Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Not a member yet
458 research outputs found
Sort by
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BENTUK PANGKAT DI KELAS X MIA SMA NEGERI 6 PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode penemuan terbimbing dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bentuk pangkat di kelas X MIA SMA Negeri 6 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bentuk pangkat di kelas X MIA SMA Negeri 6 Palu melalui langkah-langkah sebagai berikut: (1) perumusan masalah, guru memberikan informasi pokok-pokok materi dan memberikan LKS kepada siswa; (2) pemrosesan data dan penyusunan konjektur, siswa mengamati, menalar dan mencoba mengerjakan LKS secara berkelompok serta menyusun konjektur dari LKS yang dikerjakan; (3) pemeriksaan konjektur, guru memeriksa hasil konjektur siswa dan memberikan alasan terhadap konjektur siswa yang melakukan kesalahan; (4) verbalisasi konjektur, siswa mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas; dan (5) umpan balik, guru memberikan soal latihan kepada siswa.
Kata Kunci: Metode Penemuan Terbimbing; Hasil Belajar; Bentuk Pangkat.
Abstract: The aim of this research is to describe the application of guided discovery method in order to improve students learning outcomes on material exponential form of in Class X MIA SMA Negeri 6 Palu. This research is a classroom action research (CAR). As the research design refers to the design of the research of Kemmis and Mc. Taggart that is (1) planning, (2) action, (3) observation and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. The research results showed that the applying the guided discovery method can improve students learning outcomes on material exponential form in Class X MIA SMA Negeri 6 Palu through the following steps: (1) formulation of the problem, teachers provide information points materials and worksheets to students; (2) data processing and preparation of conjecture, students observe, reason and try to do the worksheets in groups and formulate a conjecture of worksheets is done; (3) examination conjecture, teachers examine the results of a conjecture of students and provide a reason to conjecture that students make mistakes; (4) verbalization conjecture, students presented the results of group work in front of the class; and (5) feedback, teachers give practice questions to students.
Keywords: Guided Discovery Method; Learning Outcomes; Exponential Form
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANDISCOVERY LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN STRUKTUR KONSEP PADA MATERI PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS VII MTs ALKHAIRAAT TONDO
Abstrak:Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan penerapan model pembelajaran Discovery Learning dengan menggunakan struktur konsep pada materi persegi panjang danpersegiyang dapat meningkatkanhasil belajar siswa di kelas VIIMTsAlkhairaat Tondo. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain Kemmis dan Mc.Taggart yakni perencanaan, tindakan, pengamatan danrefleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus.Subjek penelitian adalah siswa kelas VII MTs Alkhairaat Tondo.Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui penerapan model pembelajarandiscovery learningdengan menggunakan struktur konsep dapat meningkatkan hasil belajar siswa, mengikuti fase-fase berikut:(1) merumuskan masalah, (2) membuat hipotesis, (3)mengumpulkan data,(4) perumusan kesimpulan dan (5)meng-komunikasikan. Pada fase 1 guru menyampaikan materidanmemberikan satupermasalahan yang akan diamati siswa. Fase 2 siswa membuat hipotesis dari masalah yang diberikan.Fase 3 siswa membuktikan hipotesis menggunakan alat peraga yang disediakan. Fase4siswamembuat kesimpulan dan menghubungkan kesimpulan dengan hipotesis. Fase 5 siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok.
Kata Kunci: Discovery Learning, struktur konsep, hasil belajar, persegi panjang dan persegi
Abstract: This study aimed to describe the application of learning models Discovery Learning by using the concept of structure in rectangular and square materials that can improve student learning outcomes in class VII MTs Alkhairaat Tondo. This research is a classroom action research which refers to the design Kemmis and Mc. Taggart namely planning, action, observation and reflection. This research was conducted in two cycles. The subjects were students of class VII MTs Alkhairaat Tondo. The results showed that through the application of learning models discovery learning using the structure of the concept can improve student learning outcomes, follow the phases of the following: (1) to formulate the problem, (2) make a hypothesis, (3) collecting data, (4) formulation of conclusions, and (5) clicking communicate. In phase 1 the teacher presenting the material and give the issues to be observed students. Phase 2 students make hypotheses of a given problem. Phase 3 students prove the hypothesis using props provided. Phase 4 students to make inferences and connecting with the hypothetical conclusions. Phase 5 students presented the results of the working groups.
Keywords: DiscoveryLearning, structuralconcepts, learning outcomes, rectangular andsquare
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PERSEORANGAN DAN KELOMPOK KECIL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA KELILING DAN LUAS PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG DI KELAS VII SMP NEGERI 13 PALU
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran perseorangan dan kelompok kecil (PPKK) untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita keliling dan luas persegi dan persegi panjang di kelas VII SMP Negeri 13 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart terdiri dari perencanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PPKK dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 13 Palu dalam menyelesaikan soal keliling dan luas persegi dan persegi panjang khususnya pada soal cerita, dengan fase pembelajaran yaitu: (1) pengantar, (2) informasi, demonstrasi, dan aktifitas perseorangan, (3) informasi dan aktifitas kelompok, (4) kuis, dan (5) penutup.
Kata Kunci: PPKK; Hasil Belajar Matematika; Persegi dan persegi panjang.
Abstrack: The research aim to obtain a description of the applying of the learning models of individuals and small groups to improve student learning outcomes in completing the story about the circumference and area of the square and rectangular in class VII SMPN 13 Palu. This research is a classroom action research refered to desain research Kemmis and Mc. Taggart consisted of planning, action and observation, and reflection. The results showed that the application of learning models PPKK can improve the learning outcomes of students of class VII SMPN 13 Palu in solving the circumference and area of the square and rectangular particular on story problems, the learning phase, namely: (1) introduction, (2) information, demonstrations, and activities of individuals, (3) information and group activities, (4) quizzes, and (5) the cover.
Keywords: Learning Model Individual and Small Group; Mathematics Learning Outcomes; Square and Rectangle
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME PRISMA DI KELAS VIII SMP NEGERI 7 PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dikelas VIII SMP Negeri 7 Palu pada materi luas permukaan dan volume prisma. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain Kemmis dan Mc. Taggart yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Jenis data adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, catatan lapangan dan tes. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume prisma mengikuti langkah-langkah, yaitu (1) menyampaikan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan siswa, (2) mengorganisasikan siswa dalam belajar, (3) membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, (4) mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik dan (5) memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan.
Kata kunci: penemuan terbimbing, hasil belajar, luas permukaan, volume, prisma
Abstract: The purpose of this research is to describe the applying of guide discovery learning method that can improves the student’s learning outcomes of main topic surface area and volume of prism at VIIIF SMP Negeri 7 Palu. The type of this research is a classroom action research that refers to the research design Kemmis and Mc Taggart, that are planning, action, observation and reflection. The The types of data that used are qualitative and quantitative with the tehnique of data collection are observation, interview, field notes and test. This research was conducted into two cycles.The results of the studying showed that through guided discovery can improve student’s learning outcomes of main topic on the material surface area and volume of the beam by following the steps, that are (1) delivering thelearning objectives, (2) organize student’s in learning , (3) guiding individual and group investigation, (4) cheking back the comphrehension and give a feedback (5) giving opportunities for further training and implementation.
Keywords: guide discovery learning method, student’s learning outcomes, surface area, volume prism
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KELILING DAN LUAS DAERAH LINGKARAN DI KELAS VIII MTsN PALU SELATAN
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan pendekatan scientific yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keliling dan luas daerah lingkaran di kelas VIII B MTsN Palu Selatan. Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian Arikunto, dkk yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktifitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran dan data hasil tes ahir tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan scientific dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII MTsN Palu Selatan pada materi keliling dan luas daerah lingkaran mengikuti langkah-langkah, yaitu (1) mengamati, siswa mengamati fakta-fakta yang mereka temukan. (2) menanya, peneliti dan siswa melakukan tanya jawab terkait hal yang diamati. (3) menalar, siswa mengolah data yang diperoleh dari kegiatan menanya untuk memperoleh kesimpulan. (4) mencoba, siswa mengerjakan soal secara berkelompok. (5) membentuk jejaring, siswa bersama kelompoknya mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas.
Kata kunci: Pendekatan Scientific, hasil belajar, keliling dan luas daerah lingkaran.
Abstract: This study aims to obtain a description of the application of scientific approaches on the material and the area around the circle that can improve student learning outcomes of class VIII MTsN South Palu. The research design refers to the design of research Arikunto, dkk namely (1) planning, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. This research were conducted in two cycle. This research collects data about teacher’s activities while manage learning, data about student’s activities while attent learning and testing after action. The results showed that the application of a scientific approach can improve learning outcomes in the material and the area around the circle at MTsN South Palu with the following steps: (1) observing, students observe the facts they find. (2) questioning, the researchers and student did questioning and answering to the case observed. (3) associating, students process the data obtained from the activity ask for the conclusion. (4) experimenting, students work on the problems in groups. (5) networking, student and his group presented the group's work to the class.
Key words: Scientific Approaches, Student Learning Outcomes, Circumference and Area Circle
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII SMP NEGERI 16 PALU
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran reciprocal teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume kubus dan balok di kelas VIII SMP Negeri 16 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain Kemmis dan Mc. Teggart dengan menerapkan 4 komponen dan dua siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, wawancara dan catatan lapangan serta dianalisis dengan mereduksi data, menyajikan data dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran reciprocal teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Palu mengikuti fase-fase yaitu: (1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, (2) mengontrol hasil ringkasan siswa, (3) membimbing siswa untuk diskusi dan tanya jawab, (4) menyajikan informasi, (5) memberikan penghargaan, (6) membagikan modul yang disertai tugas mandiri siswa.
Kata Kunci: reciprocal teaching, hasil belajar, luas permukaan dan volume kubus dan balok
Abstract: This research aim to obtain a description about application of reciprocal teaching can improve learning outcomes students to the matter of surface area and volume the cube and the beam in the class VIII SMP Negeri 16 Palu . This research is a classroom action research (CAR) which refers to the design of Kemmis and Mc. Teggart by applying 4 components and two cycles including planning, the implementation of the act of, observation and reflection. The data collected through the test, observation, interviews and field notes and analyzed by reduction of the data, presents data and make the conclusion . This research result showed that the application of reciprocal teaching can improve learning outcomes students to the matter of surface area and volume the cube and the beam in the class VIII SMP Negeri 16 Palu following these steps namelyl (1) submitting target and motivate student, (2) controlling result of student summary, (3) guiding student for the discussion of question and answer, (4) presenting information, (5) giving appreciation, (6) alloting module which accompained duty student.
Keywords: reciprocal teaching, learning outcomes, surface area and volume the cube and bea
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KELILING DAN LUAS DAERAH SEGIEMPAT DI KELAS VII SMP NEGERI 2 TINOMBO SELATAN
Abstrak : Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi keliling dan luas daerah segiempat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Tinombo Selatan yang berjumlah 28 orang yang terdaftar pada tahun ajaran 2014/2015. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktifitas guru dalam mengola pembelajaran, data aktifitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, data hasil tes awal dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD hasil belajar siswa pada materi segiempat meningkat, dengan mengikuti langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu : (1) penyajian kelas, (2) belajar kelompok, (3) membimbing kelompok dalam bekerja dan belajar, (4) evaluasi, dan (5) memberi penghargaan kelompok.
Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif tipe STAD, hasil belajar, segiempat.
Abstract : This research aim to obtain a description about applying cooperative learning of STAD able to improved student’s learning outcomes on perimeter and area of quadrilateral. The design of this studying refers to the research design Kemmis and Mc Taggart consist of four components, that are (1) planning, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. The subject of this research are the students of class VII A SMP Ngeri 2 Tinombo Selatan that consists of 28 students enrolled in the academic year 2013/2014. The datas were collected in this research obtained from data of teacher’s activities in managed the learning, data of student’s activities in participated the learning, data of pre test, and data of final test. The result of this research showed thatapplying Cooperative Learning of STAD can improved student’s learning outcomes by following the steps are (1)class presentation, (2) group discussion, (3) conduct the group in work and study, (4) evaluation, and (5)group achievement.
Keywords: Cooperative learning of STAD, learning outcomes, quadrilatera
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 BALAESANG
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung bentuk aljabar di Kelas VIII SMP Negeri 2 Balaesang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model kooperatif tipe Numbered Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung bentuk aljabar mengikuti fase-fase, yaitu 1) Menyampaikan tujuan dan motivasi siswa; 2) Menyajikan informasi; 3) Penomoran; 4) Pengajuan pertanyaan, 5) Berpikir bersama, 6) Pemberian jawaban, dan 7) Memberikan penghargaan.
Kata Kunci: Kooperatif tipe NHT; hasil belajar; operasi hitung bentuk aljabar.
Abstract: The research aimed to describe application of cooperative learning of Number Heads Together (NHT) to improve students learning outcomes of algebra operation in VIII grade students at SMP Negeri 2 Balaesang. This research applied a classroom action research (CAR). This research refers to Kemmis and Mc. Taggard design which consisted of 1) planning, 2) action, 3) observation, 4) reflection. This research was conducted in two cycles. The result of the research indicated that applied of cooperative learning model of Number Heads Together able to improve students learning outcomes in algebra operation, as the phases: 1) conveying the objective and motivating, 2) presenting information, 3) numbering, 4) questioning, 5) heads together, 6) answering, and 7) giving appreciation.
Keywords: cooperative learning of NHT; learning outcomes; algebra operation
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 BIROMARU PADA MATERI GARIS DAN SUDUT
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan metode penemuan terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi garis dan sudut mengikuti langkah-langkah yaitu: (1) merumuskan masalah, (2) menganalisis data, (3) menyusun konjektur, dan (4) membuat kesimpulan. Pada tahap merumuskan masalah, siswa diminta untuk berpikir bagaimana cara menyelesaikan masalah yang diberikan. Pada tahap menganalisis data, siswa telah menemukan sudut dan pasangan sudut dengan warna yang sama maupun berbeda serta mampu menentukan hubungan antara dua sudut yang diberikan. Pada tahap menyusun konjektur, siswa mampu memberikan nama pasangan sudut yang diperoleh dengan bantuan karton, potongan karton yang diberikan tanda sudut dan busur derajat serta mampu memberikan nama pasangan sudut yang diberikan tanpa bantuan karton. Pada tahap membuat kesimpulan, hasil yang diperoleh siswa yaitu besar sudut dalam berseberangan adalah sama, besar sudut luar berseberangan adalah sama, besar sudut luar sepihak adalah 1800, besar sudut dalam sepihak adalah 1800, dan besar sudut sehadap adalah sama.
Kata Kunci: Penemuan Terbimbing, Hasil Belajar, Garis dan Sudut
Abstract: This research has something as a purpose for getting description about guidanced invention method in upgrading student’s studying result to line material and corner by following steps such as: (1) formulation problem, (2) analyzing data, (3) arranging conjecture, (4) making conclution. At formulation problem’s step students are asked for thinking how to solve the problems those are given. At analyzing data’s step, students have found the corner and the corner’s partner with the same colour event different and could find a connection between both corner thas have been given. At the arranging conjecture’s step. The students could give a name for the corner couple that has been given without any help thing. At the making conclution’s step, the results which the students have already got are a big corner in crossing, outside, out unilateral 1800, in unilateral 1800 and facing in the same.
Keywords: Guidanced invention, learn result, line and corner  
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENCAPAIAN KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATERI HIMPUNAN DI MTs. NURUL HASANAH PENGAWU
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapanmodel pembelajaran pencapaian konsep untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIpada materi himpunan di MTs. Nurul Hasanah Pengawu. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kurt Lewin yakni perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran pencapaian konsep dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII pada materi himpunan melalui 3 fase, yaitu: (1) presentasi data dan identifikasi data, (2) pengujian pencapaian konsep dan (3) analisis strategi-strategi berpikir.
Kata Kunci: Penerapan Model Pembelajaran Pencapaian Konsep; Hasil Belajar, Himpunan Bagian dan Dua Himpunan Beririsan.
Abstract: The objective of this research is to obtain a description in the implementation of design of learning to get concept which can increase the study value of students’ grade VII on the set material at MTs. Nurul Hasanah Pengawu. This reseacrh used Classroom Action Research, that based on Kurt lewin design.is planning, action, observation and reflection. The result of this research showed the used of learning to get concept which can increase the one come of student grade VII on the set material through 3 fase, that is: (1) presentation and identification of data,(2) examined of concept and (3) strategies analyze.
Keyword: Implementation of design of learning to get concept; Result of Study; subset and intesection of two set