Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Not a member yet
458 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN BLOK ALJABAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BENTUK ALJABAR DI KELAS VIII SMP NEGERI 12 PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan blok aljabar yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar di kelas VIII SMP Negeri 12 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian tindakan kelas ini mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan blok aljabar dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar di Kelas VIII SMP Negeri 12 Palu mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: (1) menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa, (2) menyajikan materi dengan menggunakan alat peraga blok aljabar, (3) mengorganisasikan siswa kedalam kelompok belajar, (4) membimbing siswa dalam menyelesaikan LKS, (5) memberikan tes, dan (6) memberikan penghargaan.
Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe STAD, blok aljabar, hasil belajar siswa, penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar.
Abstrack: This research aim to obtain description applying cooperative learning of STAD with the assist block algebra that can improve study result on addition and subtraction of algebraic in class VIII SMP Negeri 12 of Palu. This research was a classroom action research. This class action research design refers to the model Kemmis and Mc Taggart that is (1) plan, (2) action, (3) observation and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. The results of this research indicating that through applying of cooperative learning of STAD assisted block algebra can improve student study of addition and subtraction of algebraic form in class VIII of SMP Negeri 12 Palu follow the steps as follows: (1) outlines the learning objectives and motivate students, (2) presenting the material by using props block algebra, (3) organize students into study groups, (4) guide students in completing worksheets, (5) provide test (6) reward.
Keywords: Cooperative learning of STAD, block algebra, learning outcomes, addition and subtraction algebraic form
PENERAPAN LANGKAH-LANGKAH POLYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SOAL CERITA PECAHAN PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 13 PALU
ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan metode Polya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah soal cerita pecahan pada siswa kelas VII SMP Negeri 13 Palu. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan rancangan penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari 4 komponen yaitu: 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan Tindakan, 3) Observasi dan 4) Refleksi. Pada penelitian ini, data dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, tes tertulis, serta catatan lapangan. Data yang diperoleh disajikan secara kualitatif dan dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan langkah Polya dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal cerita pecahan di kelas VII SMP Negeri 13 Palu, empat langkah Polya, yaitu: (1) Memahami masalah, 2) menyusun rencana, 3) melaksanakan rencana, dan 4) mengecek kembali jawaban yang diperoleh.
Kata kunci: Langkah-langkah Polya; Kemampuan Pemecahan Masalah; Soal Cerita Pecahan;
Abstract: The purpose of this study was to obtain a description of the application of Polya’s method to enhance the problem solving fraction word problems in the seventh grade students of SMP Negeri 13 Palu. This type of research is a classroom action research with the study design refers to the model of Kemmis and Mc. Taggart which consists of 4 components: 1) Planning, 2) Implementation of action, 3) Observation and 4) Reflection. In this study, data were collected through observation sheets, interviews, written tests, and field notes. The data obtained are presented qualitatively and quantitatively analyzed. The results show that the learning using Polya steps can increase students' problem solving ability in solving word problems in class VII fractions SMP 13 Palu, Polya's four steps, namely: (1) Understanding the problem, 2) develop a plan, 3) execute the plan, and 4) richeck answers obtained.
Keywords: Polya steps; Troubleshooting capabilities; Stories about Smithers
PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERISOAL CERITA TENTANG HIMPUNAN DI KELAS VII MTsN PALU BARAT
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi soal cerita tentang himpunan di Kelas VII MTsN Palu Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan RMEyang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi soal cerita tentang himpunan mengikuti langkah-langkah, yaitu: (1) memahami masalah kontekstual, (2) menyelesaikan masalah, (3) membandingkan dan mendiskusikan jawaban, (4) menyimpulkan. Pada langkah memahami masalah kontekstual, guru menyajikan masalah kontekstual dan meminta siswa untuk memahami masalah yang diberikan. Pada langkah menyelesaikan masalah, siswa bersama kelompoknya diminta untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pada langkah membandingkan dan mendiskusikan jawaban, beberapa kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dan kelompok lain membandingkan dan mengomentari jika terdapat perbedaan jawaban dengan kelompoknya. Pada langkah menyimpulkan, guru mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari apayang telah dipelajari.
Kata kunci: Realistic Mathematics Education (RME), Hasil Belajar, Soal Cerita Himpunan.
Abstract: This research aim to obtain a description about applying Realistic Mathematic Education (RME) approachto increase learning outcomes on the set word problemsmatter inclassVIIFMTsNPalu Barat. This was a classroom action research which refers to the design of the research Kemmis and Mc. Taggart, that is planning, action and observation, and reflection.This research is executed in two cycles.The research results showed that applying of RME approach to increase learning outcomes onthe set word problemsmatterfollowing these steps, namel: (1)understanding thecontextualproblem, (2) solving problem, (3) comparinganddiscussing the answer, (4)concluding.In stepunderstandingof contextualissues, the teacherpresents thecontextualissuesandasks the studentstounderstand thegiven problem. In stepsolve the problem, along withhis groupof studentswere asked tosolve the problem. Ina stepto compare and discussanswers, severalgroupspresented the results ofthe workinggroupandother groupsto compareand commentifthere are differences inthe answerswith the group.In theconcludingstep, the teacher directsstudents tomake inferencesfromapayangbeen studied.
Keywords: Realistic Mathematic Education;LearningResults; Words Problems of Se
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 PALU PADA MATERI PRISMA
Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh deskripsi mengenai penerapan Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Palu pada materi prisma. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan tahapannya yaitu: 1) konsep dasar; 2) pendefinisian masalah; 3) belajar mandiri; 4) belajar kelompok; dan 5) penilaian. Pada tahap konsep dasar, guru menyampaikan materi prasyarat. Pada tahap pendefinisian masalah, guru menampilkan soal matematika. Pada tahap belajar mandiri, siswa secara mandiri mencari solusi dari soal yang diberikan. Pada tahap belajar kelompok, siswa mengerjakan soal dengan teman kelompoknya. Pada tahap penilaian, guru bersama siswa melakukan penilaian terhadap hasil diskusi kelompok.
Kata Kunci: Problem Based Learning, Hasil Belajar, Prisma.
Abstract: The purpose of this research is to obtain a description about implementation Problem Based Learning model which can improve learning outcomes of student class VIII SMP Negeri 4 Palu about prism. This research type is a classroom action research which design is based of Kemmis and Mc. Taggart. This research conducted two cycles. The research result indicate that implementation Problem Based Learning model can improve student learning outcomes, which the phase are: 1) basic concept; 2) defining the problem; 3) self learning; 4) group learning; and 5) assessment. In the basic concepts phase, the teacher presenting the prerequisites material. In the defining the problem phase, the teacher displays math problems. In the self learning phase, students independently seek solutions to a given problem. In the group learning phase, the students work on the problems with the friends group. In the assessment phase, the teacher with the students conduct an assessment of the results of group discussions.
Keywords: Problem Based Learning, Learning Outcomes, Prism
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENARIKAN KESIMPULAN LOGIKA MATEMATIKA DI KELAS X SMA GPID PALU
Abstrak: Tujuan Penelitian ini ialah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) untuk menigkatkan hasil belajar siswa pada materi penarikan kesimpulan logika matematika di kelas X SMA GPID Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang desainnya mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penarikan kesimpulan logika matematika dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) fase penyampaian tujuan dan pemotivasian siswa, (2) fase penyajian informasi, (3) fase pengorganisasian kelompok belajar dan penomoran, (4) fase pengajuan pertanyaan/masalah, (5) fase berpikir bersama, (6) fase menjawab.
Kata kunci: Numbered Heads Together; Hasil Belajar; Logika Matematika.
Abstract: The Objective of this research was to obtain the description about application of cooperative learning of Numbered Heads Together (NHT) to improve student’s learning outcomes on inference of mathematic logic in class X SMA GPID Palu. This research was class action research, that refered to the research design of Kemmis and Mc. Taggart. The results of this research indicating that cooperative learning of NHT can improve student’s learning outcomes on inference of mathematic logic, by following the phases, those are: (1) phase convey the purpose and motivating student, (2) phase presentation of information, (3) phase organizing study groups and numbering, (4) phase questioning, (5) phase heads together, (6) phase answering.
Keywords: Numbered Heads Together; Learning Outcomes; Mathematic Logic
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN PERMAINAN MAJU MUNDUR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS VII SMP NEGERI 4 PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan permainan maju mundur untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di Kelas VII SMPN 4 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, tes tertulis, wawancara dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan permainan maju mundur yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan mengikuti fase-fase yaitu: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, 2) penyajian kelas, 3) transisi ke tim, 4) tim studi dan monitoring, 5) evaluasi, dan 6) penghargaan kelompok. Pada fase 1 peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat pembelajaran untuk memotivasi siswa; pada fase 2 peneliti menyajikan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui pendemonstrasian permaianan maju mundur; pada fase 3 peneliti membagi siswa ke dalam beberapa kelompok terdiri 5 s.d 6 siswa; pada fase 4 peneliti memberikan soal-soal kepada siswa dalam bentuk LKS dan peneliti memberikan bimbingan seperlunya; pada fase 5 siswa diberikan tes individu tanpa menggunakan permainan maju mundur; pada fase 6 peneliti memberikan peghargaan kepada setiap kelompok.
Kata Kunci: kooperatif tipe STAD, permainan maju mundur, hasil belajar, penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
Abstrack: This research aim to obtain description about applying cooperative learning of STAD with the assist of games back and forth to improve student study result on addition and substraction of integers in class VII SMPN 4 Palu. This research was a classroom action research which refers to the Kemmis and Mc. Taggart’s design, that is plan, action, observation, and reflection. This study consists of two cycles. Data collection techniques gained through observation, written test, interview and field notes. The results of this research indicating that through applying of Cooperative Learning of STAD can improve students study of addition and subtraction of integers with the steps 1) convey the learning purpose and motivating, 2) the presentation of the class, 3) transition to the team, 4) the study team and monitoring, 5) evaluation, and 6) giving appreciation. At the 1th phase, researcher convey the learning purpose and benefit to motivate the student; at the 2nd phase, researcher presented addition and subtraction of integers through the demonstration of back and forth games usage; at the 3rd phase, researcher divided the students into groups consist of 5 to 6 student; at the 4th phase, researcher gave task in worksheet to the students and researcher guided them to do that; at the 5th phase, the students are given individual tests without using a back and forth game, and at the 6th phase, researcher gave appreciation to each group.
Keywords: cooperative learning of STAD, back and forth games, learning outcomes, addition and substraction of integers
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC PADA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DI KELAS VII SMPN 6 PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan pendekatan scientific pada model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi garis dan sudut di kelas VII unggulan I SMP Negeri 6 Palu. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan scientific pada model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi garis dan sudut melalui kegiatan: (1) tahap think, siswa mencoba menjiplak dan mengukur untuk menemukan sudut-sudut yang sama besar, mengamati gambar dua garis sejajar yang dipotong oleh garis lain. (2) tahappair, siswa bersama pasangannya menalar hubungan sudut-sudut yang terbentuk dari dua garis sejajar yang dipotong oleh garis lain.(3) tahap share, siswabersama-sama kelompok mengkomunikasikan hasil temuannyadi depan kelas.
Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS); pendekatan scientific;pemahaman siswa; garis dan sudut.
Abstract: The aim of this research was to obtain the description of application scientific approach at cooperative learning of think pair share (TPS) to improve student understanding on line and angel in class VII Unggulan I SMP Negeri 6 Palu. The design of this research to Kemmis’ and Mc. Taggarts’design those are: (1) planning, (2) action, (3) observation and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. The research result indicating that the application of scientific approach at cooperative learning of think pair share (TPS) can increase students understanding on line and angel through activities: (1) step think, students tried to copy and measured to find the angels which have same size, observed the picture of two parallel lines are intersected by another line, (2) step pair, students with they pair associating the relationship of the angels that are formed from two parallel lines are intersected by another line,(3) step share, studentstogether with they group communicated their discovery result in fron of the class.
Keywords: Cooperative learning type think pair share (TPS); scientific approach; student understanding; line and angel
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA (Studi Eksperimen pada Materi Bilangan Bulat di Kelas VII SMPN 1 Sausu)
Abstrak :Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model PKTTS dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan rancangan quasi experiment design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMPN 1 Sausu yang terdaftar pada tahun akademik 2014/2015, sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil analisa data diperoleh skor rata-rata kelas eksperimen 9,12 dengan standar deviasi 2,58 dan kelas kontrol 5,67 dengan standar deviasi 2,33. Karena data yang diperoleh tidak berdistribusi normal, maka pengujian hipotesis menggunakan teknik statistik non parametris yaitu teknik pengujian Mann-Whitney atau uji U. Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh = -3,88 dan = -1,96 pada , sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Data ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model PKTTS dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Perbedaan yang dimaksud yaitu hasil belajar siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menerapkan model PKTTS lebih tinggi dari hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran konvensional. Adapun kontribusi model PKTTS terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi bilangan bulat sebesar 26,54%.
Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Talking Stick, Hasil Belajar, Bilangan Bulat.
Abstract :This research intent to know the difference studying result that signifikan among student that follow learning by applying model PKTTS with student that follow conventional learning. Hypothesis that is proposed in this research which is available difference which signifikan to usufruct mathematics studying among student that follow learning by applying model PKTTS with student that follow conventional learning. This research constitute experiments quantitative research with design quasi experiment design. This observational population is all student class VII at Sulawesi Tengah on the academic year 2014 / 2015, sample is taken at purposive sampling. Data analysis result gotten by score average brazes experiment 9,12 by standard deviations 2,58 and control class 5,67 by standard deviations 2,33. Since acquired data not gets normal distribution, therefore hypthosts testing utilize statistic tech non parametris which is Mann Whitney examination tech or quiz U. Of hypthosts testing result is gotten z. computing = -3,88 and t table = -1,96 on α = 0,05, so H1 accepted and H0 refused. This data points out that exists distinctive signifikan's one to usufruct mathematics studying among student that follow learning by applying model PKTTS with student that follow conventional learning. The difference that intended which is student studying result that get learning by applying model PKTTS better of yielding learned student by applying conventional learning. There is contribution even model PKTTS to usufruct student mathematics studying on integer material as big as 26,54%.
Keywords : Cooperatif learning; talking stick; learning outcomes;intege
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PEMFAKTORAN BENTUK KUADRAT DI KELAS VIII SMPN 7 PALU
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemfaktoran bentuk kuadrat di kelas VIII SMPN 7 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, dan data hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIII SMPN 7 Palu mengikuti langkah-langkah yaitu (1) think, (2) pair dan (3) share.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS), Hasil Belajar, Pemfaktoran Bentuk Kuadrat
Abstract: This research aim to obtain a description about application of cooperative learning of TPS that can improve student’s learning outcomes on factoring quadratic form in class VIII SMPN 7 Palu. This research is a classroom action research (CAR). The design of this research refered to the Kemmis’ and Mc.Taggart’s research design, that consist of 4 components, those are (1) planning (2) action (3) observation (4) reflection. This research was conducted in two cycles. Data of this research was collected through observation sheet, interview, note fields, and data of student’s learning outcomes. The research results showed that the application of cooperative learning of TPS can improve student’s learning outcomes on factoring quadratic form in class VIII SMPN 7 Palu following these steps, namely (1) think, (2) pair and (3) share.
Keywords: Cooperative Learning of Think Pair Share (TPS), Learning Outcomes, Factoring Quadratic For
PENERAPAN LANGKAH POLYA DALAM MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL CERITA PERSEGI PANJANG
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan langkah Polya dalam model Problem Based Instruction yang dapat meningkatkan kemampuan siswa pada penyelesaian soal cerita persegi panjang di Kelas VII SMP Negeri 7 Palu. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa pembelajaran yang menggunakan langkah Polya dalam Model Problem Based Instruction yang dapat meningkatkan kemampuan siswa pada penyelesaian soal cerita persegi panjang di Kelas VII SMP Negeri 7 Palu, yakni: 1) orientasi siswa pada masalah; 2) mengorganisasi siswa untuk belajar; 3) membimbing penyelidikan individu maupun kelompok; 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya; dan 5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Tahap membimbing penyelidikan individu maupun kelompok memuat empat langkah Polya, yaitu: a) memahami masalah; b) membuat perencanaan; c) melaksanakan perencanaan; dan d) melihat kembali hasil.
Kata Kunci: Langkah Polya; Model Problem Based Instruction; Kemampuan Matematika;
Soal Cerita; Persegi Panjang
Abstract: The purpose of this research is to obtain a description in the implementation of Polya phase in Problem Based Instruction model which can increase the students’ ability to solving the word problem about rectangular in VII SMP Negeri 7 Palu. Type research is of classroom action research. Plan of this research is based of Kemmis and Mc. Taggart. Based on the result of the research, learning to use Polya phase in Problem Based Instruction model which can increase the students’ ability to solving the word problem about rectangular in VII SMP Negeri 7 Palu, those are: 1) student’s orientation to the problem; 2) organize student’s to study; 3) guiding individual or group investigation; 4) developing and presenting the work; 5) analyzing and evaluating the problem solving process. Stage of guiding individual or group investigation Polya contains four phase, that is: a) understanding the problem, b) devising plan, c) carrying out the plan, and d) looking back.
Keyword: Polya Phase; Problem Based Instruction Model; Mathematic Ability; Word Problem;
Rectangula