung berbantuan program Cabri 3D yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran langsung, yakni: (1) guru menyampai­kan tujuan pembelajaran serta mempersiapkan siswa. (2) guru men-demonstrasikan pengetahuan. (3) guru membimbing pelatihan dengan mem­bagikan LKS. (4) guru mengecek pemahaman siswa dan memberi umpan balik. (5) guru memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan. Kata kunci: pembelajaran langsung, Cabri 3D, hasil belajar, menentukan besar sudut dalam ruang Abstract:This research aims to obtain a description about applying direct instruction model which Cabri 3D-assisted program that can improve learning outcomes of students in Class X SMA Al-Azhar Palu to determine the measure of angle in 3-dimensional space. This research type is a classroom action research. It refers to Kemmis and Mc. Taggart research design that including is planning, doing and observation, and reflection. The result of this research indicates that applying direct instruction model which Cabri 3D-assisted program which can increase student’s learning outcomes according to phase of direct instruction model, they are: (1) teacher informs the goal of their studying and provide motivation to students. (2) teacher demonstrates again prerequisite items present items and to all student concerning blackboard media by using demonstration student’s knowledge. (3) teacher guide student’s training and give LKS. (4)  teacher checks the understanding of student and give feedback. (5) teacher give chances for extension practice problem and application. Keyword: direct instruction, Cabri 3D, learning outcomes, determine the measure of angle in 3-        dimensional space

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LOGIKA MATEMATIKA

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Sindue pada materi logika matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas  mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart  terdiri dari perencanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Sindue pada materi logika matematika,  yakni: 1) melibatkan siswa secara aktif dalam memahami materi dan membahas contoh soal; 2) mengarahkan siswa untuk bergabung dengan kelompoknya masing-masing; 3) berkeliling mengontrol kegiatan siswa dan memberikan bantuan seperlunya pada kelompok yang mengalami masalah; 4) mengarahkan dan membimbing  siswa untuk saling tukar menukar informasi pada saat berkunjung dan dikunjungi; 5) mengontrol kegiatan siswa kembali ke kelompoknya masing-masing; 6) memberikan bantuan seperlunya pada kelompok yang mengalami kesulitan mencocokkan hasil temuannya dari kelompok lain dengan hasil kerja kelompok masing-masing; 7) mengundi kelompok yang mempresentasikan hasil kerja di depan kelas dan kelompok lain menanggapi.   Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray; Hasil Belajar; Logika Matematika. Abstrack:  The research aim to obtain a description of the applying of Cooperative Learning Model Type two stay two stray that can improve student learning outcomes X classes at SMAN 1 Sindue material mathematical logic. This research is a classroom action research refered  to desain research Kemmis and Mc. Taggart consisted of  planning , action and observation , and reflection.  The results showed that the application of cooperative learning model two stay two stray that can improve student learning outcomes in class X SMA Negeri 1 Sindue on material mathematical logic, those are: 1) actively engage students in understanding the material and discuss example problems; 2) lead students to join the group each; 3) around control the activities of students and provide assistance as needed in the group that experienced the problem; 4) directing and guiding students to exchange information at the time of visit and be visited; 5) control activities of the students return to their own group; 6) researchers provide the necessary assistance if there is a group who have difficulty in checking off result of its finding from other group with result of each team work; 7) raffle group of researchers who present their work in front of the class and the other listened .   Key words:  Cooperative Learning Model Type Two Stay Two Stray, Learning  Outcome, Mathematical Logic.&nbsp

    PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI SOAL CERITA PECAHAN DI KELAS VII MTs ALKHAIRAAT TONDO

    Get PDF
    Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan pendekatan pembelajaran matematika realistik (PMR) yang dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VII MTs Alkhairaat Tondo pada materi soal cerita pecahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas,dengan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan PMRyang dapat meningkatkan pemahaman siswa melalui langkah-langkah sebagai berikut: (a) memahami masalah kontekstual padamateri soal cerita pecahan, guru menyajikan masalah kontekstual kemudian meminta siswa untuk memahami masalah tersebut, (b) menyelesaikan masalah kontekstualpadamateri soal cerita pecahan, guru memberikan bantuan dengan memberi petunjuk seperlunya yangdapat mengarahkan siswa untuk memahami masalah,(c) membandingkan dan mendiskusikan jawaban tentang materi soal cerita pecahan, guru meminta siswa untuk membandingkan dan mendiskusikan jawaban dengan teman kelompoknya kemudian gurumeminta setiap kelompok untuk membandingkan dan mendiskusikan jawaban yang dimiliki dalam diskusi kelas, (d) menyimpulkan, guru mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan mengenai pemecahan masalah atau konsep dari materi yang dipelajari.   Kata kunci: Pendekatan Matematika Realistik, Pemahaman, Soal Cerita Pecahan.   Abstract: This research aim to obtain a description applyingRealistic Mathematic Education (RME) approach able to improving student comprehension class VII MTs Alkhairaat Tondo on word problem fraction matter. This research is a classroom action research, with refers to the design of the research Kemmis dan Mc. Taggart, that is planning, action, observation, and reflection.The results of research indicating applying Realistic Mathematic Education approachwich can understanding improvementstudent to pass trought the steps is to (a) Comprehend the contextualproblematword problemfraction matter, to serve up the techer contectual problem and then student to ask Comprehend the contextual problem, (b) clarifying the contextual problematword problemfraction matter, ait help techer to giving with important signpost to give which can student to direct for Comprehend the problem,  (c) compared   and cover a lot of ground to  the rejoinder, techer to ask student compared   and cover a lot of ground to  the rejoinder with friends group and then to ask student compared   and cover a lot of ground to  the rejoinder possession in discussion class(d) conclude, techer to direct student for to drauw aconclusion about problem solve or concept from to learn matter.   Keywords:Realistic Mathematic Education; Comprehension; Fraction Word Proble

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PANJANG GARIS SINGGUNG PERSEKUTUAN DUA LINGKARAN DI KELAS VIII SMP NEGERI 19 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang  penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIII SMPN 19 Palu pada materi panjang garis singgung persekutuan dua lingkaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model PBL yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan mengikuti langkah-langkah, yaitu (1) orientasi siswa pada masalah menggunakan video atau animasi, (2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, (3) membantu penyelidikan individual maupun kelompok, (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.   Kata Kunci:   Model Problem Based Learning (PBL), Hasil Belajar, Panjang Garis Singgung Persekutuan Dua Lingkaran.   Abstract: This research aim to obtain a description about application of Problem Based Learning (PBL) that can improve students learning outcomes on length of tangent line to two circles in class VIII SMPN 19 Palu. The type of this research is classroom action research. The design of this research referred to Kemmis and Mc. Teggart’s design. This research was conducted in two cycles. The results of this research indicating that through the application of PBL that can improve student learning outcomes, by following the steps, as follow (1) orientation the students at the problem of using video or animation, (2) organize the students to learn, (3) assist in the investigation of individual and group, (4) develop and present work result and, (5) analyze and evaluate problem-solving process.   Keywords:   Problem Based Learning (PBL) model, Learning Results, Length of Tangent Line to Two Circles

    PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 PALU PADA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi operasi hitung bilangan bulat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VII SMP Negeri 4 Palu pada materi operasi hitung bilangan bulat mengikuti langkah-langkah yaitu (1) perumusan masalah, (2) pemrosesan data, (3) penyusunan dugaan sementara (konjektur), (4) pemeriksaan dugaan sementara (konjektur), (5) penarikan kesimpulan, (6) penerapan konsep. Kata Kunci: Penemuan Terbimbing; Pemahaman; Operasi Hitung Bilangan Bulat   Abstract: The reseach is aim to obtain a description of application of guided discovery method wich can increase the students’ knowledge on material operations of integers. This research refers to research design proposed by Kemmis and Mc. Taggart, namely: planning, action and servation, and reflection. Based on the results, it can be concluded that application of guided discovery method can incruice  knowledge students’  in the  form of operations integers  material in class VII  of  SMP Negeri 4 Palu  following these steps, namely: (1) formulation of the problem, (2) data processing, (3) the preparation of provisional estimates (conjecture), (4) examination of provisional estimates (conjecture), (5) drawing conclusions, (6) the application of the concept. Keywords:  Guided Discovery Learning;knowledge; operations of integer

    PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BALOK DI MTs. ALKHAIRAAT TONDO

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan pendekatan keterampilan proses yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII MTs. Alkhairaat Tondo pada materi luas permukaan dan volume balok. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan McTaggart, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan keterampilan proses yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa melalui tahap-tahap pembelajaran sebagai berikut: pengamatan, interpretasi hasil pengamatan, peramalan, pengkajian, generalisasi penemuan, penerapan dan komunikasi. Kata Kunci: Keterampilan proses; hasil belajar; luas permukaan dan volume balok   Abstract: This research aims to obtain a description of the application skills process approach that can improve learning outcomes students class VIII  MTs. Alkhairaat Tondo on the material Surface Area and Volume of cubein. The type of research is a classroom action research (CAR), with  refers to the design of the research Kemmis and McTaggart that is: planning, action, observation and reflection. The results showed that the application of process skills approach can improve student learning outcomes. As for the stages of approach skill applied  in the learning process is the observation, interpretation of the observations, forecasting, assessment, generalization discovery, application and communication. Key Words: Skills process; learning outcomes; surface area and volume of cubei

    PENERAPAN MODEL ARCS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP LABSCHOOL UNIVERSITAS TADULAKO PADA MATERI SUDUT-SUDUT SEGITIGA

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang  penerapan model Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction (ARCS) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sudut-sudut segitiga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model ARCS yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan mengikuti langkah-langkah, yaitu (1) menimbulkan dan memusatkan perhatian siswa dengan cara berdoa, mengecek kehadiran dan memberitahukan materi yang akan dipelajari kepada siswa , (2) memberikan apersepsi kepada siswa berupa soal yang diperlihatkan dengan bantuan bahan tayang, (3) menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat pembelajaran dengan menayangkan gambar-gambar kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan materi, (4) menyampaikan materi pelajaran, berupa penyampaian arahan dalam mengerjakan tugas di lembar kerja siswa (LKS), (5) memberikan bimbingan belajar seperlunya kepada siswa yang membutuhkan bimbingan, (6) memperoleh unjuk kerja dengan memberikan kesempatan kepada beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas, (7) memberikan umpan balik berupa komentar positif dan pujian terhadap hasil kerja siswa, (8) mengukur dan mengevaluasi hasil belajar dengan memberikan soal latihan kepada siswa dan (9) memperkuat retensi dan transfer dengan memberikan pekerjaan rumah serta memberikan pesan yang dapat memotivasi siswa.   Kata Kunci: Model Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction (ARCS), Hasil Belajar, Sudut-sudut Segitiga.   Abstract: This research aim to obtain a description about applying of Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction (ARCS)  model can improve students’ learning outcomes in angles of a triangle material. The type of research is classroom action research. The design of this study referred to the model proposed by Kemmis and Mc. Teggart. This study was conducted in two cycles. The results of the study showed that through the application of ARCS model can improve student learning outcomes, by following the steps, namely  (1) creating and focusing student’s attention by praying, checking attendance and inform the material to be learned to the students, (2) giving apperception to the students form of matter that is shown with the help of broadcast material, (3) delivering the learning objectives and benefits of learning by showing pictures of everyday life that relate to the material, (4) delivering the learning materials, in the form of directives in the task delivery in student worksheet (SWS), (5) providing tutoring session to students who need guidance, (6) gaining students’ performance by providing the opportunity for some groups to present their work to the class, (7) providing feedback in the form of positive comments and compliments on the work of students, (8) evaluating students’ learning outcomes by providing practice questions to students, (9) and strengthening the retention and transfer by giving homework and gives a message that can motivate students.   Keywords: Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction (ARCS) model, Learning Outcomes, Angles of a Triangle

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBANTUAN MEDIA KARTU POSINEGA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT SISWA KELAS VII SMP NEGERI 15 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media kartu posinega yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, dan masing-masing  siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran  kooperatif tipe NHT  berbantuan media kartu posinega yang dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran koopertatif tipe NHT yaitu (1) menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa, (2) menyajikan informasi, (3) penomoran (numbering), (4) mengajukan pertanyaan (questioning), (5) berpikir bersama (heads together), (6) menjawab pertanyaan (answering), dan (7) memberikan penghargaan. Pada fase 1 peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat pembelajaran untuk memotivasi siswa; pada fase 2 peneliti menyajikan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui pendemonstrasian kartu posinega; pada fase 3 peneliti membagi siswa ke dalam beberapa kelompok kecil, kemudian memberi nomor kepada setiap anggota kelompok; pada fase 4 peneliti memberikan soal-soal kepada siswa dalam bentuk LKS; pada fase 5 siswa diminta untuk berpikir bersama dalam menyelesaikan soal-soal pada LKS dan peneliti memberikan bimbingan seperlunya; pada fase 6 peneliti menyebut 1 nomor dan siswa yang memiliki nomor tersebut mempresentasikan hasil LKS kelompoknya di depan kelas; dan pada fase 7 peneliti memberikan peghargaan kepada setiap kelompok.   Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT, Kartu Posinega, Pemahaman Konsep, Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat   Abstract: This research aim to obtain description about applying Cooperative Learning of NHT with the assist of Posinega card able to improve student concept understanding on  addition and subtraction of integer. This research was a classroom action research which refers to the Kemmis’ and Mc. Taggart’s design, that is plan, action and observation, and reflection. This research consist of two cycles, and each of the cycles was held in two meeting. The results of this research indicating that through applying of Cooperative Learning of NHT student concept understanding can increased, with the steps of Cooperative Learning of NHT (1) convey the learning purpose and motivating, (2) Presenting information, (3) numbering, (4) questioning, (5) heads together, (6) answering, and (7) giving appreciation. At the 1th phase, researcher convey the learning purpose and benefit to motivate the students; at the 2nd phase, researcher  presented addition and subtraction of integer through the demonstration of posinega card usage; at the 3rd phase, researcher divided the students into some groups, and gave number to each member of group; at the 4th phase, researcher gave task in worksheet to the students; at the 5th phase, the students were asked to think together in doing their worksheet and researcher guided them to do that; at the 6th phase,  researcher mentioned one number and the students who have the number presented their worksheet in front of the class; and at the 7th phase, researcher gave appreciation to each group.   Keywords: Cooperative Learning of NHT; Posinega Card; Concept Understanding; Addition and Subtraction of intege

    454

    full texts

    458

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇